PENGARUH HIPNOTERAPI LIMA JARI TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN KANKER Henny Dwi Susanti1. Rosmila2 1,2* Program Studi Profesi Ners. Fakultas Ilmu kesehatan. Universitas Muhammadiyah Malang. Jawa Timur. Indonesia, 65145 Corresponding author: hennydwi@umm. Info Artikel Sejarah artikel Diterima Disetujui Dipublikasi Abstrak : 17. : 25. : 30. Kata Kunci : Hipnoterapi Lima Jari. Kanker serviks. Skala Nyeri. Kanker serviks merupakan keganasan pada serviks uteri yang umumnya disebabkan oleh infeksi (Human Papilloma Viru. terutama sub tipe 16 kanker menunjukan bahwa nyeri biasanya merupakan akibat langsung dari tumor dan sisanya diakibatkan oleh pengobatan Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif. pre-post test pada satu pasien kanker Data diperoleh melalui sebelum dan setelah intervensi. Intervensi berupa hipnoterapi lima jari selama 10-15 menit untuk menilai perubahan sebelum dan sesudah tindakan. Hasil studi menunjukkan adanya pengaruh pemberian hipnoterapi lima jari terhadap penurunan skala nyeri, sebelum pemberian intervensi skala nyeri 5 setelah pemberian intervensi skala nyeri 2, dibuktikan dangan kemampuan pasien mangatasi nyeri yang timbul menggunakan hipnoterpi lima jari. Hal ini pasien yang menyatakan pasien tersebut merasa nyaman, rileks dan mengatakan nyeri yang dirasakan berkurang. Pembahasan: Hipnoterapi lima jari merupakan teknik yang memanfaatkan imajinasi melalui jari tangan dengan membayangkan hal-hal yang menyenangkan. mekanisme kerja melalui stimulasi talamus yang memicu sugesti dan memenuhi gelombang alpa, kemudian diteruskan kesistem limbik khususnya amigdala. Aktifitas ini mengurangi sekresi CRF kortisol dan ACTH, sekaligus meningkatkan pelepasan endorfin serta serotonin sehingga berkontribusi penurunan intensitas nyeri. The Effect Of Five-Finger Hypnotherapy On Reducing Pain Scale In Cancer Patient Abstrak Cervical cancer is a malignancy of the uterine cervix which is generally caused by infection (Human Papilloma Viru. especially subtypes 16 and Cancer shows that pain is usually a direct result of the tumor and the rest is caused by anticancer treatment. Method: This study uses a case study design with a descriptive approach. pre-post test on one cervical cancer patient. Data were obtained before and after the intervention. The intervention consisted of five-finger hypnotherapy for 10-15 minutes to assess changes before and after the procedure. The results of the study showed the effect of five-finger hypnotherapy on reducing pain scales. Before the intervention, the pain scale was 5 and after the intervention, the pain scale was 2. This was evidenced by the patient's ability to overcome the pain that arose using five-finger hypnotherapy. This patient stated that the patient felt comfortable, relaxed, and said the pain felt was reduced. Discussion: Five-finger hypnotherapy is a technique that utilizes imagination through the fingers by imagining pleasant The mechanism of action is through stimulation of the thalamus which triggers suggestions and fulfills alpha waves, which are then transmitted to the limbic system, especially the amygdala. This activity reduces the secretion of CRF, cortisol, and ACTH, while increasing the Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 20 Nomor 4 Tahun 2025 a eISSN : 2302-2531 release of endorphins and serotonin, thus contributing to a decrease in pain intensity. Keyword : Five Finger Hypnotherapy. Cervical Cancer. Pain Scale Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 20 Nomor 4 Tahun 2025 a eISSN : 2302-2531 Pendahuluan Kanker serviks merupakan keganasan yang berasal dari serviks. Serviks merupakan sepertiga bagian bawah uterus, berbentuk silindris, menonjol dan berhubungan dengan vagina melalui ostium uteri eksternum. Penyebab kanker serviks diketahui adalah virus HPV (Human Papilloma Viru. sub tipe onkogenik, terutama sub tipe 16 dan 18. Adapun faktor risiko terjadinya kanker serviks antara lain: aktivitas seksual pada usia muda, berhubungan seksual dengan multipartner, merokok, mempunyai anak banyak, sosial ekonomi rendah, pemakaian pil KB . engan HPV negatif atau positi. , penyakit menular seksual, dan gangguan imunitas (Guo et al. Menurut WHO (World Hearlh Organizatio. secara global kanker serviks adalah kanker keempat paling umum pada wanita dengan sekitar 660. kasus baru pada tahun 2022. Pada tahun yang sama, sekitar 94% dari 350. 000 kematian di sebabkan oleh kanker serviks ( World Hearlh Organization 2. Secara gobal beban kanker serviks masih tinggi terutama dinegara dengan pendapatan rendah dan menengah, termaksuk kawasan Asia Tenggara. Hasil studi Global Burden of Disease menunjukan bahwa pada tahun 2017 terdapat peningkatan jumlah kasus kanker serviks secara absolut. Meskipun angka keterjadian yang sesuai dangan umur menunjukan menurun di beberapa negara (Zhao et , 2. Penelitian terbaru Li et al. Menurut Kemenkes RI 2020 terdapat lebih dari 000 kasus kanker leher rahim baru dan diperkirakan terjadi lebih dari 340. 000 kematian secara global. Di Indonesia, kanker leher rahim merupakan penyakit kanker kedua terbanyak pada perempuan, dengan 70% diantaranya didiagnosis pada stadium lanjut Ae dimana tatalaksana yang kurang efektif Ae sehingga, 50% perempuan yang didiagnosis menderita kanker leher rahim meninggal (NuAoman. Hasil riset kesehatan dasar (Riskenda. tercatat kasus tertinggi kanker serviks yang beresiko kematian sebesar 59,4% (Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, 2. Nyeri adalah gejala yang dominan, memengaruhi 86% pasien kanker stadium lanjut, 59% pasien kanker satadium lokal, dan 33% penyitas kanker (Aguiar-Rosas et al. , 2. Nyeri menurut Internasional Association for the Studi of Pain (IASP) nyeri merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan terkait dengan kerusakan aktual atau potensial (Saurab Sharman 2. Survei dari Memorial SloanKettring censer menunjukan bahwa nyeri biasanya merupakan akibat langsung dari tumor . -80% kasu. dan sisanya diakibatkan baik oleh pengobatan antikanker . -19%) maupun nyeri yang tidak langsung dengan kanker atau dengan pengobatannya . -5%) (Lee et al. , 2. Nyeri pada kanker dapat berdampak negatif secara fisik, spikologis dan emosi serta menurunkan kualitas Beberapa penelitian menunjukan bahwa dengan mengikuti pedoman manajemen nyeri WHO secara konstisten, hingga 90% pasien dapat terbebas dari nyeri (Purnama & Ningrum, 2. Tujuan manajemen nyeri adalah untuk memungkinkan pasien memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Penatalaksanaan nyeri dibagi menjadi dua bagian yaitu farmakologis dan non Pengobatan farmakologis berupa obat-obatan yang direkomendasikan oleh dokter, antara lain injeksi ketolaccitromethaneine secara intravena, sedangkan pengobatan non farmakologis terdiri dari berbagai intervensi, antara lain intervensi perilaku dan kognitif dengan menggunakan faktor fisik, antara lain stimulasi elektrik pada sistem saraf kulit, akupunktur. Intervensi perilaku kognitif meliputi distraksi, teknik relaksasi, imajinasi terbimbing, biofeedback, hipnosis, dan sentuhan Teknik distraksi sangat efektif dalam mengobati nyeri, karena distraksi adalah metode yang ditujukan untuk meredakan nyeri dan seringkali membuat pasien lebih toleran terhadap nyerinya Dalam hal ini distribusi yang digunakan untuk menurunkan nyeri adalah hipnoterapi lima jari (Harahap, 2. Hipnoterapi lima jari adalah self hipnosis yang menimbulkan efek relaksasi tinggi sehingga akan mengguragi nyeri dan stres. hipnosis akan mengalami relaksasi sehingga mempengaruhi sistem tubuh dan menciptakan rasa nyaman serta rasa tenang. Hipnoterapi dapat menurunkan skala nyeri pasien pada penyakit kanker serviks, hal ini terjadi karena hipnoterapi lima jari dapat mempengaruhi sistem limbik dan saraf otonom, menyenangkan sehingga merangsang pusat rasa ganjaran dan pelepasan substrat kimia gamma amino butyric acid (GABA), enkephalin, dan endorphin, yang mengeliminasi neurotransmiter rasa nyeri (De Pascalis, 2. Beberepa penelitian sebelumnya hipnoterapi lima jari diberbagai kondisi seperti mengurangi nyeri pada pasien pasca operasi apendektomi (Pratama & Punjastuti, 2. Kelelahan pada Klien Ca Mammae (Probowati et al. , 2. , menurunkan tingkat kecemasan (Hartono et al. , 2. Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan peneliti ingin mencari tahu melalui studi kasus yang berjudu Pengaruh Hipnoterapi Lima Jari Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Kanker. Tujuan studi ini adalah pengaruh pemberian hipnoterapi untuk menurunkan skala nyeri pada pasien kanker Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 20 Nomor 4 Tahun 2025 a eISSN : 2302-2531 Bahan dan Metode Jenis penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif sengan pendekatan pre-post test untuk menggambarkan nyeri sebelum dan sesudah dan dilakukan intervensi hipnosis 5 jari pada pasien kanker. Studi dilaksanakan di RSUD Dr. Saiful Anwar pada tanggal 28-30 juli 2025 dengan subjek satu pasien kanker serviks. Intervensi hipnoterapi lima jari selama 10-15 menit pada setiap Hasil Penelitian Tabel 1 karakteristik Ny L Karakteristik Jenis kelamin Umur Pendidikan terakhir Pekerjaan Status perkawinan Status obtetri Responden 1 50 tahun SMP Ibu rumah Tangga Janda G5P0AH5 Tabel 1 Pemeriksaan Lab Ny L Jenis pemeriksaan Hemoglobin (HGB) Eritrosit (RBC) Leukosit (WBC) Hematokrit Trombosit (PLT) Nilai Satuan g/dL 10^6/uL 10^3uL 10^3uL Niaku rujukan 13,4-17,7 4,0-5,5 4,3-10,3 10-47,0 142,0-424 Tabel 1 Pemeriksaan Lab Ny L Skala Nyeri Studi kasus ini dilakukan ruang Semeru RSUD Dr. Saiful Anwar Kota Malang. Studi ini diaplikasikan pada tanggal 28-30 Juli 2025 terhadap satu responden kanker serviks yang akan dilakukan pemberian hipnoterapi lima jari untuk mengurangi skala nyeri. Pasien atas nama Ny L diagnosis kanker serviks usia 50 tahun dengan keluhan keluar darah bergumpal, keputihan berlebih, buang air kecil terasa nyeri area kemaluan. Nyeri yang di rasakan selain dari kemaluan dirasakan juga di area panggul dan perut bagian bawah. Keadaan umum compos metis TD: 110/89 mmHg. Nadi 83 kali/menit. RR: 22 kali/menit. S: 36,5CC. Berdasarkan keluhan utama maka masalah keperawatan yang muncul nyeri kronis berhubungan dengan infiltrasi tumor. Intervensi yang dilakukan untuk mengatasi nyeri selain dari formakologi yang diberikan juga non formakakologi yaitu hipnoterapi 5 lima jari yang diberikan pada pasien selama 10-15 menit. Implementasi dilakukan dengan cara . mengatur posisi yang nyaman menurut pasien sesuai kondisi pasien . uduk/berbarin. mengatur lingkungan yang Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 20 Nomor 4 Tahun 2025 a eISSN : 2302-2531 nyaman dan tenang. meminta pasien untuk tarik nafas dalam terlebih dahulu sampai pasien benar-benar nyaman. meminta pasien untuk memejamkan kedua matanya. meminta pasien menyatukan ibu jari dengan jari telunjuk,bayangkan kondisi sehat. meminta pasien menyentuh ibu jaridengan jari tengah bayangkan bahwa pasien berada ditengah-tengah orang yang disayangi sehingga pasien merasa bahagia. minta pasien untuk menyatukan ibu jari dangan jari manis bayangkan presentasi yang pernah pasien capai sehingga pasien merasa berharga bagi keluarga dan orang lain. meminta pasien menyarukan ibu jari dengan kelingking, bayangjan tempat terindah yang pernah pasien kunjungi sehingga pasien merasa kembali ke situasi yang bahagia itu. minta pasien sekarang untuk tarik nafas hembuskan pelan-pelan selalui mulut sebanyak 2 kali, sambil meminta pasien untuk membuka matanya pelan-pelan (Harisandy, 2. Hasil studi evaluasi menunjukkan bahwa adanya pengaruh pemberian hipnoterapi lima jari terhadap penurunan skala nyari, dibuktikan dangan kemampuan pasien mangatasi nyeri yang timbul menggunakan hipnoterpi lima jari. Hal ini dapat dilihat keadaan pasien yang menyatakan pasien tersebut merasa nyaman, rileks dan mengatakan nyeri yang dirasakan sudah berkurang. Penelitian ini juga sejalan dengan (Purnama & Ningrum, 2. hipnosis decara signifikan menurunkan skor nyeri dari skor rata-rata awal 4,7 menjadi 0,7 pada penilain kedua . <0,. Penurunan nyeri melalui hipnosis juga telah dibuktikan dalam beberapa penelitian (Montgomery et al. dalam Pain Reports menjelaskan bahwa hipnosis sebagai terapi tambahan . djunctive hypnosi. dapat menurunkan intensitas nyeri klinis secara bermakna dengan effect size sedang hingga besar . = 0,. , terutama pada pasien dengan nyeri kanker atau Sementara (Liossi et al. dalam Frontiers in Psychology melaporkan bahwa hipnosis menurunkan skor nyeri secara signifikan pada berbagai kondisi nyeri, termasuk nyeri kronis akibat kanker, melalui mekanisme peningkatan kontrol kognitif terhadap persepsi nyeri. Selain itu, meta-analisis oleh (Jensen et al. di Pain Medicine menemukan bahwa hipnosis memiliki efek analgesik yang nyata dengan penurunan intensitas nyeri rata-rata sebesar 8,2 poin . kala 0Ae. dibandingkan dengan kelompok kontrol. Temuan ini menguatkan bahwa teknik hipnosis, termasuk varian sederhana seperti five-finger hypnosis . ipnoterapi lima jar. , dapat menjadi intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk manajemen nyeri. Pada pasien kanker menurut (Schnur et al. dalam Journal of Clinical Oncology menyatakan bahwa hipnosis berperan penting dalam mengurangi nyeri dan kecemasan selama perawatan kanker, serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Hasil tersebut konsisten dengan hasil penelitian ini yang menunjukkan penurunan skala nyeri dan peningkatan rasa nyaman setelah penerapan hipnoterapi lima jari. Pembahasan Berdasarkan studi yang dilakukan pada pasien kankers serviks dengan menggunakan pendekatan desain pre-post tes diruang Semaru RSUD Dr. Saiful Anwar kota Malang pada Ny L. hasil penelitian menunjukan bahwa adanya pengaruh pemberian hipnoterapi lima jari terhadap penurunan skala nyeri. Hal ini terlihat dari respon pasien yang menyatakan merasa nyaman, rileks dan mengungkapkan bahwa nyeri yang dirasakan berkurang setelah dilakukan hipnoterapil. Penelitian ini sejalan dengan dengan hasil studi (Vayne-Bossert, 2. yang menunjukan setelah dilakukan hipnoterapi lima pada pasien kanker serviks, pasien melaporkan penurunan skala nyeri, disertai dengan perasaan ringan rileks nyaman, tidur lebih baik dan kurang ketegangan Yang di perkuat oleh (Harahap, 2. yang merangkum beberapa penelitian pada kanker menunjukan bahwa sebagian bersar studi memperlihatkan bahwa penurunan nyeri yang Hipnosisi lima jari adalah teknik yang digunakan imajinasi melewati jari jari tangan dan membayangkan sesuatu yang menyenangkan dalam hidup yang diinginkan. Hipnosisi lima jari Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis Volume 20 Nomor 4 Tahun 2025 a eISSN : 2302-2531 dilakukan untuk mendistraksikan pikiran seseorang terhadap nyeri agar memfokuskan pada hal-hal yang diimajinasikan sehingga nyeri yang dirasakan Mekanisme kerja dari teknik hipnosis lima jari ini adalah dengan langsung memberikan stimulasi pada otak pada bagian talamus sehingga talamus akan menggirimkan kata-kata sugesti yang akan mempengaruhi gelombang alpa. Gelombang alpa akan mempengaruhi sistem limbik yaitu amigdala, kemudian amigdala akan mengirimkan informasi kelocus coerulus dan menjalar kehipo talamus, hipotalamus akan mengendalikan CRF (Corticotropin Releasing Facto. sehingga kartisol dan hormon ACTH (Adenocorticotrophi. berkurang serta menysekresikan neurotransmitter endorfin dan serosetonin sehingga dapat menurunkan intensitas skala nyeri (Kekecs et Beneditti,2. Perbandingan antara teori dan penelitian keduanya menunjukan hubungan yang selaras teori neurofisiologis menjelaskan bahwa hipnoterapi bekerja dalam mengubah presepsi nyeri diotak. Sedangkan hasil penelitian menunjukan bukti nyata berupa penurunan skala nyeri setelah dilakukan Hasil ini memperkuat teori bahwa hipnoterapi lima jari tidak hanya memberikan efek spikologi berupa rasa rileks dan nyaman tetapi juga efek spikologis berupa penurunan skala nyeri. Selain itu penurunan skala nyeri yang terjadi juga berkaitan dengan peningkatan fokus terhadap halhal positif dan berkurangnya kecemasa. Studi (Dewi et al. pada pasien kanker menunjukan bahwa teknik five-finger relaxation secara . <0,. <0,. dan meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini mendukung teknik hipnosisi lima jari tidak hanya berdampak pada aspek fisiologis tetapi juga aspek spikologis pasien. Penelitian ini juga dilakukan oleh (Nastiti et al. melalui aplikasi digital Hypnotic Five Fingers (H5J) pada pasien kemoterapi juga menunjukan hasil positif dimana 80% responden megalami penurunan kecemasan dan peningkatan relaksasi dan pengalihan perhatian yang sama berkontribusi dalam penurunan presepsi nyeri. Serta pada penelitian (Harahap, 2. mengatakan bahwa hipnoterapi memberikan efek positif terhadap pengurangan nyeri pada pasien kanker, mendukung bahwa teknik hipnosis dapat diintegrasikan sebagai terapi komplementer dalam manajemen nyeri. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan keselarasan antara teori dan praktik, bahwa hipnoterapi lima jari tidak hanya memberikan efek psikologis berupa rasa tenang, nyaman, dan rileks, tetapi juga efek fisiologis berupa penurunan nyata pada skala nyeri. Penurunan ini juga berkaitan dengan meningkatnya fokus terhadap hal-hal positif, menurunnya kecemasan, serta peningkatan kesejahteraan emosional pasien. Dengan demikian, hipnoterapi lima jari dapat nonfarmakologis komplementer dalam pengelolaan nyeri pada pasien kanker serviks, karena terbukti efektif, aman, dan mudah diterapkan di fasilitas pelayanan Kesehatan. Kesimpulan Hasil studi yang dilakukan pada Ny. L usia usia 50 tahun dengan pemberian hipnoterapi terhadap pnurunan skala nyeri terhadap pasien kanker serviks yang dilakukan intervensi selama 3 hari lama perberian 10-15 menit menunjukan pasien mangalami penurunan skala nyeri rata- rata 1 poin setelah dilakukan intervensi dibuktikan dengan pasien mampu dalam mengatasi nyeri yang timbul menggunakan hipnoterapi lima jari hal ini dilihat dari pasien yang menyatakan paisen merasa nyaman, rileks dan nyeri sudah berkurang. Ucapan Terima Kasih Peneliti menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan penelitian ini. Apresiasi yang mendalam disampaikan kepada institusi yang telah memberikan fasilitas dan kesempatan sehingga kegiatan penelitian dapat terlaksana dengan baik. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada para partisipan yang dengan penuh kesediaan dan kerja sama telah berkontribusi dalam kelancaran pelaksanaan penelitian ini. Referensi