(JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. HUBUNGAN KONDISI UKS SEKOLAH DENGAN PELAKSANAAN PERAN PERAWAT SEKOLAH THE RELATIONSHIP BETWEEN THE CONDITION OF SCHOOL HEALTH UNITS AND THE IMPLEMENTATION OF SCHOOL NURSE Info Artikel Diterima:21 Agustus 2025 Direvisi: 4 Desember 2025 Disetujui: 30 Desember 2025 Abd. Gani Baeda1. Risqi Wahyu Susanti 2. Ekawati Saputri 3 1,2,3 Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Sembilanbelas November Kolaka. Sulawesi Tenggara. Indonesia (E-mail penulis korespondensi: abganbaeda@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar harus menjadi AuHealth Promoting SchoolAy, artinya sekolah dapat meningkatkan derajat kesehatan warga Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang dapat meningkatkan derajat kesehatan peserta didik serta menciptakan lingkungan yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi UKS sekolah dengan pelaksanaan peran perawat sekolah dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pengembangan lingkungan sekolah yang sehat (Trias UKS) pada siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Kolaka. Metode: melibatkan 66 petugas UKS dari 66 sekolah, penelitian menggunakan metode Cross sectional dengan kuesioner online sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara kondisi UKS dengan peran perawat sekolah dengan nilai p . hal ini disebabkan meskipun kondisi UKS sekolah dalam kondisi kurang, namun perawat sekolah tetap melakukan perannya dengan baik. Kendala yang dihadapi petugas UKS meliputi kurangnya sarana dan prasarana, kurangnya kesadaran siswa, orang tua, dan guru tentang kesehatan, serta jarak yang jauh. Kesimpulan: bahwa meskipun petugas UKS memiliki kinerja yang baik, tantangan terutama terkait fasilitas dan kesadaran kesehatan perlu diatasi. Pengembangan pelatihan dan peningkatan sarana prasarana diharapkan dapat meningkatkan efektivitas peran perawat UKS dalam memberikan pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah Kata kunci : peran perawat uks, sekolah dasar, trias uks ABSTRACT Background: The school as a place where the teaching and learning process takes place must become a AuHealth Promoting SchoolAy, meaning that the school can improve the health status of its school community. School Health Services (UKS) can improve the health status of students and create a healthy environment. This study aims to determine the relationship between the condition of school UKS and the implementation of the role of school nurses in the implementation of health education, health services, and the development of a healthy school environment (Trias UKS) in elementary school students in Kolaka Regency. Methods: Written in 3-5 sentences. Results: there was no relationship between the condition of the UKS and the role of school nurses with a p value . This is because even though the condition of the school UKS is in poor condition, school nurses still perform their role well. Obstacles faced by UKS officers include lack of facilities and infrastructure, lack of awareness of students, parents, and teachers about health, and long distances. Conclusion: This study concludes that although UKS officers perform well, challenges especially related to facilities and health awareness need to be addressed. The development of training and improvement of infrastructure are expected to increase the effectiveness of the role of UKS nurses in providing health services in the school environment Keywords : role of uks nurse. primary school. trias of uks (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. PENDAHULUAN Masalah kesehatan menjadi salah satu permasalahan serius yang dihadapi bangsa Indonesia khususnya masalah kesehatan anak usia sekolah. 1 Untuk itu sekolah juga harus menjadi lingkungan yang kondusif bagi terbentuknya dan berkembangnya perilaku hidup sehat, sebagai prasyarat untuk berkembangnya potensi anak murid atau peserta didik secara optimal. Peserta didik diharapkan terbiasa melakukan perilaku hidup bersih dan sehat terutama di Sekolah Dasar. Hal ini juga sejalan dengan program pengembangan pendidikan karakter agar membentuk karakter peserta didik yang mencintai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak dini. 3 Populasi anak usia sekolah dasar merupakan komponen yang cukup penting dalam masyarakat, mengingat jumlahnya yang cukup besar diperkirakan 23% atau sepertiga dari jumlah penduduk Indonesia. 1 Berdasarkan data jumlah ank (SD) Sekolah Dasar kota Kolaka terdiri laki-laki 2569 perempuan 2284 total 5853. Jumlah peserta didik yang berusia antara 5Ae19 masyarakat yang mempunyai jumlah cukup besar yaitu 23% dari jumlah seluruh penduduk Indonesia (Perkiraan jumlah penduduk tahun 2. 4 Sekolah sebagai AuHealth Promoting SchoolAy, artinya sekolah dapat meningkatkan derajat kesehatan warga 5 Salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia adalah pendidikan dan kesehatan, sehingga upaya ini paling tepat dilakukan melalui institusi pendidikanAy. Oleh Karena itu layanan kesehatan dan pendidik sekolah dapat memastikan bahwa siswa menjadi sehat. World Health Organitation (WHO) 1999 menjelaskan peran sekolah dalam mempromosikan adanya kesempatan dalam mendukung untuk kontak dengan anak-anak peserta didik, sekolah dapat menyediakan sarana kesehatan yang menyebar informasi dan membina gaya hidup sehat. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai salah satu wahana yang terdapat di yang diharapkan derajat kesehatan peserta didik serta menciptakan lingkungan yang sehat, serta dilingkungan sekolah agar berperilaku hidup bersih dan sehat. 2,5 program UKS meliputi Trias UKS seperti pendidikan kesehatan, lingkungan kehidupan sekolah yang sehat. UKS harus dilaksanakan secara terpadu, berencana, terarah dan bertanggung jawab mengembangkan dan membimbing untuk melaksanakan prinsip hidup sehat dalam kehidupan peserta didik sehari-hari. 5 Data Dinas kesehatan Kab. Kolaka menyebutkan sejak September-Oktober tahun 2019 sampai Di Keperawatan mewujudkan Trias UKS yang tersebar di 9 Kecamatan di kabupaten kolaka yang terdiri dari 50 jumlah sekolah dasar. Secara umum seluruh sekolah harus memilki Petugas UKS/perawat sekolah. Perawat sekolah bisa saja guru, dan para staf sekolah ayang telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menjadi perawat sekolah dalam UKS atau bahkan perawat langsung yang ditugaskan sebagai perawat sekolah. Perawat sekolah akan membantu masyarakat sekolah dalam menangani kasus kesehatan yang Perlu disadari bahwa siswa tidak mandiri dalam menyadari kebutuhan akan kesehatan mereka, sebab siswa perlu informasi kesehatan oleh karena itu kehadiran perawat sekolah sangat diperlukan (Rawla et al. , 2. American Academy of Pediatrics memahami pentingnya peranan perawat sekolah dalam mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan biopsikososial optimal anak usia sekolah di lingkungan sekolah. 8 Peran perawat sekolah dapat menyediakan kesehatan individu dan populasi melalui akses harian mereka ke sejumlah besar siswa, perawat memiliki posisi yang baik untuk mengatasi dan mengoordinasikan kebutuhan perawatan dan kesehatan anak-anak dan remaja. 8 Selain itu perawat sekolah dapat berkontribusi melalui pengetahuan dan keterampilan keperawatan kesehatan masyarakat untuk memberikan layanan keperawatan kepada populasi sekolah. 9 Namun kenyataannya kesehatannya yang ada pada sekolah sehingga (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. belum terlalalu maksimal, bahkan kerjasama yang dilkakukan dari pihak-pihak terkait belum berjalan baik. Berdasarkan hasil monitoring evaluasi Dinkes Kab Kolaka . juga ditemukan hampir semua sekolah . %) belum kebijakan/aturan Kawasan tanpa Rokok (KTR), beberapa sekolah belum memiliki sumber air dalam lingkungan sekolah bahkan terdapat beberapa Kepala Sekolah kurang mendukung kegiatan UKS sehingga tenaga pendamping terkendala dalam kegiatan dan alat-alat UKS. Selain itu Sebagian besar . %) tidak memiliki program kerja tahunan untuk kegiatan TRIAS UKS. Berdasarkan fenomena tersebut, maka perlu dilakukan penelitian terkait peranan Petugas UKS/Perawat Sekolah pelaksanaan health education, health services dan development of a healthy school environment . rias uk. pada siswa sekolah dasar di Kolaka. METODE Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan kuesioner. 10 Dalam penelitian ini peneliti memberikan kuesioner secara online pada responden yang direkrut pada setiap sekolah dasar. Jumlah populasi petugas kesehatan yang melayani gizi balita yang berada di 137 Sekolah Dasar di Kabupaten Kolaka. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebesar 66 responden yang direkrut menggunakan teknik purposive sampling yaitu peneliti secara sadar memilih peserta, elemen, peristiwa, atau insiden tertentu untuk dimasukkan dalam 10 Sampel dalam penelitian ini diambil berdasarkan kriteria yaitu petugas UKS yang ditetapkan melalui SK Bupati Kabupaten kolaka dan bersedia mengisi kuesioner penelitian HASIL Hasil Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Oktober sampai November 2023 dengan merekrut 66 petugas UKS yang berasal dari 66 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kolaka, dimana satu sekolah dasar memiliki satu perawat sekolah. Karakteristik Responden Karakteristik responden penelitian ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Analisis Univariat Tabel 1. Karakteristik Responden (Petugas UKS) Karakteristik Responden Lama Bekerja <1 tahun 1-3 tahun >3 tahun Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Pekerjaan Honorer Pendidikan Terakhir Di Keperawatan Di Kebidanan S1 Kebidanan Pekerjaan lain selain UKS Tidak ada Honorer di Puskesmas Perawat Desa Pelaku usaha/pekerjaan lainnya Pernah mengikuti pelatihan Tidak pernah mengikuti Pernah mengikuti Jenis pelatihan BTCLS Ppgd Bkb BHD Pelatihan UKS Sekolah Kebersihan Gigi dan mulut Deteksi dini pneumonia pada anak Pelatihan Perawat lansia pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat Midwifery update IHT APN Pelatihan program TBC PHBS Home care SIHA/HIV AIDS Penanganan Luka Robek penanganan Fraktur Stunting pada anak Sirkum Hiperkes f (%) 5 . ,7%) ,7%) ,6%) Berdasarkan tabel 1, lama bekerja petugas UKS sekolah yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah 59% dengan lama bekerja 1-3 tahun. Sedangkan jenis kelamin didominasi oleh perempuan yaitu sebesar 97% dan seluruh responden 100% merupakan tenaga honorer. Pendidikan reponden 50% adalah Di Keperawatan, 47% Di Kebidanan, dan 3% S1 Kebidanan. Sebesar (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. 80% responden juga sebagai tenaga honorer yang bekerja di puskesmas setempat. Responden pernah mengikuti pelatihan sebesar 68% dan pelatihan yang berhubungan dengan perawat sekolah adalah BTCLS. K3. PPGD. BHD. Pelatihan UKS Sekolah. Kebersihan Gigi dan mulut, deteksi dini pneumonia pada anak, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Pelatihan program TBC. PHBS. Home care, siha/hiv aids, serta Penanganan Luka Robek dan penanganan Fraktur. Kondisi UKS sekolah Kondisi UKS sekolah dasar dari 66 sekolah, dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 2. Kondisi UKS Sekolah Kondisi UKS Sekolah Tersedianya ruang UKS di Sekolah Tidak f (%) 61 . Fasilitas UKS di Sekolah Sangat memadai Memadai Cukup memadai Kurang memadai 5 . Berdasarkan tabel 2 di atas, 8% sekolah tidak memiliki ruang UKS dengan fasilitas UKS 40,9% kurang memadai. Penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat 8% sekolah tidak memiliki ruang UKS dengan fasilitas UKS 40,9% kurang Sarana dan prasarana pendidikan sekolah mempunyai peranan yang sangat besar terhadap kinerja guru terutama sarana kesehatan untuk guru UKS. Selain itu, desain infrastruktur di sekolah akan berdampak pada kesehatan siswa dan guru, sehingga mempengaruhi proses belajar mengajar. Peran Perawat Sekolah Peran Perawat Sekolah dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 3. Peran Perawat Sekolah Peran Perawat Sekolah Melakukan pengkajian Tidak f (%) Penyebab tidak dilakukan Kurangnya sarana Langsung dibawa ke Puskesmas Tidak ada siswa sakit Memberikan Intervensi Tidak Melakukan Evaluasi Tidak Melakukan Dokumentasi Tidak Bentuk dokumentasi Buku catatan Lainnya Memberikan edukasi Tidak Tema edukasi PHBS Perawatan luka Perawatan gigi dan mulut Pentingnya Sarapan dan makan makanan bergizi, seimbang, dan sehat Pentingnya imunisasi lanjutan Melakukan konselor pada anak Tidak Jenis konseling PHBS Gizi Perawatan gigi dan mulut Screening Kesehatan Tidak Jenis screening Masalah kesehatan Gigi & Mulut Antropometri Screening kesehatan secara umum . Pemeriksaan kebersihan diri siswa Tanda Vital Kesehatan Jiwa Tumbuh kembang Kendala yang ditemukan perawat Ada Tidak Jenis Kendala yang ditemui Kurangnya sarana dan prasarana Kurangnya kesadaran diri siswa, orang tua, dan guru mengenai kesehatan Kurangnya honor Masih ada kantin yang menjual makanan/minuman kurang sehat Jarak yang jauh 3 . ,8%) 10 . ,2%) 54 . (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. Pelatihan yang dibutuhkan perawat Pelatihan Kesehatan Anak pendamping UKS konselor anak pelatihan cara mengahadapi anak SD pelatihan gizi pada anak Pelatihan pembentukan dokter cilik Pelatihan kegawatdaruratan Pelatihan PHBS Pelatihan askep anak Berdasarkan tabel 3 di atas, petugas UKS 10,6% tidak melakukan pengkajian dengan alasan adalah kurangnya sarana, jika anak sakit langsung dibawa ke Puskesmas dan tidak ada anak yang sakit. sebesar 15,2% tidak membuat intervensi, sebesar 18,2% tidak melakukan evaluasi, dan sebesar 10,6% tidak melakukan dokumentasi dengan bentuk dokumentasi 44,1% adalah buku catatan. Analisis Bivariat Tabel 4. Hubungan Kondisi UKS dengan Peran Perawat Sekolah Variabel Kondisi UKS Sekolah Baik Cukup Kurang Peran Perawat Sekolah 0,086 Baik . ,6%) Cukup 0 . %) Kurang 0 . %) . ,9%) . ,6%) 2 . %) 0,287 . ,8%) 2 . %) 4 . ,1%) Tabel 4 di atas menunjukkan bahawa Hasil uji statistik somersAod diperoleh p-value = 0,287 yang berarti tidak terdapat hubungan antara kondisi UKS dengan peran perawat di PEMBAHASAN Perawat sekolah dituntut untuk memenuhi kebutuhan perawatan akut, kebutuhan kesehatan kronis, kebutuhan mendesak mulai dari penyakit baru hingga krisis di lingkungan sekolah, masalah sosial emosional, masalah lingkungan, dan tantangan Kesehatan. 12 Sehingga penting melakukan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah upaya satuan pendidikan untuk mendidik warga satuan pendidikan agar tumbuh, berkembang, dan membimbing mereka untuk menghayati dan menerapkan prinsip hidup sehat dalam kehidupan seharihari secara terpadu, fokus dan bertanggung Salah satu program utama UKS adalah UKS Trias yang meliputi . pendidikan kesehatan, . pelayanan kesehatan, dan . peningkatan lingkungan sekolah yang sehat. Dalam rangka meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta mengajarkan prinsip dan pola hidup sehat sedini mungkin melalui pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan peningkatan lingkungan sekolah yang sehat atau Trias UKS. Petugas UKS melakukan edukasi sebesar 93,9% dengan tema terbanyak adalah PHBS, diikuti Pentingnya Sarapan dan makan makanan bergizi, seimbang, dan sehat. Perawatan gigi dan mulut. Perawatan luka, dan Pentingnya imunisasi lanjutan. Petugas UKS yang melakukan konseling sebesar 53% dengan jenis konseling adalah PHBS, konseling gizi dan perawatan gigi dan mulut. Sementara 95,5% petugas UKS melakukan screening kesehatan seperti Masalah Gigi Mulut. Antropometri. Pemeriksaan kebersihan diri siswa. Screening kesehatan secara umum . Tanda Vital. Kesehatan Jiwa, dan Tumbuh kembang. Sebesar 65,2% perawat sekolah mengalami kendala dalam perannya sebagai perawat sekolah. Kendala yang ditemui selama menjadi perawat sekolah adalah 75% kurangnya sarana dan prasarana, padahal sarana adalah salah satu trias UKS yaitu pembinaan lingkungan sehat sehingga direkomendasikan sekolah untuk melengkapi sarana prasarana khususnya PHBS. Kurangnya kesadaran diri siswa, orang tua, dan guru mengenai kesehatan juga menjadi salah satu tantangan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kesadaran siswa SD mengenai praktik PHBS yang baik sesuai aturan/pedoman UKS disebabkan oleh karena UKS bukan mata pelajaran yang diajarkan di sekolah, sarana prasarana pendukung belum lengkap, proses penerapan PHBS hanya cukup melalui keteladanan yang baik dari guru, guru belum mendapatkan pelatihan yang memadai tentang PHBS aturan/pedoman UKS. Hal ini berdampak pada (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. rendahnya minat siswa dalam mempelajari UKS dan pemahamannya terhadap UKS. Selain itu jarak yang jauh. Kurangnya honor, dan masih ada kantin yang menjual makanan/minuman kurang sehat menjadi tantangan tersendiri oleh petugas UKS. Pelatihan yang dibutuhkan oleh petugas UKS adalah pendamping UKS. Pelatihan pembentukan dokter cilik. Pelatihan Kesehatan Anak. Pelatihan PHBS. Pelatihan kegawatdaruratan, pelatihan gizi pada anak, pelatihan cara mengahadapi anak SD, konselor anak, dan Pelatihan askep anak. Pelatihan yang berkelanjutan, terkini, dan profesional bagi petugas kesehatan yang terintegrasi dengan pelatihan kader lainnya dan tanggap terhadap perubahan yang berkelanjutan serta kebutuhan yang muncul akan menjadi sangat penting. Pelatihan yang profesional memerlukan pemantauan dan evaluasi terus-menerus terhadap kualitas pelatihan, pembaruan terus-menerus atas pelatihan pra-jabatan, dan pelatihan dalam masa jabatan yang berkelanjutanAitidak hanya bagi petugas kesehatan itu sendiri tetapi juga bagi mereka yang bekerja dengan petugas 16 Dengan adanya pelatihan yang dimiliki oleh petugas UKS, pasien merasa sangat puas dengan kualitas keseluruhan pelayanan apabila diberikan dengan perawat yang berpengalaman dan terlatih. Peran hubungan dengan kondisi UKS sebab sebanyak 7 orang perawat menunjukan peran yang baik meskipun kondisi UKS kurang. Namun demikian, penelitian oleh Utami et al. menunjukan bahwa ada hubungan antara sarana prasarana dengan pelaksanaan UKS sebab sarana prasarana yang menunjang UKS yang lengkap akan memudahkan guru maupun pelaksana pelayanan kesehatan yaitu perawat serta siswa dalam menangani masalah-masalah untuk pengobatan dan pencegahan. 18 Hal ini juga sejalan dengan penelitian bahwa secara statistik ada hubungan meskipun rendah antara sarana prasarana dengan perilaku perawat gigi dalam pelaksanaan program UKS terkhusus pelayanan kesehatan gigi. 19 Sesuai dengan hasil penelitian ini yang menunjukan bahwa performa perawat kurang karena kurangnya kondisi UKS dalam hal ini sarana prasarana yang menunjang pelaksanaan kegiatan UKS. Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai tidak lepas dari peran pemerintah untuk memberikan bantuan sebab sekolah yang menerima bantuan dari pemerintah berupa kit alat kesehatan yang didalamnya hanya ada pengukur tinggi badan, pengukur berat badan dan lainnya hanya sebagai UKS pelaksanaan kegiatan UKS. KESIMPULAN DAN SARAN Petugas UKS sebagian besar memiliki kinerja yang baik dalam melaksanakan tugasnya, namun masih terdapat tantangan terutama terkait fasilitas dan kesadaran terkait Pengembangan pelatihan dan peningkatan meningkatkan efektivitas peran petugas UKS dalam memberikan pelayanan kesehatan di lingkungan sekolah. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih pada seluruh pihak yang terkait pada penelitian ini Pada Pihak Universitas Sembilanbelas November memberikan dana hibah internal dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka serta responden DAFTAR PUSTAKA