Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Mewujudkan Efektifitas dan Efisiensi Tata Kelola di Usaha Mikro melalui Pelatihan Manajemen Operasional dan Sumber Daya Manusia Dhika Amalia Kurniawan1. Agustin Rani Nurfadila2. Arizqiya Nurfattah3. Royyan Ramdhani Djayusman4. Akhmad Affandi Mahfudz5 Universitas Darussalam Gontor. Indonesia amalia@unida. id1, agustinraninurfadila@unida. nurfattah@unida. id3, royyan@unida. id 4, affandi@unida. Submitted: 11th February 2025 | Edited: 18th May 2025 | Issued: 01st July 2025 Cited on: Kurniawan. Nurfadila. Nurfattah. Djayusman. , & Mahfudz. Mewujudkan Efektifitas dan Efisiensi Tata Kelola di Usaha Mikro melalui Pelatihan Manajemen Operasional dan Sumber Daya Manusia. Jurnal PKM Manajemen Bisnis, 5. , 404-413. ABSTRACT The contribution of MSMEs is significant to Indonesia's economic growth, but many MSME actors still rely on simple and poorly organized work methods in operational and human resource management. This results in poor production efficiency and entrepreneurial activities. A similar thing also happened at UM Krecek Krupuk Bu Nor, which is engaged in traditional snacks. Efficiency in production and sales activities is not optimal due to the lack of operational management and human resources. This training aims to provide assistance and training in operational governance and human resources, which can positively impact business actors. The method used is focused on interactive and participatory training with several stages such as preparation, implementation, and The results of this training have a positive impact on UM Krecek Krupuk Bu Nor in operational and human resource management and can increase the level of efficiency in entrepreneurial operations. Keywords: Efficiency. Micro Business. Operational Management. Human Resources PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki kontribusi yang sangat signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, sektor UMKM menyumbang lebih dari 60% terhadap PDB nasional dan menyerap lebih dari 97% angkatan kerja (Bakrie et al. , 2. UMKM juga menjadi motor penggerak perekonomian di tingkat lokal dan regional, serta berperan dalam pengentasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi (Yolanda, 2. Oleh karena itu, keberadaan UMKM sangat vital dalam menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif. Namun, meskipun kontribusinya besar, banyak UMKM yang menghadapi berbagai tantangan dalam Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. mengelola usahanya secara optimal. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh UMKM adalah masalah dalam tata kelola operasional dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM) (Sudiantini & Untoro, 2. Banyak pelaku UMKM yang tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai pentingnya manajemen yang efisien, sehingga operasional usaha mereka sering kali berjalan dengan tidak terstruktur, tidak efisien, dan tidak berkelanjutan. Tata kelola operasional yang baik menjadi kunci untuk mengoptimalkan efisiensi produksi, distribusi, dan kualitas produk dalam sebuah usaha. Menurut teori produktivitas, efisiensi operasional sangat penting untuk meningkatkan profitabilitas bisnis mikro. Usaha mikro yang dapat mengelola sumber daya dengan cara yang optimal dapat menghasilkan output yang lebih besar dengan biaya yang lebih rendah (Sari & Wahidahwati, 2. Namun, sebagian besar pelaku UMKM masih mengandalkan metode kerja yang sederhana dan kurang terorganisir. Hal ini menyebabkan masalah dalam berbagai aspek operasional, seperti: perencanaan dan pengorganisasian yang buruk, pengelolaan rantai pasok yang lemah, kualitas produk yang tidak konsisten. Keadaan menjadi hambatan untuk berkembang lebih jauh dan bersaing dengan perusahaan besar yang telah memiliki sistem manajemen yang lebih mapan. Di samping masalah operasional, pengelolaan SDM juga menjadi masalah besar bagi banyak UMKM. Dalam banyak kasus, pelaku UMKM belum memiliki pemahaman yang baik mengenai manajemen SDM yang efektif. Beberapa kendala yang sering dihadapi antara lain: rekrutmen dan seleksi yang tidak professional, kurangnya pelatihan dan pengembangan karyawan, manajemen kinerja yang kurang efektif, tingkat turnover yang tinggi (Latifah. Dyah Suryanti, & Dyah, 2. Masalah-masalah ini jika dibiarkan berlarut-larut dapat menghambat perkembangan dan daya saing UMKM, serta berisiko pada keberlanjutan usaha itu sendiri. Tanpa adanya pengelolaan yang baik dalam operasional dan SDM. UMKM akan kesulitan untuk berkembang dan bersaing dengan kompetitor yang lebih besar dan lebih terstruktur. Permasalahan tersebut ternyata juga dihadapi oleh UM Krecek Krupuk Bu Nor yang terletak di Gandu Ponorogo, khususnya terkait manajemen operasional dan sumber daya manusia (SDM) yang kurang efektif. UM memiliki potensi yang besar untuk berkembang namun masih mengalami kendala dalam mengelola operasional harian dan memberdayakan tenaga kerja secara optimal. Ketidakefisienan ini dapat berdampak pada Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. produktivitas, kualitas produk, dan kemampuan usaha untuk bersaing di pasar regional. Untuk dalam manajemen operasional dan pengelolaan SDM menjadi sangat penting. Dengan pelatihan yang tepat, pihak terkait mampu memperbaiki perencanaan dan pengorganisasian operasional untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha, mengoptimalkan pengelolaan rantai pasok untuk menjaga kestabilan pasokan bahan baku dan distribusi produk, meningkatkan kualitas produk dengan sistem kontrol kualitas yang lebih baik, sehingga dapat memenuhi harapan konsumen dan meningkatkan kepuasan pelanggan, mengembangkan strategi manajemen SDM yang lebih baik, mulai dari rekrutmen, meningkatkan motivasi dan produktivitas karyawan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan performa dan daya saing usaha. Selain itu, dengan adanya pelatihan. UM Krecek Krupuk Bu Nor juga dapat mengembangkan jaringan dengan sesama pengusaha dan mendapatkan wawasan baru mengenai perkembangan pasar, teknologi, dan praktik bisnis yang lebih baik. Hal ini diharapkan dapat memperkuat fondasi usaha, meningkatkan keberlanjutan usaha, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional. Untuk itu, pelatihan yang berfokus pada manajemen operasional dan pengelolaan SDM menjadi langkah penting dalam mendorong UM Krecek Krupuk Bu Nor untuk lebih profesional dan siap bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Dengan latar belakang tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk memberikan pelatihan praktis yang dapat membantu UM Krecek Krupuk Bu Nor mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dalam tata kelola operasional dan SDM, serta meningkatkan daya saing mereka secara keseluruhan. METODE Kegiatan Pengabdian ini dilakukan melalui Pendampingan Pelatihan Manajemen Operasional dan SDM ke Mitra UM Krecek Krupuk "Bu NorAy, selama 2 bulan sejak 3 November 2024 hingga 29 Desember 2024 di Desa Gandu Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo. Pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui tiga tahapan, yakni tahap persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Tahapan persiapan merupakan langkah awal yang sangat penting untuk memastikan kelancaran pelaksanaan pelatihan (Sukainah. Rahmah. B, & Kasirang, 2. Pada tahapan ini, berbagai kegiatan akan dilakukan untuk mempersiapkan segala hal yang diperlukan sebelum pelatihan dimulai. Langkah-langkah yang dilakukan dalam persiapan . Koordinasi. Koordinasi dilakukan oleh tim pengabdi Universitas Darussalam Gontor dengan pihak pengelola UM Krecek Krupuk Bu Nor dengan tujuan memastikan semua pihak memiliki pemahaman yang sama terkait tujuan pelatihan, materi yang akan disampaikan, dan metode pelaksanaan yang akan digunakan. Penyusunan materi Materi pelatihan disusun dengan memperhatikan kebutuhan UMK Krecek Krupuk Bu Nor, dengan fokus pada tata kelola manajemen operasional dan SDM. Tahapan pelaksanaan merupakan bagian pokok dalam pengabdian. Pada tahapan ini berbagai kegiatan akan dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola operasional dan SDM. Pelatihan dilaksanakan dengan metode yang interaktif dan partisipatif. Diawali dengan pemaparan materi mengenai tata kelola operasional dan manajemen SDM. Setelah penyampaian materi, akan diberikan kesempatan kepada UM Krecek Krupuk Bu Nor untuk berdiskusi dan bertanya dengan tujuan untuk memperjelas pemahaman peserta, sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk berbagi pengalaman dan kendala yang dihadapi dalam usaha Tahapan akhirnya adalah praktik dan simulasi, dimana peserta pelatihan melakukan simulasi pelaksanaan manajemen operasional dan SDM dari tahap perencanaan tata kelola hingga upaya mendorong mengembangkan inovasi. Setelah pelatihan dilaksanakan, evaluasi dan tindak lanjut perlu dilakukan untuk memastikan bahwa hasil pelatihan dapat diimplementasikan dengan baik dan memberikan dampak positif terhadap UM Krecek Krupuk Bu Nor. Tim pengabdian melakukan monitoring terhadap implementasi hasil pelatihan pada UM Krecek Krupuk Bu Nor dengan tujuan untuk melihat sejauh mana pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan diterapkan dalam praktik produksi sehari-hari. Tim akan mengunjungi lokasi UM untuk mengevaluasi dan mendampingi proses pengelolaan operasional dan SDM. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. PEMBAHASAN Pelatihan Pelaksanaan pelatihan untuk UM Krecek Krupuk Bu Nor yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dalam tata kelola operasional dan SDM yang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan yang interaktif dan partisipatif. Kegiatan pelatihan dilakukan dengan memberikan pemaparan materi. Pemaparan materi diawali tentang penguatan komitmen dalam usaha yang menjadi landasan dasar dan motivasi untuk terus mengembangkan dan menjalankan usaha. Komitmen berwirausaha memiliki kata kunci, kemuauan yang tinggi, kemampuan membaca peluang, berani mengambil risiko, tingginya jiwa kepemimpinan, pantang menyerah, dan kemampuan dalam Semua aspek tersebut harus selalu dipegang dan dijalankan oleh pelaku usaha untuk menjaga komitmen dalam berwirausaha. Gambar 1. Proses Pelatihan oleh Tim Pengabdi Universitas Darussalam Gontor Setelah penekanan tentang komitmen, peserta diberikan pengetahuan mendalam tentang manajemen operasional. Manajemen operasional adalah serangkaian kegiatan yang merupakan bagian dari manajemen yang fokus pada perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan pengendalian aktivitas produksi dan proses bisnis dalam organisasi. Tujuan utamanya adalah untuk memaksimalkan efisiensi dan efektivitas dalam memproduksi barang atau menyediakan layanan yang memenuhi kebutuhan pelanggan dengan cara yang optimal, baik dalam hal biaya, waktu, maupun kualitas (Slack & Brandon-Jones, 2. Berikut adalah rangkaian kegiatan yang dimaksud. Perencanaan Produksi, yang bertujuan Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan tepat waktu, dengan kualitas yang sesuai dan biaya yang optimal (Heizer. Render, & Munson, 2. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Pengendalian Kualitas, bertujuan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang telah ditentukan (Krajewski. Ritzman, & Malhotra. Manajemen persediaan adalah proses pengelolaan bahan baku, barang setengah jadi, dan produk jadi agar tersedia dalam jumlah yang tepat pada waktu yang tepat, tanpa adanya kelebihan atau kekurangan stok (Maulana. Taufani. Thasker. Harahap, & Zarkasyi, 2023. Slack & Brandon-Jones, 2. Pengelolaan SDM, rangkaian ini berfokus pada pengaturan tenaga kerja untuk memastikan bahwa mereka bekerja secara efisien dan efektif. Tenaga kerja yang terlatih dan termotivasi dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas (Novitasari. Pengelolaan proses produksi, berfokus pada pengawasan dan perbaikan proses produksi untuk mencapai efisiensi maksimal, mengurangi pemborosan, dan memastikan kualitas produk tetap terjaga (Heizer et al. , 2. Mengawasi proses produksi, bertujuan untuk menjaga agar biaya operasional tetap Ini melibatkan pemantauan penggunaan sumber daya seperti bahan baku, tenaga kerja, dan peralatan. Jika ada pemborosan atau inefisiensi, manajer operasional harus segera mengambil langkah korektif (Slack & Brandon-Jones. Manajemen logistik mencakup pengelolaan distribusi produk, transportasi, dan penyimpanan produk jadi agar produk dapat sampai ke pelanggan dengan tepat waktu dan dalam kondisi baik (Krajewski et al. , 2. Penggunaan teknologi dalam manajemen operasional berfokus pada adopsi alat atau sistem teknologi yang relevan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas Teknologi dapat digunakan dalam berbagai aspek, seperti otomatisasi produksi, pengelolaan persediaan, dan pelacakan pengiriman (Heizer et al. , 2. Setelah memahami definisi dan tujuan, peserta juga dilatih dalam memulai manajemen operasional yang baik dengan melalui beberapa tahap dari pemaparan diatas dan dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan UM. Tahapan-tahapan tersebut harus dilakukan secara berulang dan terus menerus untuk menjadikan usaha lebih maju dan Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. Gambar 2. Tahapan Manajemen Operasional Penyampaian materi diakhiri dengan penjelasan esensi dalam mengelola operasional usaha melalui sertifikasi halal, izin edar badan POM, dan pendaftaran merek. Sertifikasi halal memiliki peran krusial bagi UMKM dalam meningkatkan daya saing dan akses pasar. Bagi konsumen Muslim, label halal menjadi indikator utama dalam memilih produk, sehingga UMKM yang memperoleh sertifikasi halal dapat menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan penjualan. Penelitian oleh Syaifudin dkk menunjukkan bahwa sertifikasi halal berkontribusi pada peningkatan penjualan dan pendapatan UMKM, serta membangun kepercayaan konsumen dalam keputusan pembelian produk (Kusumaningtyas. Arrozi. MafAoula, & Syahidin, 2024. Lubis et al. , 2. Selain itu, sertifikasi halal juga membantu UMKM memenuhi standar kualitas dan keamanan produk sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, yang pada gilirannya dapat meningkatkan reputasi dan kepercayaan konsumen. Namun, proses sertifikasi sering kali memerlukan biaya dan prosedur yang kompleks, yang dapat menjadi hambatan bagi UMKM dengan sumber daya terbatas. Oleh karena itu, penting bagi UMKM untuk memahami manfaat dan tantangan dalam memperoleh sertifikasi halal, serta mencari dukungan dari berbagai pihak untuk memfasilitasi proses tersebut (Camelia. Indriyani Achmad. Ainulyaqin, & Edy, 2. Izin edar oleh BPOM juga meupakan hal yang tridak boleh diabaikan oleh UMKM. Setelah memperoleh izin edar, produk dapat diedarkan secara legal sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia, memungkinkan UMKM untuk memperluas distribusi dan meningkatkan kepercayaan konsumen (Komalasari. Widiawati, & Puteri, 2. Poin ketiga dalam akhir sesi pelatihan adalah hal yang berkaitan dengan pendaftaran merek, hak ini memiliki manfaat signifikan bagi UMKM dalam meningkatkan daya saing dan melindungi produk mereka. Dengan mendaftarkan merek. UMKM memperoleh hak eksklusif atas penggunaan merek tersebut, yang mencegah Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. pihak lain menggunakan merek serupa yang dapat membingungkan konsumen. Hal ini penting untuk membangun identitas merek yang kuat dan meningkatkan kepercayaan Setelah memperoleh sertifikat merek, produk dapat diedarkan secara legal sesuai ketentuan yang berlaku di Indonesia, memungkinkan UMKM untuk memperluas distribusi dan meningkatkan kepercayaan konsumen (Sujatmiko & Silvia R. Pendaftaran merek memberikan kepastian hukum bagi UMKM dalam melindungi produk mereka dari penggunaan merek yang tidak sah oleh pihak lain (Hidayat. Muskibah, & Fathni, 2. Dengan demikian, bagi UMKM, pendaftaran merek bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga strategi penting untuk meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan membangun reputasi yang baik di mata konsumen. Setelah materi disampaikan, sesi diskusi dan tanya jawab diadakan untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha mereka. Diskusi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana teori yang disampaikan dapat diterapkan dalam praktik sehari-hari mereka. Peserta mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi dalam usaha mereka, terutama terkait dengan kendala yang dihadapi adalah UM kesulitan menentukan jam kerja dan tugas karyawan/SDM-nya. Solusi yang diberikan tim adalah membantu menyusun jam kerja dan tugas setiap karyawan UM. Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan pada proposal. Kendala yang dihadapi oleh Krecek Krupuk Bu Nor adalah bahan produksi yang sudah berlabel halal lebih mahal, dibandingkan dengan bahan utama tepung yang kiloan, hal tersebut menjadi kendala tersendiri dalam melakukan tata kelola operasional. Praktik dan Simulasi Tahapan berikutnya dalam pelatihan adalah praktik dan simulasi. Pada sesi ini, peserta diberi kesempatan untuk langsung menganalisis kekurangan dalam tahapan pengelolaan operasional Krecek Krupuk Bu Nor. Tim pengabdi membantu mengidentifikasi kekuarangan dalam pelaksanaan tahapan pengelolaan operasional dan SDM. Monev Penerapan Manajemen Operasional dan SDM Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa peserta semakin paham dan mampu mengaplikasikan tatakelola operasional dan SDM. Peserta mengakui bahwa pelatihan ini Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. memberikan wawasan baru yang sangat berguna, khususnya dalam meningkatkan pengelolaan usaha dan produk. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa mereka akan mulai lebih rinci dalam memikirkan dan melaksanakan operasional usaha dan SDM. Gambar 3. Proses Monev penerapan Operasional Manajemen dan SDM oleh Tim Pengabdi Universitas Darussalam Gontor KESIMPULAN Pelaksanaan pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan keterampilan UM Krecek Krupuk Bu Nor dalam mengelola operasioanl dan SDM. Selain itu pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjalani tahapan pengelolaan manajemen operasional dan SDM. Tidak hanya itu, peserta juga dilatih untuk mengimplementasikan konsep tersebut dalam pengelolaan usaha mereka. Hal ini akan berkontribusi pada peningkatan kualitas produk dan efisiensi produksi UM Krecek Krupuk Bu Nor, yang pada akhirnya dapat memperluas pangsa pasar dan meningkatkan daya saing produk di pasar lokal maupun internasional. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih kami haturkan kepada Program Hibah Kedaireka Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Riset dan Teknologi. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi dan Universitas Darussalam Gontor atas segala dukungan dan bantuan dana sehingga Program Pembinaan Industri Rumah Tangga-Usaha Mikro (IRT-UM) Berbasis Kemitraan Klaster (II) berjalan dengan lancar. Juga kepada Krecek Krupuk Bu Nor sebagai mitra dalam program ini, serta kepada narasumber, fasilitator, dan organisasi masyarakat yang telah membantu mendukung program ini, yang meningkatkan daya saing UM. Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. No. July 2025 e-ISSN 2797-8338 DOI 10. DAFTAR PUSTAKA