BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Volume 2 Nomor 1. January 2023 E-ISSN: 2807-7857. P-ISSN: 2807-9078 Membangun Literasi Lingkungan dengan Menerapkan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. di TK Nasional KPS Balikpapan Wuri Hartanti1*. Kautsar Eka Wardhana2 1,2,3 Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Received: January 1st, 2023. Revised: January 2nd, 2023. Accepted: January 2nd, 2023. Published: January 2nd, 2023 Abstrak Pembiasaan sederhana mengklasifikasikan sampah sesuai jenisnya, membuang sampah pada tempatnya, mengambil sampah yang dilihat di sekitar akan membentuk karakter cinta lingkungan pada anak. Di TK Nasional KPS ikut berupaya mengurangi sampah dengan 3R (Reuse. Reduce, dan Recycl. Penerapan 3R dilakukan sebagai kegiatan pembiasaan untuk Berdasarkan grafik pengamatan pada hari 1- 41, hari ke 2-40, hari ke 3-44 hari ke 4-42, hari ke 5-43. Konsistensi anak membawa botol dari rumah sudah tampak dan hal ini menjadi budaya sekolah. Berdasarkan pengamatan pada setiap kelas, anak-anak sudah mengerti cara membuang sampah yang benar. Anak sudah memiliki pemahaman untuk membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis sampah. Membangun 3R sejak dini di TK Nasional KPS dilakukan melalui kegiatan pembiasaan baik yang dilakukan oleh guru atau orang dewasa yang ada di sekitar anak, kemudian menjadi contoh bagi anak. Sebaiknya untuk menerapkan 3R di sekolah guru diperlukan dukungan dari warga sekolah dan orang tua murid. Kata kunci: anak, literasi lingkungan, pembiasaan, 3R Abstract The simple habit of classifying waste according to its type, disposing of waste in its place, picking up trash that is seen around will form the character of loving the environment in At the National Kindergarten. KPS participates in efforts to reduce waste with 3R (Reuse. Reduce, and Recycl. The application of 3R is carried out as a habituation activity for Based on observation graphs on days 1-41, days 2-40, days 3-44, days 4-42, days 543. The consistency of children bringing bottles from home has been seen and this has become a school culture. Based on observations in each class, the children already understood how to properly dispose of trash. Children already have an understanding to dispose of trash in its place according to the type of waste. Building 3R from an early age in the KPS National Kindergarten is carried out through habituation activities either carried out by the teacher or adults around the child, then being an example for the child. It is better to implement 3R in teacher schools, support from school residents and parents of students is needed. Keywords: children, environmental literacy, habituation, 3R Copyright . 2023 Wuri Hartanti. Kautsar Eka Wardhana * Correspondence Address: Email Address: wurihartanti@gmail. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 1. January 2023 Wuri Hartanti & Kautsar Eka Wardhana Pendahuluan Anak usia dini 0-6 tahun1 merupakan anak dalam masa emas kehidupan manusia. Anak-anak ini siap menerima segala informasi yang dapat menjadi bekal anak pada masa Seorang ilmuan neurologi Banyamin S. Bloom menjelaskan, pertumbuhan sel otak anak usia 0-4 tahun berkembang 50% sampai usia 8 tahun berkembang mencapai 80%. Dengan melihat penjelasan dari ahli di atas pertumbuhan dan perkembangan anak perlu mendapatkan perhatian yang lebih, memberikan stimulasi sesuai dengan perkembangan anak sangat penting, agar anak dapat berkembang dengan optimal. Karakter akan terbentuk dengan diberikan aktifitas pembiasaan pada anak secara Memulai pembiasaan secara rutin dapat dilakukan oleh orang dewasa/orang tua di sekitar anak. Anak adalah peniru yang ulung, langkah awal yang perlu dilakukan pada anak usia dini agar mempunyai pembiasaan yang baik yaitu dengan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi anak. 3 Orang dewasa/orang tua yang ada di sekitar anak sebagai pendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. Anak menjadikan orang dewasa sebagai model, sehingga orang dewasa di sekitar anak perlu memperbaiki dan selalu melakukan introkpeksi diri terhadap polah tingkah dan perilakunya. Pembiasaan sederhana seperti mengklasifikasikan sampah sesuai jenisnya, membuang sampah pada tempatnya, mengambil sampah yang dilihat di sekitar akan membentuk karakter cinta lingkungan pada anak. Ketika anak mempunyai rasa cinta terhadap lingkungan akan sangat membantu untuk menyelesaikan masalah sampah yang sekarang sudah menjadi masalah dunia. Menurut penelitian penyumbang sampah plastik no 2 di dunia adalah negara Indonesia Indonesia . enurut studi global Jambeck dkk, 5 Pada tahun 2013 sampah plastik yang dihasil mencapai Timbulan sampah 6,7 juta ton, pada tahun 2019 meningkat menjadi 7. 4 juta ton. Peningkatan jumlah sampah berbanding lurus dengan penambahan penduduk. Sampah sudah menjadi masalah dunia dan diperlukan kepedulian banyak pihak. Banyak orang tidak peduli terhadap sampahnya sendiri, membuang sampah sembarangan di tempat-tempat umum tanpa memperdulikan Timbul banjir di perkotaan yang menggenangi perumahan baru sering dirasakan oleh masyarakat perkotaan pada saat ini. Melihat fenomena yang terjadi sudah seharusnya, semua peduli terhadap lingkungannya. Masa anak-anak masih dalam proses pembentukan karakter dan anak mempunyai sikap suka meniru orang dewasa yang ada disekitarnya merupakan momen tepat untuk memberikan pembiasaan yang positif pada anak. 6 Upaya mengurangi sampah dapat dilakukan dengan membentuk kepedulian kepada lingkungan yang dapat dimulai sejak dini dengan menerapkan 3R (Reuse. Reduce, dan Recycl. Di TK Nasional KPS ikut berupaya mengurangi sampah dengan 3R (Reuse. Reduce, dan Recycl. Penerapan 3R (Reuse. Reduce, dan Recycl. dilakukan sebagai kegiatan pembiasaan untuk anak. Penerapan 3R (Reuse. Reduce, dan Recycl. membentuk karakter Hazairin Habe and Ahiruddin Ahiruddin. AoSistem Pendidikan NasionalAo. Ekombis Sains: Jurnal Ekonomi. Keuangan Dan Bisnis 2, no. : 39Ae45, https://doi. org/10. 24967/ekombis. Kautsar Eka Wardhana. AoPengaruh Kematangan Anak Usia Dini Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 1 Sekolah DasarAo. Sultan Idris Journal of Psychology and Education, no. Sultan Idris Journal of Psychology and Education. Vol. No. Maret 2022 . : 56Ae66, https://doi. org/10. 21093/sijope. Ahmad Ridho et al. AoImplementasi Pendidikan Multikutural Berbasis Teknologi Dalam Menghadapi Era Society 5. 0Ao. EDUCASIA: Jurnal Pendidikan. Pengajaran. Dan Pembelajaran 7, no. December 2. , https://doi. org/10. 21462/educasia. Muliyana Muliyana and Kautsar Eka Wardhana. AoMeningkatan Kemampuan Berbahasa Dengan Bermain Peran Pada Anak Usia DiniAo. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal 1, no. 125Ae34. KLHK. AoStatus Lingkungan Hidup Dan Kehutanan 2020Ao, 2020, 14Ae50. Mulianah Khaironi. AoPendidikan Karakter Anak Usia DiniAo. Jurnal Golden Age 1, no. December 2. : 82Ae89, https://doi. org/10. 29408/goldenage. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 1. January 2023 Membangun Literasi Lingkungan dengan Menerapkan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. di TK Nasional KPS Balikpapan peduli terhadap lingkungan. Pada kesempatan ini penulis mencoba menulis proposal penelitian dengan judul Mba Lili Membeli Reducy Membangun Literasi Lingkungan Dengan Menerapkan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. Di TK Nasional KPS Balikpapan. Rumusan masalah dari penelitian ini sebagai berikut, bagaimana membangun 3R (Reuse. Reduce, dan Recycl. di TK Nasional KPS untuk membentuk kepedulian anak dengan lingkungan di sekitar? Tinjauan Pustaka Literasi lingkungan Literasi merupakan kesadaran seseorang untuk memahami, mengetahui sesuatu dan terlibat penuh dalam suatu komunitas masyarakat luas. Literasi pada awalnya hanya dikenal dengan kemampuan membaca dan menulis namun pada seiring perkembangan zaman definisi literasi menjadi lebih luas, misalnya, literasi budaya, literasi seni, literasi numerasi, literasi ekologi dan juga literasi lingkungan. Literasi lingkungan adalah sikap memahami, mengetahui untuk membuat lingkungan dalam kondisi seimbang. Sikap memahami, mengetahui dapat diartikan sebagai kesadaran untuk menjaga lingkungan agar tetap terjaga dengan melakukan upaya terhadap masalah lingkungan yang terjadi di sekitar. Environmet Education and Training Patnership (EETAP) menjelaskan, orang yang mengetahui dan memahami lingkungan akan melakukan upaya untuk menjaga lingkungannya 7 . Upaya untuk membangun kesadaran terhadap lingkungan bukan hanya tanggungjawab orang dewasa saja namun pada masa depan akan menjadi tanggung jawab generasi baru yaitu anak usia dini. Peran pendidik pada saat sekarang ini adalah membangun literasi lingkungan pada anak usia dini dengan memberikan pemahaman dan pengertian tentang literasi 8 Memberikan pandangan yang benar tentang lingkungan akan membuat anak sayang terhadap lingkungan, kegiatan memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada anak dapat dirancang dengan kegiatan bermain. Kegiatan bermain yang terencana dapat mengarahkan anak memiliki kesadaran terhadap pentingnya lingkungan, sehingga anak dengan suka cita ikut menjaga lingkungannya melalui aktivitas sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya, klasifikasi sampah, memilah sampah dan kegiatan lainnya. Pentingnya pembiasan dan pemahaman literasi lingkungan pada anak akan membentuk karakter pada anak, sehingga tidak hanya bisa memanfaatkan alam namun juga mengambil peran untuk ikut menjaga alam dan mengatasi permasalahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. TK Nasional KPS berada dekat dengan pantai dan merupakan sekolah rujukan untuk implementasi kurikulum kemaritiman. TK Nasional KPS memiliki program yaitu membentuk karakter cinta lingkungan. Pembiasan pada anak dengan melakukan pembiasaan yang baik, sayang terhadap lingkungan sekitar yang diwujudkan dengan kegiatan sehari-hari, seperti peduli lingkungan sekitar dengan melakukan bersih pantai. Anak-anak bersama guru pergi ke pantai yang hanya berjarak 300 meter dan melakukan pembelajaran di luar ruangan berteman dengan alam. Empat komponen yang menjadi tolak ukur kemampuan literasi lingkungan pada diri seseorang yaitu: memiliki kemampuan untuk mengetahui dan memahami lingkungan, peduli dan peka terhadap kondisi lingkungan, mengetahui dan Agusta Kurniati. Daniel Dike, and Lusila Parida. AoPengembangan Literasi Lingkungan Untuk Membangun Sekolah Sehat Dan Hijau Di SD Negeri 01 Kenukut Kecamatan Kelam Permai Kabupaten SintangAo. Jurnal Abdidas 2, no. : 223Ae30, https://doi. org/10. 31004/abdidas. Abdul Razak et al. AoDiseminasi Pembelajaran Mikir Di Madrasah IbtidaiyahAo. SIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat 1, no. : 13Ae16. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 1. January 2023 Wuri Hartanti & Kautsar Eka Wardhana menganalisis permasalahan lingkungan di sekitar, melakukan aksi nyata seperti membuat perencanaan untuk melakukan perbaikan pada kondisi tertentu pada lingkungan dan mewujudkan perencanaan yang dilakukan. Pengolahan sampah dengan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. Pada masa modern ini masalah yang belum teratasi dengan baik adalah sampah. Terutama yaitu masalah sampah plastik yang semakin menumpuk dan merusak alam karena tidak mudah terurai. Masalah bersama tentang sampah harus mendapat solusi yang tepat agar bumi tetap layak menjadi tempat tinggal manusia. Semua pihak perlu terus berupaya dengan melakukan kerjasama bahu membahu untuk mengurangi masalah sampah plastik dan dengan menerapkan berbagai cara. Satu cara yang dapat dilakukan dengan menerapakan 3R (Reduce. Reuse, dan Recycl. Dalam ranah dunia pendidikan membangun sikap peduli terhadap lingkungan perlu terus diupayakan dengan melakukan kegiatan pembiasaan pada anak. Kegiatan pembiasaan diperlukan agar sikap yang baik itu melekat pada diri anak dan kelak setelah dewasa akan mempunyai karakter baik. Karakter inilah yang akan menjaga lingkungannya dengan memiliki sikap tanggungjawab terhadap sampahnya sendiri. Dengan adanya sikap tanggungjawab pada sampahnya masing-masing akan membuat lingkungan bersih, indah dan nyaman. Penerapan 3R (Reduce. Reuse, dan Recycl. dapat diartikan sebagai upaya memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada anak melalui aktivitas sehari hari, yang meliputi kegiatan reduce . , dilakukan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik dalam segala aktivitas sehari-hari. Membawa kantong belanja dari rumah akan dapat mengurangi penggunakan kantong plastik yang merupakan salah satu penyebab timbulnya tumpukan sampah plastik. Kegiatan reuse, menggunakan kembali barang bekas suatu produk tanpa mengubah bentuk fisiknya, seperti penggunakan botol plastik, untuk difungsikan menjadi pot bunga, tempat bumbu masak dan lainnya. Kegiatan recycle, mengolah sampah menjadi produk baru seperti botol plastik menjadi bunga hias, lampu tidur, hiasan dinding dana lainnya. Upaya dengan 3R 3R (Reduce. Reuse, dan Recycl. , sedikit banyak membawa dampak pada lingkungan. Cara ini dapat dilakukan oleh semua usia, mulai dari anakanak hingga dewasa, dan jika semua menerapkan langkah-langkah di atas, bumi ini akan menjadi lebih bersih. Penerapan 3R (Reduce. Reuse, dan Recycl. pada anak-anak memerlukan pendampingan dan contoh dari orang dewasa yang ada disekitarnya dan perlu dilakukan pembiasaan secara terus menerus. TK Nasional KPS berupaya untuk menerapkan 3R (Reduce. Reuse, dan Recycl. dalam aktivitas belajar anak di sekolah dan mencoba juga membiasakan anak di rumah melalui kegiatan pembiasan setiap harinya. Kegiatan awal untuk penerapan 3R (Reduce. Reuse, dan Recycl. dimulai dengan memberikan pemahaman kepada anak tentang kondisi sampah yang terus bertambah di dunia. Menampilkan gambar-gambar penumpukan sampah yang terjadi dimana-mana dan akibat dari sampah yang Gambaran ini akan memberi anak pemahaman betapa pentingnya untuk peduli terhadap sampah yang ada di lingkungan sekitar. Syavira Indriyani. Afandi Afandi, and Eko Sri Wahyuni. AoLiterasi Lingkungan Dan Kesadaran Lingkungan : Potensi Dan Tantangan Dalam Pendidikan Abad 21Ao. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan 2020. March . : 239Ae45. Dalam Mengenalkan and Kearifan Lokal. AoAl Ulya: Jurnal Pendidikan Islam Volume 4 Nomor I. Edisi Januari Ae Juni 2019Ao 4 . : 95Ae113. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 1. January 2023 Membangun Literasi Lingkungan dengan Menerapkan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. di TK Nasional KPS Balikpapan Taman Kanak-kanak Taman kanak-kanak merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan yang melayani anak usia dini 4-6 tahun. Taman kanak-kanak termasuk pendidikan formal yang dijelaskan pada pasal 28 ayat . dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional . Pendidikan di Taman Kanak-kanak bertujuan untuk memfasilitasi aspek perkembangan, pertumbuhan secara menyeluruh dengan optimal. Layanan pada pendidikan anak usia dini berupaya untuk menstimulasi, membimbing, mengasuh sesuai usia anak dengan aktivitas bermain. Memfasilitasi tumbuh kembang anak usia disesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan anak yang wajib dilalui oleh setiap Dalam kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-kanak guru perlu memahami karakteristik dari setiap anak. Setiap anak mempunyai keunikannya masing-masing. Anak-anak usia dini mempunyai semangat untuk belajar dan mudah untuk menyerap berbagai macam informasi. Anak Taman Kanak belajar melalui kegiatan bermain yang lebih mementingkan proses dari hasil. Aktivitas bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan dan merupakan kodrat dari seorang anak. Anak usia dini melakukan kegiatan eksplorasi untuk membangun pengetahuannya Melalui kegiatan bermain anak berinteraksi dengan orang dewasa di sekitarnya yang dapat mengembangkan aspek sosial dan bahasa anak serta aspek perkembangan Pembelajaran untuk anak usia dini lebih berorientasi pada pada perkembangan anak, sehingga lebih banyak anak mendapat kemsempatan untuk belajar dengan gaya belajarnya sendiri. Di TK Nasional KPS melayani anak-anak usia 4-6 tahun dengan kegiatan pembelajaran berpusat pada anak. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan melalui aktivitas bermain dalam sentra-sentra main dan memberikan penerapan pembiasaan sehari-hari untuk membentuk karakter anak. Pendidik di TK Nasional KPS memandang bahwa anak sebagai individu yang unik dan siap menerima informasi dalam bentuk apapun yang berfungsi meningkatkan aspek perkembangan anak dengan optimal. Metode Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Pendekkatan kualitatif dapat digunakan untuk merumuskan masalah yang membantu peneliti untuk melakukan eksplorasi atau merekam situasi yang terjadi pada lingkungan yang akan diteliti secara mendalam dan menyeluruh. Lexi. Moleong menjelaskan pendekatan kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. 12 Pada penelitian kualitatif memfokuskan pada fenomena sosial, ungkapan bahasa dan perasaan dan persepsi dari Pendekatan kualitatif ini bertujuan untul mendapat informasi tentang AuMba Lili Membeli ReducyAy Membangun Literasi Lingkungan Dengan Menerapkan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. Di TK Nasional KPS Balikpapan. Pendekatan kualitatif bertujuan untuk mengetahui, memahami fenomena, tindakan, motivasi dari subjek penelitian yang di deskripsikan dalam bentuk bahasa, sehingga akan mendapatkan informasi yang utuh tentang penelitian yang sedang berlangsung. Penelitian Membangun Literasi Lingkungan Dengan Menerapkan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. Di TK Nasional KPS Balikpapan. Dilaksanakan pada 07-11 November Penelitian ini fokus meneliti membangun literasi lingkungan dengan menerapkan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. Di TK Nasional KPS. Hakikat Pendidikan and Taman Kanak-kanak. AoHakikat Pendidikan Dan Pembelajaran Di Taman Kanak-KanakAo, n. , 1Ae28. AAE IU UI UuOU OUA. AoNo Title AAoEUIN AIOU UU ICINA, 1386. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 1. January 2023 Wuri Hartanti & Kautsar Eka Wardhana Penelitian ini menggunakan data kualitatif yang mengumpulkan data dalam bentuk kata-kata, gambar dan data pendukung lainnya. Data yang digunakan mencakup transkrip wawancara, catatan, fotografi, video, dokumen pribadi, dan rekaman. Sumber data berasal dari subjek utama dalam penelitian ini. Peneliti akan mengambil data dengan melakukan kegiatan wawancara, terhadap informan untuk merespon setiap bagian pertanyaan yang dilakukan secara lisan dan tertulis. Sumber data utama berasal dari warga sekolah TK Nasional KPS, baik guru maupun karyawan serta anak didik yang menjadikan sebagai data utama dalam penelitian ini. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini yaitu data dari buku, literatur, brosur dan artikel yang sesuai dengan objek Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan menggunakan beberapa cara sebagai berikut: Pengamatan/Observasi Pengamatan/observasi merupakan pencatatan terhadap fakta-fakta yang diperoleh dan dibutukan dalam aktivitas penelitian. 13 Kegiatan observasi/pengamatan pada penelitian ini mengamati perilaku, ucapan dari warga sekolah TK Nasional KPS terkait dengan membangun literasi lingkungan dengan menerapkan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. Wawancara Melakukan kegiatan bercakap-cakap dengan tujuan yang sudah ditentukan. Kegiatan bercakap-cakap dilakukan oleh dua pihak dengan pewawancara memberikan pertanyaan kepada terwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan. Kegiatan wawancara bertujuan untuk mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, perasaan motivasi tuntutan, dan kepedulian serta untuk memverifikasi, mengubah, memperluas kontruksi yang dikembangkan oleh peneliti sebagai pengecekan anggota. Kegiatan wawancara dalam penelitian ini dilakukan pada warga sekolah TK Nasional KPS yang meliputi, guru, karyawan, dan anak didik, untuk mendapatkan informasi tentang membangun literasi lingkungan dengan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. dalam aktivitas sehari-hari warga sekolah. Dokumentasi Teknik dokumentasi merupakan cara mengumpulkan data dengan menelaah sumber tertulis, seperti buku, laporan, catatan harian dan lainnya yang mencatat informasi yang diperlukan dalam kegiatan penelitian. Selain itu adanya foto-foto yang diambil waktu warga sekolah melakukan kegiatan akan sebagai bahan pendukung dokumentasi dalam penelitian ini. Tujuan dari pengumpulan data ini untuk membantu memperoleh data-data yang Proses sistematis dan pengaturan teknik pengumpulan data untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi-materi yang akan disajikan kepada orang lain. Langkahlangkah yang harus dilakuka dalam proses analisis data kualitatif, sebagai berikut: Reduksi data Reduksi data merupakan aktivitas suatu bentuk penelitian untuk membantu mempertajam, memilih, memfokuskan, membuang, menyusun data dengan kesimpulan akhirnya dapat digambarkan dan diverifikasikan. Kegiatan mereduksi data dilakukan dengan menstransformasi data mentah yang terjadi ketika pencatatan dilapangan Kegiatan reduksi data merupakan kegiatan analisis data untuk mendapatkan kode, rangkunan, pengembangan cerita seta pilihan analiss lainnya. Widya Suci. Pengantar Metodologi Penelitian. Antasari Press, 2020. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 1. January 2023 Membangun Literasi Lingkungan dengan Menerapkan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. di TK Nasional KPS Balikpapan Model Data/Penyajian Data Model data merupakan memahami dan melakukan analisis lanjutan yang didsarkan pada pemahaman. Tujuan dari model ini sebagai jalan untuk masuk menganalisis data kualitatif valid. Di dalamnya mencakup matrix, grafik, bagan dan jaring kerja, semua ini disusun sebagai bentuk praktis untuk memberi gambaran atau kesimpulan dari penelitian. Penarikan Kesimpulan Peneliti membuat keputusan untuk melihat makna dari suatu catatan yang tratur dan terpola yang komponennya dapat ditarik kesimpulan yang jelas dengan tetap memelihara kejujuran, kecurigaan dan laian sebagainya. Penarikan kesimpulan sebagai proses dari penarikan data penelitian. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Menurut hasil observasi, anak-anak TK Nasional KPS pergi sekolah dengan membawa botol minum sendiri-sendiri dari rumah. Kegiatan pembiasaan membawa botol sebagai upaya untuk mengurangi sampah. 14 Dari hasil tabel di atas pembiasan baik untuk membawa botol minum sudah dilakukan oleh anak-anak TK Nasional KPS. Upaya membiasakan membawa botol dari rumah sebagai bentuk peduli kepada lingkungan yaitu mengurangi sampah plastik. Pengamatan selama 5 hari menunjukkan, seperti pada grafik di bawah ini: Grafik Anak Membawa Botol Minum Selama 5 Hari Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5 Gambar 1. Grafik Anak Membawa Botol Minum Selama 5 Hari Berdasarkan grafik di atas pengamatan pada hari 1- 41, hari ke 2-40, hari ke 3-44 hari ke 4-42, hari ke 5-43. Konsistensi anak membawa botol dari rumah sudah tampak dan hal ini menjadi budaya sekolah. Selain membawa botol minum dari rumah, upaya lain untuk menjaga lingkungan yang dilakukan di TK Nasional KPS yaitu membuang sampah pada tempatnya. Inne Indraaryani Suryaalamsah. Rosya1nne Kushargina, and Megah Stefani. AuAoGerebek SekolahAo (Gerakan Membawa Bekal Makan Dan Minum Ke Sekola. Sebagai Upaya Pemenuhan Gizi Murid Sdn Pesanggrahan 02 Jakarta Selatan,Ay Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ, no. (December 7, 2. , https://jurnal. id/index. php/semnaskat/article/view/5393. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 1. January 2023 Wuri Hartanti & Kautsar Eka Wardhana Berdasarkan pengamatan pada setiap kelas, anak-anak pada umumnya sudah mengerti cara membuang sampah yang benar. Anak sudah memiliki pemahaman untuk membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis sampah. Anak memahami pentingnya untuk membuang sampah pada tempatnya. 15 Perilaku anak untuk membuang sampah pada tempatnya didukung fasilitas sekolah yang memadai. Di setiap sudut tersedia tempat sampah dengan tulisan dan ciri tertentu untuk memudahkana anak membuang sampah pada tempatnya. Selain dengan membawa botol minum dari rumah, mengklasifikasikan sampah anak juga diajak untuk mengolah sampah dengan cara recycle yaitu mengolah sampah menjadi bentuk baru. Pengamatan Perilaku Anak dalam Membuang Sampah Keterangan YA Keterangan TIDAK Gambar 2. Grafik Pengamatan Perilaku Anak dalam Membuang Sampah Pembahasan TK Nasional KPS Balikpapan merupakan sekolah piloting kemaritiman. Menjadi sekolah piloting kurikulum kemaritiman di kota Balikpapan dikarenakan secara secara geografis TK Nasional KPS berada di pesisir pantai, sehingga kegiatan dan upaya untuk melestarikan lingkungan perlu ditanamkan pada anak sejak dini. 16 Pengetahuan dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini, akan membentuk karakter cinta lingkungan pada anak. Upaya yang dilakukan sebagai bentuk membangun karakter peduli lingkungan dengan menerapkan 3R (Reuse. Reduce. Recycl. Penerapan 3R diawali dengan melakukan kegiatan sosialisasi kepada anak tentang jenis-jenis sampah, pengklasifikasian sampah, bahaya sampah plastik, pengolahan sampah dan upaya mengurangi sampah. Memperkenalkan jenis-jenis sampah kepada anak merupakan deteksi awal benda apa saja yang dapat digolongkan sebagai sampah. Memperkenalkan jenis-jenis sampah, diharapkan anak memliki pemahaman dan dapat melakukan klasifikasi sampah baik di rumah, sekolah dan lingkungan anak berada. Klasifikasi sampah yang diterapkan di TK Nasional KPS yaitu sampah organik dan anorganik. 17 Sampah organik merupakan sigit Raharjo. AoHubungan Antara Pengetahuan. Sikap. Dan Ketersediaan Fasilitas Di Sekolah Dalam Penerapan Phbs Membuang Sampah Pada TempatnyaAo, n. Arif Zainul Fuad and Muhammad Musa. AoPengenalan Bidang Kemaritiman Sejak Usia Dini melalui Pembelajaran Tematik Kelautan pada Siswa Taman Kanak KanakAo. Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian. Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi 22, no. June 2. : 93Ae104. Choirul Amri and Wahyu Widyantoro. AoPendampingan Pembelajaran Memilah Dan Menempatkan Sampah Pada Tempatnya Sejak Usia Dini Di TK Imbas 1Ao. International Journal of Community Service Learning 1, no. December 2. : 121Ae26, https://doi. org/10. 23887/ijcsl. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 1. January 2023 Membangun Literasi Lingkungan dengan Menerapkan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. di TK Nasional KPS Balikpapan sampah yang dapat terurai seperti daun, sisa makanan, dan lainnya, sehingga waktu anak membuang sampah akan melihat tempat sampah yang mana untuk membuang Begitu juga ketika anak membuang sampah anorganik, perlu juga memperhatikan tempat sampah yang sesuai dengan jenisnya. Dalam kegiatan pengenalan juga dikenalkan sampah B3 (Bahan Beracun dan Berbahay. Walaupun di sekolah tidak ada benda yang termasuk bahan beracun dan berbahaya ini sebagai upaya untuk memperkenalkan jika di rumah atau di sekitarnya ada benda tersebut. Apalagi jika anak sudah memiliki pemahaman yang utuh, sehingga anak dapat mengingatkan orang tua di sekitarnya. Setelah mengenali jenis dan klasifikasi sampah, anak-anak diperkenalkan dengan bahaya sampah plastik, mengingat negara Indonesia sebagai penyumbang sampah terbesar kedua di dunia. 18 Anak-anak perlu mendapatkan informasi penyebab sampah plastik sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia, sehingga perlu dilakukan upaya supaya bumi layak ditinggali dengan berkurangnya sampah. Informasi tentang bahaya sampah plastik akan membangkitkan rasa peduli anak terhadap lingkungan Selain itu anak-anak juga diperkenalkan cara pengolahan sampah dengan menggunakan prinsip 3R (Reuse Reduce Ricycl. 19 Pengenalan prinsip 3R akan membuat anak memiliki pemahaman dan inisiatif untuk memperlakukan sampah yang ada di sekitarnya. Sebenarnya upaya pengolahan dengan 3R sudah menjadi budaya positif yang ada di TK Nasional KPS, sehingga TK Nasional KPS selain menjadi piloting kemaritiman juga menjadi juara sekolah sehat tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Sosialiasi tentang 3R sering dilakukan di TK Nasional KPS, sebagai bentuk kegiatan untuk mengingatkan kepada anak tentang prosedur mengelola sampah di lingkungan sekolah maupun rumah dengan cara yang benar. Pembiasaan yang dilakukan secara berulang akan membentuk karakter 20, sehingga pengulangan informasi terkait pengelolaan sampah akan membentuk penegtahuan dan kesadaran pada anak. Upaya untuk mengurangi sampah dengan cara penerapan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. , terlihat membawa dampak terhadap lingkungan sekitar. Lingkungan sekitar sekolah selalu bersih, kegiatan pembelajaran menjadi lebih variatif dengan berbahan dari sampah anorganik. Anak-anak peduli dengan lingkungan sekitarnya, dengan perilaku yang tampak, jika ada sampah berusaha untuk diambil atau terlihat senang ketika melakukan kegiatan operasi semut. Oerasi semut yaitu kegiatan bersih-bersih lingkungan sekitar secara bersama-sama. Operasi semut dan memasukkan daun kering ke dalam biopori untuk membuat kompos. Penelitian tentang literasi lingkungan dengan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. , pernah dilakukan padan penelitian terdahulu yaitu seperti pada penelitian AuUrgensi Literasi Lingkungan Pada Anak Usia DiniAy21 dengan hasil bahwa literasi lingkungan sangat penting diterapkan sejak dini karena sebagai pondasi pada masa akan datang upaya Mengurangi Timbulan Sampah Plastik Di Lingkungan. AoUpaya Mengurangi Timbulan Sampah Plastik Di LingkunganAo 8 . : 1Ae8. Reni Fitri. AoPenerapan Metode 3r (Reduce. Reuse. Recycl. Untuk Menstimulasi Kreativitas Pada Anak Usia Dini Di Kelompok A Tk Dharma Wanita 1 Purwosari - Umpo RepositoryAo, accessed 15 December 2022, http://eprints. id/8672/. Eka Sapti Cahyaningrum. Sudaryanti Sudaryanti, and Nurtanio Agus Purwanto. AoPengembangan NilaiNilai Karakter Anak Usia Dini Melalui Pembiasaan Dan KeteladananAo. Jurnal Pendidikan Anak 6, no. December 2. : 203Ae13, https://doi. org/10. 21831/jpa. Fikri Maulana and Jamil Abdul Aziz. AoUrgensi Penanaman Literasi Lingkungan Pada Anak Usia DiniAo. El-Athfal : Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Anak 2, no. July 2. : 1Ae12, https://doi. org/10. 56872/elathfal. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 2 Nomor 1. January 2023 Wuri Hartanti & Kautsar Eka Wardhana ketika anak-anak sudah menjadi orang dewasa dan masuk ke dalam lingkup masyarakat. Penelitian terdahulu terkait dengan literasi lingkungan yaitu AuKepedulian Lingkungan Melalui Literasi Lingkungan Pada Anak Usia DiniAy 22 pada penelitian ini juga menganggap penting penanaman literasi lingkungan sejak dini untuk menyiapkan masyarakat peduli lingkungan. Sedangkan penelitian terdahulu tentang pengolahan sampah dengan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. pada jenjang Taman Kanak-kanak sebagai berikut Au3R (Reduce. Reuse. Recycl. sebagai inovasi pembelajaran di PAUD menyongsong Indonesia Bebas SampahAy23 Pada penelitian ini menjelaskan, jika sampah dapat digunakan sebagai media pembelajaran, hal ini dapat digunakan sebagai upaya mengurangi sampah. Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan yaitu mengolah sampah dengan 3R efektif mengrangi sampah, dan jika menjadi pembiasaan bagi anak akan tercipta karakter cinta lingkungan. Simpulan Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah Membangun 3R (Reduce. Reuse. Recycl. sejak dini di TK Nasional KPS dilakukan melalui kegiatan pembiasaan baik yang dilakukan oleh guru atau orang dewasa yang ada di sekitar anak, yang kemudian menjadi contoh bagi anak. Upaya lainnya, melalui kegiatan sosialisasi penerapan 3R (Reduce. Reuse. Recycl. dengan mengulang dan melakukannya dalam kegiatan sehari-hari dalam kegiatan pembelajaran seperti. mengajak anak operasi semut, melakukan daur ulang sampah, menjadikan sampah sebagai bahan ajar dan kegiatan lainnya. Referensi