Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Vol. No. 2 Juni 2022 e-ISSN: 2961-9254. p-ISSN: 2961-9246. Hal 20-29 Pendampingan Wawasan dan Pemahaman Sebuah Desa melalui Pemetaan pada Masyarakat di Desa Ciawi. Kabupaten Brebes Assistance in Insight and Understanding of a Village through Mapping in Communities in Ciawi Village. Brebes Regency Ahmad Riyanto1. Wahidin2. Muhammad Taufiq3 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik,Universitas Muhadi Setiabudi. Indonesia E-mail: 1ahmadriyanto161@gmail. com,2wahidinnaures@gmail. muhammadtaufiq905@gmail. Article History: Received: 01 Mei 2022 Revised: 17 Mei 2022 Accepted: 16 Juni 2022 Keywords: Insight. Understanding. Village Mapping. Abstract: The need for clear administrative boundaries of village areas is becoming increasingly important in line with the rapid development of the region and the growth of investment. The arrangement of village boundaries makes an important contribution in the context of implementing encouraging the implementation of village autonomy. Mapping is one of the practical methods that provides information on the face of the earth in the form of facts, the real world, both the shape of the earth's surface and its natural resources based on the scale of the map and symbols of the elements of the earth that are presented. The purpose of community service activities (PkM) for mapping is to provide information information, knowledge and efficiency in getting to the desired The PkM method includes three stages, namely the approach stage, starting from efforts to improve cognitive aspects of participants, the mentoring and empowerment stage, the work stage, and the program follow-up stage. This activity is needed by the residents of Ciawi Village. The targets of this activity are village officials. RT RW administrators and Karang Taruna. The response of residents was very positive to this activity. The results of this activity are expected to provide a very good response to information disclosure for the people of Ciawi Village. https://ftuncen. com/index. php/JPMSAINTEK 20 Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Vol. No. 2 Juni 2022 e-ISSN: 2961-9254. p-ISSN: 2961-9246. Hal 20-29 Abstrak Kebutuhan adanya batas administrasi wilayah desa yang jelas menjadi semakin penting sejalan dengan dengan pesatnya pengembangan wilayah dan pertumbuhan investasi. Penataan batas wilayah desa memberikan kontribusi penting dalam rangka pelaksanaan mendorong terlaksana otonomi desa. Pemetaan merupakan salah satu metode praktis yang memeberikan informasi muka bumi yang berupa fakta, dunia nyata, baik bentuk permukaan bumi maupun sumber daya alamnya berdasarkan skala peta serta simbol simbol dari unsur muka bumi yang Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat (PkM) pembuatan pemetaan adalah agar memberikan informasi informasi, pengetahuan dan keefisiensian dalam menuju lokasi yang diinginkan. Metode PkM mencakup tiga tahapan, yakni tahapan pendekatan, mulai dati upaya peningkatan aspek kognitif terhadap peserta, tahap pendampingan dan pemberdayaan, tahapan pekerjaan, dan tahapan tindak lanjut program. Kegiatan ini sangat dibutuhkan warga masyarakat Desa Ciawi. Sasaran kegiatan ini adalah para perangkat desa, pengurus RT RW dan Karang Taruna. Respon warga sangat positif terhadap kegiatan ini. Hasil kegiatan ini diharapkan memberikan respon yang sangat baik bagi keterbukaan informasi bagi masyarakat Desa Ciawi mengenai potensi desa dan pengetahuan dasar peta. Kata Kunci: Wawasan. Pemahaman. Pemetaan Desa. PENDAHULUAN Desa merupakan unit terkecil dalam struktur pemerintahan di Indonesia. Meskipun unit terkecil, desa terdiri dari kumpulan individu yang heterogen baik latar belakang sosial, budaya, ekonomi dan pendidikan. Kumpulan individu ini akan menyatu dalam unsur organisasi kemasyarakatan seperti satuan keluarga, dasa wisma, rukun tetangga, rukun warga, pedukuhan dan lain sebagainya. Selain itu, desa ini mempunyai batas-batas wilayah dan mempunyai kewenangan untuk mengurus pemerintahan sendiri berdasarkan prakarsa masyarakat(Dharmayanti et , 2. Prakarsa masyarakat dan peran serta masyarakat sangat penting untuk pengembangan desa(Riono, 2. Ini merupakan langkah yang efektif dan efisien oleh karena masyarakat desa yang lebih memahami potensi-potensi, karakteristik dan permasalahan yang ada di desa. Prakarsa masyarakat berupa adat istiadat, budaya, gotong royong, dan kepercayaan merupakan kekuatan besar sebagai langkah awal transformasi menuju desa mandiri. Desa mandiri ini harus mampu mengatur, merencanakan, dan mengelola sumber kekuatan desa sendiri dengan melibatkan aspirasi dan partisipasi masyarakat dengan mengedepankan masih belum dikelolah secara optimal oleh pemerintah desa dan masyarakat(Subagia et al. Desa Ciawi merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Banjarharjo dan Kersana terdapat di wilayah Kabupaten Brebes bagian barat. Provinsi Jawa Tengah, sehingga mereka memiliki dua budaya dua bahasa yaitu Jawa dan Sunda. Budaya Sunda sangat dominan seperti bahasa yang digunakan dalam sehari-hari yaitu bahasa Sunda. Dengan adanya perkembangan teknologi sekarang ini masyarakat Desa Ciawi tentunya berkeinginan seperti desa lainnya, khususnya seperti pengembangan kualitas dalam desa sendiri. JPMSAINTEK Vol. No. 2 Juni 2022 Desa ciawi merupakan desa yang jauh dari kata perkotaan bisa dilihat dari populasi yang ada masih sangat sedikit. Pada saat melakukan observasi di Desa Ciawi salah satu yang kami observasi adalah gang-gang jalan yang ada cukup terkenal kecil, tetapi jika kita berkunjung ke Desa Ciawi akan kebingungan karena banyak gang-gang yang tidak diketahui. Hal ini karena belum adanya petunjuk jalan seperti dalam desa ataupun plang palang petunjuk jalan. Prakarsa dan peran masyarakat sangat penting untuk pengembangan desa. Ini sebagai langkah efektif dan efisien dalam memahami potensi-potensi, karakteristik dan permasalahan yang ada di desa. Prakarsa masyarakat berupa adat istiadat, budaya, gotong royong, dan kepercayaan merupakan kekuatan besar sebagai langkah awal transformasi(Dharmayanti et al. , 2. Pemetaan potensi desa merupakan salah satu model identifikasi segala sumber daya dan permasalahan yang ada di desa(Adiputra, 2. Penataan batas wilayah desa juga merupakan satu upaya penting yang dapat dilakukan dalam rangka pengendalian dini terhadap konflik antarwilayah . yang terkait dengan masalah klaim batas wilayah, sengketa penguasaan lahan antarmasyarakat dan pengelolaan aset sumber daya alam di wilayah perbatasan antardesa. Bagi pemerintah daerah yang mempunyai arah pengembagan investasi wilayah berbasis penggunaan lahan, maka penataan batas desa penting dilakukan sejak dini, guna mengantisipasi munculnya konflik tenurial(Baharuddin. Akhmad Refki, 2. Kegiatan ini butuh dukungan seluruh lapisan masyarakat(Slamet Bambang Riono, n. Kegiatan pemetaan desa adalah kegiatan yang bersinggungan dengan batas wilayah dengan desa lain. Sementara kegiatan pemetaan penggunaan lahan berhubungan dengan para pihak pengguna lahan di lapangan(Boedi et al. , 2. Pemetaan ini mengacu pada manual RaTA (Penilaian Cepat atas Penguasaan Tana. Menurut RaTA, bahwa pemetaan wilayah seperti halnya wilayah desa yang berkaitan dengan penguasaan tanah perlu digali dengan cara pembacaan umum tentang penggunaan tanah dan permasalahan, analisis aktor(Dkk, 2. Potensi suatu desa dapat dilihat dalam bentuk peta desa apabila keterangan dalam peta dilengkapi dengan sumber daya lahan maupun sumber daya manusia yang menjadi tulang punggung perekonomian desa tersebut. Sumber daya lahan dapat tergambarkan dalam sebaran luas penggunaan lahan di dalam desa tersebut, sedangkan sumberdaya manusia dapat tergambarkan dari industri kecil atau Usaha Kecil Menengah yang ada(Amaru et al. , 2. Pembuatan peta potensi desa tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan data spesifik bagi keperluan pembangunan wilayah, tetapi juga dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang potensi apa yang ada di sebuah desa/kelurahan(Setyawan et al. , 2. Manfaat bagi pemerintah daerah dengan adanya peta potensi desa adalah pemerintah daerah dapat mengelola aset atau barang milik daerah (BMD) di desa tersebut. Definisi pengelolan barang milik daerah menurut Permendagri Nomor 19 tahun 2016 adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan kebutuhan dan penganggaran, pegadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan dan pemeliharaan, penilaian, pemindahtanganan, pemusnahan, penghapusan, penatausahaan dan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian(Boedi et al. , 2. https://ftuncen. com/index. php/JPMSAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Vol. No. 2 Juni 2022 e-ISSN: 2961-9254. p-ISSN: 2961-9246. Hal 20-29 Sejak diterbitkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, kedudukan pemerintahan Desa menjadi semakin berperan penting dalam mensejahterakan masyarakatnya(Ridha Kasim et al. , 2. Pemerintah Desa mengatur wilayahnya berdasarkan asas antara lain musyawarah, kemandirian, partisipasi, pemberdayaan dan keberlanjutan(Pitono & Kartiwi, 2. Menurut Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dalam pasal 8 ayat 3 huruf . menyatakan bahwa batas wilayah desa dinyatakan dalam bentuk Peta Desa yang telah ditetapkan dalam peraturan Bupati/Walikota. Lebih lanjut dalam Penjelasan pasal 17 ayat 2 menyatakan bahwa pembuatan Peta Batas Wilayah Desa harus menyertakan instansi teknis terkait. Namun, ada hal yang lebih penting dari hanya batas wilayah desa seperti yang dimaksud dalam UU tersebut yaitu data dan informasi bidang-bidang tanah yang ada dalam desa tersebut (Fisko, 2. Mengapa peta desa penting? Peta desa menjadi penting karena peta sangat baik untuk menggambarkan fenomana kebumian terkait dengan kewilayahan . dan keruangan . (Pitono & Kartiwi, 2. Menimbang permasalahan di atas, dan melihat penelitian yang telah dilakukan oleh (Kasim, 2. tentang Identifikasi Potensi dan Masalah dalam Pembuatan Peta Batas Desa Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), maka perlu dilakukan pembuatan peta(Kasim, 2. Tujuan program pemetaan potensi desa sebagai kegiatan pengabdian di Desa Ciawi ini adalah agar khalayak sasaran dapat memahami dan membuat peta batas desa, peta fasilitas umum dan sosial desa berbasis SIG, serta Kantor Desa Ciawi memiliki peta batas desa, peta fasilitas umum dan sosial desa yang pengintegrasiannya digambarkan dalam bentuk peta foto mapping. Adapun tujuan dari pembuatan pemetaan di Desa Ciawi merupakan agar desa ini memiliki kuantitas desa dengan adanya fasilitas yang baik, maka memberikan kemudahan untuk orang lain yang memang mengakses jalan di Desa Ciawi seperti petunjuk jalan melalui peta memberikan kemudahan terhadap pengunjung ataupun pendatang yang baru baru tinggal(Ariyani et al. , 2. METODE Waktu pelaksanan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan selama A1 bulan meliputi, perencanan, persiapan, pelaksanaan sampai dengan output yang akan dihasilkan. Lokasi kegiatan akan di Desa Ciawai. Kecamatan Banjarharjo. Kabupaten Brebes. Metode pelaksanaan pengabdian yang digunakan, yaitu dengan melakukan observasi dan identifikasi tentang potensi dan masalah yang ada di Desa Ciawi. Kecamatan Banjarharjo. Kabupaten Brebes. Tabel 2. Batas wilayah Desa Ciawi Arah Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Barat Sebelah Timur Nama Desa Desa Cimunding. Kec. Banjarharjo Desa Cihaur. Kec. Banjarharjo Desa Cibuniwangi. Kec. Banjarharjo Desa Keradenan. Kec. Kersana JPMSAINTEK Vol. No. 2 Juni 2022 Salah hal yang penting dijadikan acuan dalam model penataan batas ini adalah keterlibatan dan peran serta aktif dari masing-masing pemerintahan desa dalam memusyawarahkan tata batas dan maksimalnya peranan pemerintah kecamatan sebagai mediator untuk desa-desa yang memiliki konflik tata batas. Pengumpulan data berdasarkan metode triagulation yaitu tim observasi, pemangku kepentingan . emerintah desa, tokoh masyarakat, bidan desa, kepala dusun, karang tarun. , dan masyarakat Desa Ciawi. Hasil dari pendekatan ini yaitu melihat gambaran profil desa, potensi-potensi dan fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat. Objek pengabdian ini dilakukan di Desa Ciawi. Kegiatan pengumpulan data sebagai Observasi Dokumentasi Wawancara Gambar 1. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Dalam proses penataan batas administrasi wilayah desa, beberapa langkah yang akan digunakan oleh fasilitator antara lain berupa: Observasi lapang. Observasi dilakukan untuk menentukan cross check potensi dan permasalahan yang ada di masyarakat. Potensi yang dicatat berupa fasilitas umum, sanitasi lingkungan, dan sampah. Selain itu, juga dilakukan interaksi dengan masyarakat untuk menggali lebih jauh potensi dan masalah Wawancara terstruktur. Wawancara ini dilakukan secara terbuka dan menggunakan transkrip focussed group discussion dengan pemangku kepentingan dalam hal ini sekretaris desa, tokoh masyarakat, dan pertanyaan wawancara seputar sumber daya alam baik jenis dan lokasi, dan permasalahan yang terjadi masyarakat, terutama terkait dengan pemetaan. Kajian dokumentasi. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan data sekunder berupa profil desa, keorganisasian, dan lokasi sehingga bisa diketahui masalah dan kendala yang dihadapi di Desa Ciawi. Setelah data terkumpul, data tersebut dikelompokkan dan disusun menjadi serangkaian data yang kronologis. Apabila terdapat data yang kurang atau tidak sesuai, maka dilakukan observasi dan pengelompokan ulang. Kemudian data yang sudah ditentukan titik ordinatnya dimasukan dalam googlemap. Setiap penambahan informasi dilakukan pengecekan dan penentuan titik ordinat sebelum dimasukan dalam googlemap. Informasi yang ada dalam googlemap bersifat dinamis sesuai dengan keadaan terkini di Desa Ciawi. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan ini tentu menjadi nilai plus, karena sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan Tentunya hal ini juga membutuhkan dukungan aparat desa dan seluruh masyarakat Desa Ciawi, agar keberlangsungan setiap program yang dilaksanakan dapat terlaksana, sehingga dapat mendorong seluruh potensi masyarakat desa Ciawi untuk mampu ditampung secara maksimal(Affan et al. , 2. https://ftuncen. com/index. php/JPMSAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Vol. No. 2 Juni 2022 e-ISSN: 2961-9254. p-ISSN: 2961-9246. Hal 20-29 Tabel 1. Indikator Keberhasilan No Permasalahan Belum adanya peta untuk menuju lokasi atau tempat. Solusi Dilakukanya pemetaan di desa Capaian Meningkatkan keefisiensian dalam aktifitas kegiatan orang untuk sampai di suatu tujuan. Peta merupakan gambaran wilayah geografis, bagian permukaan bumi yang disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konveksional yang tercetak hingga peta digital yang ampil dilayar komputer(Boedi et al. , 2. Dalam pemetaan batas Desa Ciawi, dilakukan melalui pemetaan partisipatif. Hal ini dilakukan karena pemetaan partisipatif adalah sebuah metode, yang memungkinkan masyarakat lokal untuk menggunakan kekuatan peta dan bahkan menjadi pembuat peta, yang menunjukkan keberadaan mereka di suatu tempat dan perspektif mereka tentang ruang yang mereka pakai. HASIL Batas desa merupakan tanda pemisah antara desa yang bersebelahan baik berupa batas alam maupun batas buatan dimana berfungsi sebagai pembagi wilayah wewenang tiap desa. Menurut Permendagri No. 45 tahun 2016 tentang Penetapan dan Penegasan Batas Desa, menyebutkan bahwa Penetapan batas desa adalah proses penetapan batas desa yang dilakukan secara kartometrik di atas peta yang disepakati(Dkk, 2. Pengabdian kepada masyarakat ini dengan sasaran adalah pemetaan pada Desa Ciawi. Tentunya kegiatan ini melibatkan bukan hanya tim dari dosen dan mahasiswa, melainkan perlunya sebuah dukungan dari masyarakat setempat maupun dari berbagai kalangan seperti kepala Desa Ciawi yang ikut serta partisipasipasinya pemuda karang taruna, yang ikut serta mendukung dalam pembutan pemetaan ini maupun dalam bentuk pemikiran ataupun kontribusi lainya. Tidak adanya dukungan dari masyarakat Desa Ciawi, tidak akan terlaksana dengan baik begitu pula dengan tim pengabdian masyarakat yang telah mana ikut serta membantu dalam pengumpulan data mengenai perkembangan di Desa Ciawi seperti jumlah populasi dan titik titik dimana batas wilayah yang ada di Desa Ciawi. Desa Ciawi merupakan salah satu desa yang merupakan terdiri dari persawahan dan pemukiman penduduk. Jumlah penduduk kurang lebih = 1659 jiwa. Fungsi SIG adalah meningkatkan kemampuan menganalisis informasi spasial secara terpadu untuk perencanaan dan pengambilan keputusan(Zulkarnain et al. , 2. SIG dapat memberikan informasi kepada pengambilan keputusan untuk analisis dan penerapan database keruangan(Kasim, 2. Perangkat keras SIG adalah perangkat fisik yang merupakan bagian dari sistem komputer yang mendukung analisis goegrafi dan pemetaan. Perangkat keras SIG mempunyai kemampuan untuk menyajikan citra dengan resolusi dan kecepatan yang tinggi serta mendukung operasioperasi basis data dengan volume data yang besar secara cepat(Baharuddin. Akhmad Refki, 2. Salah satu fungsi peta dan SIG adalah menampilkan dan menganalisis pemanfaatan lahan di suatu wilayah. Seperti yang telah disebutkan pada subbab sebelumnya, peta dasar yang akan dibuat adalah peta batas administrasi desa dan dusun, peta citra dan peta sebaran fasilitas umum dan JPMSAINTEK Vol. No. 2 Juni 2022 fasilitas sosial. Berikut merupakan hasil pemetaan Desa Ciawi. Gambar 2. Perencanaan dan Pengukuran Jalan Desa Ciawi Hasil kegitan survei di lapangan dalam pembuatan peta Desa Ciawi ada instruktur jalan yang rusak ini menjadi sebuah bahan pertimbangan untuk pembangunan jalan tim melakukan pengukuran jalan serta perencanaan gambar. Hasil kegitan di atas adalah kegiatan yang dilakukan dengan mensurvei mengenai kondisi jalan yang ada di desa dan keunggulan desa. Desa Ciawi merupakan desa yang bisa dibilang bukan perkotaan pantas saja mengenai akses jalan yang masih kurang nyaman. Bahwasanya jalanan yang masih perlu diperbaiki oleh pemerintah namun di samping itu Desa Ciawi memiliki beberapa keunggulan seperti terkenalnya desa terbersih di Kab. Brebes dan mayoritas Desa Ciawi adalah seorang petani, guru sekolah dasar dan pegawai. Namun dari beberapa keungglan tersebut Desa Ciawi juga mempunyai beberapa kekurangan seperti belum adanya arah jalan atau petunjuk jalan seperti peta. Gambar 3. Pekerjaan Pembangunan Jalan Desa Ciawi Sumber kekuatan lain di Desa Ciawi ini yaitu partisipasi masyarakat yang cukup bagus dalam berbagai program peningkatan pengetahuan dan informasi, terutama di kalangan ibu-ibu, walaupun mereka mempunyai tingkat pendidikan yang rendah. Apabila sumber daya manusia dan sumber daya alam ini digabungkan akan menjadi sumber kekuatan desa untuk mengatasi permasalahan perekonomian dan kesehatan. Demi tercapainya target kegiatan PkM terhadap kelompok sasaran kami, maka diperlukan keterwakilan kelompok sasaran yaitu Pemerintah Desa. Pengurus BUMDes dan Tokoh Masyarakat. Maka pemaparan materi dan https://ftuncen. com/index. php/JPMSAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Vol. No. 2 Juni 2022 e-ISSN: 2961-9254. p-ISSN: 2961-9246. Hal 20-29 pendampingan terkait pemetan potensi Desa hanya untuk kelompok sasaran, juga diikuti oleh Pemuda Desa Ciawi. Gambar 4. Kegitan Sosialisi dan Pemasangan Peta Desa Ciawi Dari hasil semua kegiatan seperti pada gambar di atas dari kegitan sosialisasi perangkat desa, pengukuran jalan perencanaan dan pemasangan peta di Desa Ciawi. Semoga dapat membatu masyarakat Desa Ciawi, sehingga kedepanya akan melakukan pembangunan sudah memiliki gambaran yang seperti apa dan dapat terlaksana dengan baik. Dilihat di atas bahwa pemetaan yang sudah terpasang di balai Desa Ciawi dengan adanya gambar petunjuk jalan melalui peta semoga dapat meningkatkan kualitas yang ada di Desa Ciawi dan mempunyai fasilitas yang Dengan adanya pemetaan untuk saat ini sangat bermanfaat bagi pendatang yang memang belum hapal betul di desa tersebut. Harapanya semoga untuk ke depannya akan selalu ada pemetaan karena setiap desa. Hal itu akan meningkat tingkat populasinya dan akan semakin besar desa tersebut dengan adanya peta akan lebih efektif bagi masyarakat dan pengujung yang memang melawati akses jalan Desa Ciawi. KESIMPULAN Dari hasil uraian di atas kegiatan pembutan pemetaan untuk Desa Ciawi adalah agar memberikan informasi informasi, pengetahuan dan keefisiensian dalam menuju lokasi yang diinginkan. Oleh karena itu bagi masyarakat Desa Ciawi, kegiatan ini sangat dibutuhkan bahkan pada saat observasi ke masyarakat. Setelah itu dilanjut dengan mendatangi kepala desa tersebut memberikan respon yang sangat baik dalam kegiatan ini, sehingga tim merumusakan masalah dan mencari solusi yang ada. Diharapkan kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat Desa Ciawi. Hasil kegiatan tersebut adanya pemetaan membuat desa untuk saat ini lebih mudah dalam megakses jalan. Tim pengabdian berharap semoga pemetaan yang ada sudah tidak layak pakai desa memberikan sumbangsih dan selalu menetapkan kegiaan mengadakan fasilitas di Desa Ciawi. JPMSAINTEK Vol. No. 2 Juni 2022 DAFTAR REFERENSI Adiputra. Pendampingan Stakeholder dalam Rangka Pemetaan Potensi Sumber Daya Alam (SDA) Desa (Desa Duara. Kabupaten Lingg. Takzim. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1. , 49Ae56. Affan. Kurniawan. Aman Serah. , & Bambang Riono. Public Service: The Principle of Equality. Neutrality, and Participation. Journal of Critical Reviews, 7. , 2050Ae2055. https://doi. org/https://dx. org/10. 31838/jcr. Amaru. Asdak. , & Balia. Counseling on the introduction of maps and identification of regional potentials for making village potential maps in Jatimkar and Cijati villages. Situraja sub-district. Sumedang district. Dharmakarya:JAIUM, 2. , 32Ae40. Ariyani. Riono. Sucipto. Manajemen. , & Setiabudi. Pelatihan Branding Equity untuk Membangun Brand Image pada Pelaku UMKM di Desa Ciawi dalam Meningkatkan Daya Jual. KREATIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2. , 100Ae106. Baharuddin. Akhmad Refki. Pemetaan Partisipatif Untuk Percepatan Pembangunan Desa dan Kawasan di Desa Tambak Sarinah. Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut. Aquana: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1. Boedi. Si. Nidn. Kadir. Si. Nidn. Dana. , & Mandiri. Pentingnya Pemetaan Potensi Desa sebagai Modal BUMDes Dalam Upaya Meningkatkan Perekonomian Desa Sumber Makmur Kecamatan Takisiung Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan. Eprints. Stiei-Kayutangi-Bjm. Ac. Id. Dharmayanti. Handayani. Kurniawat. Purbasari. Pradana, , & Hanantara. Pemetaan Potensi Desa Sebagai Model Untuk Membangun Desa Sehat dan Mandiri. e-Prosiding SNasTekS, 1. , 67Ae76. Dkk. Pemetaan Partisipatif Potensi Desa dan Wilayah Tenurial Desa Muara Sungsang. Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan Tahun 2016. Kasim. Identifikasi Potensi dan Masalah Dalam Pembuatan Peta Desa Berbasis Sistem Informasi Geografis (Si. (Studi Kasus: Desa Paddinging. Kecamatan Sanrobone. Kabupaten Takalar. Proceding UNS, 5. , 248Ae253. Pitono. , & Kartiwi. Penguatan Pemerintahan Desa Dan Kelurahan Menuju Pembangunan Berkelanjutan Dalam Rangka Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal Politikologi, 27Ae37. https://ejournalnew. id/JP/article/view/505/320 Ridha Kasim. Azhar Burhanuddin. Abdillah Arifin. Nurana. Ilah Padhilah. Widya Mufila Gaffar. Bakhri. Studi Pendidikan Dokter Gigi. Kedokteran Gigi. Muslim Indonesia. Studi Kebidanan. Kesehatan Masyarakat. Studi Ilmu Keperawatan. , & Diterima. Pendampingan Pemetaan Potensi Desa di Desa Paddinging Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar. 428Ae436. http://journal. id/index. php/panritaabdi Riono. Pengembangan Sumber Daya Manusia (R. Setiadi . )). Penerbit Lakeisha. Setyawan. Nugraha. , & Sudarsono. Analisis Potensi Desa Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kelurahan Sumurboto, https://ftuncen. com/index. php/JPMSAINTEK Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Vol. No. 2 Juni 2022 e-ISSN: 2961-9254. p-ISSN: 2961-9246. Hal 20-29 Kecamatan Banyumanik. Kabupaten Semaran. Jurnal Geodesi Undip, 7. , 1Ae7. Slamet Bambang Riono. dan S. Pengaruh Komunikasi Organisasi. Budaya Organisasi, dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Pegawai di Rumah Sakit Dr. Soeselo Kabupaten Tegal. Subagia. Riono. Indriyani. , & Syaifulloh. Does the Family Environment and Entrepreneurship Education Promote Students Ao Entrepreneurial Intentions ? The Mediating Role of Entrepreneurial Motivations. Italienisch, 12. , 306Ae313. Zulkarnain. Sudarsono. , & Nugraha. Pemanfaatan Webgis Untuk Pemetaan Persebaran Spbu Di Kota Semarang. Jurnal Geodesi Undip, 4. , 19Ae25.