Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 11-21 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Pelatihan dan Edukasi Penanaman dan Pemupukan Melon (Cucumis melo. L) dengan Pupuk Organik Cocopeat Training and Education on Planting and Fertilizing of Melon (Cucumis melo. L) with Cocopeat Organic Fertilizer Muhammad Daud1. Yasser Armia2. Lukman Hakim3. Daska Aziz4. Hasbaini5 . Departemen Peternakan. Fakultas Pertanian. Universitas Syiah Kuala. Indonesia . Departemen Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Syiah Kuala. Indonesia . Departemen Geografi. FKIP. Universitas Syiah Kuala. Indonesia . Politeknik Aceh Selatan. Indonesia Corresponding author: daewood@usk. Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam bercocok tanam tanaman melon secara ramah lingkungan menggunakan pupuk organik cocopeat. Tanaman melon merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang membutuhkan teknik penanaman dan pemupukan yang tepat untuk menghasilkan produksi yang optimal. Metodologi pengabdian dilakukan melalui pendekatan edukatif, demonstratif, dan praktik langsung di lahan penanaman melon dengan melibatkan sejumlah 50 peserta/petani pemula. Peserta pelatihan diberikan edukasi, teoritis dan praktik langsung mengenai persiapan media tanam, cara pemupukan, serta pemupukan langsung tanaman melon menggunakan cocopeat sebagai pupuk dasar. Cocopeat memiliki daya serap air dan unsur hara yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan efisiensi pemupukan dan kesuburan tanah. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa secara keseluruhan sekitar 75-90% peserta/petani pemula mampu memahami dan mempraktikkan teknik bercocok tanam melon menggunakan pupuk cocopeat dengan baik dan benar. Selain itu, sebanyak 85% peserta/petani pemula setelah mengikuti pelatihan ini mampu memahami manfaat penggunaan pupuk cocopeat, dampak positif cocopeat, ramah lingkungan, mudah diperoleh, murah dan efektif serta dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman melon. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong usaha tani melon berkelanjutan guna meningkatkan pendapatan petani Kesimpulan kegiatan pengabdian tentang pelatihan dan edukasi penanaman dan pemupukan tanaman melon dengan pupuk organik cocopeat sangat berguna bagi peserta/petani pemula dan sekaligus sebagai pembawa perubahan dalam hal diversifikasi limbah hasil pengolahan buah kelapa . abut kelap. sebagai bahan baku utama dalam pembuatan pupuk organik cocopeat yang mempunyai nilai guna sebagai pupuk dasar tanaman melon, sehingga peserta/petani pemula dapat mengetahui dan termotivasi untuk mewujudkan sistem melon yang ramah lingkungan. Kata kunci: Cocopeat, pupuk organik, melon, edukasi, pelatihan. A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 11-21 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Abstract This community service activity aims to improve community knowledge and skills in environmentally friendly melon farming using cocopeat fertilizer. Melon are horticultural commodities with high economic value that require proper planting and fertilization techniques to produce optimal production. The community service methodology is carried out through an educational, demonstrative, and direct practice approach in melon planting fields 50 participants. Training participants are given education, theory and direct practice regarding the preparation of planting media, fertilization methods, and direct fertilization of melon using cocopeat as a base fertilizer. Cocopeat has a high water and nutrient absorption capacity, so it can increase fertilization efficiency and soil fertility. The results of the community service activity show that overall around 75-90% of participants are able to understand and practice melon farming techniques using cocopeat properly and correctly. addition, as many 85% of participants after in this training are able to understand the benefits of using cocopeat , the positive impacts, environmentally friendly, easy to obtain, cheap and effective and can increase the growth of melon. This community service activity is expected to be the first step in encouraging sustainable melon farming to increase the income of farmers. The conclusion of the community service activity regarding training and education on planting and fertilizing melon with cocopeat is very useful for participants and at the same time as a catalyst for change in terms of diversification of waste from coconut processing as the main raw material in making organic fertilizer which has utility value as a basic fertilizer for melon, so that participants can know and be motivated to realize an environmentally melon system. Keywords: Cocopeat, organic fertilizer, melon, education, training. PENDAHULUAN Salah satu sektor yang sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan kemakmuran serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan pedesaan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini adalah sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan holtikultura. Komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pasar yang luas salah satunya adalah tanaman melon (Cucumis melo L. Melon merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang sampai saat ini banyak dikonsumsi oleh masyarakat, karena memiliki kandungan gula, lycopene dan air yang tinggi . Melon diminati oleh berbagai kalangan karena rasanya manis, kandungan airnya tinggi, serta nutrisinya bermanfaat untuk kesehatan manusia. Namun demikian, budidaya melon memerlukan pengetahuan dan keterampilan khusus, terutama dalam hal pemilihan media tanam dan teknik pemupukan yang sesuai agar dapat menghasilkan produk/buah melon yang berkualitas tinggi. Media tanam dapat merupakan campuran dari berbagai macam bahan atau satu jenis bahan saja asalkan memenuhi persyaratan, antara lain cukup baik dalam memegang air, bersifat mudah menyerap sehingga air siraman tidak menggenang, dan tidak bersifat toksik . bagi tanaman. Media tanam tersebut juga cukup mengandung unsur-unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Media tanam dapat diperbaiki dengan pemberian bahan organik seperti kompos, pupuk A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 11-21 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 kandang atau bahan organik lainnya . Pemberian bahan organik seperti pupuk organik yang bersumber dari feses/kotoran ternak itik, ayam, puyuh, kambing/domba, sapi, kerbau dan pupuk anorganik (N. P dan K) merupakan suatu usaha untuk memenuhi kebutuhan hara bagi tanaman . Fungsi bahan organik adalah memperbaiki struktur tanah, menambah ketersediaan unsur N. P dan K, meningkatkan kemampuan tanah mengikat air, memperbesar kapasitas tukar kation (KTK) dan mengaktifkan mikroorganisme sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, dan atau hijauan pakan ternak . Tanaman melon dapat tumbuh dengan baik apabila pH atau keasaman tanah berkisar antara 5,8-7,8. Pada keadaan fisik, biologi dan kimia tanah yang kurang menguntungkan bagi tanaman melon maka penambahan pupuk organik dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperbaki sifat-sifat tanah tersebut agar lebih baik untuk pertumbuhan tanaman melon. Penggunaan pupuk organik menjadi salah satu alternatif yang semakin diminati. Salah satu bahan organik yang potensial dan ramah lingkungan digunakan adalah cocopeat. Cocopeat merupakan media tanam yang dibuat dari sabut kelapa sebagai pengganti tanah yang memiliki kemampuan menyimpan air dan unsur hara dengan baik. Cocopeat tidak hanya berfungsi sebagai media tanam, tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan dasar pupuk organik yang mampu meningkatkan kesuburan tanah serta mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman secara optimal . Cocopeat merupakan media tanam yang didapatkan dari proses penghancuran sabut kelapa, sehingga menghasilkan serat atau fiber, serta serbuk halus atau cocopeat . Cocopeat mengandung unsur-unsur hara yang penting seperti, fosfor (P), kalium (K), magnesium (M. , natrium (N), dan kalsium (C. Pemanfatan limbah/by product dalam bentuk cocopeat sangat membantu dalam proses siklus organik dan peningkatan ketersediaan hara bagi pertumbuhan dan produksi tanaman melon, namun sekarang ini pemanfaatan sabut kelapa tersebut khusunya di wilayah Provinsi Aceh belum dimanfaatkan secara optimal sebagai pupuk organik cocopeat, dan hanya menjadi limbah dari hasil pengolahan buah kelapa . abut Permasalahan yang dihadapi masyarakat/petani pemula menyangkut dengan kegiatan pengabdian ini adalah: minimnya pengetahuan tentang teknik bercocok tanam tanaman melon secara baik dan benar, dan pemanfaatan cocopeat sebagai pupuk organik serta teknik pemupukan tanaman melon dengan menggunakan pupuk organik cocopeat. Oleh karena itu melalui kegiatan pengabdian tentang pelatihan dan edukasi bercocok tanam melon dengan pemanfaatan pupuk organik berbasis cocopeat ini menjadi sangat penting dilakukan dan diberdayakan untuk masyarakat/petani pemula dan masyarakat umum dengan harapan dapat menambah pengetahuan, wawasan, keterampilan dan langsung dapat di aplikasikan di lapangan sehingga akan membawa perubahan dan dampak yang positif terhadap peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat/petani pemula. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya petani pemula dan pelaku usaha tani, dalam A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 11-21 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 bercocok tanam tanaman melon secara ramah lingkungan dengan menggunakan pupuk organik cocopeat secara arif, bijaksana dan berkelanjutan. Melalui pendekatan teoritis dan praktis dalam kegiatan pelatihan dan edukasi ini, diharapkan peserta/petani pemula mampu mengadopsi metode bercocok tanam tanaman melon dengan menggunakan pupuk organik cocopeat sebagai pupuk dasar secara efisien, efektif, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi tinggi. METODE Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini difokuskan pada kegiatan pelatihan dan edukasi bercocok tanam dan pemupukan tanaman melon menggunakan pupuk organik cocopeat. Secara teknis pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diintroduksikan kepada masyarakat/petani pemula yaitu berupa edukasi tentang teknik bercocok tanam tanaman melon dan penggunaan pupuk organik cocopeat sebagai pupuk dasar pada tanaman melon. Pelatihan dan edukasi tersebut berupa pembekalan teori, pemahaman, wawasan dan teknis pekerjaan kegiatan terhadap semua tahapan pelaksanaan, serta penerapan/aplikasi pupuk cocopeat dan teknik pemupukan pada tanaman melon. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pelatihan dan edukasi penanaman dan pemupukan tanaman melon dengan pupuk organik cocopeat ditampilkan pada Gambar 1. Gambar 1. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahapan yang sistematis dan partisipatif, yang melibatkan 50 peserta/masyarakat petani pemula secara aktif. Metode yang digunakan meliputi A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 11-21 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 pendekatan edukatif, demonstratif, dan praktik langsung di lapangan. Adapun tahapan detail pelaksanaan pengabdian ini adalah sebagai berikut: Edukasi bercocok tanam melon Edukasi tentang bercocok tanam tanaman melon diberikan kepada seluruh peserta/petani pemula dengan tujuan untuk memberi pengetahuan dasar dan wawasan peserta tentang teknik bercocok tanam tanaman melon dan pemupukannya dengan pupuk organik cocopeat sehingga peserta/petani pemula dari tidak tahu menjadi tahu sesuatu hal yang baru yang berkaitan dengan tanaman melon dan penggunaan pupuk organik cocopeat. Edukasi tersebut disampaikan dalam bentuk teori dengan cara presentasi dan diskusi interaktif dengan peserta/petani pemula tentang teknik bercocok tanam tanaman melon, manfaat dan cara penggunaan pupuk organik cocopeat, dan prinsip pertanian ramah lingkungan, serta teknik pemanfaatan limbah sabut kelapa sebagai pupuk organik cocopeat. Setelah penyampaian materi selesai dilakukan diharapkan seluruh peserta/petani pemula merasa tertarik/menaruh minat dan memiliki kesadaran yang tinggi terhadap kegunaan limbah hasil pengolahan buah kelapa . abut kelap. yang dapat dijadikan sebagai bahan dasar pupuk organik cocopeat dan dapat menjadi salah satu solusi dalam penyediaan pupuk organik secara berkelanjutan serta penerapan teknologi pupuk cocopeat sebagai pupuk dasar pada tanaman melon yang berguna untuk peningkatan pertumbuhan dan produktivitas tanaman melon. Praktik lapangan /demonstratif Kegiatan praktik lapangan ini dilakukan langsung bersama peserta/petani pemula di lokasi penanaman tanaman melon yang telah disiapkan yaitu di Gampong Mibo Kecamatan Banda Raya. Kotamadya Banda Aceh yang bertujuan untuk melatih keterampilan peserta dalam melakukan tindakan sehingga terampil melakukannya. Kegiatan praktik lapangan tersebut diantaranya adalah: penyemaian benih/bibit melon, persiapan media tanam dengan campuran cocopeat, teknik penanaman melon dan teknik pemupukan tanaman melon menggunakan pupuk organik Setelah selesai melakukan kegiatan praktik lapangan, besar harapan peserta/petani pemula mulai mencoba menerapkan dan memproduksi pupuk cocopeat tersebut secara mandiri melalui pengetahuan yang dimiliki dan mulai tertarik/menaruh minat serta memiliki keberanian untuk memutuskan untuk tetap melakukan dan mengadopsi hasil pelatihan praktik lapangan bercocok tanam tanaman melon dengan menggunakan pupuk organik cocopeat ini dalam jumlah yang lebih layak sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat/petani pemula secara mandiri dan berkesinambungan. A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 11-21 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Evaluasi kegiatan Evaluasi kegiatan pengabdian ini dimaksudkan untuk mengetahui pemahaman peserta/petani pemula tentang hasil pelatihan dan edukasi bercocok tanam tanaman melon dan pemupukan menggunakan pupuk organik cocopeat serta efektivitas metode pelatihan yang dilakukan serta mendorong peserta/petani pemula untuk menerapkan hasil pelatihan dan edukasi bercocok tanam tanaman melon secara mandiri dan mengembangkan usaha pertanian lainnya berbasis organik dengan penggunaan pupuk organik cocopeat. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Edukasi Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pelatihan dan edukasi bercocok tanam dan pemupukan tanaman melon dengan pupuk organik cocopeat sudah terlaksana dengan baik dan berjalan lancar, dengan melibatkan 50 peserta dari masyarakat/petani pemula. Kegiatan pengabdian ini mencakup edukasi interaktif, teknik bercocok tanam melon dan memberi contoh berupa praktik langsung dengan melibatkan peserta pelatihan/petani pemula tentang teknik bercocok tanam tanaman melon dan pemupukan dengan menggunakan pupuk organik cocopeat sebagai pupuk dasar tanaman melon (Gambar . Gambar 1. Media tanam dan edukasi bercocok tanam tanaman melon Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diperoleh beberapa hasil yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam mengukur keberhasilan pelatihan dan edukasi serta dampaknya terhadap peserta/petani pemula. Melalui pendekatan partisipatif dan praktik lapangan, para peserta/petani pemula memberi apresiasi yang positif terhadap kegiatan pengabdian ini, peserta tidak hanya memperoleh teori tentang media tanam dan pupuk organik cocopeat, tetapi juga memahami manfaat penggunaan cocopeat sebagai media tanam alternatif yang efisien, efektif A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 11-21 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 dan ramah lingkungan terhadap tanaman melon. Sebagaimana yang dilaporkan oleh . bahwa cocopeat dapat juga digunakan sebagai pengganti top soil media tanam Rasio terbaik cocopeat dan tanah untuk bahan tanam karet adalah 80:20 . % cocopeat dan 20% tana. Salah satu hasil yang menggembirakan dari kegiatan pengabdian pelatihan dan edukasi ini adalah meningkatnya pengetahuan peserta/petani pemula mengenai pentingnya ilmu dan teknologi pupuk cocopeat organik. Melalui penyampaian materi dan sesi tanya jawab, peserta/petani pemula memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai cara pengolahan dan penggunaan cocopeat, baik secara terpisah maupun dalam kombinasi dengan bahan organik lainnya. Hasil Praktik Lapangan Hasil praktik lapangan tentang pelatihan bercocok tanam dan pemupukan tanaman melon dengan pupuk organik cocopeat menunjukkan hasil yang sangat Peserta pelatihan secara langsung dapat mempraktikkan teknik pembuatan media tanam berbasis cocopeat, penanaman bibit melon, serta pemupukan dengan pupuk organik cocopeat. Kegiatan ini berlangsung secara kelompok peserta, dan didampingi oleh tim pelaksana pengabdian. Seluruh peserta terlihat antusias dalam mengikuti setiap tahap kegiatan praktik lapangan, mulai dari proses pencampuran cocopeat dengan bahan organik lainnya hingga tahap penanaman tanaman melon. Hal ini menunjukkan bahwa metode praktik lapangan /penerapan langsung sangat efektif dalam menumbuhkan keterampilan bercocok tanam secara aplikatif dan kontekstual kepada peserta/petani pemula (Gambar . Gambar 2. Praktik lapangan pelatihan penanaman melon Seluruh peserta/petani pemula berhasil memahami dan mempraktikkan tahapantahapan dalam bercocok tanam tanaman melon, mulai dari persiapan media tanam. A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 11-21 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 penanaman bibit, perawatan tanaman, hingga teknik pemupukan pupuk organik Hal ini terlihat dari keberhasilan peserta dalam membuat media tanam dari campuran cocopeat dengan proporsi yang tepat serta menerapkannya pada penanaman secara langsung. Selanjutnya dalam evaluasi singkat terhadap tanaman melon yang ditanam selama praktik lapangan, terlihat bahwa media tanam cocopeat mampu mempertahankan kelembaban dan sirkulasi udara di sekitar akar tanaman Hal ini mendukung pertumbuhan awal bibit tanaman melon dengan baik. Para peserta menyampaikan bahwa cocopeat juga lebih ringan dan mudah dikelola dibandingkan tanah biasa, serta memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan nutrisi lebih efisien. Selain itu, cocopeat juga memiliki daya serap air yang tinggi dan menggemburkan tanah . Hasil Evaluasi Kegiatan Hasil evaluasi sebelumnya . re-tes. menunjukkan bahwa sebagian besar peserta/petani pemula belum memahami secara mendalam mengenai manfaat dan teknik penggunaan media tanam pupuk organik cocopeat pada tanaman melon, namun setelah mengikuti pelatihan melalui praktik langsung di lapangan, peserta menunjukkan peningkatan dalam pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar pertanian organik, keunggulan cocopeat sebagai media tanam, serta manfaat pemupukan pupuk organik cocopeat terhadap kesuburan tanah dan keberlanjutan ekosistem tanaman melon. Melalui penyampaian materi dan sesi tanya jawab, peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai cara pengolahan dan penggunaan pupuk organik cocopeat, baik secara terpisah maupun secara kombinasi dengan bahan organik lainnya seperti limbah kandang ayam . dan feses ternak itik . Pemahaman ini tercermin dari hasil pre-test dan post-test terhadap peserta/petani pemula yang menunjukkan peningkatan skor pemahaman secara menyeluruh (Tabel . Tabel 1. Hasil evaluasi terhadap pemahaman peserta/petani pemula Indikator /pengetahuan peserta/petani Tingkat pemahaman peserta (%) Pre test Post- test Manfaat utama cocopeat Keuntungan menggunakan pupuk organik Teknik penggunaan pupuk organik cocopeat Langkah pertama dalam proses penanaman tanaman melon Umur panen tanaman melon A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 11-21 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 Salah satu fokus utama dalam pelatihan ini adalah memperkenalkan cocopeat sebagai alternatif media tanam yang bersifat organik, memiliki daya serap air tinggi, serta mampu menjaga kelembapan dan sirkulasi udara di sekitar akar tanaman Penggunaan cocopeat dinilai sangat sesuai untuk budidaya tanaman melon, terutama dalam sistem pertanian terbatas seperti pekarangan rumah atau halaman Dari hasil pengamatan selama pelatihan, tanaman melon yang ditanam dengan media cocopeat menunjukkan pertumbuhan awal yang baik, dengan akar yang cepat berkembang dan daun yang tampak segar. Hal ini menjadi bukti awal efektivitas media tanam tersebut dalam mendukung pertumbuhan tanaman melon. Kegiatan pengabdian ini membuka wawasan baru bagi peserta/petani pemula tentang potensi budidaya melon sebagai peluang usaha yang bernilai ekonomi Beberapa peserta bahkan menyatakan minat untuk mengembangkan usaha tanaman melon di lahan pekarangan atau skala komersial kecil. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan manfaat edukatif, tetapi juga membuka peluang ekonomi/bisnis baru. Selain peningkatan kapasitas teknis, kegiatan pengabdian ini juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap peluang ekonomi dari budidaya tanaman melon secara organik dan juga beberapa jenis usaha lainnya seperti usaha peternakan . yang terintegrasi dengan pertanian . dan holtikultura . Di samping itu, kegiatan ini juga mendorong peserta untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta memanfaatkan limbah organik . dan beberapa limbah pertanian dan peternakan lainnya sebagai bahan baku dalam pembuatan pupuk organik . Pelaksanaan kegiatan pengabdian tentang pelatihan dan edukasi bercocok tanam dan pemupukan tanaman melon berjalan lancar, namun ada beberapa tantangan yang dihadapi pada saat berlangsungnya kegiatan pengabdian ini diantaranya keterbatasan akses terhadap bahan baku cocopeat, serta keterbatasan alat dan fasilitas untuk pembuatan pupuk organik secara mandiri. Oleh karena itu, sangat diharapkan adanya tindak lanjut berupa pendampingan secara berkala, penyediaan bahan baku secara kolektif, serta pelatihan lanjutan mengenai pengelolaan limbah pertanian . y produc. lainnya menjadi bahan baku pembuatan pupuk organik dan pengembangan kemitraan dengan instansi pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan lembaga swasta lainnya dalam mendukung keberlanjutan program pengabdian dalam bentuk pelatihan dan edukasi yang berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, wawasan, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat/petani KESIMPULAN Kegiatan pengabdian pelatihan dan edukasi penanaman dan pemupukan tanaman melon dengan pupuk organik cocopeat tahun 2025 ini sangat berguna bagi peserta khususnya petani pemula dan sekaligus sebagai pembawa perubahan dalam hal diversifikasi limbah hasil pengolahan buah kelapa . abut kelap. sebagai bahan A 2025 The Author. Published by UNITY ACADEMY . This is an open access article under the CC BY-SA license . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. Jurnal Pengabdian Masyarakat (JAPAMAS) Volume. Nomor. Juni 2025: 11-21 https://jurnal. unity-academy. id/index. php/japamas e-ISSN 2963-6906 p-ISSN 2963-7392 baku utama dalam pembuatan pupuk organik cocopeat yang mempunyai nilai guna sebagai pupuk dasar tanaman melon, sehingga peserta/petani pemula dapat mengetahui dan termotivasi untuk mewujudkan sistem penanaman melon yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan dan mengelola pupuk organik cocopeat secara berkelanjutan dan menguntungkan sehingga dapat membawa perubahan dan berdampak positif terhadap pendapatan, kesejahteraan dan perekonomian masyarakat/petani pemula. DAFTAR PUSTAKA