Tarbiyatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini e-ISSN: x-x Volume 1. Nomor 1 (Agustus 2. , w. an-nadwah. Implementasi Metode Reward Dalam Pengambangan Karakter Anak Usia Dini Abul Khoir IAI An-Nadwah Kuala Tungkal. Indonesia Email: Abulhasan051193@gmail. Abstrak Pengembangan karakter anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk kepribadian dan sikap positif yang berkelanjutan. Metode reward sebagai pemberian penghargaan dinilai efektif dalam memotivasi anak untuk melakukan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi metode reward dalam pengembangan karakter anak usia dini serta mengidentifikasi dampak penerapan metode ini terhadap perilaku anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap guru di taman kanak-kanak Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian reward secara konsisten memberikan pengaruh positif dalam membentuk karakter anak, meningkatkan motivasi, disiplin, rasa tanggung jawab, serta kepercayaan diri. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode reward dengan variasi yang tepat dan konsistensi agar hasilnya maksimal dalam proses pendidikan karakter anak usia dini. Kata kunci: Metode Reward. Pengembangan Karakter. Anak Usia Dini PENDAHULUAN Pemerintah telah menetapkan tujuan pendidikan Nasional yang di tuangkan dalam undang-undang nomor 20 tahun 2003 bahwa pendidikan Nasional bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab1. Berdasaskan tujuan pendidikan Nasional tersebut, pendidikan di sekolah tidak hanya terkait upaya penguasaan di bidang akademik, namun harus di imbangi dengan pembentukan karekter. Jika keseimbangan itu dilakukan, maka pendidikan dapat menjadi dasar untuk mengubah anak menjadi berkualitas dari aspek keimanan, ilmu pengetahuan dan karakter. Karakter merupakan aspek penting dalam perkembangan individu, terutama pada tahap usia dini yang menjadi masa emas . olden ag. dalam membentuk kepribadian UU RI Nomor 20 Tahun 2003. AuUndang-Undang Sistem Pendidikan Nasional,Ay Jakarta: Sinar Grafika. Page | 42 Implementasi Metode Reward Dalam Pengambangan Karakter Anak Usia Dini Pendidikan karakter tidak hanya berkaitan dengan aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik. Anak usia dini merupakan fase kritis dalam perkembangan fisik, emosional, dan sosial yang sangat menentukan pembentukan karakter dan kepribadian individu2. Pada tahap ini, anak belajar mengenal norma, nilai, dan aturan yang akan membentuk sikap serta perilaku mereka di masa depan3. Pendidikan karakter pada usia dini sangat diperlukan untuk menanamkan nilainilai moral dan sosial, seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan kerjasama. Berikut 9 pilar karakter mulia yang selayaknya di jadikan acuan dalam pendidikan Religius, cinta Allah dan kebenaran Tanggung jawab, disiplin dan mandiri Amanah Hormat dan santun Kasih sayang, peduli dan kerja sama Percaya diri, kreatif dan pantang menyerah Adil dan berjiwa kepemimpinan Baik dan rendah hati Toleran dan cinta damai Salah satu metode yang dianggap efektif dalam membentuk karakter positif adalah metode reward atau pemberian penghargaan5. Reward berfungsi sebagai penguatan positif yang memotivasi anak untuk mengulang perilaku baik secara Namun, penerapan metode ini harus dilakukan secara tepat agar tidak menimbulkan ketergantungan pada penghargaan dan tetap menumbuhkan nilai intrinsik dalam diri anak. Reward sangat penting dalam pengembangan karakter anak usia dini, karena melalui reward anak menjadi lebih percaya diri untuk memiliki sikap dan karakter baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana implementasi metode reward Santrock. Chil Development (New York: Mc Graw-Hill, 2. Elizabeth. B Hurlock. Developmental Psychology (New York: Mc Graw-Hill, 2. Mulyasa. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif Dan Menyenangkan (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. Sukirman dan Suharnomo. AuPenerapan Metode Reward dan Punishment dalam Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar,Ay Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 2016. Page | 43 Implementasi Metode Reward Dalam Pengambangan Karakter Anak Usia Dini dalam konteks pengembangan karakter anak usia dini serta memahami dampak nyata dari metode ini terhadap perilaku anak di lingkungan pendidikan taman kanak-kanak. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung di kelas anak usia dini dan wawancara dengan guru pengajar. Subjek penelitian adalah anak usia 4-6 tahun di taman kanakkanak pertiwi Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara tematik untuk menggambarkan pola dan efek dari pemberian reward dalam kegiatan sehari-hari anak. Teknik pengumpulan data meliputi: Observasi langsung selama kegiatan pembelajaran di kelas untuk melihat secara langsung penerapan metode reward dan reaksi anak. Wawancara dengan kepala sekolah dan guru pengajar mengenai pengalaman serta persepsi mereka tentang efektivitas metode reward dalam mengembangkan karakter Dokumentasi berupa catatan harian guru dan rekaman aktivitas pembelajaran yang berkaitan dengan pemberian reward. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Metode Reward Pemberian reward merupakan salah satu cara guru dalam mengapresiasi anak atas perbuatannya yang patut di puji. Menurut Mulyasa reward adalah respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan terulang kembalinya tingkah laku Ngalim Purwanto juga berpendapat bahwa reward adalah alat untuk mendidik anak-anak, supaya anak-anak dapat merasa senang karena perbuatan atau pekerjaannya mendapat penghargaan. Sedangkan menurut Nugroho reward adalah ganjaran, hadiah, penghargaan atau imbalan yang bertujuan agar seseorang menjadi lebih giat usahanya untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja yang telah di capai7. Mulyasa E. Menjadi Guru Yang Profesional (Remaja Rosdakarya, 2. Ngalim Purwanto. Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. Page | 44 Implementasi Metode Reward Dalam Pengambangan Karakter Anak Usia Dini Dalam perspektif Islam, reward di artikan dengan beberapa istilah, antara lain ganjaran, balasan dan pahala. Salah satu contoh tentang pemberian reward yang Allah SWT berikan, terdapat dalam Al-QurAoan surah An-NabaAo ayat 36: a AA AyA A oUA a a U ac caI eI ac accaEA a caA U A Artinya: Ausebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari TuhanmuAy. (QS. An-NabaAo: . Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang yang bertakwa akan mendapatkan balasan dan pemberian yang cukup dari Allah SWT sebagai pahala atas ketaatan mereka. Ayat ini juga menegaskan bahwa kenikmatan dan kebahagiaan di surga adalah balasan atas amal perbuatan baik dan ketaatan orang-orang yang shaleh. Reward merupakan salah satu alat pendidikan, jadi dengan sendirinya maksud reward ialah sebagai alat untuk mendidik anak usia dini supaya anak-anak dapat merasa senang karena perbuatan atau pekerjaannya mendapat penghargaan. Selanjutnya berdasarkan hasil wawancara, pendidik bermaksud juga supaya dengan reward itu anakanak lebih giat lagi usahanya untuk memperbaiki atau meningkatkan prestasi yang telah Dengan kata lain anak menjadi lebih tekun dan lebih patuh dalam belajar dan berbuat hal yang lebih baik lagi. Hasil observasi menunjukkan bahwa metode reward diterapkan melalui berbagai bentuk penghargaan seperti pujian verbal, stiker, sertifikat, dan hadiah kecil. Guru memberikan reward ketika anak menunjukkan perilaku positif, misalnya membantu teman, mengikuti aturan, menyelesaikan tugas tepat waktu, berani dan percaya diri tampil kedepan, serta menunjukkan rasa tanggung jawab. Pemberian reward dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan situasi serta karakteristik anak. Reward diberikan dalam bentuk yang berbeda-beda, antara lain: Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Pujian di berikan sebagai salah satu cara dalam merespon prestasi yang telah di capai oleh seseorang. Pemberian pujian kepada seseorang harus diberikan dengan tepat, guna memberikan suasana yang dapat menambah gairah seseorang dalam beraktivitas. Hadiah merupakan bentuk salah satu motivasi dan sebagai penghargaan atas karakter anak yang baik. Pemberian hadiah ini bertujuan untuk memberikan penguatan tehadap perilaku siswa yang baik. Hadiah dapat digunakan dalam Page | 45 Implementasi Metode Reward Dalam Pengambangan Karakter Anak Usia Dini memberikan atau menambah motivasi terhadap peserta didik untuk bekerja keras. Namun pemberian hadiah juga perlu disesuaikan dengan konteks kegiatan dalam bidang pendidikan. Penghormatan dalam hal ini di berikan kepada seseorang atas prestasinya berupa penobatan yang di umumkan dalam forum khusus 8. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, metode reward yang diterapkan di taman kanak-kanak pertiwi ini terbagi dalam dua bentuk utama, yakni reward verbal dan reward nonverbal. Reward verbal: guru memberikan pujian secara langsung kepada anak seperti AuBagus sekaliAy. AuKamu hebatAy. Auberi tepuk tanganAy atau AuTerima kasih sudah berbagiAy. Reward ini terbukti mampu meningkatkan rasa percaya diri dan memotivasi anak untuk mengulang perilaku positif. Reward nonverbal: diberikan dalam bentuk stiker, bintang prestasi, hadiah-hadiah kecil, makanan ringan, atau kesempatan bermain lebih lama. Anak menunjukkan antusiasme tinggi terhadap bentuk reward ini. Melalui pemberian reward ini, anak usia dini akan termotivasi dan bersemangat dalam mengikuti pelajaran dan bersikap baik, seperti yang di ajarkan gurunya. Sehingga hal ini dapat memicu semangat mereka dalam meningkatkan prestasi dan karakter yang baik demi mencapai tujuan pembelajaran dan cita-cita. Maka sangat penting bagi seorang pendidik mengembangkan karakter anak didiknya, salah satunya dengan memberikan stimulasi berupa reward, baik itu bersifat materi seperti memberikan sesuatu berupa benda, makanan, atau alat-alat belajar seperti buku, pena, pensil, penggaris dan lain sebagainya. Juga yang bersifat non materi seperti memberikan perhatian, pujian, tepuk tangan, kasih sayang dan lainnya. Pengembangan Karakter Anak Usia Dini Pendidikan karakter adalah bagian tak terpisahkan dari program pendidikan anak usia dini. Ini berarti bahwa pendidikan karakter di kembangkan bersama-sama dengan lingkup perkembangan lainnya, yaitu kognitif, bahasa, fisik/motorik, sosial emosional, agama dan moral. Karakter merupakan sejumlah nilai-nilai yang terdapat pada moral9. Moh. Zaiful Rosyid dkk. Reward dan Punishment Konsep dan Aplikasi (Malang: Litearsi Nusantara Abadi, 2. Masnipal. Siap Menjadi Guru dan Pengelola PAUD Profesional (Jakarta: Elex Media Komputindo. Page | 46 Implementasi Metode Reward Dalam Pengambangan Karakter Anak Usia Dini Pendidikan karakter diberikan secara berkesinambungan dan terus menerus di setiap kesempatan, kapanpun dan dimanapun. Karakter memiliki beragam istilah yakni akhlak, budi pekerti, nilai, moral, etika dan sebagainya. Namun istilah karakter sendiri lebih kuat karena berkaitan dengan sesuatu yang melekat di dalam diri individu. Karakter adalah sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti, yang menjadi ciri khas seseorang. Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia dengan Tuhan yang maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan perkataan dan perbuatan norma agama, hukum, tatakrama, budaya dan adat istiadat10. Karakter adalah nilai-nilai yang melandasi perilaku manusia berdasarkan norma agama, kebudayaan, hukum/ konstitusi, adat istiadat, dan estetika. Pendidikan karakter di maknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, dan pendidikan watak, yang tujuannya mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan bai dan buruk, memelihara apa yang baik serta mewujudkan kebaikan itu kedalam ke hidupan sehari-hari dengan sepenuh hati11. Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika, kesuksesan seseorang tidak di tentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis . ard skil. Tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain . oft skil. Penelitian ini mengungkapkan bahwa kesuksesan hanya di tentukan sekitar 20% oleh hard skill dan sisanya 80% oleh soft skill bahkan keberhasilan orang-orang tersukses di dunia lebih banyak di dukung oleh kemampuan soft skil daripada hard skill. Penelitian tersebut mengisyaratkan bahwa karakter yang baik sangat penting dimiliki oleh peserta didik, otak yang pintar tanpa disertai kepribadian yang baik maka akan sulit diterima Orang-orang yang berkarakter kuat dan baik secara individual maupun sosial adalah orang yang memiliki akhlak, moral, dan budi pekerti yang baik. Maka dari mengembangkannya melalui proses pembelajaran sekolah. Pendidikan karakter dapat dikembangkan dengan berbagai metode, salah satunya ialah dengan menggunakan metode pemberian reward atau hadiah. Reward adalah salah satu alat untuk mendidik anak usia dini supaya anak-anak dapat tertarik dan merasa Agus Zainul Fitri. Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Etika di Sekolah (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2. Das Salirawati. Smart Teaching Solusi Menjadi Guru Profesional (Jakarta: Bumi Aksara, 2. Page | 47 Implementasi Metode Reward Dalam Pengambangan Karakter Anak Usia Dini senang karena perbuatan atau pekerjaannya mendapat penghargaan. Selanjutnya pendidik bermaksud juga supaya dengan reward itu anak lebih giat lagi usahanya untuk memperbaiki sikap atau mempertinggi prestasi yang telah di capainya. Dengan kata lain anak menjadi lebih tekun dalam belajar dan berbuat hal yang lebih baik lagi 12. Dari hasil wawancara dengan guru, ditemukan bahwa anak yang rutin mendapatkan reward menunjukkan peningkatan motivasi dalam belajar dan berperilaku. Anak menjadi lebih disiplin dalam mengikuti aturan kelas, lebih bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, dan memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi. Guru juga melaporkan bahwa reward membantu memperkuat nilai-nilai karakter yang ingin ditanamkan, sehingga anak termotivasi untuk melakukan perilaku baik tanpa harus menunggu penghargaan setiap saat. Metode reward merupakan penguatan positif yang efektif dalam pendidikan karakter anak usia dini. Sesuai dengan teori behaviorisme, perilaku yang diberi penguatan cenderung diulang. Namun, penting untuk menjaga keseimbangan antara penghargaan eksternal dan internal agar anak tidak tergantung pada reward materi. Variasi bentuk reward dan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak juga meningkatkan efektivitas metode ini. Dengan demikian, metode reward tidak hanya membentuk karakter anak secara jangka pendek, tetapi juga memupuk nilai-nilai positif yang berkelanjutan. KESIMPULAN Metode reward dapat diimplementasikan secara efektif dalam pengembangan karakter anak usia dini dengan memberikan penghargaan atas perilaku positif secara Penerapan metode ini mampu meningkatkan motivasi, disiplin, tanggung jawab, dan kepercayaan diri anak. Untuk hasil optimal, metode reward harus digunakan dengan variasi yang tepat dan diimbangi dengan penguatan nilai-nilai intrinsik agar anak tumbuh menjadi individu yang berkarakter kuat tanpa ketergantungan terhadap penghargaan eksternal. Moh. Zaiful Rosyid dan Aminol Rosyid. Reward & Punishment dalam Pendidikan (Malang: Literasi Nusantara, 2. Page | 48 Implementasi Metode Reward Dalam Pengambangan Karakter Anak Usia Dini DAFTAR PUSTAKA