Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Inovasi Pemberdayaan Komunitas Disabilitas: Penguatan Ekonomi dan Inklusi Sosial melalui HIDIMU Riau Santoso *1. Doni Winarso2. Mizan Asnawi3 Fakultas Studi Islam. Universitas Muhammadiyah Riau Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Muhammadiyah Riau Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Riau email: santoso@umri. Abstract The community service program in collaboration with the Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (HIDIMU) Riau was carried out as an effort to empower persons with disabilities who continue to face social stigma, limited skills, restricted market access, and inadequate business capital. This program aimed to enhance economic independence, self-confidence, and social inclusion of persons with disabilities through skill training, digital innovation, and strengthened family support. The implementation methods included problem identification, skill training . igital printing for the hearingimpaired and physically disabled, shiatsu massage for the visually impaire. , the development of innovative products such as the official HIDIMU website and UMKM e-catalog, as well as the flagship event AuRiau Difabel Fair,Ay which featured a talk show on strengthening families of persons with disabilities, along with product auctions and bazaars showcasing their creative works. A participatory approach was applied by actively involving HIDIMU members, families, and external partners at every The results demonstrated improvements in participantsAo skills, the creation of technological and innovative products, and the strengthening of the organizationAos identity through digital media. The programAos outputs included a website and e-catalog, video documentation, and publications in online mass media. Overall, this program positively impacted productivity, market access, and the reduction of social stigma, while also reinforcing HIDIMUAos role as a model of inclusive and sustainable disability Keywords: Disability. Digital Innovation. Economic Independence. Empowerment. Social Inclusion. Abstrak Program pengabdian masyarakat bersama Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (HIDIMU) Riau dilaksanakan sebagai upaya pemberdayaan penyandang disabilitas yang masih menghadapi stigma sosial, keterbatasan keterampilan, minimnya akses pasar, dan keterbatasan modal usaha. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, kepercayaan diri, serta inklusi sosial difabel melalui pendekatan pelatihan keterampilan, inovasi digital, dan penguatan dukungan keluarga. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah, pelatihan keterampilan . igital printing bagi tuna rungu dan tuna daksa, pijat shiatsu bagi tuna netr. , pengembangan produk inovasi berupa website resmi HIDIMU dan e-katalog UMKM, serta kegiatan puncak Riau Difabel Fair yang menghadirkan talk show penguatan keluarga difabel dan lelang serta bazar produk hasil kreatifitas difabel. Pendekatan partisipatif diterapkan dengan melibatkan anggota HIDIMU, keluarga, serta mitra eksternal secara aktif dalam setiap tahapan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan peserta, lahirnya produk teknologi dan inovasi, serta penguatan identitas organisasi melalui media digital. Luaran yang dicapai antara lain website dan e-katalog produk, video dokumentasi, serta publikasi di media massa online. Program ini berdampak positif terhadap peningkatan produktivitas, akses pasar, dan pengurangan stigma sosial, sekaligus memperkuat peran HIDIMU sebagai model pemberdayaan disabilitas yang inklusif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Difabel. Inklusi Sosial. Inovasi Digital. Kemandirian Ekonomi. Pemberdayaan https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 PENDAHULUAN Penyandang disabilitas merupakan kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik, sensorik, intelektual, atau mental yang dapat menghambat partisipasi penuh mereka dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya. Menurut data pada tahun 2020. Ada sekitar 3. 873 penyandang disabilitas yang tersebar dibeberapa kota dan kabupaten provinsi Riau . Jumlah ini diperkirakan terus meningkat setiap Menurut laporan tematik Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Kementrian Kesehatan mengkatnya jumlah penyandang disabilitas adalah karena penyakit tidak menular (PTM). Himpunan Disabilitas Muhammadiyah, yang dikenal dengan singkatan HIDIMU, merupakan organisasi disabilitas yang dibentuk untuk menjadi pelopor dalam advokasi disabilitas di masyarakat, berupaya menciptakan lingkungan yang inklusif bagi semua pihak . HIDIMU Riau merupakan salah satu dari sekian banyak organisasi yang membina penyandang disabilitas yang ada di provinsi Riau. Beralamat di jalan perumahan Bumi Rizqy blok D 13 kelurahan Tuah Karya kecamatan Tampan kota Pekanbaru Provinsi Riau. Melalui SK no. 001/KEP/PP-HIDIMU/VI/2024 tahun 2024 mewujudkan segala sektor di Indonesia menjadi inklusi. Meskipun masih muda dalam usia, namun HIDIMU Kota Pekanbaru telah dipercaya menjadi salah satu organisasi yang ditunjuk oleh pemerintah provinsi dalam menyusun rancangan peraturan daerah tentang penyandang disabilitas Provinsi Riau, melalui keputusan gubernur Riau nomor. Kpts. 340/i/2024 . Saat ini HIDIMU Kota Pekanbaru membina sebanyak 37 orang penyandang disabilitas dengan 4 . kondisi kekhususan yaitu tuna netra, tuna wicara, tuna daksa dan tuna rungu. Jumlah ini akan semakin meningkat mengingat penyandang disabilitas dikota Pekanbaru mencapai 1130 jiwa. Beberapa kegiatan yang sudah atau Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 sedang berjalan saat ini adalah pembinaan keagamaan, kegiatan motivasi dan inspiring. Selain kegiatan pembinaan keagamaan dan motivasi HIDIMU Riau juga berusaha untuk membina para penyandang disabilitas untuk dapat mandiri secara ekonomi melalui kegiatan ekonomi produktif. Melalui usaha catering difabel mereka dibina sesuai kemampuan dari mulai memasak sampai kepada proses pakagingnya. Meskipun kegiatan sudah berjalan sekitar kurang lebih 1 tahun, namun masih banyak permasalahan yang dialami oleh mitra beserta Diantaranya adalah Stigma Sosial: Penyandang disabilitas masih menghadapi stigma sosial yang menghambat akses mereka terhadap kesempatan kerja yang layak. Diskriminasi ini berkontribusi terhadap rendahnya rasa percaya diri. yang pada akhirnya berdampak pada motivasi mereka dalam mengembangkan keterampilan dan mencari pekerjaan . Minimnya Keterampilan: Kurangnya pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri maupun wirausaha mandiri menyebabkan penyandang disabilitas sulit bersaing di pasar kerja atau memulai usaha sendiri. Strategi Pemasaran: Beberapa dari anggota komunitas yang telah menghasilkan pemasaran akibat kurangnya akses ke pasar yang lebih luas serta keterbatasan dalam strategi pemasaran digital. Modal Usaha: Keterbatasan modal usaha menjadi salah satu penghambat utama dalam pengembangan bisnis. komunitas ini, terutama dalam meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pasar. Berangkat dari permasalahan yang telah diidentifikasi pada mitra, maka tim pengabdian Universitas Muhammadiyah Riau terpanggil untuk sedikit mengurangi beban yang dihadapi oleh mitra beserta anggotanya dengan mencarikan solusi atas permasalah yang dihadapi oleh mitra. https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 METODE PENGABDIAN Metode pengabdian masyarakat ini dirancang untuk mengatasi permasalahan sosial, keterampilan, pemasaran, dan permodalan yang dihadapi mitra HIDIMU Riau. Dengan participatory action, program ini melibatkan penyandang disabilitas secara aktif dalam setiap tahapan yang memadukan edukasi, pelatihan, dan pendampingan berkelanjutan demi menciptakan dampak yang nyata dan Pelaksanaan program dibagi ke dalam lima tahapan sistematis yang digambarkan dan dijelaskan sebagai berikut Gambar 1. Tahapan Penelitian Tahap Persiapan dan Identifikasi Kebutuhan Tahap ini dimulai dengan koordinasi bersama pengurus HIDIMU Riau untuk berdasarkan jenis disabilitas, merumuskan rencana teknis, dan menyusun modul Instrumen evaluasi . re-test dan post-tes. disiapkan, serta lokasi pelatihan dipastikan aksesibel bagi semua peserta. Tahap Sosialisasi dan Pemberdayaan Awal Peserta diperkenalkan pada tujuan program dan diberikan penguatan motivasi melalui sesi peningkatan kepercayaan diri . erbasis teori Self-Efficac. serta Keterlibatan fasilitator dan penerjemah bahasa isyarat https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 berpartisipasi penuh. Tahap Pelatihan Keterampilan dan Literasi Digital Tahap inti ini meliputi pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kondisi peserta: terapi urut profesional untuk tuna netra, serta desain grafis dan digital printing untuk tuna rungu dan tuna daksa. Selain itu, peserta juga dibekali literasi digital untuk pemasaran, mencakup penggunaan ecatalog, marketplace, dan media sosial melalui bimbingan praktik langsung. Tahap Pendampingan dan Aplikasi Keterampilan Setelah pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan intensif untuk menerapkan keterampilan melalui sesi praktik, mentoring, dan pembinaan wirausaha. Proses ini didukung oleh mahasiswa sebagai asisten pelatih, sementara keluarga peserta juga menciptakan lingkungan yang suportif dan Tahap Monitoring. Evaluasi, dan Keberlanjutan Efektivitas program diukur melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, survei kepuasan, serta diskusi kelompok untuk mendapatkan masukan. Keberlanjutan program dipastikan melalui publikasi di berbagai media serta peran aktif HIDIMU dalam memfasilitasi pemasaran produk dan memperluas jejaring usaha para peserta. Secara keseluruhan, metode pelaksanaan yang sistematis ini dirancang untuk keterampilan, dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Kunci keberhasilan program terletak pada pendekatan partisipatif dan pendampingan berkelanjutan, yang memastikan dampaknya tidak hanya sesaat tetapi terus berlanjut menuju masyarakat yang lebih inklusif. HASIL DAN PEMBAHASAN Program pengabdian kepada masyarakat yang diimplementasikan bersama Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (HIDIMU) Riau p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 secara sistematis dirancang untuk menjawab permasalahan prioritas mitra, yakni stigma sosial, keterbatasan kompetensi, minimnya akses pasar, dan hambatan permodalan. Intervensi program difokuskan pada tiga aspek utama: peningkatan keterampilan produktif, transformasi pemasaran digital, serta penguatan ekosistem sosial. Peningkatan Kompetensi dan Kapasitas Produktif Penyandang Disabilitas Intervensi utama program adalah peningkatan kapasitas individu melalui pelatihan keterampilan yang relevan dengan kondisi peserta dan kebutuhan pasar. Dua pelatihan utama berhasil diimplementasikan dengan capaian sebagai berikut: Pelatihan Digital Printing sebagai Upaya Adaptasi Industri Kreatif Pelatihan ini merupakan respons strategis untuk membekali 15 peserta tuna rungu dan tuna daksa dengan keterampilan berbasis teknologi. Materi pelatihan mencakup penguasaan perangkat lunak desain grafis (Canva dan Photoshop dasa. hingga teknik produksi merchandise mug. Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari 70% peserta berhasil memproduksi desain mug yang layak jual dan bahkan berhasil dipasarkan selama Riau Difabel Fair. Keberhasilan program ini sangat signifikan, terutama mengingat keterbatasan fisik yang dimiliki beberapa peserta. Namun, hal ini tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk menguasai keterampilan baru dan menghasilkan produk berkualitas. Pembahasan keterampilan digital printing tidak hanya memberikan kompetensi teknis, tetapi juga berdampak signifikan pada peningkatan kepercayaan diri . elf-efficac. Keterampilan ini membuka peluang wirausaha di sektor industri kreatif yang fleksibel dan dapat diakses, sehingga secara keterbatasan lapangan kerja formal bagi penyandang disabilitas. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 Pelatihan Pijat Shiatsu sebagai Alternatif Sumber Pendapatan Bagi peserta tuna netra, pelatihan pijat shiatsu dipilih karena sesuai dengan potensi sensorik mereka dan memiliki permintaan pasar yang stabil. Pelatihan yang dibimbing membekali peserta dengan penguasaan teknik dasar pijat shiatsu sesuai standar profesional. Secara berpotensi menjadi sumber pendapatan mandiri yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan tujuan program untuk menciptakan kemandirian ekonomi, di mana peserta tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga penyedia jasa profesional. Keterampilan ini memberikan alternatif ekonomi yang tidak bergantung pada penglihatan, melainkan pada keahlian taktil. Transformasi Digital untuk Perluasan Akses Pasar dan Pemasaran Salah satu tantangan fundamental yang UMKM keterbatasan akses pasar. Untuk mengatasi hal ini, program melakukan dua intervensi digital strategis: Pengembangan Website Resmi sebagai Identitas dan Etalase Digital Platform id dikembangkan dengan tiga fungsi utama: . membangun identitas digital dan citra positif organisasi. menjadi pusat informasi kegiatan dan program. berfungsi sebagai etalase atau katalog digital bagi produk UMKM anggota. Pengembangan website ini merupakan langkah penting dalam membangun modal https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 digital . igital capita. organisasi, yang memungkinkan HIDIMU Riau menjangkau audiens yang lebih luas dan memperkuat jaringan kemitraan. Pembuatan Katalog Produk UMKM Terintegrasi Sebagai tindak lanjut, puluhan produk UMKM anggota didokumentasikan dan diintegrasikan ke dalam website. Setiap produk dilengkapi deskripsi, visual, harga, dan informasi kontak. Implementasi katalog digital ini secara efektif meningkatkan mempermudah aksesibilitas konsumen terhadap produk. Intervensi ini merupakan solusi konkret untuk mendobrak hambatan geografis dan informasional yang selama ini membatasi jangkauan pasar produk anggota HIDIMU. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 untuk memberikan inspirasi dan wawasan strategis mengenai kewirausahaan inklusif. Diskusi ini terbukti efektif meningkatkan motivasi internal peserta untuk memulai dan mengembangkan usaha. Sesi Penguatan Peran Keluarga Program ini juga mengidentifikasi bahwa dukungan keluarga merupakan faktor krusial. Sesi khusus untuk keluarga dirancang untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan rumah yang suportif dan inklusif. Hasil diskusi interaktif menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesiapan keluarga dalam mendukung kemandirian anggota keluarga penyandang Penguatan peran keluarga sebagai pilar utama . rimary support syste. menjadi fundamental dalam menjamin keberlanjutan dampak program. Secara keseluruhan. Riau Difabel Fair menjadi media advokasi yang efektif untuk masyarakat luas, pemerintah, dan mitra Penguatan Dukungan Ekosistem Sosial dan Advokasi Inklusi Puncak program diwujudkan dalam acara Riau Difabel Fair yang berfungsi sebagai platform multifungsi untuk pemberdayaan dan advokasi. Kegiatan ini terdiri dari: Talk Show Motivasi Kewirausahaan dan Implementasi program pengabdian ini secara komprehensif berhasil mengatasi Keterbatasan keterampilan diatasi melalui pelatihan yang spesifik dan relevan. Keterbatasan akses pasar dijawab melalui transformasi digital berupa website dan ekatalog. Stigma sosial dikurangi melalui kegiatan advokasi dan penguatan dukungan Meskipun permodalan belum teratasi sepenuhnya, peningkatan akses pasar dan visibilitas produk menjadi fondasi penting untuk menarik minat investor atau mengakses program permodalan di masa depan. Capaiancapaian ini menunjukkan bahwa HIDIMU Riau kini memiliki fondasi yang lebih kuat pemberdayaan disabilitas yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. Talk narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, dan aktivis disabilitas bertujuan https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. SIMPULAN Program pengabdian masyarakat ini secara komprehensif berhasil meningkatkan kemandirian ekonomi, kepercayaan diri, dan inklusi sosial bagi penyandang disabilitas yang tergabung dalam HIDIMU Riau. Melalui pendekatan partisipatif yang menggabungkan pelatihan keterampilan spesifik, inovasi digital, dan penguatan ekosistem sosial, program ini menunjukkan dampak nyata. Peningkatan keterampilan digital printing dan pijat shiatsu tidak hanya membekali peserta dengan kompetensi praktis, tetapi juga secara signifikan meningkatkan rasa percaya diri dan membuka peluang wirausaha. Selain itu, transformasi digital melalui pengembangan website dan e-katalog produk berhasil mengatasi hambatan akses pasar, memperluas jangkauan pemasaran produk difabel, dan menguatkan identitas Puncak dari kegiatan, yaitu Riau Difabel Fair, berperan efektif sebagai platform advokasi untuk mengurangi stigma sosial dan memperkuat peran keluarga sebagai sistem pendukung utama. Meskipun tantangan permodalan masih menjadi isu, fondasi yang telah dibangun berupa peningkatan kompetensi, akses pasar, dan visibilitas menempatkan HIDIMU Riau pada jalur yang tepat menuju model pemberdayaan disabilitas yang UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kemdiktisaintek atas dukungan dana yang diberikan melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) 134/C34/DT. 00/PM/2025 tanggal 28 Mei Apresiasi yang tinggi juga kami Universitas Muhammadiyah Riau melalui Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM UMRI) atas dukungan dan fasilitas yang telah disediakan. Terima kasih khusus juga kami berikan kepada HIDIMU Riau. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau melalui Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Muhammadiyah Riau. Lazismu Riau, serta semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat DAFTAR PUSTAKA