Analisis Kinerja Industri Minyak Kelapa Sawit di Indonesia Menggunakan Paradigma Structure Conduct Performance: Studi Kasus Pada 10 Perusahaan Minyak Kelapa Sawit The Performance Analysis of The Indonesian Palm Oil Industry. Use A Structure Conduct Performance Paradigm: Case Study at 10 Palm Oil Companies Mohammad Kifli Rifki Mubarok1. Joko Susanto2. Ardito Bhinadi3 Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Yogyakarta Email: mkrifkimubarok@gmail. com1, jokosusanto@upnyk. arditobhinadi@upnyk. Abstract This study aims to analyze the performance of the palm oil industry in Indonesia, using the Structure Conduct Performance (SCP) paradigm. The data in this study uses secondary data namely the annual reports of 10 companies engaged in the palm oil industry in Indonesia from 2015 to 2020 which are published on the companyAos website. The data is then processed using Microsoft Excel 2016 software to obtain data on Market Share. Concentration Ratio 4. Minimum Efficiency of Scale. Capital Labor Ratio. Internal Efficiency, and Price Cost Margin. The analysis method of this research uses panel data regression analysis. The results of this study indicate that Concentration Ratio 4 has a negative and significant effect on Price Cost Pargin, while Capital Labor Ratio and Internal Efficiency have a positive and significant impact on Price Cost Margin of the Palm Oil Industry in Indonesia in 2015 Ae 2020. Keywords: scp, market share, concentration ratio 4, minimum efficiency of scale, capital labor ratio, internal efficiency, price cost margin Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kinerja industri minyak kelapa sawit di Indonesia, menggunakan paradigma Structure Conduct Performance (SCP). Data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu laporan tahunan 10 perusahaan yang bergerak dalam industri minyak kelapa sawit di Indonesia tahun 2015 Ae 2020 yang dipublikasikan di website perusahaan. Dari data tersebut kemudian diolah menggunakan software Microsoft Excel 2016 untuk mendapatkan data Market Share. Concentration Ratio 4. Minimum Efficiency of Scale. Capital Labor Ratio. Efisiensi Internal, dan Price Cost Margin. Metode analisis penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Concentration Ratio 4 berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Price Cost Pargin, sedangkan Capital Labor Ratio dan Efisiensi Internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap Price Cost Margin Industri Minyak Kelapa Sawit di Indonesia tahun 2015 Ae 2020. Kata kunci: scp, market share, concentration ratio 4, minimum efficiency of scale, capital labor ratio, efisiensi internal, price cost margin PENDAHULUAN Naik turunnya pembangunan ekonomi suatu negara dapat diketahui melalui beberapa indikator, yang salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi suatu negara tersebut. Perkembangan perekonomian suatu negara dipengaruhi oleh naiknya sistem dalam sektor industry yang menjadi bagian dari penopang dalam kestabilan perekonomian. Sektor industri mampu menciptakan nilai tambah yang SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Analisis Kinerja Industri Minyak Kelapa Sawit di Indonesia Menggunakan Paradigma Structure Conduct Performance: Studi Kasus Pada 10 Perusahaan Minyak Kelapa Sawit Mohammad Kifli Rifki Mubarok. Joko Susanto. Ardito Bhinadi DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. tinggi sehingga dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup besar. Peranan sektor industry juga memperlihatkan pengaruh yang semakin tinggi di sebagian negara Ae negara berkembang, khususnya yang menggalakkan strategi promosi ekspor. Secara garis besarnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mengategorikan komoditas ekspor Indonesia menjadi dua jenis, yakni minyak dan gas . dan nonmigas. Pada November 2021, ekspor nonmigas mendominasi total ekspor Indonesia yakni sebesar US$22,84 miliar. Komoditas unggulan dalam sektor nonmigas antara lain sebagai berikut: pertama, kelapa sawit yang mana Indonesia dikenal sebagai raja sawit dunia dikarenakan menguasai sekitar 55 persen pangsa pasar ekspor sawit Kedua, batu bara yang mana Indonesia merupakan negara penghasil batu bara terbesar ketiga di dunia, setelah China dan India. Ketiga, besi dan baja yang mana menempati posisi ketiga. Keempat, karet yang mana salah satu produk pertanian unggulan ekspor Indonesia dengan catatan ekspor pada 2020 mencapai 2,2 juta ton karet senilai US$2,9 miliar (CNN Indonesia, 2. Indonesia telah menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia, mengungguli Malaysia sejak tahun 2006. Sebagai negara penghasil produk minyak sawit terbesar di dunia. Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk memasarkan hasil olahan sawit yang berupa minyak sawit dan inti sawit baik di dalam dan luar negeri. Pasar potensial yang dapat menyerap produk minyak sawit (CPO) dan minyak inti sawit (PKO) adalah industri fraksinasi/ranifasi . erutama industry minyak goren. , lemak khusus . ocoa butter substitut. , margarine/shortening, oleochemical, dan sabun mandi (Badan Pusat Statistik. Perkembangan industri minyak kelapa sawit Indonesia selama periode 22 tahun terakhir sangat pesat dimana pada tahun 2000 produksi minyak kelapa sawit Indonesia sebesar 7. 508 ton kemudian pada tahun 2020 sebesar 48. ton atau meningkat sebesar 589,9% (Badan Pusat Statistik, 2. Berkembangnya Industri kelapa sawit Indonesia berkaitan dengan semakin meningkatnya penggunaan minyak sawit untuk konsumsi minyak makan dunia. Total produksi dari 17 minyak dan lemak dunia pada tahun 2019 mencapai 235. 21 juta ton dengan 23 % yang diantaranya merupakan minyak sawit, kemudian 24. 18% minyak kedelai, 10. 61% minyak rapeseed, 8. 72% minyak biji bunga matahari, dan sisanya merupakan minyak dan lemak lainnya (DePlantation, 2. Berikut merupakan gambar grafik perkembangan pangsa produksi minyak nabati dunia: Sumber: DePlantation, 2020 Gambar 1 Perkembangan Pangsa Produksi Minyak Nabati Dunia SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Dengan Indonesia memegang pangsa pasar terbesar di dunia dan di dukung pula oleh kebijakan yang digunakan Pemerintah dalam mengendalikan harga minyak goreng, seperti kebijakan pungutan ekspor, harga eceran tertinggi, dan DMO tidak lantas membuat Indonesia dapat mengendalikan harga minyak goreng dalam negeri. Sejak tahun 1999 harga minyak goreng terus melambung tinggi bahkan pada awal tahun 2008 sudah menyentuh harga Rp10. 315 dan terus melambung tinggi pada 10 tahun berikutnya atau awal 2018 harganya Rp15. hingga sampai diharga puncak pada awal tahun 2022 harga minyak goreng mencapai Rp20. 488/kg (Kemendag, 2. Banyak pihak yang mengatakan bahwa naiknya harga minyak goreng sawit di Indonesia terkait dengan terjadinya kenaikan harga CPO dunia akibat dari permintaan CPO yang terus meningkat tiap Hal ini membuat para pelaku usaha CPO domestik cenderung memprioritaskan menjual hasil komoditinya ke luar negeri karena keuntungan yang didapat jauh lebih besar sehingga membuat pasokan CPO untuk pengolahan minyak goreng di dalam negeri terbatas. Terus melonjaknya harga minyak goreng beberapa tahun terakhir menimbulkan keinginan untuk membuat penelitian guna mengetahui keadaan persaingan pasar sebenarnya yang terjadi pada industri minyak goreng sawit. Dari penelitian tersebut diharapkan dapat diketahui benar tidaknya ada dugaan persaingan yang tidak sehat akibat adanya perilaku dominasi atau persekongkolan dari beberapa perusahaan pengolah minyak kelapa sawit dalam menetapkan harga minyak goreng sawit. Hal ini bisa diterapkan dengan melakukan analisis struktur, perilaku, dan kinerja yang terbentuk di industri minyak goreng sawit. Dari analisis struktur kita dapat mengetahui tentang struktur pasar yang terbentuk, apakah monopoli, oligopoli, atau persaingan sempurna. Struktur pasar dapat dipengaruhi oleh faktor internal, yaitu konsentrasi pasar, dan faktor eksternal yaitu hambatan masuk ke dalam pasar dan kebijakan pemerintah. Dari struktur industri yang berkaitan dengan jumlah pelaku usaha berikut potensi pengaruhnya di pasar, menjadi salah satu langkah awal untuk menggali informasi yang lebih mendalam lagi tentang perilaku kemudian setelah menganalisis struktur dan perilaku dapat dianalisis kinerja . dari industri minyak goreng sawit (Jaya, 2. Pendekatan Structure Conduct Performance (SCP) digunakan untuk menganalisis Struktur, perilaku dan kinerja suatu industri. Pendekatan SCP ini dinilai mampu dalam menjelaskan kondisi pasar dengan melihat pengaruh pada struktur pasar dan perilaku perusahaan terhadap kinerja industri, sehingga dapat diketahui kebijakan mana yang paling tepat untuk meningkatkan kinerja industri minyak kelapa sawit di Indonesia dan mengetahui fenomena yang terjadi dalam industri minyak kelapa sawit di Indonesia. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuAnalisis Kinerja Industri Minyak Kelapa Sawit di Indonesia. Menggunakan Paradigma Structure Conduct Performance (SCP) . Ay. Berdasarkan permasalahan pada latar belakang, maka rumusan masalah pada penelitian adalah Bagaimana Struktur. Perilaku, dan Kinerja industri minyak kelapa sawit di Indonesia tahun 2015-2020. Bagaimana pengaruh Concentration Ratio (CR. Capital Labor Ratio (CLR), dan Efisiensi Internal (XEF) dan terhadap Price Cost Margin (PCM) industri minyak kelapa sawit di Indonesia tahun 2015-2020. SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Analisis Kinerja Industri Minyak Kelapa Sawit di Indonesia Menggunakan Paradigma Structure Conduct Performance: Studi Kasus Pada 10 Perusahaan Minyak Kelapa Sawit Mohammad Kifli Rifki Mubarok. Joko Susanto. Ardito Bhinadi DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. TINJAUAN PUSTAKA Pendekatan Structure Conduct Performance (SCP) Pendekatan Structure Conduct Performance (SCP) dibangun oleh seorang ekonom Harvard yaitu Edward S. Mason . dengan kolega sekaligus mahasiswanya Joe S. Bain . Mason dan Bain menyatakan bahwa terdapat hubungan yang langsung dan kuat antara struktur pasar sebuah industri . arket structur. , praktek bisnis dan perilaku pihak-pihak pembentuk pasar . arket conduc. dan kinerja industri itu sendiri . arket performanc. Hubungan antara Struktur-Perilaku-Kinerja. Kluster Industri, dan Kebijakan Publik. Kinerja . dalam suatu industri atau pasar dipengaruhi oleh perilaku . dari para pembeli dan penjual seperti perilaku harga, persaingan non harga . roduk, promosi, dan inovas. , serta kerja sama antar beberapa perusahaan. Perilaku perusahaan bergantung pada struktur pasar yang Struktur bisa dilihat dari jumlah maupun skala penjual atau pembeli, tingkat diferensiasi produk, ada tidaknya hambatan masuk ke pasar . arier to entr. , struktur biaya, integrasi vertikal dan horizontal, serikat pekerja, dan tingkat konglomerasinya. Sederet kondisi dasar pada sisi permintaan meliputi elastisitas harga atas permintaan, ada tidaknya substitusi produk, tingkat permintaan dan variasi pertumbuhan, metode pembelian, serta karakteristik Dari sisi penawaran, kondisi dasar yang mempengaruhi adalah bahan baku, teknologi, serikat kerja, daya tahan produk, nilai atau bobot barang, dan perilaku bisnis. Adanya konsentrasi industri secara spesial merupakan fokus kajian kluster industri, yang mempengaruhi kinerja suatu industri di lokasi industri. Struktur Industri (Structur. Dalam konteks ekonomi, struktur adalah sifat permintaan dan penawaran barang dan jasa yang dipengaruhi oleh jenis barang yang dihasilkan, jumlah dan ukuran distribusi penjual . dalam industri, jumlah dan ukuran distribusi pembeli, diferensiasi produk, serta mudah tidaknya masuk ke dalam Semakin besar hambatan untuk masuk, semakin tinggi tingkat konsentrasi struktur pasar. Hambatan masuk meliputi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan Pemerintah untuk memasuki pasar, yaitu besarnya investasi yang dibutuhkan, efisiensi tingkat produksi, bermacam-macam usaha penjualan, serta besarnya sunk cost. Struktur pasar merupakan elemen strategis yang relatif permanen dari lingkungan perusahaan yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh perilaku dan kinerja di dalam pasar (Koch, 2. Struktur pasar menunjukkan atribut pasar biasa dinyatakan dalam ukuran distribusi perusahan pesaing. Menurut (Jaya, 2. Elemen dari struktur pasar adalah pangsa pasar . arket shar. , konsentrasi . , dan hambatan . Sedangkan menurut Scherer . 0: . Elemen yang mempengaruhi struktur pasar diantaranya adalah jumlah pembeli, diferensiasi produk, hambatan masuk pasar, integrasi vertikal dan horizontal, dan lain-lain. Perilaku Industri (Conduc. Perilaku di dalam ekonomika industri dapat diartikan bagaimana cara yang dilakukan oleh sebuah perusahaan agar mendapatkan pasar. Dengan kata lain, perilaku merupakan pola tanggapan dan penyesuaian berbagai perusahaan yang SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA terdapat dalam suatu industri untuk mencapai tujuannya dan menghadapi Perilaku dapat terlihat dalam bagaimana perusahaan menetukan harga jual, promosi produk atau perikalanan . , koordinasi kegiatan dalam pasar . isalnya dengan berkolusi, kartel, dan sebagainy. , serta litbang . esearch and developmen. Menurut (Hasibuan, 1. perilaku didefinisikan sebagai pola tanggapan dan penyesuaian suatu industri di dalam pasar untuk mencapai tujuannya. Perilaku industri satu dengan industri lainnya berbeda. Salah satunya disebabkan oleh perbedaan struktur pasar beberapa industri. Dalam praktik bisnis. AoperilakuAo perusahaan dalam suatu industri memiliki karakteristik berbeda. Perilaku dalam hal ini dapat dilihat dari: perilaku harga, strategi produk, riset dan pengembangan, advertising. Pasar persaingan tidak sempurna mendorong perilaku industri ke arah kolusi. Hal ini disebabkan oleh semakin besarnya kekuasaan yang dimiliki oleh perusahaan besar dalam menetapkan harga. Kinerja Industri (Performanc. Kinerja merupakan hasil kerja yang dipengaruhi oleh struktur dan perilaku industri di mana hasilnya biasa diidentikkan dengan besarnya penguasaan pasar atau besarnya keuntungan suatu perusahaan di dalam suatu industri. Namun, agar lebih terperinci kinerja dapat pula tercermin melalui efisiensi, pertumbuhan . ermasuk perluasan pasa. , kesempatan kerja, prestise profesional, kesejahteraan personalia, serta kebanggaan kelompok. Pada praktiknya, ukuran kinerja dapat bermacam-macam, tergantung pada jenis industrinya. Pertama, ukuran kinerja berdasarkan sudut pandang manajemen, pemilik, atau pemberi pinjaman. Menurut sudut pandang manajemen yang sering dilihat adalah bagaimana besar keuntungannya (Price Cost Margi. Biasanya dalam anilisis internal, banyak perusahaan menerapkan rasio dan standar yang memisahkannya ke dalam komponen serangkaian keputusan yang mempengaruhi kinerja operasional, keseluruhan returns, dan harapan pemegang Kedua, kinerja dalam suatu industri dapat diamati melalui nilai tambah . alue adde. , produktivitas, dan efisiensi. Nilai tambah merupakan selisih antara nilai input dengan nilai output. Nilai input terdiri atas biaya bahan baku, biaya bahan bakar, jasa industri, biaya sewa gedung, mesin dan alat-alat, serta jasa Sementara itu, nilai output merupakan nilai barang yang dihasilkan. tingkat perubahan teknologi (Progresivenes. juga merupakan salah satu indikator METODE Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan web perusahaan minyak kelapa sawit di Indonesia berupa data statistik kelapa sawit dan laporan tahunan Data yang digunakan adalah data panel yaitu gabungan data time series dan cross section. Data time series menunjuk pada kurun waktu tahun 20152020 dan data cross section menunjuk pada 10 perusahaan minyak kelapa sawit di SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Analisis Kinerja Industri Minyak Kelapa Sawit di Indonesia Menggunakan Paradigma Structure Conduct Performance: Studi Kasus Pada 10 Perusahaan Minyak Kelapa Sawit Mohammad Kifli Rifki Mubarok. Joko Susanto. Ardito Bhinadi DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. Indonesia. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan analisis regresi data panel untuk mengetahui hubungan pada masing-masing variabel yang diteliti. Objek yang diamati pada penelitian ini adalah Market Share (MS). Concentration Ratio (CR. Minimum Efficiency Scale (MES). Capital Labor Ratio (CLR). Efisiensi Internal (XEF) dan Price Cost Margin (PCM). Berdasarkan data Concentration Ratio (CR. sebagai ukuran struktur. Capital Labor Ratio (CLR) sebagai ukuran perilaku, dan Efisiensi Internal (XEF) sebegai ukuran kinerja tersebut kemudian dapat dilakukan identifikasi dan analisis untuk menemukan seberapa besar pengaruh variabel independen tersebut terhadap variabel dependen Price Cost Margin (PCM) yang merupakan proksi kinerja industri minyak kelapa sawit Indonesia tahun 2015-2020. Definisi Operasional Variabel A Market Share (MS) Merupakan ukuran penguasaan perusahaan dalam menjual barangnya di pasaran, berfungsi untuk menjelaskan posisi suatu perusahaan dalam industri. Pangsa pasar suatu perusahaan diukur dengan membagi output perusahaan dengan output total industri dan hasilnya dinyatakan dalam satuan persen. ycCycycycyycycycn ycAycIycn = ycU 100% ycCycycycyycycycycuyc A Concentration Ratio 4 (CR. Merupakan jumlah kumulatif market share dari 4 perusahaan terbesar dalam suatu industri yang dinyatakan dalam satuan persen. ycu yaycI4 = Oc ycIycn ycn=1 A Minimum Efficiency of Scale (MES) Merupakan setiap keadaan atau karakteristik pasar yang menghambat atau menghalangi perusahaan untuk memasukinya. Hambatan masuk pasar terbesar adalah adanya pesaing yang mengakar kuat dengan keunggulan kompetitif yang MES dihitung dengan membagi rata-rata output4 perusahaan terbesar dengan output industri, dinyatakan dalam satuan persen. ycIycaycyca Oe ycycaycyca ycuycycycyycyc 4 ycyyceycycycycaEaycaycaycu ycyceycycayceycycayc ycAyaycI = ycU 100% ycCycycycyycyc ycNycuycycayco A Capital Labor Ratio (CLR) Merupakan cara untuk mengetahui teknik produksi yang digunakan dalam suatu industri. Teknik produksi terbagi menjadi dua bagian, yang pertama teknik produksi padat modal dan teknik produksi padat karya. CLR dihitung dengan membagi modal perusahaan dengan biaya upah, dinyatakan dalam bentuk persen. yaAycnycaycyca ycAycuyccycayco yayaycI = ycU 100% yaAycnycaycyca ycNyceycuycayciyca yayceycycyca A Efisiensi internal (XEF) Merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam menjaga biaya pada tingkat minimum yang memungkinkan. XEF dihitung dengan membagi nilai tambah dengan nilai input, dinyatakan dalam bentuk persen. ycAycnycoycaycn ycNycaycoycaycaEa ycUyaya = ycU 100% ycAycnycoycaycn yaycuycyycyc SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA A Price Cost Margin (PCM) Merupakan ukuran kemampuan sebuah perusahaan dalam meningkatkan harga diatas biaya produksi. Tingginya PCM menunjukkan kinerja industri yang efisien dalam meminimumkan biaya sehingga keuntungan yang diperoleh semakin PCM dihitung dengan membagi nilai tambah yang didikurangi upah dengan nilai output, dinyatakan dalam bentuk persen. ycAycnycoycaycn ycNycaycoycaycaEa Oe ycOycyycaEa ycEyaycA = ycU 100% ycAycnycoycaycn ycCycycycyycyc Isi metode kajian adalah teknik pengmpulan data, sumber data, cara nalisis data, uji korelasi, dan sebgainya, ditulis dengan font Trebucet MS 12. Dalam bab ini dapat juga dicantumkan rumus ilmiah yang digunakan untuk nalisis data/uji Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan data panel sebagai alat pengolahan data serta dalam analisisnya menggunakan program Eviews 12. Data panel merupakan data gabungan antara data . ime serie. ross sectio. Penggunaan data panel dalam sebuah observasi mempunyai beberapa keuntungan yang diperoleh. Pertama, data time series dan cross section mampu untuk menyediakan data yang lebih banyak sehingga akan lebih menghasilkan degree of freedom yang lebih besar. Kedua, menggabungkan data time series dan cross section dapat mengatasi masalah yang timbul ketika ada masalah penghilangan variable . mitted variabl. (Widarjono. Fungsi persamaan data panel yang merupakan gabungan dari data cross section dan data time series adalah sebagai berikut : PCMit = 0 1CR41it 2CLR2it 3XEF3it Ait Keterangan: PCM CR4 CLR XEF 1, 2, 3 = Price Cost Margin = Concentration Ratio 4 = Capital Labor Ratio = Efisiensi Internal = Konstanta = Koefisien = Standard Error = Cross Section . Perusahaan Minyak Sawi. = Time Series . HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Spesifikasi Model Uji Chow Tabel 1 Hasil Uji Chow Effect Test Statistik Probabilitas Cross-section Sumber: Eviews 12, diolah Berdasarkan hasil hasil pengujian chow test diketahui bahwa nilai cross section F sebesar 33. 534538 dengan nilai probabilitas sebesar 0. 000 < = 0,05 SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Analisis Kinerja Industri Minyak Kelapa Sawit di Indonesia Menggunakan Paradigma Structure Conduct Performance: Studi Kasus Pada 10 Perusahaan Minyak Kelapa Sawit Mohammad Kifli Rifki Mubarok. Joko Susanto. Ardito Bhinadi DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. maka artinya menerima H1 atau menolak H0 sehingga hasil tersebut menunjukan bahwa model terbaik yang dapat digunakam untuk menguji hipotesis adalah Fixed Effect model lalu akan dilanjutkan ke tahap berikutnya yaitu dengan uji Hausman. Uji Hausman Tabel 2 Hasil Uji Hausman Test Summary Chi-Sq. Probabilitas Statistic Cross-section Sumber : Eviews 12, diolah Berdasarkan hasil pengujian hausman diketahui bahwa nilai Cross section random sebesar 0. 000000 dan nilai probabilitas Cross-section random sebesar 000 > = 0,05 maka artinya menerima H0 atau menolak H1 sehingga hasil tersebut menunjukan bahwa model terbaik yang dapat digunakam untuk menguji hipotesis adalah Random effect model lalu akan dilanjutkan ke tahap berikutnya yaitu dengan uji Lagrange Multiplier. Uji Lagrange Multiplier Tabel 3 Hasil Uji Lagrange Multiplier Null Alternative Cross-section OneBoth Breusch-Pagan Sumber : Eviews 12, diolah Berdasarkan hasil pengujian lagrange multiplier diketahui bahwa nilai Breusch-Pagan sebesar 0. 0000 dan nilai probabilitas Cross-section random sebesar 000 < = 0,05 dengan demikian pengambilan keputusan model terbaik yang digunakan yaitu model Random Effect Model. Uji Statistik Tabel 4 Hasil Uji Spesifikasi Model Koefisien t-Statistik Probabilitas CR4 (X. R-Square = 0. F-Statistik = 111. Prob. F-Statistik = 0. CLR (X. XEF (X. Keterangan : N = 60 t-tabel = = 5%. F-tabel = Sumber : Eviews 12, diolah Berdasarkan hasil uji Random Effect Model dapat ditulis rumus regresi sebagai berikut: SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA PCM = 110. 6335 - 1. 406818 CR4 0. 120479 CLR 0. 381504 XEF Uji Parsial (Uji . Analisis ini digunakan untuk mengetahui kemampuan variabel-variabel bebas . yaitu Concentration Ratio 4 (CR. Capital Labor Ratio (CLR) dan Efisiensi Internal (XEF) terhadap variabel terikat . yaitu Price Cost Margin (PCM). Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh df = . Ae . , df = . , df = 56 dimana nilai t Ae tabel adalah 1. A Variabel CR4 memiliki nilai t-hitung yaitu sebesar -2. 954542, maknanya thitung (-2. > t-tabel (-1. Dilihat dari probabilitasnya yaitu 004 < 0. 05 maka variabel CR4 berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PCM. A Hasil t-hitung dari variabel CLR yaitu sebesar 2. 564281, maknanya t-hitung 564281 > t-tabel . dan dilihat dari besarnya probabilitas CLR yaitu 013 < 0. 05 maka artinya variabel CLR berpengaruh positif dan signifikan terhadap PCM. A Variabel XEF memiliki nilai t-hitung sebesar 16. 48382, maknanya nilai thitung . > t-tabel . dan nilai probabilitasnya yaitu sebesar 000 < 0. Artinya variabel XEF berpengaruh positif dan signifikan terhadap PCM. Uji Simultan (Uji F) Uji F statistik dapat menunjukkan hubungan variabel dalam model regresi, apakah variabel tersebut dapat berpengaruh secara bersama Ae sama terhadap variabel dependennya. Berdasarkan hasil estimasi diperoleh degree of freedom for numerator . = . = . = 3 degree of freedom for denominator . = . Ae . = . Ae . = 56, maka diperoleh F Ae tabel sebesar 2. 76943 Berdasarkan hasil regresi pengaruh CR4. CLR dan XEF terhadap PCM yang menggunakan taraf sifnifikan 5% . diperoleh F-hitung sebesar 111. 4297, maka F-hitung . > F-tabel 2. Dilihat dari probabilitas F-statistik yaitu sebesar 0. menunjukkan bahwa probabilitas F-statistik lebih kecil dari taraf signifikan 5% . Artinya secara bersama Ae sama variabel CR4. CLR dan XEF berpengaruh terhadap Price Cost Margin. Koefisien Determinasi (R. Koefisien Determinasi merupakan pengujian kecocokan atau kebaikan antara hasil pengamatan tertentu dengan frekuensi yang diperoleh berdasarkan nilai Dalam penelitian ini analisis koefisien determinasi dilihat dari koefisien determinasi untuk mengetahui seberapa besar persentase dari CR4. CLR dan XEF sehingga mampu menjelaskan bagaimana pengaruhnya terhadap Price Cost Margin. Berdasarkan hasil dari regresi data panel yang telah dilakukan menggunakan Random Effect Model besarnya nilai koefisien determinasi (R2 ) Hal ini menunjukkan bahwa variasi naik turunnya Price Cost Margin dapat dijelaskan oleh variasi naik turunnya Concentration Ratio 4. Capital Labor Ratio dan Efisiensi Internal yaitu sebesar 85. 65% dan sisanya sebesar 14. dijelaskan oleh variabel lain di luar model. SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA Analisis Kinerja Industri Minyak Kelapa Sawit di Indonesia Menggunakan Paradigma Structure Conduct Performance: Studi Kasus Pada 10 Perusahaan Minyak Kelapa Sawit Mohammad Kifli Rifki Mubarok. Joko Susanto. Ardito Bhinadi DOI: https://doi. org/10. 54443/sinomika. Concentration Ratio 4 Berdasarkan hasil regresi pada tabel 4 diketahui bahwa probabilitas CR4 yaitu 004 dengan nilai koefisien -1. Maknanya variabel CR4 berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Price Cost Margin. Presentase kenaikan CR4 sebesar 1% akan memengaruhi penurunan presentase perubahan Price Cost Margin industri minyak kelapa sawit di Indonesia tahun 2015-2020 406818% ceteris paribus. Perbedaan hasil dengan hipotesis berarti teori dari Bain yang mengemukakan bahwa konsentrasi pasar berpengaruh positif terhadap profitabilitas tidak berlaku pada industri minyak kelapa sawit di Indonesia tahun 2015 Ae 2020. Namun, hasil ini sejalan dengan penelitian (Kardiman, 2. bahwa CR4 berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PCM pada industri minyak sawit Malaysia. Menurut Kardiman . masalah struktur pasar tidak selamanya dapat menjadi masalah bagi suatu industri. Jika didalam suatu industri mengindikasikan terdapat keuntungan yang besar, maka hal ini dapat menarik pemain baru untuk masuk ke dalamnya. Apalagi mengingat pasar kelapa sawit yang terus meningkat dan potensi lahan yang dapat dialihfungsikan menjadi lahan kelapa sawit masih cukup luas dan juga perkembangan teknologi yang cukup pesat juga dapat dilakukan oleh perusahaan kompetitor. Selain itu, pangsa ekspor terbilang cukup besar karena minyak nabati masih menjadi primadona. Akhirnya, struktur pasar yang awalnya dikuasai hanya oleh beberapa perusahaan menjadi berkurang dan dapat menimbulkan persaingan di dalam Yang artinya tingkat konsentrasi sebenarnya dapat membuat struktur pasar menciptakan adanya persaingan dalam suatu industri tersebut. Konsentrasi pasar yang tinggi bukan berarti dapat menghilangkan tingkat kompetisi antar perusahaan pesaing, selama tidak ada hambatan masuk ekonomi maupun non ekonomi yang berarti maka persaingan dalam suatu industri dapat terus tercipta. Akibat adanya persaingan yang cukup ketat, dapat memengaruhi tingkat keuntungan sebuah perusahaan. A Capital Labor Ratio Berdasarkan hasil regresi pada tabel 4 diketahui bahwa probabilitas CLR yaitu 013 dengan nilai koefisien 0. Maknanya variabel CLR berpengaruh positif dan signifikan terhadap Price Cost Margin. Presentase kenaikan CLR sebesar 1% akan memengaruhi kenaikan presentase perubahan Price Cost Margin industri minyak kelapa sawit di Indonesia tahun 2015-2020 sebesar 120479% ceteris paribus. Industri yang padat modal dinilai dapat meningkatkan keuntungan dengan maksimal, dikarenakan dalam memproduksi barang dan jasanya didukung dengan penggunaan aset mumpuni dan teknologi yang canggih, sehingga dapat memproduksi barang dan jasa pada tingkat tertentu dengan biaya dan waktu yang efektif dan seefisien mungkin sehingga dapat bersaing dalam penetapan harga dengan perusahaan kompetitor. Dengan begitu barang yang ditawarkan dapat diterima dipasaran. A Efisiensi Internal Berdasarkan hasil regresi pada tabel 4 diketahui bahwa probabilitas XEF yaitu 000 dengan nilai koefisien 0. Maknanya variabel XEF SINOMIKA JOURNAL | VOLUME 1 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SINOMIKA berpengaruh positif dan signifikan terhadap Price Cost Margin. Presentase kenaikan XEF sebesar 1% akan memengaruhi kenaikan presentase perubahan Price Cost Margin industri minyak kelapa sawit di Indonesia tahun 2015-2020 sebesar 381504% ceteris paribus. Penggunaan input yang efisien dengan tetap memperhatikan peningkatan pada nilai tambah terbukti mampu meningkatkan profitabilitas dalam sebuah Input yang efisien dapat diraih dengan meminimalisir biaya biaya yang tidak perlu dalam proses produksi guna meningkatkan keuntungan. Pengelolaan sumber daya yang optimal dan menjaga biaya pada tingkat minimum yang memungkinkan untuk mencapai kinerja perusahaan yang maksimal adalah tugas utama yang harus dilakukan oleh manajerial perusahaan guna mendapatkan keuntungan yang diharapkan. KESIMPULAN Hasil Penelitian menyimpulkan bahwa Concentration Ratio 4 (CR. berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Price Cost Margin, sedangkan Capital Labor Ratio (CLR) dan Efisiensi Internal (XEF) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Price Cost Margin industri minyak kelapa sawit di Indonesia tahun 20152020. DAFTAR PUSTAKA