JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Penerapan Konsep Deming Sebagai Upaya Pengembangan Mutu Pendidikan Di MA Darussalam Jember Nurul Iflahaa. Sudarsonob a Manajemen Pendidikan Islam, nvrulifl4h4@gmail. STIS Miftahul Ulum Lumajang b Manajemen Pendidikan Islam, sudarsonoalhas52@gmail. STAI Denpasar Bali ABSTRACT The quality of education is the suitability between the needs of interested parties or both internal . tudents, teachers, headmaster and other education persone. and external stakeholders . rospective students, parents, society, government, businessman and compan. that services provided by education administrators. The focus of this research is to describe the application of the DemingAos concept as an effort to devfelop educational quality at MA Darussalam Jember. The research method used descriptive qualitative and this type of research is empirical. The research results are MA Darussalam uses DemingAos 14 methods in developing the quality of education. But there is a poin that not accordance with the DemingAos concept, it is end the practice of valuing business at a price. Keywords: DemingAos Concept. Quality of Education. ABSTRAK Mutu Pendidikan merupakan kesesuaian antara kebutuhan pihak yang berkepentingan atau stakeholders baik internal . eserta didik, pendidik, kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainny. maupun eksternal . alon peserta didik, orang tua, masyarakat, pemerintah, dunia usaha dan industr. , dengan layanan yang diberikan oleh pengelola pendidikan. Fokus dalam penelitian adalah mendeskripsikan penerapan konsep deming dalam pengembangan mutu pendidikan di MA Darussalam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskripti dengan jenis penelitian empiris. Hasil penelitian yakni dalam mengembangkan mutu pendidikan. MA Darussalam menggunakan metode atau cara konsep Deming yang berjumlah 14 poin akan tetapi ada satu poin yang tidak sesuai dengan konsep Deming yaitu akhiri praktek menghargai bisnis dengan harga. Kata Kunci: Konsep Deming. Mutu Pendidikan. PENDAHULUAN Mutu Pendidikan merupakan kesesuaian antara kebutuhan pihak yang berkepentingan atau stakeholders baik internal . eserta didik, pendidik, kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainny. maupun eksternal . alon peserta didik, orang tua, masyarakat, pemerintah, dunia usaha dan industr. , dengan layanan yang diberikan oleh pengelola pendidikan1. Pada faktanya, banyak problematika yang dihadapi lembaga pendidikan. mulai dari problem manajemen, problem kepemimpinan, sumber daya manusia, finansial, dan problem kelembagaan. Peningkatan mutu lembaga pendidikan perlu terus diupayakan dengan mengedepankan teori-teori analisis mutu dan penerapannya dalam setiap proses manajerial. Aspek mutu akan memberi manfaat bagi dunia pendidikan setidaknya karena peningkatan mutu merupakan tanggung jawab lembaga pendidikan untuk memberikan layanan pada peserta didik. Selain itu, untuk menjamin mutu lulusannya dapat diterima di masyarakat dan dunia kerja. Permasalahan mutu selalu berimplikasi pada nilai jual suatu lembaga pendidikan. Prestasi dan prestise lembaga menjadi sangat bergantung pada kualitas pembelajaran, sarana dan prasarana, fasilitas pendukung, guru dan siswa, serta hasil pembelajaran. Semakin bermutu lulusan yang dihasilkan maka nilai jual dan ketertarikan untuk masuk ke lembaga pendidikan tersebut semakin meningkat. Sebaliknya 1 Ridwan Abdullah Sani, dkk. Penjaminan Mutu Sekolah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , h. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index jika mutu rendah mengakibatkan mutu lulusan rendah juga ikut berdampak pada rendahnya minat dan daya serap masuk ke lembaga pendidikan. Inilah yang menjadikan mutu pendidikan sangat penting bagi sebuah lembaga pendidikan2. Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya pada satu aspek saja, tetapi mencakup segala aspek yang berhubungan dengan proses pendidikan mulai dari masukan . , proses dan keluaran . Salah satu tolak ukur peningkatan tersebut ada pada perbaikan aspek manajemen yang baik. Apabila manajemen sudah diterapkan dengan baik maka institusi apapun termasuk institusi pendidikan akan mampu menghasilkan kinerja dan hasil karya yang bermutu. Ukuran mutu pendidikan ini menjadi sangat penting dalam menjamin kepuasan pelanggan atau konsumen untuk selalu konsisten dalam menggunakan produk atau jasa dari sebuah perusahaan atau institusi pendidikan. TINJAUAN PUSTAKA Mutu Pendidikan Dalam konteks pendidikan, pengertian mutu mencakup input, proses dan output pendidikan 3. Menurut Rusman, antara proses dan hasil pendidikan yang bermutu saling berhubungan. Akan tetapi, agar proses yang baik itu tidak salah arah, maka mutu dalam dalam artian hasil . harus dirumuskan lebih dahulu oleh sekolah, dan harus jelas target yang akan dicapai setiap tahun atau kurun waktu lainnya 4. Mutu pendidikan terdiri dari kata mutu dan pendidikan. Mutu dalam bahasa arab hasan, artinya AubaikAy5, dalam bahasa Inggris AuqualityAy artinya Aumutu, kualitasAy6. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia AuMutu adalah . , baik buruk suatu benda. taraf atau derajat . epandaian, kecerdasan, dan sebagainy. Ay 7. Secara istilah mutu adalah AuKualitas memenuhi atau melebihi harapan pelangganAy8. Dengan demikian mutu adalah tingkat kualitas yang telah memenuhi atau bahkan dapat melebihi dari yang diharapkan. Dalam definisi konvensional, mutu diartikan sebagai gambaran karakteristik langsung dari suatu produk, seperti performa . , keandalan . , mudah dalam penggunaan . asy to us. , maupun estetis . Sementara dalam definisi strategis, mutu diartikan sebagai segala sesuatu yang mampu memenuhi keinginan, kebutuhan, dan kepuasan pelanggan . eeting the neds of custumer. Hal ini sesui dengan pendapat Sallis yang mengatakan bahwa mutu merupakan derajat kepuasan luar biasa yang di terima oleh pelanggan . sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya10. Menurut Oemar Hamalik. Pengertian mutu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu segi normatif dan segi deskriptif. Dalam artian normatif, mutu ditentukan berdasarkan pertimbangan . intrinsik dan ekstrinsik. Berdasarkan kriteria instrisik, mutu pendidikan merupakan produk pendidikan yakni manusia yang terdidik sesuai dengan standar ideal. Mutu adalah kemampuan . yang dimiliki oleh suatu produk atau jasa . yang dapat memenuhi kebutuhan atau harapan, kepuasan . yang dalam pendidikan Mardan umar dan Feiby Ismail. Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Islam (Tinjauan Konsep Mutu Edward Deming dan Joseph Jura. Jurnal Pendidikan Islam IqroAo. Arcaro,S Joremo. Pendidikan Berbasis Mutu. Prinsip-Prinsip Perumusan dan Tata Langkah Penerapan,( Jakarta: Riene Cipta,2. , h. Rusman. Manajemen Kurikulum,( Jakarta: Raja Wali Pers,2. , h. Mahmud Yunus. Kamus Arab Indonesia, (Bandung: Al-MaAoarif,2. , h. John M. Echolis. Hasan Shadily. Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta: Gramedia, 2. , h. Poerwadarminta. Kamus Umum Bahasa Indonesia,( Jakarta: Balai Pustaka,2. , h. Nasution. Manajemen Mutu Terpadu,(Jakarta: Ghalia Indonesia, 2. ovan Ardy Wiyani. Pendidikan Karakter Berbasis Total Quality Management:Konsep dan Aplikasi di Sekolah,( Yogyakarta: Ar-Ruzz Media,2. , h. dward Sallis. Total Quality Management in Education. Model. Teknik dan Implementasinya (Edisi Bar. ,( Yogyakata: IRCiSoD, 2. ,h. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index dikelompokkan menjadi dua, yaitu internal customer dan eksternal. Internal customer yaitu siswa atau mahasiswa sebagai pembelajar dan eksternal customer yaitu masyarakat dan dunia industri. Mutu tidak berdiri sendiri artinya banyak faktor untuk mencapainya dan untuk memelihara mutu11. Pengertian mutu pada konteks pendidikan mengacu pada masukan, proses, keluaran, dan dampaknya. Mutu masukan dapat dilihat dari berbagai sisi. Pertama, kondisi baik atau tidaknya masukan sumber daya manusia seperti kepala sekolah, guru, staf tata usaha dan siswa. Kedua, memenuhi atau tidaknya kriteria masukan material berupa alat peraga, buku-buku kurikulum, sarana dan prasarana sekolah. Ketiga, memenuhi atau tidaknya kriteria masukan yang berupa perangkat lunak, seperti peraturan struktur organisasi, deskripsi kerja, dan struktur organisasi. Keempat, mutu masukan yang bersifat harapan dan kebutuhan, seperti visi, motivasi, ketekunan dan cita-cita12. Menurut Mujamil mutu pendidian adalah AuKemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkinAy13. Mutu pendidikan yang dimaksud adalah kemampuan dimana lembaga pendidikan dalam mendayagunakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin. Hal ini sesuai pendapat Rivai dalam Rahmad Syah Putra, dkk. , bahwa manajemen mutu didefinisikan sebagai pendekatan sistem pada manajemen yang bertujuan secara terus menerus meningkatkan nilai pada pelanggan dengan merancang secara terus menerus memperbaiki proses sistem 14. Berdasarkan beberapa pendapat dapat disimpulkan mutu pendidikan adalah kualitas atau ukuran baik atau buruk proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia untuk mendekatkan diri kepada Tuhan melalui upaya bimbingan pengajaran dan Mutu di bidang pendidikan meliputi mutu input, proses, output atau outcome. Mutu input ialah mutu yang nampak dari berbagai masukan untuk terjadinya proses pembelajaran yang meliputi, kurikulum, fasilitas, siswa dan berbagai hal lain yang berkontribusi terhadap proses pembelajaran. Sedangkan mutu proses adalah kebermutuan yang dilihat dari sejauh mana peserta didik merasa nyaman dengan layanan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan berbagai sumber daya yang dimiliki sekolah. Sementara mutu hasil ialah kebermutuan hasil pendidikan yang dirasakan utamanya oleh peserta didik sebagai wujud nyata dari proses pembelajaran. input pendidikan dinyatakan bermutu jika siap berproses. Proses pendidikan bermutu apabila mampu menciptakan suasana Pembelajaran yang Aktif. Kreatif, dan Menyenangkan (PAKEM). Output atau Outcome dikatakan bermutu apabila dapat memuaskan keinginan maupun kebutuhan peserta didik dan orang tua peserta didik. Upaya dalam peningkatan mutu pendidikan merupakan isu yang terus menerus akan menjadi perbincangan dalam pengelolan/ manajemen pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan merupakan usaha yang harus diupayakan dengan terus menerus agar harapan untuk pendidikan yang berkualitas dan relevan dapat tercapai. Nanang Fatah. Sistem Penjamin Mutu Pendidikan, (Bandung: PT. RemajaRosdakarya, 2. Sudarwan Danim. Visi Baru Manajemen Sekolah Dari Unit Birokrasi Ke Lembaga Akademik, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2. , h. Muzamil Qomar. Manajemen Pendidikan Islam: Strategi Baru Pengelolaan Lembaga Pendidikan Islam,(Jakarta: Erlangga, 2. , h. Rahmad Syah Putra, dkk. AuStrategi Peningkatan Mutu Pendidikan pada SMA Negeri 3 Meulaboh Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh BaratAy. Jurnal Magister Administrasi Pendidikan. Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Volume 5. No. Agustus 2017, hlm. Sani, dkk. Penjaminan Mutu Sekolah, (Jakarta: Bumi Aksara,2. , h. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Pendidikan yang berkualitas merupakan harapan dan tuntutan seluruh stakeholder pendidikan. Semua orang tentunya akan lebih suka menuntut ilmu pada lembaga yang memiliki mutu yang baik. Atas dasar ini maka sekolah/lembaga pendidikan harus dapat memberikan pelayanan dan mutu yang baik agar tidak ditinggalkan dan mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya. Konsep Deming Dalam Mengembangkan Mutu Pendidikan Konsep mutu Deming muncul berawal dari keprihatinannya terhadap kegagalan manajemen Amerika dalam merencakan masa depan dan meramalkan persoalan yang belum muncul. Deming melihat bahwa masalah mutu terletak pada masalah manajemen. Ada 14 konsep Deming yang mengkombinasikan konsep tersebut mulai dari wawasan psikologi sampai pada kendala-kendala dalam mengadopsi kultur mutu. Pendekatan mencegah lebih baik daripada mengobati, merupakan kontribusi unik Deming dalam memahami berbagai cara menjamin pengembangan mutu. Pengembangan mutu dengan cara Deming awalnya memang untuk pengembangan perusahaan yang terjadi kala itu, tetapi seiring perkembangan ilmu pengetahuan cara ini juga dapat diterapkan dalam pengembangan mutu dalam dunia pendidikan. Adapun 14 poin konsep Deming dalam pengembangan mutu adalah16: Ciptakan tujuan yang mantap demi perbaikan produk dan jasa. Sekolah harus membimbing siswa agar mereka mempunyai tujuan yang jelas kedepannya, bukan hanya menjadikan siswa menjadi lulusan tepintar saja tapi juga menjadi siswa yang berguna dan memiliki tujuan di lingkup masyarakat. Adopsi falsafah baru. Sekolah megadopsi sistem sistem pembelajaran yang baru untuk diberikan kepada siswa karena siswa berhak mendapatkan pembelajaran yang terbaik, sekolah juga harus mampu menerima timbal balik dari siswa jangan hanya berfikir sekolah yang hanya punya wewenang. Hindari ketergantungan inspeksi massa untuk mencapai mutu. Adanya evaluasi yang dilakukan sekolah secara terus menerus, sekolah bukan hanya melaksanakan evaluasi diakhir disaat setelah dilakukannya ujian akhir namun juga evaluasi saat proses pembelajaran masih Akhiri praktek menghargai bisnis dengan harga. Masih banyak sekolah di Indonesia terutama di lokasi daerah yang kecil yang menerima siswa sebanyak Mungkin karena factor kurangnya sekolah yang tersedia maka orang tua tidak punya pilihan selain memilih sekolah tersebut. Akan tetapi masih ada faktor lain juga seperti pemikiran jika menerima siswa banyak mungkin sekolah akan lebih menghemat biaya dan biaya yang masuk juga mungkin berguna untuk pengembangan sekolah, namun sekolah juga harus berfikir dengan penambahannya siswa maka makin besar pula perbandingan guru dan murid dan memungkinkan kedepannya akan mempengaruhi proses belajar mengajar dan tentunya mempengaruhi mutu pendidikan sekolah tersebut. Tingkatkan dengan secara konstan sistem produksi dan jasa untuk meningkatkan mutu dan Sitem produksi dalam sekolah merupakan sistem pembelajaran sedangkan jasa adalah gurunya, untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dan membentuk siswa menjadi siswa unggul maka perlu pembenahan dan pemikiran stratejik dari sekolah maupun guru agar terjadi proses belajar mengajar yang Lembagakan pelatihan kerja. Di jaman modern ini banyak hampir semua siswa sudah sangat ahli dengan teknologi dan sebaliknya tidak sedikit guru yang kurang memahami teknologi, maka dari itu Pelatihan tenaga kerja perlu dilakukan Theresia Kristiaty. AuPenerapan Mutu Terpadu Cara DemingAy. Jurnal Pendidikan Penabur No 4 Juli 2005, h. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index agar semua staff sekolah memiliki skill dan pemahaman yang sama agar proses kegiatan belajar mengajar nyaman dilakukan. Lembagakan kepemimpinan. Kepemimpinan dalam bahasa inggris disebut Leadership, dalam terminology yang dikemukakan oleh Marifield dan Hamzah. Kepemimpinan adalah menyangkut dalam menstimulasi, memobilisasi, mengarahkan, mengkoordinasi motif-motif dan kesetiaan orang-orang yang terlibat dalam usaha bersama satu orang atau kelompok dengan maksud mencapai suatu tujuan yang dinginkan bersama. Sedangkan pemimpin adalah seseorang atau sekelompok orang seperti kepala, komandan, ketua dan sebagainya. Secara umum, pada dasarnya terdapat delapan kunci tugas pimpinan untuk melaksanakan komitmen perbaikan kualitas terus menerus, yaitu: Menetapkan suatu dewan kualitas Menetapkan kebijaksanaan kualitas Menetapkan dan menyebarluaskan sasaran kualitas Memberikan dan menyiapkan sumber-sumber daya Memberikan dan menyiapkan pendidikan dan pelatihan yang berorientasi pada pemecahan masalah Menetapkan tim perbaikan kualitas yang bertanggungjawab pada manajemen puncak untuk menyelesaikan masalah-masalah kualitas kronis Merangsang perbaikan kualitas terus menerus Memberikan pengakuan dan penghargaan atas prestasi dalam perbaikan kualitas terus-menerus Sementara itu, bagi kalangan follower/pengikut/bawahan seperti guru, karyawan dan lain-lain, perlu memperhatikan ketentuan berikut: Mendukung program-program pimpinan yang baik dan benar Memiliki kebutuhan berprestasi Klarifikasi kemampuan, wewenang dan peran Memiliki organisasi kerja Kemampuan bekerja sama Kecukupan sumber daya . Memiliki koordinasi eksternal Hilangkan rasa takut agar setiap orang dapat bekerja secara efektif. Dalam proses peningkatan mutu pendidikan perlu dilakukannya timbal balik antara seluruh masyarakat sekolah satu dengan yang lain, murid bertanya kepada guru, guru dan staf sekolah melapor masalah serta menyatakan pendapat kepada pimpinan, jika hal hal tersebut dilakukan tanpa adanya rasa takut maka akan menghasilkan kinerja yang maksimal. Uraikan kendala-kendala antar departemen. Sama halnya jika departemen penjualan dalam perusahaan mengalami kendala maka terhambatnya proses peningkatan kualitas produk, sama seperti sekolah jika dalam departemen kesiswaan atu departemen kurikulum mengalami kendala maka proses peningkatan mutu pendidikan akan terhambat, karena untuk meningkatakan kualitas diperlukannya kerja sama setiap anggota staff dari berbagai macam departemen. Hapuskan slogan, desakan dan target serta tingkatkan produktifitas tanpa menambah beban kerja. Dalam sekolah jika mengoarngoarkan slogan sekolah bersih tanpa sampah namun tidak ada penanggulangannya atau minim tindakan tanggung jawab atas slogan tersebut maka slogan slogan hanyalah hal tidak penting dan tidak mempengaruhi peningkatan mutu pendidikan. Sama halnya desakan dan target, jika sekolah ingin menerapkan standar internasional namun kurangnya skill dan pengetahuan staff sekolah maka desakan dan target tersebut hanyalah menghambat peningkatan mutu pendidikan. JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Hapuskan standar kerja yang mengunakan quota numerik. Mutu tidak dapat diukur dengan hanya mengkonsentrasikan pada hasil proses. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, jika sekolah melakukan pekerjaan yang hanya mengejar nilai kuantitatif sering menyebabkan terjadinya pengurangan mutu pendidikan itu sendiri. Hilangkan kendala-kendala yang merampas kebanggaan karyawan atas keahliannya. Kebanggaan diri atas hasil kerja yang dicapai perlu dimiliki oleh guru dan siswa. Adanya kebanggaan dalam diri membuat guru dan siswa bertanggungjawab atas tugas dan kewajiban yang disandangnya sehingga mereka dapat menjaga mutu. Namun Deming juga bersikeras menentang sitem penilaian yang berujung pada kompetisi, jika guru atau siswa hanya berfikir untuk mendapatkan penilaian yang baik maka akan terjadi kompetisi dan hanya berakhir dengn merusak kerjasama tim dalam meningkatkan mutu. Lembagakan aneka program pendidikan yang meningkatkan semangat dan peningkatan kualitas kerja. Perlunya sekolah membuat program pendidikan yang menarik yang mampu meningkatkan minat dan semangat staff sekolah, karena dengan adanya staff sekolah yang bersemangat dan berpendidikan baik yang akan meningkatkan mutu pendidikan. Tempatkan setiap orang dalam tim kerja agar dapat melakukan transformasi. Transformasi merupakan tugas penting dalam sebuah manajemen dan juga tugas bagi setiap orang dalam sebuah manajemen untuk mencapai kultur mutu yang lebih baik. METODOLOGI PENELITIAN Lokasi penelitian yang diambil peneliti yaitu di MA Darussalam Jember yang terletak di Desa Yosorati Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian empiris yakni peneliti terjun langsung ke lapangan untuk memperoleh data. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yakni mendeskripsikan fokus penelitian yaitu penerapan konsep deming dalam pengembangan mutu Madrasah Aliyah Darussalam Jember. Dalam penentuan informan peneliti menggunakan teknik purposive sampling yaitu informan yang diwawancarai memahami fokus penelitian yang dimaksud peneliti. Key informan dalam penelitian ini yaitu kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru. Operator madrasah, siswa serta masyarakat sekitar. Untuk mendapatkan data, peneliti menggunakan teknik pengambilan data yaitu: observasi dengan cara terjun langsung ke lokasi penelitian, mengamati hal-hal yang berkaitan dengan fokus penelitian. Wawancara dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang telah dirancang sebelumnya oleh peneliti dan dokumentasi dengan meminta dokumen yang perlu untuk mendukung terjawabnya fokus penelitian. Metode analisis data yang digunakan peneliti menggunakan tahapan-tahapan yang pertama, mereduksi data, menyajikan data, verifikasi data dan kesimpulan akhir. HASIL DAN PEMBAHASAN Lembaga pendidikan merupakan lembaga yang dapat mewujudkan cita-cita peserta didik dan tempat orang tua menaruh harapan untuk dapat mendidik anak-anaknya agar menjadi orang yang pintar, terampil dan berakhlak mulia. Dan untuk mencapai harapan tersebut diperlukan sistem kerja yang baik dalam menjalankan proses pendidikan. Untuk menjalan proses pendidikan yang baik dan optimal, maka sangat diperlukan sistem manajemen yang baik pula. MA Darussalam merupakan salah satu madrasah di Sumberbaru Jember dibawah naungan Kemenag. Madrasah ini berdiri pada tahun 2018, umur lembaga pendidikan yang menurut peneliti tergolong muda karena masih beberapa kali meluluskan siswanya. Struktur organisasi di madrasah ini dipimpin oleh Kepala JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index Madrasah dan wakil kepala bidang kurikulum, wakil kepala bidang kesiswaan serta beberapa guru Penerapan manajemen yang dilakukan di MA Darussalam yaitu memfungsikan bagian-bagian yang sudah diatur dalam struktur organisasi. Kepala sekolah mengoreksi dan mengevaluasi proses pembelajaran serta program-program tambahan yang telah direncanakan, wakil kepala bidang kurikulum bertanggung jawab atar terlaksananya proses pembelajaran di setiap semester serta merancang kurikulum bersama kepala madrasah serta tenagakependidikan yang ditunjuk yakni Operator Madrasah, sedangkan guru-guru melaksanakan pengajaran sesuai jadwal yang telah diatur oleh bagian kurikulum. Setiap lembaga pendidikan tentunya ingin menjadi lembaga pendidikan yang bermutu. Secara istilah mutu adalah AuKualitas memenuhi atau melebihi harapan pelangganAy. Sedangkan yang dimaksud mutu pendidikan adalah kesesuaian antara kebutuhan pihak yang berkepentingan atau stakeholders baik internal . eserta didik, pendidik, kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainny. maupun eksternal . alon peserta didik, orang tua, masyarakat, pemerintah, dunia usaha dan industr. , dengan layanan yang diberikan oleh pengelola pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya pada satu aspek saja, tetapi mencakup segala aspek yang berhubungan dengan proses pendidikan mulai dari masukan . , proses dan keluaran . Salah satu tolak ukur peningkatan tersebut ada pada perbaikan aspek manajemen yang baik. Apabila manajemen sudah diterapkan dengan baik maka institusi apapun termasuk institusi pendidikan akan mampu menghasilkan kinerja dan hasil karya yang bermutu. Manajemen peningkatan mutu sekolah adalah suatu metode peningkatan mutu yang bertumpu pada sekolah itu sendiri, mengaplikasikan sekumpulan teknik yang didasarkan pada terpenuhinya data kuantitatif dan kualitatif. Dan pemberdayaan semua komponen sekolah sangat perlu dilakukan, dalam rangka untuk kesinambungan dalam peningkatan kapasitas dan kemampuan sekolah untuk memenuhi kebutuhan siswa dan masyarakat sekitar. Banyak metode yang dapat diterapkan untuk meningkatkan manajemen mutu sekolah/pendidikan, seiring dengan munculnya banyak tokoh yang menggagas tentang mutu atau kualitas yang awalnya diterapkan pada perusahaan tetapi dapat juga diterapkan pada lembaga pendidikan. Pelaksanaan pendidikan yang diterapkan di MA Darussalam, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh kepala madrasah yaitu mengedepankan pada pengembangan mutu madrasah. Hal ini bertujuan agar MA Darussalam yang berlokasi di pedesaan serta berstatus swasta, bukan lembaga pendidikan Negeri memiliki pandangan yang baik oleh masyarakat serta memiliki program unggulan yang akan menjadi ciri khas Pengembangan mutu madrasah sudah menjadi prinsip utama kepala madrasah sebagai pemimpin sekaligus pendiri MA Darussalam tersebut, sehingga dalam pelaksanaan manajemen sudah diterapkan sejak awal berdiri dengan mengedepankan program yang telah dirancang dan melaksanakannya terus-menerus dengan perbaikan-perbaikan secara kontinyu. Hal ini sejalan dengan konsep mutu yang digagas oleh William Edward Deming dengan gagasannya yaitu Continous Quality Improvement . erbaikan kualitas secara terusmeneru. Metode atau cara yang diambil oleh kepala madrasah agar MA Darussalam mencapai mutu yang baik yaitu diawali dengan kedisiplinan. Kedisiplinan dalam waktu pembelajaran antara guru dan murid, kedisiplinan dalam menggunakan seragam serta atribut sekolah, kedisiplinan dalam melaksanakan pengembangan diri atau kegiatan keagamaan serta kedisiplinan dalam menaati peraturan madrasah yang Cara yang selanjutnya adalah mengadakan program harian yang bukan termasuk dari pembelajaran yang semestinya, yakni pembiasaan dalam pembacaan juz Amma sebelum pembelajaran dimulai, pembiasaan ziaroh kubur yang diisi dengan pembacaan surat Yasin dan Tahlil setiap hari JumAoat pagi dan program Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebelum pembelajaran didalam kelas sesuai jadwal yang telah Metode yang dilaksanakan MA Darussalam untuk mencapai mutu madrasah sejalan dengan konsep Deming dalam memperbaiki kualitas suatu perusahaan atau organisasi, hal ini tampak pada cara madrasah membuat program Bahasa arab dan Bahasa Inggris yang dilaksanakan sebelum pembelajaran dimulai, dengan JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index harapan setelah siswa mendapatkan pembiasaan dari program Bahasa Arab dan Bahasa Inggris mampu mengikuti dan berkompetisi dalam ajang perlombaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Metode ini merupakan salah satu konsep Deming yaitu ciptakan sebuah usaha peningkatan produk dan jasa, dengan tujuan agar bisa kompetitif dan tetap berjalan serta menyediakan lowongan pekerjaan. Konsep yang kedua yakni adopsilah falsafah baru. Metode yang dilakanakan oleh madrasah sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya yaitu mengedepankan kedisiplinan dalam melaksanakan proses pembelajaran, tujuan dari kedisiplinan ini agar siswa mampu dan siap menghadapi tantangan yang ada dalam masyarakat kelak ketika sudah bermasyarakat. Konsep yang ketiga. Hindari ketergantungan inspeksi massa untuk mencapai mutu. Dalam hal pembelajaran madrasah tidak berpatokan secara penuh pada hasil pembelajaran yang diujikan seperti pada nilai ujian tengah semester serta nilai ujian akhir semester, tetapi juga menilai dari proses pembelajaran siswa setiap harinya didalam kelas. Konsep ketiga ini juga sejalan dengan konsep Deming yang kesebelas yaitu hapuskan standard kerja yang menggunakan quota numerik. Konsep keempat yaitu akhiri praktek menghargai bisnis dengan harga. MA Darussalam adalah madrasah yang tergolong baru dilihat dari masa berdirinya. siswa yang ada masih sesuai dengan rombongan belajar semestinya sehingga madrasah masih perlu untuk menarik siswa agar bersekolah di madrasah ini. Hal ini belum sejalan dengan konsep Deming yang keempat ini karena madrasah masih berusaha untuk mencari siswa sehingga memenuhi rombel yang seharusnya. Konsep kelima yakni Tingkatkan dengan secara konstan sistem produksi dan jasa untuk meningkatkan mutu dan produktivitas. dalam pelaksanaan pembelajaran MA Darussalam dididik oleh guru yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang akademiknya. Sebelum proses pembelajaran dilaksanakan setiap guru diharuskan membuat RPP dalam satu semester dan juga diikutkan dalam MGMP yang menjadi program KKM setempat. Konsep keenam adalah Lembagakan pelatihan kerja. Program Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang sudah menjadi program di madrasah dilaksanakan oleh guru dan tutor bidang Bahasa Arab atau Bahasa Tutor atau guru yang diberikan tugas tersebut diikutkan les Bahasa Arab dan Bahasa Inggris di Pare Kediri dengan dibiayai madrasah sendiri guna bisa menyalurkan pendidikan secara baik dan benar dan Konsep ketujuh adalah lembagakan kepemimpinan. Sebagaimana yang telah dipaparkan sebelumnya bahwasanya setiap orang yang memiliki jabatan memiliki tanggung jawabnya masing-masing. Kepala madrasah menjadi orang yang bertanggungjawab mengevaluasi kinerja-kinerja anggotanya dengan cara yang senyaman mungkin, tidak memberikan penilaian pada setiap anggotanya bahwa salah satu anggotanya ada yang lebih unggul atau lebih rendah dalam menjalankan tugasnya masing-masing. Sebagaimana yang telah dipaparkan oleh wakil kepala madrasah bidang kurikulum, kepala madrasah memberikan suasana yang nyaman ketika berdiskusi tentang tugas-tugas pendidikan, menguraikan masalah-masalah yang ditemui serta memberikan masukan-masukan untuk menghadapi permasalahan tersebut. Konsep ketujuh ini sejalan dengan konsep deming yang kedelapan, kesembilan dan kedua belas yaitu hilangkan rasa takut agar setiap orang dapat bekerja dengan efektif, uraikan kendala-kendala antar departemen, dan hilangkan kendala-kendala yang merampas kebanggan karyawan atas keahliannya. Konsep kesepuluh adalah Hapuskan slogan, desakan dan target serta tingkatkan produktifitas tanpa menambah beban kerja. Kegiatan-kegiatan dalam proses pendidikan dilaksanakan sesuai dengan tugasnya masing-masing. Tidak ada program yang mengharuskan orang lain untuk melaksanakan tugas yang tidak diembankan kepadanya. Dalam pelaksanaannya, madrasah tidak hanya menjadwalkan tugas yang ditanggungjawabkan kepada masing-masing guru dan staf, tetapi juga menjadwalkan guru piket guna mengisi JURNAL WIDYA BALINA Vol 7 No. 2 (Desember 2. | ISSN : 2477-6491 | E-ISSN : 2656-873X JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN EKONOMI Halaman Issue Jurnal: https://journal. id/index. php/wb/issue/view/18 Halaman Utama: https://journal. id/index. php/wb/index tugas jika ada guru yang tidak bisa hadir sehingga proses pembelajaran serta pelaksanaan pembiasaanpembiasaan tetap berjalan sesuai dengan waktunya. Konsep ketiga belas dan terakhir adalah Lembagakan aneka program pendidikan yang meningkatkan semangat dan peningkatan kualitas kerja dan tempatkan setiap orang dalam tim kerja agar dapat melakukan Setiap anggota di madrasah memiliki tugasnya masing-masing. Kepala madrasah serta wakil kepada telah memilah-milah tugas masing-masing anggota, serta selalu memberikan motivasi baik itu kepada guru dan juga siswa agar melaksanakan tugasnya dengan baik dan dipersilahkan untuk melakukan kerja sama dari beberapa tugas kalau memang dibutuhkan. Seperti ketika guru membutuhkan kelengkapan administrasi yang harus diajukan ke Kemenag, maka Operator madrasah bisa membantu untuk kelengkapan administrasi KESIMPULAN DAN SARAN Mutu pendidikan merupakan cita-cita dari madrasah disamping melaksanakan manajemen pendidikan yang baik. Terdapat banyak metode untuk mencapai mutu pendidikan, salah satunya adalah konsep Deming yang menggagas teori Continous Quality Improvement . erbaikan kualitas secara terus-meneru. Gagasan tersebut dapat dilaksanakan dengan menerapkan 14 konsep untuk mencapai mutu pendidikan yakni . Ciptakan sebuah usaha peningkatan produk dan jasa, dengan tujuan agar bisa kompetitif dan tetap berjalan serta menyediakan lowongan pekerjaan, . Adopsilah falsafah baru, . Hindari ketergantungan inspeksi massa untuk mencapai mutu, . Akhiri praktek menghargai bisnis dengan harga, . Tingkatkan dengan secara konstan sistem produksi dan jasa untuk meningkatkan mutu dan produktivitas, . Lembagakan pelatihan kerja, . Lembagakan kepemimpinan, . Hilangkan rasa takut agar setiap orang dapat bekerja secara efektif, . Uraikan kendala-kendala antar departemen, . Hapuskan slogan, desakan dan tarjet bagi tenaga kerja. Hal tersebut dapat menciptakan permusuhan, . Hapuskan standar kerja yang menggunakan kuota numeric, . Hilangkan kendala-kendala yang merampas kebanggan karyawan atas keahliannya, . Lembagakan aneka program pendidikan yang meningkatkan semangat dan peningkatan kualitas kerja, dan . Tempatkan setiap orang lain dalam tim kerja agar dapat melakukan transformasi. MA Darussalam dalam mengembangkan mutu pendidikannya menerapkan prinsip perbaikan program yang telah dilaksanakan secara terus-menerus, sama halnya dengan konsep mutu Deming yaitu Continous Quality Improvement . erbaikan kualitas secara terus-meneru. Dalam mengembangkan mutu MA Darussalam menerapkan beberapa metode atau cara yang secara keseluruhan sejalan dengan konsep Deming, hanya saja ada satu konsep yang tidak sejalan yakni akhiri praktek menghargai bisnis dengan harga. DAFTAR PUSTAKA