El-Banar: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Volume 8. Nomor 2. Oktober 2025 ISSN: 2654-7198 e-ISSN: 2654-5349 Integrasi Pendidikan Karakter Dengan Pendekatan Filsafat Ilmu Sebagai Strategi Pedagogis Untuk Mencerdaskan Moral Dan Intelektual Peserta Didik Mohammad Holis1 Sumiriyah2 Institut Agama Islam Shalahuddin Al-Ayyubi (INISA) Jl. Sultan Hasanudin No. Tambun. Kec. Tambun Selatan. Kab. Bekasi. Jawa Barat noerkholis333@gmail. Abstract: Character education is an important element in the moral and intellectual formation of students. However, a pedagogical strategy is still needed that can integrate character values with critical and reflective thinking. The philosophy of science approach is considered a potential conceptual foundation in developing such This research aims to explore the integration of character education with the philosophy of science approach as a pedagogical strategy to improve the moral and intellectual intelligence of students. The study method employed is qualitative, with a descriptive-analytical approach, involving an in-depth literature review that examines various relevant literature on character education, the philosophy of science, and pedagogical strategies. The results of the study show that the integration of character education with the philosophy of science strengthens the moral foundation while developing the ability to think critically and reflectively. This approach also increases students' moral awareness and intellectual creativity and supports the creation of a conducive learning environment. This integration is not only an alternative strategy but a strategic need in education to ensure the formation of morally and intellectually intact students. Keywords: Character Education. Philosophy of Science. Pedagogical Strategy. Moral. Intellectual. Learning Abstrak: Pendidikan karakter merupakan elemen penting dalam pembentukan moral dan intelektual peserta didik. Namun, masih diperlukan strategi pedagogis yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter dengan pemikiran kritis dan reflektif. Pendekatan filsafat ilmu dianggap sebagai landasan konseptual yang potensial dalam mengembangkan strategi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi pendidikan karakter dengan pendekatan filsafat ilmu sebagai strategi pedagogis guna meningkatkan kecerdasan moral dan intelektual peserta didik. Metode kajian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik melalui studi kepustakaan yang mendalam, mengkaji berbagai literatur relevan tentang pendidikan karakter, filsafat ilmu, dan strategi pedagogis. Hasil studi menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter dengan filsafat ilmu memperkuat fondasi moral sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Pendekatan ini juga meningkatkan kesadaran moral dan kreativitas intelektual peserta didik serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. Integrasi ini bukan hanya strategi alternatif, melainkan kebutuhan strategis dalam pendidikan untuk memastikan pembentukan peserta didik yang utuh secara moral dan intelektual. Kata Kunci: Pendidikan Karakter. Filsafat Ilmu. Strategi Pedagogis. Moral. Intelektual. Pembelajaran 112 | E l B a n a r El-Banar: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Volume 8. Nomor 2. Oktober 2025 ISSN: 2654-7198 e-ISSN: 2654-5349 PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran krusial dalam membentuk karakter dan kecerdasan intelektual peserta didik. Melalui pendidikan, individu tidak hanya dibekali dengan pengetahuan, tetapi juga nilai-nilai moral yang menjadi fondasi sikap dan perilaku sehari-hari. Oleh karena itu, pendidikan harus mampu mengintegrasikan aspek kognitif dan afektif secara seimbang agar menghasilkan peserta didik yang utuh. Tanpa pembentukan karakter yang solid, kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan kehidupan. (Galela 2. Tantangan utama dalam dunia pendidikan saat ini adalah bagaimana membangun karakter yang kuat sekaligus meningkatkan kecerdasan intelektual peserta didik secara bersamaan. Seringkali, pendidikan lebih menekankan aspek akademis dan mengabaikan perkembangan moral. Namun, tanpa karakter yang baik, kecerdasan intelektual peserta didik berpotensi kehilangan arah dalam implementasinya. Oleh sebab itu, diperlukan suatu pendekatan yang mampu merangkul keduanya demi menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas tapi juga berkepribadian mulia. (Iqbal et al. Untuk menjawab tantangan tersebut, pengembangan pendekatan pedagogis yang inovatif dan terpadu menjadi sangat penting. Pendekatan ini harus mampu mengharmoniskan proses pembelajaran yang mengedepankan aspek moral dan intelektual dalam satu kesatuan yang seimbang (Uslan et al. Dengan begitu, peserta didik tidak hanya belajar untuk menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai karakter yang menjadi landasan etis dalam bertindak dan Integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pendidikan secara Dalam konteks tersebut, filsafat ilmu menawarkan perspektif yang mendalam sebagai landasan konseptual dan metodologis dalam pendidikan. Filsafat ilmu tidak hanya membahas tentang hakikat pengetahuan, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut dapat diaplikasikan secara bermakna dalam kehidupan (Sari and Triatmo 2. Dengan pemahaman filsafat ilmu, pendidik dapat merancang strategi pembelajaran yang tidak sekedar mentransfer informasi, tetapi juga membentuk pola pikir kritis dan reflektif peserta didik. Hal ini sangat relevan dalam mengembangkan karakter yang berlandaskan pada pengertian ilmiah dan etis. Oleh karena itu, integrasi pendidikan karakter dengan pendekatan filsafat ilmu merupakan strategi pedagogis yang potensial untuk mencerdaskan moral dan intelektual peserta didik secara optimal. Pendekatan ini diharapkan mampu menyediakan kerangka kerja yang sistematis dan komprehensif bagi proses pembelajaran. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menghasilkan individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan moral untuk menggunakan ilmu pengetahuan dengan penuh tanggung jawab. Ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan generasi masa depan yang berkualitas. (Yuyung et al. Meskipun konsep pendidikan karakter dan filsafat ilmu masing-masing telah dikenal luas, penerapan integrasi keduanya dalam praktik pembelajaran masih kurang mendapat perhatian dari banyak pihak. Hal ini menyebabkan potensi besar yang dimiliki oleh integrasi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dalam proses pendidikan. Banyak institusi pendidikan belum secara sistematis menggabungkan aspek moral dan intelektual melalui pendekatan filsafat ilmu secara terstruktur (Nasrudin et al. 113 | E l B a n a r El-Banar: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Volume 8. Nomor 2. Oktober 2025 ISSN: 2654-7198 e-ISSN: 2654-5349 Dengan demikian, penerapan integrasi ini masih menjadi ranah yang minim eksplorasi dan perlu dikembangkan lebih lanjut. Hingga saat ini, belum ditemukan model strategis yang terukur dan jelas yang secara spesifik menggabungkan pendidikan karakter dengan pendekatan filsafat ilmu dalam konteks pedagogis. Tanpa adanya model yang konkret, para pendidik kesulitan untuk mengimplementasikan kedua aspek itu secara terpadu dalam suasana belajar Situasi ini menimbulkan ketidakjelasan mengenai bagaimana cara terbaik mengoptimalkan aspek moral sekaligus intelektual peserta didik dengan pendekatan filsafat ilmu. Maka dari itu, pengembangan model strategis menjadi kebutuhan yang (Muhammed-Shittu 2. Selain itu, penelitian yang mendalam mengenai efektivitas integrasi pendidikan karakter dan filsafat ilmu dalam dunia pendidikan masih sangat terbatas. Kurangnya data dan hasil riset yang komprehensif membuat pemahaman tentang manfaat dan tantangan penerapan integrasi tersebut menjadi kurang jelas. Hal ini berpengaruh pada ketidakpastian dalam praktik di lapangan, sehingga implementasi integrasi cenderung masih bersifat parsial dan belum maksimal. Oleh sebab itu, penelitian yang lebih fokus dan mendalam sangat dibutuhkan untuk memberikan gambaran yang jelas. (Achmad Rasyid Ridha et al. Kondisi ini juga diperparah dengan masih minimnya pemahaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh para guru dan pendidik mengenai cara mengaplikasikan pendekatan filsafat ilmu untuk memperkuat pendidikan karakter di kelas. Banyak pendidik yang belum terbiasa atau kurang mendapat pelatihan memadai terkait hal ini. Akibatnya, penerapan pendidikan karakter seringkali kurang terintegrasi dengan aspek intelektual secara mendalam dalam pembelajaran sehari-hari. Ini menunjukkan adanya kebutuhan penting untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman pendidik. (OAosullivan Semua kesenjangan tersebut menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk mengembangkan strategi pedagogis yang inovatif dan terpadu, yang mampu mencerdaskan moral dan intelektual peserta didik secara bersamaan. Pengembangan strategi ini tidak hanya akan menutup celah kekinian dalam dunia pendidikan, tetapi juga akan memberikan fondasi yang kuat bagi pembentukan generasi masa depan yang berkarakter dan cerdas. Dengan strategi yang tepat, pendidikan dapat menjadi alat efektif untuk membentuk individu yang utuh dan siap menghadapi berbagai tantangan (Eustychio et al. Beberapa penelitian sebelumnya telah menyoroti pentingnya mengintegrasikan filsafat ilmu dalam pendidikan karakter, terutama dalam meningkatkan kesadaran moral dan pengembangan intelektual peserta didik. Namun, penerapan strategi pedagogis yang menggabungkan kedua aspek ini secara sistematis masih sangat terbatas di Keterbatasan ini menunjukkan bahwa meskipun konsepnya sudah dikenal, implementasinya belum optimal dan memerlukan pendekatan yang lebih terstruktur dan Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan model yang dapat diadaptasi oleh pendidik dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari. (Siregar and Ramli 2. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mengkaji lebih dalam mengenai model integrasi pendidikan karakter yang berlandaskan pada pendekatan filsafat ilmu sebagai strategi pedagogis. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menciptakan sebuah kerangka kerja inovatif yang tidak hanya menekankan 114 | E l B a n a r El-Banar: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Volume 8. Nomor 2. Oktober 2025 ISSN: 2654-7198 e-ISSN: 2654-5349 aspek moral, tetapi juga aspek intelektual peserta didik secara bersamaan. Melalui pengembangan model ini, diharapkan dapat memberikan solusi nyata bagi permasalahan pendidikan karakter yang selama ini dirasakan belum maksimal. Penelitian ini juga menjadi landasan untuk memperkuat pembelajaran dengan basis filosofis yang kokoh. (Nur et al. Hasil kajian yang dilakukan diharapkan dapat mengisi kekosongan penelitian yang ada pada bidang ini sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi para pendidik untuk mengimplementasikan strategi pedagogis tersebut secara efektif. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya bertujuan untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan, tetapi juga membuka peluang bagi perbaikan kualitas pembelajaran di Pendekatan yang inovatif dan terintegrasi ini diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan beretika. (Damsa 2. METODE Metode kajian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik yang bertujuan untuk memahami konsep integrasi pendidikan karakter dan filsafat ilmu dalam konteks pembelajaran. Penelitian ini menelaah berbagai literatur teoritis dan empiris yang relevan, termasuk buku, jurnal, artikel, dan dokumen kebijakan pendidikan. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menggali secara mendalam landasan filosofis serta aplikasi pedagogis yang mendasari integrasi tersebut. (Sugiyono 2. Data yang dianalisis bersumber dari kajian literatur yang komprehensif terkait pendidikan karakter, filsafat ilmu, dan strategi pedagogis dalam pendidikan. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji dokumentasi akademik dan hasil studi empiris yang membahas implementasi pendekatan filsafat ilmu dalam pembentukan karakter peserta Analisis dilakukan menggunakan teknik sintesis untuk merumuskan suatu kerangka teoritis yang menjadi dasar pengembangan model pedagogis. (Fiantika. Wasil M. Jumiyati. Honesti. Wahyuni. Jonata 2. Selanjutnya, penelitian ini mengadopsi pendekatan kritis reflektif untuk mengevaluasi dampak dan relevansi integrasi pendidikan karakter dengan filsafat ilmu terhadap pencerdasan moral dan intelektual peserta didik. Pendekatan ini memungkinkan peneliti tidak hanya memahami teori yang ada, tetapi juga menilai bagaimana teori tersebut dapat diterapkan secara efektif dalam praktik pendidikan. Dengan demikian, kajian ini diharap mampu memberikan kontribusi konseptual sekaligus praktis dalam pengembangan strategi pedagogis yang holistik dan (Murdiyanto 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Landasan Filosofis Filsafat Ilmu Sebagai Pondasi Awal Pembentukan Moral Peserta Didik Hasil studi kepustakaan menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter dengan pendekatan filsafat ilmu memegang peranan penting dalam membangun pondasi moral peserta didik. Hal ini menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak hanya berfokus pada aspek nilai moral semata, tetapi juga pada pengembangan kemampuan intelektual yang seimbang dan harmonis. Pendekatan ini memberikan landasan filosofis 115 | E l B a n a r El-Banar: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Volume 8. Nomor 2. Oktober 2025 ISSN: 2654-7198 e-ISSN: 2654-5349 yang kokoh bagi proses pembelajaran agar peserta didik mampu menyeimbangkan antara aspek moral dan kognitif dalam kehidupannya. (Tiara Ramadhani et al. Integrasi ini membawa dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas peserta didik sebagai individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter moral yang kuat dan beretika. Dengan menggabungkan filsafat ilmu, pendidikan karakter menjadi lebih sistematis dalam mendorong bagaimana peserta didik dapat berpikir secara kritis dan reflektif terhadap nilai-nilai moral yang mereka pelajari. (Hermawan and Kusniasari 2. Konsep filsafat ilmu ternyata mampu memfasilitasi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi dinamika kehidupan sehari-hari. Peserta didik didorong untuk tidak hanya menerima nilai secara pasif, tetapi juga mampu merenungkan dan menguji kembali nilai tersebut secara logis dan sistematis. (Verawati and Sarjan 2. Pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan karakter dan filsafat ilmu memberikan keunggulan dalam membentuk pola pikir sistematis peserta didik. Hal ini sangat penting dalam menciptakan peserta didik yang tidak hanya taat pada aturan moral, tetapi juga mengerti dasar filosofis yang melandasi aturan tersebut. (Sari and Triatmo 2. Studi terdahulu mengungkapkan keberhasilan penggunaan strategi pedagogis yang menggabungkan aspek epistemologis dan etis dalam meningkatkan kesadaran moral peserta didik. Selain meningkatkan moral, pendekatan ini juga mendorong kreativitas intelektual, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih dinamis dan (Mr. Akshay Raj 2. Dengan menggabungkan aspek epistemologi, pembelajaran tidak hanya berhenti pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong peserta didik untuk memahami sumber, justifikasi, dan validitas pengetahuan tersebut secara mendalam. Ini pada akhirnya memperkaya cara berpikir dan kematangan intelektual peserta didik. Dari sisi etika, integrasi ini memperkuat kesadaran moral siswa dalam bertindak sesuai prinsip nilai-nilai yang telah mereka telaah. Mereka menjadi lebih mampu menginternalisasi nilai moral sehingga tercipta perilaku yang konsisten dengan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. (Gottlieb 2. Penggunaan strategi pedagogis dengan integrasi ini terbukti mampu meningkatkan kualitas interaksi sosial di lingkungan belajar. Peserta didik yang memahami nilai moral dan filsafat ilmu cenderung menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati antara sesama. Lingkungan belajar yang kondusif, hasil dari integrasi pendekatan ini, memberikan ruang bagi peserta didik untuk tumbuh dan berkembang secara holistik, tidak hanya dalam kemampuan akademis, tetapi juga dalam pembentukan karakter moral yang kuat. Kondisi lingkungan pembelajaran yang mendukung ini memunculkan peningkatan motivasi dan partisipasi aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Mereka menjadi lebih bertanggung jawab dan berinisiatif dalam kegiatan akademik maupun sosial. (Yuyung et al. Efektifitas Integrasi Pendidikan Karakter Dan Filsafat Ilmu Dalam Mencerdaskan Moral Dan Intelektual Peserta Didik Selain itu, integrasi pendidikan karakter dan filsafat ilmu memperkaya perspektif peserta didik mengenai kompleksitas nilai dan makna kehidupan. Mereka belajar untuk 116 | E l B a n a r El-Banar: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Volume 8. Nomor 2. Oktober 2025 ISSN: 2654-7198 e-ISSN: 2654-5349 tidak terpaku pada pandangan tunggal, melainkan mampu melihat fenomena dari sudut pandang yang beragam dan kritis. Pemahaman yang lebih luas ini memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan sikap toleran dan menghargai perbedaan, yang merupakan salah satu karakter utama dalam pembentukan moral sosial yang sehat dan (Davson-Galle 2. Pendekatan ini juga menunjukkan efektivitas dalam membangun karakter intelektual yang mandiri dan bertanggung jawab. Peserta didik belajar untuk berpikir secara logis dan bertindak berdasarkan analisis yang matang, bukan sekadar mengikuti arus atau tekanan sosial. Kemampuan berpikir mandiri ini penting untuk menghadapi tantangan zaman yang terus berubah, sehingga peserta didik tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang salah atau tidak terverifikasi (Abdivaliyevna and Kamola 2. Selain itu, integrasi filsafat ilmu dan pendidikan karakter membantu membentuk individual yang memiliki kesadaran kritis terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya. Kesadaran diri ini merupakan kunci dalam pengembangan moralitas yang autentik dan Pengembangan moral yang autentik ini memungkinkan peserta didik untuk memiliki integritas dan konsistensi dalam bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang diyakini, menjadikan mereka pribadi yang dapat dipercaya. (Sari and Triatmo 2. Literatur menyebutkan bahwa model pedagogis yang mengintegrasikan filsafat ilmu dan pendidikan karakter memberikan dampak positif pada dua dimensi utama pendidikan, yaitu dimensi moral dan intelektual secara simultan. Konsep ini tidak hanya relevan untuk konteks pembelajaran formal, tetapi juga dapat diterapkan dalam pendidikan nonformal dan informal sebagai upaya pembentukan karakter bangsa yang kokoh dan maju (Yuyung et al. Oleh karena itu, pengembangan model pedagogis berbasis integrasi ini menjadi penting sebagai inovasi pendidikan yang mampu mencetak peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga bermoral dan beretika tinggi. Dengan demikian, temuan studi kepustakaan ini menjadi landasan teoritis yang kuat untuk pengembangan strategi pedagogis yang holistik, yang dapat diimplementasikan dalam berbagai konteks pendidikan guna mencerdaskan moral dan intelektual peserta didik secara berkelanjutan. Hasil studi kepustakaan ini memperkuat pandangan Lickona . yang menegaskan bahwa pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan pengembangan intelektual agar peserta didik tumbuh sebagai individu yang utuh dan berintegritas. Penggabungan filsafat ilmu dalam pendidikan karakter memperdalam analisis mengenai bagaimana nilai-nilai moral tersebut dapat dipahami dengan cara yang kritis dan reflektif. (Huda et al. Selain itu, temuan ini konsisten dengan teori Dewey . yang menekankan pentingnya pembelajaran yang mengintegrasikan aspek epistemologis dan etis. Pendekatan yang menggabungkan keduanya tidak hanya memperkaya pengetahuan siswa, tetapi juga meningkatkan kesadaran moral yang menjadi landasan pengambilan keputusan yang etis (Kim and Loewenstein 2. Kajian ini juga sejalan dengan hasil penelitian Kurniawan . yang menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang kondusif dan penuh penghargaan sangat berperan dalam penguatan karakter moral dan intelektual peserta didik. Interaksi sosial yang sehat dalam kelas dapat menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan bermakna. (Yusuf et al. 117 | E l B a n a r El-Banar: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Volume 8. Nomor 2. Oktober 2025 ISSN: 2654-7198 e-ISSN: 2654-5349 Dengan mengadopsi pendekatan integratif ini, pendidikan diharapkan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang menuntut peserta didik tidak hanya memiliki kemampuan akademis, namun juga karakter moral yang kuat dan kemampuan berpikir kritis yang tajam. Oleh karena itu, pengembangan model pedagogis berbasis filsafat ilmu dan pendidikan karakter menjadi suatu keniscayaan. PENUTUP Secara substansial, integrasi filsafat ilmu dalam pendidikan karakter memberikan landasan filosofis dan epistemologis yang memperkaya proses pembelajaran. Hal ini memungkinkan peserta didik tidak hanya menerima nilai-nilai moral secara pasif, tetapi juga berbasis pemahaman yang mendalam, logis, dan sistematis. Oleh karena itu, peserta didik mampu menjelajahi nilai moral dengan cara yang lebih kritis dan bertanggung jawab, yang pada akhirnya mengarah pada pembentukan karakter yang autentik dan intelektual yang mandiri. Kontribusi utama dari penelitian ini terletak pada pengembangan model pedagogis holistik yang menggabungkan dimensi moral dan intelektual peserta didik secara simultan. Konsep ini tidak hanya relevan untuk konteks pendidikan formal, melainkan juga dapat diterapkan dalam pendidikan nonformal dan informal sebagai upaya pembentukan karakter bangsa yang beriman, bermoral, serta kritis menghadapi perubahan zaman. Model ini diharapkan menjadi rujukan penting bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam menciptakan kurikulum serta strategi pembelajaran yang mampu menghasilkan generasi penerus yang utuh secara moral dan intelektual. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pengintegrasian pendidikan karakter dengan filsafat ilmu bukan hanya sebuah alternatif, melainkan kebutuhan strategis dalam dunia pendidikan masa kini. Pendekatan ini menyediakan kerangka berpikir dan implementasi pedagogis yang esensial untuk membekali peserta didik menghadapi kompleksitas kehidupan dengan integritas moral dan kecerdasan intelektual yang optimal. REFERENSI