Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik. Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/konstruksi. Tersedia: https://journal. id/index. php/Konstruksi Peran Teknologi dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat di Kawasan Wisata Hutan Sagu. Distrik Sentani. Kabupaten Jayapura Raihana R. Ombaier1*. Lazarus Ramandei2. Tommi3 Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota. Fakultas Teknik. Universitas Cenderawasih. Indonesia *Penulis Korespondensi: raihanaombaier18@gmail. Abstract. This study aims to examine how technology, particularly social media, plays a role in increasing community participation in the development of the sago forest tourism area in Kampung Sereh. Sentani District. Jayapura Regency. The area holds strong natural and cultural potential, yet its development as a tourist destination remains underutilized. The research adopts a qualitative descriptive approach using interviews, field observations, and document analysis. findings reveal that digital technology-especially social media platform such as Instagram and Facebook-has broadened the reach of tourism promotion. Young people in the community have started to use these platforms to share tourism- related activities and local cultural practices. However, challenges persist, including low digital literacy, limited access to proper devices, and the lack of technical training and assistance. Community participation is evident in various aspects, such as organizing cultural performances, preparing traditional food, and engaging in environmental conservation. This study recommends ongoing digital training and the formation of a community- managed promotional team to support sustainable and inclusive tourism development. Keywords: Technology. Community participation. Social media. Sago forest tourism. Kampung Sereh Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana teknologi, khususnya media sosial, berperan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata hutan sagu di kampung sereh. Distrik Sentani. Kabupeten Jayapura. Kawasan ini memiliki potensi alam dan budaya sangat kuat, namun pemanfaatannya sebagai destinasi wisata masih belum optimal penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara, observasi lapangan, dan hasil dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kehadiran teknologi digital, terutama media sosial seperti Instagram dan facebook, telah membuka akses yang lebih luas dalam mempromosikan potensi wisata hutan sagu. Sebagian masyarakat terutama generasi muda, mulai memanfaatkan media sosial untuk membagikan aktifitas wisata dan budaya lokal. Namun, demikian masih terdapat tantangan seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan perangkat, serta kurangnya pelatihan dan pendampingan teknis. Partisipasi masyarakat terlihat dalam berbagai bentuk, mulai penyediaan atraksi budaya, pengolahan kuliner lokal, hingga pelestarian lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan media digital secara berkelanjutan dan pembentukan tim promosi yang dikelola oleh masyarakat setempat agar pengembangan wisata dapat berlangsung secara berdaya dan berkelanjutan. Kata Kunci: Teknologi. Partisipasi masyarakat. Media sosial. Wisata hutan sagu. Kampung Sereh LATAR BELAKANG Dalam era modern ini, teknologi telah menjadi bagian integral dari pada inovasi dalam perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga mencakup cara-cara baru dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan melakukan berbagai aktivitas. Hal ini sangat terlihat dalam perubahan signifikan yang terjadi dalam cara kita berkomunikasi dan bertransaksi. Sebelumnya, banyak kegiatan dilakukan secara manual, seperti surat menyurat, dan pembuatan laporan keuangan. Namun, saat ini kita telah menikmati kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi, seperti pengiriman pesan singkat (SMS) dan penggunaan aplikasi komputer untuk laporan keuangan. Dengan adanya teknologi, kita bisa melakukan pencatatan transaksi keuangan yang lebih baik (Ahmad, 2. Naskah Masuk: 19 September, 2025. Revisi: 01 Oktober 2025. Diterima: 18 Oktober, 2025. Terbit: 20 Oktober Peran Teknologi dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat di Kawasan Wisata Hutan Sagu. Distrik Sentani. Kabupaten Jayapura Pengembangan wisata berbasis hutan sagu di Kampung Sereh Distrik Sentani. Kabupaten Jayapura. Teknologi menawarkan berbagai peluang untuk meningkatkan partisipasi Hutan sagu, yang merupakan salah satu sumber daya alam yang berharga, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Informasi mengenai potensi wisata, pengelolaan hutan sagu yang baik. Hingga produk olahan sagu dapat disebarluaskan secara online melalui platfrom media sosial seperti Instagram dan facebook (Febriani, 2. Kampung Sereh, tepatnya di jalan pos 7, salah satu kampung di Distrik Sentani. Kabupaten Jayapura dengan luas wilayah 10 hektar dan telah dimanfaatkan untuk penanaman sagu sebanyak 6 hektar serta dibangun sanggar seni tari, dan musik tradisional yang menjadi pusat pelestarian budaya sentani. Selain itu, potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata adalah Tour hutan sagu yang didalamnya terdapat aktivitas seperti atraksi pembuatan sagu, makan ulat sagu mentah, bakar ulat sagu dan berakhirnya aktivitas akan disugukan dengan kuliner khas seperti papeda, sagu bakar, dan ikan kuah kuning. Adapun kerajinan tangan dari masyarakat lokal, tidak hanya menjadi objek pasif, pengunjung juga bisa ikut menyaksikan dan mencoba langsung proses pengolahan sagu dan mencoba makan ulat sagu mentah secara langsung. Hal ini menjadi daya tarik kuliner tambahan bagi Masyarakat lokal. Hutan sagu di pos 7 bukan hanya sekedar kawasan hijau, melainkan juga merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat kampung sereh. Sagu bagi mereka bukan semata-mata menjadi bahan pangan, melainkan simbol keberlangsungan hidup, sumber daya dijaga dengan bijak secara turun temurun, ini mencerminkan kearifan lokal. Ini adalah langkah penting dalam menjaga keseimbangan antara Pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan Gambar 1. Lokasi Penelitian. Sumber : Penelitian, 2025 Konstruksi - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. KAJIAN TEORITIS Bagian ini menguraikan teori-teori relevan yang mendasari topik penelitian dan memberikan ulasan tentang beberapa penelitian sebelumnya yang relevan dan memberikan acuan serta landasan bagi penelitian ini dilakukan. Jika ada hipotesis, bisa dinyatakan tidak tersurat dan tidak harus dalam kalimat tanya. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dipilih adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode kualitatif memungkinkan peneliti untuk menggali lebih dalam tentang pengalaman, pandangan, dan persepsi warga lokal mengenai penggunaan teknologi dalam konteks HASIL DAN PEMBAHASAN Kehadiran teknologi digital secara langsung membukan akses promosi yang sebelumnya sangat terbatas. Jika sebelumnya promosi wisata hanya bersifat lokal, kini masyarakat Kampung Sereh dapat menjangkau yang lebih luas melalui media sosial. Hal ini menjadi peluang besar bagi pengembangan wisata hutan sagu agar lebih dikenal publik secara regional maupun nasional. Secara keseluruhan, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya meningkatkan keterhubungan masyarakat secara digital, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam promosi dan pengembagan wisata berbasis potensi lokal. Dampak awal dari penggunaan media sosial ini sudah mulai terlihat. Beberapa wisatawan datang dari sekitar wilayah Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, mereka mengaku tertarik berkunjung setelah melihat unggahan di akun Instagram Pesona_helle_yo. Kegiatan hutan sagu seperti restorasi, kearifan lokal, pengelaran seni kolaborasi, hingga produk-produk UMKM yang dikelola oleh masyarakat setempat. Kegiatan hutan sagu seperti restorasi, kearifan lokal, pengelaran seni kolaborasi, hingga produk-produk UMKM yang dikelola oleh masyarakat setempat. Hal ini menunjukkan potensi media sosial sebagai sarana promosi yang strategis untuk memperluas jangkauan pemasaran wisata hutan sagu. Oleh karena itu peran media sosial menjadi penting untuk membuka akses Untuk memberikan kenyamanan bagi para pengunjung, tersedia beberapa fasilitas penunjang di area ini. Di antaranya terdapat 2 unit gazebo yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat atau berteduh. Sarana tempat parkir juga telah disediakan, dengan kapasitas yang memadai untuk menampung kendaraan pengunjung. Selain itu, terdapat 1 unit toilet Peran Teknologi dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat di Kawasan Wisata Hutan Sagu. Distrik Sentani. Kabupaten Jayapura umum yang berfungsi untuk menunjang kebutuhan dasar pengunjung selama berada di lokasi. Di area ini juga terdapat panggung permanen yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti pertunjukan seni atau acara komunitas. Untuk mendukung kenyamanan saat menikmati kegiatan, disediakan 15 unit tempat duduk yang tersebar di beberapa titik strategis. Sebagai bentuk perhatian terhadap kebersihan lingkungan, telah disiapkan 1 Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang dapat digunakan untuk menampung sampah sebelum dibawa oleh petugas kebersihan. Seluruh fasilitas ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang nyaman, aman, dan ramah bagi semua pengunjung. Gambar 2. Akun Istagram. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa masyarakat Kampung Sereh memiliki tingkat keterlibatan yang beragam dalam pengembangan kawasan wisata hutan sagu. Beberapa masyarakat, terutama anak muda dan kelompok perempuan, telah aktif berkontribusi melalui berbagai peran seperti pemandu wisata, penyedian kuliner, pertunjukan seni budaya, serta menjaga kebersihan dan fasilitas wisata. Media sosial, khususnya Instagram dan Facebook, telah dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat sebagai alat promosi yang cukup Akun seperti Pesona_helle_ yo yang dikelola oleh sanggar seni, menjadi alasan salah satu media utama dalam menyebarkan informasi dan dokumentasi kegiatan kepada audiens yang lebih luas. Namun demikian, pemanfaatan media sosial masih didominasi oleh kelompok Konstruksi - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. Beberapa masyarakat seperti Bapak Ondi. Bapak Yohanes, dan Ibu Lidia mereka mengakui bahwa mereka mengerti cara menggunakan media sosial dan hanya menggunakan HP untuk menelepon saja, dan dari sisi pemerintah kampung, telah ada dukungan dalam bentuk dorongan partisipasi pemuda, namun pelatihan formal terkait penggunaan teknologi dan media sosial belum tersedia. Pemerintah kampung juga membuka diri untuk berkolaborasi dengan pihak luar dalam upaya pendampingan digital masyarakat. Gambar 3. Peta Potensi Wisata. Sumber : Penelitian 2025 Paket wisata yang tersedia di Kampung Sereh dibuat agar setiap wisatawan yang berkunjung dapat memilih paket yang sesuai dengan keinginan mereka. Kisaran harga mulai 000 Ribu hingga 3. 000 Juta tergantung pada jumlah peserta dan jenis kegiatan yang dipilih. Setiap paket yang dipilih tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi menyatukan potensi alam, dan budaya lokal. Wisatawan yang berkunjung di kawasan wisata hutan sagu tidak hanya menikmati keindahan alam tapi juga bisa terlibat langsung dalam setiap proses Setiap aktivitas dalam paket wisata ini melibatkan peran aktif masyarakat kampung. Mulai dari menjadi pemandu lokal, pengisi acara budaya, pengrajin, hingga penyedian kuliner, seluru acara dibuat agar manfaat ekonominya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat. Konsep ini mengedepandakn pariwisata berbasis komunitas. Dimana penduduk menjadi penggerak utama dalam menjalankan kegiatan wisata. Untuk memberikan pengalaman yang beragam dan sesuai dengan kebutuhan pengunjung, tersedia beberapa pilihan paket wisata bertema hutan sagu. Paket-paket ini dirancang agar pengunjung tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan pengalaman budaya yang berkesan. Paket pertama adalah edukasi wisata hutan sagu, dengan biaya sebesar Rp300. Melalui paket ini, pengunjung akan mendapatkan penjelasan mengenai ekosistem hutan sagu. Peran Teknologi dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat di Kawasan Wisata Hutan Sagu. Distrik Sentani. Kabupaten Jayapura manfaatnya, serta peran pentingnya bagi masyarakat lokal. Untuk pengalaman yang lebih lengkap, tersedia paket trip ke hutan sagu disertai pemateri seharga Rp1. Dalam kegiatan ini, peserta diajak langsung menyusuri kawasan hutan sagu, didampingi oleh pemateri yang akan memberikan informasi secara langsung di lapangan. Jika ingin menikmati nuansa budaya secara lebih mendalam, pengunjung dapat memilih paket ketiga, yakni trip ke hutan sagu, pemateri, ditambah atraksi pengolahan sagu, dengan tarif Rp2. Di sini, peserta dapat menyaksikan secara langsung bagaimana sagu diolah secara tradisional oleh masyarakat Untuk pengalaman yang lebih lengkap lagi, tersedia paket lengkap dengan harga Rp3. 000, yang mencakup trip ke hutan sagu, pemateri, atraksi pengolahan sagu, serta sajian makanan khas berbahan dasar sagu. Bagi pengunjung yang hanya ingin menikmati kuliner khas tanpa mengikuti kegiatan lainnya, tersedia pilihan paket makan untuk 4 orang seharga Rp60. Paket ini cocok bagi mereka yang ingin mencicipi olahan sagu sebagai bagian dari wisata kuliner. KESIMPULAN DAN SARAN Akses terhadap jaringan internet dan perangkat digital memungkinkan masyarakat mempromosikan potensi wisata, budaya serta produk lokal secara lebih luas. Platform seperti Instagram dan facebook telah menjadi alat yang efektif dalam memperkenalkan kegiatan wisata hutan sagu kepada aundies yang lebih luas, baik lokal maupun daerah. Media sosial telah memainkan peran penting yang signifikan dalam mendorong promosi wisata hutan sagu Pengembangan wisata hutan sagu telah memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat melalui diversifikasi sumber pendapatan. Sektor kuliner lokal dan kerajinan tangan mengalami pertumbuhan, sementara konsep pariwisata berbasis komunitas memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pelatihan sederhana namun berkelanjutan tentang penggunaan media sosial, dan pembuatan konten visual, dan strategi promosi digital yang perlu diadakan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga creator konten yang mampu menarik wisatawan secara mandiri. Perlu dibentuk tim khusus dari masyarakat yang bertanggung jawab mengelola akun resmi wisata hutan sagu. Ini bertujuan agar promosi lebih terfokus, kontennya lebih rapi, dan jangkauannya lebih luas. Konstruksi - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025 e-ISSN: 3031-4089. p-ISSN: 3031-5069. Hal. DAFTAR REFERENSI Ahmad. Pengantar teknologi informasi. Yayasan Drestanta Pelita Indonesia. Ayu. Peran media sosial sebagai sarana promosi pariwisata di Kota Medan. Bahroni. Penerapan komunikasi digital dalam pengembangan konsep pariwisata modern di Kota Semarang. Bambang. Analisis strategi konsep smart tourism pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta. Jurnal Ilmiah Pariwisata. Brake. , & Safko. The social media bible: Tactics, tools, and strategies for business John Wiley & Sons. Inc. Devonta. Partisipasi masyarakat dalam pengembangan objek wisata Pantai Skouw Distrik Muara Tami. Febriani. Potensi media sosial sebagai sarana media promosi wisata Alam Jaya Lestari. Febriani. Potensi media sosial sebagai sarana media promosi. Institut Agama Islam Negeri Metro. Ibrahim. Dampak kebijakan konservasi lahan sagu sebagai upaya mendukung program pengembangan padi sawah di Kabupaten Halmahera Barat. Maluku Utara. https://doi. org/10. 13057/psnmbi/m010517 Ifit Novita. Metode penelitian kualitatif. Jacom. Implementasi smart tourism dalam industri pariwisata di Kepulauan Seribu . 197Ae. Kamhar. Pemanfaatan sosial media YouTube sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi. ISSN Journal. Kaplan. The challenges and opportunities of social media. Business Horizons. https://doi. org/10. 1016/j. Kushariyadi. Digital marketing. PT Sonpedia Publishing Indonesia. Levang. , & Sitorus. City life in the midst of the forest: A Punan hunter-gatherer's vision of conservation and development. JSTOR Publisher Support. https://doi. org/10. 5751/ES-02036-120118 Muchammad. Partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata Jurnal Manajemen Perhotelan Pariwisata. https://doi. org/10. 23887/jmpp. Muhamad. Pemanfaatan media sosial Instagram sebagai media promosi dalam meningkatkan pengunjung Taman Wisata Greenit Langit. Peran Teknologi dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat di Kawasan Wisata Hutan Sagu. Distrik Sentani. Kabupaten Jayapura Muhison. Pemanfaatan media sosial Instagram sebagai sarana promosi pada Taman Baca Widya Pustaka. Pujiono. Media sosial sebagai media pembelajaran bagi Generasi Z. Journal of Christian Education, 3. https://doi. org/10. 46445/djce. Putra. Evolusi teknologi komunikasi. Teknologi Informasi. Sagrim. , & Sumu. Kehadiran perusahaan dan potensi konflik agraria dalam pemanfaatan hutan sagu alam di wilayah Imekko Kabupaten Sorong Selatan Papua Barat-Indonesia (The presence of sago company and the potential of agraria conflic. Manusia dan Lingkungan. https://doi. org/10. 22146/jml. Salafudin. Pemanfaatan media sosial Instagram sebagai sarana promosi pada Taman Baca Widya Pustaka. Sari. , & Rahman. Strategi promosi destinasi wisata melalui media sosial. Ilmu Pariwisata. https://doi. org/10. 30647/jip. Silviani. Manajemen media massa. Scopindo Media Pustaka. Konstruksi - Volume 3. Nomor 4. Oktober 2025