Faktor yang Berhubungan dengan Risiko Kecelakaan A. (Muslim Amin. Samino. Khoidar Amirus, dk. Faktor yang Berhubungan dengan Resiko Kecelakaan Kerja pada Pekerja Kontruksi Bangunan di Universitas Abulyatama Factors Related to the Risk of Work Accidents in Building Construction Workers at Abulyatama University Muslim Amin1. Samino2. Khoidar Amirus2. Lensoni2. Ambia Nurdin2 Prodi Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Malahayati. Lampung. Indonesia Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati. Lampung. Indonesia Universitas Korespondensi Penulis : aminmuslim522@gmail. ABSTRACT The issue of occupational safety and health (K. in general in Indonesia is still often Based on BPJS employment data, there were 123,000 work accident cases in 2017 and 157,313 work accident cases and this number continues to rise every year. The aim of this research is to gain a deeper understanding of the risk of accidents due to not using personal protective equipment (PPE) among Abulyatama University construction This research is quantitative research with an analytical survey approach with a cross sectional method, data collection using a questionnaire with a sample size of sixtythree samples. The most dominant variable in this research is the variable availability of PPE. This result was obtained after carrying out the final selection stage in the multivariate analysis because there were only two variables. At this final selection stage, the results of the PPE availability variable were obtained with a p-value of 0. 005 and an Odd Ratio value This means that the PPE availability variable is the dominant variable with a risk 15 times greater than whether PPE unavailability can cause the risk of work accidents. is recommended to conduct further research to explore other factors that may contribute to workplace accidents in the construction industry, as well as to develop more effective prevention strategies. Keywords : Occupational Accident Risks. Construction Workers. PPE ABSTRAK Masalah keselamatan dan kesehatan kerja . secara umum di indonesia masih sering terabaikan angka kecelakaan kerja berdasarkan data BPJS ketenagakerjaan, terdapat 000 kasus kecelakaan kerja di tahun 2017 dan 157. 313 kasus kecelakaan kerja dan angka ini terus naik setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang resiko kecelakaan karena tidak mengunakan alat pelindung diri (APD) pada pekerja bangunan Universitas Abulyatama. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey analitik dengan metode cross sectional, pengambilan data menggunalkan kuesioner dengan jumlah sampel enam puluh tiga Variable yang paling dominan pada penelitian ini yaitu variable ketersediaan APD hasil ini didapatkan setelah melakukan tahap seleksi akhir pada anasisi multivariat dikarenakan hanya terdapat dua variable saja. Pada tahap seleksi akhir ini didapatkan hasil variable ketersedian APD dengan nilai p-value 0,005 dan nilai Odd Ratio 15. 160 Artinya variable ketersediaan APD merupakan variable dominan dengan besaran resiko 15 kali lebih besar ketidak sediaan APD itu dapat menyebabkan resiko kecelakaan kerja. Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan guna mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kecelakaan kerja di industri konstruksi, serta untuk mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif. Kata kunci: Resiko Kecelakaan Kerja. Pekerja Kontruksi APD Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 559-564 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Faktor yang Berhubungan dengan Risiko Kecelakaan A. (Muslim Amin. Samino. Khoidar Amirus, dk. PENDAHULUAN Kecelakaan adalah kejadian tidak terduga yang disebabkan oleh tindakan tidak aman dan kondisi tidak aman. Masih banyaknya kejadian kecelakaan kerja pada bidang konstruksi di Indonesia merupakan dampak dari dua faktor, yaitu unsafe condition dan unsafe behavior. Unsafe condition merupakan kondisi tempat kerja yang tidak memperhatikan dan mementingkan aspek keamanan, pekerja, contohnya seperti: tempat kerja yang terlalu sempit, gelap, dan tidak dilengkapi dengan alat dan fasilitas yang Kemudian karakter atau kebiasaan para pekerja di menyebabkan kecelakaan, contohnya seperti pekerja yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), membuang sampah sembarang tempat, dan bekerja tidak sesuai dengan prosedur kerja yang benar (Putra, 2. Kecelakaan kerja merupakan kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan. Disebut tidak terduga, karena kecelakaan kerja terjadi secara tidak sengaja dan tidak ada Sedangkan maksud dari tidak menyebabkan kerugian baik waktu, harta benda, material, dan korban kecelakan dari yang paling ringan sampai yang paling berat atau meninggal dunia (Ashari, 2. Menurut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mendata selama 2018, terdapat 129. Sementara akibat kecelakaan tersebut, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal sebanyak 3. 093 pekerja, yang mengalami sakit 15. 106 pekerja, luka-luka meninggal mendadak sebanyak 446 Sebanyak 34,43% penyebab kecelakaan kerja dikarenakan posisi tidak aman atau ergonomis dan sebanyak 32,12% pekerja tidak memakai peralatan yang safety (Kemenkes RI, 2. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, jumlah kecelakaan kerja di Provinsi Aceh sepanjang tahun 2018 berjumlah 22. kasus dengan besaran klaim mencapai Rp 89,75 miliar rupiah (Nia Luthfia, 2. Berdasarkan survey dari hasil pengamatan yang di lakukan atau survey awal didapati bahwa kondisi dilapangan memperlihatkan pekerjaan yang di lakukan kurang safety dan hal ini di lakukan oleh pekerja. Mulai dari pekerja menggunakan mesin gerinda yang tidak safety yang mana di ketahui bahwa ketika menggunakan mesin gerinda pekerja beresiko terkena percikan api atau material hasil gerinda, luka bakar, terkena lemparan batu gerinda, tersengat listrik yang berasal dari kabel gerinda. Pekerja yang mengaduk semen tidak menggunakan masker dan perlu di ketahui bahwa debu yang di timbulkan dari proses pengadukan semen ini menimbulkan penyakit pada paru paru serta menyebabkan penyakit pada kulit dan hal ini dapat sangat jelas dilihat pada kulit tangan dan kaki pekerja yang retak menyebabkan iritasi pada mata. Hal ini juga di dukung oleh kontraktor yang juga kurang menyediakan APD bagi pekerja walaupun pekerja mengetahui bahwa APD itu merupakan alat yang sangat penting di gunakan untuk menghindari atau mengurangi resiko kecelakaan yang Kecelakaan yang sering terjadi tergores kawat, terpukul palu dan terpeleset di saat bekerja. Bahkan di dapati data pekerja yang mengalami kecelakaan pada saat pemasangan plapon pada aula Gedung C Balai nyak syeh yang menyebabkan luka serius pada Berdasarkan kejadian dilapangan maka peneliti melakukan penelitian mengenai Faktor yang Berhubungan Dengan Resiko Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Kontruksi Bangunan Universitas Abulyatama. Permasalahan diatas merupakan faktor resiko kecelakaan kerja pada bidang kontruksi khususnya karena tidak menggunakan APD saat berkerja. Hal ini merupakan permasalahan yang serius dan penting untuk di kaji serta di perhatikan berguna untuk meminimalisir kecelakaan akibat kerja yang dapat terjadi sewaktu waktu. Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 559-564 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Faktor yang Berhubungan dengan Risiko Kecelakaan A. (Muslim Amin. Samino. Khoidar Amirus, dk. Perbedaan penelitian Faktor Yang Berhubungan Dengan Resiko Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Kontruksi Bangunan di Universitas Abulyatama ini dengan penelitian yang sudah pernah di lakukan ialah penelitian ini merujuk kepada variable penelitian yang menyebabkan penelitian yang sudah pernah di lakukan berkaitan dengan identifikasi serta berfokus pada penyebab permasalahaan penelitian tersebut adalah memahami mengapa kecelakaan terjadi. Berdasarkan permasalahan di atas maka penulis melakukan penelitian dengan judul Faktor Yang Berhubungan Dengan Resiko Kecelakaan Kerja Pada Pekerja Kontruksi Bangunan Di Universitas Abulyatama. METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif pendekatan survey analitik dengan pendekatan cross Variable independen dalam penelitian ini yaitu ketersediaan alat pelindung diri, pengetahuan, sikap dan Variable dependen dalam penelitian ini yaitu resiko kecelakaan. Peneitian ini dilaksanakan pada Maret dan Mei Gedung Universitas Abulyatama Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja bangunan Universitas Abulyatama Aceh sebanyak 63 orang dan sekaligus menjadi sampel dalam penelitian ini. Teknik kuisioner dan menggunakan analisis data chi-square. HASIL Tabel 1. Hubungan Resiko Kecelakaan Kerja dengan ketersediaan Alat Pelindung Diri Resiko kecelakaan Ketersediaan Total Tidak APD Beresiko Tersedia 6770,00 Tidak tersedia Tabel 2. Hubungan resiko kecelakaan dengan pengawasan Pengawasan Di awasi Tidak di awasi Resiko kecelakaan Tidak Beresiko Total 0,00 Tabel 3. Hubungan resiko kecelakaan dengan pengetahuan Resiko kecelakaan Tidak Beresiko Pengetahuan Berpengetahuan Berpengetahuan kuran baik Total 2,105 Tabel 4. Hubungan Resiko Kecelakaan Dengan Sikap Sikap Mendukung Tidak Mendukung Resiko kecelakaan Tidak Beresiko Total Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 559-564 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index 4,642 Faktor yang Berhubungan dengan Risiko Kecelakaan A. (Muslim Amin. Samino. Khoidar Amirus, dk. Tabel 5. Hubungan Variable Dominan Resiko Kecelakaan Kerja Model 3 Variable Ketersediaan APD Pengawasan PEMBAHASAN Hubungan Ketersediaan Alat Pelindung Diri Dengan Resiko Kecelakaan Kerja Menurut peneliti APD merupakan suatu bentuk perlindungan diri dari segala bentuk resiko pekerjan yang Faktor ini menyebabkan APD menjadi hal penting di sediakan dalam berbagai bentuk dan macam pekerjaan. Berdasarkan tersedianyaAPD yaitu . 6%) hal ini beresiko kecelakaan kerja, berdasarkan hasil uji chi square didapatkan hasil pvalue 0,00 lebih kecil dari nilai alpa 0,05 artinya terdapat hubungan ketersediaan APD denganresiko kecelakaan kerja. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian (Mayandari & Inayah, 2. dengan judul Faktor Dominan yang Mempengaruhi Kecelakaan Kerja Terhadap Kejadian Kecelakaan Pada Pekerja Konstruksi. Pekerja proyek tidak lengkap terhadap APD yang digunakan saat bekerja sebagian besar yaitu 70,6% terjadi kecelakaan akibat kerja daripada pekerja proyek yang tidak terjadi kecelakaan akibat kerja sebesar 30,8%. Pekerja dengan menggunakan APD lengkap sebagian besar yaitu 69,2% tidak terjadi kecelakaan Hubungan Pengawasan Denagan Resiko Kecelakaan Kerja Menurut adalah salah satu faktor penting dalam menangani atau mengurangi resiko pekerjaan lainnya. Artinya pengawasan tidak hanya di lakukan pada pekerjaan yang bersifat kontruksi saja. Berdasarkan menunjukkan bahwa dari 63 responden diketahui 24 . 3%) yang diawasi. Dari 39 . 6%) responden tidak di awasi beresiko kecelakaan. Penelitian ini sejalan dengan Penerapan Konsep Keselamatan Kesehatan Kerja Dalam p-value odd ratio Mencegah Penyakit Akibat Kerja, dimana faktor kerja atau lingkungan, antara lain karena ketidak cukupan kemampuan kepemimpinan dan/atau pengawasan, rekayasa . , pembelian atau . , alat-alat, perlengkapan, dan barang-barang atau bahan-bahan, standar standar kerja, serta berbagai lingkungan kerja (Hutabarat, 2. Hubungan Pengetahuan Dengan Resiko Kecelakaan Kerja Menurut pengetahuan dalam pembelajaran dan sosialisasi serta penerapan peraturan k3 kontraktor dalam menjalankan kontruksi sering mengabaikan aspek k3 dalam pekerjaan padahal k3 bila diterapkan dapat meningkatkan dan mempercepat serta menghidarkan pekerja dari resiko kecelakaan kerja. Hal ini didasari dari responden yang berpengetahuan kurang 8% dan responden yang berpengetahuan kurang baik berjumlah Penelitian ini tidak sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh Adenan dalam buku Widayatun bahwa semakin luas pengetahuan seseorang maka Perilaku mempengaruhi jumlah informasi yang dimiliki seseorang sebagai hasil proses pengindraan terhadap objek tertentu (Agustiya et al. , 2. Hubungan Sikap Dengan Resiko Kecelakaan Kerja Menurut peneliti sikap merupakan hasil dari pembelajaran yang didapatkan pembelajaran yang pernah dirasakan, hal ini lah yang dapat menyebabkan sikap pada setiap individu berbeada beda dalam menghadapi suatu. Berdasarkan Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 14 No. October 2025, hal 559-564 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Faktor yang Berhubungan dengan Risiko Kecelakaan A. (Muslim Amin. Samino. Khoidar Amirus, dk. hasil penelitian sikap di ketahui dari sebanyak 63 responden 21 responden . ,7%). Sedangkan 42, . ,0 %) memiliki sikap tidak mendukung. Hubungan Variable Dominan Ketersediaan APD Pada Resiko Kecelakaan Kerja Setelah melakukan tahap seleksi dikarenakan hanya terdapat dua variable Pada tahap seleksi akhir ini didapatkan hasil variable ketersedian APD dengan nilai p-value 0,005 dan nilai Odd Ratio Artinya ketersediaan APD merupakan variable dominan dengan besaran resiko 15 kali lebih besar ketidak sediaan APD itu dapat menyebabkan resiko kecelakaan kerja. Dengan ini dapat dikatakan APD merupakat item penting saat melakukan Penelitian ini sejalan dengan (Naiman, menyatakan Alat pelindung diri adalah alat kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan resiko Alat (APD) melindungi seseorang dalam bekerja yang fungsinya untuk melindungi tubuh pekerja dari bahaya di tempat kerja. Namun ada beberapa faktor atau alasan yang mempengaruhi tingkat kesadaran APD sehingga mengakibatkan banyak pekerja penggunaan APD pada saat sedang bekerja faktor-faktor tersebut adalah Faktor pendidikan, faktor umur, dan faktor masa kerja. SIMPULAN Terdapat hubungan ketersediaan APD . -value = 0,. , sikap . -value = 0,. , pengawasan . -value = 0,. dengan resiko kecelakaan. Tidak ada hubungan pengetahuan . -value = 0,. Variable yang paling dominan pada penelitian ini yaitu variable ketersediaan APD melakukan tahap seleksi akhir pada anasisi multivariat dikarenakan hanya terdapat dua variable saja. Pada tahap seleksi akhir ini didapatkan hasil variable ketersedian APD dengan nilai p-value 0,005 dan nilai Odd Ratio 15. 160 Artinya variable ketersediaan APD merupakan variable dominan dengan besaran resiko 15 kali lebih besar ketidak sediaan APD itu dapat menyebabkan resiko kecelakaan Dengan ini dapat dikatakan APD merupakat item penting saat melakukan SARAN Disarankan Universitas Abulyatama memperkuat pelatihan keselamatan kerja bagi pekerja konstruksi. Pelatihan ini sebaiknya mencakup penggunaan alat (APD), keselamatan, dan identifikasi potensi bahaya di lokasi kerja. Universitas dan Pengawasan yang ketat bisa membantu memastikan bahwa semua pekerja mematuhi prosedur keselamatan yang telah ditetapkan, sehingga mengurangi risiko kecelakaan kerja. Universitas dan peraturan dan standar keselamatan kerja Ini APD, standar operasional prosedur yang aman menyediaan Fasilitas Kesehatan dan Pertolongan Pertama DAFTAR PUSTAKA