REFLEKSI KEKUASAAN DALAM TUTURAN ILOKUSI PERDANA MENTERI ABE SHINZOU TENTANG PANDEMI COVID-19 Aziz. Diana Kartika. , . Program Studi Sastra Jepang. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Bung Hatta. Padang Email: muhammad. azizlbs@gmail. com, . Email: dianakartika@bunghatta. ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dominan dan refleksi kekuasaan dari klasifikasi tindak tutur ilokusi yang diutarakan Abe Shinzou dalam 8 transkrip pidato konferensi pers tentang Untuk itu, dianalisis secara analisis wacana dengan klasifikasi teori tindak tutur oleh Searle untuk menemukan refleksi kekuasaan berdasarkan teori Foucault. Penelitian menggunakan Mixed Data dikumpulkan secara library research dari laman pemerintahan Jepang dan dianalisis menggunakan strategi Sequential-Transformative menurut Creswell. Penelitian ini menghasilkan temuan . berupa verba performatif di Asertif . yaitu tuturan 5 data Mendeskripsikan . %), 84 data Menginformasikan . %), 15 data Mengklaim . %), dan 23 data Meramalkan . %). Direktif . yaitu tuturan 53 data Meminta . %), 2 data Mengajak . %), 13 data Menyarankan . %). Komisif . yaitu tuturan 111 data Menjanjikan . %) dan 12 data Meniatkan . %). Ekspresif . yaitu tuturan 3 data Berbelasungkawa . %), 1 data Bersimpati . %), 28 data Berterima kasih . %), 2 data Ketakutan . %), 3 data Khawatir . %), 6 data Meminta maaf . %), 8 data Penghormatan . %), dan 1 data Ucapan selamat . %). Deklaratif . yaitu tuturan 19 data Menetapkan . %) dan 6 data Mencabut . %). Selain itu, kekuasaan yang dimunculkan Abe Shinzou sering menggunakan bahasa hormat . dengan melibatkan suatu rezim kebenaran dan pengetahuan tentang perubahan aktivitas akibat covid-19 serta terdapat anti-kekuasaan. Kata Kunci : Refleksi Kekuasaan. Tindak tutur ilokusi. Abe Shinzou. Covid-19 . erlokusi = hasil/maksud terpenuh. sesuai yang diinginkan penutur . Ae. Untuk itu, berdasarkan teori Searle . tindak tutur ilokusi terdiri dari asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Sementara itu, wacana dapat dikaji dalam rangkaian tindak tutur seseorang yang menggunakan bahasa demi membangun peristiwa dalam suatu situasi yang dapat mengenali koherensi, referensi, implikatur, dan inferensi suatu wacana secara lebih mendalam . , . Hal ini sebagai bentuk bahwa tindak tutur dalam wacana tidak hanya sebuah bahasa melainkan penghubungan dengan konteks yang dapat memperlihatkan bentuk kekuasaan. Berbagai penelitian tentang kekuasaan telah dilakukan oleh berbagai bidang seperti kekuasaan yang dimunculkan pada saat persidangan . , keterlibatan pengetahuan, kekuasaan, dan agama pada . , dimunculkan pada bidang iklan kecantikan . Dengan demikian, sangat menarik untuk mengetahui bagaimana bentuk dominan dan refleksi kekuasaan yang dimunculkan oleh Abe Shinzou dalam mengatasi covid-19? PENDAHULUAN Bahasa bukan hanya penyampaian pesan . ransaksi linguisti. tapi juga penyampaian suatu kuasa . , . Sehingga, penutur . dapat membuat mitra tutur . mempercayai diutarakannya . uturan bahas. Serta, kekuasaan juga memiliki keterkaitan dengan ilmu pengetahuan yang komplek dari unsur produktif dan tindakan, tetapi bukan suatu kepemilikan properti dan bersifat negatif . , . Abe Shinzou merupakan seorang politikus dari Partai Demokrat Liberal (LDP) yang menjabat terlama sebagai Perdana Menteri dalam sejarah pemerintahan Jepang . Hal tersebut menandakan bahwa Abe Shinzou memiliki jiwa kepemimpinan . yang dikagumi dan dipercaya oleh masyarakat Jepang, serta seorang visioner yang memiliki kebijakan-kebijakan pemerintahan tepat guna seperti pada saat terjadinya pandemi Covid-19 yang melanda Jepang. Menurut ilmu pragmatik, tindak tutur terdiri dari suatu penyampaian dalam komunikasi secara literal . okusi = tataran semanti. yang terdapat maksud tertentu . lokusi = tataran pragmati. guna mempengaruhi suatu objek/ memiliki pengaruh METODE Penelitian ini menggunakan metode campuran (Mixed Metho. dengan strategi analisis data berupa Sequential-Transformative Design . Ae. Data dikumpulkan dengan cara teknik pustaka . ibrary researc. yang bersumber dari laman . kantor Kesekretariatan Perdana Menteri Jepang yaitu tentang konferensi pers covid-19 dari bulan Februari sampai Mei tahun 2020 . Pada analisis kuantitatif dapat dilakukan secara statistik deskriptif . rekuensi dan persentas. dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel yang dipaparkan secara tabel dan/atau grafik tabulasi data . , . Sementara itu, analisis kualitatif dilakukan secara analisis wacana secara deskriptif. DEKLARATIF EKSPRESIF KOMISIF DIREKTIF ASERTIF Frekuensi Grafik1. Frekuensi data Tindak Tutur Ilokusi Berdasarkan grafik 1 tersebut dapat terlihat bahwa 8 transkrip pidato Abe Shinzou lebih didominasi dengan tuturan berupa Asertif dan memiliki tuturan paling jarang berupa Deklaratif. Sehingga, tuturan yang disampaikan Abe Shinzou tentang covid-19 lebih mendekati kepada tuturan berupa informasi/pernyataan . erbentuk pidato informati. sebagai refleksi kekuasaan yang Berikut rekapitulasi tindak tutur ilokusi yang terdapat pada delapan transkrip pidato Covid-19 Abe Shinzou (Tabel . HASIL DAN PEMBAHASAN Temuan Data Penulis menemukan total frekuensi dari klasifikasi sebanyak 395 data pada 8 transkrip pidato Abe Shinzou tentang covid-19. Tabel 1. Rekapitulasi Tindak Tutur Ilokusi di 8 transkrip pidato Abe Shinzou ASERTIF Frek. Pers. DIREKTIF Frek. Pers. KOMISIF Frek. Pers. EKSPRESIF Frek. Pers. TOTAL NO. TRANS KRIP Ke- DEKLARATIF Frek. Pers. *Frek : Frekuensi, *Pers : Persentase Tuturan Asertif dalam Pidato Abe Shinzou Tuturan Asertif memberikan suatu maksud ungkapan dengan cara melihat dari proposisi kebenaran ungkapan tersebut . ommits speaker to something being describe. Abe Shinzou berusaha untuk mempercayai situasi yang terjadi (Penutur [P] mempercayai Situasi [S]). Tuturan Direktif dalam Pidato Abe Shinzou Tuturan Direktif berupa ungkapan untuk memberikan pengaruh terhadap pendengar agar dapat melakukan sesuatu (Hearer does action in the futur. Abe shinzou berusaha untuk membuat alam sesuai dengan tuturannya (Penutur [P] menginginkan Situasi [S]). Tabel 2. Bentuk tuturan Asertif Tabel 3. Bentuk tuturan Direktif No. Bentuk tuturan Asertif Frekuensi Persentase No. Bentuk tuturan Direktif Mendeskripsikan Menginformasikan Mengklaim Meramalkan Total Frekuensi Persentase Meminta Mengajak Menyarankan Total Tuturan Komisif dalam Pidato Abe Shinzou Tuturan Komisif dapat menyatakan suatu ungkapan yang akan dilakukan atau direalisasikan oleh penutur (Commits Speaker to some future course of action or Speaker does action in the futur. Abe Shinzou berusaha untuk membuat alam . sesuai dengan tuturannya (Penutur [P] memaksudkan Situasi [S]). Pembahasan Data nUCEEOCCECAUniUIeAEAUCOaCCO AAoACuAAEeAEAUCOAoAsAAeuCECC ECaCCEeAIAUAuaEAAoACOcAUuA ayAeaUCacaECCauAA EeAIAUsAiCUCUOaoAC Shingata koronauirusu ga sekai zentai ni hirogaritsutsu arimasu. Chgoku de no kansen no hirogari ni tsudzuki. Kankoku ya Itaria nado demo kansen-sha ga kyzs shite imasu. Wagakunide wa, soko made no kakudai keiks ni wanai mono no, renjitsu, kansen-sha ga kakunin sa reru jskysdesu. Coronavirus Disease (Covid-. tersebar di seluruh dunia secara meluas. Penyebaran infeksi secara menyeluruh berada di China, jumlah orang yang terinfeksi juga meningkat pesat di Korea Selatan dan Italia. Di Jepang, meskipun tidak berkembang sejauh itu, orang yang terinfeksi dikonfirmasi setiap hari. (AsT1P1K. Tabel 4. Bentuk tuturan Komisif No. Bentuk tuturan Komisif Frekuensi Persentase Menjanjikan Menawarkan Total Tuturan Ekspresif dalam Pidato Abe Shinzou Tuturan Ekspresif dapat menampilkan sikap dan perasaan penutur terhadap suatu kejadian atau perbuatan (Commits Speaker to the expression of a psychological stat. Abe Shinzou berusaha membuat tuturannya sesuai dengan alam . dengan mengungkapkan perasaan maupun sikapnya terhadap hal tersebut (Penutur [P] merasakan Situasi [S]) Data tersebut disampaikan oleh Perdana Menteri Abe Shinzou pada saat pidato perdana tentang penyebaran Covid-19 di Jepang tanggal 29 Februari 2020. Pada data termasuk ke dalam jenis tindak tutur Asertif dan memiliki bentuk tindak tutur berupa AoMenginformasikanAo. Tuturan ini ditandai dengan E AUCOaCCOAAo Aohirogaritsutsu arimasuAo dalam wacana diartikan Aomenyebar secara meluasAo. AuA AAEAAo Aokyzs shite imasuAo dalam wacana diartikan Aomeningkat pesatAo, sAiCUCUOao Aokakunin sa reru jskysdesuAo dalam wacana diartikan Aosituasi yang dikonfirmasiAo. Pada tanda ini terlihat bahwa Abe Shinzou menggunakan berbagai bentuk verba performatif yang mengarah kepada verba informasi. Penyebaran covid-19 terus berkembang dan memiliki dampak buruk di berbagai negara seperti China. Korea Selatan, bahkan Italia. Pada dasar ini dapat diasumsikan bahwa terdapat suatu antikekuasaan yang berada dalam kekuasaan yang Kekuasaan ini bergerak dalam pengaruh ketimpangan dan relasi berupa rezim kebenaran di Hal ini didasarkan pada perkembangan covid-19 yang terus bertambah dikarenakan adanya masyarakat yang tidak menjalankan arahan selama ini Pada . emerintahan negar. akan menyatakan suatu kejadian yang telah terjadi di negara atau negara lain yang memiliki pengaruh terhadap negara tersebut sebagai informasi oleh masyarakatnya. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi penanganan setiap permasalahan . andemi Covid-. supaya diharapkan tidak berkelanjutan dan dapat dipahami dan dihindari oleh masyarakatnya. Sehingga, penambahan kasus penderita Covid-19 di Jepang tidak berkembang pesat. Tabel 5. Bentuk tuturan Ekspresif No. Bentuk tuturan Ekspresif Berbelasungkawa Bersimpati Berterima kasih Ketakutan Khawatir Meminta maaf Penghormatan Ucapan selamat Total Frekuensi Persentase Tuturan Deklaratif dalam Pidato Abe Shinzou Tuturan Deklaratif dapat diungkapkan sebagai pernyataan untuk menetapkan tindakan untuk perubahan keadaan sebelumnya (Commits the Speaker to try to create guarantees correspondenc. Abe Shinzou menuturkan agar dapat merubah alam (Penutur [P] menyebabkan Situasi [S]). Tabel 6. Bentuk tuturan Deklaratif No. Bentuk tuturan Deklaratif Frekuensi Persentase Menetapkan Mencabut Total KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Abe Shinzou telah menampilkan kekuasaan yang dimilikinya dengan menggunakan berbagai bentuk verba performatif pada tuturan Ilokusi . dalam delapan pidato konferensi pers tentang covid19 di Jepang. Hal ini menggunakan arah tuturan verba performatif yang dominan berupa Menginformasikan . %). Menjanjikan . %). Meminta . %). Berterima kasih . %), dan Menetapkan . ?%). Serta, penyampaian tuturan ini sering menggunakan bahasa sopan/hormat (Keig. sebagai pernyataan rasa hormat melalui tuturan berbahasa kepada berbagai kalangan seperti masyarakat, pemerintahan, bahkan negara hubungan diplomasi Jepang lainnya yang telah berjuang bersama dalam menanggulangi covid-19. Selain itu, gambaran kekuasaan yang dimiliki oleh Abe Shinzou mengarah kepada hal yang dapat mempengaruhi pengambilan dan menjalankan keputusan yang ada dengan menekankan pada informasi yang disampaikannya sesuai situasi dan kondisi Jepang. Pada wacana ini . transkrip pidat. juga terdapat anti-kekuasaan yang menyebabkan terjadinya naik-turun kasus covid-19 di Jepang. Sehingga. Abe Shinzou sebagai pemimpin pemerintahan yang memiliki kekuatan berusaha memberikan pemahaman dengan informasi-informasi yang ada . uturan Asertif lebih domina. Serta memberikan kebijakan tindakan yang didasarkan pada pengaruh pergerakan relasi yang datang dari bawah . , memiliki hubungan metapower antar negara lain, dan mengarah pada rezim kebenaran serta pengetahuan tentang covid-19 seperti dampak bagi masyarakat dan pembuatan obat-obatan. Saran Penulis memberikan saran terhadap penelitian selanjutnya untuk dapat menelaah seperti ideologi atau gaya bahasa yang digunakan Abe Shinzou dalam masa pemerintahannya. DAFTAR PUSTAKA