UN | PENMAS Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri Volume 5. Number 2 . , pp. 103-114 e-ISSN 2810-000X PENMAS https://jurnal. id/index. php/un-penmas Perwujudan Kemandirian Ekonomi Desa Segoro Tambak Melalui Budidaya Udang Vanamei dengan Kolam Microbuble *Sulistyo Emantoko Dwi Putra, 1Suyanto, 2Slamet Winardi, 1Theresia Desy Askitosari, 1Jason Revaldo Wahyudi, 1Richard Meaven, 1Benedictus Kevin Indarto, 1Acacia Aileen Lianggara, 1Ruben Satria, 1Christine Natalia, 1William Wijaya Ong 1 Universitas Surabaya 2 Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya e-mail: emantoko@staff. *Coresponding Author Submit: 25 Agustus 2025. revisi: 25 November 2025, diterima: 30 November 2025 ABSTRAK Permintaan udang dunia terus meningkat, sementara Indonesia sebagai salah satu eksportir utama masih menghadapi kendala dalam mencapai target produksi akibat penurunan kualitas air tambak. Untuk menjawab tantangan ini, dilakukan program pengembangan budidaya udang vanamei pada kolam bundar dengan penerapan teknologi Microbubble Generator(MBG) di Desa Segoro Tambak. Sidoarjo. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi sosialisasi, pelatihan, pembangunan enam kolam bundar, pemasangan sistem MBG, serta pendampingan pengukuran kualitas air . H, dan salinita. dan pemeliharaan udang hingga panen. Hasil menunjukkan panen total sebesar 17,7 kg dengan nilai Feed Conversion Ratio (FCR) 1,17 yang ideal untuk budidaya komersial, meskipun survival rate (SR) 59% masih di bawah standar optimal. Hal ini membuktikan bahwa kolam bundar dengan sistem MBG mampu meningkatkan kualitas air dan mendukung keberhasilan budidaya udang pada lahan terbatas, serta berpotensi direplikasi di desa pesisir lain guna meningkatkan produktivitas dan profitabilitas secara berkelanjutan. Kata kunci: Budidaya udang. Microbubble Generator. Kolam bundar ABSTRACT Global demand for shrimp continues to increase, while Indonesia, as one of the major exporters, still faces challenges in meeting production targets due to declining pond water quality. To address this issue, a vannamei shrimp farming program using circular ponds equipped with Microbubble Generator(MBG) technology was implemented in Segoro Tambak Village. Sidoarjo. The activities included socialization, training, construction of six circular ponds, installation of the MBG system, as well as assistance in water quality monitoring . H, and salinit. and shrimp cultivation until harvest. The results showed a total yield of 17. 7 kg with a Feed Conversion Ratio (FCR) of 1. 17, which is considered ideal for commercial farming, although the survival rate (SR) of 59% was still below the optimal standard. These findings demonstrate that circular ponds with MBG technology can improve water quality and support successful shrimp farming in limited land areas, while also offering potential for replication in other coastal villages to enhance productivity and profitability sustainably. Keywords: Shrimp farming. Microbubble Generator. Circular pond 29138/un-penmas. Putra. et al. Perwujudan Kemandirian Ekonomi Desa Segoro Tambak Melalui Budidaya Udang Vanamei dengan Kolam Microbuble. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Pasar udang global tumbuh 9,2% pertahun dan pada akhir tahun 2027 diperkirakan akan mencapai 54,6 juta US$ . Indonesia adalah negara keempat terbesar eksportir udang dengan nilai 1,6 juta US$ pada tahun 2020 . Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan peningkatan produksi udang sebesar 250% dalam jangka waktu lima tahun . Peningkatan produksi udang Indonesia sepanjang 2019-2020 adalah sebesar 18,7% . Peningkatan yang konstan setiap tahun akan memberikan kenaikan produksi <100% pada tahun 2024, di bawah target produksi KKP. Hal ini menunjukan bahwa perlu dilakukan upaya lebih besar guna memenuhi target peningkatan produksi udang. Salah satu penghambat produksi udang adalah kualitas air yang dipergunakan untuk tambak yang menurun . Penurunan ini dapat terjadi karena pencemaran air tambak oleh bahan kimia, bahan organik maupun merebaknya berbagai penyakit. Pada beberapa daerah tambak yang terdapat di dekat laut seringkali mengalami banjir rob. Banjir rob merupakan penyebab signifikan kerusakan tambak di wilayah pesisir Jawa, termasuk hilangnya udang akibat overtopping kolam . Desa Segoro Tambak terletak di Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo. Jawa Timur, juga tidak terlepas dari permasalahan ini. Salah satu alternatif penyelesaian permasalah ini adalah membangun kolam bundar untuk melakukan budidaya udang secara intensif yang letaknya jauh dari bibir pantai. Budidaya udang intensif memerlukan kualitas air yang baik mengingat udang ditebar pada kepadatan tinggi. Teknologi BUMDES Langgeng Jaya saat ini adalah meratakan gelembung air menggunakan pipa paralon, untuk menjaga kuliatas air. Hasilnya, kualitas air seperti pH dan salinitas kurang baik yang menyebabkan gagal panen udang. Meskipun penebaran benur telah dilakukan sebanyak tiga siklus, hasil udang tetap tidak memenuhi harapan. Hal ini menyebabkan aktivitas kolam bundar untuk pemeliharaan udang vanamei dihentikan. Sebelum pelaksanaan kegiatan pengabdian. BUMDES Langgeng Jaya menghadapi sejumlah kendala dalam pengelolaan kolam bundar untuk budidaya udang. Sistem aerasi yang digunakan masih sederhana, yaitu hanya mengandalkan pipa paralon untuk meratakan gelembung udara, sehingga distribusi oksigen di dalam kolam tidak merata dan kualitas air sulit terjaga. Kondisi ini menyebabkan parameter penting seperti pH dan salinitas sering berada di luar batas optimal untuk pertumbuhan udang. Selain itu, tiga siklus penebaran benur sebelumnya berakhir pada kegagalan panen akibat rendahnya kualitas air dan terbatasnya pengetahuan teknis operator tambak mengenai manajemen kualitas air. Akibatnya, kolam bundar yang dimiliki BUMDES sempat tidak lagi dioperasikan karena hasil yang tidak memenuhi harapan. Situasi inilah yang menjadi dasar perlunya intervensi berupa penerapan 29138/un-penmas. Putra. et al. Perwujudan Kemandirian Ekonomi Desa Segoro Tambak Melalui Budidaya Udang Vanamei dengan Kolam Microbuble. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. teknologi microbubble dan peningkatan kapasitas teknis SDM agar budidaya dapat beroperasi kembali secara optimal. Proposal ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi microbuble pada desa Segoro Tambak untuk menyempurnakan teknologi yang ada saat ini. Microbubble Generator (MBG) merupakan peralatan yang dipergunakan untuk menghasilkan gelembung udara sampai ukuran 200 AAm. Selama pertumbuhan udang adanya lumut dan plankton yang mati, pemberian jumlah pakan berlebih akan menyebabkan penguraian bahan organik yang menyebabkan penurunan kadar oksigen yang mengganggu kualitas air. Guna meningkatkan kembali kadar oksigen, banyak tambak intensif menggunakan kincir air. Namun hal ini sulit dilakukan untuk tambak berukuran kecil. Tambak berskala kecil umumnya menghadapi keterbatasan luas serta konsumsi daya yang tinggi sehingga penggunaan aerator kincir tidak efisien dan sulit . Penggunaan MBG merupakan salah satu solusinya. Penggunaan MBG menunjukkan transfer oksigen yang lebih baik dibandingkan aerasi konvensional Teknologi microbubble terbukti meningkatkan efisiensi transfer oksigen hingga 2Ae4 kali lebih tinggi dibanding aerator konvensional. METODE Tahap awal yang dilakukan adalah sosialisasi tentang microbuble telah dilakukan dan nantinya akan diterapkan ke kolam bundar milik BUMDES Langgeng Jaya. Pelatihan untuk menghasilkan microbuble yang baik juga dilakukan. Penerapan teknologi dilakukan dengan menyedot udara menggunakan mesin akan dilewatkan pada pori-pori kecil yang terdapat di dasar kolam. Udara ini selanjutnya akan dilepasakan dari dasar kolam dan bergerak menuju permukaan kolam. Saat bergerak menuju permukaan kolam, maka ukuran buble yang hanya sekitar 200 AAm akan membuat difusi oksigen ke air kolam menjadi lebih sempurna. Hal ini akan mengurangi timbulnya patogen anaerob yang membahayakan kesehatan udang dan mencegah penurunan beberapa parameter kualitas air seperti pH dan salinitas. Pendampingan penggunaan microbuble dilakukan selama pemasangan microbuble dan evaluasi dilakukan dengan mengukur kandungan oksigen terlarut secara berkala. Pada saat pemeliharaan udang nilai kualitas air akan terus diikuti, juga pertumbuhan udang. Cara pemeriksaan kualitas air juga diajarkan kepada petugas lapangan kolam udang BUMDES Langgeng Jaya untuk menjamin keberlanjutan program. Secara lebih detil tahapan budidaya udang pada kolam bundar dengan MBG diawali dengan sosialisasi kegiatan bekerjasama dengan pihak BUMDES Langgeng Jaya. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan pemahaman bersama pentingnya kolam bundar dengan MBG bagi budidaya udang secara intensif. Langkah ini diteruskan dengan pembuatan tata letak kolam bundar pada lahan yang telah disiapkan. Tata letak 29138/un-penmas. Putra. et al. Perwujudan Kemandirian Ekonomi Desa Segoro Tambak Melalui Budidaya Udang Vanamei dengan Kolam Microbuble. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. ini dimaksudkan untuk mendapatkan aerasi maksimal agar setiap bagian kolam memiliki kualitas air yang hampir sama. Pada pelaksanaan pembuatan kolam dengan MBG, mitra berperan dalam penyediaan lahan untuk kolam microbuble. Mitra juga berperan dalam pembangunan fisik kolam antara lain pengurukan lokasi kolam bundar, pemasangan bangunan sebagai dasar kolam, pendirian kolam bundar dan pemasangan perangkat microbuble atas arahan pengabdi. Pelatihan dilakukan untuk penentuan parameter kualitas air secara harian. Parameter kuliatas air yang telah ditetapkan adalah salinitas, dan pH air. Setelahnya mitra juga melakukan pengukuran harian . atu hari akan dilakukan dua kali pengukura. untuk mendapatkan parameter kualitas air. Hasil pembangunan kolam dengan sistem microbuble termasuk kesempurnaan sistem microbuble yang dihasilkan akan dievaluasi berdasarkan pengukuran parameter kualitas air. Pada aktvitas ini juga diusulkan pengaplikasian langsung sistem microbuble yang dihasilkan dengan menebarkan benur udang. Meskipun proposal ini melakukan pengukuran keberhasilan pada awal tebar benur dengan melihat parameter air, namun demikian keahlian yang dimiliki oleh personel BUMDES Langgeng Jaya akan memastikan bahwa udang dapat dipanen sesuai target yang diinginkan. Hasil panen udang ini dapat dipergunakan sebagai modal tebar benur berikutnya. Melalui pengaturan ini diharapkan BUMDES Langgeng Jaya dapat mandiri menghasilkan udang meskipun program ini telah selesai. Pada sisi lain, karena kedekatan geografis, maka Ubaya dapat melakukan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat lain untuk terus memperkuat BUMDES Langgeng Jaya. Gambar 1. Proses Pengabdian Kolam bundar berbahan terpal dibuat di atas permukaan tanah dengan tinggi 100110 cm ini diharapkan dapat menghindarkannya dari banjir rob. Pada sisi lain, air untuk budidaya udang dapat diambil dari air tanah yang bersifat payau. Penggunaan air tanah ini juga mengurangi pencemar yang ada karena telah mengalmi filtrasi oleh tanah. Parameter dan prosedur akan terus menerus dioptimasi untuk mencapai tingkat 29138/un-penmas. Putra. et al. Perwujudan Kemandirian Ekonomi Desa Segoro Tambak Melalui Budidaya Udang Vanamei dengan Kolam Microbuble. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. survival rate dan feed convertion ratio (FCR) yang dapat mencapai nilai ekonomis. Produksi udang di Desa Segoro Tambak masih jauh dari kata optimal. Masih terjadi kegagalan panen atau produktivitas tambak yang minim sehingga menimbulkan Meningkatnya survival rate, akan memberikan hasil panen yang lebih banyak. Optimalnya nilai FCR akan meningkatkan profitabilitas karena pakan yang diberikan secara optimal dikonversikan menjadi massa udang . HASIL DAN PEMBAHASAN Pembuatan Kolam Bundar Pembuatan kolam bundar diawali dengan merancang tata letak kolam bundar dan aerator yang terdapat pada BUMDES Langgeng Jaya. Desa Segoro Tambak. Tata letak ini diperuntukan bagi aerasi yang sama kuat diantara kolam yang ada. Terdapat 6 kolam Lima kolam memiliki diameter empat meter dan satu kolam memiliki diameter tiga meter. Kolam berdiameter tiga meter direncanakan dipergunakan untuk air sediaan jika dilakukan penggantian air secara berkala pada kolam budidaya. Sementara itu, kolam berdianeter empat meter dipergunakan sebagai kolam Tata letak kolam beserta aerator dan bak kontrolnya dapat dilihat pada Gambar 2. Rancangan pengaturan letak kolam bundar Berdasarkan tata letak yang telah dibuat selanjutnya dilakukan penyiapan lahan. Penyiapan lahan diawali dengan pembersihan lahan dari semak-semak, rumput, dan pohon yang ada di lokasi pembangunan kolam. Akar pohon yang besar juga dicabut agar tidak mengganggu struktur kolam di kemudian hari. Selanjutnya, sampah yang terdapat pada lahan yang diperuntukan bagi kolam bundar juga dibersihkan. Lahan yang dipergunakan bagi keperluan kolam bundar dan infrastruktur pendukungnya berukuran 15M X 15M. Lokasi drainase, bak kontrol dan tempat peletakan blower yang dipergunakan untuk sistem microbuble juga ditentukan. Penyiapan lahan ini juga termasuk penambahan ketinggian lahan untuk mempermudah mengalirnya air buangan sisa budidaya juga pembuatan fondasi kolam bundar. 29138/un-penmas. Putra. et al. Perwujudan Kemandirian Ekonomi Desa Segoro Tambak Melalui Budidaya Udang Vanamei dengan Kolam Microbuble. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. Gambar 3. Penambahan ketinggian dan pembuatan fondasi kolam bundar Pada kompleks kolam bundar yang direncanakan, perencanaan saluran pembuangan dilakukan agar tidak terjadi genangan ketika dilakukan pengurasan kolam Penggalian dasar kolam dilakukan tidak terlalu dalam, berkisar 10 cm, namun dilengkapi dengan fondasi berupa tatakan batu bata melingkar untuk lebih menjamin kestabilan kolam. Pemasangan pipa saluran air untuk mengisi air dipasang di bagian atas kolam. Pipa outlet . dipasang di dasar kolam untuk mempermudah pengurasan kolam. Bak kontrol dipergunakan untuk menjamin bahwa saat pengurasan tidak terdapat udang yang ikut keluar dari kolam, juga dipergunakan untuk menyaring kotoran ataupun sisa pakan udang, agar tidak langsung masuk ke saluran air pembuangan warga. Gambar 4. Aerasi dan pengecekan kolam sebelum mulai penebaran benih Budidaya dilakukan pada kolam bundar dengan menebar sebanyak 2000 benur. Benur yang diterima dari penyedia, memiliki salinitas 20%, sedangkan salinitas air yang dipergunakan di desa Segorotambak adalah 11%. Hal ini mengharuskan aklimatisasi, secara perlahan dilakukan penyesuaian salinnitas air dari 20% menjadi 11% agar tidak terjadi kematian massaal pada benur . Sampai tahap akhir aklimatisasi yang berlangsung 6-8 jam, tidak terlihat benur yang mati, sehingga dilakukan pelepasan benur ke dalam kolam bundar. Sementara itu, pH air terukur sebesar 8,5 sehingga merupakan batas atas bagi persyaratan hidup udang pada rentang pH air 7,5-8,5 . 29138/un-penmas. Putra. et al. Perwujudan Kemandirian Ekonomi Desa Segoro Tambak Melalui Budidaya Udang Vanamei dengan Kolam Microbuble. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. Gambar 5. Aklimatisasi benur udang dari salinitas 20% menuju salinitas 11%. Upaya-upaya untuk menurunkan pH air dibantu dengan penambahan probiotik. Probiotik yang ditambahkan dan berkembang, akan menghasilkan asam-asam organik yang akan menurunkan pH . Sementara itu, pengambilan sampel pada siang hari juga dapat menyebabkan kadar pH yang berada pada batas atas syarat hidup udang. Pada siang hari, banyak terjadi fotosintesis, sehingga pH air cenderung meningkat karena sebagian CO2 yang memiliki efek menurunkan pH air, dipergunakan untuk fotosintesis, sehingga pH air meningkat . Gambar 6. Penebaran benur udang pada kolam bundar. Parameter kualitas air merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui sepanjang masa budidaya udang. Beberapa parameter kualitas air penting yang diikuti dalam pemeliharaan udang dengan peralatan yang terdapat di BUMDES Langgeng Jaya termasuk pengukuran pH, salinitas dan oksigen terlarut. Perubahan kuliatas air berupa paramter pH dan salinitas air dapat dilihat pada gambar 7. 29138/un-penmas. Putra. et al. Perwujudan Kemandirian Ekonomi Desa Segoro Tambak Melalui Budidaya Udang Vanamei dengan Kolam Microbuble. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. Gambar 7. Parameter kualitas air selama pemeliharaan udang berupa salinitas . dan pH . Pengukuran kualitas air dilakukan pada pagi dan sore hari. Pemanenan Udang Kolam Bundar Panen udang dari kolam bundar menjadi momen penting yang membuktikan efektivitas teknologi microbuble dan pemeriksaan rutin penyakit dalam budidaya Panen dilakukan secara secara bersama-sama anatara pihak BUMDES Langgneg Jaya. Kepala Desa Segorotambak dan tim pengabdi. Dokumentasi koordinasi panen udang ini dapat dilihat pada gambar 8. Panen ini juga memberikan bukti bahwa kolam yang terletak jauh dari pantai, masih dapat dipergunakan untuk budidaya udang. Lebih jauh, air payau yang diambil dari tanah, juga masih dapat dipergunakan untuk menumbuhkan udang sampai usia panen . Hal ini mengatasi permasalahan yang timbul karena tercemarnya air budidaya udang yang terdapat di pantai karena limbah domestik dan limbah industri yang bermuara di tepi laut. Gambar 8. Koordinasi awal panen kolam bundar Pemanenan terhadap udang dilakukan dua kali dengan tujuan pemanenan pertama adalah untuk menjarangkan populasi udang dalam kolam, sehingga udang yang tersisa memiliki pertumbuhan yang cepat. Pada pemanenan pertama didapatkan 2,2 kg udang dengan berat satu kilogram berisi 150 ekor udang. Sementara itu pemanenan kedua berhasil didapatkan 15,5 kg udang dengan berat satu kilogram berisi 55 ekor udang. Dokumentasi udang hasil pemanenan kedua dapat dilihat pada gambar 9. Berdasarkan 29138/un-penmas. Putra. et al. Perwujudan Kemandirian Ekonomi Desa Segoro Tambak Melalui Budidaya Udang Vanamei dengan Kolam Microbuble. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. data ini maka jumlah udang yang berhasil dipanen adalah 17,7 kg. Sementara itu, perhitungan pakan yang dipergunakan untuk menumbuhkan udang sampai panen adalah sebesar 20,8 kg. Maka nilai Feed Conversion Ratio (FCR) adalah sebesar 1,17. Nilai FCR ini adalah nilai ideal untuk tambak udang menurut . Hal ini juga menunjukkan bahwa sistem dan pengaturan yang dipergunakan telah memenuhi persyaratan tambak komersial. Gambar 9. Ukuran udang yang dipanen . dan suasana penimbangan udang yang dipanen . Lebih jauh, jumlah udang yang dipanen secara parsial adalah 330 ekor udang. Sementara itu jumlah udang yang dipanen saat panen total adalah 852 ekor udang. Jumlah benur udang yang ditebar aalah 2000 ekor udang. Hal ini menunjukkan bahwa survival rate (SR) adalah sebesar 59%. Angka SR ini lebih rendah dibandingkan anga SR ideal untuk sebuah tambak udang yang berada pada kisaran 80-90% menurut artikel pada tautan . Guna mencapai angka SR yang ideal, maka pada siklus tebar benur selanjutnya pada pengabdian ini direncanakan panen parsial dilakukan sebanyak 2-3X sebelum panen total. Jumlah benur udang akan dikurangi dari 2000 ekor menjadi 1500 Jumlah penebaran benur dan waktu panen parsial yang tepat akan mecegah udang menjadi sangat padat pada suatu waktu tertentu, sehingga akan mengurangi tingkat Hasil panen juga mencerminkan potensi besar yang ditawarkan oleh kolam bundar untuk tetap bisa melakukan pertambakan udang bagi masayarakat desa Segorotambak. Kolam bundar yang berdiameter 4 meter telah dapat dipergunakan sebagai tambak udang menunjukan meskipun terdapat lahan sempit, pertambakan udang masih bisa Hal ini berbeda dengan tambak komersial dengan ukuran ideal 50 meter X 50 meter. Teknologi yang diterapkan pada kolam bundar ini, diharapkan dapat dicontoh juga oleh desa-desa yang lain dan membangkitkan potensi pemasukan tambahan dengan memberikan pelatihan budidaya udang kolam bundar oleh BUMDES Langgeng Jaya. Efektivitas membandingkan kondisi mitra sebelum dan sesudah pelaksanaan pengabdian. Analisis ini mencakup aspek infrastruktur, kualitas air, kapasitas sumber daya manusia, serta hasil budidaya. Tabel 1 menyajikan perubahan yang terjadi secara sistematis dan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada berbagai aspek operasional budidaya udang setelah penerapan teknologi Microbubble Generator (MBG). 29138/un-penmas. Putra. et al. Perwujudan Kemandirian Ekonomi Desa Segoro Tambak Melalui Budidaya Udang Vanamei dengan Kolam Microbuble. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. Tabel 1. Perbandingan Kondisi Mitra Sebelum dan Setelah Pelaksanaan Pengandian Aspek Sebelum Pengabdian Setelah Pengabdian Kolam bundar sudah ada tetapi Kolam bundar diperbaiki, diberi tidak berfungsi optimal. Kondisi Kolam / tata letak aerasi baru, dilengkapi beberapa kali gagal panen. Infrastruktur Microbubble Generator (MBG) Sistem aerasi hanya dengan instalasi yang benar. menggunakan pipa paralon. pH dan salinitas tidak stabil. Kualitas air meningkat. DO stabil, sering berada di luar batas pH dan salinitas terpantau lebih Kualitas Air Tambak kurang oksigen, sering baik melalui monitoring rutin terjadi penurunan kualitas air. yang diajarkan. Pengetahuan Mitra Memahami konsep MBG, cara Tidak mengenal teknologi kerja, manfaat, dan dapat MBG. hanya menggunakan Mikrogelembung / mengoperasikan peralatan MBG aerasi konvensional. Aerasi dengan benar. Diajarkan mengukur pH. DO, dan Kemampuan Tidak melakukan pengukuran salinitas dua kali sehari. Monitoring Kualitas alat dan keterampilan dapat melakukan monitoring Air Udang berhasil dipanen total Pernah 3 kali gagal panen 17,7 kg dengan FCR ideal 1,17. Produktivitas meskipun sudah melakukan survival rate mencapai 59% dan Budidaya Udang tebar benur. kolam sempat diharapkan meningkat pada dihentikan operasionalnya. siklus berikutnya. Mampu melakukan aklimatisasi Minim pengetahuan mengenai salinitas, mengikuti standar pH. Pemahaman tentang aklimatisasi benur, manajemen dan memahami strategi panen Manajemen Budidaya pakan, dan pentingnya kualitas parsial untuk meningkatkan survival rate. Kolam dapat digunakan kembali Kolam bundar tidak digunakan Keberlanjutan secara mandiri. teknologi MBG akibat beberapa kegagalan Operasional berpotensi dipakai untuk sikluspanen. siklus selanjutnya. SIMPULAN Program pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Segoro Tambak menunjukkan bahwa penerapan teknologi Microbubble Generator (MBG) mampu memberikan solusi terhadap permasalahan awal mitra, yaitu kualitas air yang tidak stabil, rendahnya efektivitas aerasi, dan serangkaian kegagalan panen yang sebelumnya menyebabkan kolam bundar BUMDES Langgeng Jaya berhenti beroperasi. Melalui pembangunan ulang kolam bundar, instalasi MBG, serta peningkatan kapasitas mitra dalam memantau kualitas air, kegiatan ini berhasil mengembalikan fungsi kolam dan menghasilkan panen udang dengan nilai Feed Conversion Ratio (FCR) ideal sebesar 1,17. Walaupun survival rate (SR) masih berada pada angka 59%, hasil ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dibanding kondisi sebelum pengabdian dan memberikan dasar kuat bagi keberlanjutan budidaya. Dengan optimalisasi padat tebar dan strategi panen parsial 29138/un-penmas. Putra. et al. Perwujudan Kemandirian Ekonomi Desa Segoro Tambak Melalui Budidaya Udang Vanamei dengan Kolam Microbuble. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. pada siklus berikutnya, teknologi MBG berpotensi lebih meningkatkan produktivitas dan profitabilitas mitra, serta dapat direplikasi oleh desa lain sebagai model budidaya udang di lahan sempit dan jauh dari pantai. DAFTAR REFERENSI LLP. AuShrimp Market to Reach $54. 6 Bn. Globally, by 2027 at 9. 2% CAGR: Allied Market Research,Ay GlobeNewswire News Room. Accessed: Aug. 25, 2025. [Onlin. Available: https://w. com/newsrelease/2021/06/24/2252700/0/en/Shrimp-Market-to-Reach-54-6-Bn-Globally-by2027-at-9-2-CAGR-Allied-Market-Research. AuEkspor Udang Indonesia Naik Di Tahun 2020. Empat Negara Pesaing Utama Turun. Bagaimana Ambil Momentum ? ? | Pusaran-Kp Foundation - Indonesia. Ay Accessed: Aug. [Onlin. Available: https://pusarankp. org/2021/06/23/ekspor-udang-indonesia-naik-di-tahun-2020empat-negara-pesaing-utama-turun-bagaimana-ambil-momentum/ . AuKejar Target Produksi 2 Juta Ton Udang. KKP Kembangkan Induk Unggul Vaname | tempo. co,Ay Tempo. Accessed: Aug. 25, 2025. [Onlin. Available: https://w. co/ekonomi/kejar-target-produksi-2-juta-ton-udang-kkpkembangkan-induk-unggul-vaname-265185 . Halim. Krisnawati, and A. Fauziah. AuDinamika Kualitas Air Pada Pembesaran Udang Vannamei (Litopenaeus vanname. Secara Intensif Di PT. Andulang Shrimp Farm Desa Andulang Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep Jawa Timur,Ay Chanos Chanos, vol. 19, no. Art. Dec. 2021, doi: 15578/chanos. Boby Rahman. AuThe Tidal Flooding Causes In The North Coast Of Central Java: A Systemic Literature Review,Ay Journal of Southwest Jiaotong University, 56, no. 6, 2021. Accessed: Nov. 30, 2025. [Onlin. Available: https://jsju. org/index. php/journal/article/view/1090 . Boyd and A. McNevin. AuAerator energy use in shrimp farming and means for improvement,Ay Journal of the World Aquaculture Society, vol. 52, no. 1, pp. 6Ae 29, 2021, doi: 10. 1111/jwas. Sakr. Maraqa, and M. Mohamed. AuA comparative bench scale study of oxygen transfer dynamics using micro-nano bubbles and conventional aeration in water treatment systems,Ay Heliyon, vol. 11, no. 4, p. Jan. doi: 10. 1016/j. AuEffect of Fine-Pore Aeration Tube Layout on Dissolved Oxygen Distribution and Aeration Performance in Large-Scale Pond. Ay Accessed: Aug. 25, 2025. [Onlin. Available: https://w. com/20734441/16/19/2763?utm_source=chatgpt. AuA case for better shrimp nutrition - Responsible Seafood Advocate,Ay Global Seafood Alliance. Accessed: Aug. 25, 2025. [Onlin. Available: https://w. org/advocate/a-case-for-better-shrimp-nutrition/ . Nurhidayah. AuTa : Penerapan Metode Aklimasi Bertingkat (Gradual Acclimatio. Dalam Proses Penebaran Benur Udang Vaname (Litopenaeus vanname. Pada Tambak Bersalinitas Rendah,Ay diploma. Politeknik Negeri Lampung, 2021. Accessed: Aug. [Onlin. Available: https://repository. id/2067/ 29138/un-penmas. Putra. et al. Perwujudan Kemandirian Ekonomi Desa Segoro Tambak Melalui Budidaya Udang Vanamei dengan Kolam Microbuble. Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk Negeri (UN PENMAS). Vol. No. AuWater Quality Management in L Vannamei Shrimp Culture,Ay Skretting. Accessed: Aug. 25, 2025. [Onlin. Available: https://w. com/en-in/blogs/waterquality-management-shrimp-farming/ . Rahayu et al. AuProbiotics application in aquaculture: its potential effects, current status in China and future prospects,Ay Front. Mar. Sci. , vol. Sep. 2024, doi: 3389/fmars. Supriatna. Mahmudi. Musa, and Kusriani. AuModel pH Dan Hubungannya Dengan Parameter Kualitas Air Pada Tambak Intensif Udang Vaname (Litopenaeus vanname. di BANYUWANGI JAWA TIMUR,Ay JFMR (Journal of Fisheries and Marine Researc. , vol. 4, no. 3, pp. 368Ae374. Nov. 2020, doi: 21776/ub. Yadav. Basu, and S. Malakondaiah. AuShrimp Aquaculture in Inland Saline Waters of Haryana: A Step towards Sustainable Aquafarming,Ay Uttar Pradesh Journal Of Zoology, vol. 45, no. 17, pp. 265Ae282. Aug. 2024, doi: 56557/upjoz/2024/v45i174370. Zulfikar. AuFCR Udang Vaname: Pengertian dan Cara Menghitungnya | JALA Blog,Ay Jala Tech. Accessed: Aug. 25, 2025. [Onlin. Available: https://jala. tech/id/blog/tips-budidaya/berapa-fcr-anda . Krisandini. AuApa yang Memengaruhi SR Udang Vaname? Cari Tahu di Sini! | JALA Blog,Ay Jala Tech. Accessed: Aug. 25, 2025. [Onlin. Available: https://jala. tech/id/blog/tips-budidaya/survival-rate-produktivitas-budidaya-udang 29138/un-penmas.