Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X DIPANGGIL DAN DIUTUS UNTUK BERBUAH (I SAMUEL 2:. Sub-tema : Civitas Akademika STT GMI melayani dan bertindak aktif dalam membangun masyarakat yang egaliter dalam NKRI, menyikapi tahun politik 2018-2019 Pdt. Dr. Jonsen Sembiring. Dosen Pasca-Sarjana STT GMI Bandar Baru Politik sangat penting bagi gereja. Maka politik perlu dikaji secara teologis-etis. Bahkan politik dan teologi-etika tidak bisa dipisahkan, karena politik merupakan lapangan hidup manusiaA (Robert P. Borron. Umat Kristen di Indonesia adalah bagian integral dari bangsa Indonesia, yang turut secara aktif mendirikan, meletakkan landasan, mempertahankan kemerdekaan serta ikut memberikan partisipasi dalam pembangunan nasional bersama-sama dengan segenap komponen bangsa Indonesia (Richard Daula. Pendahuluan Salah satu lagu rohani populer kini adalah AuHidup Jadi BerkatAy, dalam konteks tema di atas merupakan suatu harapan melayani agar berhasil atau berbuah. Dalam sebagian petikan syairnya dinyatakan bahwa. Hidup ini adalah kesempatan. Hidup ini untuk melayani Tuhan. Jangan sia-siakan. apa yang Tuhan beri. Hidup ini harus jadi berkat. Semua kita yang hadir saat ini meyakini, semua alumni hari ini telah menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk menyelesaikan study dan bahkan sesuai dengan Kurikulum Baru di STT GMI Prodi Stratum1 (S. , ada di antara mereka hari ini menyelesaikan program Sarjana Teologi hanya empat . Bisa dipastikan atas bimbingan Tuhan mereka telah belajar rajin, kerja keras, tekun dan gigih serta mereka mendapat dukungan penuh dari orang tua, sponsor atau jemaat serta berkat Tuhan. Wisuda hari ini menjadi hari yang berbahagia buat para wisudawan/ti dan orang tua secara khusus. Selama studi di STT GMI, bagi mereka semua Hidup adalah kesempatan (Yunani: Kairo. dan sudah terbukti mereka gunakan sebaik-baiknya untuk selesai studi tepat waktu, dan selanjutnya menjadi berkat bagi keluarga, gereja dan bangsa. Tahap berikutnya mereka akan kembali ke jemaat untuk melayani di jemaat sekaligus Satu hal yang unik buat alumni STT adalah jika mereka ditempatkan di jemaat mereka umumnya langsung menjadi pimpinan di Pos Pelayanan. Jemaat Persiapan atau jemaat penuh melalui penempatan Distrik Superintendent. Walaupun dalam struktur GMI mereka masih dibawah penggembalaan Pimpinan Distrik yang diwakili oleh para Pendeta di wilayah Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X kerja mereka, tugas kepemimpinan harus mereka tunaikan. Jadi sejak dini kepemimpinan yang diterapkan dalam pelayanan adalah kepimimpinan yang berorientasi pada keberhasilan. Lima tahun tahun terakhir ini ketika sering saya diundang menjadi pengkhotbah tamu atau pembicara di jemaat, lembaga gereja seperti PKMI atau pelayanan kategorial di level lokal dan distrik ada beberapa kritik konstruktif yang dialamatkan kepada sebagian alumni STT GMI, yaitu pentingnya alumni terus-menerus berbenah diri secara teori dan praktek untuk meningkat pelayanan dibidang: pertama, khotbah dan pengajaran . , kedua, kunjungan dan pastoral,1 ketiga, kepemimpinan dan penampilan yang kontekstual2. keempat, kurang berkomunikasi dua arah dengan para senior dalam pengembangan diri dan pelayanan dan kelima, spirit pelayanan yang semakin melemah, sehingga terjebak dengan pelayanan yang simbolis dan rutinitas. Situasi dan kondisi pelayanan demikian tidak akan dapat banyak berkontribusi dalam proses politik yang terjadi dewasa ini, ketika peran moral politik sangat dibutuhkan sebagai dasar berpolitik secara sehat, baik oleh pelaku politik di level KabupatenKota. Provinsi dan Pusat serta masyarakat banyak. Agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, maka para alumni yang akan masuk ke dalam dunia pelayanan dan harus terus-menerus membenahi diri . engetahuan, wawasan dan skil. dalam meningkatkan pelayanan secara kuantitatif dan kualitatif untuk menutupi atau menyempurnaka atas kelima kelemahan di atas Auuntuk menjadi berkatAy atau AuberbuahAy. Sesuai standard kurikulum di STT, tentu pembenahan mahasiswa sudah banyak dilakukan upaya seperti belajar dikelas dan praktek lapangan, namun sesuai dengan dinamika dalam pelayanan tetap terbuka celah yang melemahkan karena dinamika berjemaat dan segera harus ditutupi. Tulisan-tulisan ilmiah dalam II. Pembahasan II. Tahun politik sebagai konteks pergumulan Dalam arahan Presiden Joko Widodo pada rapat Kabinet Paripurna pada tanggal 3 Mei 2018, beliau menegaskan bahwa Indonesia memasuki Tahun Politik yaitu tahun 2018-2019. Dia menegaskan agar seluruh menteri yang terkait termasuk pejabat terkait seperti Kaporli. Kepala Pelayanan kunjungan dan pastoral cukup banyak kritik disampaikan kepada para Hamba Tuhan, terutama kepada alumni STT yang baru tamat, walau mereka sudah dibekali dengan ilmu dasar tentang teologi pastoral dan Faktanya bahwa pelayanan pastoral dan konseling menjadi salah satu kebutuhan jemaat mengingat pentingnya pendampingan jemaat dalam menggumuli pergumulan mereka yang kompleks. Alumni yang menjadi pimpinan di pelayanan dalam usia yang masih relatif muda dengan jam terbang pelayanan rendah serta life style yang butuh adaptasi, menjadi kendala bagi para alumni memulai pelayanan. Kepemimpinan yang kontekstual memang tidak mudah tanpa terus-menerus sang pemimpin mengkomunikasikan diri secara utuh di lingkungan pelayanannya, baik dalam lingkungan gereja atau masyarakat luas di mana sebagian anggota jemaat ada di sana. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X BIN dan Panglima TNI berkoordinasi dengan rapi agar tanggap dan penuh antusias meresponi setiap masalah yang muncul berhubungan dengan stabilitas keamanan dan politik. 3 Tujuan bapak presiden tentunya agar proses politik yang dijiwai demokratis dapat berjalan semestinya sebagai bagian integral dari pembangunan bangsa Indonesia mewujudkan adil dan makmur. Bisa dipastikan bahwa situasi stabilitas politik dan keamanan sangat dibutuhkan agar peran rakyat dalam pesta demokrasi4 tersebut bisa maksimal demi terselenggaranya politik yang jujur, bersih, berkeadilan dan mengendepankan persamaan, sehingga dalam perjalanan roda pemerintahan mendapat dukungan rakyat secara maksimal. Terminologi tahun politik untuk tahun 2018-2019, merujuk kepada tiga kegiatan politik yang besar di tanah air: pertama adalah pemilihan umum kepala daerah . serentak untuk pemilihan gubernur dan wakil. walikota dan wakil wali kota serta bupati dan wakil bupati. Kedua, pemilihan anggota legislatif (DPR) ditingkat Kabupaten. Kota. Provinsi dan Pusat, serta DPD RI. Ketiga, pemilihan Presiden dan wakil Presiden RI. Sebagai bagian dari proses politik yang melakukan pemilihan di eksekutif dan legislatif, beberapa masalah sudah mulai muncul terlihat, antara lain misalnya politik identitas agama, suku dan daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Partai atau calon legislatif atau eksekutif akan melakukan pendekatan apa saja untuk mendulang suara, maka unsur primordial yang kadang rawan pertentangan dan perpecahan di masyarakat bisa saja terjadi, sehingga prinsip egaliter sering terabaikan. Demikian juga beda pendapat dan konsep dalam satu agama tentang keterlibatan agama dan unsur-unsur agama bisa menjadi masalah ketegangan dan konflik. Tentu dibutuhkan pencerahan buat para pemilih agar mereka tidak mudah terkecoh oleh issu, tetapi konsentrasi pada calon yang akan menjadi pemimpin baik legislatif atau eksekutif, sehingga terjaga persatuan dan kesatuan sebagai suatu bangsa yang Dikutip dari https://nasional. com/read/2018/03/05/15054751/jokowi-tahun-depan-stabilitas-keamanandan-politik-bisa-total-kita tanggal 26 April 2018. Kapolri Jenderal Tito Karnavian lebih setuju menggunakan terminologi pesta demokrasi dari pada tahun politik, sebab tahun politik berkonotasi sikon politik riil yang cenderung ada berbagai praktek politik yan bisa memicu pertentangan dan konflik, sedangkan pesta demokrasi menjelaskan nuanse demokratisnya lebih dominan dari nuansa politis. Lihat Tito Karnavian dalam Tempo. TEMPO. CO. Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian meminta jajarannya sebisa mungkin tidak menggunakan istilah tahun politik untuk menghadapi pemilihan kepala daerah serentak 2018 dan pemilihan presiden 2019. AuUntuk internal, saya mendorong mengganti istilah tahun politik ini dengan pesta demokrasi,Ay ujar Tito di sela menghadiri peluncuran buku karya mantan Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki di kampus Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Sabtu, 31 Maret 2018. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X Robert P. Borrong misanya menegaskan bahwa calon yang akan dipilih oleh pemilih harus dipertimbangkan beberapa unsur penting misalnya: pertama, memiliki reputasi dalam kepemimpinannya sebelumnya. kedua, memiliki prestasi . asil yang bai. selama menjalankan tugas dan ketiga, tanggung jawabnya sebagai pemimpin sebelumnya dan akuntabilitas . ertanggung jawaba. atas segala yang telah dilakukannya sebagai pemimpin termasuk mengakui kekurangan dan kegagalannya pada masa lampau. Oleh sebab itu track record calon pemimpin penting diketahui oleh pemilih, sebelum mereka mementukan pilihan. Sebab jika salah menentukan pilihan atas calon pemimpin, sulit berharap banyak akan adanya perbaikan dan kemajuan masyarakat Indonesia. Kalau masalah diseputar proses politik di tahun politik ini tidak disikapi dengan arif dan bijaksana, maka pasti banyak kendala yang akan dihadapi oleh penyelenggara pemerintahan yang pada akhirnya tidak bisa maksimal dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Mengapa? Karena sinergisme semua penyelenggara pemerintahan . ksekutif, legislatif dan yudikati. , elemen bangsa dan Negara . rganisasi keagamaan, warga Negara. LSM ds. harus bisa terjalin dan baik. Orang Kristen sebagai elemen bangsa Indonesia, harus sadar akan hal itu. Politik berasal dari kata Yunani yaitu polis dan politeia. Polis awalanya berarti benteng, lalu kota yang dikelilingi sebuah benteng dan Negara kota . ity stat. yang berjiwa demokratis. Rakyat di dalam sebuah polis sangat merindukan kebebasan dan kemerdekaan hidup bersama dalam sebuah masyarakat. Politeia . leh Plat. menjelaskan prinsip-prinsip atau dasar atau bentuk suatu Negara dan tindakan kenegaraan oleh penyelenggara suatu Negara, maka politeia berhubungan erat dengan kehidupan dan penyelenggaraan bermasyarakat dan bernegara. Dengan demikian maka proses politik menjadi kewajiban setiap warga Negara secara aktif untuk berpartisipasi, termasuk dalam proses politik, sebab warga Negara sangat diharapkan terlibat secara maksimal. Sebagai bagian integral dari bangsa Indonesia, maka setiap orang Kristen sekaligus warga Negara Indonesia harus ikut serta dalam proses politik di tahun politik tersebut. Richard Daulay berpendapat bahwa. Umat Kristen di Indonesia adalah bagian integral dari bangsa Indonesia, yang turut secara aktif mendirikan, meletakkan landasan, mempertahankan kemerdekaan serta ikut memberikan partisipasi dalam pembangunan nasional bersama- Robert P. Borrong. Etika Politik Kristen: Serba-serbi Politik Praktis (Jakarta: UIP-PSE STTJ, 2. ,hl. Borrong. Etika PolitikA,hl. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X sama dengan segenap komponen bangsa Indonesia7. Dari ungkapan Daulay, dapat difahami beberapa poin penting. pertama, umat Kristen di Indonesia memiliki status dan fungsi yang sama dengan umat beragama lain. Katakanlah bahwa jumlah secara kuantitas bukanlah menjadi dasar pembedaan status dan fungsi sebagai warga Negara ketika dalam proses pollitik dikembangkan isu mayoritas versus minoritas. Kedua, masa depan bangsa ini ditentukan oleh peran serta semua umat beragama karena telah menjadi satu bangsa dan Negara, maka tidaklah etis membiarkan umat lain ikut aktif dalam proses ditahun politik, sedangkan umat Kristen memilih menjadi penonton dalam proses demokratisasi tersebut. Ketiga, karena masa depan bersama menjadi kewajiban bersama untuk memperjuangkannya, maka proses politik harus disikapi oleh semua umat beragama dalam bingkai spirit kesatuan, maka kerja sama dengan umat beragama lain menjadi komitmen bersama. Secara teologi-etis dalam berbangsa dan bernegara, umat Kristen seperti Robert P. Borrong katakan bahwa, politik sangat penting bagi gereja. Maka politik perlu dikaji secara teologisetis. Bahkan politik dan teologi-etika tidak bisa dipisahkan, karena politik merupakan lapangan hidup manusiaAKarena itu kehadiran dan keterlibatan kita dalam politik tidak sekedar ikut serta menjadi penggembira melainkan sebagai pemeran yang berkewajiban memberikan penilain normatif. 8 Berdasarkan faham bahwa orang Kristen di dalam dan diutus ke dalam dunia sebagai bagian dari misio dei, maka dengan dasar etika Kristen, orang Kristen harus mencermati penyelenggaraan dan memberikan penilain normatif, apakah pemerintahan dilaksanakan sesuai dengan norma-norma kebenaran dan kebaikan? Apakah keadilan ditegakkan? Apakah hak azasi manusia dihargai dst. Kehadiran gereja sebagai organisasi Kristiani dan orang Kristen haruslah diwujudnyatakan dengan prinsip-prinsip kehendak Tuhan . ebas, adil, benar, damai-sejahtera ds. dalam kehidupan berbangsa dan Jadi partisipasi gereja sebagai organisasi Kristiani dan warga gereja sebagai umat bisa mencapai tujuan dalam berpolitik seperti pelayanan pembebasan, tujuan korektif, normatif dan edukatif. Politik sebagai sebuah kegiatan yang berhubungan dengan penyelenggaraan kenegaraan dan kekuasaan, agar tidak terjebak dengan penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan yang kerap terjadi . ower tends to corrup. , maka Borrong menegaskan pentingnya moral dan etika dalam Ricrhard M. Daulay. Agama dan Politik di Indonesia: Umat Kristen di Tengah Kebangkitan Islam (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. , hl. Borrong. Etika PolitikA, hl. Borrong. Etika KristenA, hal. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X berpolitik secara Kristiani. Artinya dogma, strategi dan tujuan berpolitik merupakan satu kesatuan yang utuh. Beberapa prinsip moral dan etika dalam politik menurut Borrong adalah: pertama, firman mengajari umat untuk bertindak baik dan benar dalam kehidupan manusia agar bisa hidup damai sejahtera. Kedua, sejalan dengan poin pertama maka kegiatan berpolitik bertujuan untuk mencapai hidup dalam kebenaran dan kebaikan bersama, maka pemerintah mengedepankan kesejahteraan bersama. Ketiga, para pelaku politik atau politisi menerima kuasa dan wibawa dari Tuhan untuk menegakkan kebaikan dan kebanaran dalam masyarakat. Kelima, politisi sebagai manusia berdosa cenderung kepada tindakan destruktif atas kuasa yang dia miliki, sehingga memerlukan dogma dan etika sebagai panduan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya mencapai tujuan. Kelima, dengan demikian maka mengacu kepada poin satu sampai dengan empat di atas, kegiatan berpolitik yang baik dan benar adalah bagian dari Missio Dei untuk mewujudkan kekuasaan dan kedaulatan Allah di dunia ini. Jadi dalam tahun politik seperti uraian di atas, umat Kristen sebagai bagian integral bangsa Indonesia harus pro-aktif dalam proses politik karena menentukan jalannya pemerintahan dan bangsa Indonesia ke depan serta menjaga prinsip egaliter dalam berbangsa dan bernegara. II. Landasan Teologis Perjuangan Masyarakat Egaliter Tema wisuda STT GMI tahun 2018 diangkat dari 1 Samuel 2:8, yang merupakan bagian integral dari Nyanyian Pujian Hana, seorang Ibu yang melahirkan Hakim Samuel, sosok pemimpin terkenal dalam sejarah Israel Kuno. Keseluruhan nyanyian pujian Hana berpangkal pada satu pokok yaitu peran Allah dalam kehidupannya sebagai seorang Ibu yang mengalami banyak kesulitan pada awalnya, khususnya perasaan yang terhina dan terdiskriminasi oleh lingkungan sosialnya. Namun akhirnya Hana merasakan karya Allah yang besar dalam hidupnya sekaligus mengangkat dirinya setara dengan manusia lain. Hana sadar bahwa semua itu bisa terjadi karena campur tangan Allah. Dalam syair lagu pujiannya pad ayat 8 jelas bahwa Allah berkarya maka orang hina, miskin dapat terhormat bersama para bangsawan. Artinya ide perjuangan kesetaraan dalam sebuah komunitas, harus diyakini sebagai karya Tuhan. Adapun manusia berkarya hanya sebagai alat Tuhan untuk mewujudkan kesetaraan, termasuk kalangan Hamba Tuhan harus mendasarkan konsepnya bahwa karya Tuhan memampukan manusia memperjuangkan kesetaraan. Borrong. Etika KristenA, hal. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X Kitab 1 Samuel secara umum menceritakan masa transisi yang penting bagi bangsa Israel, karena di akhir periode hakim-hakim terjadi masalah besar terutama gempuran bangsa Filistin yang telah menaklukkan sebagian besar suku-suku bangsa Israel di Tanah Kanaan. Kekalahan umat Israel bukan saja menunjukkan ketundukan mereka kepada bangsa kafir Filistin, tetapi Bukit Penyembahan di Silo telah dihancurkan dan tabut perjanjian sebagai symbol kehadiran Allah dalam perjalanan umat dari Mesir ke Kanaan juga sudah dirampas. Bangsa Israel mengalami tekanan yang berat dari bangsa sekitar, karena sebagai umat mereka dikalahkan bangsa kafir Filistin, namun mereka juga harus menerima olok-olok bahwa Tuhan mereka Yahweh ikut dikalahkan . untuh rumah doa di Silo dan tabut perjanjian di rampa. Samuel tampil sebagai imam, nabi dan pemimpin untuk menganghantar umat Israel mengalami masa yang sangat sulit. Dibalik pergumulan yang besar. Tuhan digambarkan sebagai pahlawan besar melalui Samuel yang secara khusus Tuhan hadirkan secara luar biasa. Allah hadir memimpin dan memelihara bangsa-Nya dalam kesulitan besar. Dalam Kitab 1 Samuel juga digambarkan suatu permulaan, apa yang dicita-citakan umat sesuai dengan kemampuan mereka termasuk kerinduan mendirikan kerajaan Israel. Allah selalu menyertai umat-Nya dalam segala keadaan. Allah bertindak pada raja dan umatnya. Samuel sebagai seorang sosok pemimpin digambarkan sebagai al-Maseh, artinya seorang pemimpin . pilihan dan diurapi oleh Allah12. Peran serta Allah digambarkan sangat besar untuk menolong umat-Nya dalam semua keadaan dan semua tindakan Allah lakukan sebagai bukti kasih, perjanjian dan kesetian-Nya kepada umat-Nya Israel. Kehadiran Allah yang diperankan oleh kepemimpinan Samuel benar-benar menjelaskan Samuel adalah seorang al-Maseh. Payne berpendapat bahwa Samuel lahir adalah jawaban atas doa Hana. Kehadiran Samuel membuat keluarganya sangat bergembira terutama Hana ibunya yang lama menderita. Bangsa dan negaranya juga ikut bergembira melalui peran Samuel Allah membuktikan janji-Nya secara utuh membebaskan umat-Nya. Samuel lahir, maka Filisitin sebagai musuh kalah. Kerjan Israel kemudian disepakati melalui diskusi alot sebagai bukti karya Allah. Maka dalam Kitab Samuel digambarkan bahwa orang setia, lemah, layu. Tuhan ubahkan untuk miliki masa depan yang cerah dan bahagia. Allah Yahweh adalah kudus, tidak dapat dibandingkan dengan ilah yang lain, maka patut dipercaya. 14 Samuel Rothlisberger. Tafsiran Alkitab 1 Samuel (Jakarta: BPK Gunung Mulia,1. , 10-12. Donald Gutrie dkk. Tafsiran Alkitab Masa Kini 1 (Jakarta: BPK GM & YKBK/OMF, 1. , 438-44. Kenneth Chafin. Mastering the Old Testament: 1, 2 Samuel (London: Word Publishing, 1. , 17. David F. Payne. Pemahaman Alkitab Setiap Hari 1 dan 2 Samuel (Jakarta: BPK, 2. , 2-23 bd. Antony Campbell, 1 Samuel: the forms of the Old Testament Literature. Vol. II (Grand Rapisds: William B. Eerdmans Publishing Co, 2. , 39-40 Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X merupakan anugerah khusus Allah atas doa Hanna dan menjadi nabi, imam dan hakim bagi bangsa Israel. Ia seroang pemimpin atas perkenaan dan penyertaan Tuhan, maka kehadiran melahirkan perpektif baru dalam memahami dan menyikapi penderitaan. Tuhan pasti ubahkan situasi derita melalui hamba-Nya yang setia dan taat pada-Nya. Samuel adalah Hamba Tuhan yang luar biasa pada zamannya. Masa transisi yang sulit di hadapi sebagai seorang pemimpin yang luar biasa. Komitmen keilahian dengan Tuhan dan kemanusiaan dengan sesamanya membuat dia mampu menjalankan tugas dan panggilannya menghantar bangsa pilihan Tuhan. Israel keluar dari kesulitan besar. Nilai keilahian dan kemanusiaan dalam panggilan Samuel membuat dia mampu memahami pergumulan riil bangsanya dan menemukan jalan keluar walau di masa yang sulit. Dialog yang alot antara Samuel sebagai pembawa suara Tuhan dengan tua-tua Israel mewakili umat Israel berjalan dengan smooth. Samuel pintar dan bijaksana membawa diri dalam situasi yang sulit demikian. Dia tidak memaksa kehendak sebagai wakil Tuhan, tetapi mengikuti alur dialog perihal kebutuhan bangsa Israel seorang Raja yang memimpin mereka. Sikap terbuka dan egaliter yang diperankan oleh Samuel sebagai wakil Tuhan merupakan penempatan diri yang benar sebagai seorang pemimpin dan menjadi teladan hingga saat ini. Samuel bisa menjadi suatu model keluarga besar civitas akademika STT GMI sebagai perjuangan suatu masyarakat egaliter dalam proses politik yang sedang berlangsung. Bagaimana hal itu bisa diwujudkan, civitas akademika STT GMI harus melayani dan bertindak secara aktif di dalam masyarakat Indonesia yang dimulai dari dirinya, keluarganya, gereja dan masyarakat luas. Sebab bagaimanapun kemampuan civitas akademika dan alumni memperjuangkan cita-cita serta buah pelayanan yaitu masyarakat yang egaliter menjadi equivalen hidup untuk menjadi berkat atau berbuah. Mungkinkah tugas mulia memperjuangkan masyarakat egaliter . hanya dilakukan oleh gereja dan para pelanayannya ? dengan mengambil NKRI sebagai konteks pelayanan, maka gereja tidak bisa sendirian menyukseskannya. Sedari awal bangsa Indonesia telah menjadi masyarakat majemuk sejak berdirinya di tahun 1945. Dari segi kuantitas, jumlah warga Kristen di Indonesia kurang dari sepuluh prosen dari seluruh penduduk. Ralph W. Klein. Word Biblical Commentary 1 Samuel (London: Word Publishing, 1. , 19-20. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X Indonesia adalah Negara majemuk dalam agama, budaya, bahasa dan lingkungan sosial. Mustahil hanya sekelompok warga Indonesia yang memperjuangkannya. Apalagi mempertimbangkan kompleksnya masalah bangsa ini mewujudkan masyarakat egaliter. Kebersamaan warga Negara Indonesia memperjuangkan kesetaraan menjadi kewajiban bersama, karena dampaknya juga akan di alami bersama. Dalam konteks ini peran serta agama-agama menjadi penting. Perlu kiranya ditegaskan bahwa memilih salah satu agama resmi di Indonesia menjadi kewajiban setiap warga Negara, artinya semua agama bisa berperan dalam banyak lini memperjuangkan masyarakat egaliter yang di cita-citakan. Agama Kristen sebagai salah satu agama resmi di Indonesia tentunya memiliki konsep yang jelas tentang masyarakat egaliter, maka peran sertanya sangat diharapkan. II. Gereja sebagai tubuh Kristus dan persekutuan yang egaliter Mewujudkan tema dan sub-tema di atas melalui upaya civitas akademika dan alumni STT GMI di dunia ini, salah satu media utama adalah jemaat. Lebih Sembilan puluh prosen alumni STT GMI bekerja di jemaat dan lembaganya. Pemahaman tentang beberapa poin utama tentang gereja menjadi penting dalam memahami hakikat dan misi gereja, termasuk dalam konteks tahun politik 2018-2019. Karya penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus berwujud pada persekutuan umat Allah yang dalam ungkapan Perjanjian Lama (PL) adalah Qahal Yahweh atau Perjanjian Baru (PB) adalah ekklesia tou Theou. Dalam kedua penyebutan itu sangat ditekankankan peran Allah dalam pemanggilan, pemilihan, pengudusan dan pengutusan Allah. Dalam konsep itulah gereja berada dan diutus ke dalam dunia untuk bersekutu, bersaksi dan melayani dunia. Sebagai bukti kehadiran Allah di dunia ini, gereja harus terus-menerus bergumul sesuai dengan perubahan yang terjadi dalam situasi dan kondisi riil serta berbagai dinamikanya dalam kehidupan sosial, politik dan ekonomi yang bisa berdampak negatif dan positif buat warga. Salah satu gambaran gereja dalam Kitab Suci Alkitab adalah gereja sebagai Tubuh Kristus. Secara umum bisa dijelaskan bahwa analogi gereja sebagai tubuh Kristus menjelaskan pentingnya persekutuan yang kuat walau ada keragaman dan peran serta fungsi setiap organ tubuh dalam menjalankan fungsi dalam spirit kesatuan. Persekutuan secara internal yang kuat akan memempermudah mengelola seluruh potensi untuk maju bersama, sekaligus mampu Tim Peneliti IAKAPSU Medan. Persepsi Terhadap Tugas Panggilan Gereja dan Pengaruhnya bagi Pertumbuhan Iman Warga Jemaat di Sumatera Utara (Jakarta: Dirjen Bimas Protestan, 1. , 2-3. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X menahan serangan luar ke dalam tubuh itu. Sedangkan tugas dan fungsi yang dilakukan secara eksternal dengan basis internal supaya ada pertumbunan dan perkembangan. Teologi dan doktrin Methodist dalam artikel 33 tentang gereja dirumuskan sebagai berikut. pertama, gereja memiliki tiga elemen utama yaitu iman dari orang-orang percaya dalam persekutuan . kedua, pemberitaan firman Tuhan . dan ketiga, menjalankan sakramen . Di dalam menjalankan ketiga elemen tersebut Methodist menekankan pentingnya peranan Disiplin (Disclipin. sebagai Pedoman Umum . eneral rule. dalam Sifat dari gereja digambarkan sebagai gereja yang satu, kudus, universal dan 17 Gereja sebagai satu persekutuan tetap menekankan pentingnya faham bahwa Gereja adalah suatu tubuh yang terdiri dari orang-orang bersatu . alam ro. bersama-sama di dalam pelayanan kepada Tuhan, maka penekanan persekutuan sebagai satu Roh harus senantiasa lebih kuat dari pada ikatan satu struktur. Methodist senantiasa terbuka seperti pada masa John Wesley kepada denominasi lain. Wesley dapat menggerakkan semangat pembaharuan dengan melibatkan Gereja Katolik dan gereja lainnya sebagai ikatan satu roh dalam pelayanan. Gereja universal itu Wesley gambarkan sebagai berikut: Gereja itu sebagai satu tubuh. Dengan pengertian bukan dibatasi oleh suatu keluarga, orang Kristen dari satu jemaat, satu kota, satu propinsi atau satu Negara, tetapi semua orang di atas permukaan bumi ini yang menjawab karakter yang telah disebutkan. 19 Dalam sejarah gereja dalam mereformasi kehidupan gereja di Inggris. Wesley berisfat terbuka kepada tradisi gereja Katolik Roma. Lutheran. Reformasi. Puritan dan Gereja Anglikan. Namun tetap memiliki kekhasan sebagai cita rasa teologi dan doktrin Methodist. Bagaimana elemen-elemen . man, pemberitaan firman dan pelayanan sakrame. dan sifat gereja . atu tubuh, untuk semua orang, menekankan kekudusan dalam dunia dan kesaksian rasul. itu dijalankan Methodist memahami bahwa gereja memiliki karunia, tugas dan fungsi yang beragam yang dijalankan oleh para Hamba Tuhan yang sudah ditabiskan . seperti diken, pendeta dan bishop. Pelaksanaan karunia, tugas dan fungsi dijalankan dalam pelayanan gereja melalui eklesiologi episcopal, baik dalam menjalankan secara internal dan eksternal . 21 Episcopacy . atu wilayah pelayana. yang dipimpin oleh Bishop, di dukung oleh Distrik Superintendent disetiap Distrik, dan para pendeta serta guru injil di jemaat Ted A. Campbell. Methodist Doctrine: The Essentials (Nashville: Abingdon Press, 1. , 72 Steve Harper. Pesan John Wesley Masa Kini (Jakarta: STTW, 2. , 105-107. Harper. Pesan JohnA, 107. Harper. Pesan JohnA, 110-111. Campbell. Methodist DoctrineA. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X atau pos pelayanan. 22 Gereja sebagai bagian bangsa Indonesia. Gereja-gereja di Indonesia yang menjadi locus pelayanan para alumni berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. II. Gereja transformatif yang mentransformasi Dalam upaya gereja melalui seluruh elemennya untuk melayani dan memperjuangkan masyarakat egaliter di tahun politik 2018-2019, transformasi menjadi konsep penting sebagai Sebab gereja sebagai organisasi selalu digoda untuk mengokohkan strukturnya dalam menghadapi tantangan, perubahan, kecenderungan dan dampak yang terjadi. Mungkin awalnya benar, bahwa struktur dengan seluruh elemennya bertugas untuk menjaga gereja, namun lama kelamaan tanpa spirit transformasi, gereja bisa menjadi gereja yang status quo, simbolis, rutinitas, dan sebuah gereja beku. Transformasi menjadi kata kunci menghadapi situasi dan kondisi demikian untuk menjadi sebuah gereja pejuang dalam konteksnya. Transformasi adalah perubahan diri menyangkut diri sendiri dan komunitas yang meluap-luap dalam perjumpaannya dengan Tuhan. Manusia menjadi manusia baru dalam pertemuan, pertobatan dan transformasi dengan Tuhan yang maha kuasa. Manusia mengalami perubahan secara total menjadi manusia Tuhan sehingga penuh dengan antusias melihat segala sesuatu dengan jernih, termasuk masa lampaunya yang tidak berguna untuk membangun. 24 Berakar pada konsep demikian, maka transformasi total memungkinkan mencapai gereja Tuhan yang esa, artinya Tuhan menjadi penyebab utama gereja itu. Tuhan yang menjadi pemilik gereja yang mempersatukan melalui karya penyelamataannya di salib. Manusia hanya sebagai pelaksana misi penyelamatan itu di dunia ini. Keesaan yang menjadi salah satu karakter gereja di sini bisa difahami sebagai keseaan gereja yang berlawanan dengan perpecahan, ketersendirian . dan keseragaman, maka dalam gereja terkandung keutuhan, sinergi dan kemajemukan. Disiplin GMI 2013A. Hal ini tidak berarti bahwa kesempatan melayani di luar Indonesia menjadi tertutup bagi alumni STT GMI, prinsipnya terbuka lebar. Hingga saat ini semua alumni STT GMI melayani penuh waktu di dalam negeri di berbagai sinode di berbagai level struktural (GMI. GBKP. GKPI. GKPA. HKBP. BNKP. GPP. GKPM, lembaga gereja . osen dan chaplain di sekola. dan non-gerejawi (Dosen di STAKPN. Kementrian Agama. Guru PNS, asuransi jiwa, anggota DPR). Natan Setia Budi. AuTransformasi dan Kesatuan Tubuh KristusAy dalam Niko Njotorahardjo dkk. Transformasi Indonesia: Pemikiran dan Proses Perubahan Yang Dikaitkan Dengan Kesatuan Tubuh Kristus (Jakarta: Metanoia Publishing, 2. , 5 Budi. Transformasi dan KesatuanA, dalam Njotorahardjo dkk. Transformasi IndonesiaA, 8-10. Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X Hadirnya gereja di Indonesia saat ini, memakai konsep Bambang Wijaya, bahwa bangsa ini sedang mengalami perubahan-perubahan yang melelahkan anak bangsa. Dengan mendasarkan teks Matius 9:35-39, sikap Yesus jelas melihat mereka yang lelah dan terlantar seperti domba yang tak bergembala, maka Yesus mengabarkan Injil, berbelas kasihan dan mengirim pekerjapekerja. Kondisi anak bangsa yang lelah dan terlantar terjadi karena kesukaran yang datang bertubi-tubi, masyarakat panic karena krisis multidimensi. Maka perlu pelayan yang berpedoman pada pola pelayanan Yesus seperti berbelas kasihan, optimis dan bertindak segera26 dan masih menunggu penyelesaian secara mendasar dan komprehensif, termasuk masalah politik. Transformasi tercipta sebagai hasil tindakan Allah yang historis dalam sejarah manusia bersifat holistic . tuh dan menyeluru. Gereja sebagai wujud dan tanda kehadiran Allah di bumi harus terpanggil secara serius untuk melakukan misi yang holistik, pelayanan bersifat spiritual dan non-spiritual, antara pemberitaan Injil dan pelayana sosial. Dengan demikian maka dalam proses pembangunan gereja harus terlibat sesuai dengan dasar dan praksis panggilannya termasuk dalam lapangan sosial dan politik. Bagaimana transformasi bisa muncul dalam masyarakat suatu bangsa ? Prinsipnya adalah jika ada gereja yang sudah mengalami transformasi dan berfungsi sebagai agen transformasi itu Dalam sejarah dunia Eropah pernah mengalami transformasi itu karena Injil yang Bahkan Eropah yang diberkati pernah menjadi saluran berkat buat bangsabangsa lain di Amerika. Australia. Asia dan belahan bumi lainnya. II. Civitas Akademica sebagai ujung tombak untuk melayani dan membangun masyarakat egaliter Walaupun agama-agama secara berangsur-angsur memasuki wilayah nusantara atau Indonesia, namun pada dasarnya semua agama yang pernah tumbuh dan berkembang di Indonesia telah memberi warna positif buat bangsa Indonesia. Dalam periode pra-kemerdekaan Indonesia telah ada perjuangan dan konsensus utama pentingnya persatuan bangsa Indonesia yang Bambang Widjaya. AuIndonesia Siap Mengalami TransformasiAy dalam Njotorahardjo dkk. Transformasi IndonesiaA, 13-17. Ery Prasadja. Transformasi: Visi Allah bagi Gereja. Masyarakat dan Dunia: Refleksi Historis dan TeologisAy dalam Njotorahardjo dkk. Transformasi IndonesiaA, 62-64. Daniel Alexander. Gereja yang membumi: Memurnikan dan Menanggapi Panggilan Gereja (Yogyakarta: Andi, 2. , 82-83 Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X Sumpah pemuda tahun 1928 telah menunjukkan hal itu. Beberapa perwakilan pemuda dan daerah telah sepakat bahwa: Bangsa satu yaitu bahasa Indonesia. bahasa satu yaitu bahasa Indonesia dan tanah air satu yaitu tanah air Indonesia. Melayani dan bertindak memperjuangkan masyarakat yang egaliter pada tahun politik, merupakan tanggung jawab dasar setiap pemimpin agama. Memaknai Budha sebagai agama pencerahan. Kristen sebagai Pembawa damai dan Islam hadir di bumi pembawa rahmat, merupakan contoh konkrit hadirnya agama di tengah perubahan sosial. Egaliterianisme disuarakan oleh Sidartha Gautama ditengah kebekuan Hinduisme akibat Brahmasentrisme Hindu dan gap yang tajam antar kasta di India. Kalau awalnya pembagian kasta bertujuan secara fungsional, berubah menjadi relasi status dan struktural. Brahmasentris telah mengubah kaum Brahma jadi pelayanan spiritual menjadi pengganti posisi yang ilahi dalam menentukan kebenaran dan praktek keagamaan. Perbaikan kehidupan moral, spiritual dan sosial yang diperjuangkan Yesus ditengah Yudaisme yang legalis, kaku dan simbolis minus makna beragama, telah memberi warna baru kehidupan sosial di bawah spirit kehadiran Tuhan. Kehadiran Muhammad pada masa jahiliyah di abad pertama Hijriyah ditransformasikan oleh dakwah Muhammad dengan dasar wahyu dari Allah melalui malaikat jibril. Di bawah pengaruh doktrin tentang tauhid (Allah yang es. Islam mengajarkan bahwa manusia memiliki kesamaan derajat di hadapan Allah, baik antara lakilaki dengan perempuan atau antara kelas-kelas sosial yang telah terjadi di masyarakat. Faktanya bahwa ketika agama berubah fungsi menjadi organisasi yang hanya simbolis, rutinitas dan lahiriah, bahkan menjadi sub-ordinasi politik, maka agama menjadi pemberi legalisasi kuat atas kesenjangan sosial dan sulit diubahkan. Oleh sebab itu agama melalui gerakan pencerahan berpeluang besar melakukan perubahan. Dalam mensukseskan perjuangan masyarakat egaliter di tahun politik, maka peran civitas akademika STT GMI harus mulai dengan perubahan diri sendiri, organisasi sendiri sehingga muda mengajak pemimpin dan umat yang berbeda dalam satu bangsa. Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa seluruh umat harus bahu-membahu perjuangan demikian, agar proses politik tidak terjebak dengan pertentantangn dan konflik dalam proses politik. Samuel bisa menjadi model bagi seluruh sivitas akademika dalam perjuangan seperti sudah disebutkan di atas. Gereja sebagai organisasi dengan prinsip transformasi akan terus mengubah konsep teologis. Etis dan praktis baik pada tataran konseptual atau praktis untuk melayani umat Jurnal Teologi Anugerah Vol. VII No. 2 Desember 2018 ISSN 2085-532X manusia dalam perubahannya, agar kehadiran gereja relevan untuk pergumulan umat, termasuk pentingnya prinsip egaliter yang berbuahkan bangsa mejemuk yang berkeadilan. Pokok Pikiran Gereja dan seluruh potensinya sebagai utusan Allah harus ikut dalam proses politik ditahun politik dengan dasar etik yang jelas, agar kehadiran gereja memperjuangkan berbagai perbaikan isu sosial terutama pentingnya prinsip egaliter ditegakkan. Umar Kristen sebagai bagian dari bangsa Indonesia harus berusaha bergandengan tangan dengan seluruh komponen bangsa mensukseskan seluruh perjuangan politis, agar terciptanya masyarakat egaliter. Samuel telah dipakai Tuhan secara luar biasa dalam proses politik di masa transisi, maka Samuel sebagai pelayana Tuhan bisa menjadi model sivitas akademika. DAFTAR PUSTAKA