Jurnal Siti Rufaidah Volume 2 Nomor 1 Februari 2024 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 46-52 DOI : https://doi. org/10. 57214/jasira. Available online at: https://journal. org/index. php/JASIRA Hubungan Pengetahuan Pasien Gastritis dengan Kekambuhan Gastritis di Rumah Sakit Medika Lestari Upi Parida1*. Adin Syaefudin2. Wasiran3. Indriani Febrishaummy Gunawan4 Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains. Program Studi Ilmu Keperawatan. Universitas Bhakti Asih Tangerang. Indonesia Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains. Program Studi Informatika. Universitas Bhakti Asih Tangerang. Indonesia Fakultas Sains dan Informatika. Program Studi Kimia. Universitas Jenderal Achmad Yani. Indonesia Alamat Kampus: Jl. Raden Fatah No. RT. 003/RW. Sudimara Barat. Kec. Ciledug. Kota Tangerang. Banten 15151 Korespondensi penulis: upi. parida@gmail. Abstract. Gastritis is a digestive disorder with a high prevalence in Indonesia, primarily influenced by dietary patterns and lifestyle factors. This study aims to analyze the relationship between the level of knowledge of gastritis patients and the recurrence of the disease at Medika Lestari Hospital. The research utilized a descriptive correlation design with a cross-sectional approach, involving 28 gastritis patients as samples, selected through a total sampling technique. Data were collected using questionnaires covering knowledge levels and gastritis recurrence status and analyzed using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents had a good level of knowledge . 7%) and did not experience recurrence . 7%). Bivariate analysis indicated a significant relationship between patientsAo knowledge levels and gastritis recurrence . -value = 0. Patients with low knowledge were more likely to experience recurrence . %) compared to those with good knowledge . 3%). These findings suggest that higher knowledge levels contribute to reducing the risk of gastritis This study highlights the importance of health education as part of gastritis management strategies. Hospitals are encouraged to enhance patient education programs to lower recurrence rates and improve patients' quality of life. Keywords: Gastritis. Health Education. Knowledge Level. Medika Lestari Hospital. Recurrence. Abstrak. Gastritis adalah gangguan saluran pencernaan yang prevalensinya cukup tinggi di Indonesia, terutama dipengaruhi oleh faktor pola makan dan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan pasien gastritis dengan kekambuhan penyakit tersebut di Rumah Sakit Medika Lestari. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 28 pasien gastritis sebagai sampel, dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup pengetahuan dan status kekambuhan gastritis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik . ,7%) dan tidak mengalami kekambuhan . ,7%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan pasien dengan kekambuhan gastritis . -value = 0,. Pasien dengan pengetahuan yang kurang lebih sering mengalami kekambuhan . %) dibandingkan pasien dengan pengetahuan yang baik . ,3%). Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang lebih baik berkontribusi dalam menekan risiko kekambuhan gastritis. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan sebagai bagian dari strategi pengelolaan gastritis. Rumah sakit diharapkan meningkatkan program edukasi pasien untuk mengurangi angka kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Kata kunci: Gastritis. Pendidikan Kesehatan. Tingkat Pengetahuan. RS Medika Lestari. Kekambuhan. LATAR BELAKANG Gastritis merupakan salah satu gangguan pada saluran pencernaan yang sering terjadi di seluruh dunia. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization /WHO), gastritis menjadi salah satu penyebab utama morbiditas global, terutama di negaranegara berkembang. Pada tahun 2020. WHO melaporkan bahwa lebih dari 50% populasi dunia Received: Februari 02, 2024. Revised: Februari 13, 2024. Accepted: Februari 26, 2024. Published: Februari 28, 2024 Hubungan Pengetahuan Pasien Gastritis dengan Kekambuhan Gastritis di Rumah Sakit Medika Lestari menderita gangguan pencernaan, termasuk gastritis, akibat pola makan yang buruk, stres, dan infeksi bakteri seperti Helicobacter pylori (WHO, 2. Di Indonesia, gastritis merupakan salah satu penyakit yang banyak ditemukan di fasilitas pelayanan kesehatan. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan bahwa pada tahun 2021, prevalensi gastritis mencapai 274. 396 kasus yang terlapor di rumah sakit (Kementerian Kesehatan RI, 2. Provinsi Banten juga menghadapi tantangan serupa terkait gastritis. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, pada tahun 2022 terdapat peningkatan kasus gastritis hingga 12% dibandingkan tahun sebelumnya. (Dinas Kesehatan Provinsi Banten, 2. Secara khusus. Kota Tangerang sebagai salah satu kota besar di Provinsi Banten mencatat angka kejadian gastritis yang cukup tinggi. Menurut laporan Dinas Kesehatan Kota Tangerang pada tahun 2023, gastritis menduduki peringkat keempat dari sepuluh penyakit terbanyak yang ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dengan lebih dari 10. 000 kasus dalam (Dinas Kesehatan Kota Tangerang, 2. Menurut penelitian Aditya & Sari . , tingkat pengetahuan pasien tentang gastritis berkontribusi signifikan terhadap pengelolaan penyakit dan pencegahan kekambuhan. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan kepada manajemen rumah sakit dalam mengembangkan program promosi kesehatan berbasis kebutuhan pasien. Berdasarkan data rekam medis di RS Medika Lestari, pada tahun 2023 tercatat sebanyak 300 pasien gastritis dirawat di rumah sakit ini. Dari jumlah tersebut, 180 pasien . %) mengalami kekambuhan dalam kurun waktu enam bulan setelah pengobatan pertama. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa dari pasien yang mengalami kekambuhan, sebanyak 70% . memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang penyakit gastritis, termasuk penyebab, gejala, dan pencegahannya. Sementara itu, pasien dengan tingkat pengetahuan yang baik hanya mengalami kekambuhan sebesar 30% . KAJIAN TEORITIS Gastritis merupakan suatu kondisi inflamasi yang terjadi pada mukosa lambung yang ditetapkan berdasarkan gambaran dari histologis mukosa lambung, gastritis berhubungan dengan proses inflamasi yang terjadi di epitel pelapis lambung dan luka pada mukosa lambung. Istilah gastritis digunakan sebagai gejala klinis yang muncul di perut bagian atas atau di daerah Gastritis biasanya tidak menimbulkan keluhan, tetapi gejala khas gastritis adalah rasa nyeri pada perut bagian atas di sertai gejala lain seperti mual muntah, kembung, dan nafsu makan turun (Miftahussurur, 2. Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 2 NOMOR 1 FEBRUARI 2024 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 46-52 Gastritis merupakan suatu keadaan dimana terjadinya peradangan atau perdarahan mukosa lambung. Gastritis terbagi atas gastritis superfistal akut /maag dan gastritis superfisial kronis atau ulkus peptikumi. Menurut Ernawati et al. , . Faktor-faktor yang dapat mepengaruhi terjadinya gastritis yaitu Konsumsi Alkohol. Merokok. Stress. Pola Makan. Konsumsi Kopi, dan Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS). pylori adalah bakteri gram negatif berflagel yang ditularkan melalui faktor lingkungan atau jalur fekal-oral atau oral-oral. Patofisiologi gastritis yang diinduksi H. pylori melibatkan interaksi kompleks antara faktor virulensi bakteri dan respons imun inang. Interaksi ini mengganggu penghalang mukosa lambung dan menyebabkan peradangan kronis. memiliki faktor virulensi yang memfasilitasi adhesi sel, menyebabkan kerusakan sel, mengganggu tight junction, dan menghindari respons imun inang. Khususnya, gen A yang terkait sitotoksin (CagA) merupakan pemicu peradangan yang kuat dan dikaitkan dengan perkembangan kanker lambung (Azuma et al. , 2. Kelangsungan hidup dan kolonisasi H. pylori di lambung bergantung pada urease yang diproduksi oleh bakteri tersebut. Komplikasi yang dapat terjadi akibat gastritis dapat berupa anemia pernesiosa, gangguan penyerapan B12, penyempitan area antrum pylorus, gangguan penyerapan zat besi, ulcus pepticus, perdarahan pada lambung, dan dalam kasus yang lebih parah dapat menyebabkan kanker lambung akibat perubahan sel-sel pada dinding lambung (Novitayanti, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengumpulkan data penelitian. Pengumpulan data responden dilakukan dengan meminta data responden kepada pihak Rumah Sakit Medika Lestari. Data primer dikumpulkan dengan meminta responden untuk mengisi kuesioner yang meliputi pertanyaan-pertanyaan pengetahuan gastritis tentang kekambuhan gastritis pada responden di ruang rawat inap RS Medika Lestari. Data Sekunder dikumpulkan berdasarkan data rekam medik pasien. Data yang sudah dikumpulkan dan sesuai dengan kriteria kemudian dianalisa menggunakan metode Analisis Univariat dan Analisis Bivariat. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian sesuai Tabel 1 di bawah ini, mayoritas responden berada pada rentang usia 17Ae30 tahun . ,9%). Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 2 NOMOR 1 FEBRUARI 2024 Hubungan Pengetahuan Pasien Gastritis dengan Kekambuhan Gastritis di Rumah Sakit Medika Lestari Tabel 1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Berdasarkan Usia Responden Karakteristik Responden Frekuensi . Persentase (%) Usia 17-30 Tahun 31-45 Tahun >45 Tahun Berdasarkan hasil penelitian sesuai Tabel 2 di bawah ini, mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki . ,1%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin Karakteristik Responden Frekuensi . Persentase (%) Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Berdasarkan hasil penelitian sesuai Tabel 3 di bawah ini, sebagian besar responden memiliki pendidikan terakhir SMA . ,3%), diikuti oleh S1 . %) dan D3 . ,1%), sementara tidak ada responden yang tidak bersekolah atau hanya berpendidikan SD. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Karakteristik Berdasarkan Tingkat Pendidikan Karakteristik Responden Frekuensi . Persentase (%) Tingkat Pendidikan Tidak Sekolah SMP SMA Berdasarkan hasil sesuai Tabel 4 di bawah ini, mayoritas responden bekerja sebagai buruh . ,3%), lain-lain . ,3%), tidak bekerja . ,7%), pedagang . ,1%), dan PNS . ,6%). Tabel 4. Distribusi Frekuensi Karakteristik Berdasarkan Pekerjaan Responden Karakteristik Responden Pekerjaan Tidak Bekerja Pedagang Buruh PNS Lain-Lain Frekuensi . Persentase (%) Analisis Univarat Tabel 5. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Pengetahuan Kurang Baik Frekuensi . Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 2 NOMOR 1 FEBRUARI 2024 Persentase (%) e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 46-52 Berdasarkan Tabel 5, sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik, yaitu sebanyak 17 orang . ,7%). Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri et al. , yang menemukan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang kesehatan berkontribusi positif terhadap pencegahan dan pengelolaan penyakit kronis, termasuk gastritis. Pengetahuan yang baik memungkinkan individu untuk lebih memahami faktor risiko, gejala, dan tindakan preventif yang diperlukan. Sedangkan responden dengan pengetahuan kurang berjumlah 11 orang . ,3%). Sesuai dengan penelitian oleh Rahmawati & Suryadi . , faktor pendidikan dan pengalaman pribadi memengaruhi tingkat pemahaman seseorang terhadap suatu penyakit, termasuk gastritis. Tabel 6. Distribusi Frekuensi Kekambuhan Gastritis Responden Kekambuhan Gastritis Tidak Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan Tabel 6, sebagian besar responden tidak mengalami kekambuhan gastritis, yaitu sebanyak 17 orang . ,7%) yang menunjukkan bahwa pengelolaan penyakit pada pasien di RS Medika Lestari relatif baik. Sementara 11 responden . ,3%) melaporkan mengalami kekambuhan menunjukkan bahwa gastritis masih menjadi masalah signifikan. Penelitian oleh Kartika et al. menyebutkan bahwa faktor seperti stres, pola makan yang tidak teratur, dan konsumsi makanan pedas sering menjadi pemicu utama kekambuhan gastritis. Data ini juga mengindikasikan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi dan pemantauan berkelanjutan. Analisis Bivarat Tabel 7. Hubungan Pengetahuan Pasien Gastritis Dengan Kekambuhan Gastritis di RS Medika Lestari Variabel Pengetahuan Kurang Baik Total Kekambuhan Gastritis Tidak Total P-value 0,034 Berdasarkan hasil pada Tabel 4. 7, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien gastritis dengan kekambuhan gastritis di RS Medika Lestari, dengan nilai p-value sebesar 0,034 . < 0,. yang berarti bahwa tingkat pengetahuan yang baik berhubungan Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 2 NOMOR 1 FEBRUARI 2024 Hubungan Pengetahuan Pasien Gastritis dengan Kekambuhan Gastritis di Rumah Sakit Medika Lestari dengan rendahnya angka kekambuhan penyakit akibat peningkatan kesadaran pasien dalam mengelola kondisi mereka. Responden dengan pengetahuan kurang lebih banyak mengalami kekambuhan gastritis . %), pasien dengan pengetahuan yang kurang cenderung mengabaikan pola makan sehat dan kepatuhan terhadap pengobatan, sehingga meningkatkan risiko Responden dengan pengetahuan baik . ,3%). Sebaliknya, sebagian besar responden dengan pengetahuan baik tidak mengalami kekambuhan gastritis . ,4%) dimana pasien yang memahami pentingnya perubahan gaya hidup lebih mampu menjaga kondisi Hal ini menjadi bukti pentingnya edukasi yang berkelanjutan dalam pengelolaan penyakit gastritis. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa distibusi karakteristik responden menunjukan mayoritas pasien gastritis di RS Medika Lestari berada pada usia produktif . -30 tahu. , berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan SMA, dan bekerja sebagai buruh. Distribusi pengetahuan pasien memiliki pengetahuan yang baik sebesar 60,7%. Distribusi kekambuhan gastritis menunjukan sebagian besar responden tidak mengalami kekambuhan sebesar 60,7%. Hubungan antara pengetahuan pasien dan kekambuhan menunjukan hasil yang signifikan, dimana pasien dengan pengetahuan baik cenderung memiliki angka kekambuhan yang lebih lendah dibandingkan pasien dengan pengetahuan yang Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat meningkatkan program edukasi kesehatan khususnya faktor resiko dan pencegahan gastritis yang dilakukan oleh tenaga medis melalui beberapa media informasi yang mudah diakses oleh masyarakat. DAFTAR REFERENSI Aditya. , & Sari. Hubungan Pengetahuan Pasien dengan Kepatuhan Pengobatan Gastritis. Jurnal Kesehatan Indonesia, 10. , 123-130. Azuma. , et al. pylori and its role in gastritis pathophysiology. Journal of Gastroenterology Research, 45. , 1234-1245. Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Laporan Tahunan Kesehatan Kota Tangerang. Tangerang: Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Profil Kesehatan Provinsi Banten 2022. Serang: Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 2 NOMOR 1 FEBRUARI 2024 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 46-52 Ernawati. , et al. Faktor risiko gastritis pada populasi dewasa. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 12. , 456-467. Kartika. , & Susanti. Factors Influencing Disease Relapse in Gastritis Patients. Journal of Public Health Research, 8. , 45Ae53. Kementerian Kesehatan RI. Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Miftahussurur. Epidemiology and clinical features of gastritis. Medical Digest Indonesia, 23. , 203-210. Noviyanti. Gejala klinis gastritis akut dan kronis. Jurnal Kedokteran Indonesia, 18. , 89-97. Putri. , et al. Public Knowledge and Chronic Disease Management. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17. , 45Ae53. Rahmawati. , & Suryadi. Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Pemahaman Penyakit Kronis. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 11. , 78Ae85. WHO. Global Health Estimates: Gastric Disorders. Geneva: World Health Organization. Jurnal Siti Rufaidah - VOLUME 2 NOMOR 1 FEBRUARI 2024