Volume 19 Nomor 2 . E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika ANALISIS KEBUTUHAN PEGAWAI BERDASARKAN PETA JABATAN PADA BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN SITUBONDO Dwitya Sitaresmi Suharjo. Ahmad Homaidi. Ahmad Lutfi. Jurusan Teknologi Informasi. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Ibrahimy Jl. KHR. Syamsul Arifin No 1-2. Sukorejo. Situbondo 68734. Jawa Timur. Indonesia E-mail : . sitaresmi@gmail. com, . ahmadhomaidi@ibrahimy. 14@gmail. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan gambaran dan menjelaskan analisis kebutuhan pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Tugas, pokok dan fungsi tiap pegawai diampu sesuai dengan uraian dari analisis jabatan yang tersedia. Analisis jabatan yang tersedia disesuaikan dengan peta jabatan yang menggambarkan keadaan pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Didalam analisis jabatan terdapat uraian tugas, hasil kerja, waktu penyelesaian dan kebutuhan pegawai yang dijadikan pedoman oleh masing-masing pegawai dalam melaksanakan tugas utamanya dalam sehari-hari. Penelitian ini menjelaskan kebutuhan pegawai berdasarkan peta jabatan menggunakan metode penelitian kualitatif. Langkah Ae langkah yang dilakukan dalam metode tersebut meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan menerapkan metode ini, diharapkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dapat menganalisa kebutuhan pegawai yang sesungguhnya dalam penyelesaian pekerjaan pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dikarenakan seharusnya beban kerja pada suatu instansi harus seimbang dengan jumlah pegawai yang tersedia, beban kerja tersebut telah dijabarkan pada analisis jabatan tiap pegawai yang didalamnya telah berdasarkan pada peta jabatan yang telah direncanakan sebelumnya. Kata kunci : Kebutuhan pegawai, peta jabatan, analisis ABSTRACT The aim of this research is to provide an overview and explain the analysis of employee needs at Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. The duties, principals and functions of each employee are carried out in accordance with the description of the available position analysis. Analysis of available positions is adjusted to the position map that describes the situation at Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. In the job analysis there is a job description, work results, completion time and employee needs which are used as guidelines by each employee in carrying out their main tasks on a daily basis. This research explains employee needs based on job maps using qualitative research The steps taken in this method include observation, interviews and documentation. applying this method, it is hoped that Badan Kesatuan Bangsa dan Politik can analyze the actual employee needs in completing work Badan Kesatuan Bangsa dan Politik because the workload in an agency should be balanced with the number of employees available. This workload has been explained in the analysis of each position. employees in which are based on previously planned position maps. Keywords: Employee needs, analysis, position map PENDAHULUAN Sebuah organisasi tidak terlepas dari peranan sumber daya manusia. Seluruh aktivitas Diterima Redaksi :25 Juli 2024 | Selesai Revisi : 24 September 2024 | Diterbitkan Online : 15 Oktober 2024 Volume 19 Nomor 2 . 197-204 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika organisasi dilakukan oleh manusia, sehingga keberhasilan organisasi dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang terlibat dalam organisasi tersebut (Darim, 2. Dalam rangka mengoptimalkan peranan manusia dalam melaksanakan fungsi manajemen sebagai upaya pencapaian tujuan organisasi, maka diperlukan perencanaan sumber daya manusia yang baik (Supiani dkk. , 2. Menurut Mangkunegara dalam Setiawan . Perencanaan sumber daya manusia merupakan suatu proses menentukan kebutuhan akan tenaga kerja kebutuhan tersebut yang berintegrasi dengan rencana organisasi agar tercipta jumlah pegawai, penempatan pegawai secara tepat dan bermanfaat secara ekonomis. Manajemen kepegawaian dan sumber daya manusia sangat penting bagi instansi dalam mengelola, mengatur dan memanfaatkan pegawai sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan instansi. Menurut Aprilyanti . mengatakan bahwa pegawai bekerja secara produktif yang tinggi dan mendapat dukungan dari semua pihak, maka akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan tepat waktu. Manajemen kepegawaian dan sumber daya manusia sangat penting bagi instansi dalam mengelola, mengatur dan berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan instansi. Menurut Aprilyanti . mengatakan bahwa pegawai bekerja secara produktif yang tinggi dan mendapat dukungan dari semua pihak, maka akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan tepat waktuBanyaknya pegawai dalam sebuah instansi sangat berpengaruh terhadap penyelesaian pekerjaan pada instansi tersebut. Dalam pelaksanaan pekerjaan di dalamnya memiliki tata cara dan pembagian yang sebelumnya diatur pada analisis jabatan tiap pegawai, didalam analisis jabatan terdapat pembagian tugas pokok dan fungsi setiap pegawai. Didalam analisis jabatan terdapat uraian tugas, hasil kerja, waktu penyelesaian dan kebutuhan pegawai yang dijadikan pedoman oleh masing-masing pegawai dalam melaksanakan tugas utamanya dalam sehari-hari. Analisis jabatan adalah serangkaian kegiatan berupa mengumpulkan, mengevaluasi, pekerjaan-pekerjaan secara sistematik. Analisis jabatan adalah suatu kegiatan pengumpulan data dan informasi yang berhubungan dengan suatu pekerjaan atau jabatan tertentu. Keluaran . dari kegiatan analisis jabatan adalah berupa uraian jabatan . ob descriptio. , syarat jabatan . ob specificatio. , dan standar kinerja jabatan . ob performance standar. Analisis pekerjaan secara sistematik mengumpulkan, mengevaluasi, dan mengorganisasi informasi tentang pekerjaan-pekerjaan. Ini biasanya dilakukan oleh para spesialis yang disebut analisis pekerjaan . Jumlah pegawai yang tersedia menjadi acuan dalam pembagian jabatan pada instansi tersebut. Kebutuhan perencanaan awal di instansi tersebut, jumlah pegawai yang tersedia harus seimbang dengan banyaknya jabatan yang tertera di peta jabatan yang digunakan pada instansi tersebut. Peta Jabatan adalah susunan jabatan yang digambarkan secara vertikal maupun horizontal menurut struktur kewenangan, tugas, dan tanggung jawab jabatan serta persyaratan Peta jabatan menggambarkan seluruh jabatan yang ada dan kedudukannya dalam unit kerja . Peta jabatan merupakan penjabaran jabatan yang tersedia dengan menyediakan informasi terkait pegawai yang terisi dan kebutuhan sesuai dengan beban kerja pada analisis jabatan. Penyusunan peta jabatan di lingkungan instansi masing-masing didasarkan pada kedudukan setiap jabatan dalam unit kerja . aling tinggi eselon II) sesuai dengan struktur organisasi yang ada. Peta jabatan dimaksud berisi informasi jumlah kekuatan pegawai untuk setiap jabatan yang termasuk dalam unit kerja setingkat eselon II atau satuan kerja mandiri . nit pelaksana tekni. Penelitian yang terkait dengan topik pembahasan ini seperti. Elvi Fetrina yang AyAnalisis Kebutuhan Pegawai Berdasarkan Perhitungan Beban Kerja Pegawai (Studi Kasus: Fakultas Sains Dan Teknologi Uin Syarif Hidayatullah Jakart. Ay. Diterima Redaksi :25 Juli 2024 | Selesai Revisi : 24 September 2024 | Diterbitkan Online : 15 Oktober 2024 Volume 19 Nomor 2 . 197-204 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika menggunakan metode FTE (Full Time Equivalen. Penelitian selanjutnya oleh Mayang Kusuma Damayanti berjudul AyPerencanaan Kebutuhan Pegawai Berdasarkan Analisis Beban Kerja Melalui Metode Fte (Full Time Equivalen. Pada Instansi XAy. , yang juga menggunakan metode FTE (Full Time Equivalen. Penelitian selanjutnya oleh Muhammad Fariz Iqbal yang berjudul AyAnalisis Kebutuhan Pegawai Di Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Tangerang Provinsi BantenAy . , yang menghasilkan penggunaan analisis menggunakan metode penelitian kualitatif. Merujuk pada penelitian sebelumnya tentang analisis kebutuhan pegawai yang telah dilakukan dengan berbagai metode maka hasil telaah literatur dapat disimpulkan bahwa analisis kebutuhan pegawai dianggap perlu untuk menyeimbangkan antara beban kerja yang diampu dan jumlah pegawai yang tersedia. Menurut Bogdan dan Biklen dalam Sugiyono . metode penelitian kualitatif deskriptif adalah pengumpulan data yang berbentuk kata-kata atau gambar-gambar, sehingga tidak menekankan pada angka. Data yang terkumpul setelah dianalisis selanjutnya dideskripsikan sehingga mudah dipahami oleh orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan menjelaskan analisis kebutuhan pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. 1 Teknik Pengumpulan Data Menurut Sugiyono menyatakan bahwa secara umum terdapat 4 macam teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan gabungan/triangulasi . bservasi, wawancara dan . Observasi Menurut Nasution dalam Sugiyono . observasi adalah Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi dimana dilakukannya pengamatan kebutuhan pegawai berdasarkan peta jabatan secara langsung oleh peneliti agar lebih yang telah berjalan pada Badan Kesatuan mampu memahami konteks data dalam Bangsa dan Politik Kabupaten Situbondo keseluruhan situasi sosial sehingga dapat diperoleh pandangan yang holistik METODE PENELITIAN Wawancara Menurut Esterberg dalam Dalam penelitian ini menggunakan Sugiyono metode penelitian kualitatif. Menurut Creswell . penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang jawab, sehingga dapat dikontribusikan mengeksplorasi dan memahami makna di makna dalam suatu topik tertentu. sejumlah individu atau sekelompok orang yang Dokumentasi Menurut Sugiyono berasal dari masalah sosial. Menurut Kriyantono . 0, p. pengumpulan dari catatan peristiwa yang penelitian kualitatif adalah penelitian yang sudah berlaku baik berbentuk tulisan, menekankan pada penggalian kedalaman data gambar/foto atau karya-karya monumental daripada keluasan data. dari seseorang/instansi. Menurut Sugiyono . metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada 2. 2 Pemilihan Informan Seseorang yang memahami dan kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik mengerti tentang topik penelitian ini, hasil dari pengumpulan data dilakukan secara triangulasi informan merupakan sumber data dasar yang . , analisis data bersifat induktif, dan nantinya hasil penelitian kualitatif lebih menekankan menetapkan beberapa orang untuk menjadi makna dari pada generalisasi. Diterima Redaksi :25 Juli 2024 | Selesai Revisi : 24 September 2024 | Diterbitkan Online : 15 Oktober 2024 Volume 19 Nomor 2 . 197-204 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika sumber data . pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. 3 Teknik Analisis Data Setelah dilakukannya wawancara dan pengujian terhadap data primer dan sekunder maka, langkah selanjutnya adalah dengan melakukan analisa dan pembahasan dari hasil uji dan wawancara yang telah dilakukan. Menurut Sugiyono . analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang . Menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono . mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah . Adapun langkah-langkahnya, sebagai Pengumpulan Data (Data Collectio. dalam penelitian kualitatif pengumpulan data dengan observasi. Pengumpulan data dilakukan berhari-hari, mungkin berbulan-bulan, sehingga data yang diperoleh akan banyak. Pada tahap awal peneliti melakukan penjelajahan secara umum terhadap situasi sosial/obyek yang diteliti, semua yang dilihat dan Dengan demikian peneliti akan memperoleh data yang sangat banyak dan sangat bervariasi. Reduksi Data (Data Reductio. semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilih dan memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah Penyajian Data (Data Displa. setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya Dalam penelitian kualitatif, data yang disajikan dalam bentuk teks yang bersifat naratif. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi (Conclusion Drawing/ Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi HASIL DAN DISKUSI Berdasarkan hasil dari observasi dan wawancara kepada para informan dapat diketahui bahwa kebutuhan jumlah pegawai yang kurang dan beban kerja yang berat. Hal tersebut berpengaruh terhadap penyelesaian pekerjaan dan penilaian kinerja disetiap akhir Salah satu contohnya dapat dilihat dari peta jabatan yang terisi dan yang kosong pada tabel berikut: Diterima Redaksi :25 Juli 2024 | Selesai Revisi : 24 September 2024 | Diterbitkan Online : 15 Oktober 2024 Volume 19 Nomor 2 . 197-204 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Tabel 1. Peta Jabatan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kepala Sub Bagian Umum Dan Kepegawaian Kelas 9 JABATAN KLS B K Penyusun Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana 1 1 0 Pengelola Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian 0 2 -2 Pengelola Kepegawaian 0 1 -1 Pengelola Barang Milik Negara 0 1 -1 Pengadministrasi Kepegawaian 0 1 -1 Pengadministrasi Sarana Dan Prasarana 0 1 -1 Pengadministrasi Umum 0 1 -1 Pengemudi 0 1 -1 Petugas Keamanan 0 1 -1 Pramu Bakti 0 1 -1 JF Arsiparis Ahli Pertama 0 1 -1 JF Penata Laksana Barang Terampil 0 1 -1 menimbulkan penurunan kinerja pegawai yang disebabkan oleh tingkat keahlian yang dituntut terlalu tinggi, kecepatan yang terlalu tinggi, volume kerja yang terlalu banyak dan Intensitas beban kerja yang terlalu besar dapat menciptakan stres kerja, sebaliknya intensitas beban kerja yang terlalu rendah dapat menimbulkan rasa bosan atau kejenuhan . Dari tabel diatas dapat diamati, bahwa dengan banyaknya jabatan yang tersedia pada bagian umum dan kepegawaian, hanya ada 1 jabatan yang terisi untuk menyelesaikan tugas dan tanggungjawab pada bagian umum dan kepegawaian di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik. Dengan deskripsi uraian tugas analisis jabatan sebagai berikut: Dengan keterangan B = terisi oleh pegawai ditempat tersebut dan K = kebutuhan sesuai dengan analisis beban kerja. Menurut Rohman & Ichsan . beban kerja adalah sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu tertentu. Pemberian beban kerja kepada para karyawan harus seimbang dengan kompetensi dan kemampuan yang dimiliki karyawan itu sendiri, jika tidak maka cepat atau lambat akan menimbulkan masalah yang dapat kedepannya . Menurut Fransiska & Tupti . Beban kerja adalah sebuah proses atau kegiatan yang terlalu banyak dan dapat menyebabkan ketegangan dalam diri seseorang. Hal ini dapat Diterima Redaksi :25 Juli 2024 | Selesai Revisi : 24 September 2024 | Diterbitkan Online : 15 Oktober 2024 Volume 19 Nomor 2 . 197-204 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Tabel 2. Informasi Uraian Tugas dan Hasil Kerja Analisis Jabatan Penyusun Rencana Kebutuhan Sarana dan Prasarana Uraian Tugas Menerima dan memeriksa bahan dan data kegiatan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana sesuai prosedur sebagai bahan kajian dalam Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Mengumpulkan mengklasifikasikan bahan dan data kegiatan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana sesuai spesifikasi dan prosedur untuk memudahkan apabila Mempelajari karakteristik, spesifikasi dan hal-hal yang terkait dengan kegiatan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana sesuai prosedur dalam Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Menyusun kegiatan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana sesuai dengan hasil tercapainya sasaran yang diharapkan Mendiskusikan konsep penyusunan kegiatan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana dengan pejabat yang berwenang dan terkait sesuai penyusunan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Menyusun Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana berdasarkan hasil diskusi sesuai prosedur untuk kelancaran Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Mengevaluasi proses penyusunan kegiatan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana sesuai prosedur sebagai bahan perbaikan dan kesempurnaan tercapainya sasaran Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sesuai dengan prosedur yang berlaku Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan baik tertulis maupun lisan Uraian Tugas Menerima dan memeriksa bahan dan data kegiatan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana sesuai prosedur sebagai bahan kajian dalam Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Mengumpulkan mengklasifikasikan bahan dan data kegiatan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana sesuai spesifikasi dan apabila diperlukan Mempelajari karakteristik, spesifikasi dan hal-hal yang terkait dengan kegiatan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana sesuai prosedur dalam Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Menyusun konsep kegiatan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana sesuai dengan hasil tercapainya sasaran yang diharapkan Mendiskusikan konsep penyusunan kegiatan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana dengan pejabat yang berwenang dan terkait sesuai penyusunan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Menyusun Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana berdasarkan hasil diskusi sesuai prosedur untuk kelancaran Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Mengevaluasi proses penyusunan kegiatan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana sesuai prosedur sebagai bahan perbaikan dan kesempurnaan tercapainya sasaran Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sesuai dengan prosedur yang berlaku Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan baik tertulis maupun lisan Hasil Kerja Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen Tabel 3. Informasi Uraian Tugas dan Jumlah Hasil Analisis Jabatan Penyusun Rencana Kebutuhan Sarana dan Prasarana Jumlah Hasil Tabel 4. Informasi Uraian Tugas dan Kebutuhan Pegawai Analisis Jabatan Penyusun Rencana Kebutuhan Sarana dan Prasarana Uraian Tugas Menerima dan memeriksa bahan dan data kegiatan Rencana Kebutuhan Kebutuhan Pegawai Diterima Redaksi :25 Juli 2024 | Selesai Revisi : 24 September 2024 | Diterbitkan Online : 15 Oktober 2024 Volume 19 Nomor 2 . 197-204 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Uraian Tugas Sarana Dan Prasarana sesuai prosedur sebagai bahan kajian dalam Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Mengumpulkan mengklasifikasikan bahan dan data kegiatan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana sesuai spesifikasi dan prosedur untuk memudahkan apabila Mempelajari karakteristik, spesifikasi dan hal-hal yang terkait dengan kegiatan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana sesuai prosedur dalam Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Menyusun konsep penyusunan kegiatan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana sesuai dengan hasil tercapainya sasaran yang diharapkan Mendiskusikan konsep penyusunan kegiatan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana dengan pejabat yang berwenang dan terkait sesuai penyusunan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Menyusun Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana berdasarkan hasil diskusi sesuai prosedur untuk kelancaran Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana Mengevaluasi proses penyusunan kegiatan Rencana Kebutuhan Sarana Dan Prasarana sesuai prosedur sebagai bahan perbaikan dan kesempurnaan tercapainya sasaran Melaporkan hasil pelaksanaan tugas sesuai dengan prosedur yang berlaku Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan pimpinan baik tertulis maupun lisan Jumlah Jumlah Pegawai Kebutuhan Pegawai Dokumen pengumpulan kegiatan rencana kebutuhan sarana dan Dokumen pengklasifikasian kegiatan rencana kebutuhan sarana dan Dokumen penyusunan konsep kegiatan rencana kebutuhan sarana dan Absensi diskusi & hasil diskusi kegiatan rencana kebutuhan sarana dan Hasil dokumen evaluasi konsep kegiatan rencana kebutuhan sarana dan Laporan hasil pelaksanaan tugas Laporan tugas kedinasan lain Dengan minimnya jumlah jabatan yang terisi serta beban kerja yang berat membuat beberapa pegawai mengampu beban tugas lebih dari 1 selain dari tugas utamanya. Beban kerja yang sangat banyak ini menuntut seseorang untuk memiliki kemampuan atau kompetensi untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Dari hasil penelitian dapat disimpulkan secara garis besar bahwa kebutuhan pegawai pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik sangat kurang. Beban kerja yang ada belum seimbang dengan jumlah pegawai, banyak jabatan kosong yang harusnya diisi untuk membantu menyelesaikan pekerjaan pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik 2 Saran Dengan capaian hasil kerja sebagai Dokumen penerimaan data kegiatan rencana kebutuhan sarana dan Dari hasil analisa ini dapat diberikan saran untuk mengusulkan pegawai ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) yang nantinya akan di tempatkan pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik sesuai kemampuan dan sesuai peta jabatan yang Diterima Redaksi :25 Juli 2024 | Selesai Revisi : 24 September 2024 | Diterbitkan Online : 15 Oktober 2024 Volume 19 Nomor 2 . E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika DAFTAR PUSTAKA