Jurnal Abdi dan Dedikasi Kepada Masyarakat Indonesia (NadiKam. Vol. , 31 Juli 2023. Hal. eISSN 2986-9080 https://doi. org/10. 46356/nadikami. Jurnal Abdi dan Dedikasi Kepada Masyarakat Indonesia Beranda Jurnal: https://poltek-binahusada. e-journal. id/JPMPolbinhus Pelatihan Pembuatan Biskuit dari Daun Kedondong Hutan (Spondias pinnata (Linn. ) Kur. Sebagai Cemilan Antidiabetes pada Masyarakat Desa Kasumewuho Musdalipah 1,*. Murtafia 1. Eny Nurhikma 1. Nur Saadah Daud 1. Nirwati Rusli 1. Agung Wibawa Mahatva Yodha 1. Reymon 1. Randa Wulaisfan 1. Syamsu Alam 2 1 Program Studi D3 Farmasi. Politeknik Bina Husada Kendari. Indonesia 2 Falultas Pertanian. Universitan Halu Oleo. Kendari. Indonesia INFO ARTIKEL ABSTRAK Kata Kunci: Pelatihan Daun Kedondong Hutan Biskuit Cemilan Antidiabetes Daun kedondong hutan merupakan salah satu tanaman herbal untuk mengobati penyakit diare, rematik, demam dan diabetes. Secara empiris daun kedondong hutan digunakan masyarakat Desa Kasumewuho sebagai bahan tambahan untuk menambah cita rasa pada masakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat LPPM Politeknik Bina Husada bertujuan dalam rangka pemanfaatan daun kedondong hutan untuk dijadikan cemilan antidiabetes di desa Kasumewuho. Potensi pengembangan biskuit kedondong hutan sebagai makanan alternatif memiliki peluang untuk dijadikan cemilan yang sangat baik untuk kesehatan yang bisa dikonsumsi oleh semua kalangan usia. Metode kegiatan dilakukan dengan sosialisasi pembuatan biskuit daun kedondong hutan pada masyarakat desa Kasumewuho sebanyak 22 orang. Kegiatan dilakukan dimulai dari pemanenan, sortasi basah, sortasi kering, pengeringan, pemotongan dan penyerbukan daun kedondong hutan. Daun kedondong hutan dibuat dengan 3 . konsentrasi yaitu A . B . , dan C . dan selanjutnya dilakukan pengujian organoleptik meliputi warna, bau, rasa dan bentuk sediaan. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat Desa Kasumewuho memiliki antusias yang tinggi mengikuti kegiatan ini. Hasil pengujian organoleptik menunjukkan biskuit A berwarna kuning. B . uning kehijaua. C . oklat kehijaua. Dari segi rasa biskuit A. C memiliki bau khas susu. Uji kesukaan menunjukkan biskuit A. %). %). %). Pada uji kerenyahan menunjukkan rasa renyah 100% pada biskuit A. Pada uji kekerasan menunjukkan biskuit A. C memiliki tekstur yang keras . %) dan lembut dikonsumsi . %) pada biskuit A. Biskuit daun kedondong hutan dapat diformulasikan dalam bentuk biskuit sebagai cemilan antidiabetes serta mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif. * Korespondensi: Program Studi D3 Farmasi. Politeknik Bina Husada Kendari. Indonesia e-mail: musdalipahapt@gmail. Riwayat Artikel. Dikirim : 02 Juni 2023 Direvisi : 22 Juni 2023 Disetujui : 02 Juli 2023 Musdalipah dkk. , 2023. Pelatihan Pembuatan Biskuit dari Daun Kedondong Hutan (Spondias pinnata (Linn. ) Kur. Sebagai Cemilan Antidiabetes pada Masyarakat Desa Kasumewuho Jurnal Abdi dan Dedikasi Kepada Masyarakat Indonesia (NadiKam. Vol. , 31 Juli 2023. Hal. eISSN 2986-9080 https://doi. org/10. 46356/nadikami. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan (Tee Organisasi yang memiliki pulau sekitar 17. 000 pulau, 300 Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan kelompok etnis dan 30. 000 spesies tumbuhan. penggunaan obat tradisional, termasuk obat Tumbuhan digunakan untuk berbagai keperluan herbal, untuk menjaga kesehatan masyarakat, mencegah dan mengobati penyakit, terutama pengobatan tradisional (Pandiangan et al. , 2. penyakit kronis, penyakit degeneratif dan kanker Penggunaan obat herbal sebagai alternatif (Safrida et al. , 2. Salah satu tanaman obat yang dapat masyarakat dunia untuk mengobati segala dimanfaatkan sebagai pengobatan ialah daun macam penyakit. Keanekaragaman tumbuhan di seluruh dunia saat ini sedang dipelajari dan kedondong hutan umumnya dikonsumsi sebagai dieksplorasi khasiatnya sebagai obat karena lalap oleh masyarakat, dan khusus di Sulawesi memiliki kandungan fitokimia berupa metabolit Tenggara daun kedondong hutan yang sering sekunder (Musdalipah et al. , 2. juga disebut dengan daun tawaloho merupakan Tanaman obat adalah sumber utama dari Indonesia, obat tradisional (Yodha et al. , 2. Tanaman meningkatkan citarasa pangan hewani (M yang dapat digunakan sebagai bahan tradisional Musdalipah et al. , 2. Di bagian wilayah Asia merupakan tanaman yang memiliki kandungan Selatan dan Tenggara tumbuhan ini telah bahan aktif yang bermanfaat sebagai obat sintetik digunakan sebagai obat herbal untuk penyakit (Nugroho et al. , 2. Tanaman obat dapat batuk, disentri, diare, sakit perut, rematik, dibuat dalam berbagai formulasi sediaan seperti diabetes dan demam. Daun kedondong hutan ini memiliki sitotoksik, antioksidan, antiinflamasi, makanan, suplemen, vitamin, kosmetik, dan lain hipoglikemik, dan antimikroba (Sameh et al. (Adiyasa Meiyanti. Pengunaan obat tradisional yang bersumber dari tanaman merupakan partisipasi aktif masyarakat Salah satu bentuk pengolahan daun kedondong hutan ialah dibuat dalam bentuk Musdalipah dkk. , 2023. Pelatihan Pembuatan Biskuit dari Daun Kedondong Hutan (Spondias pinnata (Linn. ) Kur. Sebagai Cemilan Antidiabetes pada Masyarakat Desa Kasumewuho Jurnal Abdi dan Dedikasi Kepada Masyarakat Indonesia (NadiKam. Vol. , 31 Juli 2023. Hal. eISSN 2986-9080 https://doi. org/10. 46356/nadikami. Olehnya itu, melalui kegiatan pengabdian pengabdian kepada masyarakat Mekar Baru kepada masyarakat yang dilaksanakan LPPM menunjukkan biskuit kedondong hutan dapat Politeknik Bina Husada Kendari dan Fakultas dibuat dalam bentuk biskuit dan berdasarkan Pertanian Universitas Halu Oleo berinisiatif Hasil kesukaan pada masyarakat . %), kerenyahan Kasumewuho tentang manfaat daun kedondong . %) dan lembut dikunyah . %). Hasil hutan sebagai antidiabetes mulai dari cara pemanenan, pengolahan menjadi serbuk dan kedondong hutan mengandung kalsium 1,17%, pembuatan biskuit hingga menghasilkan rasa Natrium 10,22%. Kalium 0,16%. Protein 4,28%, yang renyah, gurih dan aman dikonsumsi Karbohodrat 48,39%, terutama pada penderita diabetes. Fosfor 6,97%. Tembaga 6,10%. Besi (F. 7,20%. Seng (Z. 1,10% (M Secara umum penderita diabetes harus Musdalipah et al. , 2. Pengolahan daun menghindari makanan yang mengandung kadar kedondong hutan menjadi biskuit merupakan gula tinggi. Salah satu jenis makanan yang harus salah satu inovasi yang dapat memberi peluang dihindari oleh penderita diabetes melitus yaitu pengembangan usaha masyarakat. Selain itu Biskuit merupakan makanan praktis karena dapat Kecukupan dimakan kapan saja. Beberapa biskuit yang beredar di pasaran mengandung gula dengan memaksimalkan produksi dan konsumsi bahan kadar yang tinggi, sehingga diperlukan alternatif pangan lokal sumber karbohidrat non beras dan biskuit dimana biskuit tersebut mengandung non terigu yang menjadi prioritas pemerintah energi, karbohidrat, protein dan lemak sehingga terutama dalam bidang diversifikasi (Lihiang & mampu mengimbangi kebutuhan energi total Sasinggala, 2. berdasarkan angka kecukupan gizi per hari. Saat Berdasarkan hasil observasi awal yang ini, berbagai jenis biskuit telah dikembangkan dilakukan di Desa Kasumewuho Kecamatan untuk menghasilkan biskuit yang bermanfaat Wawotobi Kabupaten Konawe terdapat 80% untuk kesehatan. Kegiatan ini merupakan salah Musdalipah dkk. , 2023. Pelatihan Pembuatan Biskuit dari Daun Kedondong Hutan (Spondias pinnata (Linn. ) Kur. Sebagai Cemilan Antidiabetes pada Masyarakat Desa Kasumewuho Jurnal Abdi dan Dedikasi Kepada Masyarakat Indonesia (NadiKam. Vol. , 31 Juli 2023. Hal. eISSN 2986-9080 https://doi. org/10. 46356/nadikami. Desa Kasumewuho biskuit dan materi-materi tentang pengolahan memanfaatkan tanaman herbal sebagai biskuit biskuit daun kedondong hutan. bagi penderita diabetes. Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat diikuti METODE oleh 22 warga dan tim penyuluh (Dosen dan Pelaksanaan Mahasisw. Kegiatan kepada masyarakat di Desa Kasumewuho adalah pembuatan biskuit dikerjakan bersama tim dan sebagai berikut (M Musdalipah et al. , 2. Tim penyuluh bertugas mengarahkan Perencanaan cara pembuatan biskuit dengan mempersiapkan Tim penyuluh melakukan identifikasi pembuatan simplisia dan bahan tambahan masalah dilapangan pada masyarakat mulai dari Pembuatan simplisia di awali dengan wawancara warga tentang pemanfaatan daun mengajarkan tekhnik cara pengambilan daun, kedondong hutan. Selanjutnya dilakukan rapat membersihkan, perajangan dan pengeringan. Simplisia yang telah dibuat selanjutnya di (Politeknik Bina Husada dan Fakutas Pertanian UHO) untuk memberikan sosialisasi sesuai Selanjutnya penyiapan bahan tambahan biskuit jadwal yang direncanakan. seperti tepung terigu, tepung jagung, telur, gula. Perizinan Membuat surat permohonan kegiatan Selanjutnya dikocok telur, gula, mentega dan pada ketua RT masyarakat Desa Kasumewuho. butter menggunkan mixer hingga menggembang Koordinasi dan berwarna kuning pucat. Ditambahkan susu kemudian di mixer selama A 10 menit hingga kesepakatan kegiatan. semua bahan tercampur rata. Ditambahkan Persiapan kegiatan tepung jagung, tepung terigu sedikit demi sedikit Pada tahap ini, dipilih satu orang warga aduk sampai adonan kalis. Dipipihkan adonan Selanjutnya mempersiapkan bahan . olling kedondong hutan dan dipipihkan kembali Musdalipah dkk. , 2023. Pelatihan Pembuatan Biskuit dari Daun Kedondong Hutan (Spondias pinnata (Linn. ) Kur. Sebagai Cemilan Antidiabetes pada Masyarakat Desa Kasumewuho Jurnal Abdi dan Dedikasi Kepada Masyarakat Indonesia (NadiKam. Vol. , 31 Juli 2023. Hal. eISSN 2986-9080 https://doi. org/10. 46356/nadikami. kemudian dicetak dengan cetakan lalu panggang Pembuatan Serbuk Daun Kedondong Hutan dalam oven. Setelah matang, dikemas dan dimasukkan dalam wadah. Setelah matang. Selanjutnya dilakukan uji organoleptik biskuit dan kesukaan dengan memberikan kuesioner pada masyarakat desa Kasumewuho. pekarangan warga Desa Kasumewuho. Daun penyortiran sehingga diperoleh bahan baku yang berkualitas untuk pembuatan biskuit. Proses pembuatan serbuk daun kedondong hutan Monitoring dan Evaluasi Evaluasi Daun kedondong hutan diperoleh dari disajikan pada gambar berikut. kesukaan warga terhadap biskuit dilakukan menggunakan kuesioner kemudian dihitung Berdasarkan gambar 1 menunjukkan pada proses pembuatan tepung daun kedondong hutan meliputi proses pemanenan, penyortiran, pencucian, pengeringan dan penghalusan. Daun kedondong hutan dipetik satu persatu, dan HASIL DAN PEMBAHASAN dicuci menggunakan air mengalir. Dilakukan Karakteristik Responden sortasi basah untuk memisahkan sampel dari Berdasarkan data dilapangan, jumlah masyarakat Desa Kasumewuho yang ikut dalam kegiatan ini dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Karakteristik responden masyarakat Desa Kasumewuho Usia Jumlah Jumlah Persentase (%) benda asing atau kotoran yang masih menempel. Selanjutnya dikeringkan dan dipotong kecilkecil. Daun yang telah kering diblender hingga halus dan diayak. Formulasi biskuit daun Kedondong Hutan Bahan yang digunakan dalam pembuatan biskuit daun kedondong hutan adalah tepung terigu, telur, gula, mentega, susu bubuk, pengaroma dan butter. Tepung terigu berfungsi Tabel 1 menunjukkan responden pada usia 31-40 lebih banyak mengikuti kegiatan sosialisasi yaitu sebesar 50%. sebagai pengisi pada pembuatan biskuit, tepung jagung berfungsi sebagai perenyah, margarin berfungsi sebagai pengemulsi, sedangkan butter Musdalipah dkk. , 2023. Pelatihan Pembuatan Biskuit dari Daun Kedondong Hutan (Spondias pinnata (Linn. ) Kur. Sebagai Cemilan Antidiabetes pada Masyarakat Desa Kasumewuho Jurnal Abdi dan Dedikasi Kepada Masyarakat Indonesia (NadiKam. Vol. , 31 Juli 2023. Hal. eISSN 2986-9080 https://doi. org/10. 46356/nadikami. juga dapat (Karmilah et al. , 2016. Sukoco & Handayani, berfungsi sebagai pengembang, kuning telur Proses berfungsi sebagai pengempuk, gula sebagai kedondong hutan disajikan pada gambar 2. pemanis, dan vanili susu sebagai pengaroma Gambar 1. Proses Pembuatan serbuk daun kedondong Gambar 2. Proses pembuatan biskuit daun kedondong hutan Musdalipah dkk. , 2023. Pelatihan Pembuatan Biskuit dari Daun Kedondong Hutan (Spondias pinnata (Linn. ) Kur. Sebagai Cemilan Antidiabetes pada Masyarakat Desa Kasumewuho Jurnal Abdi dan Dedikasi Kepada Masyarakat Indonesia (NadiKam. Vol. , 31 Juli 2023. Hal. eISSN 2986-9080 https://doi. org/10. 46356/nadikami. Biskuit merupakan salah satu produk biskuit memiliki sifat fungsional bagi kesehatan yang dibuat dengan cara memanggang adonan (Kustanti et al. , 2. Jika dilihat dari teksturnya, makanan lain atau tanpa bahan tambahan pangan yang diizinkan. Proses pembuatan Tawaloho Cookies. Organoleptik Sediaan Biskuit Organoleptik pencampuran . dan pencetakan . Salah satu makanan ringan atau snack yang dilakukan untuk mengukur dan menganalisa banyak dikonsumsi oleh masyarakat adalah karakteristik suatu bahan pangan yang diterima Produk ini merupakan produk kering oleh indera penglihatan, pencicipan, penciuman, yang mempunyai kadar air rendah. Biskuit yang perabaan, dan menginterpretasikan reaksi dari diperoleh harus memenuhi syarat mutu yang proses penginderaan yang dilakukan telah ditetapkan agar aman untuk dikonsumsi. manusia yang juga bisa disebut panelis sebagai Biskuit tergolong jenis makanan yang mudah alat ukur (Karmilah et al. , 2. Hasil uji dibawa, praktis dan mudah di simpan (Badan organoleptik masyarakat Mekar baru terhadap Standarisasi Nasional, 2. Biskuit dapat biskuit dapat dilihat pada tabel 2. dijadikan sebagai pangan fungsional apabila Tabel 2. Pengujian organoleptik biskuit daun kedondong hutan Biskuit Warna Kuning Kuning kehijauan Hijau kecoklatan Aroma Bau khas susu Bau khas susu Bau khas susu Berdasarkan hasil uji organoleptic . abel Rasa Rasa khas biskuit Rasa khas biskuit Rasa khas biskuit agak pekat Bentuk Padat Padat Padat merupakan komponen yang sangat penting . menunjukan bahwa pada pengujian warna, biskuit A dan B menunjukan warna kuning dan kuning kehijauan dan C menunjukan warna merupakan parameter organoleptik yang paling hijau kecoklatan. Warna ini diperoleh karena pertama dalam penyajian. Pengujian aroma adanya penggunaan bahan yaitu mentega dan menunjukan biskuit A. B, dan C memiliki aroma kuning telur, sedangkan warna hijau merupakan khas susu. Aroma khas susu diperoleh dari warna serbuk daun kedondong hutan. Warna Warna Musdalipah dkk. , 2023. Pelatihan Pembuatan Biskuit dari Daun Kedondong Hutan (Spondias pinnata (Linn. ) Kur. Sebagai Cemilan Antidiabetes pada Masyarakat Desa Kasumewuho Jurnal Abdi dan Dedikasi Kepada Masyarakat Indonesia (NadiKam. Vol. , 31 Juli 2023. Hal. eISSN 2986-9080 https://doi. org/10. 46356/nadikami. pembuatan biskuit. Aroma merupakan salah Uji Hedonik (Kesukaa. satu parameter dalam pengujian sifat sensori . Untuk pengujian rasa, pada biskuit A memiliki rasa biskuit pada umumnya tidak memiliki rasa khas daun kedondong hutan. Biskuit B memiliki rasa khas daun kedondong Merupakan pengujian dimana responden diminta memberikan tanggapan secara pribadi ketidaksukaan terhadap suatu produk (Daud et , 2. Prinsip uji hedonik yaitu responden diminta memberikan tanggapan pribadinya tentang kesukaan dan ketidaksukaan terhadap hutan dan biskuit C menunjukan rasa khas komoditi yang dinilai. Dalam penganalisisan, biskuit agak pekat. Hal ini disebabkan semakin skala hedonik ditransformasi menjadi skala tinggi konsentrasi daun kedondong hutan maka numerik dengan angka menaik menurut tingkat semakin pekat rasa suatu produk. Aplikasi dalam bidang pangan untuk uji hedonik digunakan dalam hal pemasaran. Penampakan produk merupakan atribut yaitu untuk memperoleh pendapat konsumen yang paling penting sebagai penarik suatu terhadap produk baru. Hal ini diperlukan untuk mengetahui perlu tidaknya perbaikan lebih lanjut terhadap suatu produk baru sebelum Dalam kenampakan dari produk tersebut penampakan produk Hal memiliki rasa kenampakan umum produk meliputi warna, ukuran, bentuk, tekstur permukaan. sebagia daya tarik dan Pada Pada penilaian uji hedonik biskuit daun sebanyak 30 orang terhadap rasa dan kerenyahan yang disajikan pada tabel 3 dan 4. Tabel 3. Pengujian hedonik daun kedondong hutan berdasarkan citarasa berperan penting makanan tersebut akan disukai atau tidak (Tarwendah, 2. paling disukai oleh konsumen (Tarwendah, ini disebabkan memiliki kualitas yang tinggi. Karakteristik dipasarkan, serta untuk mengetahui produk Biskuit Jumlah Responden Tidak Suka Persentase Suka Tidak Suka Musdalipah dkk. , 2023. Pelatihan Pembuatan Biskuit dari Daun Kedondong Hutan (Spondias pinnata (Linn. ) Kur. Sebagai Cemilan Antidiabetes pada Masyarakat Desa Kasumewuho Jurnal Abdi dan Dedikasi Kepada Masyarakat Indonesia (NadiKam. Vol. , 31 Juli 2023. Hal. eISSN 2986-9080 https://doi. org/10. 46356/nadikami. Tabel Sebanyak 100%, dan semua responden responden terhadap nilai rasa pada biskuit daun setuju bahwa biskuit tidak memiliki tekstur kedondong hutan berkisar antara suka dan tidak Tekstur merupakan penginderaan yang Nilai rata-rata tertinggi diperoleh pada dihubungkan dengan rabaan dan sentuhan. biskuit B yaitu 70%. Sedangkan untuk biskuit A Tekstur merupakan salah satu penginderaan responden menyatakan suka sebesar 33%. Hal ini yang dikaitkan dengan rabaan atau sentuhan. disebabkan biskuit A memiliki rasa yang sama Tekstur dianggap sama penting dengan bau, rasa dengan biskuit pada umumnya dan tidak memiliki rasa khas daun kedondong hutan. Tekstur paling penting pada makanan Citarasa adalah persepsi biologis seperti sensasi yang hasilkan oleh materi yang masuk ke Citarasa dapat membangkitkan rasa lewat faktor yang menentukan suatu produk dapat diterima atau tidak oleh konsumen. Pengindraan cecapan manusia dibagi empat cecapan utama yaitu manis, pahit, asam dan asin serta ada tambahan respon bila dilakukan modifikasi lunak dan renyah (Lamusu, 2. Pemanfaatan Daun Kedondong Hutan Pada Masyarakat Desa Kasumewuho Daun aroma yang disebarkan seperti rasa pahit, asin, asam dan manis. Rasa merupakan salah satu dikenal sebagai daun tawaloho digunakan sebagai bumbu pelengkap pada makanan seperti masakan tawaloho pada suku Tolaki yang Kasumewuho. Kegiatan penyuluhan/edukasi pembuatan biskuit daun kedondong hutan kepada warga di Desa Kasumewuho Kecamatan Wawotobi Kabupaten (Lamusu, 2. Tabel 4. Pengujian hedonik daun kedondong hutan berdasarkan kerenyahan Jumlah Persentase Responden Biskuit Tidak Tidak Suka Suka Suka Suka Konawe mendapat respon yang positif dari Hal ini dapat dilihat dari semua tahapan dalam kegiatan ini. Beberapa kegiatan yang dilakukan disajikan pada gambar 3. Musdalipah dkk. , 2023. Pelatihan Pembuatan Biskuit dari Daun Kedondong Hutan (Spondias pinnata (Linn. ) Kur. Sebagai Cemilan Antidiabetes pada Masyarakat Desa Kasumewuho Jurnal Abdi dan Dedikasi Kepada Masyarakat Indonesia (NadiKam. Vol. , 31 Juli 2023. Hal. eISSN 2986-9080 https://doi. org/10. 46356/nadikami. Gambar 3. Kegiatan Pengabdian Masyarakat Berikut terkandung dalam daun kedondong hutan. kegiatan yang telah dilaksanakan oleh tim Kegiatan penyuluh Politeknik Bina Husada dan Fakultas pertemuan/Balai desa Kasumewuho pada Pertanian UHO: hari Sabtu, 6 Maret 2022 pada pukul 15. Kegiatan Kasumewuho mengenai pemanfaatan daun antidiabetes bertujuan untuk meningkatkan 30 WITA. Peserta penyuluhan sebanyak A22orang terdiri dari aparat desa, mahasiswa dan warga desa Kasumewuho. Sosialisasi dan edukasi tentang manfaat Musdalipah dkk. , 2023. Pelatihan Pembuatan Biskuit dari Daun Kedondong Hutan (Spondias pinnata (Linn. ) Kur. Sebagai Cemilan Antidiabetes pada Masyarakat Desa Kasumewuho Jurnal Abdi dan Dedikasi Kepada Masyarakat Indonesia (NadiKam. Vol. , 31 Juli 2023. Hal. eISSN 2986-9080 https://doi. org/10. 46356/nadikami. kesehatan adalah untuk mengobati penyakit Pemberdayaan warga desa dapat menambah seperti batuk, disentri, diare, sakit perut, rematik, diabetes dan demam. Warga desa mengenai manfaat dari tanaman pekarangan hanya mengetahui tentang daun kedondong hutan sebagai bahan pelengkap masakan. Alur pelatihan pembuatan bikuit daun KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat meningkatkan skill masyarakat Desa pencampuran bahan adonan, pemanggangan Kasumewuho tentang cara pembuatan biskuit dan pengemasan biskuit dalam wadah. Penyampaian materi berlangsung bersamaan dengan proses pembuatan biskuit Mulai dari pencampuran bahan-bahan hingga menjadi Kedondong Hutan. Inovasi pembuatan biskuit dapat ditingkatkan dengan menambahkan varian rasa pada biskuit. UCAPAN TERIMA KASIH