KOMPOSISI DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN HASIL TANGKAPAN JARING INSANG DASAR DIPERAIRAN ACEH BARAT MEULABOH COMPOSITION AND RELATIONSHIP COMPOSITION THE RESULTS OF FISHING THE BASIC GILLS OF WATER WEST ACEH MEULABOH Muhammad Rizal Jaliadi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Teuku Umar Coresponden rizalmuhammadfpikutu@gmail. Abstrak Aceh Barat yang memiliki panjang garis pantai 50,55 km dengan luas perairan lautnya 80,88 km dengan berbagai variasi ekosisistem memiliki hasil tangkapan ikan laut yang beragam. Kabupaten Aceh Barat merupakan wilayah pesisir yang kaya akan hasil Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi ikan hasil tangkapan jaring insang dasar di perairan Aceh Barat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai jenis-jenis ikan yang tertangkap pada jaring insang Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai bulan September 2018 di perairan Aceh Barat Meulaboh. Data yang dikumpulkan berupa data panjang total (Total lengt. yang diukur menggunakan meteran gulung dengan panjang maksimum 5 Ikan yang diperoleh dari hasil tangkapan secara experimental fishing selama 12 Selama penelitian jumlah hasil tangkapan total sebanyak 158 ekor dengan menggunakan alat tangkap jaring insang dasar, adapun jenis ikan yang dominan tertangkap adalah ikan pepetek dengan kisaran panjang total 9,5-15,5 cm, ikan selar mata belo dengan kisaran panjang total 9,5-21,5 cm, ikan pisang pisang dengan kisaran panjang total 9-18 cm dan ikan lida dengan kisaran panjang 12-27 cm. Hubungan panjang berat ikan pepetek . ecutor interuptu. yang ditangkap menggunakan jaring 1,8104 insang dasar dengan persamaan W=0. dengan nilai koefesien R =0,3943, 2,7066 ikan mata besar dengan persamaan W=0,0283x dengan koefesien RA = 0,9634, ikan 3,0149 pisang pisang . peneus sulphureu. dengan persamaan W= 0,013x koefesien RA = 0,9024, ikan lida lida . ynoglossus lingu. dengan persamaan W= 3,1092 0,0034x dengan koefesien RA = 0,9588. PENDAHULUAN Aceh Barat yang memiliki panjang garis pantai 50,55 km dengan luas perairan lautnya 80,88 km dengan berbagai variasi ekosisistem memiliki hasil tangkapan ikan laut yang beragam. Kabupaten Aceh Barat merupakan wilayah pesisir yang kaya akan hasil Hal tersebut tidak terlepas dari letaknya yang menghadap langsung Samudera Hindia yang kaya akan ikan (Diana, et al. Pemanfaatan sumberdaya perikanan yang ada masih bersifat tradisional, seperti pancing . ancing, jaring gillnet dan pukat cinci. Salah satu alat tangkap yang digunakan oleh masyarakat nelayan adalah jaring insang dasar . ottom gillne. yang digunakan untuk menangkap ikan pelagis maupun ikan demersal. Penangkapan merupakan suatu usaha yang dilakukan nelayan untuk bisa mendapatkan organismeorganisme yang ada di perairan, untuk mendapatkan organisme tersebut dibutuhkan alat tangkap (Sofyan, 2. Jaring insang merupakan salah satu jenis alat tangkap yang banyak digunakan oleh para nelayan, mulai dari jaring insang lingkar, jaring insang dasar, dan jaring insang permukaan yang dioperasikan pada waktu siang dan malam hari. Usaha penangkapan ikan dengan menggunakan jaring insang sudah bukan merupakan teknologi yang baru bagi para nelayan, hal ini disebabkan karena bahannya lebih mudah diperoleh, secara teknis mudah dioperasikan, secara ekonomis bisa dijangkau oleh nelayan, dan lebih selektif terhadap ukuran ikan yang tertangkap (Tawari, 2. Menurut Martasuganda . jaring insang . adalah jenis alat penangkap ikan dari bahan jaring yang bentuknya empat persegi panjang dengan ukuran mata jaring yang sama besar. Jumlah mata jaring ke arah panjang . esh length/ ML) jauh lebih banyak daripada jumlah mata jaring kearah vertikal . esh depth/ MD). Pada bagian atasnya dilengkapi dengan beberapa pelampung . dan di bagian bawah dilengkapi dengan beberapa pemberat . sehingga dengan adanya dua gaya yang berlawanan memungkinkan jaring insang dapat dipasang di daerah penangkapan dalam keadaan tegak. Aktivitas penangkapan ikan di laut dilakukan oleh nelayan dengan target tangkapan ikan kembung dan beberapa jenis ikan lainnya. Umumnya penangkapan ikandilakukan untuk tujuan untuk dijual (Kartikasari et al. , 2. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi ikan hasil tangkapan jaring insang dasar di perairan Aceh Barat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai jenis-jenis ikan yang tertangkap pada jaring insang dasar. II. Metode Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai bulan September 2018 di perairan Aceh Barat Meulaboh. Data yang dikumpulkan berupa data panjang total (Total lengt. yang diukur menggunakan meteran gulung dengan panjang maksimum 5 meter. Ikan yang diperoleh dari hasil tangkapan secara experimental fishing selama 12 trip. Pengambilan data selama seminggu 3 kali dengan menggunakan alat tangkap jaring insang dasar. Kapal yang digunakan untuk pengambilan data sebanyak 1 unit yang merupakan kapal jaring insang yang sering digunakan nelayan untuk menangkap ikan. Analisis Data Frekuensi Panjang Ikan Data hasil pengukuran panjang di tabulasikan kemudian di analisis secara Pendekatan ini bertujuan untuk mengkaji frekuensi panjang ikan hasil tangkapan. Frekuensi selang kelas ikan yang tertangkap dengan jaring insang di hitung mengunakan rumus distribusi frekuensi (Walpole 1. K = 1 3. 33 log n i = N max Ae N min K = Jumlah kelas n = Banyak data i = Selang kelas N max = Nilai terbesar dan N min = Nilai terkecil Hubungan Panjang Berat Hubungan panjang-berat menggunakan moodel allometric linear di gunakan untuk menghitung parameter a dan b melalui pengukuran berat dan panjang menurut DeRobert and William . dengan persamaan: W= aL dimana: W = bobot. L = panjang, a dan = konstanta Nilai b sebagai penduga hubungan antara panjang dan berat dengan kriteria: Nilai b = 3, ikan memiliki pola pertumbuhan isometrik . ertambahan bobot seimbang dengan pertambahan panjan. Nilai b > 3, ikan memiliki pola pertumbuhan allometrik positif . ertambahan bobot lebih besar dari pertambahan panjan. Nilai b < 3, ikan memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif . ertambahan bobot lebih kecil dari pertambahan panjan. Hasil Dan Pembahasan Hasil Selama penelitian jumlah hasil tangkapan total sebanyak 158 ekor dengan menggunakan alat tangkap jaring insang dasar, adapun jenis ikan yang dominan tertangkap adalah ikan pepetek dengan kisaran panjang total 9,5-15,5 cm, ikan selar mata belo dengan kisaran panjang total 9,5-21,5 cm, ikan pisang pisang dengan kisaran panjang total 9-18 cm dan ikan lida dengan kisaran panjang 12-27 cm hal ini dapat dilihat pada Gambar 1-4. Jumlah ikan . Nilai Tengah cmTL Gambar 1 Sebaran panjang ikan pepetek . ecutor interuptu. Jumlah ikan . Nilai Tengah cmTL Gambar 2 Sebaran panjang ikan selar mata besar(Selar crumenophthalmu. Jumlah ikan . Nilai Tengah cmTL Gambar 3 Sebaran panjang ikan pisang pisang . peneus sulphureu. Jumlah ikan . Nilai Tengah cmTL Gambar 4 Sebaran panjang ikan lida lida . ynoglossus lingu. Hubungan panjang berat ikan pepetek . ecutor interuptu. yang ditangkap 1,8104 menggunakan jaring insang dasar dengan persamaan W=0. dengan nilai koefesien R =0,3943, ikan mata besar dengan persamaan W=0,0283x 2,7066 koefesien RA = 0,9634, ikan pisang pisang . peneus sulphureu. dengan persamaan W= 0,013x 3,0149 dengan koefesien RA = 0,9024, ikan lida lida . ynoglossus lingu. dengan persamaan W= 0,0034x Gambar 5-8. 3,1092 dengan koefesien RA = 0,9588 hal ini dapat dilihat pada y = 0,2405x1,8104 RA = 0,3943 n=72 Berat Ikan Panjang Ikan TLcm Berat Ikan Gambar 5 Hubungan panjang-berat ikanpepetek . ecutor interuptu. y = 0,0283x2,7066 RA = 0,9634 n=60 Panjang Ikan TLcm Gambar 6Hubungan panjang-berat ikan mata besar y = 0,013x3,0149 RA = 0,9024 n=16 Berat Ikan Panjang Ikan TLcm Gambar 7Hubungan panjang-berat ikan pisang pisang . peneus sulphureu. Berat Ikan y = 0,0034x3,1092 RA = 0,9588 n=10 Panjang Ikan TLcm Gambar 8Hubungan panjang-beratikan lida-lida . ynoglossus lingu. Pembahasan Frekuensi Panjang Ikan Sebaran frekuensi panjang yang tertangkap dengan jaring insang pada bulan Agustus sampai September 2018. Ikan pepetek paling banyak tertangkap berkisar pada selang panjang total dengan nilai tengah 11,5 cm sebanyak 47 ekor. Menurut Froese . mengatakan bahwa jenis ikan pepetek memiliki kisan panjang 2,5-3,5 cm. Sedangkan menurut Kottelat . menyatakan bahwa panjang standar ikan ikanpepetek mencapai 6,4 cm. Hubungan panjang berat ikan pepetek . ecutor interuptu. 1,8104 persamaan W=0. dengan nilai koefesien R =0,3943. Menurut (Froese & Pauly . menyatakan bahwa hubungan panjang berat ikan secutor interuptus yang tertangkap di perairan laut cina Selatan dan Serawak memiliki nilai a= 0. 0191,b = 2. dimana panjang ikan lebih cepat dari pada bobot . lometrik negati. Frekuensi ikan Selar mata besar (Selar crumenophthalmu. yang ditangkap oleh nelayan menggunakan jaring insang memiliki selang kelas panjang total memiliki nilai tengah 11,5 cm sebanyak 29 ekor. Hasil penelitian Fauzi et al . mengatakan bahwa Kisaran panjang rata-rata ikan jantan mencapai 19,2 cmFL. Kisaran panjangikan panjangrata- rata ikan betina mencapai 19 cmFL. Hasil perhitungan hubungan panjang berat ikan mata besar memiliki nilai persamaan W=0,0283x 2,7066 dengan koefesien RA = 0,9634. Hubungan panjang berat ikan lidah yang ditangkap di sungai cimandri memiliki pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan dengan bobot . llometrik negati. Hasil penghitungan sebaran frekuensi panjangikan pisang pisang . peneus sulphureu. menunjukkan bahwa selamabulan Agustus sampaiSeptember 2018, yangdidominasi ukurannilai tengah 15cm sebanyak 10 ekor. Kisaran panjang ikan . peneus sulphureu. yang diperoleh dari 966 ekor ikan sampel antara 90 mm Ae 185 mm. Ukuran panjang ikan yang diperoleh merupakan hasil pembulatan 0,5 mm. Modus atau ukuran yang sering tertangkap yaitu 120 mm. Ukuran tengah-tengah . yang tertangkap yaitu 125 mm (Azizah, 2. Hubungan panjang berat ikan pisang pisang . peneus sulphureu. memiliki persamaan W= 0,013x 3,0149 dengan koefesien RA = 0,9024. Badrudin . menyatakan bahwa pertumbuhan ikan . peneus sulphureu. yang ditangkap di Laut Jawa bagian tengah bersifat isometrik. Di perairan Utara Semarang, pertumbuhan ikan kuniran bersifat alometrik positif (Siregar 1. Dimana pertumbuhan ikan lebih cepat berat dibandingkan dengan panjang dan di perairan Demak bersifat allometrik negatif (Saputra et al. dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dari berat. Menurut Effendie . , pertumbuhan suatu ikan dipengaruhi oleh keturunan, jenis kelamin, umur, parasit, penyakit, ketersediaan makanan, dan suhu perairan. Jumlah ikan lida . ynoglossus lingu. yang diperoleh dari hasil penelitian menggunakan jaring insang memiliki ukuran panjang total dengan nilai tengah 22 cm sebanyak 7 ekor. Hasil penelitian Yuliani . menyatakan bahwa ukuran panjang ikan lida yang tertangkap di sungai cimandiri berkisar antara 80-240 mm. Hasil pengamatan ikan lidah yang tertangkapa di sungai cimandiri berbeda dengan ikan lida yang tertangkap di ujong pangkah jika dilihat dari kisaran panjangnya, berbedaan ini diduga karena alat tangkapnya yang berbeda. Kesimpulan Ikan yang dominan tertangkap menggunakan jaring insang dasar memiliki kisaran panjang total nilai tengah 11-22 cm. Hubungan panjang berat ikan hasil tangkapan jaring insang dasar memiliki pertumbuhan ellometrik positif dan ellometrik negatif yang terdiri masing-masing dari dua jenis ikan. DAFTAR PUSTAKA