JOURNAL OF EMPOWERMENT Vol. No. Juni 2025, h. ISSN 2580-0620 (Prin. ISSN 2597-9809 (Onlin. Available Online at https://jurnal. id/index. php/JE Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Pelatihan Minuman Olahan Kopi Upaya Meningkatkan Minat Wirausaha 1Nurhana Jafaruddin. A2Henita Fajar Oktavia, 3Tungga Buana Diana, & 4Fetty Dwi Rahmayanti 1,2,3,4Fakultas Pertanian. Universitas Borobudur. Indonesia *Email Koresponden: nurhana_jafaruddin@borobudur. Article Info Article history: Submitted 06 Mei 2025 Revised 25 June 2025 Accepted 30 June 2025 Kata kunci:Pemberdayaan . Pelatihan Minuman Olahan Kopi. Tren Konsumsi Kopi. Masyarakat. Keywords: Empowerment. Coffe Processed. Bevarage Training. Coffe Consumption Trends. Society. Abstrak Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memanfaatkan peluang yang ada dalam menciptakan suatu usaha melalui metode yang memotivasi dan mudah dipahami terkait kewirausahaan pertanian dengan bekerja sama dengan pemilik Kafe Kope sebagai fasilitator untuk menambah pengetahuan tentang kopi mulai dari bahan baku dan bahan penolong yang digunakan serta cara pembuatannya sehingga nantinya diharapkan mampu membuat kopi dengan cita rasa yang khas dan dapat dikonsumsi sendiri maupun konsumen dalam Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Kafe Kope. Bekasi Selatan dengan diikuti oleh 11 orang peserta dari Karang Taruna RW 13 Jakasetia. Bekasi Selatan. Mahasiswa, dan Tim Dosen Fakultas Pertanian Universitas Borobudur. Kegiatan PkM ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Hasil Penyuluhan Kewirausahaan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan motivasi peserta dalam berwirausaha pertanian dengan memanfaatkan peluang trend terkini serta menggugah peserta untuk kreatif dan inovatif dalam memanfaatkan peluang yang ada. Kegiatan ini diharapkan peserta mampu menciptakan wirausaha pertanian yang berkelanjutan. Abstract This community service activity aims to leverage existing opportunities to create an enterprise through a motivational and easy-to-understand method related to agricultural entrepreneurship. This is carried out in collaboration with the owner of Kope Cafe, who acts as a facilitator to enhance knowledge about coffee from the raw materials and supporting ingredients used to the preparation process that participants are eventually expected to be able to make coffee with a distinctive flavor, either for personal consumption or for customers in an entrepreneurial context. The PkM activity was conducted at Kope Cafe. South Bekasi, and was attended by 11 participants from the Karang Taruna of RW 13 Jakasetia. South Bekasi, students, and faculty members from the Faculty of Agriculture. Borobudur University. The PkM activity employed the Participatory Action Research (PAR) method. The results of the Entrepreneurship Counseling activity showed an improvement in participants knowledge, attitudes, and motivation in Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Pelatihan Minuman Olahan Kopi Upaya Meningkatkan Minat Wirausaha Nurhana Jafaruddin. AHenita Fajar Oktavia. Tungga Buana Diana, & Fetty Dwi Rahmayanti JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 engaging in agricultural entrepreneurship by utilizing current trends. It also inspired the participants to be creative and innovative in seizing existing opportunities. This activity is expected to enable participants to create sustainable agricultural enterprreneurship. PENDAHULUAN Konsumsi minuman olahan kopi menunjukkan tren yang populer dikalangan anak Anak muda sekarang adalah populasi di Indonesia yang mendominasi dan menjadi target krusial pada penjualan produk minuman olahan kopi di pasaran (Tarigan, 2. Peluang ini dapat ditangkap oleh para pemuda untuk berintegrasi dengan potensi lokal dalam bidang kewirausahaan berbasis pertanian, sebagai bentuk kesiapan terhadap perubahan yang cepat serta berinovasi sebagai kemampuan menerapkan kreativitas untuk mencari solusi atas masalah dan menemukan peluang . oing new thing. (Elvy maria manurung, 2. Keterlibatan anak muda yang tergabung dalam karang taruna, sebagai salah satu organisasi sosial yang bisa dijadikan sebagai wadah pengembangan pemuda dalam hal pembinaan, pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sebagai upaya mengembangkan kegiatan ekonomi produktif dengan optimalisasi potensi lokal (Perdana et al. , 2. Karang taruna sebagai target sasaran perlu untuk diajak berkolaborasi melalui kegiatan pelatihan kewirausahaan guna memunculkan motivasi berwirausaha dan kreativitas. Keterlibatan pemuda dalam bentuk karang taruna sebagai target pemberdayaan kepada masyarakat dituntut untuk mampu mengamati, mengkaji dan mengantisipasi permasalahan kesejahteraan sosial (Wawan Mulyawan, 2. Karang taruna nyatanya masih memerlukan pendampingan dikarenakan kompetensi pemuda rendah mengakibatkan ketidakproduktifan pemuda (Suprayoga Suprayoga et al. , 2. Pada kondisi dilapangan, karang taruna dihadapkan pada rendahnya program peningkatan kompetensi dalam bentuk pelatihan guna meningkatkan keterampilan teknis. dengan tujuan menjadi pemuda yang berdaya, memiliki pengetahuan serta kemampuan dalam pengolahan produk seperti pada kegiatan ini adalah minuman olahan kopi (Sumarti et al. Potensi pemuda untuk menjadi agen perubahan dalam membangun ekonomi berbasis komunitas sangat besar, terutama dalam merespons tren dan peluang pasar minuman kopi yang semakin variatif dan bernilai tambah tinggi. Minuman olahan kopi telah menjadi produk minuman yang digemari berbagai kalangan masyarakat. Kopi menyajikan rasa nikmat yang khas, dan salah satu minuman yang cocok untuk aktivitas sehari-hari (Maryani et al. , 2. Minat yang tinggi mengkonsumsi kopi saat ini membuat peluang untuk berwirausaha dibidang kopi, di sisi lain menjadi seorang wirausahawan ternyata memerlukan kerja keras, keuletan, kreatif dan inovatif serta keberanian untuk mengambil risiko. Karakterkarakter tersebut diperlukan untuk dapat sukses sebagai wirausaha (Indarto & Santoso, 2. Menjadi seorang wirausahawan harus saling kerja keras, ketekunan, kreativitas dan inovasi, serta berani dalam mengambil risiko. Wirausahawan memerlukan kualitas-kualitas tertentu agar dapat sukses sebagai Karakteristik wirausaha merupakan faktor penentu keberhasilan usaha (Sari et al. , 2. Pengabdian kepada masyarakat berkolaborasi dengan pemilik Kafe Kope sebagai fasilitator, dengan harapan para peserta dapat menerima manfaat dan pengetahuan mengenai kopi khususnya minuman olahan kopi mulai dari bahan baku dan bahan pendukung yang digunakan serta cara pembuatannya. Copyright A 2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Pelatihan Minuman Olahan Kopi Upaya Meningkatkan Minat Wirausaha Nurhana Jafaruddin. AHenita Fajar Oktavia. Tungga Buana Diana, & Fetty Dwi Rahmayanti JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Harapannya adalah pemuda yang tergabung dalam karang taruna mampu membuat minuman olahan kopi dengan citarasa khas dan bisa dikonsumsi sendiri maupun konsumen dalam berwirausaha. Sasaran peserta pengabdian masyarakat ini adalah Karang Taruna selaku para pemuda. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan (MiAoraj, 2. , bahwa enterpreneur muda sebagai aktor utama dalam mengembangkan dan memperkuat ekonomi berbasis komunitas, yang diharapkan salah satunya mampu memberikan pendapatan guna mencapai keberhasilan organisasi, sosial, dan individu. Peluang kewirausahaan dibidang pertanian dimanfaatkan melalui tren masyarakat dalam konsumsi kopi menjadi minuman olahan kopi, sebagai sarana edukasi bagi para pemuda yaitu Karang Taruna RW 13 Galaxy. Karang Taruna dipilih karena dianggap sebagai objek yang bisa mewakili masyarakat pada kalangan anak muda yang mampu menyerap serta mengadopsi teknologi-ilmu pengetahuan secara cepat dan cakap dalam mengaplikasikannya pada kehidupan sehari-hari di masyarakat. Harapannya adalah karang taruna menjadi kompeten dalam pembuatan minuman olahan kopi dan memunculkan motivasi serta minat pada kegiatan kewirausahaan, karena problematika yang muncul adalah seperti apa karang taruna memanfaatkan peluang untuk berwirausaha dan meningkatkan pendapatan. Kebaruan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini terletak pada pendekatan integratif yang menggabungkan edukasi teknis, pendampingan wirausaha, dan kolaborasi lintas sektor antara akademisi, pelaku usaha lokal (Kafe Kop. , serta komunitas pemuda (Karang Tarun. Pendekatan ini tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan pembuatan olahan kopi, tetapi juga mendorong pembentukan karakter kewirausahaan yang tangguh melalui metode partisipatif dan kontekstual. Strategi pemberdayaan ini memanfaatkan kekuatan komunitas dan nilai-nilai lokal dalam menciptakan wirausaha muda yang kompeten dan mampu bersaing di pasar. Kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga transformatif karena mendorong terciptanya ekosistem wirausaha berbasis komunitas yang berkelanjutan. METODE Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada 4 Januari 2025 bertempat di Kafe Kope berada di Grand Galaxy City Jl. Pulo Ribung Raya blok RGL No. Bekasi Selatan. Jawa Barat. Kegiatan PkM menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) bertujuan untuk pembelajaran dalam mengatasi masalah dan pemenuhan kebutuhan praktis masyarakat, produksi ilmu pengetahuan, serta proses perubahan sosial (Jafaruddin, 2. Pendekatan PAR merupakan bentuk penelitian yang memerlukan keterlibatan aktif semua pihak . dalam mengkaji tindakan yang sedang dilaksanakan dalam tujuan untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik (Rapida et al. , 2. Kegiatan PkM terdiri dari penyuluhan dan diskusi langsung kepada partisipan. Partisipan yang mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat terdiri dari Karang Taruna RW 13 Galaxy dan Pemilik Kafe Kope Galaxy. Bahan Dan Alat Bahan yang digunakan untuk kegiatan pelatihan pada karang taruna RW 13 Galaxy untuk contoh pembuatan produk olahan minuman kopi berupa kopi gula aren yaitu kopi sebagai bahan baku utama, gula aren cair, susu dan creamer. Alat yang digunakan meliputi: LCD, laptop, proyektor, meja dan kursi. Copyright A 2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Pelatihan Minuman Olahan Kopi Upaya Meningkatkan Minat Wirausaha Nurhana Jafaruddin. AHenita Fajar Oktavia. Tungga Buana Diana, & Fetty Dwi Rahmayanti JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Metode Pelaksanaan Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan dengan metode Penyuluhan dengan menitikberatkan terlebih dahulu pada pelatihan minuman olahan kopi serta didampingi dengan materi kewirausahaan dibidang pertanian terkait kiat pemula menjadi wirausaha. Hal ini dilakukan guna memberikan pengetahuan kepada partisipan terkait fenomena tren masyarakat dalam konsumsi kopi. Kegiatan didukung oleh pelaku UMKM lokal yaitu Kafe Kope, dengan memberikan informasi mendalam mengenai jenis kopi, jenis-jenis alat yang digunakan untuk pengolahan minuman kopi, tata cara pembuatan kopi sebagai olahan minuman, serta sikap menanggapi dan berinovasi tentang tren minat masyarakat dalam konsumsi kopi. Pemberdayaan Karang Taruna Pelatihan Olahan Minuman Kopi Tren Masyarakat Dalam Konsumsi Kopi Minat Gambar 1: Konsep Pemberdayaan Karang Taruna dalam Menghadapi Tren Masyarakat Mengkonsumsi Kopi Materi utama penyuluhan tentang: . Peluang sekitar menjadi wirausaha di bidang Pengetahuan tentang komoditi kopi. serta materi pelatihan mengenai minuman olahan kopi. Adapun tahapan di dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini: Observasi lapangan untuk kegiatan PKM. Melakukan koordinasi, integrasi, optimalisasi partisipasi, dengan UMKM Kafe Kope dan melibatkan perguruan tinggi Fakultas Pertanian Universitas Borobudur serta sasaran penyuluhan yaitu Karang Taruna RW 13 Galaxy. Menyusun program penyuluhan yang sejalan dengan program karang taruna seperti kewirausahaan. Melakukan diseminasi inovasi dan penerapan teknologi pertanian berupa pembuatan olahan minuman kopi kerjasama dengan UMKM Kafe Kope. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini selaku mitra adalah UMKM Kafe Kope. Adapun partisipasi yang dilakukan oleh mitra yaitu UMKM Kafe Kope adalah mensosialisasikan dan memperkenalkan komoditi kopi, melakukan diseminasi inovasi dan penerapan teknologi pertanian berupa pembuatan olahan minuman kopi yaitu jenis kopi gula aren, menyediakan tempat pelatihan dan penyuluhan, serta memantau partisipan mencoba hasil olahan minuman kopi. HASIL ATAU PEMBAHASAN Penyuluhan Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini secara umum telah berhasil menjawab tujuan dan metode yang telah dirancang, yakni memberikan edukasi tentang peluang kewirausahaan di bidang pertanian melalui pelatihan Copyright A 2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Pelatihan Minuman Olahan Kopi Upaya Meningkatkan Minat Wirausaha Nurhana Jafaruddin. AHenita Fajar Oktavia. Tungga Buana Diana, & Fetty Dwi Rahmayanti JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 pembuatan minuman olahan kopi serta penyuluhan kewirausahaan kepada generasi muda. Metode pelaksanaan yang menggabungkan pendekatan participatory dengan pelibatan mitra UMKM terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan motivasi peserta, khususnya dalam mengenali tren konsumsi kopi sebagai peluang usaha. Pelatihan yang dilakukan oleh Wibowo . kegiatan pelatihan kopi bertujuan untuk mendidik dan menumbuhkan jiwa wirausaha melalui pengembangan produk berbahan dasar tanaman kopi sehingga meningkatkan minat pemuda dalam mengembangkan olahan kopi. Materi yang disampaikan oleh tim Fakultas Pertanian Universitas Borobudur yaitu tentang bagaimana para pemuda bisa melihat peluang yang ada disekitar untuk bisa dijadikan wirausaha dibidang pertanian seperti saat ini dengan memanfaatkan tren masyarakat konsumsi kopi. Memberikan materi tips and trik menjadi seorang wirausahawan memerlukan kerja keras, keuletan, kreatif dan inovatif serta keberanian untuk mengambil risiko sehingga diharapkan dapat memotivasi partisipan menjadi wirausaha muda sesuai dengan pembahasan materi saat ini terkait dengan minat konsumsi kopi saat ini banyak peminatnya menjadi peluang untuk berwirausaha dibidang kopi. Kegiatan ini dilengkapi dengan pre-test dan post-test yang relevan dengan materi kewirausahaan khususnya dalam mendorong para pemuda untuk melihat peluang usaha dari tren konsumsi kopi. Pre-test diadakan bertujuan untuk mengetahui pengetahuan awal dan minat peserta terhadap kewirausahaan kopi, mengukur motivasi awal peserta dalam mengukuti pelatihan serta menilai fakto-faktor pendorong peserta ingin berwirausaha. Post test dilakukan bertujuan untuk mengukur perubahan sikap dan pemahaman peserta setelah pelatihan, menilai apakah peserta merasa termotivasi dan yakin bisa berwirausaha juga siap belajar lebih lanjuta serta mempu memproses kopi secara mandiri. Pre-test dan post-test yang sesuai untuk menilai pemahanan dan kondisi peserta sebelum dan sesudah pelatihan kewirausahaan berbasis pertaian khususnya trenn kopi. Hal tersebut selaras dengan tujuan pelatihan yang diadakan yaitu menumbuhkan jiwa wirausaha pemuda melalui motivasi, kreativitas dan inovasi serta kemampuan melihat peluang tren konsumsi kopi. Hasil dari rekapitulasi data pre-test dan post test yang dilakukan dari 11 orang peserta yang mengikuti pelatihan kopi diantaranya terdiri dari 70% laki-laki dan 30% perempuan. Hal tersebut menunjukkan pelatihan ini didominasi oleh laki-laki, sejalan dengan temuan penelitian (Elwinda Djafar, 2. pada laki-laki lebih banyak terlibat aktivitas dengan kopi sebagai konsumen ataupun pelaku usaha kopi dan menkonsumi kopi lebih tinggi. Usia peserta pada pelatihan kopi mulai dari 21-37 tahun yang merupakan termasuk ke dalam golongan usia produktif untuk melakukan pelatihan dan wirausaha. Peserta memiliki tingkat pendidikan terakhir dengan SMA/SMK sebanyak 80%. S1 sebanyak 10% dan S2 sebanyak Tingkat pendidikan menunjukkan pelatihan dirancang sesuai dengan materi yang disampaikan dan kemampuan dalam penerapan keterampilan. Hal ini sejalan dengan Fayolle dan Gaily . keberhasilan pendidikan kewirausahaan sangat dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan peserta dalam menyerap konsep-konsep bisnis dan keterampilan teknis. Data pre-test dan Post test dilakukan menggunakan kuesoner skala Likert dan dianalisis dengan metose statistik deskriptif berupa rata-rata . untuk mengetahui perubahan sikap atau pengetahuan peserta sebelum dan sesudah Copyright A 2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Pelatihan Minuman Olahan Kopi Upaya Meningkatkan Minat Wirausaha Nurhana Jafaruddin. AHenita Fajar Oktavia. Tungga Buana Diana, & Fetty Dwi Rahmayanti JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Tabel 1. Daftar Pertanyaan Pre-Test dan Post Test Pelatihan Pembuatan Olahan Minuman KopiKopi Gula Aren Pertanyaan Pre-Test Program Merasa untuk belajar lagi tentang Pengolahan kopi bisa Pengolahan kopi tidak n alat yang Penjelasan Pertanyaan Pre-Test Menanyakan materi yang mereka untuk usaha kopi. Mengukur n atau lebih lanjut Menilai sejauh mana kopi dapat Mengukur kesulitan alat Rata-rata Pre-Test Rata-rata Post-Test Pertanya an PostTest Penjelasan Pertanyaan Post-Test Program n untuk Mengukur usaha kopi Merasa si untuk an kopi Mengetahui Pengolah an kopi i secara Menilai Pengolah an kopi hkan alat yang sulit Mengidentifi kasi apakah alat-alat Copyright A 2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Pelatihan Minuman Olahan Kopi Upaya Meningkatkan Minat Wirausaha Nurhana Jafaruddin. AHenita Fajar Oktavia. Tungga Buana Diana, & Fetty Dwi Rahmayanti JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Yakin bisa kopi secara Mengukur an sendiri kopi setelah Yakin an kopi Mengukur n diri Sumber: Primer . Interpretasi data dari tabel 2 menjelaskan bahwa program sesuai dengan kebutuhan untuk mencoba wirausaha dibidang kopi menunjukkan rata-rata pretest 3. 2 meningkat ke 4. 5 setelah post-test yang artinya setelah mengikuti pelatihan peserta semakin menyadari materi yang disampaikan relewan dan sesuai dengan kebutuhan peserta dalam memulai wirausaha dibiang kopi dan pelatihan ini tepat sasaran mulai dari isi dan manfaat secara langsung bagi Pertanyaan mengenai merasa termotivasi untuk belajar lagi tentang pengolahan kopi mendapatkan skor meningkat dari 3. 3 pada saat pre-test 4 pada saat post test menunjukkan pelatihan berhasil menumbuhkan semangat belajar pesera dan lebih terbuka untuk mendalami keterampilan kopi lebih jauh. Pertanyaan mengenai pengolahan kopi bisa dipelajari secara otodidak mendapatkan kenaikan skot dari 3. 5 menjadi 3. 7 menunjukkan bahwa peserta dapat melakukan keterampilan membuat kopi secara mandiri namum tetap membutuhkan pelatihan lanjutan dan peserta menganggap proses belajar ini tidak Pertanyaan pengolahan kopi tidak membutuhkan alat yang sulit mendapatkan skor 3. 1 menjadi 3. 5 adanya persepsi yang lebih pasif terhadap keserhanaan alat setelah palatihan tetapi peserta juga membutuhkan proses adaptasi dalam penggunaannya. Pertanyaan mengenai yakin bisa melakukan pengolahan kopi secara mandiri juga mendapatkan skor peningkatan dari 3. 0 ke 3 bahwa pelatihan berhasil meningkatkan kepercayaan diri peserta dan yakin untuk melakukan praktik pengolahan kopi secara mandiri setelah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman secara langsung dari pelatihan ini. Hal tersebut sejalan dengan Fauolle dan Gaily . pelatihan kewirausahaan yang interaktif dan konteksutal dapat meningkatkan motivasi belajar serta terus berkembang dalam bidang yang dinikmati. Pada sesi penyuluhan, partisipan dari Karang Taruna RW 13 diberikan pemahaman mengenai konsep kewirausahaan pertanian, karakteristik wirausahawan, dan strategi memanfaatkan peluang pasar. Penyuluhan ini terbukti efektif dalam mendorong minat dan meningkatkan wawasan partisipan, meskipun masih ditemukan kendala dalam aspek perilaku atau keberanian mengambil tindakan nyata. Hal ini sesuai dengan temuan Oktavia . yang menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan dan sikap meningkat, namun konversi terhadap tindakan wirausaha seringkali terhambat oleh kurangnya kepercayaan diri dan pengalaman lapangan. Faktor psikologis seperti entrepreneurial self-efficacy memegang peranan penting dalam membentuk kesiapan bertindak seorang calon wirausaha (Chen et al. , 1. Pada sesi pelatihan. Kafe Kope berperan sebagai fasilitator utama dalam menyampaikan materi teknis seputar pengolahan kopi, mulai dari jenis bahan baku, alat-alat yang digunakan, hingga praktik langsung pembuatan kopi gula Partisipan terlihat sangat antusias, aktif dalam sesi diskusi, dan menunjukkan minat besar terhadap produk olahan kopi sebagai peluang bisnis. Pelatihan ini Copyright A 2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Pelatihan Minuman Olahan Kopi Upaya Meningkatkan Minat Wirausaha Nurhana Jafaruddin. AHenita Fajar Oktavia. Tungga Buana Diana, & Fetty Dwi Rahmayanti JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 memberikan pengalaman langsung yang memperkuat pemahaman partisipan tentang nilai ekonomi dari komoditas kopi serta keterampilan teknis dasar yang Seperti diungkap oleh Sarasvathy . dalam teori effectuation, proses belajar dalam kewirausahaan tidak hanya bergantung pada perencanaan rasional, tetapi juga pada pengalaman langsung dan interaksi sosial yang memungkinkan terbentuknya pemikiran kewirausahaan berbasis aksi. Kegiatan ini tidak hanya berhasil memberikan transfer pengetahuan, tetapi juga menciptakan ruang praktik yang memungkinkan partisipan mengembangkan sikap dan keterampilan dasar dalam berwirausaha. Kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi, pelaku usaha lokal, dan komunitas pemuda menjadi bentuk model pengabdian yang tidak hanya edukatif, tetapi juga strategis dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi daerah. Penyuluhan dilakukan terhadap Karang Taruna RW 13. Tujuan penyuluhan ini untuk memberikan pengetahuan kepada partisipan tentang peluang yang ada disekitar untuk bisa dijadikan wirausaha dibidang pertanian. Penyampaian materi acara kegiatan ini terdapat di dalam Gambar 2. Gambar 2 : Penyampaian Materi Kewirausahaan Berdasarkan penyuluhuan yang dilakukan terlihat partisipan telah mempunyai pengetahuan dan sikap yang cukup tentang berwirausaha pada bidang pertanian melalui diskusi yang berlangsung, namun partisipan menunjukkan kurang didalam perilaku atau tindakan nyata dalam melaksanakan kewirausahaan pada bidang Pengetahuan dan sikap diukur melalui diskusi yang termasuk dalam metode kualitatif berbaris interaksi, tindakan perilaku dievaluasi melalui observasi baik selama kegiatan berlangsung maupun dari tindak lanjut serta penyuluhan. Penyuluhan dan pelatihan membantu partisipan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap maupun motivasi namun memang belum dapat meningkatkan perilaku secara optimal. Masih adanya keragu-raguan partisipan dalam bertindak kemungkinan disebabkan belum percaya dirinya partisipan dalam memulai berwirausaha (Oktavia, 2. Pelatihan Olahan Minuman Kopi Materi yang disampaikan kepada partisipan melalui perwakilan dari Kafe Kope selaku pemilik kafe mencakup pengetahuan tentang kopi, mulai dari bahan baku, bahan pendukung yang digunakan, hingga teknik pembuatan kopi, khususnya kopi gula aren. Penyampaian dilakukan secara langsung dan aplikatif agar partisipan dapat mencoba secara mandiri, baik dengan metode manual maupun menggunakan alat mesin kopi. Pelatihan ini bertujuan agar peserta mampu Copyright A 2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Pelatihan Minuman Olahan Kopi Upaya Meningkatkan Minat Wirausaha Nurhana Jafaruddin. AHenita Fajar Oktavia. Tungga Buana Diana, & Fetty Dwi Rahmayanti JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 menciptakan produk kopi dengan cita rasa khas yang tidak hanya dapat dikonsumsi sendiri, tetapi juga layak untuk dipasarkan secara komersial dalam konteks kewirausahaan. Ketersediaan pelatihan yang kontekstual dan berbasis praktik seperti ini menjadi krusial karena salah satu kendala utama dalam pengembangan wirausaha sektor pertanian adalah rendahnya kapasitas entrepreneurial skill. Penyampaian materi acara kegiatan ini terdapat di dalam Gambar 3. Gambar 3 : Pelatihan Olahan Kopi Berdasarkan hasil pelatihan olahan minuman kopi yaitu kopi gula aren, partisipan melakukan diskusi mendalam dengan fasilitator, seperti terpapar pada beberapa pertanyaan di Tabel 1: Tabel 2. Daftar Pertanyaan Sesi Diskusi Secara Langsung Pada Pelatihan Pembuatan Olahan Minuman Kopi-Kopi Gula Aren Pertanyaan Bagaimana cara membedakan kualitas biji kopi yang baik? Berapa lama umur penyimpanan kopi yang idealnya? Berapa lama waktu yang digunakan untuk bisa ahli membuat kopi siap saji? Bagaimana cara bermitra dengan para pemasok bahan baku dan bahan penunjang dalam suatu usaha? Bagaimana cara menarik konsumen terus meningkat dalam suatu usaha? Sumber: Primer . Hasil pelatihan olahan minuman kopi khususnya kopi gula aren yang menjadi salah satu best seller menu olahan kopi di Kafe Kope, partisipan menunjukkan ketertarikan yang tinggi dengan melakukan diskusi mendalam bersama fasilitator. Diskusi tersebut mencakup pertanyaan-pertanyaan kritis seperti bagaimana cara membedakan kualitas biji kopi yang baik, berapa lama penyimpanan kopi yang ideal, durasi waktu yang diperlukan untuk menjadi ahli dalam penyajian kopi, strategi bermitra dengan pemasok, serta bagaimana menarik konsumen agar loyal terhadap produk. Pertanyaan-pertanyaan ini mencerminkan bahwa partisipan mulai berpikir secara strategis dan berorientasi pada keberlanjutan usaha, menunjukkan potensi pengembangan kapasitas kewirausahaan yang lebih Minat yang ditunjukkan oleh partisipan yang mayoritas berusia produktif antara 21Ae37 tahun, terlihat dati partisipasi aktif mereka selama sesi pelatihan antusiasme dalam diskusi serta keinginan untuk mencoba praktik langsung pembuatan kopi. Hal ini mencerminkan adanya semangat dan kesadaran terhadap potensi usaha berbasis komoditas lokal seperti kopi. Rendahnya tingkat kepercayaan diri yang ditunjukkan oleh keraguan untuk memulai usaha secara Copyright A 2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Pelatihan Minuman Olahan Kopi Upaya Meningkatkan Minat Wirausaha Nurhana Jafaruddin. AHenita Fajar Oktavia. Tungga Buana Diana, & Fetty Dwi Rahmayanti JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 mandiri dan kekhawatiran akan kegagalan menjadi hambatan utama dalam Fenomena ini sejalan dengan temuan (Fayolle & Gailly, 2. yang menyatakan bahwa meskipun pelatihan kewirausahaan dapat meningkatkan minat dan pengetahuan peserta, namun faktor kepercayaan diri dan entrepreneurial self-efficacy tetap menjadi kunci dalam mendorong tindakan nyata dalam memulai usaha. Selain itu, semangat dan antusiasme yang ditunjukkan partisipan juga didorong oleh pemahaman baru yang mereka peroleh selama pelatihan, terutama dalam aspek teknis pengolahan produk, strategi pemasaran, dan pentingnya pemahaman terhadap kebutuhan konsumen. Hal ini selaras dengan penelitian oleh (Martin et al. , 2. yang menunjukkan bahwa pelatihan kewirausahaan yang bersifat praktik dan kontekstual dapat meningkatkan tiga aspek penting: pengetahuan kewirausahaan, niat berwirausaha, dan keterampilan perilaku. Pemberian ruang diskusi dalam pelatihan seperti ini terbukti menjadi salah satu metode efektif dalam mendorong keterlibatan aktif peserta dan membangun pengalaman reflektif yang berharga, sebagaimana disarankan oleh pendekatan experiential learning (Kolb, 1. Pelatihan ini tidak hanya memberikan wawasan teknis, tetapi juga memfasilitasi proses pembentukan karakter dan kesiapan wirausaha melalui interaksi yang interaktif dan mendalam antara peserta dan fasilitator. Diharapkan, dengan pendampingan yang berkelanjutan, partisipan dapat mengatasi hambatan psikologis seperti kurangnya kepercayaan diri dan secara bertahap berani memulai usaha kopi yang berdaya saing. Kegiatan ini tidak hanya menjawab kebutuhan edukasi kewirausahaan berbasis potensi lokal, tetapi juga memperkuat peran pemuda dalam membangun ekonomi komunitas yang berdaya saing melalui sektor pertanian kreatif, khususnya dalam pengolahan produk kopi. Kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama terdapat di dalam Gambar 4. Gambar 4 : Kegiatan Pemberdayaan Karang Taruna PENUTUP Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan dengan metode penyuluhan dan pelatihan minuman olahan kopi serta materi kewirausahaan di bidang pertanian telah secara efektif mencapai tujuannya. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan, sikap, dan minat partisipan khususnya anggota Karang Taruna RW 13 Galaxy dilihat dari observasi partisipatif selama kegiatan yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek pengetahuan, sikap dan minat. Partisipan menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai tren konsumsi kopi serta peningkatan ketertarikan dalam memanfaatkan komoditas tersebut sebagai peluang usaha di sektor agribisnis. Copyright A 2025 JE (Journal of Empowermen. Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Pelatihan Minuman Olahan Kopi Upaya Meningkatkan Minat Wirausaha Nurhana Jafaruddin. AHenita Fajar Oktavia. Tungga Buana Diana, & Fetty Dwi Rahmayanti JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Kolaborasi dengan mitra UMKM Kafe Kope, partisipan tidak hanya memperoleh wawasan tentang jenis kopi dan proses pembuatannya, tetapi juga dibimbing secara langsung untuk memahami aspek kewirausahaan seperti pemasaran, inovasi produk, dan kerja sama rantai pasok. Metode pelaksanaan yang berbasis partisipatif, dengan melibatkan akademisi, pelaku usaha, dan komunitas lokal, terbukti memberikan dampak positif dalam membangun motivasi dan kesiapan pemuda untuk berwirausaha. Kegiatan ini menjadi contoh pemberdayaan berbasis komunitas yang menyentuh aspek edukatif dan praktik kewirausahaan secara seimbang, serta memperkuat konektivitas antara dunia pendidikan. UMKM, dan Hasil dari kegiatan PkM kolaborasi dengan Kafe Kope ini memberikan rekomendasi untuk adanya pendampingan berkelanjutan seperti pendampingan intensif agar partisipan yang berminat benar-benar dapat memulai dan mengembangkan usaha, terutama dalam hal perizinan, branding produk, dan akses permodalan. Perlu dikembangkan pelatihan tematik lanjutan seperti digital marketing, pengemasan produk, manajemen keuangan UMKM, serta penggunaan teknologi tepat guna dalam pengolahan kopi. UCAPAN TERIMA KASIH Terselenggaranya kegiatan ini berkat kerjasama dan dukungan berbagai pihak, untuk itu diucapkan terima kasih kepada: . Rektor Universitas Borobudur. Ketua LPPM Universitas Borobudur. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Bororbudur, . UMKM Kafe Kope Galaxy. Kota Bekasi, . Partisipan Karang Taruna RW 13 Jakasetia. Bekasi Selatan. DAFTAR PUSTAKA