Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Heni-Sarwono-Mawardi_Jul. FAKTOR PENGARUH VARIATION ORDER PADA KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN UNTUK MENGURANGI KLAIM KONSTRUKSI Heni Kustiah1. Sarwono Hardjomuljadi2 dan Mawardi Amin3 1Prodi Magister Teknik Sipil. Universitas Mercu Buana Jakarta. Jl. Meruya Selatan Rt 4/Rw 1. Kec. Kembangan. Jakarta. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11650 Email korespondensi: heniwin104@gmail. 2Prodi Magister Teknik Sipil. Universitas Mercu Buana Jakarta. Jl. Meruya Selatan Rt 4/Rw 1. Kec. Kembangan. Jakarta. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11650 Email : sarwonohm2@yahoo. 3Prodi Magister Teknik Sipil. Universitas Mercu Buana Jakarta. Jl. Meruya Selatan Rt 4/Rw 1. Kec. Kembangan. Jakarta. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11650 Email : mawardi. a@gmail. ABSTRAK Proyek konstruksi dalam pelaksanaannya selalu terjadi perubahan lingkup pekerjaan, perubahan jenis material, perubahan spesifikasi teknis, perubahan waktu pelaksanaan dan pemintaan pemilik proyek untuk melaksanakan penambahan ataupun perubahan lingkup Variation order/perintah perubahan adalah perubahan kontrak awal yang terdiri dari penambahan atau pengurangan item pekerjaan yang selalu timbul dalam setiap pembangunan proyek konstruksi dan hal ini dapat menjadi penyebab terjadinya klaim konstruksi dan sengketa apabila tidak ditangani secara baik. Dengan adanya klaim konstruksi yang berakhir dengan sengketa dapat mengakibatkan gagalnya tujuan utama proyek yaitu menciptakan produk fisik yang terikat dengan jangka waktu tertentu, biaya dan mutu yang sudah disyaratkan. Dengan data dari hasil penyebaran kuesioner, dilakukan analisis regresi linier berganda dengan IBM SPSS versi 25 yang memperoleh hasil bahwa faktor-faktor yang dapat menyebabkan timbulnya variation order adalah perubahan kuantitas, perubahan kualitas, perubahan desain, perubahan program kerja dan perubahan metode kerja. Sedangkan faktor yang signifikan berpengaruh yang dapat menyebabkan timbulnya variation order untuk menghindari klaim konstruksi yang berakhir sengketa adalah perubahan metode kerja. Kata kunci: variation order, klaim, sengketa, faktor-faktor penyebab ABSTRACT In construction projects, there are always changes in the scope of work, changes in the type of material, changes in technical specifications, changes in the time of execution of work and requests from the project owner to carry out additions or changes to the scope of work. A variation order is a change in the initial contract which consists of adding or subtracting work items that always arise in every construction project and this can be the cause of construction claims and disputes if not handled properly. The existence of a construction claim that ends in a dispute can result in the failure of the main objective of the project, namely to create a physical product that is bound by a certain period of time, cost and quality that has been required. Based on result of questionnaire distribution, the data is analyzed by Multiple linear regression with IBM SPSS version 25. The results are the factors that can cause variation orders are changes in quantity, changes in quality, changes in design, changes in work programs and changes in work methods. Meanwhile, a significant factor that can cause variation orders to avoid construction claims ending in dispute is a change in work methods. Keywords: variation order, claim, dispute, causal factors 81 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Heni-Sarwono-Mawardi_Jul. PENDAHULUAN Variation order/perintah adalah perubahan kontrak awal yang terdiri dari item penambahan atau pengurangan yang selalu timbul dalam setiap pembangunan proyek konstruksi dan hal ini dapat menjadi penyebab terjadinya klaim konstruksi dan sengketa apabila tidak ditangani secara baik. Gambar 1. Penyebab Klaim Pada Proyek Konstruksi Sumber: Shaikh, et al . Delapan penyebab yang paling sering terjadi pada proyek konstruksi adalah . keterlambatan pembayaran, . desain yang tidak komplit/salah, . Spesifikasi yang tidak memadai/gambar. variation order, . kondisi cuaca, . keterlambatan pada gambar/spesifikasi. pembersihan lahan/kondisi lahan . Penyebab umum keempat dari klaim tersebut adalah variation order dan kondisi cuaca yang dapat mempengaruhi kemajuan pekerjaan sehingga timbulnya klaim untuk memberi kompensasi kepada Klaim adalah permintaan uang, properti atau upaya hukum seseorang untuk mendapatkan haknya . Sedangkan menurut Hardjomuljadi , klaim adalah menghendaki sesuatu dimana hak seseorang tersebut hilang sebelumnya, mempunyai hak untuk memilikinya Definisi menjelaskan bahwa klaim ini menunjukan upaya kontraktor sebagai pekerjaan konstruksi untuk mendapatkan haknya . Menurut Chow. Sengketa . atau perselisihan adalah konflik antara para pihak-pihak yang akan dan sedang mengadakan hubungan atau kerjasama yang terikat dalam suatu perjanjian kontrak . Pertentangan atau konflik dapat terjadi antara dua pihak atau lebih. Dalam pekerjaan di industri konstruksi umumnya membutuhkan waktu yang lama dan mempunyai kompleksitas yang tinggi. Berdasarkan fenomena diatas riset ini bertujuan sebagai berikut: Menganalisis faktor-faktor apa yang Variation Order (VO) pada pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan? . Menganalisis faktor yang paling diterbitkannya Variation Order (VO) pada pekerjaan konstruksi jalan dan Variation order Variation Order (VO) atau perintah perubahan merupakan permasalahan yang sering timbul dalam pelaksanaan proyek konstruksi gedung maupun Variation order atau perintah perubahan ini apabila tidak ditanggulangi dengan baik dan bijak maka akan menimbulkan klaim konstruksi yang berakhir menjadi sengketa proyek. Secara singkat variation order dapat dideskripsikan sebagai perubahan dari kontrak asli . Definisi dari Fisk . variation order merupakan menandatangani pekerjaan, kesepakatan antara pengguna jasa dan kontraktor rencana selama masa konstruksi dan jumlah kompensasi biaya kontraktor. Definisi lain dari variation order adalah dokumen legal yang ditandatangani oleh 82 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Heni-Sarwono-Mawardi_Jul. 2022 tambahan pekerjaan, keterlambatan, atau akibat yang lain dari perjanjian bersama yang tertulis dalam kontrak . Klaim Klaim konstruksi merupakan suatu hal yang terjadi pada pelaksanaan suatu kontrak konstruksi yang telah disepakati, sehingga menyebabkan pelaksanaan kontrak yang tidak berjalan baik sebagai akibat adanya perbedaan interpretasi atas klausula-klausula dalam kontrak dan tidak dipenuhinya kewajiban sesuai kontrak. Menurut Hardjomuljadi . Klaim adalah Seseorang berusaha memperoleh sesuatu ketika orang tersebut untuk sementara kehilangan haknya, sehingga orang tersebut percaya bahwa ia berhak untuk memperoleh kembali haknya. Definisi dari Garner . , klaim adalah A demand for money, property, or a legal remedy to which one asserts a right. Permintaan uang, properti, atau upaya hukum yang diklaim sebagai haknya. Definisi ini menyebutkan hak yang mempunyai makna klaim adalah upaya dari kontraktor untuk mendapatkan Tabel 1. Klausula-klausula Klaim Kontraktual Bagi Kontraktor Kausul Alasan Untuk Klaim Kausul and/for 51 Kegagalan Enjinir untuk waktu yang sesuai pada setiap kondisi, gambar atau petunjuk yang Kontraktor and/or 51. Menghadapi yang tidak terduga atau pencegahan yang salah Pemberitah uan untuk Kontraktor Penetapan berdasarkan data yang salah ditulis Enjinir Wakilnya 51 . Memperbaiki dengan baik dari Risiko yang diharapkan 20 . Pembayaran dibayarkan sesuai kewajiban dari hasil bangunan fisik atau peraturan, dll. Kesempatan kontraktor lain, pekerja dari Pengguna Jasa atau pejabat yang berwenang. Jalan perancah atau pabrik lain, atau layanan lain apa pun yang disediakan atas permintaan tertulis Enjinir atau Wakilnya 36 . Sampel yang diperlukan yang tidak dimaksudkan dengan jelas oleh atau 36 . Dalam Kontrak. Pengujian disyaratkan yang tidak Kontrak, pengujian menunjukkan pekerjaan, dll Penangguhan keamanan pekerjaan 40 . Pengguna jasa gagal sesuai yang diperlukan 42 . Pekerjaan perbaikan, amandemen, perbaikan diperlukan 49 . Pemberitah uan untuk Kontraktor Instruksi dikeluarkan oleh Enjinir. Jika ada ambiguitas atau Alasan Untuk Klaim 83 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Heni-Sarwono-Mawardi_Jul. Kausul Alasan Untuk Klaim Mencari penyebab cacat Perubahan Kontrak Pemberitah uan untuk Kontraktor Kausul Alasan Untuk Klaim Perubahan fisik dll, menyebabkan biaya tambahan untuk Kontraktor pelaksanaan Pekerjaan 70 . Pembatasan mata uang dikenakan sehubungan dengan mata uang sesuai Harga Kontrak yang harus dibayar 51 . dan Pembayaran tambahan berdasarkan 52 . Variasi tarif atau harga diperlukan di bawah 52 . karena sifat atau . ipesan berdasarkan klausul . membuat tarif atau harga untuk setiap item pekerjaan tidak masuk 84kala tau tidak dapat diterapkan 52 . Setelah seluruh pekerjaan yang disertifikasi, ditemukan yang disebutkan dalam Surat Penerimaan dengan jumlah yang lebih besar dari 10% 52 . Klausul 52 . : Klaim Bulanan mengharuskan Kontraktor membuat klaim bulanan Ausetiap pembayaran tambahan. Ini termasuk jumlah untuk . pekerjaan yang barang atau jasa yang Subkontraktor dinominasikan dan . tenaga kerja sehubungan dan . semua biaya dan keuntungan lainnya 59 . Penyesuaian Harga Kontrak dengan tenaga kerja dan/atau bahan, atau hal lain yang mempengaruhi pekerjaan telah timbul dalam Pat II berdasarkan Klausul 70 Pemberitah uan untuk Kontraktor Sumber: FIDIC . Sengketa Menurut Chow . , perbedaan kedudukan atas suatu perkara yang diajukan untuk diputuskan oleh suatu pengadilan. Perselisihan tidak mengkristal di mana suatu pihak hanya meminta pihak lain untuk informasi lebih lanjut untuk menjelaskan item yang ditampilkan dalam suatu masalah atau untuk memberikan lebih banyak waktu untuk pertimbangan masalah yang lebih hati-hati. Menurut Black . Sengketa kesalahpahaman antara dua pihak, baik kontraktual maupun non kontraktual. Dengan kata lain sengketa dapat dirumuskan sebagai suatu kondisi yang menempatkan suatu pihak yang ingin menuntut kepada pihak lain yang menentang kehendak tersebut dan mengadakan perlawanan. Jadi sebenarnya sengketa dapat terjadi karena adanya perbedaan persepsi tentang sah atau tidaknya suatu klaim konstruksi dan/atau jumlah dari klaim tersebut. Jenis sengketa konstruksi berdasarkan klaim yang diajukan kotraktor adalah: klaim yang diajukan maka sengketa kontrak konstruksi dapat dikelompokkan menjadi 4 . jenis sengketa yaitu: Sengketa biaya yaitu jenis sengketa yang terjadi karena perubahan harga kontrak, perubahan harga satuan pekerjaan dan perubahan nilai 84 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Heni-Sarwono-Mawardi_Jul. 2022 Sengketa waktu yaitu sengketa kosntruksi yang diakibatkan karena perubahan waktu kontrak, perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan dan perubahan waktu pembayaran. Sengketa lingkup pekerjaan yaitu sengketa kontrak konstruksi yang terjadi akibat adanya perubahan jenis pekerjaan, perubahan mutu/kualitas pekerjaan dan perubahan metode pelaksanaan konstruksi. Sengketa gabungan biaya, waktu dan lingkup pekerjaan . adalah sengketa kontrak konstruksi yang kombinasi perubahan biaya dan perubahan waktu dan lingkup pekerjaan dan kombinasi perubahan biaya, waktu dan lingkup pekerjaan. Penentuan nilai variabel sengketa Y adalah Kriteria Uraian Nilai Jika Variation Order tidak dapat dijadikan alasan memenuhi 2 jenis sengketa, tetapi Berpengaru Jika Variation Order tidak dapat dijadikan alasan untuk jenis memenuhi dua jenis sengketa termasuk semua klausulnya Sangat Jika Variation Order tidak dapat dijadikan alasan untuk jenis sengketa dan dapat ketiga jenis sengketa Tabel 2. Penentuan Kriteria Variabel Y Kriteria Uraian Nilai Tidak Jika Variation Order tidak dapat dijadikan alasan untuk jenis sengketa apapun Kurang Jika Variation Order tidak dapat dijadikan alasan untuk jenis alasan untuk salah satu jenis sengketa tetapi tidak semua Cukup Jika Variation Order tidak dapat dijadikan alasan sengketa hanya dapat dijadikan salah satu jenis termasuk semua Menurut Sarwono . sengketa kontrak konstruksi dapat dirumuskan sebagai yang ingin menuntut keinginannya kepada pihak yang lain yang menentang suatu keadaan yang menempatkan suatu pihak keinginan tersebut dan mengadakan Jadi sebenarnya sengketa dapat terjadi karena adanya perbedaan persepsi tentang sah atau tidaknya suatu klaim konstruksi dan/atau jumlah klaim Sehingga sengketa terjadi . Kontraktor tambahan biaya, perpanjangan waktu, atau hal lain, . Enjinir/pengguna jasa menolak klaim dengan disertai alasan penolakan berupa suatu Penentuan Enjinir. Kontraktor sependapat dengan alasan penolakan klaim oleh engineer atau pengguna 85 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Heni-Sarwono-Mawardi_Jul. METODE PENELITIAN Objek penelitian adalah proyek-proyek jalan dan jembatan di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner kepada responden-responden yang terlibat secara langsung proyek jalan dan jembatan di DKI Jakarta. Respondenresponden ini terdiri dari unsur-unsur: Pengguna jasa, . Kontraktor dan . Konsultan. Variabel penelitian yang berdasarkan penelitian terdahulu adalah perubahan kuantitas (X. , perubahan kualitas (X. , perubahan desain (X. , perubahan program kerja (X. dan perubahan metode kerja (X. yang keseluruhanya merupakan variabel Sedangkan sebagai variabel terikat (Y) adalah sengketa. Variabel-variabel tersebut dijabarkan dengan konsep operasional melalui dimensi dan indikator. Penyebaran kuessioner kepada responden dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor penyebab variation order pada proyek jalan dan jembatan untuk mengurangi timbulnya klaim konstruksi yang berakhir sengketa. Data diolah dengan menggunakan SPSS v25 kemudian diolah kembali dengan analisa regresi linear berganda. Tahapantahapan pengujian data adalah . uji validitas dan reliabilitas, . uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, dan uji autokorelasi, . analisis regresi linear berganda dengan uji F simultan dan uji t parsial. Dari hasil uji validitas dan reliabilitas untuk semua instrumen dan variabel penelitian harus memenuhi persyaratan masuk kategori valid dan Kriteria hasil uji validitas dan reliabilitas ini dibuat penilaian sebagai A Jika rhitung > rtabel, hasilnya adalah instrumen valid. A Jika rhitung O rtabel, hasilnya adalah instrument tidak valid. A Jika instrument valid maka dilihat kriteria penafsiran mengenai indeks korelasi . sebagai berikut: Tabel 3. Indeks Korelasi Indeks Korelasi Kriteria Penafsiran 0,800 Ae 1,000 Sangat Tinggi 0,600 Ae 0,799 Tinggi 0,400 Ae 0,599 Cukup Tinggi 0,200 Ae 0,399 Rendah 0,000 Ae 0,199 Sangat Rendah Uji Reliabilitas dengan Metode CronbachAos Alpha Perhitungan menggunakan rumus CronbachAos Alpha diterima, apabila perhitungan r hitung > r tabel 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN Jumlah responden pada penelitian ini adalah 45 orang dengan klasifikasi responden sebagai berikut: Gambar 2. Klasifikasi Responden Berdasarkan Usia Gambar 3. Klasifikasi Responden Berdasarkan Jabatan 86 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Heni-Sarwono-Mawardi_Jul. Hasil Uji Validitas Hasil Uji Reliabilitass Perubahan Desain >0,294 >0,6 Perubahan Program Kerja >0,294 >0,6 Perubahan Metode Kerja >0,294 >0,6 Sengketa Proyek >0,294 >0,6 No. Variabel Gambar 4. Klasifikasi Responden Berdasarkan Pengalaman Kerja Keterangan: N = 45 responden, rtabel = 0,294 . ig 5%). Valid . hitung > rtabe. Reliable (Cronbach alpha> 0,. Gambar 5. Klasifikasi Responden Berdasarkan Jumlah Proyek Jalan dan Jembatan Yang Sudah Dikerjakan Hasil uji validitas dan reliabilitas Data kuantitatif hasil penyebaran kuesioner diuji dengan tahapan yaitu . uji validatas dan reliabililtas, . uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, heteroskedastisitas, multikolinearitas dan autokorelasi, dan . regresi linear berganda dengan uji F simultan dan uji t Dari uji yang dilakukan didapatkan bahwa semua data mendapatkan hasil rhitung> rtabel dan nilai Cronbach alpha > 0,6. Artinya semua data dapat dikategorikan valid dan reliabel. Hasil uji validitas dan reliabilitas dilihat pada Tabel 4 di bawah Tabel 4. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Hasil Uji Validitas Hasil Uji Reliabilitass Perubahan Kuantitas >0,294 > 0,6 Perubahan Kuantitas >0,294 >0,6 No. Variabel Uji asumsi klasik dilakukan dengan: Uji normalitas menggunakan tes Kolmogrov-Smirnov didapatkan hasil Asymp. Sig. -taile. > 0,05 yang berarti bahwa data tersebar dengan normal Uji multikolinearitas diukur dari nilai toleransi dan nilai VIF Uji heterokedasitas menngunakan tes Scatterplot Uji menggunakan metode run test Tabel 5. Hasil uji asumsi klasik Uji Asumsi Klasik Hasil Keterangan Uji Normalitas Asymp. Sig. -taile. = 200c,d > Terdistridusi Uji Multikolineari berada pada nilai VIF < 10 tidak ada gejala Uji Heteroskedast Tes Tidak ada gejala Heteroskedastis Uji Autokorelasi metode run Tidak ada gejala 87 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Heni-Sarwono-Mawardi_Jul. 2022 Tabel 7. Hasil Uji F Simultan Gambar 6. Hasil Uji Heteroskedastisitas Dengan Menggunakan Scatterplot Tabel 6. Run Test Runs Test Unstandardized Residual Test Valuea Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs Asymp. Sig. Median Uji F simultan Dasar pengambilan keputusan uji F simultan yaitu jika nilai sig. < 0,05 maka variabel bebas (X) secara parsial berpengaruh terhadap variabel terikat (Y) Jika Fhitung > Ftabel, dimana diketahui Ftabel = . = . = . =2,45 Dari tabel 7 di atas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi sebesar 0,02 yaitu di bawah 0,05 dan nilai Fhitung = 3. 07 yaitu lebih besar dari Ftabel 2,45. Artinya semua variabel yang diukur secara simultan atau bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap sengketa proyek. Model Sum Squar Regres Residu Total Mea Squ Sig. Dependent Variable: Sengketa Proyek Predictors: (Constan. Perubahan Metode Kerja. Perubahan Kualitas. Perubahan Kuantitas. Perubahan Program Kerja. Perubahan Desain Uji t parsial Dasar pengambilan keputusan uji t parsial Jika nilai sig. < 0,05 maka variabel bebas (X) secara parsial berpengaruh terhadap variabel terikat (Y). Jika thitung > ttabel, dimana diketahui ttabel = (/2. n-k-. = . ,05/2. 45-5-. = . ,025. = 2. Tabel 8. Hasil Uji t Parsial Model Sig. (Constan. Perubahan kuantitas Perubahan kualitas Perubahan disain Perubahan program kerja Perubahan metode kerja Hasil analisa pada tabel 6 nilai sig. = 0. bahwa secara parsial variabel Perubahan metode kerja (X. yang berpengaruh signifikan terhadap sengketa proyek. Hal ini ditunjukkan dengan nilai thitung . > ttabel . dan nilai signifikansi 0,001 < 0,05. 88 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Heni-Sarwono-Mawardi_Jul. 2022 FaktorAeFaktor yang mempengaruhi timbulnya variation order yang dapat mengurangi klaim konstruksi Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda yang telah dijelaskan, maka dapat diketahui bahwa secara simultan, faktor-faktor penyebab Variation Order pada konstruksi jalan dan jembatan untuk mengurangi klaim konstruksi yang berakhir sengketa adalah yaitu: . perubahan kuantitas, . perubahan kualitas, . perubahan desain, . perubahan program kerja, . perubahan metode kerja mempunyai pengaruh yang positif terhadap terjadinya sengketa Hal ini telah dibuktikan dari hasil uji F yang menunjukkan nilai Fhitung . > Ftabel . Artinya semua variabel yang diukur secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap terjadinya sengketa proyek. Dari analisa regresi linear berganda, dihasilkan persamaan sebagai berikut: Y = 10,214 0,71 XCA 0,24 XCC Oe 1,08 XCE Oe 0,07 XCE 0,376 XCI Faktor-faktor penyebab Variation Order Perubahan (X. Perubahan kualitas (X. Perubahan disain (X. Perubahan program kerja (X. Perubahan metode kerja (X. secara simultan mempunyai pengaruh terhadap pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan. Pengaruh positif terhadap terjadinya sengketa konstruksi itu ditunjukkan oleh faktor-faktor Perubahan kuantitas (X. Perubahan kualitas (X. dan Perubahan metode kerja (X. Hal ini menunjukkan bahwa AuJika Variation Order pada konstruksi jalan dan jembatan memiliki faktor-faktor memberikan pengaruh positif untuk mengurangi klaim yang berakhir sengketa Ay Faktor perubahan kuantitas (X. , memberikan pengaruh yang positif sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh . , . , yang menyatakan bahwa perubahan kuantitas merupakan salah satu faktor yang menyebabkan Variation Order menyebabkan klaim konstruksi yang berakhir sengketa konstruksi. Faktor perubahan kualitas (X. memberikan pengaruh positif terhadap penyebab Variation Order mengurangi klaim konstruksi yang berakhir sengketa dan didukung oleh penelitian yang dilaksanakan oleh Hardjomuljadi . kontraktor harus terikat oleh setiap perubahan, kecuali jika kontraktor segera memberitahu Enjinir . engan rincian pendukun. bahwa kontraktor tidak dapat memperoleh barang yang diperlukan untuk perubahan Setelah menerima pemberitahuan. Enjinir instruksi . Jumlah setiap item pekerjaan yang termasuk dalam kontrak berubah tetapi perubahan tersebut tidak selalu berubah, . perubahan kualitas dan aspek lain dari setiap pekerjaan Karakteristik Faktor perubahan metode kerja (X. memiliki pengaruh yang positif terhadap faktor penyebab terjadinya variation order yang menyebabkan timbulnya klaim konstruksi sesuai dengan penelitian dari Hardjomuljadi . FaktorAefaktor yang paling signifikan mempengaruhi timbulnya variation order yang dapat mengurangi klaim Semua faktor memiliki pengaruh terhadap kinerja waktu baik positif maupun negatif tetapi hanya faktor perubahan metode kerja (X. yang berpengaruh signifikan timbulnya variation order terhadap terjadinya klaim konstruksi yang berakhir sengketa proyek. Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi yang sebesar 0,02 (< 0,. dan nilai thitung sebesar 3,530 (>ttabel = 2,. Faktor perubahan metode kerja (X. terdiri dari: Perubahan sumber daya Perubahan material . Desain yang kompleks 89 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 13 Nomer 2 | [Heni-Sarwono-Mawardi_Jul. Perubahan yang disebakan kondisi KESIMPULAN Dari hasil analisis diatas maka dapat Faktor-faktor penyebab Variation Order pada konstruksi jalan dan jembatan untuk mengurangi klaim konstruksi yang berakhir sengketa adalah yaitu: . perubahan kuantitas, . perubahan kualitas, . perubahan desain, . perubahan program kerja, . perubahan metode kerja. Faktorfaktor penyebab Variation Order yaitu Perubahan kuantitas (X. Perubahan kualitas (X. Perubahan metode kerja (X. mempunyai pengaruh yang positif terhadap terjadinya sengketa proyek pada pekerjaan konstuksi jalan dan Pengaruh positif terhadap terjadinya sengketa konstruksi itu faktor-faktor Perubahan kuantitas (X. Perubahan kualitas (X. dan Perubahan metode kerja (X. Hal ini menunjukkan bahwa AuJika variation order pada pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan memiliki faktor-faktor tersebut maka akan memberikan pengaruh positif untuk mengurangi klaim yang berakhir sengketa proyekAy. Faktor perubahan kuantitas (X. , memberikan pengaruh yang positif sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Hardjomuljadi . , . , kuantitas merupakan salah satu faktor Variation Order yang menyebabkan klaim konstruksi yang berakhir Faktor perubahan kualitas (X. memberikan pengaruh positif terhadap penyebab terjadinya Variation Order yang konstruksi dan didukung oleh Hardjomuljadi . Kontraktor harus terikat oleh setiap perubahan, kecuali jika Kontraktor Enjinir yang menyatakan . engan kontraktor tidak dapat segera memperoleh Barang yang diperlukan untuk perubahan. Setelah menerima pemberitahuan ini. Enjinir harus membatalkan atau mengkonfirmasi . Perubahan kuantitas setiap item pekerjaan yang termasuk dalam kontrak . amun, perubahan tersebut tidak selalu merupakan variasi, . Perubahan kualitas dan karakteristik lain dari setiap item pekerjaan . Faktor perubahan metode kerja (X. memiliki pengaruh yang positif terhadap faktor penyebab terjadinya variation order yang menyebabkan timbulnya klaim konstruksi sesuai dengan penelitian dari Hardjomuljadi . Faktor penyebab diterbitkannya Variation Order (VO) pada pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan untuk mengurangi klaim yang berakibat sengketa adalah Perubahan metode kerja (X. Perubahan sumber daya Perubahan bahan material Desain yang kompleks Perubahan kondisi lahan Variabel perubahan metode kerja (X. memiliki pengaruh yang positif terhadap faktor penyebab terjadinya Variation Order yang mengurangi klaim konstruksi sesuai dengan penelitian dari Hardjomuljadi . Dimana variabel ini mempunyai nilai korelasi parsial terbesar = 0,467 . ,7%), thitung terbesar = 3,530 dan koefisien regresi terbesar = 0,376. DAFTAR PUSTAKA