Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Multi Disiplin Ilmu e-ISSN: 2798-4605 Online: https://ejournal. Partisipasi Mahasiswa Pengelolaan Kelas Pendampingan Kegiatan Taman Posyandu di Desa Sumberbendo Kecamatan Pare Intan Kamila Zahra1*. Emy Yunita Pratiwi2. Sherly Rosalia3. Husen Abdullah4. Andika Lisfatkhurohman5. Aidan Naggala Sandya Guido6 Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang. intankamila0506@gmail. Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang. emyyunita88@gmail. 3Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang. rosaliasherly92@gmail. 4Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang. 2207@gmail. 5Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang. andikarohman133@gmail. 6Universitas Hasyim AsyAoari Tebuireng Jombang. sandyaguido@gmail. ABSTRACT The transformation of the health service system through the evolution of Posyandu into Primary Service Integration (ILP) presents the innovation of Taman Belajar as a holistic community empowerment forum. This service aims to analyze the relevance of the ILP program with the development of Taman Belajar in improving the quality of life of the Dedication at Taman Posyandu Wortel. Sumberbendo Village. Kediri, through in-depth interviews and participatory observations of cadres and program The results showed the success of the integration of health services and early childhood education which created a multidimensional impact. The program succeeded in developing children's potential through play-based learning, increasing community participation, and strengthening the community health system. This holistic approach has proven effective in creating a healthy, intelligent, and Pancasila-characterized generation. The implications of this service provide a primary service transformation model that can be replicated to support the achievement of Sustainable Development Goals through sustainable community-based community empowerment. Keywords: Participation. Management. Assistance. Integrated Health Post Park ABSTRAK Transformasi sistem pelayanan kesehatan melalui evolusi Posyandu menjadi Integrasi Layanan Primer (ILP) menghadirkan inovasi Taman Belajar sebagai wadah pemberdayaan masyarakat yang holistik. Pengabdian ini bertujuan menganalisis relevansi program ILP dengan pengembangan Taman Belajar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pengabdian yang dilakukan di Taman Posyandu Wortel. Desa Sumberbendo. Kediri, melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap kader dan pengelola program. Hasil menunjukkan keberhasilan integrasi layanan kesehatan dan pendidikan anak usia dini yang menciptakan dampak multidimensional. Program berhasil mengembangkan potensi anak melalui pembelajaran berbasis bermain, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memperkuat sistem kesehatan Pendekatan holistik ini terbukti efektif dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter Pancasila. Implikasi pengabdian ini memberikan model transformasi layanan primer yang dapat direplikasi untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals melalui pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas yang berkelanjutan. Kata kunci: Partisipasi. Pengelolaan. Pendampingan. Taman Posyandu Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5. Nomor 2. Juli-Desember 2025. Halaman 172 Ae 180 Doi: 10. 33752/dinamis. PENDAHULUAN Kesehatan masyarakat sebagai salah satu indikator utama dalam menentukan kualitas pembangunan suatu bangsa (Madani et al. , 2. Indonesia, upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah dilakukan melalui berbagai program, salah satunya adalah Posyandu (Pos Pelayanan Terpad. yang sekarang menjadi Layanan Integrasi Primer (ILP) (Anggreini et al. Transformasi sistem pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia mengalami perkembangan signifikan melalui evolusi Pos Pelayanan Terpadu (Posyand. menjadi Integrasi Layanan Primer (ILP) (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2. ILP sebagai bentuk transformasi dari Posyandu tradisional mengusung pendekatan holistik yang tidak terbatas pada layanan kesehatan ibu dan anak semata (Mukmin et al. , 2. Posyandu berfungsi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat guna memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar (Tunggal et al. , 2. Namun dalam pelaksanaannya, banyak Posyandu yang menghadapi kendala dalam pengelolaan kegiatan, terutama dalam hal keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten (Faisal, 2. Selain itu juga permasalahan dalam pengelolaan data kesehatan di Posyandu sering terjadi karena kurangnya pengetahuan kader mengenai penggunaan sistem digital (Hunaifi et al. , 2. Kader Posyandu yang umumnya berasal dari masyarakat setempat seringkali memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola kegiatan secara optimal (Anugrah et al. , 2. Hal ini berdampak pada kurang maksimalnya pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya dalam program kesehatan ibu dan anak (Indah et al. , 2. Taman Posyandu sebagai inovasi pengembangan dari Posyandu konvensional hadir untuk memberikan pelayanan yang lebih komprehensif dan menarik (Mukmin et al. , 2. Taman Posyandu sebagai model posyandu yang melibatkan PAUD melalui pendekatan terintegrasi yang menekankan pada berbagai aspek seperti pendidikan dan kesehatan anak balita (Ilmiah & Koesrini, 2. Konsep Taman Posyandu menggabungkan pelayanan kesehatan dengan kegiatan edukasi dan rekreasi dalam suasana yang lebih nyaman dan Melalui taman belajar, anggota ILP tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran dan pengembangan kapasitas Masyarakat (Karomah et al. , 2. Namun, pengelolaan Taman Posyandu memerlukan tenaga yang lebih terampil dan kreatif dalam mengorganisir berbagai kegiatan yang terintegrasi. Pengelolaan Pembelajaran Kelompok Bermain (KB) artinya mengatur seluruh proses untuk mencapai tujuan pembelajaran (Balqista et al. , 2. sama halnya dengan yang kami temui di desa sumberbendo, di taman posyandu ini memiliki keterbatasan dari tenaga pendidik/kader dari posyandu. Pengabdian ini bertujuan menganalisis relevansi program ILP dengan pengembangan Taman Belajar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5. Nomor 2. Juli-Desember 2025. Halaman 172 Ae 180 Doi: 10. 33752/dinamis. Online: https://ejournal. id | e-ISSN: 2798-4605 METODE Metode pelaksanaan pengabdian diawali dengan survei lokasi di Taman Posyandu Wortel untuk mengidentifikasi kondisi, kebutuhan, dan potensi yang ada di lapangan (Harnilawati et al. , 2. Hasil survei kemudian menjadi dasar bagi tim pengabdian dalam menyusun rencana kegiatan melalui diskusi internal yang melibatkan pembagian tugas dan penentuan bentuk pendampingan yang akan diberikan (Abdussamad et al. , 2. Setelah perencanaan matang, tim melakukan koordinasi langsung dengan pengurus taman posyandu untuk menyepakati jadwal dan bentuk keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan belajar Sebelum kegiatan dimulai, mahasiswa mempersiapkan berbagai media dan alat bantu pembelajaran yang menarik dan edukatif. Kegiatan inti berupa pendampingan kelas dilaksanakan tiga kali seminggu, mencakup aktivitas fisik, pembelajaran tematik berbasis bermain, serta evaluasi harian oleh tenaga Setelah program berjalan selama satu bulan, dilakukan evaluasi akhir melalui wawancara dengan bunda taman posyandu dan refleksi internal tim (Manalu et al. , 2. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian didokumentasikan dan disusun dalam laporan akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban serta rekomendasi untuk keberlanjutan program di masa mendatang. Survei Lokasi Diskusi Tim dan Perencanaan Kegiatan Koordinasi dengan Pengurus Taman Posyandu Persiapan Alat & Media Pembelajaran Pelaksanaan Pendampingan Kelas . x/mingg. Evaluasi Harian oleh Bunda Posyandu Wawancara & Evaluasi Akhir Program Penyusunan dan Penyerahan Laporan Akhir Gambar 1 Diagram Alur Kegiatan Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5. Nomor 2. Juli-Desember 2025. Halaman 172 Ae 180 Doi: 10. 33752/dinamis. Gambar 1 menjelaskan alur kegiatan pengabdian dimulai dari survei lokasi di Taman Posyandu Wortel untuk memahami kebutuhan dan potensi lapangan secara langsung. Setelah itu, tim melakukan diskusi internal untuk menyusun rencana kegiatan secara terstruktur. Langkah berikutnya adalah koordinasi dengan pengurus taman posyandu untuk mendapatkan persetujuan dan membagi peran selama proses pendampingan. Sebelum kegiatan dimulai, mahasiswa menyiapkan berbagai alat dan media pembelajaran seperti kertas origami, plastisin, dan lagu anak-anak. Pelaksanaan pendampingan kelas dilakukan tiga kali seminggu dengan kegiatan yang bervariasi, mulai dari senam, upacara, hingga belajar sambil bermain. Evaluasi dilakukan secara rutin oleh para bunda taman posyandu untuk mengetahui respons anak-anak terhadap Setelah program selesai, dilakukan evaluasi akhir melalui wawancara dan observasi terhadap pihak taman posyandu. Seluruh kegiatan ini ditutup dengan penyusunan laporan akhir sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi pengabdian. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Program Pengelolaan Kelas dan Pendampingan di Taman Posyandu Taman Posyandu Wortel dilaksanakan di wilayah Balai Desa Sumberbendo yang terletak di dusun Sumberjo, desa Sumberbendo, kecamatan Pare, kabupaten Kediri. Dengan lokasi tersebut. Taman Poyandu Wortel dapat dengan mudah dijangkau oleh masyarakat desa Sumberbendo. Penempatan ini menunjukkan integrasi yang baik antara layanan pendidikan anak usia dini dengan sistem pemerintahan desa, dengan memfasilitasi dan memberikan dukungan terhadap program tersebut. Posisi strategis ini memungkinkan taman posyandu untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dengan melibatkan masyarakat secara aktif dan menyesuaikan program pendidikan dengan kebutuhan peserta didik, sehingga mampu meningkatkan jumlah dan kualitas partisipasi pesertas didik dalam proses pendidikan (Normina, 2. Dalam memulai suatu kegiatan kegiatan pembelajaran dalam kelas sebuah Lembaga memerlukan perencanaan yang matang. Keterampilan mendidik dan manajemen pengelolaan kelas dalam sudut pandang akademik masuk dalam tataran keilmuan pedagogik sebagai bentuk seni dan keterampilan guru sebagai tenaga pendidik yang profesional dengan latar belakang pedagogik yang Perencanaan pembelajaran mempunyai peran penting dalam memandu guru untuk melaksanakan tugas sebagai pendidik sekaligus fasilitator dalam melayani kebutuhan anak didiknya. Sebelum memulai kegiatan, mahasiswa mempersiapkan diri untuk melakukan pendampingan di taman posyandu wortel, yaitu dengan menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk mengisi kegiatan pembelajaran seperti kertas origami, benang, lem dan lain lain. Selain itu kami juga menyiapkan lagu anak - anak dan game untuk memberikan variasi pembelajaran agar tidak monoton. Bermain bukan hanya aktivitas untuk hiburan semacam melainkan juga memiliki manfaat yang signifikan dalam berbagai aspek perkembangan seperti motorik, kognitif, musik, bahasa, sosial, spiritual dan nilai-nilai moral (Zega, 2. Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5. Nomor 2. Juli-Desember 2025. Halaman 172 Ae 180 Doi: 10. 33752/dinamis. Online: https://ejournal. id | e-ISSN: 2798-4605 Kegiatan pembelajaran di taman posyandu wortel dilaksanakan tiga kali dalam seminggu, yakni pada hari Senin. Rabu dan jumAoat dengan durasi 90 menit, dimulai pada pukul 08. 00 WIB sampai 09. 30 WIB. Kegiatan ini diawali dengan senam pagi Bersama, dan pada setiap hari senin anak anak taman posyandu diajarkan untuk upacara bendera. Dalam kegiatan ini kami ikut serta membantu dalam menertibkan anak anak agar mereka mematuhi intruksi yang diberikan oleh bunda taman posyandu dan bisa tertib dalam memulai kegiatan Kemudian anak-anak masuk ke dalam kelas dengan melepas sepatu secara bergantian dan tertib. Ketika masuk kedalam kelas bunda taman posyandu mengcek Kesehatan kuku anak anak, kemudian dilanjutkan dengan berdoAoa Bersama serta mengecek satu persatu kehadiran siswa dengan bernyanyi Bersama, setelah itu anak anak diajak untuk membunyikan Pancasila, tidak lupa untuk menyanyikan lagu nasional dan lagu daerah. Pelaksanaan Pendampingan dan Kegiatan Belajar Setelah melakukan kegiatan pembuka, masuklah pada kegiatan selanjutnya yaitu bermain sambal belajar, selama kegiatan yang kami ikuti di setiap waktunya pembelajaran bervariasi seperti kegiatan mewarnai, menempel, bermain Bersama dan banyak lainnya. Pada saat kami mendampingi kegiatan tema materi pembelajarannya adalah pengenalan alam semesta. Anak anak diajak untuk mengenali alam seperti matahari, bulan, bintang, bumi, air, udara, tumbuhan, dan hewan. Selain itu ada beberapa kegiatan yang sudah kami lakukan dengan mengajak mereka berhitung, mengenal dan mencocokan warna dan lainya. Kegiatan ini untuk melatih kemampuan kognitif anak. Kemampuan kognitif adalah konstruksi yang menggambarkan mental atau otak seseorang dan kemampuan mental meliputi banyak kemampuan, perencanaan, pemikiran abstrak, belajar cepat, dan pemecahan masalah Perkembangan (Izzuddin, 2. Pada saat anak anak mendapatkan tugas dari bunda taman posyandu, kami membantu anak anak agar mereka dapat menyelesaikan tugas dengan hasil yang bagus dan rapih. Kegiatan selanjutnya yaitu kegiatan yang dapat mengasah motorik anak, dengan melakukan beberapa kegiatan seperti meronce, bermain puzzle, melipat origami, atau bermain dengan plastisin. Kami sebagai pendamping anak anak ikut serta mendampingi kegiatan dan mengondisikan kelas agar tetap berjalan lancar sampai selesai. Selain kegiatan tersebut, kami turut membantu dalam proses belajar dan mengajar yang telah direncanakan oleh bund ataman posyandu wortel. Kurangnya persiapan kegiatan yang akan dilakukan pada hari berikutnya, menjadikan kami hanya dapat membantu kegiatan belajar mengajar yang telah direncanakan oleh para tenaga pendidik. Jadi, tidak setiap hari kami menyediakan media dan mengisi kegiatan belajar mengajar. Evaluasi dan Tindak Lanjut Kegiatan Setelah kegiatan akademik dilakukan tibalah evaluasi pembelajaran atau refleksi yang dilakukan oleh bunda bunda taman posyandu. Dilakukan evaluasi/refleksi pembelajaran bertujuan untuk mengetahui siswa taman Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5. Nomor 2. Juli-Desember 2025. Halaman 172 Ae 180 Doi: 10. 33752/dinamis. posyandu apakah senang melakukan kegiatan yang sudah dilakukan. Sebelum pembelajaran ditutup, anak anak diintruksikan untuk merapihkan alat tulis kemudian berdoa Bersama, berdoa dipimpin oleh salah satu anak yang di tunjuk oleh bunda taman posyandu. Setelah berdoAoa selesai dilanjutkan dengan pembagian snack tambahan atau pemberian makanan tambahan (PMT), siswa di intruksikan untuk berbaris dengan tertib untuk bersalaman dan berpamitan dengan bunda taaman posyandu kemudian mengambil satu persatu makanan tambahan yang sudah Kemudian satu persatu siswa diperkenankan untuk pulang. Terdapat beberapa hambatan pada saat proses pendampingan kegiatan ini dilaksanakan antara lain: anak didik yang kurang fokus pada pembelajaran, beberapa siswa yang mudah bosan dengan kegiatan, dan kondisi kelas yang Namun hal ini dapat diatasi dengan tenaga yang kami miliki yaitu dengan melakukan pendekatan terhadap anak anak dengan tetap tenang agar anak tersebut kembali belajar lebih fokus dan berkonsentrasi kembali sehingga dapat mengikuti pembelajaran dengan baik, kemudian dengan memberikan beberapa permainan ringan agar anak anak tidak bosan dengan kegiatan dan dapat kondusif kembali. Hasil dari kegiatan pengelolaan kelas dan pendampingan taman posyandu wortel ini yang sudah dilakukan oleh tim pengabdian berjalan dengan lancar dan Bisa dikatakan lancar dan baik karena selama kegiatan pengabdian di taman posyandu wortel ini dari pihak taman posyandu wortel dengan tim pengabdian atau mahasiswa KDLK dapat bekerjasama dengan baik dalam mendampingi kegiatan pembelajaran serta anak anak menjadi lebih fokus, berkonsentrasi, tertib dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, anak taman posyandu wortel juga jadi sangat berantusias dengan adanya pendampingan dalam pembelajaran di kelas seperti bernyanyi bersama dan bermain game yang kami sediakan. Pada saat bernyanyi, berhitung, mengenal alam semesta dan berbagai permainan yang menunjang kemampuan multidimensional lainya, menunjukkan dampak positif dalam mengembangkan berbagai aspek seperti kemampuan lingualistik, kemampuan logis-matematgis, kemampuan naturalis, kemampuan sosial, dan kemampuan musikal. Hasil tersebut merupakan sebuah bentuk keberhasilan pengabdian yang pada akhirnya akan memberikan manfaat yang saling menguntungkan antara dosen, mahasiswa dan masyarakat (Sufyan et al. , 2. Setelah selesai melakukan program pendampingan di taman posyandu yang berlangsung selama satu bulan, kami melakukan wawancara terhadap bunda taman posyandu wortel selaku guru/tenaga pendidik untuk mendapatkan data secara primer. Dan hasil yang dapat diberikan yaitu para tenaga pendidik atau bunda bunda di taman posyandu wortel ini sangat terbantu dan sangat senang dengan adanya tenaga dan waktu yang sudah diberikan oleh mahasiswa KDLK ini Auterimakasih mbak mbak sudah membantu kami selama ini, kami sangat terbantu dengan keberadaan tim pengabdian ini. terimakasih atas waktu dan tenaga yang sudah diberikan kepada taman posyandu wortel iniAy ungkap bunda mei selaku kepala sekolah taman posyandu wortel. Dinamis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5. Nomor 2. Juli-Desember 2025. Halaman 172 Ae 180 Doi: 10. 33752/dinamis. Online: https://ejournal. id | e-ISSN: 2798-4605 Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dijabarkan, dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintahan daerah, pemerintah desa, kader posyandu hingga masyarakat memberikan peluang yang besar untuk keberlanjutan dan pengembangan program taman posyandu ini. Faktor yang mendukung keberlanjutan program Taman Posyandu Wortel diantaranya adalah komitmen pemerintah daerah maupun desa, partisipasi masyarakat, kualitas tenaga pendidikan serta sistem monitoring dan evaluasi yang baik (Kurniasari, 2. SIMPULAN Pengabdian ini menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa dalam pengelolaan kelas dan pendampingan kegiatan di Taman Posyandu Wortel secara signifikan meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini. Mahasiswa mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan interaktif melalui strategi pembelajaran berbasis bermain, yang mendorong fokus, konsentrasi, dan keterlibatan aktif peserta didik. Keberhasilan ini didukung oleh mahasiswa, tenaga pendidik, serta dukungan pemerintah desa dan masyarakat, menjadikan Posyandu adalah layanan sosial dasar masyarakat untuk membentuk kualitas sumber daya manusia sejak dini. Namun demikian, pengabdian ini masih memiliki beberapa keterbatasan, seperti kurangnya persiapan kegiatan harian dan belum optimalnya kontribusi dalam perencanaan program jangka panjang. Hambatan seperti anak-anak yang mudah bosan dan kondisi kelas yang ramai juga menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pengabdian selanjutnya disarankan untuk menambahkan pelatihan intensif bagi mahasiswa sebelum terjun ke lapangan, meningkatkan koordinasi dengan tenaga pendidik, serta menyusun kurikulum kegiatan yang lebih terstruktur dan adaptif terhadap dinamika anak usia dini. Keunikan pengabdian ini terletak pada keterlibatan mahasiswa sebagai tenaga pendamping dalam Taman Posyandu berbasis ILP, yang menggabungkan layanan kesehatan dengan edukasi anak secara terpadu dalam satu sistem yang menyenangkan dan kontekstual. Hal ini menjadikan taman posyandu tidak hanya sebagai tempat pelayanan kesehatan, namun juga sebagai ruang tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, pemerintah daerah, pengelola posyandu, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan disarankan untuk mengadopsi pendekatan ini sebagai bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA