JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 181-191 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi Penerapan Metode Moora Dalam Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Pemasok Barang Susu Ralita Wati Purba1* . Widiarti Rista Maya2 . Vina Winda Sari 3 1,2,3 Email: Sistem Informasi. STM IK Triguna Dharma ralitawatipurba687@gmail. com, 2widiartirm87@gmail. com, 3winda_vina@yahoo. Email Penulis Korespondensi: hernitamarbun2001@gmail. Abstrak Selama ini. Chykes M inimarket belum memiliki sistem yang mampu membantu pihak manajemen dalam proses pengambilan keputusan terkait penentuan pemasok susu. Pihak manajemen selama ini hanya menerka-nerka berdasarkan asumsiasumsi tanpa ada perhitungan dengan dasar keilmuan sistem pengambilan keputusan. Pihak manajemen menyadari bahwa cara tersebut tidak efektif dan Oleh sebab itu, maka pihak manajemen Chykes M inimarket ingin memiliki sebuah sistem yang mampu membantu dalam proses pengambilan keputusan terkait penentuan pemasok barang susu. Sistem pendukung keputusan merupakan s ebuah sistem alternatif atau solusi alternatif ataupun tindakan dari beberapa alternatif guna menyelesaikan sebuah masalah, sehingga sistem pendukung keputusan dengan masalah yang ada dapat diselesaikan dengan efisien. Pada dasarnya sistem pendukung keputusan menjelaskan bagaimana sebuah proses untuk menghitung penentuan keputusan yang akurat dengan berbagai metode agar memudahkan proses perhitungan. Pada sistem pendukung keputusan ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menganalisa permasalahan yang ada diantaranya adalah metode M OORA (M ultiObjective Optimization on The Basis of Ratio Analysi. Dari hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa metode M oora dapat digunakan untuk menganalisis penentuan pemasok barang susu di Chykes M inimarket M edan Johor. Dari hasil perhitungan dengan metode M oora didapat nama supplier susu terbaik adalah Naraya Cahaya M entari dengan nilai Yi 0,0852. Selain itu diketahui pula bahwa Sistem Pendukung Keputusan dapat diimplementasikan dalam bent uk aplikasi berbasis web programming. Pengujian terhadap Sistem Pendukung Keputusan dapat dilakukan dengan konsep Black Box Testing. Kata Kunci: Sistem Pendukung Keputusan. M oora. Supplier. Produk Susu. Black Box Testing Abstract So far. Chykes Minimarket does not have a system capable of assisting management in the decision-making process regarding the determination of milk suppliers. The management so far has only guessed based on assumptions without any calculations based on the scientific basis of the decision-making system. The management realized that this method was not effective and efficient. Therefore, the management of Chykes Minimarket wants to have a system that is able to assist in the decision-making process regarding the determination of suppliers of dairy goods. A decision support system is an alternative system or alternative solution or action from several alternatives to solve a problem, so that a decision support system with existing problems can be solved efficiently. Basically a decision support system explains how a process for calculating accurate decision making with various methods to facilitate the calculation process. In decision support systems, there are several methods that can be used to analyze existing problems, including the MOORA (Multi-Objective Optimization on The Basis of Ratio Analysi. From the results of the research conducted, it is known that the Moora method can be used to analyze the determination of suppliers of dairy goods at Chykes Minimarket Medan Johor. From the results of calculations using the Moora method, the name of the best milk supplier is Naraya Cahaya Mentari with a Yi value of 0. In addition, it is also known that Decision Support Systems can be implemented in the form of web program mingbased applications. Testing of Decision Support Systems can be done with the concept of Black Box Testing. Keywords: Decision Support Systems. Moora. Suppliers. Dairy Products. Black Box Testing PENDAHULUAN Pada sebuah perusahaan, pemilihan pemasok biasanya mempertimbangkan kualitas dari produk, service/pelayanan dan ketepatan waktu pengiriman adalah hal yang penting, meskipun ada beberapa faktor lain yang harus dipertimbangkan. Dengan banyak kriteria-kriteria yang ada dalam pemilihan pemasok, namun keputusan dalam penentuan kriteria yang akan digunakan dalam suatu perusahaan ditentukan oleh perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu menilai pemasok secara cermat dan tepat . Kinerja pemasok atau pemasok akan mempengaruhi performansi atau kinerja perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar. Oleh karena itu, perusahaan perlu menilai pemasok atau pemasok secara cermat dan tepat. Pemilihan pemasok merupakan kegiatan strategis, terutama apabila pemasok tersebut akan memasok item yang penting dan akan digunakan dalam jangka panjang. Pemasok atau supplier merupakan salah satu rantai yang paling kritis atau penting bagi kelangsungan hidup sebagian besar perusahaan. Perusahaan paham bahwa mutu produk dan layanan mereka sangat berhubungan langsung dengan mutu pemasok atau supplier dan produk serta layanan yang mereka berikan . Chykes Minimarket yang berlokasi di Jalan Karya Wisata. Kecamatan Medan Johor. Kota Medan merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis retail. Chykes Minimarket menjual berbagai macam kebutuhan masyarakat, mulai dari sembako, susu, kosmetik dan barang-barang lainnya. Oleh karena itu. Chykes Minimarket dalam menjalankan bisnisnya perlu menentukan pemasok barang yang terbaik, agar persediaan tetap ada dengan kualitas yang Pada saat ini. Chykes Minimarket memiliki cukup banyak pemasok barang, khususnya untuk produk susu. Setiap pemasok menawarkan barang dengan model yang berbeda-beda. Oleh karena itu. Chykes Minimarket perlu untuk Ralita Wati Purba, 2025. Hal 181 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 181-191 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi melakukan penilaian terhadap semua pemasok susu yang masuk agar pihak manajemen dapat men getahui dan menentukan pemasok susu mana yang terbaik dan layak diprioritaskan sebagai pemasok utama untuk barang susu yang akan dijual di Chykes Minimarket. Selama ini. Chykes Minimarket belum memiliki sistem yang mampu membantu pihak manajemen dalam proses pengambilan keputusan terkait penentuan pemasok susu. Pihak manajemen selama ini hanya menerka-nerka berdasarkan asumsi-asumsi tanpa ada perhitungan dengan dasar keilmuan sistem pengambilan keputusan. Pihak manajemen menyadari bahwa cara tersebut tidak efektif dan efisien. Oleh sebab itu, maka pihak manajemen Chykes Minimarket ingin memiliki sebuah sistem yang mampu membantu dalam proses pengambilan keputusan terkait penentuan pemasok barang susu. Sistem pendukung keputusan merupakan sebuah sistem altern atif atau solusi alternatif ataupun tindakan dari beberapa alternatif guna menyelesaikan sebuah masalah, sehingga sistem pendukung keputusan dengan masalah yang ada dapat diselesaikan dengan efisien . Pada dasarnya sistem pendukung keputusan menjelaskan bagaimana sebuah proses untuk menghitung penentuan keputusan yang akurat dengan berbagai metode agar memudahkan proses perhitungan . Sistem pendukung keputusan dapat didefinisikan sebagai sebuah sistem yang dimaksudkan untuk mendukung para pengambil keputusan manajerial dalam situasi keputusan tidak terstruktur . Sistem pendukung keputusan dimaksudkan untuk menjadi alat bantu bagi para pengambil keputusan untuk memperluas kapabilitas mereka, namun tidak untuk menggantikan penilaian mereka . Pada sistem pendukung keputusan ada beberapa metode yang dapat digu nakan untuk menganalisa permasalahan yang ada diantaranya adalah metode Moora. Metode MultiObjective Optimization on The Basis of Ratio Analysis (MOORA) pertama kali diperkenalkan oleh Brauers adalah suatu teknik optimasi multiobjective yang dapat berhasil diterapkan untuk memecahkan berbagai jenis masalah pengambilan keputusan yang kompleks dalam lingkungan manufaktur . Metode ini adalah multiobjektif sistem mengoptimalkan dua atau lebih atribut yang saling bertentangan secara bersamaan . Metode Moora dipilih karena metode ini memiliki tingkat selektifitas yang baik karena dapat menentukan tujuan dari kriteria yang bertentangan. Dimana kriteria dapat bernilai menguntungkan . atau yang tidak menguntungkan . Pemilihan pemasok barang dengan metode Moora telah banyak dilakukan, seperti penelitian yang dilakukan oleh Sandyea Proboningrum dan Acihmah Sidauruk dengan judul AuSistem Pendukung Keputusan Pemilihan Supplier Kain Dengan Metode MooraAy, hasil peneltian menunjukan bahwa Metode MOORA dapat diimplementasikan sebagai sistem pendukung keputusan pemilihan supplier di Yani Kain. Setelah dilakukan perhitungan terhadap 30 sample data supplier, dilakukan pengujian menggunakan confusion matrix dengan hasil akurasi sebesar 80%. Penelitian tentang sistem pendukung keputusan pemilihan pemasok barang dengan metode Moora juga pernah dilakukan oleh Sandy Suwandana dan Elia Wati, dengan judul AuSistem Pendukung Keputusan Dalam Pemilihan Supplier Barang Dengan Menggunakan Metode Moora Di CV. Cxy Computer Berbasis WebAy. Hasil dari penelitian tersebut menunjukan bahwa dengan sistem pendukung keputusan menerapkan metode Moora dapat membantu dalam menentukan pemilihan supplier barang pada Cv. Cxy Computer . Berdasarkan pemaparan masalah di atas, maka dilakukan penelitian dengan judul AuPenerapan Metode Moora Dalam Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Pemasok Barang Susu Pada Chykes Minimarket Ay. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan bagi Chykes Minimarket dalam menentukan pemasok susu. Pada penelitian ini, sistem yang dihasilkan akan diuji dengan konsep pengujian black box testing. Black box testing ialah sebuah metode pengujian sofware yang diperlukan untuk menguji suatu software tanpa memahi struktur internal kode program atau aplikasi . Cara kerja Black Box Testing yaitu dengan cara mengerjakan program yang sudah dibuat, dengan melakukan menginput database disetiap form. Dilakukannya pengujian ini untuk mendapati program tersebut apakah program sesuai kebutuhan atau tidak . Pengujian black box dilakukan berdasarkan masukan dan luaran tanpa memperhatikan rincian program sehingga penguji tidak perlu memiliki pengetahuan pemrograman. Pengujian Black Box yang memiliki arti bahwa pengujian ini hanya memeriksa suatu perangkat lunak dari hasil eksekusinya, tanpa harus tahu mengetahui kode program dan hanya memperhatikan aspek fungsionalitas dari sistem yang diuji . METODOLOGI PENELITIAN 1 Tahapan Penelitian Tahapan penelitian adalah langkah yang dimiliki dan dilakukan oleh peneliti dalam rangka untuk mengumpulkan informasi atau data serta melakukan investigasi pada data yang telah didapatkan tersebut. Metode penelitian memberikan gambaran rancangan penelitian yang meliputi prosedur dan langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data dan langkah apa data-data tersebut diolah dan dianalisis. Dalam teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui dua tahapan diantaranya yaitu: Observasi Kegiatan observasi dalam penelitian ini dilakukan dengan tinjauan langsung ke Chykes Minimarket yang berlokasi di Jalan Karya Wisata. Kecamatan Medan Johor. Kota Medan untuk kemudian dilakukan analisis masalah yang Selain itu juga dapat melakukan sebuah analisis kebutuhan dari permasalahan yang ada sehingga dapat dilaksanakannya pemodelan sistem. Wawancara Ralita Wati Purba, 2025. Hal 182 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 181-191 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi Setelah itu dilakukan wawancara kepada salah satu pegawai manajemen dari Chykes Minimarket yang bernama Ibu Fitri Damayanti. Beliau adalah seseorang yang memiliki tugas sebagai staff manajemen pada Chykes Minimarket sehingga beliau banyak mengetahui mengenai apa saja tolak ukur atau parameter yang terkait dengan pemilihan pemasok produk susu terbaik bagi Chykes Minimarket Medan Johor. Adapun sumber data yang diambil berdasarkan pada Surya Swalayan Setia Budi adalah sebagai berikut: Tabel 1. Data Pemasok Produk Susu Rata-Rata Potongan Variasi Pemasok Kualitas Pelayanan Keterlambatan Harga (% ) Produk Mitra Susu Baik Dunia Susu Baik Baik Sangat Baik Beringin Suka Sehat Naraya Cahaya Mentari Nestle Profesional Memuaskan Menarik Menarik Cukup Menarik Memuaskan Menarik Sangat Baik Memuaskan Menarik Memuaskan Sangat Menarik Menarik Menarik Menarik Cukup Memuaskan Sangat Memuaskan Cimory Cukup Baik Indo Nutri Perkasa Baik Indomilk Sangat Baik Indogrosir Sangat Baik Diamond Food Indonesia Sangat Baik Memuaskan Menarik Kalbe Baik Cukup Memuaskan Menarik Enseval Cukup Baik Memuaskan Ultrajaya Cukup Baik Memuaskan Raja Susu Cukup Baik Memuaskan Interbuana Mandiri Baik Cukup Memuaskan Sangat Memuaskan Cukup Memuaskan Cukup Memuaskan Cukup Menarik Cukup Menarik Sangat Menarik Menarik 2 Metode Moora Metode Multi-Objective Optimization on The Basis of Ratio Analysis (MOORA) adalah pengoptimalan multi-tujuan . tau pemrograma. , juga dikenal sebagai pengoptimalan multi-kriteria atau beberapa atribut, adalah Proses sekaligus mengoptimalkan dua atau lebih atribut yang bertentangan . tunduk pada batasan tertentu. Metode MOORA, yang pertama kali diperkenalkan oleh Brauers . adalah teknik optimasi multiobjektif yang diterapkan untuk memecahkan berbagai jenis masalah pengambilan keputusan yang kompleks . Berikut ini adalah algoritma penyelesaian metode Moora yaitu sebagai berikut: Langkah pertama: Menginput Nilai Kriteria. Menginputkan nilai kriteria pada suatu alternatif dimana nilai tersebut nantinya akan diproses dan hasilnya akan menjadi sebuah keputusan. Langkah Kedua : Merubah nilai kriteria menjadi matriks keputusan matriks keputusan berfungsi sebagai pengukuran kinerja dari alternatif Ith pada atribur jth . M adalah alternatif dan n adalah jumlah atribut dan kemudian sistem rasio dikembangkan dimana setiap kinerja dari sebuah alternatif pada sebuah atribut dibandingkan dengan penyebut yang merupakan wakil untuk semua alternatif dari atribut tersebut. Berikut adalah perubahan nilai kriteria menjadi sebu ah matriks keputusan: ycu 11 ycu 12 ycu 1ycu x = ycu 21 ycu 22 ycu 2ycu ]. ycu yco1 ycu yco2 ycu ycoycu Langkah Ketiga : Normalisasi pada metode MOORA. Normalisasi bertujuan untuk menyatukan setiap element matriks sehingga element pada matriks memiliki nilai yang seragam. Normalisasi pa da MOORA dapat dihitung menggunakan persamaan sebagai berikut. Ralita Wati Purba, 2025. Hal 183 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 181-191 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi ycUycnycO = ycUycnyc /Oo[ Ocyco ycn=1 ycUycnyc ]a. Langkah Keempat : Mengurangi nilai max dan min untuk menandakan bahwa sebuah atribut lebih penting itu bisa dikalikan dengan bobot yang sesuai . oefisien signifikas. menggunakan persamaan sebagai berikut. yci ycUycn = Ocyc=1 ycyc ycu Oycnyc Oe Ocycuyc=yci 1 ycyc ycycnycO a. Langkah Kelima : Menentukan rangking hasil perhitungan Moora. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Algoritma Sistem Algortima sistem merupakan penjelesan langkah-langkah penyelesaian masalah dalam sistem pendukung keputusan pemilihan pemasok produk susu terbaik dengan metode Moora. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan penelitian yang efektif dan efisien dalam menentukan pemasok produk susu terbaik, sehingga dapat menemukan pemasok mana yang akan dipilih sebagai yang terbaik bagi Chykes Minimarket. Deskripsi Data Kriteria Pembentukan Matrix Normalisasi Matriks Optimalisasi Atribut Menghitung Nilai Yi Gambar 1. Kerangka Kerja Metode Moora Berikut ini merupakan langkah-langkah penyelesaian metode Moora berdasarkan pada kerangka kerja di atas: Deskrpisi Data Kriteria Pengambilan keputusan ini berdasarkan pada kriteria yang sudah menjadi penentu dalam menentukan pemasok produk susu terbaik bagi Chykes Minimarket Medan Johor, berikut ini adalah data kriteria yang digunakan. Tabel 2. Keterangan Kriteria Kode Nama Bobot Kriteria Atribut Rata-Rata Keterlambatan Kualitas 0,457 0,257 Cost Benefit Pelayanan Potongan Harga 0,157 0,09 Benefit Benefit Variasi Produk 0,04 Benefit Pembentukan Matriks Di bawah ini merupakan keterangan nilai untuk kriteria rata-rata keterlambatan adalah sebagai berikut: Tabel 3. Skala Penilaian Rata-Rata Keterlambatan Keterlambatan Nilai Lebih Dari 4 Untuk kriteria kualitas memakai penilaian yang bukan nilai angka, maka akan disesuaikan dengan skala penilaian seperti di bawah ini: Tabel 4. Skala Penilaian Kriteria Kualitas Keterangan Nilai Ralita Wati Purba, 2025. Hal 184 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 181-191 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi Sangat Baik Baik Cukup Di bawah ini merupakan keterangan nilai untuk kriteria pelayanan adalah sebagai berikut: Tabel 5. Skala Penilaian Kriteria Pelayanan Keterangan Nilai Sangat Memuaskan Memuaskan Cukup Memuaskan Di bawah ini merupakan keterangan nilai untuk kriteria potongan harga adalah sebagai berikut: Tabel 6. Skala Penilaian Potongan Harga Potongan Harga Nilai Lebih Dari 10 Di bawah ini merupakan keterangan nilai untuk kriteria variasi produk adalah sebagai berikut: Tabel 7. Skala Penilaian Kriteria Variasi Produk Keterangan Nilai Sangat Menarik Menarik Cukup Menarik Penilaian pada setiap kriteria tentunya berdasarkan kepuasan dan pengalaman daripada toko Chykes Minimarket Medan Johor. Berdasarkan data penilaian alternatif berdasarkan kriteria di atas, maka dapat dibentuk matriks keputusan ycUycnyc berikut ini: Normalisasi Matriks Untuk mendapatakan nilai normalisasi matriks, terlebih dahulu dilakukan proses yang pertama yaitu mencari nilai rasio matriks kinerja ternormalisasi. Berikut ini adalah normalisasi matriks dari nilai alternatif sesuai dengan jenis kriterianya dengan ketentuan rumus: ycU O ycnyc = Oo[ Oc yc=1 ycUycnyc2 ] Mencari Rasio Rata-Rata Keterlambatan (C. = Oo. ^2 4^2 1^2 3^2 3^2 1^2 1^2 2^2 1^2 2^2 3^2 3^2 3^2 1^2 4^. = Oo91 = 9,54 Mencari Rasio Kualitas (C. = Oo. ^2 2^2 2^2 3^2 3^2 1^2 2^2 3^2 3^2 3^2 2^2 1^2 1^2 1^2 2^. Ralita Wati Purba, 2025. Hal 185 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 181-191 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi = Oo73 = 8,54 Mencari Rasio Pelayanan (C. = Oo. ^2 1^2 3^2 2^2 2^2 2^2 3^2 1^2 1^2 2^2 1^2 2^2 2^2 2^2 1^. = Oo55 = 7,42 Mencari Rasio Potongan Harga (C. = Oo. ^2 3^2 3^2 3^2 3^2 3^2 4^2 4^2 3^2 3^2 4^2 3^2 4^2 3^2 3^. = Oo170 = 13,04 Mencari Rasio Variasi Produk (C. = Oo. ^2 2^2 1^2 2^2 2^2 3^2 2^2 2^2 2^2 2^2 2^2 1^2 1^2 3^2 2^. = Oo61 = 7,81 Berdasarkan perhitungan di atas, maka berikut adalah matriks kinerja ternormalisasi yang dihitung berdasarkan nilai pada kolom C1. C2. C3. C4 dan C5 yang dibagikan dengan nilai masing -masing rasio kriteria yang telah didapatkan pada perhitungan di atas, sehingga didapatkan hasil untuk matriks ycUycnyc sebagai berikut: 0,1048 0,2341 0,2697 0,3068 0,2561 0,4193 0,2341 0,1348 0,2301 0,2561 0,1048 0,2341 0,4045 0,2301 0,1280 0,3145 0,3511 0,2697 0,2301 0,2561 0,3145 0,3511 0,2697 0,2301 0,2561 0,1048 0,1170 0,2697 0,2301 0,3841 0,1048 0,2341 0,4045 0,3068 0,2561 0,2097 0,3511 0,1348 0,3068 0,2561 0,1048 0,3511 0,1348 0,2301 0,2561 0,2097 0,3511 0,2697 0,2301 0,2561 0,3145 0,2341 0,1348 0,3068 0,2561 0,3145 0,1170 0,2697 0,2301 0,1280 0,3145 0,1170 0,2697 0,3068 0,1280 0,1048 0,1170 0,2697 0,2301 0,3841 0,4193 0,2341 0,1348 0,2301 0,2561 Optimalisasi Atribut Optimalisasi nilai atribut dengan rumus ycUycnyc O ycOyc, dimana Xij merupakan nilai dari hasil normalisasi matrix sedangkan ycOyc merupakan nilai bobot tiap kriteria. Untuk kolom matriks rata-rata keterlambatan (C. 0,1048 * 0,457 = 0,0479 0,1048 * 0,457 = 0,0479 0,4193 * 0,457 = 0,1916 0,2097 * 0,457 = 0,0958 0,1048 * 0,457 = 0,0479 0,3145 * 0,457 = 0,1437 0,3145 * 0,457 = 0,1437 0,3145 * 0,457 = 0,1437 0,3145 * 0,457 = 0,1437 0,3145 * 0,457 = 0,1437 0,1048 * 0,457 = 0,0479 0,1048 * 0,457 = 0,0479 0,1048 * 0,457 = 0,0479 0,4193 * 0,457 = 0,1916 0,2097 * 0,457 = 0,0958 Untuk kolom matriks kualitas (C. 0,2341 * 0,257 = 0,0602 0,3511 * 0,257 = 0,0902 0,2341 * 0,257 = 0,0602 0,3511 * 0,257 = 0,0902 0,2341 * 0,257 = 0,0602 0,2341 * 0,257 = 0,0602 0,3511 * 0,257 = 0,0902 0,1170 * 0,257 = 0,0301 0,3511 * 0,257 = 0,0902 0,1170 * 0,257 = 0,0301 0,1170 * 0,257 = 0,0301 0,1170 * 0,257 = 0,0301 0,2341 * 0,257 = 0,0602 0,2341 * 0,257 = 0,0602 0,3511 * 0,257 = 0,0902 Untuk kolom matriks pelayanan (C. 0,2697 * 0,157 = 0,0423 0,1348 * 0,157 = 0,0212 0,1348 * 0,157 = 0,0212 0,2697 * 0,157 = 0,0423 0,4045 * 0,157 = 0,0635 0,1348 * 0,157 = 0,0212 0,2697 * 0,157 = 0,0423 0,2697 * 0,157 = 0,0423 0,2697 * 0,157 = 0,0423 0,2697 * 0,157 = 0,0423 0,2697 * 0,157 = 0,0423 0,2697 * 0,157 = 0,0423 0,4045 * 0,157 = 0,0635 0,1348 * 0,157 = 0,0212 Ralita Wati Purba, 2025. Hal 186 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 181-191 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi 0,1348 * 0,157 = 0,0212 Untuk kolom matriks potongan harga (C. 0,3068 * 0,09 = 0,0276 0,2301 * 0,09 = 0,0207 0,2301 * 0,09 = 0,0207 0,2301 * 0,09 = 0,0207 0,2301 * 0,09 = 0,0207 0,3068 * 0,09 = 0,0276 0,2301 * 0,09 = 0,0207 0,2301 * 0,09 = 0,0207 0,2301 * 0,09 = 0,0207 0,3068 * 0,09 = 0,0276 0,2301 * 0,09 = 0,0207 0,2301 * 0,09 = 0,0207 0,3068 * 0,09 = 0,0276 0,2301 * 0,09 = 0,0207 0,3068 * 0,09 = 0,0276 Untuk kolom matriks variasi produk (C. 0,2561 * 0,04 = 0,0102 0,2561 * 0,04 = 0,0102 0,2561 * 0,04 = 0,0102 0,2561 * 0,04 = 0,0102 0,1280 * 0,04 = 0,0051 0,2561 * 0,04 = 0,0102 0,2561 * 0,04 = 0,0102 0,1280 * 0,04 = 0,0051 0,2561 * 0,04 = 0,0102 0,1280 * 0,04 = 0,0051 0,3841 * 0,04 = 0,0154 0,3841 * 0,04 = 0,0154 0,2561 * 0,04 = 0,0102 0,2561 * 0,04 = 0,0102 0,2561 * 0,04 = 0,0102 Dari hasil perhitungan di atas maka didapatkan hasil perhitungan yang telah disusun berdasarkan optimalisasi matriks sebagai berikut. 0,0479 0,0602 0,0423 0,0276 0,0102 0,1916 0,0602 0,0212 0,0207 0,0102 0,0479 0,0602 0,0635 0,0207 0,0051 0,1437 0,0902 0,0423 0,0207 0,0102 0,1437 0,0902 0,0423 0,0207 0,0102 0,0479 0,0301 0,0423 0,0207 0,0154 0,0479 0,0602 0,0635 0,0276 0,0102 0,0958 0,0902 0,0212 0,0276 0,0102 0,0479 0,0902 0,0212 0,0207 0,0102 0,0958 0,0902 0,0423 0,0207 0,0102 0,1437 0,0602 0,0212 0,0276 0,0102 0,1437 0,0301 0,0423 0,0207 0,0051 0,1437 0,0301 0,0423 0,0276 0,0051 0,0479 0,0301 0,0423 0,0207 0,0154 0,1916 0,0602 0,0212 0,0207 0,0102 Setelah didapat hasil dari optimalisasi atribut, selanjutnya dilakukan proses perhitungan nilai Yi dan melakukan Menghitung Nilai Yi Berdasarkan perhitungan diatas, berikut ini adalah proses perhitungan nilai Yi. Untuk menghitung nilai Yi dapat menggunakan rumus: yci ycu ycycn = Oc ycOyc ycU O ycnyc Oe Oc ycOyc ycU O ycnyc yc =1 yc=yci 1 Berikut ini merupakan proses perhitungan nilai Yi selengkapnya. Tabel 8. Tabel Hasil Perhitungan Nilai Yi Max Alt. Pemasok (C2 C3 C4 C. Mitra Susu 0,1404 Dunia Susu 0,1123 Min (C. 0,0479 0,1916 Yi = MaxMin 0,0924 -0,0793 Beringin Suka Sehat 0,1495 0,0479 0,1016 Naraya Cahaya Mentari Nestle Profesional 0,1635 0,1635 0,1437 0,1437 0,0198 0,0198 Cimory Indo Nutri Perkasa 0,1085 0,1615 0,0479 0,0479 0,0606 0,1136 Indomilk 0,1493 0,0958 0,0534 Ralita Wati Purba, 2025. Hal 187 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 181-191 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi A10 Indogrosir Diamond Food Indonesia 0,1424 0,1635 0,0479 0,0958 0,0945 0,0677 A11 Kalbe 0,1192 0,1437 -0,0245 A12 A13 Enseval Ultrajaya 0,0982 0,1052 0,1437 0,1437 -0,0455 -0,0386 A14 A15 Raja Susu Interbuana Mandiri 0,1085 0,1123 0,0479 0,1916 0,0606 -0,0793 Perangkingan Setelah diperoleh hasil dari seluruh proses yang telah dilakukan seperti di atas, berikut ini merupakan hasil perangkingan berdasarkan nilai Yi terbesar. Tabel 9. Perangkingan Alt. Pemasok Ranking Indo Nutri Perkasa 0,1136 Beringin Suka Sehat Indogrosir 0,1016 0,0945 A10 Mitra Susu Diamond Food Indonesia 0,0924 0,0677 Cimory 0,0606 A14 Raja Susu Indomilk 0,0606 0,0534 Naraya Cahaya Mentari Nestle Profesional 0,0198 0,0198 A11 Kalbe -0,0245 A13 A12 Ultrajaya Enseval -0,0386 -0,0455 A15 Dunia Susu Interbuana Mandiri -0,0793 -0,0793 Dari perhitungan menggunakan metode Moora seperti yang telah dilakukan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pemasok produk susu terbaik bagi Chykes Minimarket Medan Johor berdasarkan hasil perhitungan metode Moora dengan nilai tertinggi adalah alternatif ke-7 (A. yaitu Indo Nutri Perkasa dan mendapatkan rangking 1 dengan nilai Yi = 0,1136. 2 Implementasi Sistem Pada pembahasan ini berisi gambar dari hasil tampilan antarmuka seluruh halaman serta penjelasan komponen dan fungsi dari sistem. Berikut merupakan hasil tampilan antarmuka dari sistem pendukung keputusan yang dirancang . Tampilan Form Login Berikut ini adalah tampilan form login selengkapnya. Gambar 2. Tampilan Form Login Tampilan Menu Utama Berikut ini adalah tampilan dari form menu utama selengkapnya. Ralita Wati Purba, 2025. Hal 188 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 181-191 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi Gambar 3. Tampilan Menu Utama Tampilan Form Data Alternatif Berikut ini adalah tampilan dari form data alternatif. Gambar 4. Tampilan Form Data Alternatif Tampilan Form Proses Moora Berikut ini adalah tampilan dari form proses Moora. Gambar 5. Tampilan Form Proses Moora Tampilan Form Hasil Proses Moora Berikut ini tampilan halaman hasil proses Moora selengkapnya. Gambar 6. Tampilan Form Hasil Proses Moora Tampilan Laporan Hasil Berikut ini tampilan form laporan hasil selengkapnya. Gambar 7. Tampilan Laporan Hasil Ralita Wati Purba, 2025. Hal 189 JURNAL SISTEM INFORMASI TGD Volume 4. Nomor 1. Januari 2025. Hal 181-191 P-ISSN : 2828-1004 . E-ISSN : 2828-2566 https://ojs. id/index. php/jsi 3 Pengujian Sistem Pengujian sistem dilakukan dengan model black box testing yang bertujuan untuk membuktikan bahwa input, proses dan output yang dihasilkan oleh aplikasi dengan menggunakan media bahasa pemrograman berbasis website telah benar dan sesuai dengan yang diharapkan Berikut ini adalah hasil akhir dari pengujian sistem pendukung keputusan dalam pemilihan produk susu formula untuk perkembangan balita dengan menggunakan metode Multi Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis di Surya Swalayan Setia Budi. Tabel 8. Pengujian Dengan Model Black Box Pengujian Keterangan Hasil Pengujian form login bertujuan untuk mengetahui apakah sistem benar-benar mampu dalam mengauntetikasi user yang login. Dalam pengujian ini didapatkan hasil yang sesuai diharapkan. Valid Pengujian form data alternatif ini bertujuan untuk mengetahui apakah semua fungsi yang terkait simpan, ubah, hapus dapat berjalan dengan baik. Dalam pengujian ini diketahui bahwa semua fungsi telah berjalan mestinya. Valid Pengujian form hasil proses Moora dilakukan untuk melihat apakah sistem telah benar mengahsilkan perhitungan berdasarkan metode Moora. Dalam pengujian ini diketahui sistem mampu menampilkan hasil yang baik dan perangkingan yang akurat. Valid Pengujian form laporan hasil untuk mengetahui apakah sistem telah mampu menampilkan laporan hasil dalam bentuk dokumen siap cetak. Dalam pengujian ini, sistem diketahui mampu menampilkan laporan hasil perhitungan dalam bentuk dokumen siap cetak. Valid KESIMPULAN Berdasarkan analisa pada permasalahan yang terjadi dalam kasus yang diangkat tentang sistem pendukung keputusan dalam menentukan pemasok barang susu di Chykes Minimarket Medan Johor menggunakan metode Multi-Objective Optimization on The Basis of Ratio Analysis (MOORA), maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Metode Moora dapat digunakan untuk menganalisis penentuan pemasok barang susu di Chykes Minimarket Medan Johor. Dalam merancang sistem pendukung keputusan yang menerapkan metode Multi-Objective Optimization on The Basis of Ratio Analysis (MOORA) dalam pemilihan pemasok susu pada Chykes Minimarket perlu dilakukan pemodelan sistem dengan Unifiled Modelling Language (UML) seperti Use Case Diagram. Activity Diagram dan Class Diagram. Sistem Pendukung Keputusan dapat diimplementasikan dalam bentuk aplikasi berbasis web programming. Pengujian terhadap Sistem Pendukung Keputusan dapat dilakukan dengan konsep Black Box Testing. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih disampaikan kepada pihak-pihak yang telah mendukung terlaksananya penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA