HUBUNGAN ANTARA BANDWAGON EFFECT ESTETIKA INSTAGRAM DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PENGGUNA INSTAGRAM PADA REMAJA DI KELURAHAN CIPARI TAHUN 2025 Abstrak CROSS SECTIONAL Anggi Ulfah Mawaddah Abdal Rohim2* Alifia Azzahra 3 1,2,3Universitas Bhakti Husada Indonesia *Korespondensi: Anggi Ulfah Mawaddah email: anggiulfah2@gmail. Kata Kunci: Bandwagon Effect Harga Diri Kepercayaan Diri Diterima: 03 Juli 2025 Diperbaiki: 17 Juli 2025 Dipublikasikan: 31 Juli 2025 E-ISSN Latar belakang : Pengguna media sosial Instagram ada di urutan kedua yaitu sebesar 19,9 juta pengguna . %). Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) , pengguna internet di provinsi Jawa Barat tahun 2020 adalah 35,1 juta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara bandwagon effect estetika instagram dengan harga diri dan kepercayaan diri pengguna instagram pada remaja di Kelurahan Cipari tahun 2025. Metode : Jenis penelitian yang digunakan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian seluruh remaja di Kelurahan Cipari sebanyak 285 orang. Sampel penelitian menggunakan metode stratafied random sampling sebanyak 74 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dengan tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji rank spearman. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa dari 74 remaja sebagian besar remaja memiliki bandwagon effect estetika instagram sedang sebanyak 50 . ,6%) remaja, dari 74 remaja sebagian besar memiliki harga diri sedang sebanyak 58 . ,4%) dan dari 74 remaja sebagian besar memiliki kepercayaan diri sedang sebanyak 53 . ,6%). Berdasarkan hasil analisis bivariat didapatkan p value = 0,000 (<0,. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara bandwagon effect estetika instagram kepercayaan diri pengguna instagram pada remaja di Kelurahan Cipari Tahun 2025. Sitasi artikel ini: Mawaddah. Rohim. , & Azzahra. Hubungan Antara Bandwagon Effect Estetika Instagram Dengan Kepercayaan Diri Pengguna Instagram Pada Remaja Di Kelurahan Cipari Tahun 2025. Volume 2 . , 10-16. https://journal. id/index. php/jkpp PENDAHULUAN Media sosial merupakan sebuah platform daring yang memungkinkan pengguna untuk turut serta berpartisipasi dalam pembuatan konten, membina relasi sosial, dan berbagi informasi (Walangitan & Dewi, 2. Dari berbagai jenis media sosial yang ada. Instagram merupakan salah satu media sosial di Indonesia yang sangat populer dan banyak digunakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan khususnya pada remaja (Oktaviani et al. , 2. Indonesia merupakan Negara dengan populasi terbesar keempat setelah Cina. India, dan Amerika Serikat (AS). Menurut We Are Social, jumlah pengguna Instagram global mencapai 1,63 miliar pada April 2023. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 12,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna Internet di Indonesia 479 jiwa pada tahun 2024 dari jumlah penduduk Indonesia sebesar 278. 200 jiwa pada tahun 2023. Sedangkan pengguna media sosial Instagram ada di urutan kedua yaitu sebesar 19,9 juta pengguna . %). Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di provisi Jawa Barat tahun 2020 adalah 35,1 Jurnal Keperawatan Degeneratif. Volume 1. Issue 2. Juli 2025 MAWADDAH. ROHIM. , & AZZAHRA. e-ISSN: 3089-34337 Instagram adalah sebuah aplikasi untuk membagikan foto dan video, menggunakan filter digital dan membagikannya ke berbagai layanan jaringan termasuk Instagram itu sendiri (Feroza & Misnawati, 2. Instagram telah menjadi tempat utama bagi para penggunanya untuk membagikan foto maupun video serta berbagi cerita dan konten visual lainnya. Salah satu aspek yang menarik perhatian adalah adanya tren estetika yang mencakup gaya visual tertentu yang digemari banyak orang, seperti gaya minimalis, vintage, atau warna-warna cerah yang sesuai dengan tren terkini. Oleh karena itu pengguna instagram lebih memperhatikan foto atau video yang akan dipostingnya dengan menggunakan editing yang bagus dan menarik yaitu dengan cara memanfaatkan postingan feed membuat seseorang semakin kreatif di bidang fotografi, vidiografi, editing dll (Agianto et al. , 2. Salah satu fenomena yang muncul dari efek penggunaan media sosial khususnya Instagram dikalangan masyarakat adalah bandwagon effect. Bandwagon effect adalah istilah untuk menggambarkan fenomena di mana seseorang cenderung mengikuti suatu tren, mulai dari gaya hidup, perilaku, cara berpakaian, cara berbicara, atau konten di media sosial (Djuna & Fadillah, 2. Remaja sering kali meniru perilaku atau tren yang sedang populer di kalangan teman sebaya mereka. Remaja yang berhasil mengikuti tren estetika tertentu dan mendapatkan respon positif akan merasa lebih percaya diri dibanding remaja yang merasa tertinggal atau tidak sesuai dengan tren (Zatrahadi et al. , 2. Kreatifitas remaja dalam mengikuti tren estetika instagram memiliki tujuan yaitu meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri dengan cara mempercantik halaman profile agar terlihat estetik, mempengaruhi orang lain untuk mengikuti dirinya, menyebarkan informasi maupun edukasi kepada para pengikutnya, dan mengasah kemampuan yang mereka miliki agar terus berkembang (Anom & Kusuma, 2. Hasil dari studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti menggunakan kuesioner pada 10 orang remaja di Kelurahan Cipari Kecamatan Cigugur, didapatkan data dari 10 remaja yang mengisi kuesioner ada 8 remaja yang merasa bahwa melihat dan mengikuti tren estetika di Instagram membuat mereka lebih percaya diri dengan penampilan, kemampuan diri, dan juga membantu mereka merasa lebih baik tentang diri sendiri, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat berinteraksi di media sosial, sedangkan 2 remaja yang belum bisa mengikuti tren estetika di Instagram mereka merasa malu dan tidak percaya diri karena tampilan Instagram nya belum sesuai dengan tren estetika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara bandwagon effect estetika instagram dengan kepercayaan diri pengguna instagram pada remaja di Kelurahan Cipari Tahun 2025. METODE Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 74 orang remaja di kelurahan Cipari. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Analisis yang dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan rank HASIL Jurnal Keperawatan Degeneratif. Volume 1. Issue 2. Juli 2025 Mawaddah. Rohim. , & Azzahra. e-ISSN: 3089-34337 Tabel 1. Dsitribusi Frekuensi Bandwagon effect Estetika Instagram Pada Remaja di Kelurahan Cipari Tahun Bandwagon Effect Estetika Instagram Tinggi Sedang Rendah Total Frekuensi Presentase (%) Sumber : Data Primer . Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa dari total 74 remaja di Kelurahan Cipari sebagian besar memiliki bandwagon effect estetika instagram dengan kategori sedang yaitu sebanyak 50 remaja . ,6%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi dan Presentase Kepercayaan Diri Pada Remaja di Kelurahan Cipari Tahun 2025. Kepercayaan Diri Tinggi Sedang Rendah Total Frekuensi Presentase (%) Sumber : Data Primer . Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa dari total 74 remaja di Kelurahan Cipari sebagian besar memiliki kepercayaan diri dengan kategori sedang yaitu sebanyak 53 remaja . ,6%). Tabel 3. Hubungan Bandwagon Effect Estetika Instagram dengan Kepercayaan Diri Remaja di Kelurahan Cipari Tahun 2025 Bandwagon effect Estetika Tinggi Instagram Tinggi 12 54,5 Sedang Rendah Total 16 21,6 Sumber : Data Primer . Harga Diri Sedang 10 45,5 46 92,0 58 78,4 Total Rendah p-value 0,000 0,512 Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa remaja yang memiliki bandwagon effect estetika instagram tinggi sebagian besar memiliki kepercayaan diri tinggi sebanyak 12 remaja . ,5%), remaja yang memiliki bandwagon effect estetika instagram sedang hampir seluruhnya memiliki kepercayaan diri sedang sebanyak 42 remaja . %) dan remaja yang memiliki bandwagon effect estetika instagram rendah setengahnya memiliki kepercayaan diri rendah sebanyak 1 remaja . %). JURNAL KEPERAWATAN DEGENERATIF. VOLUME 1. ISSUE 2. JULI 2025 MAWADDAH. ROHIM. , & AZZAHRA. e-ISSN: 3089-34337 Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan Rank Spearman didapatkan nilai p = 0,000 (<0,. yang berarti Ha diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara bandwagon effect estetika instagram dengan kepercayaan diri dengan nilai r sebesar 0,438 yang artinya terdapat hubungan yang sedang/cukup antara bandwagon effect estetika instagram dengan kepercayaan diri, dengan arah hubungan positif yaitu semakin tinggi bandwagon effect estetika instagram maka akan semakin tinggi juga kepercayaan PEMBAHASAN Gambaran Bandwagon Effect Estetika Instagram yang Dimiliki Oleh Remaja di Kelurahan Cipari Tahun 2025 Berdasarkan hasil penelitian bahwa dari total 74 remaja di Kelurahan Cipari sebagian besar memiliki bandwagon effect estetika instagram dengan kategori sedang yaitu sebanyak 50 remaja . ,6%). Penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Agianto . , mengatakan bahwa tingkat bandwagon effect yang sedang menunjukkan bahwa meskipun remaja terpengaruh oleh tren estetika Instagram, mereka masih memiliki selektivitas dan kontrol dalam mengadopsi tren tersebut. Tingkat bandwagon effect estetika instagram yang sedang pada remaja di Kelurahan Cipari menunjukkan bahwa mereka cenderung menyadari dan mengikuti tren estetika yang sedang populer, serta memiliki pandangan bahwa mengikuti tren dapat meningkatkan daya tarik visual dari konten mereka. Namun, tekanan untuk mengikuti tren tidak terlalu kuat, yang menunjukkan bahwa pengguna masih memiliki ruang untuk mengekspresikan identitas dan preferensi pribadi tanpa merasa harus selalu menyesuaikan diri dengan tren. Selain itu, tren estetika memang memengaruhi proses pemilihan foto yang akan diposting, tetapi pengaruh tersebut bersifat selektif dan tidak mutlak. Remaja lebih cenderung mempertimbangkan tren sebagai referensi, bukan sebagai satusatunya standar. Meskipun ada persepsi bahwa mengikuti tren dapat meningkatkan kualitas visual konten, dampaknya dirasakan sedang dan tidak menjadi keharusan bagi semua remaja di Kelurahan Cipari. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pengaruh sosial yang seimbang dari teman sebaya, keluarga, dan lingkungan sekitar, yang membuat mereka tidak sepenuhnya terjebak dalam standar estetika Instagram. Berdasarkan uraian diatas peneliti berasumsi bahwa bandwagon effect estetika Instagram pada remaja di Kelurahan Cipari sebagian besar berada pada tingkat sedang, hal ini menunjukkan bahwa mereka terpengaruh oleh tren estetika tetapi masih memiliki selektivitas dalam mengikutinya. Mereka tidak menolak keberadaan tren estetika, namun juga tidak sepenuhnya mengikutinya. Gambaran Kepercayaan Diri yang Dimiliki Oleh Remaja di Kelurahan Cipari Tahun 2025 Berdasarkan hasil penelitian bahwa dari total 74 remaja di kelurahan cipari sebagian besar memiliki kepercayaan diri dengan kategori sedang yaitu sebanyak 53 remaja . ,6%). Penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Rais . mengatakan bahwa Kepercayaan diri tinggi pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, seperti dukungan sosial yang kuat, pola asuh yang positif, serta pengalaman positif dalam kehidupan sehari-hari yang memberikan apresiasi dan motivasi. Jurnal Keperawatan Degeneratif. Volume 1. Issue 2. Juli 2025 Mawaddah. Rohim. , & Azzahra. e-ISSN: 3089-34337 Kepercayaan diri sedang pada remaja di Kelurahan Cipari menunjukkan bahwa tren estetika di Instagram memiliki pengaruh terhadap kepercayaan diri individu, namun pengaruh tersebut tidak terlalu dominan. Remaja cenderung merasa lebih percaya diri saat penampilan atau postingan mereka sesuai dengan tren, namun masih mampu mengontrol persepsi diri tanpa sepenuhnya bergantung pada standar estetika yang ada. Meskipun ada rasa tidak nyaman atau tekanan ketika tidak mengikuti tren, hal itu tidak sepenuhnya menurunkan kepercayaan diri. Sebaliknya, tren juga memberikan inspirasi bagi sebagian responden untuk mengekspresikan diri secara lebih percaya diri dan kreatif. Berdasarkan uraian diatas peneliti berasumsi bahwa kepercayaan diri sedang pada remaja dipengaruhi oleh keseimbangan antara dukungan sosial yang tidak selalu konsisten, paparan media sosial yang moderat, serta pengaruh lingkungan dan teman sebaya. Pola asuh orang tua, pencapaian akademik, serta kondisi ekonomi juga berperan dalam membentuk keyakinan mereka terhadap diri sendiri. Selain itu, pengalaman masa lalu, keterampilan komunikasi, role model, serta kesehatan mental turut memengaruhi rasa percaya diri yang fluktuatif. Hubungan Antara Bandwagon Effect Estetika Instagram dengan Kepercayaan Diri Pada Remaja di Kelurahan Cipari Tahun 2025 Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan antara bandwagon effect estetika instagram dengan harga diri pada remaja di Kelurahan Cipari tahun 2025 menunjukkan hasil uji rank spearman dengan nilai r sebesar 0,438 dan nilai p value sebesar 0,000 . yang berarti Ha diterima, artinya terdapat hubungan tetapi sedang antara bandwagon effect estetika instagram dengan harga diri pada remaja di Kelurahan Cipari tahun 2025. Dalam hasil kuesioner sebagian besar remaja dalam penelitian ini merasa lebih percaya diri ketika foto atau video mereka sesuai dengan tren estetika saat ini, serta merasa lebih percaya diri setelah mendapatkan banyak like atau komentar pada postingan yang tampilannya mengikuti tren. Ini menggambarkan bahwa validasi sosial dari lingkungan digital berperan penting dalam membentuk kepercayaan diri mereka. Selain itu, responden juga mengakui bahwa mereka merasa lebih percaya diri setelah mengedit foto agar sesuai dengan estetika Instagram, dan merasa terinspirasi untuk mengekspresikan diri lebih percaya diri setelah melihat tren konten orang lain. Namun demikian, adanya beberapa pernyataan yang mengandung tekanan, seperti Ausaya merasa tidak memiliki kepercayaan diri jika penampilan saya tidak sesuai dengan tren estetika InstagramAy atau Ausaya merasa tidak nyaman dengan penampilan saya jika tidak mengikuti trenAy, menunjukkan bahwa kepercayaan diri mereka belum sepenuhnya stabil dan cenderung bergantung pada standar sosial media. Beberapa remaja juga menunjukkan pandangan yang lebih mandiri, misalnya melalui pernyataan Ausaya percaya diri dengan penampilan saya meskipun saya tidak mengikuti tren estetika di InstagramAy, meskipun jumlahnya tidak dominan. Hal ini memperkuat bahwa kepercayaan diri remaja saat ini cenderung bersifat situasional dan dipengaruhi oleh bagaimana mereka mengikuti atau menyikapi tren visual di media sosial. Berdasarkan hasil penelitian dan teori tersebut dapat disimpulkan terdapat hubungan dengan arah positif yang sedang antara bandwagon effect estetika instagram dengan kepercayaan diri pada remaja di Kelurahan Cipari tahun 2025. KESIMPULAN JURNAL KEPERAWATAN DEGENERATIF. VOLUME 1. ISSUE 2. JULI 2025 MAWADDAH. ROHIM. , & AZZAHRA. e-ISSN: 3089-34337 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang hubungan antara bandwagon effect estetika instagram dengan harga diri dan kepercayaan diri pengguna instagram pada remaja di kelurahan cipari tahun 2025, dapat disimpulkan : Gambaran bandwagon effect estetika instagram remaja di Kelurahan Cipari Tahun 2025, sebagian besar memiliki bandwagon effect estetika instagram pada kategori sedang yaitu sebanyak 67,6%. Gambaran harga diri remaja di Kelurahan Cipari Tahun 2025, sebagian besar memiliki harga diri dengan kategori sedang yaitu sebanyak 78,4%. Gambaran kepercayaan diri remaja di Kelurahan Cipari Tahun 2025, sebagian besar memiliki kepercayaan diri dengan kategori sedang yaitu 71,6%. Terdapat hubungan antara bandwagon effect estetika instagram dengan harga diri pengguna instagram pada remaja di Kelurahan Cipari tahun 2025 dengan nilai p = 0,000. Terdapat hubungan antara bandwagon effect estetika instagram dengan kepercayaan diri pengguna instagram pada remaja di Kelurahan Cipari tahun 2025 dengan nilai p = 0,000. UCAPAN TERIMA KASIH