The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 Pengaruh Hot dan Cold Stone Massage Terhadap Tingkat Nyeri pada Petani yang Mengalami Low Back Pain (LBP) di Puskesmas Lojejer. Wuluhan. Jember Annisa Eka Adhitya Wardhani1*. Wahyudi Widada1. Sasmiyanto1 Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Jember. Jember 68121. Indonesia *Alamat Korespondensi: Jl. Karimata No. 49 Sumbersari. Kabupaten Jember. Jawa Timur 68121. Kotak Pos 104 Telp. 336728 Faks. Email: annisaninis1@gmail. Diterima: 26 Juni 2025 | Disetujui: 14 Juli 2. Dipublikasikan: 28 Juni 2025 Abstrak Nyeri punggung bawah atau yang sering dikenal dengan low back pain (LBP) merupakan masalah kesehatan yang rentan dialami oleh petani mengingat negara Indonesia merupakan negara agraris. Data tahun 2024 mencatat angka kejadian LBP paling tinggi berada di Jawa Timur yaitu dengan nilai rata-rata sebesar 58,33% dan Kabupaten Jember menyumbang pravalensi sebesar 71% petani yang setiap harinya melakukan posisi tidak ergonomi, hal ini dapat menyebabkan terjadinya LBP. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas pengaruh kelompok hot stone massage dengan kelompok cold stone massage untuk menurunkan tingkat nyeri pada petani yang mengalami LBP di Puskesmas Lojejer. Wuluhan. Jember. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan hot stone massage dan cold stone massage. Sebanyak 30 petani pada setiap kelompok dipilih melalui stratified random sampling. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan setelah intervensi. Data dianalisis dengan Uji Wilcoxson untuk membandingkan dalam satu kelompok serta menggunakan Uji Mann-Whitney U untuk membandingkan data kedua Hasil analisis data menggunakan Uji Wilcoxson dan Mann-Whitney U keduanya menunjukkan nilai p < 0,001, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah intervensi dan terdapat pengaruh signifikan antar kelompok. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan LBP pada petani lebih efektif menggunakan hot stone massage dibanding cold stone massage. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai alternatif non-farmakologis untuk manajemen nyeri pada populasi petani karena dapat dengan mudah dilakukan sendiri dan aman untuk tubuh. Kata kunci: Cold Stone. Hot Stone. Low Back Pain. Massage. Tingkat Nyeri Sitasi: Wardhani. Annisa E. Widada. Wahyudi, & Sasmiyanto. Pengaruh Hot dan Cold Stone Massage Terhadap Tingkat Nyeri pada Petani yang Mengalami Low Back Pain (LBP) di Puskesmas Lojejer. Wuluhan. Jember. The Indonesian Journal of Health Science. , 70-75. DOI: 32528/tijhs. Copyright: A2025 Wardhani et. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited. Diterbitkan Oleh: Universitas Muhammadiyah Jember ISSN (Prin. : 2087-5053 ISSN (Onlin. : 2476-9614 32528/tijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 Abstract Low back pain (LBP) is a common health issue among farmers, particularly in Indonesia, an agrarian country. In 2024. East Java recorded the highest incidence of LBP, averaging 33%, with Jember Regency contributing a prevalence of 71% of farmers who perform nonergonomic postures daily, which can lead to LBP. This study aimed to compare the effectiveness of hot stone massage and cold stone massage in reducing pain levels among farmers with LBP at Puskesmas Lojejer. Wuluhan. Jember. This quasi-experimental study utilized hot stone massage and cold stone massage interventions. A total of 30 farmers in each group were selected through stratified random sampling. Pain levels were measured using the Numeric Rating Scale (NRS) before and after the intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon test for within-group comparisons and the Mann-Whitney U test for between-group The results of both analyses showed a p-value of < 0. 001, indicating a significant effect after the intervention and a significant difference between the groups. This study concluded that hot stone massage is more effective than cold stone massage in managing LBP among farmers. This intervention can be considered a non-pharmacological alternative for pain management in the farming population, as it is easy to perform independently and safe for the body. Keywords: Cold Stone. Hot Stone. Low Back Pain. Massage. Pain Intensity PENDAHULUAN Sebagai negara agraris. Indonesia memiliki sebagian besar wilayahnya yang bergerak di sektor pertanian, sehingga sebagian besar penduduknya hidup sebagai petani, tidak terkecuali di pulau Jawa, khususnya di Kabupaten Jember. Petani merupakan salah satu komponen penyokong perekonomian dunia, terlebih lagi di Indonesia (Nugraha et al. , 2. Nyeri punggung bawah atau yang sering disebut low back pain (LBP) merupakan masalah kesehatan global yang memengaruhi jutaan individu, seringkali menyebabkan disabilitas dan penurunan kualitas hidup. Prevalensi LBP sangat tinggi di kalangan petani yang melibatkan aktivitas fisik berat yang berakibat postur tubuh yang tidak ergonomis dan beban kerja berulang (Amin et al. , 2. Penanganan LBP telah menjadi fokus berbagai penelitian, mencakup intervensi farmakologi, fisioterapi, dan komplementer. Berbagai penelitian sebelumnya telah menjelaskan efektivitas salah satu terapi nonfarmakologis untuk LBP yaitu dengan terapi Beberapa peneliti hanya berfokus pada salah satu terapi, seperti efektifitas hot stone massage atau efektifitas cold stone massage, menunjukkan hasil yang bervariasi dalam mengurangi intensitas nyeri. Adapun 32528/tijhs. penelitian yang mengkaji penggunaan modalitas termal seperti kompres hangat atau dingin yang terbukti memberikan efek relaksasi otot dan mengurangi kekakuan (Li et , 2. Namun, penelitian-penelitian tersebut seringkali hanya terbatas berkaitan dengan penanganan gejala dan belum secara spesifik mengidentifikasi intervensi yang optimal untuk mengurangi nyeri. Selain itu, terdapat batasan utama dari penelitian sebelumnya yang belum mengevaluasi efektivitas teknik pijat spesifik yang mengombinasikan termoterapi serta kriotepi dalam penanganan LBP kronis pada konteks Penggunaan hot stone massage dan cold stone massage sebagai intervensi terapi pijat yang menggunakan bebatuan halus yang diolah untuk memberikan efek relaksasi pada meningkatkan kualitas tidur serta sirkulasi Terapi ini diindikasikan khususnya bagi individu yang mengalami nyeri punggung bawah, seringkali disebabkan oleh posisi kerja yang tidak ergonomis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pengaruh hot stone massage dengan cold stone massage terhadap tingkat nyeri pada petani yang mengalami low back pain (LBP) di Puskesmas Lojejer. Wuluhan. The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 Jember. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Desain penelitian menggunakan control group time series yang menggambarkan bagaimana data diukur serta dibandingkan dari waktu ke waktu antar kelompok. Intervensi dirancang sebagai studi kuasi eksperimental yang membandingkan dua kelompok . ot stone massage dan cold stone massag. , keduanya ditujukan pada petani yang mengalami low back pain (LBP) di Puskesmas Lojejer. Wuluhan. Jember. kelompok dan dalam satu Desa pengambilan data terdapat dua kelompok yaitu hot stone massage dan cold stone massage. Prosedur Intervensi Dalam penelitian ini, prosedur intervensi untuk kedua kelompok serupa dengan 12 batu ukuran kecil, hanya berbeda pada suhu batu. Pada kelompok hot stone massage, batu direbus hingga O54AC, sedangkan pada kelompok cold stone massage, batu direndam air es hingga O13AC. Sebelum intervensi, semua partisipan diberikan informed consent dan lembar observasi berisi skala nyeri sebelum dan setelah intervensi yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Fase kerja dimulai dengan pemosisian pasien secara pronasi . , dilanjut cuci tangan dan mendekatkan alat. Batu panas didinginkan beberapa saat . irendam air dingin A2 meni. untuk mencegah luka pada Buka punggung bawah pasien, lapisi dengan kain flanel/handuk, lalu 10 batu ditempatkan di sepanjang kanan kiri lumbal (L1-L. (French et al. , 2006. Saputra et al. Pada kelompok cold stone massage, batu dingin diletakkan serupa. Balik batu secara aktif agar suhu meresap tetapi tidak menimbulkan luka. Setelah suhu batu berkurang, angkat, dan olesi punggung menggunakan minyak/lotion. Dua batu yang tersisa digunakan bergantian untuk memijat dengan gerakan effleurage . erakan pijat keatas-bawa. di sepanjang kanan kiri lumbal untuk merelaksasikan otot (Acupoint, 2020. Direktorat, 2. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut dengan satu kali intervensi tiap harinya yang dijelaskan dalam tabel 1. Populasi. Sampel. Sampling Pengambilan populasi dan sampel dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Lojejer. Wuluhan. Jember. Sampel yang diambil yaitu petani dengan low back pain sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteris Inklusi: Petani berusia Ou25-59 tahun. Petani yang sering nyeri punggung bawah selama beberapa hari hingga 6 minggu atau lebih. Petani yang bersedia menjadi Kriteria Eksklusi: Petani yang menjalani terapi lain. Menderita penyakit berat lain. Menggunakan obat-obatan tertentu dari tenaga kesehatan yang dapat mempengaruhi kondisi. Teknik sampling menggunakan stratified random sampling pada populasi petani di wilayah kerja Puskesmas Lojejer yaitu Desa Ampel. Lojejer, dan Tamansari dengan masing-masing sampel 10 partisipan tiap Tabel 1 Skema Intervensi Penelitian Subjek Hot stone massage Cold stone massage Pre test Instrumen Dalam penelitian ini, instrumen utama yang digunakan untuk mengukur tingkat nyeri 32528/tijhs. Perlakuan Post test adalah Numeric Rating Scale (NRS) yang digunakan untuk penilaian skala nyeri baik sebelum maupun sesudah intervensi hot stone massage dan cold stone massage. Selain itu The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 menggunakan SOP dan lembar observasi untuk menilai mengumpulkan data skala yang NRS adalah skala numerik yang meminta partisipan untuk menilai tingkat nyeri mereka pada skala 1 hingga 10 yang paling parah. kelompok memiliki distribusi usia yang relatif seimbang yaitu berkisar di rentang 35-59 tahun serta jenis kelamin laki-laki sebanyak 48,3% dan perempuan 51,7%. Hasil analisis statistik dari Uji Wilcoxson pada kelompok hot stone massage dan kelompok cold stone massage masing-masing nilai p < 0,001. Persetujuan Etik menunjukkan adanya pengaruh signifikan Penelitian diawali dengan uji etik yang pada tingkat nyeri. dilaksanakan oleh Komite Etik Penelitian Sedangkan hasil analisis dari Uji Kesehatan (KEPK) Fakultas Ilmu Kesehatan Mann-Whitney U yang membandingkan Universitas Muhammadiyah Jember dan kedua kelompok nilai p < 0,001, dinyatakan lolos dengan keterangan laik etik menunjukkan ada pengaruh signifikan ratanomor 0032/KEPK/FIKES/IV/2025. rata kelompok yang menerima hot stone massage dibandingkan dengan kelompok cold stone massage. Nilai mean kelompok hot HASIL stone massage pre 6,87 dan post 2,20. Pada Data demografi kelompok cold stone massage nilai mean pre partisipan menunjukkan bahwa kedua 7,03 dan post 4,57 seperti pada tabel 2. Tabel 2 Perbedaan Nilai Rata-Rata Tingkat Nyeri pada Petani yang Mengalami Low Back Pain (LBP) Sebelum dan Setelah dilakukan Hot Stone Massage dan Cold Stone Massage di Puskesmas Lojejer. Wuluhan. Jember 2025 Subjek Hot stone massage Cold stone massage Mean Pre 6,87 7,03 PEMBAHASAN Temuan ilmiah utama dari penelitian ini, seperti yang terlihat pada tabel 2, mengindikasikan bahwa hot stone massage secara signifikan lebih efektif dalam mengurangi intensitas nyeri LBP dibanding dengan cold stone massage pada populasi Hasil penelitian ini secara langsung berhubungan dengan tujuan awal yang telah diuraikan di bagian pendahuluan, yaitu untuk mengevaluasi pengaruh hot stone massage terhadap tingkat nyeri LBP pada petani. Penelitian ini menemukan bahwa partisipan dalam kelompok hot stone massage mengalami penurunan skor NRS yang lebih substansial setelah intervensi, sebagaimana ditunjukkan oleh perubahan rata-rata skor NRS yang signifikan pada tabel 2. Efektivitas intervensi ini bersifat jangka pendek, mengingat durasi pelaksanaannya hanya tiga hari berturut-turut. Dampak positif intervensi terasa setelah pemberian dan berlanjut hingga keesokan harinya, namun tidak bersifat 32528/tijhs. Mean Post 2,20 4,57 p-value <0,001 Untuk mencapai hasil yang optimal dan berkelanjutan, intervensi ini memerlukan aplikasi secara rutin. Interpretasi ilmiah dari hasil ini adalah bahwa panas yang dihantarkan oleh batu dalam hot stone massage memfasilitasi relaksasi otot, meningkatkan sirkulasi darah lokal, dan merangsang pelepasan endorfin, yang secara kolektif berkontribusi pada pengurangan sensasi nyeri (Agustin, 2. Mekanisme ini didukung oleh prinsip termoterapi yang dikenal mampu mengurangi spasme otot dan kekakuan jaringan, yang merupakan komponen umum dari nyeri punggung bawah kronis (Melzack, 1. Sedangkan interpretasi dari cold stone . enyempitan pembuluh dara. yang kemudian diikuti oleh vasodilatasi . etelah penghapusan dingi. Efek awal ini bertujuan untuk mengurangi aliran darah, membatasi pembengkakan dan peradangan akut (Wang et , 2. Dingin juga dapat menurunkan metabolisme seluler, mengurangi kecepatan The Indonesian Journal of Health Science Volume 17. No. Juni 2025 konduksi saraf, dan memiliki efek analgesik . ereda nyer. melalui penghambatan reseptor nyeri dan penurunan kejang otot (Kusuma et , 2. Temuan penelitian ini konsisten dengan beberapa laporan peneliti lain yang mendukung penggunaan termoterapi dan Penelitian ini menunjukkan perbedaan dalam fokus dan populasi, mengingat sebagian besar studi sebelumnya belum secara spesifik menargetkan petani dengan LBP atau membandingkan secara langsung efektivitas hot stone massage dengan cold stone massage. Keunikan populasi petani, yang sering mengalami LBP akibat aktivitas fisik dan postur yang khas, memberikan wawasan baru tentang efikasi Implikasi pengetahuan keperawatan sangat penting, menunjukkan bahwa hot dan cold stone komplementer yang efektif dalam asuhan keperawatan bagi pasien LBP dengan menyesuaikan kondisi pasien, khususnya pada kelompok pekerja dengan risiko tinggi, memberikan alternatif non-farmakologis untuk manajemen nyeri yang holistik. SIMPULAN Berdasarkan penerapan intervensi hot stone massage dan cold stone massage, diketahui bahwa kedua terapi nonfarmakologis tersebut memiliki potensi pengaruh terhadap penurunan tingkat nyeri pada petani yang mengalami low back pain (LBP) di wilayah kerja Puskesmas Lojejer. Wuluhan. Jember. Akan tetapi dalam perbandingan efektifitasnya lebih substansial pada kelompok hot stone massage dibandingkan dengan cold stone massage. Intervensi ini bekerja melalui mekanisme termal . anas atau dingi. yang membantu relaksasi otot, mengurangi peradangan, dan meningkatkan ambang nyeri. Penerapan rutin dan sesuai prosedur intervensi menunjukkan bahwa terapi komplementer dapat menjadi pilihan penting dalam manajemen nyeri pada populasi pekerja seperti petani. 32528/tijhs. DAFTAR PUSTAKA