ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Implementasi Systematic Layout Planning Sebagai Upaya Mencapai Target Produksi pada Industri Kipas Angin Implementation of Systematic Layout Planning as an Effort to Achieve Production Targets in the Fan Industry Tri Ngudi Wiyatno1. Indra Setiawan2. Opie Oktavia Yuliani3. Siti Rahayu4. Adi Fitra5 1,2,3,4,5Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa 1tringudi@pelitabangsa. id, 2indrasetiawan@pelitabangsa. id, 3opieyuliani@gmail. 4sitirahayu@pelitabangsa. id, 5adifitra@pelitabangsa. Abstract Competition in the electronics industry is growing very rapidly, and increasing customer demand has made PT. Manufaktur Sejahtera increase the number of production per day. Where the company's daily production only produces 700 units of product. The first step that must be taken by PT. Manufaktur Sejahterta is to create a good factory layout. In the factory layout, things that must be considered are the arrangement of machines and the arrangement of departments within the factory. With a good factory layout design, production targets and efficiency can be increased. Aspects that must be considered include machines, transportation and other supporting equipment. Therefore, the purpose of this study is to design a layout in the production area of PT. Manufaktur Sejahtera in order to increase production targets. The method used is the Systematic Layout Planning SLP method and blocplan software. The purpose of using this software is to minimize the distance between facilities, where blocplan proposes alternative layouts based on several criteria. These criteria are adjency score. R Score, and R-DIST Score. After the implementation of SLP, an efficient layout was obtained, and it could achieve the daily production target of 1000 products, while using blocplan, the highest adj score was obtained in the 5th iteration with a value of 0. The R dist value With a total material handling cost of Rp 17,575,023. Keywords: Blocplan. Layout. Production. SLP Abstrak Persaingan dalam industri elektronik berkembang sangat pesat, serta permintaan customer yang terus meningkat membuat PT. Manufaktur Sejahtera menambah jumlah produksi per harinya. Dimana produksi per hari perusahan ini hanya menghasilkan 700 unit produk. Langkah awal yang harus diambil oleh PT. Manufaktur Sejahtera adalah membuat tata letak pabrik yang baik. Dalam tata letak pabrik hal yang harus diperhatikan adalah pengaturan mesin dan pengaturan departemen dalam pabrik. Dengan adanya perancangan tata letak pabrik yang baik, target produksi dan efisiensi dapat ditingkatkan. Aspek yang harus diperhatikan meliputi mesin, transportasi dan alat penunjang lainya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang tata letak pada area produksi PT. Manufaktur Sejahtera dalam meningkatkan target produksi. Metode yang digunakan adalah metode Syestematic Layout Planning SLP dan Software blocplan. Tujuan penggunaan software ini untuk meminimalisasi jarak antar fasilitas, dimana blocplan mengusulkan alternatif layout berdasarkan beberapa kriteria. Kriteria tersebut adalah adjency score. R Score, dan R-DIST Score. Setelah penerapan SLP didapat tata letak yang efisien, dan dapat mencapai target produksi perhari sebanyak 1000 produk, sedangkan menggunakan blocplan didapat adj score paling besar pada iterasi ke-5 dengan nilai 0,95. Nilai R dist 0,66. Dengan total ongkos material handling sebesar Rp 17. Kata kunci: Blocplan. Layout. Production. SLP Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 PENDAHULUAN Industri manufaktur mengalami perkembangan pesat dengan meningkatnya tuntutan efisiensi produksi dan optimalisasi tata letak fasilitas. Tata letak yang tidak efektif dapat menyebabkan peningkatan biaya material handling, perpindahan material yang tidak efisien, serta ketidak seimbangan kapasitas produksi dengan permintaan pasar. Untuk mengatasi permasalahan ini, metode Systematic Layout Planning (SLP) menjadi solusi yang banyak digunakan guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional . Metode SLP telah terbukti efektif dalam berbagai industri, termasuk manufaktur elektronik. Dalam industri manufaktur, penerapan Metaheuristics dalam Facility Layout Planning membantu meningkatkan efektivitas produksi dengan menata ulang fasilitas kerja secara lebih optimal . Metode SLP sangat membantu efektivitas produksi sehingga biaya operasional lebih terkendali dan aliran kerja lebih efisien . Perancangan ulang tata letak juga berpengaruh besar dalam sektor pergudangan. Studi menunjukkan bahwa penerapan metode SLP dalam optimasi gudang berhasil menurunkan biaya operasional dari Rp 577. menjadi Rp 347. 285, menghasilkan efisiensi sebesar 40%. Selain itu, dalam industri garmen, metode From To Chart (FTC) dan Activity Relationship Chart (ARC) mampu meningkatkan efisiensi perpindahan material hingga 33%, sehingga mempercepat distribusi produk dan mengurangi waktu tunggu dalam proses produksi . Tidak hanya di lantai produksi, optimasi tata letak juga penting dalam pengelolaan stok dan distribusi barang. Dalam industri elektronik, metode FP-Growth digunakan untuk menganalisis pola pembelian pelanggan dan menyesuaikan tata letak gudang agar lebih efisien dalam pengelolaan persediaan barang . Sementara itu, dalam manufaktur karet, penerapan algoritma CORELAP dan ALDEP terbukti meningkatkan efisiensi produksi dengan simulasi berbasis Flexsim, menghasilkan peningkatan efektivitas kerja hingga 93,74% dibandingkan dengan tata letak awal . Metode SLP telah banyak digunakan dalam berbagai industri, penerapannya dalam industri kipas angin masih belum banyak diteliti secara mendalam. Padahal, penelitian terkait optimasi tata letak menunjukkan bahwa metode ini mampu meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan. Sebuah studi menemukan bahwa penerapan metode SLP mampu meningkatkan kapasitas produksi dari 12. 000 unit menjadi 24. unit per bulan dengan perbaikan aliran kerja dan pengurangan jarak perpindahan material . Selain itu, penelitian terkait sistem logistik menunjukkan bahwa perancangan ulang tata letak gudang berkontribusi terhadap percepatan distribusi bahan baku dan barang jadi, sehingga meningkatkan efektivitas rantai pasok. Dalam penelitian lain tentang tata letak fasilitas produksi, metode SLP terbukti meningkatkan produktivitas hingga 65%, dengan pengurangan aktivitas non-produktif secara signifikan . Sementara itu, penerapan metode ARC dan ARD dalam desain ulang tata letak laboratorium berhasil mengurangi biaya material handling hingga 42,24%, serta meningkatkan efisiensi jarak perpindahan material . Dalam penelitian lain yang menunjukkan bahwa tata letak yang buruk dapat menyebabkan pemborosan sumber daya dan menurunkan efisiensi kerja. Dalam penelitian terkait perancangan ulang tata letak pabrik manufaktur, metode Systematic Layout Planning terbukti mampu mengurangi jarak perpindahan bahan baku hingga 24,4 meter per proses produksi, serta menurunkan biaya operasional secara signifikan . Dalam konteks manufaktur aluminium, penelitian menunjukkan bahwa optimasi aliran material dapat mengurangi biaya material handling dari Rp 105. 544 menjadi Rp 70. 626, sekaligus meningkatkan ketepatan pengiriman produk dari 70% menjadi 95% . Berdasarkan berbagai penelitian ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan metode Systematic Layout Planning (SLP) dalam meningkatkan target produksi di PT. Babeh Abadi Tbk. Dengan optimalisasi tata letak fasilitas, perusahaan diharapkan dapat mengurangi biaya produksi, mempercepat aliran kerja, serta meningkatkan kapasitas produksi kipas angin secara lebih efisien. Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 METODE Dalam penelitian yang dilakukan oleh PT. Babeh Abadi Tbk metode yang digunakan ada dua, yaitu Syestematic Layout Planning (SLP) untuk mendapatkan tata letak perusahaan yang terstruktur dan teratur . Dan yang kedua ada metode yang menggunakan software blocplan yaitu metode yang mengatur tata letak sebuah perusaan dengan beberapa kriteria. Kriteria yang digunakan dalam blocplan adalah adjency score. R Score, dan Product movement . Syestematic Layout Planning (SLP) OUOUJBJ Menentukan produk & OUOUJBJ Menentukan Luas Gudang OUOUJBJ Menentukan OMH Membuat OUOUJBJ Menentukakn OUOUJBJ OUOUJBJFTC Membuaut Menentukan OUOUJBJ OUOUJBJ Membuat MP CC Diagram Alir Luas Mesin Routing Sheet OUOUJBJ Membuat ARC dan ARD P roduksi Gambar 1 Syestematic Layout Planning (SLP) Tahapan yang harus dilakukan dengan metode Systematic Layout Planning (SLP) adalah sebagai berikut: Menentukan Produk dan Komponen adalah kegiatan yang dilakukan dalam SLP untuk dapat mengetahui spesifikasi produk dan komponen yang digunakan dalam membuat produk tersebut. Seperti halnya menentukan material, ukuran, berat, mesin yang digunakan, dan lainnya. Diagram Alir berisi tentang urutan operasi dalam membuat suatu produk, termasuk aliran material antar stasiun kerja. Membuaut Routing Sheet. Bagian ini berisi urutan operasi, mesin, perkiraan waktu yang dibutuhkan dalam satu kali operasi, kapasitas produksi, dan jumlah mesin yang digunakan untuk membuat sebuah produk. Membuat MPCC (Material Processing and Control Char. yang digunakan untuk mengetahui seberapa banyak mesin yang digunakan. Menentukan Luas Mesin, tahapan ini memuat perhitungan luas area untuk setiap mesin yang Seperti perhitungan area mesin, area material, area scrab, area produk jadi, dan ruang gerak operator. Menentukan Luas Gudang, dimana langkah yang dilakukan yaitu menetukan luas area untuk menyimpan material, dan barang jadi. Hal ini meliputi jumlah volume material, volume produk, ruang penyimpanan, ruang loading, dan unloading, serta ruang akses pergerakan. Menghitung OMH (Ongkos Material Handlin. yang dikeluarkan untuk biaya alat yang digunakan dalam memindahkan material, serta produk jadi. Tahap ini juga berisi penentu dari alat yang digunakan untuk memindahkan produk dan material. Membuat FTC (Flow of Things Char. , yaitu membuat aliran yang membantu menganalisis hubungan antar departemen dan menganalisis pola yang dominan. Membuat ARC (Activity Relationship Char. dan ARD (Activity Relation Diagra. ARD dibuat untuk menentukan tingkat kedekatan berdasarkan faktor kualitatif. Dan ARD adalah dasar yang digunakan sebagai pengembangan alternatif perkembangan tata letak fisik dengan diagram visual yang mempresentasikan kedekatan antar departemen. Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Blocplan Blocplan merupakan sebuah perangkat lunak yang digunakan dalam merancang sebuah tata letak suatu Dimana software ini akan memberikan sebuah layout yang efisien dengan meminimalisasi jarak antara stasiun. Hal tersebut didapat dengan menilai kriteria adjency score. R Score, dan R-DIST Score. ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN Produk dan Kapasitas Produksi Kipas Angin adalah produk yang diproduksi oleh PT. Babeh Abadi Tbk dengan target produksi yang ditetapkan perhari adalah 1000 unit. Material yang digunakan adalah biji plastik, alumunium, dan baja kawat, dengan spesifikasi produk sebagai berikut. Tabel 1. Spesifikasi Produk Komponen Electrical Motor AC Cover Fan Front Cover Fan Rear Propeller Fan Switch Motor Cover Fan Stand 1 Fan Stand 2 Base Stand Bolt Propeller Lock Direction Lock Spesifikasi 15 cm x 15 cm x 10 cm . yo 45 cm x 5 cm . yo 45 cm x 5 cm . yo 40 cm x 5 cm . yo 4 cm x 2 cm . yo 18 cm x 13 cm . yo 20 cm x 50 cm . yo 20 cm x 80 cm . yo 45 cm x 10 cm . yo 0,5 cm x 2 cm yo 2 cm x 2 cm . 3 cm x 2 cm x 1 cm . Berat (K. 0,02 0,06 0,08 0,01 0,01 0,01 Proses Vendor Welding Welding Plastic Injection Plastic Injection Plastic Injection Cutting Cutting Plastic Injection Vendor Plastic Injection Plastic Injection Waktu Gambar 2 Produk Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Routhing Sheet Tabel 2. Routhing Sheet Prose s Ke- Nama Proses Nama Mesin O-1 INJEKSI MATERI PLASTIK INJEKSI Produk Waktu Kapasit % Jumla Jumlah Jumla h yang yang Reabilit Pembulat Baku. eti Scra Produks Dihara Disiapka y M/C M/C i / Hari . %) Propeller Fan 1052,63 1,23 Cover Fan Front O-2 O-3 ROBOT SPOT SPOT WELDIN WELDIN PAINTIN WET BOOTH 1052,63 1,23 1,17 Cover Fan Rear O-4 O-5 ROBOT SPOT SPOT WELDIN WELDIN PAINTIN WET BOOTH 1052,63 1,23 1000,00 1,17 Motor Cover O-6 O-7 INJEKSI MATERI PLASTIK INJEKSI ASSEMBL MEJA ASSY 1052,63 1,23 1000,00 1,17 1052,63 1,23 1020,41 1,19 1020,41 1,19 1030,93 1,21 1041,67 1,22 1041,67 1,22 1,17 Base Stand O-8 INJEKSI MATERI PLASTIK INJEKSI O-9 INJEKSI PLASTIK MATERI INJEKSI O-10 INJEKSI MATERI PLASTIK INJEKSI O-11 INJEKSI MATERI PLASTIK INJEKSI O-12 CUTTIN MATERI O-13 CUTTIN MATERI CUTTIN WHEEL PACKIN MEJA PACKIN Propeller Lock Direction Lock Switch Fan Stand 1 CUTTIN WHEEL Fan Stand 2 Packing O-14 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Routhing Sheet digunakan untuk mengetahui jumlah permintaan yang dibutuhkan dan mencari kebutuhan mesin untuk memproduksi. Oleh karena itu routing sheet ini terdiri dari persentase efisiensi pabrik, reliabilitas mesin, waktu baku . , jumlah scrap. Luas Mesin Tabel 3. Luas Mesin Mesin Luas Jumlah M/C Plastic Injection Robot Spot Welding Wet Booth Cutting Wheel Meja Assy Meja Packing 57,75 33,75 Total jarak untuk luas Gudang diperoleh sebesar111,2 meter dan luas pada mesin diperoleh 229,5 meter seperti pada gambar 2. Tabel 4. Luas wilayah loading dan unloading Receiving Shipping KEDATANGAN UNTUK 1 HARI LUAS . 2 ) Unwrapping Area dan Penilaian sambil 2,64 Penyusunan. enunggu dibawa ke gudangbahan bak. 36,85 pelataran truck Pengiriman Untuk 4 Jam Unloading Area ( Luas max, yang dbutuhkan untuk memuat barang terbesa. pelataran truck Receiving merupakan penerimaan pada vendor dengan kedatangan per 1 hari, dan pada receiving ada area yang berbeda-beda tempat seperti Undloading area. Unwrapping area. Penyusunan, dan Pelataran truck, dan distribusi untuk produk kipas angin dengan pengiriman menggunakan truck. Ongkos Material Handling (OMH) Tabel 5. Ongkos Material Handling (OMH) Angkutan Troli Forklift Manusia Berat Total Kapastitas Biaya angkut Rp75. Rp17. Rp10. Ongkos Material Handling (OMH) menganalisis tentang biaya yang timbul karena adanya aktivitas pemindahan material dari satu station ke station lainnya. Sehingga dari penelitian yang dilakukan PT. Babeh Abadi Tbk didapat total OMH sebesar Rp17. Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Activity Relationship Chart (ARC) Gambar 3. Activity Relationship Chart (ARC) ARC merupakan Activity Relationship Chart adalah suatu pendekatan tempat berdasarkan beberapa alasan yang diartikan dalam beberapa kode yaitu (A. X) . Pada ARC tersebut, ditampilkan aturan mengenai tingkat hubungan antar fasilitas yang dijelaskan melalui keterangan gambar. Setelah pembuatan ARC selesai, langkah selanjutnya adalah menyusun Activity Relationship Diagram (ARD) berdasarkan tingkat kedekatan hubungan dalam ARC. Penggunaan Software Blocplan Gambar 4. Analisis Layout Blocplan merupakan sebuah aplikasi yang dapat mencari layout terbaik daari pendekatan ARC dan ARD yang akan menghasilkan AAD . Dalam gambar tersebut diperoleh adjency score yang paling baik dengan nilai0,95 atau yang paling dekat dengan angka satu , dan R Score yang paling baik ada pada layout 1 kemudian layout 5 dengan nilai 0,66, dan R-DIST Score dengan nilai paling kecil ada pada layout 5, dengan nilai Maka layout yang paling efisien adalah layout 5. Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 Gambar 5. Layout 5 Gambar 6. Layout Akhir Layout 5 ini menunjukkan alokasi area yang efisien, dengan aktivitas utama yang saling terkait ditempatkan sedekat mungkin untuk meminimalkan waktu dan biaya perpindahan. Skor 0. menandakan bahwa hampir semua hubungan kedekatan yang penting telah terpenuhi dengan baik dalam tata letak ini. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan PT. Babeh Abadi Tbk yang membuat sebuah produk kipas angin dapat disimpulkan kapasitas produksi yang ditetapkan adalah 1000 unit produk per hari dengan menggunakan sistem layout yang efisien, yaitu layout 5 yang didapat dengan menganalisis menggunakan metode SLP dan software blocplan. Luas area mesin adalah 229,5 m dan area gudang 112,2 m. Serta dengan menggunakan unit pembantu seperti forklift, troli, dan tenaga manusia dengan ongkos material handling sebesar Rp17. Hal hal tersbut dapat meningkatkan kapasitas produksi karena sistem layout pabrik yang lebih efisien. Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 ISSN: 2962-3545 Prosiding SAINTEK: Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 Call for papers dan Seminar Nasional Sains dan Teknologi Ke-5 2026 Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Februari 2026 DAFTAR PUSTAKA