ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29268-29280 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Preferensi Masyarakat Desa Sidodadi terhadap Perbankan dan Koperasi dalam Pinjaman Uang Nur Bintang Rahmatullah1. Izza Risqoh Maulidiah2 SMA Tunas Luhur e-mail: rahmatullahnurbintang@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi masyarakat Desa Sidodadi dalam memilih perbankan dan koperasi sebagai lembaga keuangan untuk pinjaman uang serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik dalam program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lebih cenderung memilih koperasi dibandingkan perbankan. Faktor utama yang mempengaruhi preferensi ini adalah kemudahan akses, fleksibilitas produk pinjaman, suku bunga yang lebih rendah, serta proses pengajuan yang lebih sederhana. Hasil uji T mendukung hipotesis nol yang menyatakan bahwa masyarakat Desa Sidodadi lebih memilih koperasi sebagai sumber pinjaman daripada perbankan. Temuan ini menegaskan bahwa koperasi memiliki peran signifikan dalam memenuhi kebutuhan finansial masyarakat dengan skema yang lebih mudah dan terjangkau. Kata kunci: Ekonomi Masyarakat. Perbankan. Koperasi. Pinjaman Uang. Abstract This study investigates the borrowing preferences of the Sidodadi Village community in choosing between banks and cooperatives, and identifies the determinants influencing their decisions. descriptive quantitative method is employed, with data collected through questionnaires administered to 100 respondents and analyzed using SPSS version 26. The findings demonstrate a stronger inclination toward cooperatives compared to banks, primarily driven by ease of access, loan product flexibility, lower interest rates, and simpler application procedures. Results of the Ttest further confirm the hypothesis that cooperatives are the preferred source of loans within the These findings reinforce the crucial role of cooperatives in addressing community financial needs through more accessible and affordable schemes. Keywords : Community Economy. Banking. Cooperatives. Financial Loan PENDAHULUAN Secara umum ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari cara pengelolaan sumber daya ekonomi yang dimiliki untuk memenuhi kehidupan yang tidak terbatas (Fardiansyah et al. , 2. Ilmu ekonomi sangat penting bagi masyarakat, ilmu ekonomi biasanya disebut ilmu yang mempelajari bagaimana mengelola sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang beragam dengan ilmu ekonomi masyarakat terbantu untuk mengoptimalkan potensi mereka dalam berbagai bidang. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern, pola kehidupan masyarakat mengalami berbagai perubahan yang signifikan. Kemajuan teknologi telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia, termasuk di bidang ekonomi dan bisnis (Ardiansyah, 2. Dalam konteks modern, kebutuhan hidup tidak hanya terbatas pada aspek primer seperti sandang, pangan, dan papan, tetapi juga mencakup kebutuhan sekunder dan tersier, termasuk peningkatan standar gaya hidup yang semakin konsumtif (Nurfaizah, 2. Meningkatnya kebutuhan yang tidak diimbangi dengan penghasilan, maka akan terjadi yang namanya pinjaman uang. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29268-29280 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Di Jawa Timur, praktik pinjaman uang cukup marak terjadi pada tahun 2023, baik melalui lembaga resmi seperti perbankan dan koperasi maupun jalur informal. Pinjaman uang adalah suatu jenis hutang yang disediakan oleh individu atau lembaga keuangan, dimana disediakan sejumlah uang untuk dipinjamkan kepada debitur (Sunarsa, 2. Berdasarkan data dari LPS mencatat bahwa masyarakat di Jawa Timur memiliki nasabah sebanyak 65 juta, dimana angka tersebut tidak kecil. Masyarakat yang meminjam uang biasanya akan sulit untuk membayarnya. Banyak individu dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada pinjaman di lembaga keuangan untuk menjaga keberlangsungan ekonomi mereka. Lembaga keuangan dapat diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank seperti koperasi. Bank dan koperasi merupakan dua jenis lembaga keuangan yang berperan besar dalam menyediakan akses pinjaman bagi masyarakat (Kementrian Keuangan, 1. , bank adalah badan usaha yang menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak. Koperasi adalah salah satu wadah yang dapat menghimpun dana dari anggota dan menyalurkannya kembali ke anggotanya (Sugiono et al. , 2. Desa Sidodadi adalah desa yang berada di dataran rendah di bagian timur Kabupaten Probolinggo. Provinsi Jawa Timur. Sebagian besar orang yang tinggal di Desa Sidodadi bekerja sebagai petani, peternak, pendidik, karyawan swasta, buruh, dan karyawan perkebunan. Kondisi geografis ini mempengaruhi ekonomi lokal secara langsung, mengingat dataran rendah yang subur sangat mendukung pertanian dan beternak, sektor pertanian dan peternakan merupakan bagian penting dari ekonomi desa. Selain itu, sebagian penduduk terlibat dalam sektor jasa dan perdagangan, yang terus berkembang karena kebutuhan masyarakat yang meningkat. Masyarakat Desa Sidodadi terkenal dengan kerja kerasnya dalam memenuhi kebutuhan hidup, namun seiring waktu dengan semakin meningkatnya kebutuhan hidup, membuat masyarakat Sidodadi terpaksa meminjam uang di beberapa lembaga pinjaman uang seperti bank dan koperasi. Perjanjian pinjaman uang merupakan suatu perjanjian antar orang atau badan usaha dengan seseorang dimana pihak peminjam diberikan sejumlah uang dengan jaminan tertentu dan di kemudian hari mengembalikan kepada yang meminjamkan dengan imbalan atau bunga tertentu (Dame et al. , 2. Masyarakat Desa Sidodadi meminjam uang untuk berbagai alasan, seperti untuk memulai bisnis, menutup hutang, dan memenuhi kebutuhan mereka. Peneliti menemukan bahwa penduduk Desa Sidodadi membutuhkan instruksi tentang pengelolaan keuangan. Kegiatan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari adalah mengelola uang. Mengelola keuangan merupakan kegiatan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, sering sekali terjadinya kesulitan keuangan bukan disebabkan oleh sedikit atau banyaknya penghasilan, maupun rendah atau tingginya pendapatan, melainkan terjadi karena tidak tepatnya pengelolaan pengeluaran. Akibatnya, kondisi ini dapat memicu stres dan bahkan mendatangkan kesengsaraan (Hidayat. Oleh karena itu, perlu adanya pemberdayaan masyarakat terkait cara manajemen keuangan yang baik. Peneliti menemukan permasalahan yang sering ditemui di masyarakat Desa Sidodadi, yaitu bimbangnya masyarakat dalam menentukan lembaga keuangan yang akan di gunakan untuk meminjam uang dan memenuhi kebutuhan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor faktor yang melatar belakangi preferensi masyarakat dalam mengambil pembiayaan antara lembaga bank dan lembaga koperasi. Preferensi dapat didefinisikan sebagai pilihan suka atau tidak suka oleh seseorang terhadap barang atau jasa yang dikonsumsi. Adapun yang menjadi faktor dari preferensi masyarakat dalam menentukan produk, harga, tempat atau lokasi, promosi dan atmosfir (Syam et , 2. Preferensi konsumen memiliki peran penting dalam pemasaran karena berpengaruh terhadap keputusan pembelian (Artha Wijaya et al. , 2. Menurut G. Verryn Stuart, bank adalah suatu yang mempunyai tujuan untuk memberikan kredit, baik melalui alat-alat pembayarannya sendiri, atau melalui uang yang diperoleh dari orang lain, maupun melalui cara dengan mengedarkan alat-alat baru berupa uang giral (Anwar, 2. Segala sesuatu yang berhubungan dengan bank, termasuk kelembagaan, kegiatan usaha, serta Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29268-29280 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya dinamakan perbankan (Otoritas Jasa Keuangan, 2. Perbankan memiliki peran penting dalam menyalurkan pinjaman kepada Teori intermediasi keuangan menjelaskan peranan perbankan hanya sebagai perantara keuangan dari yang mempunyai kelebihan dana kepada yang kekurangan dana (Dandung et al. , 2. Peran perbankan sangat penting seperti layanan kredit konsumtif dan produktif agar meningkatkan daya beli serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat (Goni et al. , 2. Namun, kendala seperti persyaratan administrasi yang ketat dan prosedur yang rumit menjadi hambatan bagi sebagian masyarakat dalam mengakses pinjaman bank (Setiawan & Kumara, 2. Menurut (Undang-Undang, 1. , koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Koperasi sebagai lembaga keuangan yang berisi anggota dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya dan masyarakat (Arifandy et al. , 2. Peran koperasi menjadi solusi bagi masyarakat miskin yang mempunyai keterbatasan dalam permodalan sehingga kesulitan untuk mengakses perbankan (L. Nasution, 2. Meningkatkan kesejahteraan anggota adalah tujuan utama koperasi (S. Nasution et al. , 2. Selain itu, koperasi juga berperan dalam meningkatkan literasi keuangan seperti mempunyai tingkat pengetahuan keuangan tunggi, sehingga dapat membuat keputusan keuangan yang lebih baik (Lupiana & Esty Purwanti, 2. Menurut (Mahkamah Agung, 1. , mendefinisikan pinjam-meminjam sebagai perjanjian dengan mana pihak yang satu memberikan kepada pihak yang lain suatu jumlah tertentu barangbarang yang habis karena pemakaian, dengan syarat bahwa pihak yang terakhir ini akan mengembalikan sejumlah uang yang sama dengan jenis dan mutu yang sama pula. Pinjaman uang biasanya dikenal sebagai pemberi pinjaman ke peminjam berdasarkan kesepakatan bersama, peminjam harus mengembalikan jumlah yang dipinjam bersama bunga dalam jangka waktu tertentu. Berikut hipotesis penelitian atas preferensi masyarakat Desa Sidodadi terhadap perbankan dan koperasi dalam pinjaman uang. : Masyarakat Sidodadi cenderung melakukan pinjaman uang di koperasi dari pada : Masyarakat Sidodadi cenderung melakukan pinjaman uang di perbankan dari pada METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan kondisi sesuai dengan keadaan sebenarnya. Metode kuantitatif deskriptif ialah penelitian yang mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan suatu fenomena, peristiwa, gejala dan kejadian yang terjadi secara factual, sistematis dan akurat (Fajar et al. , 2. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner yang digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui preferensi masyarakat Desa Sidodadi terhadap perbankan dan koperasi dalam pinjaman uang. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana perbankan dan koperasi mempengaruhi keputusan masyarakat tentang lembaga mana yang harus mereka pilih untuk memberikan pinjaman uang. Tingkat promosi, lokasi, harga, dan produk yang ditawarkan oleh masing-masing lembaga adalah beberapa faktor yang diteliti dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini ialah untuk memberikan gambaran fenomena yang akurat, terukur, dan objektif melalui penggunaan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sidodadi. Kecamatan Paiton. Kabupaten Probolinggo. Provinsi Jawa Timur, dengan kode pos 67291. Lokasi ini dipilih karena populasinya . ebanyak 988 oran. yang cukup besar, sehingga diharapkan dapat memberikan data yang relevan untuk mendukung tujuan penelitian. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 27 Desember 2024, agar mendapatkan hasil yang akurat mengenai preferensi masyarakat Desa Sidodadi terhadap perbankan dan koperasi dalam pinjaman uang, lokasi dan waktu penelitian dipilih secara cermat. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29268-29280 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Penelitian ini menggunakan rumus Slovin untuk menentukan jumlah sampel minimum yang Rumus Slovin merupakan formula yang umum digunakan untuk menghitung ukuran sampel dari sebuah populasi ketika karakteristik atau perilaku populasi secara keseluruhan tidak dapat diketahui secara pasti (Wibowo, 2. Rumus ini sangat berguna dalam penelitian dengan populasi yang besar, karena membantu memastikan bahwa sampel yang diambil dapat mewakili populasi secara akurat tanpa harus melibatkan seluruh anggota populasi. Keterangan: : Jumlah sampel : Jumlah populasi : Batas toleransi kesalahan Sampel pada penelitian ini adalah Jumlah sampel sebanyak 98 dibulatkan menjadi 100 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan cara memberikan penilaian sendiri terhadap sampel diantara populasi yang dipilih. Penilaian ini diambil sesuai dengan kriteria tertentu yang sesuai dengan topik penelitian (Asari et al. , 2. Sampel pada penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Seperti. Berusia minimai 21 tahun. Berstatus sebagai nasabah yang pernah atau sedang meminjam uang di perbankan atau koperasi. Nasabah adalah seseorang atau badan usaha yang mempunyai rekening simpanan atau pinjaman dan melakukan transaksi simpanan dan pinjaman tersebut pada sebuah lembaga keuangan (Fahmi & Wibowo, 2. Preferensi Masyarakat Dalam Pinjaman Uang Perbanka Koperas Bagan 1. Kerangka Pemikiran Berdasarkan bagan di atas maka penelitian ini berupaya untuk mengetahui preferensi masyarakat terhadap perbankan dan koperasi dalam pinjaman uang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, disempurnakan dengan observasi, dan studi pustaka. Analisis data ini menggunakan aplikasi SPSS dengan mengolah data skala likert yang diperoleh dari kuesioer. Skala Likert adalah suatu skala psikometrik yang umum digunakan dalam kuesioner, dan merupakan skala yang paling banyak digunakan dalam riset berupa survei (Taluke et al. , 2. SPSS adalah sebuah program aplikasi komputer yang digunakan untuk membuat analisis SPSS sebagai sebuah program aplikasi yang memiliki kemampuan analisis statistik cukup tinggi serta sistem manajemen data pada lingkungan grafis dengan menggunakan menumenu deskriptif dan kotak-kotak dialog yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami cara pengoperasiannya (Otaya, 2. Sebelum kuesioner disebarkan, instrumen penelitian diuji terlebih dahulu dengan melakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas bertujuan untuk mengevaluasi apakah setiap item dalam kuesioner dapat digunakan sebagai alat pengukuran (Ghozali, 2. Jika nilai Rhitung Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29268-29280 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 lebih besar dari Rtabel dan tingkat signifikansi item kuesioner kurang dari 0,05, maka instrumen tersebut dianggap valid (Ghozali, 2. Sementara itu, uji reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi berbagai indikator variabel. Tujuan dari uji ini adalah untuk memastikan bahwa hasil pengukuran akan tetap sama jika kuesioner digunakan berulang kali, sehingga pengukuran dapat dipercaya (Ghozali, 2. Instrumen penelitian dikatakan reliabel jika memiliki nilai cronbachAos alpha antara 0,6 dan 0,7, dengan catatan bahwa validitas setiap indikator harus baik (Ghozali. Penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik, uji asumsi klasik dilakukan untuk memenuhi asumsi regresi linear berganda yang digunakan untuk menjawab hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini. Uji asumsi klasik dalam penelitian ini meliputi: uji normalitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas (Alfian, 2. Menurut Sugiyono . Regresi linear berganda digunakan oleh peneliti untuk meramalkan bagaimana keadaan . aik turunny. variabel dependen atau regresi linear berganda dilakukan bila jumlah variabel independennya minimal dua. Penerapan metode regresi linear berganda jumlah variabel yang digunakan lebih dari satu yang mempunyai satu variabel terikat (Vandiah, 2. Analisis ini digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh variabel independen yaitu perbankan . , koperasi . Sedangkan variabel dependen pada penelitian ini adalah pinjaman uang (Y). Rumus regresi linear berganda, sebagai berikut: ycU = yca yu1. ycU1 yu2. ycU2 Keterangan: : Variabel pinjaman uang : Konstanta : Koefisien regresi perbankan 2 : Koefisien regresi koperasi ycU1 : Variabel perbankan ycU2 : Variabel koperasi : Error/Sisa HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian dari preferensi masyarakat Desa Sidodadi terhadap perbankan dan koperasi dalam pinjaman uang, yang menggunakan alat analisis yaitu IBM SPSS Statistic 26Penelitian ini dilakukan untuk memahami karakteristik setiap responden. Peneliti mengelompokkan karakteristik responden berdasarkan kategori jenis kelamin, usia, dan pekerjaan. Selain itu, penelitian ini juga menjabarkan hasil data berdasarkan jawaban responden yang diperoleh melalui kuesioner. Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis kelamin Jumlah Persentase Laki Ae laki Perempuan Total Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari jawaban para responden, diketahui bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini adalah perempuan, dengan jumlah sebanyak 53 orang atau setara dengan 53% dari total keseluruhan responden. Dominasi perempuan dalam penelitian ini mencerminkan keterlibatan yang lebih besar, sedangkan responden laki-laki berjumlah 47 orang, yang mewakili 47% dari total responden. Meskipun jumlahnya lebih rendah dibandingkan dengan perempuan, kelompok laki-laki tetap memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengumpulan data penelitian ini. Dalam mengelompokkan responden berdasarkan rentang usia, penulis membagi mereka ke dalam empat kategori yang disajikan pada tabel berikut: Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29268-29280 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Usia Jumlah Persentase 21 - 30 31 Ae 40 41 - 60 61 Ae 80 Total Berdasarkan data yang disajikan dalam tabel, kelompok usia 21-30 tahun menempati posisi kedua dengan persentase sebesar 26%, yang setara dengan 26 responden. Kelompok usia 31-40 tahun mencakup 24 responden atau 24% dari total responden, menempatkannya pada posisi ketiga. Sementara itu, kelompok usia 41- 60 tahun mencatat persentase tertinggi di antara seluruh kategori usia, yakni sebesar 41% atau 41 responden. Di sisi lain, kelompok usia 61-80 tahun memiliki persentase terendah, yaitu 9%, dengan jumlah responden sebanyak 9 orang. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa individu dalam rentang usia 41-60 tahun cenderung memiliki kebutuhan yang lebih tinggi terhadap pinjaman dana melalui lembaga koperasi maupun perbankan. Hal ini mencerminkan bahwa kelompok usia tersebut sering memanfaatkan fasilitas pinjaman, terutama untuk memenuhi kebutuhan mendesak atau keadaan Fenomena ini mengindikasikan tingginya permintaan finansial pada rentang usia tersebut. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner, mayoritas responden penelitian berasal dari kalangan wiraswasta dan ibu rumah tangga, yang masing-masing mencatat persentase tertinggi sebesar 23%. Kelompok petani berada di posisi berikutnya dengan persentase 18%, diikuti oleh guru sebesar 15%. Responden dari kalangan pedagang menyumbang 8%, sementara karyawan mencatat 4%, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar 3%. Selanjutnya, kelompok asisten rumah tangga dan sopir masing-masing mencatat persentase 2%, sedangkan bidan dan dokter gigi menjadi kategori dengan persentase terendah, yakni 1%. Data ini dirangkum secara rinci dalam tabel berikut. Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Jumlah Persentase Guru Petani Karyawan Wiraswasta Ibu Rumah Tangga Asisten Rumah Tangga Pedagang ASN Supir Bidan Dokter Gigi Total Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini telah diuji validitasnya dengan menggunakan aplikasi SPSS 26. Pengujian dilakukan dengan cara membandingkan nilai r hitung dengan r tabel, serta memeriksa nilai signifikansi yang diperoleh untuk setiap pertanyaan Sebuah kuesioner dinyatakan valid apabila nilai Rhitung lebih besar dibandingkan dengan Rtabel pada tingkat signifikansi di bawah 0,05. Sebaliknya, apabila Rhitung lebih kecil dari Rtabel dan memiliki nilai signifikansi di atas 0,05, maka butir kuesioner tersebut dianggap tidak valid dan tidak dapat digunakan sebagai instrumen pengukuran dalam penelitian ini. Berikut hasil pengujian validitas instrumen terhadap 100 jawaban responden: Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Variabel Perbankan Koperasi Pinjaman Uang Halaman 29268-29280 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Tabel 4. Hasil Uji Validitas Nilai Rhitung Nilai Rtabel 0,635 0,163 0,677 0,163 0,636 0,163 0,672 0,163 0,559 0,163 0,642 0,163 0,693 0,163 0,697 0,163 0,594 0,163 0,683 0,163 0,531 0,163 0,628 0,163 0,632 0,163 0,708 0,163 0,768 0,163 0,599 0,163 0,746 0,163 0,765 0,163 0,688 0,163 0,625 0,163 0,735 0,163 0,797 0,163 0,701 0,163 0,655 0,163 0,771 0,163 0,801 0,163 0,732 0,163 0,733 0,163 0,686 0,163 0,731 0,163 0,806 0,163 0,722 0,163 0,562 0,163 0,632 0,163 0,586 0,163 0,616 0,163 0,619 0,163 0,641 0,163 0,573 0,163 Ket. Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Berdasarkan hasil uji validitas yang disajikan pada Tabel 4, seluruh butir kuesioner, yang berjumlah 39 bulir, dinyatakan valid. Dengan demikian, kuesioner tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian untuk memperoleh data primer yang akurat. Uji reliabilitas pada instrumen bertujuan untuk menguji sejauh mana tingkat kepercayaan dan konsistensi instrumen sebagai alat ukur dalam penelitian. Tingkat kepercayaan kuesioner sebagai instrumen penelitian disesuaikan dengan standar interpretasi cronbachAos alpha yang tercantum pada tabel berikut. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29268-29280 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Tabel 5. cronbachAos alpha Kategori Nilai cronbachAos alpha Sangat Rendah 0000 Ae 0. Rendah 2000 Ae 0. Sedang 4000 Ae 0. Tinggi 6000 Ae 0. Sangat Tinggi 8000 Ae 1. Setelah melakukan uji reliabilitas pada instrumen kuesioner penelitian, diperoleh hasil yang tercantum pada tabel berikut. Gambar 1. Hasil Uji Reabilitas Berdasarkan hasil uji reliabilitas menggunakan aplikasi SPSS versi 26 menunjukkan bahwa nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,918, yang mengindikasikan bahwa instrumen penelitian memiliki tingkat reliabilitas yang sangat tinggi. Dengan demikian, kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan layak dan dapat diterima sebagai instrumen untuk analisis lanjutan. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk memastikan bahwa data penelitian terdistribusi secara normal atau bahwa residual pada model regresi memenuhi asumsi normalitas. Normalitas data dapat diuji melalui analisis grafik, seperti histogram dan P-Plot, serta dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Berikut ini disajikan hasil pengujian normalitas data yang telah dilakukan dalam penelitian ini. Histogram Berdasarkan analisis grafik histogram, dapat diketahui bahwa data penelitian terdistribusi secara normal. Hal ini ditunjukkan oleh pola sebaran data yang mengikuti bentuk histogram dengan distribusi melengkung sempurna, menyerupai bentuk gunung. Temuan ini sejalan dengan asumsi normalitas data yang dikemukakan oleh para ahli melalui analisis histogram. Gambar 2. Histogram Probability Plot (P-Plo. Grafik P-Plot digunakan sebagai salah satu metode untuk menguji normalitas data dalam Data dikatakan berdistribusi normal apabila titik-titik pada grafik tersebar mengikuti arah garis diagonal yang terdapat pada plot. Berdasarkan grafik P-Plot yang disajikan, terlihat bahwa titik-titik data mengikuti pola garis diagonal dan tersebar secara berdekatan. Dengan demikian. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29268-29280 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 dapat disimpulkan bahwa data dalam model regresi memenuhi asumsi normalitas, sehingga valid dan dapat digunakan dalam penelitian ini. Gambar 3. Scater p-plot Kolmogorov-Smirnov Selain menggunakan metode yang telah dijelaskan sebelumnya, uji normalitas data juga dapat dilakukan dengan metode One-Sample Kolmogorov-Smirnov. Data dikatakan berdistribusi normal apabila nilai signifikansi yang diperoleh lebih besar dari 0,05. Sebaliknya, jika nilai signifikansi yang dihasilkan lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa distribusi data tidak memenuhi asumsi normalitas. Gambar 4. Kolmogorov-Smirnov Berdasarkan penyajian data pada tabel 4. 10, diketahui bahwa nilai signifikansi yang diperoleh adalah sebesar 0,200 dan lebih besar dari 0,05. Sehingga penulis dapat menyimpulkan bahwa data penelitian terdistribusi dengan normal dan dapat digunakan pada kegiatan analisis Uji Linear Berganda Penelitian ini menerapkan teknik analisis regresi linier berganda, mengingat terdapat dua variabel bebas . yang akan diuji untuk menganalisis preferensinya terhadap satu variabel terikat . Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data berdistribusi normal serta tidak mengalami masalah multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Oleh karena itu, data memenuhi syarat untuk dilakukan analisis regresi linier berganda serta pengujian terhadap hipotesis yang telah dirumuskan. Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini mencakup preferensi perbankan (X. dan preferensi koperasi (X. terhadap pinjaman uang (Y). Berikut ini disajikan hasil analisis regresi linier berganda yang telah dilakukan. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29268-29280 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Hasil Uji T Gambar 5. Hasil Uji T Berdasarkan tabel di atas, hasil nilai sig variabel X1 (Perbanka. sebesar 0,000 dan hasil nilai sig variabel X2 (Koperas. sebesar 0,001, jika nilai sig. < 0,05 maka dapat disimpulkan variabel X1 & X2 mempengaruhi variabel Y, dan variabel X2 lebih besar dari pada variabel X1. Hasil Uji F Gambar 6. Hasil Uji F Model regresi dinyatakan berpengaruh jika nilai sig. (< 0,. Diketahui nilai sig. 0,000 (< 0,. maka berkesimpulan variabel X1 dan X2 berpengaruh secara simultan terhadap variabel Y. Hasil Uji Determinasi Gambar 6. Hasil Uji Determinasi Diketahui nilai adjusted R Square sebesar 0,636 maka berkesimpulan bahwa sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara simultan . ersama-sam. sebesar 63,6%. Pembahasan Bedasarkan penyajian data di atas, preferensi masyarakat Desa Sidodadi dalam memilih perbankan dan koperasi sebagai sumber pinjaman. Data utama dalam penelitian ini diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner kepada 100 responden, yang terdiri dari 53 perempuan dan 47 lakilaki. Mayoritas responden berasal dari kelompok ibu rumah tangga dan wiraswasta dengan persentase sebesar 23%, sedangkan sisanya berasal dari berbagai profesi lain yang telah dijelaskan dalam Tabel 3 mengenai karakteristik responden. Berdasarkan segi usia, kelompok usia 41Ae60 tahun memiliki persentase tertinggi dibandingkan kelompok usia lainnya. Hal ini didasarkan pada temuan bahwa individu dalam rentang usia tersebut lebih sering mengajukan pinjaman, mengingat mereka menghadapi tantangan ekonomi yang lebih besar dalam memenuhi kebutuhan Mengenai preferensi masyarakat dalam memilih lembaga keuangan untuk pinjaman uang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti fleksibilitas produk, tingkat suku bunga, aksesibilitas lokasi, serta efektivitas promosi yang ditawarkan. Untuk memahami lebih dalam mengenai pilihan masyarakat, pembahasan ini akan menguraikan kecenderungan mereka dalam memilih antara perbankan dan koperasi sebagai sumber pinjaman, serta kelebihan dan kekurangan dari masingmasing lembaga keuangan berdasarkan aspek-aspek tersebut. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29268-29280 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Preferensi masyarakat terhadap bank terkait pinjaman uang Perbankan memiliki beberapa keunggulan dalam aspek tertentu yang membuatnya menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat. Dalam aspek produk, bank menawarkan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat, namun kurang fleksibel dibandingkan koperasi dalam hal variasi jenis pinjaman dan proses persetujuan. Dari segi harga, perbankan memiliki transparansi biaya yang lebih baik, tetapi suku bunga dan biaya administrasi yang lebih tinggi membuatnya kurang menarik bagi sebagian masyarakat. Dalam aspek lokasi, bank memiliki fasilitas yang lebih nyaman dan jam operasional yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tetapi tidak selalu mudah dijangkau dibandingkan koperasi yang memiliki lebih banyak cabang di daerah tersebut. Dalam aspek promosi, bank unggul dalam penyebaran informasi melalui berbagai media, tetapi koperasi lebih banyak memberikan manfaat promosi yang langsung dirasakan oleh Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan memiliki pengaruh terhadap keputusan masyarakat dalam mengambil pinjaman, tetapi tidak sekuat koperasi. Meskipun bank menawarkan keamanan lebih tinggi, transparansi yang jelas, dan fasilitas yang lebih baik, persyaratan yang ketat serta biaya yang lebih tinggi menjadi kendala utama. Oleh karena itu, meskipun ada masyarakat yang tetap memilih bank sebagai sumber pinjaman, mayoritas lebih cenderung beralih ke koperasi karena pertimbangan kemudahan dan biaya yang lebih rendah. Preferensi masyarakat terhadap koperasi terkait pinjaman uang Koperasi menjadi pilihan utama masyarakat Desa Sidodadi dalam hal pinjaman uang karena beberapa faktor utama. Dalam aspek produk, koperasi lebih fleksibel dalam menawarkan berbagai jenis pinjaman, dengan proses persetujuan yang lebih cepat dan persyaratan yang lebih mudah dipenuhi dibandingkan perbankan. Dari segi harga, koperasi lebih unggul karena menawarkan suku bunga yang lebih rendah dan biaya administrasi yang lebih terjangkau, sehingga lebih menarik bagi masyarakat dengan pendapatan yang tidak tetap. Dalam aspek lokasi, koperasi lebih mudah dijangkau oleh masyarakat karena memiliki cabang yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka dibandingkan bank. Dalam aspek promosi, koperasi lebih unggul dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meskipun perbankan lebih luas dalam penyebaran informasi promosi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat lebih memilih koperasi sebagai lembaga pinjaman dibandingkan perbankan. Faktor utama yang menyebabkan hal ini adalah kemudahan akses, biaya yang lebih rendah, serta proses pengajuan yang lebih Sementara itu, meskipun perbankan tetap menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat yang mencari keamanan lebih tinggi dan fasilitas yang lebih nyaman, koperasi tetap menjadi lembaga yang lebih diandalkan dalam memenuhi kebutuhan pinjaman masyarakat Desa Sidodadi. SIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Sidodadi lebih cenderung memilih koperasi dibandingkan perbankan sebagai sumber pinjaman uang. Preferensi ini dipengaruhi oleh kemudahan akses, fleksibilitas produk pinjaman, suku bunga yang lebih rendah, serta proses pengajuan yang lebih sederhana. Koperasi lebih unggul dalam aspek harga dan kemudahan akses, sedangkan perbankan lebih unggul dalam transparansi biaya serta kenyamanan fasilitas. Hasil uji T mendukung hipotesis nol (H . , yang menyatakan bahwa masyarakat Desa Sidodadi cenderung melakukan pinjaman di koperasi daripada perbankan. Temuan ini menegaskan bahwa koperasi memiliki peran signifikan dalam memenuhi kebutuhan finansial masyarakat dengan skema yang lebih mudah dan terjangkau. Berdasarkan saran dari penelitian ini menunjukkan bahwa koperasi perlu terus meningkatkan layanan agar tetap menjadi pilihan utama, sementara perbankan dapat menyesuaikan kebijakan agar lebih kompetitif dan menarik bagi calon peminjam. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi preferensi masyarakat, seperti tingkat literasi keuangan, peran teknologi dalam akses pinjaman, serta dampak sosial ekonomi dari pilihan lembaga keuangan yang digunakan. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29268-29280 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 DAFTAR PUSTAKA