Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri Remaja Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam The Relationship Between Knowledge and Attitudes Toward Reproductive Health Behaviors Among Adolescent Students at Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 and Its Review from an Islamic Perspective Aldo Syarahil Ghaffar1. Maya Trisiswati2. Afrizal Tw3. Yudi Amiarno4 1Fakultas Kedokteran. Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 2Bagian Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran. Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 3Bagian Agama Fakultas Kedokteran. Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia Email : aldoghaffar9@gmail. KATA KUNCI Pengetahuan. Sikap. Perilaku. Kesehatan Reproduksi. Santri. Pondok Pesantren. Islam. ABSTRAK Latar Belakang: Kesehatan reproduksi merupakan aspek penting dalam remaja, terutama di lingkungan pondok pesantren yang memiliki pendekatan unik dalam mendidik remaja. Banyak faktor yang memengaruhi perilaku kesehatan reproduksi, termasuk pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kesehatan reproduksi pada santri remaja di Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 82 santri yang dipilih menggunakan teknik purposive Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait kesehatan reproduksi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi . ,8%), dan sikap yang positif . ,1%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku kesehatan reproduksi . = 0,. , serta sikap dan perilaku kesehatan reproduksi . = 0,. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap positif berpengaruh signifikan terhadap perilaku kesehatan reproduksi santri remaja. Oleh karena itu, diperlukan edukasi lebih lanjut di pondok pesantren untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap positif terkait kesehatan reproduksi yang sesuai dengan ajaran Islam. KEYWORDS Knowledge. Attitudes. Behaviors. Reproductive Health. Students. Islamic Boarding School. Islam. Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 ABSTRACT Background: Reproductive health is an essential aspect of adolescent life, especially in the environment of Islamic boarding schools . , which have a unique approach to educating adolescents. Many factors influence reproductive health behavior, including knowledge and attitudes. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes toward reproductive health behaviors among adolescent students at Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2. Method: This study used a quantitative method with a cross-sectional The sample consisted of 82 students selected using purposive sampling techniques. Data were collected through questionnaires that measured knowledge, attitudes, and behaviors related to reproductive Data analysis was performed using the Chi-Square test. Results: Most respondents had good knowledge of reproductive health . and positive attitudes . 1%). Bivariate analysis revealed a significant relationship between knowledge and reproductive health behaviors . = . , as well as attitudes and reproductive health behaviors . = Conclusion: This study shows that positive knowledge and attitudes significantly influence reproductive health behaviors among adolescent students. Therefore, further education in pesantren is needed to enhance knowledge and positive attitudes related to reproductive health in accordance with Islamic teachings. PENDAHULUAN Kesehatan merupakan salah satu aspek penting memengaruhi kesehatan fisik, mental, dan spiritual mereka. Remaja, menurut WHO, berada dalam rentang usia 10Ae19 tahun, sedangkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014 mendefinisikannya sebagai usia 10Ae18 Dalam konteks Indonesia, remaja memiliki tantangan unik, terutama terkait kesehatan reproduksi, yang dikenal sebagai Triad KRR (Seksualitas. HIV/AIDS, dan NAPZA). Isu ini menjadi perhatian khusus karena kurangnya edukasi dan pemahaman remaja dapat mengarah pada masalah serius, seperti kehamilan tak diinginkan, infeksi menular seksual, hingga aborsi. Sekolah pendidikan lain, seperti pondok pesantren, memiliki peran strategis Pondok pesantren, dengan sistem pendidikan berbasis asrama dan nilai-nilai Islam yang kuat, menjadi lingkungan potensial untuk membentuk perilaku sehat di kalangan santri. Namun, lingkungan pondok pesantren masih menghadapi tantangan, seperti higiene perorangan yang buruk dan sanitasi lingkungan yang tidak memadai, yang kesehatan reproduksi santri. Misalnya, pesantren di Jawa Timur mencatat bahwa 64,20% santri mengalami penyakit kulit, sementara 73,70% memiliki kebiasaan berbagi pakaian atau handuk, yang mengindikasikan kesehatan reproduksi. Selain itu, perilaku seksual pranikah di kalangan remaja juga Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 menjadi isu yang mengkhawatirkan. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) menunjukkan bahwa perilaku pacaran di usia remaja sering kali berisiko mengarah pada perilaku seksual yang tidak aman. Data ini menunjukkan kesehatan reproduksi di kalangan remaja, termasuk di lingkungan Dalam Islam, kesehatan reproduksi memiliki nilai moral dan spiritual yang penting. Islam memandang tubuh sebagai amanah dari Allah SWT yang harus dijaga dengan baik. Oleh karena itu, di pondok pesantren, pendidikan tentang kebersihan pribadi, menjaga kesucian, dan bahaya perilaku yang melanggar syariat sangat ditekankan. Pendidikan kesehatan reproduksi yang berbasis nilai-nilai Islam ini diharapkan tidak kesehatan fisik tetapi juga memperkuat spiritualitas santri. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kesehatan reproduksi di kalangan santri remaja Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi edukasi kesehatan reproduksi yang efektif dan relevan dengan nilai-nilai agama serta kebutuhan remaja. METODOLOGI Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku Kesehatan Reproduksi di kalangan santri di Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2. Penelitian ini dengan rancangan cross-sectional, di mana data primer diperoleh langsung melalui kuesioner yang diisi oleh Populasi penelitian terdiri dari 445 santri laki-laki yang berada di Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2, dengan sampel sebanyak 82 santri yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi mencakup santri laki-laki di Pondok Pesantren Daar ElQolam 2 yang bersedia menjadi responden, mengisi kuesioner dalam batas waktu yang ditentukan, mengisi kuesioner dari kelas X-XII dan hadir pada saat penelitian. Sementara itu, kriteria eksklusi meliputi santri yang tidak bersedia menjadi responden, tidak bersedia mengisi kuesioner dalam batas waktu yang ditentukan, serta santri yang berhalangan hadir saat Penelitian rumus Slovin untuk menetapkan besar ycu= ycA 1 ycA y yce2 Keterangan: n = Jumlah sampel N = Ukuran populasi = 458 e = Margin of error = 0,1 . ycu = 1 458 y 0,12 = 81,6 OO 82 Berdasarkan hasil perhitungan di atas, maka jumlah sampel yang penelitian digenapkan menjadi 82 Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 diperoleh melalui kuesioner, yang pengetahuan, sikap, dan perilaku santri Kesehatan Reproduksi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang terdiri dari beberapa instrumen: kuesioner pengetahuan, sikap, dan Kesehatan reproduksi, masing-masing dengan skala pengukuran yang sesuai. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan terhadap kuesioner untuk memastikan akurasi alat ukur yang Uji validitas menggunakan korelasi product moment, sementara uji reliabilitas dilakukan dengan metode Cronbach Alpha. Analisis data dilakukan distribusi frekuensi dari masingmasing menggunakan uji Chi-Square untuk menilai hubungan pengetahuan antara sikap terhadap perilaku Kesehatan HASIL Peneliti mengumpulkan data dari 82 santri kelas XI dan XII di Pondok Pesantren Daar El Qolam 2 pada September 2024 untuk penelitian mengenai "Hubungan Pengetahuan antara Sikap terhadap Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Santri. Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam. " Setelah memenuhi kriteria inklusi dan menyetujui informed consent, para santri mengisi kuesioner, menggunakan teknik purposive sampling untuk mencapai jumlah partisipan yang dibutuhkan. Tabel. 1 Distribusi umur responden Valid Total Percent Valid Percent Tabel 1. menunjukkan distribusi umur responden dalam penelitian ini, yang mencakup usia 15 hingga 18 Responden berusia 17 tahun merupakan kelompok terbanyak, yaitu 22% dari total sampel. Responden usia 16 tahun berada di posisi kedua 68%, sedangkan usia 15 dan 18 tahun masing-masing hanya sebesar 22% dan 4. Tabel Valid Total Distribusi Percent Valid Percent Tabel 2. memperlihatkan bahwa mayoritas responden berada di kelas 12 . 10%), disusul kelas 11 . 68%), dan kelas 10 . 22%). Tabel 3. Tingkat pengetahuan Kesehatan Valid Baik Sedang Buruk Total Percent Valid Percent Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 Sebagian memiliki pengetahuan yang baik Kesehatan . 8%), ,4%), sementara hanya 15,9% memiliki pengetahuan buruk. Tabel 4. Sikap responden terhadap Kesehatan reproduksi Valid Sikap Negatif Sikap Positif Total Percent Valid Percent Mayoritas responden memiliki sikap positif terhadap Kesehatan reproduksi, yang berarti mereka cenderung bersikap postif terhadap Kesehatan reproduksi tersebut. Tabel 5. Perilaku responden terhadap Kesehatan reproduksi Valid Baik Buruk Total Percent Valid Percent Sebanyak . responden menunjukkan perilaku baik dan . ,9%) menunjukan perilaku yang berarti mayoritas responden berperilaku baik terhadap Kesehatan reproduksi. Tabel 6. Hubungan antara pengetahuan dan perilaku terhadap Kesehatan reproduksi Pengetahua n tentang Perilaku Baik Perilaku Buruk Kesehatan Reproduksi Baik Sedang Buruk Total ,8%) ,5%) ,7%) ,2%) ,5%) ,3%) Uji Chi-Square menghasilkan nilai p sebesar 0. 004, menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan perilaku terhadap Kesehatan reproduksi. Tabel 7. Hubungan antara sikap dan perilaku terhadap Kesehatan Sikap Cyber Bullying Negatif Positif Total Perilaku Baik Perilaku Buruk Dengan p-value 0. 003, terdapat hubungan signifikan antara sikap positif dan perilaku baik terhadap Kesehatan reproduksi. PEMBAHASAN Penelitian ini melibatkan santri usia remaja di Pondok Pesantren Daar El-Qolam responden berusia 17 tahun . ,22%) dan berada di kelas XII . ,10%). Usia ini termasuk remaja akhir yang secara sehingga lebih mampu memahami kesehatan reproduksi (Santrock, 2. Sebagian besar responden berada di Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 kelompok usia dan kelas yang analisis data yang lebih representatif. Santri senior lebih lama terpapar informasi pendidikan, baik melalui kurikulum maupun diskusi sosial, dibandingkan santri kelas X yang baru beradaptasi di pesantren (Ahmadi. Proporsi kecil dari santri kelas X menunjukkan pentingnya pendekatan edukasi yang lebih menyeluruh bagi memadai terkait kesehatan reproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,8% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 35,4% pengetahuan sedang, dan 15,9% Pengetahuan yang baik pada sebagian adanya program edukasi kesehatan yang efektif di pesantren. Menurut Rahmawati Lestari . , membantu remaja memahami risiko kesehatan reproduksi, seperti infeksi menular seksual (IMS) dan kehamilan tidak diinginkan. Pendidikan berbasis nilai agama di pesantren berpotensi sebagaimana ditegaskan oleh Yulianti Prasetyo menyebutkan bahwa integrasi nilai agama dalam pendidikan kesehatan mampu mendorong perilaku remaja Sebagian . ,1%) memiliki sikap positif terhadap hanya 4,9% yang memiliki sikap Sikap positif ini menunjukkan mendukung, dengan norma agama pandangan remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi (Lestari & Putra, 2. Sikap positif ini juga terkait dengan keterbukaan terhadap edukasi kesehatan dan kemauan untuk melakukan tindakan preventif, seperti menjaga kebersihan dan melakukan (Amalia Setyawan, 2. Analisis signifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kesehatan Responden pengetahuan yang baik dan sikap perilaku yang lebih baik, seperti menghindari risiko kesehatan dan menjaga kebersihan pribadi. Nilai signifikansi pada analisis hubungan ini sebesar 0,004 untuk pengetahuan dan 0,003 untuk sikap . < 0,. Temuan ini konsisten dengan penelitian Rizki et al. , yang menyatakan bahwa kombinasi pengetahuan tinggi dan sikap positif mendorong gaya hidup Pendekatan edukatif yang pengetahuan dan pembentukan sikap membentuk perilaku reproduksi yang Penelitian kontribusi penting dalam merancang program edukasi kesehatan reproduksi di pesantren. Integrasi nilai-nilai agama dan pendidikan kesehatan reproduksi dapat meningkatkan pemahaman, sikap, dan perilaku remaja terhadap kesehatan reproduksi. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan individu tetapi juga membangun generasi muda yang lebih Junior Medical Journal. Volume 3. No. September 2025 E-ISSN-2964-4968 sadar akan SIMPULAN Penelitian ini berhasil menjawab tujuan utama, yaitu menggambarkan pengetahuan, sikap, dan perilaku santri terhadap kesehatan reproduksi serta hubungan di antara variabel tersebut. Sebagian besar santri di Pondok Pesantren Daar El-Qolam 2 memiliki pengetahuan yang baik tentang kesehatan reproduksi . ,8%) dan menunjukkan sikap yang sangat positif kesehatan reproduksi . ,1%). Namun, meskipun mayoritas santri memiliki perilaku yang baik . ,1%), terdapat indikasi bahwa implementasi perilaku positif masih perlu ditingkatkan pada 32,9% santri yang belum sepenuhnya mengadopsi tindakan preventif secara Hasil signifikan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku kesehatan Pengetahuan yang lebih baik dan sikap yang lebih positif secara statistik berhubungan erat dengan perilaku kesehatan reproduksi yang lebih baik . < 0,. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan reproduksi yang efektif, khususnya yang terintegrasi dengan nilai-nilai agama, dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan perilaku positif di kalangan santri. Sebagai penelitian ini menyarankan perlunya program edukasi kesehatan reproduksi yang lebih intensif dan komprehensif di lingkungan pesantren, dengan fokus pada peningkatan perilaku melalui pendekatan berbasis nilai agama dan Gagasan selanjutnya dari pengembangan modul pembelajaran kesehatan reproduksi berbasis nilainilai Islam, yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan sikap tetapi juga mendorong praktik nyata dalam menjaga kesehatan reproduksi. Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk menggali faktor-faktor eksternal seperti pengaruh media, teman sebaya, dan lingkungan keluarga terhadap perilaku kesehatan reproduksi remaja. DAFTAR PUSTAKA