ALGEBRA : JURNAL PENDIDIKAN. SOSIAL DAN SAINS ISSN : 2807-663X e-ISSN : 2807-629X Journal Homepage : https://ejournal. id/index. php/algebra Volume 3 Nomor 2. Juni 2023 UPAYA PENINGKATAN METODE PEMBELAJARAN MATEMATIKA YANG DIGEMARI SISWA KELAS X MAPN 4 MEDAN Cyntia Suarni Arifin1. Zulayli Syahrani2. Mayang Nabila3 1Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. UIN Sumatera Utara Medan Email : cyntiaarifin72@gmail. ABSTRAK Pendidikan ialah dasar yang menentukan kemajuan suatu bangsa. Upaya peningkatan mutu pendidikan memerlukan proses pembelajaran yang optimal, agar hasil pembelajaran tercapai sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pada dasarnya pemebelajaran adalah interaksi guru dengan siswa, siswa dengan siswa, dan siswa dengan lingkungannya maupun sumber belajar Dalam proses interaksi, guru berfungsi sebagai fasilitator. Sebagai fasilitator, guru harus memiliki strategi agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, sesuai tujuan yang diharapkan. Untuk mencapai hasil belajar yang optimal, guru harus menguasai prinsip-prinsip pembelajaran, pemilihan dan penggunaan metode pengajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya peningkatan metode pembelajaran matematika yang digemari siswa kelas X MAPN 4 Medan. Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan yaitu penggunaan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Pendekatan kualitatif kualitatif merupakan metode penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang bersifat deskriptif, seperti transkripsi wawancara, catatan lapangan, gambar, foto, rekaman video dan lain sebagainya. Penelitian ini dilakukan dengan observasi langsung yang menitikberatkan pada upaya peningkatan metode pembelajaran matematika yang digemari siswa kelas X MAPN 4 Medan. Adapun hasil penelitiannya adalah peningkatan metode pembelajaran yang dilakukan di sekolah tersebut sudah maksimal, dengan menerapkan metode pembelajaran ceramah ditambah dengan metode tanya Kata kunci : metode pembelajaran, proses mengajar, minat belajar ABSTRACT Education is the basis that determines the progress of a nation. Efforts to improve the quality of education require an optimal learning process, so that learning outcomes are achieved in accordance with the expected goals. Basically learning is the interaction of teachers with students, students with students, and students with their environment and other learning resources. In the process of interaction, the teacher functions as a facilitator. As a facilitator, the teacher must have a strategy so that students can learn effectively and efficiently, according to the expected goals. To achieve optimal learning results, teachers must master the principles of learning, the selection and use of teaching This study aims to find out how efforts to improve the mathematics learning method are favored by students of class X MAPN 4 Medan. In this study, the research method used is the use of qualitative research methods with a descriptive analysis approach. A qualitative qualitative approach is a research method that produces and processes descriptive data, such as interview transcriptions, field notes, drawings, photographs, video recordings and so on. This research was conducted by direct observation which focused on efforts to improve the method of learning mathematics that was popular with students in class X MAPN 4 Medan. The results of his research are that the improvement of the learning methods carried out in these schools has been maximized, by applying the lecture learning method coupled with the question and answer method. Keywords: learning methods, teaching process, interest in learning Yayasan Amanah Nur Aman Cyntia Suarni Arifin et. | Upaya Peningkatan Metode Pembelajaran Matematika yang di Gemari Siswa Kelas X MAPN 4 Medan PENDAHULUAN Pendidikan ialah dasar yang menentukan kemajuan suatu bangsa. Upaya penuningkatan mutu pendidikan memerlukan proses pembelajaran yang optimal, agar hasil pembelajaran tercapai sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pada dasarnya pemebelajaran adalah interaksi guru dengan siswa, siswa dengan siswa, dan siswa dengan lingkungannya maupun sumber belajar Dalam proses interaksi, guru berfungsi sebagai fasilitator. Sebagai fasilitator, guru harus memiliki strategi agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, sesuai tujuan yang Untuk mencapai hasil belajar yang optimal, guru harus menguasai prinsip-prinsip pembelajaran, pemilihan dan penggunaan metode pengajaran. Selain sebagai fasilitator guru juga sebagai motivator bagi para siswanya. Peran guru dalam proses belajar mengajar sangat besar pengaruhnya terhadap siswa, sebab guru merupakan motivator siswa dalam mata pelajaran Keberhasilan tujuan pembelajaran dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah penerapan metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Metode pembelajaran berkaitan dengan tujuan yang akan dicapai. Seorang guru akan menerapkan suatu metode pembelajaran dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah dibuat sebelumnya. Guru diharapkan mampu memilih metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan konsep mata pelajaran yang akan Masih banyak kesulitan untuk mencapai tujuan pembelajaran khususnya mata pelajaran matematika di MAPN 4 Medan. Hal ini disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat dalam proses belajar mengajar. Sehingga hasil belajar siswa kurang baik, karena mereka merasa ada yang tidak dimengerti dengan penyampaian materi Oleh sebab itu, penerapan metode pembelajaran yang tepat sangatlah penting dalam proses belajar mengajar. Selain membuat siswa-siswi dapat memahami materi, diharapkan metode yang digunakan dapat menimbulkan minat dan ketidak bodanan siswa-siswi selama proses pembelajaran. Untuk dapat menentukan metode yang paling tepat, guru harus mempertimbangkan tujuan pembelajaran, kebutuhan siswa-siswi, dan lingkungan pembelajaran. Ada beberapa macam metode pembelajaran yang dapat diterapkan guru dalam proses belajar mengajar yaitu: Metode Ceramah Metode ceramah merupakan metode pembelajaran yang berpusat pada guru. Dalam metode ini, para peserta didik duduk diam dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru. Guru menjelaskan materi secara lisan maupun langsung kepada siswa-siswi, serta memberikan tugas. Dengan kata lain, siswa-siswi secara pasif memahami materi yang diberikan, sedangkan guru secara aktif menyampaikan materi. Namun, metode pembelajaran ini dinilai sesuai dengan kebebasan berpikir dan kreativitas siswa-siswi. Sebab, mereka tidak diberikan dorongan yang memadai untuk berpikir kritis. Metode diskusi Metode diskusi merupakan salah satu metode pembelajaran. Pada metode ini, para siswasiswi akan bertukar pikiran melalui diskusi untuk memecahkan suatu masalah. Akan tetapi, mereka harus mempelajari terlebih dahulu materi yang akan dibahas. Guru akan mengamati bagaimana pemahaman siswa-siswi saat diskusi, serta menilai hasil akhirnya. Metode Kerja Kelompok kerja kelompok, metode belajar ini sering digunakan di sekolah. Belajar kelompok memungkinkan para peserta didik untuk mempelajari suatu materi dan mengerjakan tugas bersama anggota kelompoknya. Dalam prosesnya, para peserta didik akan mempelajari keterampilan berpikir kritis, komunikasi, memecahkan masalah, dan lainnya. Metode Resitasi Metode resitasi juga termasuk ke dalam macam-macam metode belajar. Dalam metode ini, pendidik mengharuskan peserta didiknya membuat ringkasan materi yang telah disampaikan melalui metode ceramah, visual, atau audio. Peserta didik kemudian akan menuliskan informasi yang mereka peroleh, mengingat materi yang telah diajarkan oleh pendidik, dan bertanggung jawab dengan hasil ringkasannya tersebut. Metode Model Dalam metode model, pendidik harus menunjukkan kepada peserta didik bagaimana melakukan suatu hal dengan tepat. Terlepas seberapa jelas materi yang telah disampaikan, contoh yang diberikan oleh pendidik akan membantu peserta didik lebih memahami Misalnya, pendidik menjelaskan langkah-langkah memecahkan soal matematika Yayasan Amanah Nur Aman Cyntia Suarni Arifin et. | Upaya Peningkatan Metode Pembelajaran Matematika yang di Gemari Siswa Kelas X MAPN 4 Medan di papan tulis sebelum menugaskan peserta didik mengerjakan soal yang serupa. Dengan begitu, akan lebih mudah bagi mereka untuk mengerjakannya. Metode Tanya Jawab Jenis-jenis metode pembelajaran selanjutnya adalah tanya jawab. Dalam metode ini, pendidik akan memberikan pertanyaan kepada para peserta didik. Partisipasi mereka sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran ini. Metode tanya jawab dapat membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah para peserta didik. Selain itu, metode pembelajaran ini juga dapat melatih keberanian mereka untuk menyampaikan pendapat. Pembelajaran yang menarik merupakan konsep pembelajaran yang membantu guru menghubungkan materi yang di terapkan dengan situasi dunia nyata siswa-siswi dan mendorong siswa membuat hubungan antara apa yang mereka ketahui dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dengan menggabungkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yaitu: konstruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, pemodelan dan penilaian Menurut davies bahwa penggunaan role playing dapat membantu siswa dalam mencapai tujuan-tujuan afektif. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang bersifat deskriptif, seperti transkripsi wawancara, catatan lapangan, gambar, foto, rekaman video dan lain Adapun. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan yaitu dengan cara melakukan observasi, wawancara, penyebaran angket dan dokumentasi. Observasi adalah Teknik pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan dan pencatatan pada suatu masalah atau gejala yang dilihat pada objek penelitian. Teknik ini digunakan untuk mendapatkan informasi tentang peningkatan metode pembelajaran di MAPN 4 Medan. Wawancara adalah kegiatan tanya jawab secara lisan untuk memperoleh sebuah informasi. Bentuk informasi yang diperoleh dinyatakan dalam bentuk tulisan atau direkam secara audio visual. Penyebaran angket adalah kegiatan mencari informasiyang lengkap mengenai suatu masalah dengan cara meminta responden untuk mengisi jawaban pada daftar pertanyaan yang sudah tertera. Sedangkan dokumentasi pada penelitian ini peneliti langsung turun kelapangan untuk mensurvey. HASIL DAN PEMBAHASAN Temuan Umum Secara umum, proses belajar-mengajar dapat diartikan sebagai suatu proses dimana terdapat perubahan tingkah laku pada diri siswa baik dari aspek Pengetahuan, sikap dan psikomotor yang dihasilkan dari pentransferan dengan cara Pengkondisian situasi belajar serta bimbingan untuk mengarahkan siswa sesuai dengan Tujuan yang telah ditetapkan. Proses belajar-mengajar merupakan interaksi antara komponenkomponen pembelajaran sehingga tercipta situasi belajarmengajar yang memungkinkan tercapainya tujuan yang telah direncanakan. Adapun komponenkomponen pembelajaran terdiri dari tujuan, bahan, metoda dan media evaluasi. Tujuan pembelajaran harus dirumuskan secara jelas operasional. Kemudian Ditentukan materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan tesebut. Setelah itu metode dan alat ditentukan atas dasar tujuan dan bahan yang telah ditetapkan sehinga betul-betul penggunaannya dapat efektif dan efisien. Untuk mengetahui apakah tujuan telah Tercapai maka dilakukan. Dari hasil wawancara yang diperoleh, bahwa guru dalam proses belajar mengajar di MAPN 4 Medan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan mata pelajaran yang dibawakannya. Dan guru tersebut juga menerapkan metode pembelajaran yang efektif dan efesien dalam proses belajar Kemampuan guru menarik perhatian siswa Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan. Dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Dalam proses Belajar mengajar sebagian besar hasil belajar siswa ditentukan oleh peranan guru. Guru yang kompoten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola proses belajar mengajar, sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat optimal. Beberapa kemampuan guru yang diharapkan dalam proses belajar mengajar, meliputi : Kemampuan dalam mempersiapkan pengajaran. Kemampuan merencanakan proses belajar mengajar. Merumuskan tujuan pengajaran. Memilih metode alternative. Memilih metode yang sesuai dengan tujuan Yayasan Amanah Nur Aman Cyntia Suarni Arifin et. | Upaya Peningkatan Metode Pembelajaran Matematika yang di Gemari Siswa Kelas X MAPN 4 Medan pengajaran. Merencanakan langkah-langkah pengajaran. Kemampuan mempersiapkan bahan pengajaran. Kemampuan merencanakan media dan sumber. Kemampuan merencanakan penilaian terhadap prestasi. Kemampuan dalam melaksanakan pengajaran. Kemampuan menguasai bahan yang direncanakan dan disesuaikan, dan Kemampuan dalam mengelola proses belajar mengajar. Dari hasil wawancara, bahwa guru matematika MAPN 4 Medan menerapkan metode pembelajaran yang di gemari oleh siswa/i sehingga dapat menarik perhatian mereka. Adapun metode pembelajaran yang diterapkannya yaitu metode pembelajaran ceramah dan dibarengi oleh metode pembelajaran tanya jawab. Dan respon para siswa/i sangat antusias. Maka dapat disimpulkan bahwa metode ini dapat menarik perhatian siswa/i. Temuan Khusus Setelah peneliti mengadakan penelitian di MAPN 4 MEDAN mengenai upaya peningkatan metode pembelajaran yang digemari siswa terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika di Kelas X, akhirnya peneliti mendapatkan hasil maksimal dengan Penelitian tersebut. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan telah menemukan data yang ada di lapangan yakni di MAPN 4 MEDAN. Setelah data terkumpul dengan menggunakan metode observasi, wawancara, angket dan Dokumentasi, peneliti dapat menganalisis hasil penelitian Deskriptif. Peneliti menginterprestasikan data-data yang telah terkumpul sehingga memperoleh gambaran secara umum dan menyeluruh tentang hal yang sebenarnya. Dalam deskripsi penelitian ini, penulis memaparkan hasil yang didapat dari Lapangan yang berkaitan dengan rumusan masalah. Proses mengajar guru matematika Data penelitian yang diperoleh berupa hasil dari pengamatan aktivitas siswa dan guru, serta mewawancarai guru tersebut. Pada proses belajar mengajar guru MAPN 4 MEDAN menjelaskan materi yang disampaikan kepada siswa dan memberikan contoh soal agar materi tersebut dapat dengan mudah di pahami oleh siswa. Setelah itu guru tersebut pun melakukan sebuah game atau ice breaking untuk menguji kefokusan siswa terhadap penjelasannya dan agar suasana kelas Dimana dalam permainan itu ada siswa yang terpilih untuk mengerjakan soal di papan tulis sehingga guru tersebut dapat mengetahui apakah siswanya benar-benar paham akan penjelasan yang ia berikan. Adapun metode pembelajaran yang diterapkan dalam proses pembelajaran oleh guru adalah metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode tanya jawab. Pada saat guru menyampaikan materi guru menggunakan metode ceramah namun ketika materi pelajaran selesai, guru membuka sesi tanya jawab untuk siswa-siswi. Hal tersebut memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk menanyakan hal-hal yang belum mengerti dan melihat keaktifan dan respon siswansiswinya terhadap materi pembelajaran yang telah disampaikan oleh guru. Namun meski begitu jika ada siswa-siswi yang bertanya pada saat guru menyampaikan materi, guru tetap merespon dan menjawab pertanyaan tersebut. Upaya meningkatkan metode pembelajaran yang digemari siswa. Adapun upaya yang dilakukan oleh guru matematika dalam meningkatkan metode pembelajaran yang digemari siswa ialah : C Sebagai seorang guru matematika harus bisa memotivasi siswanya agar tidak merasa jenuh dalam proses belajar mengajar. C Sebagai seorang guru harus bisa mengarahkan potensi dasar yang dimiliki oleh siswa C Memberikan bimbingan kepada setiap siswanya C Memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk mengembangkan bakat atau kreativitas yang mereka miliki C Memberikan pujian, perhatian, dan hadiah kepada siswa-siswi atas pencapaian yang mereka raih Dengan begitu proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik dan mengalami perubahan yang menjadi lebih baik lagi, sehingga setiap anak yang lainnya pun termotivasi untuk berpikiran maju dan tidak bermalas-malasan dalam pembelajaran yang dilakukan. Hal yang menyebabkan siswa tertarik terhadap pembelajaran matematika Pada proses belajar mengajar guru MAPN 4 MEDAN menjelaskan materi yang disampaikan kepada siswa dan memberikan contoh soal agar materi tersebut dapat dengan mudah di pahami oleh siswa. Setelah itu guru tersebut pun melakukan sebuah game atau ice breaking Yayasan Amanah Nur Aman Cyntia Suarni Arifin et. | Upaya Peningkatan Metode Pembelajaran Matematika yang di Gemari Siswa Kelas X MAPN 4 Medan untuk menguji kefokusan siswa terhadap penjelasannya dan agar suasana kelas tidak monoton karena tekanan dalam proses pembelajaran tersebut. Dimana dalam permainan itu ada siswa yang terpilih untuk mengerjakan soal di papan tulis sehingga guru tersebut dapat mengetahui apakah siswanya benar-benar paham akan penjelasan yang ia berikan. Berdasarkan hasil observasi dikelas peneliti melakukan beberapa observasi dikelas X yang menerapkan metode ceramah dengan lebih memperhatikan materi yang diajarkan, pada proses pembelajaran berlangsung Kelas X merespon dengan baik materi yang diberikan oleh guru. Dalam penelitian ini, kami melihat bahwa respon siswa-siswi terhadap materi juga dipengaruhi oleh interaksi penyajian materi yang mediasi oleh guru. Jika materi tersampaikan dengan baik dan jelas, maka Siswa-siswi akan merespon dengan sangat antusias, sehingga metode pembelajaran harus di sesuaikan dengan cara belajar siswa ataupun yang disukainya. Pembelajaran dengan metode ceramah ini mempunyai pengaruh yang positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswasiswi yang dapat dilihat dari peningkatan ketuntasan belajar Siswa-siswi dalam setiap proses Penerapan metode ceramah juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswasiswi, yang dapat dilihat dari rata-rata jawaban siswa-siswi pada saat wawancara yang menyatakan bahwa siswa-siswi tertarik dengan metode ceramah sehingga memotivasi mereka untuk belajar. Mereka juga selalu bersemangat dalam mengikuti pembelajaran yang dilakukan setiap harinya karena guru menyajikan materi yang menarik dan tidak membosankan serta mudah dipahami para siswa. Dari wawancara kami terhadap guru tersebut, ia berkata bahwa siswanya sangat antusias dalam belajar, ketika ada sesi tanya jawab pun mereka semua langsung bersemangat dan bahagia karena mereka juga bisa belajar sambil bermain game untuk seru-seruan dikelas agar tidak bosan. Sejauh ini cara pembelajaran yang mereka sukai hanya seperti apa yang telah kami paparkan Dengan demikian proses belajar mengajar yang dilakukan dengan efektif, juga dapat menilai dengan mudah potensi-potensi yang dimiliki oleh siswa. Tingginya minat belajar siswa yang ada disekolah MAPN 4 MEDAN juga tidak dapat dipungkiri bahwa masih adanya keterbatasan dalam proses belajar mengajar, dimana sarana dan prasarana yang masih belum memadai sepenuhnya. Sarana dan prasarana adalah masalah yang sangat penting karena bisa dikatakan bahwa sekolah-sekolah yang ada di Indonesia juga memiliki masalah yang sama sehingga hal ini membuat pembelajaran di sekolah berjalan Kurang optimal dan tidak mencapai tujuan yang diinginkan. Dari pengamatan aktivitas siswa dan guru, serta mewawancarai guru tersebut. Pada proses belajar mengajar guru MAPN 4 MEDAN menjelaskan materi yang disampaikan kepada siswa dan memberikan contoh soal agar materi tersebut dapat dengan mudah di pahami oleh siswa. Setelah itu guru tersebut pun melakukan sebuah game atau ice breaking untuk menguji kefokusan siswa terhadap penjelasannya dan agar suasana kelas tidak monoton karena tekanan dalam proses pembelajaran tersebut. Dimana dalam permainan itu ada siswa yang terpilih untuk mengerjakan soal di papan tulis sehingga guru tersebut dapat mengetahui apakah siswanya benar-benar paham akan penjelasan yang ia berikan. Adapun metode pembelajaran yang diterapkan dalam proses pembelajaran oleh guru adalah metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode tanya jawab. Pada saat guru Menyampaikan materi guru menggunakan metode ceramah namun ketika materi pelajaran selesai, guru membuka sesi tanya jawab untuk siswa-siswi. Hal tersebut memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk menanyakan hal-hal yang belum mengerti dan melihat keaktifan dan respon siswansiswinya terhadap materi pembelajaran yang telah disampaikan oleh guru. Namun meski begitu jika ada siswasiswi yang bertanya pada saat guru menyampaikan materi, guru tetap merespon dan menjawab pertanyaan tersebut Berdasarkan hasil observasi dikelas Peneliti melakukan beberapa observasi dikelas X yang menerapkan metode ceramah dengan lebih memperhatikan materi yang diajarkan, pada proses pembelajaran berlangsung Kelas X merespon dengan baik materi yang diberikan oleh guru. Dalam penelitian ini, kami melihat bahwa respon Siswa-siswi terhadap materi juga dipengaruhi oleh interaksi penyajian materi yang mediasi oleh guru. Jika materi tersampaikan dengan baik dan jelas, maka siswa-siswi akan merespon dengan sangat antusias, sehingga metode pembelajaran harus di sesuaikan dengan cara belajar siswa ataupun yang disukainya. Pembelajaran dengan metode ceramah ini mempunyai pengaruh yang positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa-siswi yang dapat dilihat dari peningkatan ketuntasan belajar Siswa-siswi dalam setiap proses pembelajaran. penerapan metode ceramah juga dapat meningkatkan motivasi belajar Siswa-siswi, yang dapat dilihat dari rata-rata jawaban Siswa-siswi pada saat wawancara Yayasan Amanah Nur Aman Cyntia Suarni Arifin et. | Upaya Peningkatan Metode Pembelajaran Matematika yang di Gemari Siswa Kelas X MAPN 4 Medan yang menyatakan bahwa siswa-siswi tertarik dengan metode ceramah sehingga memotivasi mereka untuk belajar. Mereka juga selalu bersemangat dalam mengikuti pembelajaran yang dilakukan setiap harinya karena guru menyajikan materi yang menarik dan tidak membosankan serta mudah dipahami para siswa. Dari wawancara kami terhadap guru tersebut, ia berkata bahwa siswanya sangat antusias dalam belajar, ketika ada sesi tanya jawab pun mereka semua langsung bersemangat dan bahagia karena mereka juga bisa belajar sambil bermain game untuk seruseruan dikelas agar tidak bosan. Sejauh ini cara pembelajaran yang mereka sukai hanya seperti apa yang telah kami paparkan sebelumnya. Dengan demikian proses belajar mengajar yang dilakukan dengan efektif, juga dapat menilai dengan mudah potensi-potensi yang dimiliki oleh siswa. Tingginya minat belajar siswa yang ada disekolah MAPN 4 MEDAN juga tidak dapat dipungkiri bahwa masih adanya keterbatasan dalam proses belajar mengajar, dimana sarana dan prasarana yang masih belum memadai sepenuhnya. Sarana dan prasarana adalah masalah yang sangat penting karena bisa dikatakan bahwa sekolahsekolah yang ada di Indonesia juga memiliki masalah yang sama sehingga hal ini membuat pembelajaran di sekolah berjalan Kurang optimal dan tidak mencapai tujuan yang diinginkan. SIMPULAN Keefektifan pembelajaran yang berlangsung akan berhasil tergantung pada pemahaman siswa terhadap materi yang dijelaskan oleh guru. Akan tetapi, metode pembelajaran juga sangat berperan dalam mencapai suatu tujuan yang sudah ditentukan sebelumnya. Metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat mempermudah para siswa untuk memahami materi yang Dan dalam proses belajar mengajar guru juga harus bisa menyesuaikan dengan metode apa yang digemari oleh para siswanya. Metode pembelajaran yang diterapkan oleh seorang guru di sekolah MAPN 4 Medan adalah metode ceramah dan selanjutnya diikuti dengan metode tanya jawab, dengan tujuan agar guru tersebut dapat mengetahui sampai dimana pemahaman para siswa terhadap materi yang disampaikannya. Metode pembelajaran ini lah yang tepat di terapkan di kelas tersebut. Dalam artian, guru dan para siswa merasa bahwa metode pembelajaran ini sangat tepat dan memiliki dampak yang baik terhadap hasil belajar para siswa. Disini para siswa menyampaikan bahwa pembelajaran sangat menyenangkan dan tidak monoton dengan metode tersebut. Maka dari itu, seorang guru haruslah bisa menyesuaikan diri dengan siswa terutama dalam hal pemilihan metode pembelajaran yang dipakai. Karena jika metode pembelajaran yang diterapkan tidak digemari/disukai oleh para siswa akan mempengaruhi hasil belajar siswa. DAFTAR PUSTAKA