Terbit Online pada laman web jurnal: http://ojs. id/index. php/Madiya/index Jurnal Ilmiah MADIYA Masyarakat Mandiri Berkarya Vol. 5 No. November 2024: 217-224 E-ISSN: 2775-779X Pengembangan Sarana dan Tekhnologi Pembelajaran Interaktif di MTsS Nurul Iman. Tanjung Morawa. Kabupaten Deli Serdang. Provinsi Sumatera Utara Harris Pinagaran Nasution. Nursiah. Vivianti Novita. Suri Purnami. 1,2,3,4 Jurusan Administrasi Niaga. Politeknik Negeri Medan, 20155. Medan. Indonesia Email : harrisnasution@polmed. id, nursiah@polmed. id, viviantinovita@polmed. suripurnami@polmed. idAbstrak Abstrak Sistem pembelajaran di era ini sudah semakin berkembang pesat dan jauh berbeda dari sistem belajar lama yang terkesan tradisonal. Perkembangan sistem belajar pun dimulai dari peningkatan kualitas sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan belajar. Sangat berbeda jauh dengan sistem belajar yang masih terkesan tradisional. Sarana belajar adalah segala sesuatu yang mendukung terhadap kelancaran proses pembelajaran. Dengan berbagai macam sarana dan prasarana belajar sekolah yang tersedia dan pemanfaatan yang dapat menunjang kegiatan belajar. Sarana pendidikan merupakan salah satu alat kebutuhan yang benar-benar mendukung anak-anak dalam proses pembelajaran. Sarana media belajar menjadi salah satu fasilitas bagi guru dalam mentransfer informasi dari guru kepada siswa. MTsS Nurul Iman. Tanjung Morawa adalah salah satu yayasan yang bergerak di bidang kesejahteraan anak sekaligus pendidikan islami yang bertujuan mencerdaskan anak bangsa. Namun kondisinya masih kurang dalam perkembangan teknologi pembelajaran yang dapat menghambat proses belajar anak-anak. Proses belajar anak-anak di MTsS Nurul Iman. Tanjung Morawa masih secara konvensional dan hanya beberapa kelas saja menggunakan proyektor dan layar portabel yang seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai media penunjang belajar. Kata kunci: Kualitas Pembelajaran. Pendidikan Islam. Pembelajaran Interaktif. Abstract The learning system in this era has developed rapidly and is far different from the old learning system that seemed traditional. The learning system development begins with improving the quality of facilities and infrastructure that support learning activities. Very different from the learning system that still seems traditional. Learning facilities are everything that supports the smooth running of the learning process. With various school learning facilities and infrastructure available, their use can support learning activities. Educational facilities are a tool that supports children in the learning process. Learning media facilities are one of the facilities for teachers to transfer information from teachers to students. MTS Nurul Iman. Tanjung Morawa, is one of the foundations in child welfare and Islamic education, which aims to make the nation's children intelligent. However, the condition is still lacking in the development of learning technology, which can hamper children's learning process. Children's learning process at MTsS Nurul Iman. Tanjung Morawa, is still conventional, and only a few classes use projectors and portable screens, which should be used as learning support media. Keywords: Quality of Learning. Islamic Education. Interactive Learning. A 2024 Author. All rights reserved Terbit Online pada laman web jurnal: http://ojs. id/index. php/Madiya/index Pendahuluan* Sistem pembelajaran di era digital memiliki tantangan yang berbeda dengan sistem pembelajaran era tradisional, saat ini di era 5. 0 sistem pembelajaran perlu memiliki komponen-komponen untuk menunjuang berlangsungnya proses belajar mengajar juga sudah dilengkapi dengan berbagai alat teknologi penunjang pembelajaran (Marlya et al. Tujuan utama penggunaan teknologi di dalam sistem pembelajaran yang interaktif dan banyak melakukan praktik adalah untuk memudahkan pemahaman peserta didik, serta lebih efektif dalam penyerapan pengetahuan sehingga membentuk kompetensi dari setiap tahapan pembelajaran (Harmiyanti 2. Kondisi yang lebih baik ini membutuhkan dukungan sarana dan prasarana di sekolah agar siswa dapat belajar dengan maksimal. Pengelolaan terhadap sarana dan prasarana harus lebih ditekankan lagi dalam lembaga pendidikan seperti sekolah. Dan harus ada yang bertanggung jawab atas pengelolaan sarana dan prasarana tersebut. intinya menyatakan bahwa analisis kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan dilakukan pada proses perencanaan dan analisis tersebut menyangkut pada kebutuhan pada sarana dan prasarana dalam pembelajaran(Sakirin. Fakhruddin, dan Sutarto 2. (Maryadi 2. Melalui pengelolaan sarana dan prasarana yang ada di sekolah kepala sekolah dapat merencanakan dan mendata apa saja sarana dan prasarana yang harus digunakan di sekolah tersebut. Jika semua langkahlangkah pengelolaan telah berjalan dengan baik seperti yang diharapkan maka akan berdampak positif terhadap siswa-siswa dalam proses belajar mengajar dan tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan Strategi pembelajaran merupakan perpaduan dari urutan kegiatan, cara pengorganisasian materi perkuliahan dan mahasiswa, metode dan teknik pembelajaran, dan media pembelajaran yaitu berupa peralatan dan bahan pelajaran, serta waktu yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang ditentukan. (Amalia 2. Secara umum, sarana dan prasarana pendidikan dapat dikelompokkan dalam empat kelompok, yaitu: tanah, bangunan, perlengkapan, dan perabot sekolah . ite, building, equipment, and furnitur. Sumber net/pengertian-sarana-dan-prasarana-pendidikan, maka dari itu, adanya sarana dan prasarana di tempat belajar siswa dapat belajar dengan nyaman dan maksimal. Pengelolaan terhadap sarana dan prasarana harus lebih diperhatikan lagi dalam lembaga pendidikan seperti sekolah atau yayasan dan harus ada pihak untuk menanggungjawabi atas pengelolaan sarana dan prasarana yang digunakan yayasan Proses belajar mengajar akan tercapai secara efektif dan efisien jika semua langkah-langkah pengelolaannya berjalan dengan baik, dan seluruh unsur pelaksana pendidikan juga mengambil peran termasuk peran guru dalam pelaksanaan pembelajaran dengan penggunaan tekhnologi pembelajaran dan metode pembelajaran interaktif dapat membantu peningkatan kualitas pembelajaran peserta didik. (AK et al. Berdirinya MTS swasta nurul Iman berdiri semenjak tahun 1991 yang dikelola oleh H. Ahmad Bastian Badrys, sekolah ini didirikan dibawah Yayasan Perguruan Nurul Iman yang dahulunya merupakan yayasan pendidikan nurul iman, dengan dilatarbelakangi dari keprihatinan para pendiri tentang kondisi anak-anak muslim, khusunya untuk daerah Limau Manis dan sekitanya yang masih membutuhkan sarana pendidikan yang terjangkau dan islami. Kegiatan, program kerja dan aktivitas yang dilaksanakan oleh yayasan dilakukan seirama dengan tuntutan dari stakeholder sehingga dapat memberikan manfaat, motivasi dan prestasi anakanak didik yang dikelola oleh yayasan. MTSs Nurul Iman merupakan sekolah pendidikan agama islam yang terjangkau dari segi biaya pendidikan guna membantu anak-anak muslim yang ada di daerah Desa Limau Corresponding author: E-mail address: harrisnasution@polmed. id (Harris Pinagaran Nasutio. Nasution et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2024, 5 . : 217-223 Manis dan sampai saat ini telah memiliki jumlah siswa dari angkatan pertama sampai sekarang berjumlah 275 siswa. MTsS Nurul Iman. Tanjung Morawa memiliki tujuan pendidikan sebagai berikut : Memberantas buta huruf al Quran, pelaksanaan sholat dan ibadah lain Absensi/kehadiran siswa dengan tingkat absensi di bawah 5% Kualitas pengajaran pendidik yang dicirikan standar kurikulum Kegiatan ektrakurikulur berprestasi ditingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Dari tujuan pendidikan diatas ini MTsS Nurul Iman didukung oleh beberapa sarana dan prasarana yang mendukung guna meningkatkan proses belajar mengajar kepada siswa-siswa tersebut, hal ini disampaikan oleh ketua yayasan bu Titin Damayanti. M saat bertemu dengan tim pengabdian masyarakat. Berikut ini inventaris MTsS Nurul Iman. Tanjung Morawa. Tabel 1. Inventaris sarana dan prasarana MTsS Nurul Iman Nama Barang Jumlah Kondisi Ruang yayasan Ruang kamad Ruang guru Ruang kelas LCD proyektor Musholla Perpustakaan Laboratorium IPA Laboratorium komputer 10 Lapangan serba guna 11 Kantin 12 Kamar mandi Sumber: Inventaris Yayasan 2024 Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Berdasarkan hasil wawancara tim pengabdian yang diterima oleh kepala sekolah MTsS Nurul Iman. Tanjung Morawa oleh bapak Syakir Naim Siregar. Si mengatakan bahwa sistem pembelajaran dilakukan langsung atau bersifat konvensional dan pendidikan disekolah bersifat umum dan keagaman. Permasalahan yang dihadapi sekolah saat ini adalah karakter dari siswa yang beragam, siswa dalam belajar kurang konsentrasi, daya serap siswa yang kurang dan kurang disiplin. Permasalahan ini dapat teratasi seiring dengan bimbingan dari guru-guru, namun yang menjadi utama yang harus diatasi penggunaan teknologi dalam mengajar yang masih kurang di MTsS Nurul Iman akibat terbatasnya fasilitas mengajar dengan menggunakan LCD proyektor. Seharusnya di era revolusi industri saat ini sekolah-sekolah sudah dapat memanfaat teknologi digital dalam proses pembelajaran. Nasution et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2024, 5 . : 217-223 Gambar 1. Suasana kunjungan tim di MTsS Nurul Iman. Tanjung Morawa Menggunakan pengajaran yang tepat dan mengikuti prinsip didaktis akan memberikan motivasi belajar pada siswa, sehingga siswa mempunyai gairah dalam interaksi belajar mengajar di dalam kelas. Jadi yang perlu diperhatikan adalah bagaimana guru dapat menarik simpati siswa, memberikan stimulus kepada siswa agar belajar lebih semangat, dan termasuk di dalamnya yaitu guru harus berpenampilan yang terbaik dihadapan (Aziz dan Shaleh 2. Namun untuk penggunaan media proyektor yang ada masih terbatas dan belum semua kelas telah memiliki alat proyektor. Saat ini kebutuhan alat LCD proyektor yang mendesak adalah untuk penggunaan kelas bagi siswa kelas 8 dan 9 karena pembelajaran sudah semakin banyak yang membutuhkan praktek komputer dan IPA. Penggunaan proyektor sangat dibutuhkan guna menunjang proses belajar agar transfer ilmu bisa lebih cepat dibandingkan secara manual atau memberikan instruksi saja. Kondisi saat ini media proyektor dan LCD untuk PBM hanya punya 3-unit dari rencana 5-unit yang Sementara penggunaan 3-unit proyektor harus bergantian pada proses mengajar. Walaupun sebagian guru-guru yang mengajar telah mengikuti pelatihan dari sekolah untuk meningkatkan kemampuan dibidang teknologi mengajar namun karena keterbatasan media digital untuk belajar ilmu yang mereka dapat juga menjadi tidak berkembang karena tidak dapat langsung bisa dipraktekkan kepada siswa. Gambar 2. Tim dan pihak sekolah MTsS Nurul Iman. Tanjung Morawa Nasution et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2024, 5 . : 217-223 Pemilihan metode pembelajaran yang tepat akan mempengaruhi suasana belajar yang menyenangkan dan memungkinkan siswa untuk mengembangkan kreatifitas. (Mustika. Sugara, dan Pratiwi 2. , untuk mendukung kegiatan belajar mengajar melalui tim pengabdian Politeknik Negeri Medan, pihak sekolah berharap tim pengabdi dapat memberikan bantuan untuk pengadaan media pembelajaran yang bersifat multimedia serta memberikan pelatihan teknologi bahan ajar yang menarik bagi tim pengajar di MTsS Nurul Iman. Melalui teknologi media pembelajaran dan pelatihan diharapkan dapat lebih menjamin keefektifan para guru/pengajar dalam meningkatkan kualitas belajar anak-anak. Solusi yang Ditawarkan Kegiatan PKM peningkatan sarana pendidikan guna meningkatkan kualitas belajar anak-anak di MTsS Nurul Iman. Tanjung Morawa, ini menghasilkan solusi dan target luaran program berupa: Dengan memberikan bantuan sarana media proyektor LCD dan layar LCD portabel dalam kegiatan belajar mengajar maka di harapkan memberikan pengalaman baru bagi anak-anak sehingga minat belajar makin tumbuh. Pelatihan penggunaan proyektor interaktif yang diberikan membantu guru dalam mencari solusi ketika harus memperkenalkan materi kepada siswa yang menggunakan media pengajaran yang akan memperkaya metode pengajaran yang tidak monoton seperti ceramah kepada Dengan adanya proyektor, anak-anak akan termotivasi dalam belajar serta penyampaian materi/pesan akan lebih jelas, lebih efektif dan efisien, lebih ramah lingkungan, membiasakan anakanak dengan penggunaan teknologi, mengikuti standar pendidikan, dan dapat menumbuhkan sikap pro aktif anak-anak dalam belajar sehingga indikator peningkatan kualitas belajar meningkat. Meningkatkan kemampuan guru/pengajar dengan pengajaran melalui pengajaran dengan multimedia atau dengan kata lain penggunaan slide presentasi oleh guru yang dilengkapi dengan teks, gambar, grafik, dan kadang-kadang audio atau video, pentingngya media proyektor dan layar LCD portabel untuk membuat dan memperluas bahan pengajaran yang berhubungan dengan internet jauh lebih Kemudian akan meningkatkan kesadaran dan perhatian anak-anak siswa sehingga dapat meningkatkan kualitas dan proses belajar. Metode Pelaksanaan Metode Pelaksanaan kegiatan menjelaskan tahapan atau langkah-langkah dalam melaksanakan solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan yang memuat hal-hal berikut ini. Metode pelaksanaan kegiatan PKM meliputi: Tahap Persiapan Tahap persiapan meliputi: Pada tahap persiapan pertama ini dilakukan dengan analisis kebutuhan terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Pada proses ini juga berbagai kemungkinan program dibicarakan dengan pihakpihak yang akan terlibat dengan kegiatan ini, seperti Ketua yayasan. Kepala sekolah MTsS Nurul Iman dan guru-guru yang menjadi target audience-nya. Kegiatan ini telah dilakukan pada hari sabtu, 11 Mei 2024 dengan melakukan kunjungan langsung dengan pihak MTsS Nurul Iman melalui bapak Syakir Naim Siregar. Si selaku kepala sekolah di MTsS Nurul Iman. Tanjung Morawa. Pada tahap persiapan kedua ini dilakukan persiapan mencari informasi alat media Proyektor dan layar LCD portabel yang dibutuhkan bagi MTsS Nurul Iman. Tanjung Morawa yang cocok untuk media Selanjutnya menyiapkan modul bahan ajar untuk pelatihan bagi guru-guru/pengajar yayasan yang berkaitan dengan materi ajar menggunakan teknologi animasi melalui MS. Office. Pada tahap persiapan ketiga dilakukan penentuan untuk waktu pengadaan alat proyektor dan pemberian pelatihan yang tepat bagi mitra seningga kegiatan pengabdian dapat terlaksana nantinya. Nasution et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2024, 5 . : 217-223 Tahapan Pelaksanaan. Pada tahapan ini akan dilaksanakan penyerahan/hibah berupa alat media proyektor dan layar LCD sekaligus praktek penggunaan proyektor dengan memberikan pelatihan materi ajar tersebut kepada guru-guru di MTsS Nurul Iman. Setelah itu memberikan pelatihan seperti bagaimana menyusun bahan ajar dengan multimedia melalui media MS Office dapat menjalankan fungsi-fungsi proyektor sehingga kegiatan PBM dapat lebih kreatif dan inovatif. Pelatihan ini dilaksanakan dengan jadwal satu kali pertemuan kepada guru-guru sekolah dan administrasi sekolah. Untuk peserta pelatihan ini direncanakan berjumlah 6 orang pengajar sebagai Adapun rincian kegiatan yang direncanakan untuk program ini yaitu : Pertemuan umum di kantor kepala sekolah MTsS Nurul Iman untuk mensosialisasikan orientasi kegiatan tim pengabdian. Memberikan bantuan media LCD proyektor ke MTsS Nurul Iman. Tanjung Morawa. Kemudian lanjut memberikan pelatihan bahan ajar dengan berbagai animasi dengan mengintegrasikan pada MS Office terutama power point yang digunakan untuk membantu pembuatan bahan ajar bagi keperluan presentasi. Berbagai media dalam pembuatan presentasi telah disediakan di program power point sehingga akan memberikan warna dalam pembelajaran bagi anak-anak di kelas nantinya. Mempraktekkan dalam melakukan perawatan media LCD proyektor sehingga daya tahan alat tetap terjaga dan lebih awet. Tahapan Pendekatan Tim pengabdian akan melakukan metode pendekatan dengan mitra dan peserta melalui cara sosialisasi kegiatan dan pelatihan yang bertahap agar mitra dapat memahami proses pelakasanaan, penggunaan dan perawatan solusi yang sudah ditawarkan tim pengabdi. Tahapan Partisipasi Saat pelaksanaan program berlangsung tim mitra yang sudah dibentuk untuk mengikuti pelatihan secara bertahap mengikuti kegiatan pelatihan yang sudah dijadwalkan oleh tim pengabdi. Setelah program pelaksanaan berjalan, keberlanjutan programnya mitra dapat membuat beragam bahan ajar yang menarik sehingga memudahkan anak-anak dalam proses belajar. Tahapan Evaluasi dan Monitoring Evaluasi program dilakukan untuk mengetahui kekurangan dalam pelaksanaan program. Melalui proses evaluasi, kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan program dapat diperbaiki menjadi lebih baik untuk keberlanjutan program. Monitoring keberlanjutan program dilakukan untuk mengontrol dan mengawasi program PKM seperti melakukan bimbingan lanjutan terhadap pengajar agar kreasi bahan ajar mencakup lebih luas. Hasil dan Pembahasan Kegiatan PKM yang dilakukan oleh tim pengabdian diawali dengan menyerahkan bantuan/hibah alat produksi berupa 1 unit proyektor merk BenQ dan layar proyektor tripod sebagai sarana penunjang utama bagi mitra dalam proses belajar dan mengajar di MTsS Nurul Iman. Pemberian alat produksi ini langsung diterima oleh pihak yayasan dengan Bp. Dian Prabudi yang sangat berterima kasih karena sangat membantu bagi mitra yang membutuhkan alat produksi untuk menunjang proses belajar mengajar (PBM). Pada saat penyerahan alat bantuan oleh tim pengabdian turut juga disaksikan oleh para guru dan mahasiswa pendamping pengabdian dari POLMED. Dilanjutkan oleh tim pengabdian dengan melakukan sosialisasi berupa pemberian pelatihan kepada beberapa guru sekolah MTsS Nurul Iman. Dari kegiatan pelatihan yang diberikan oleh tim serta dibantu oleh mahasiswa Polmed sangat membantu bagi guru-guru sekolah untuk menyusun bahan ajar dengan menggunakan aplikasi Ms office. Pelatihan ini sangat menarik dan perlu bagi guru-guru untuk penyegaran Nasution et. al | Jurnal Ilmiah MADIYA: Masyarakat Mandiri Berkarya, 2024, 5 . : 217-223 materi ajar kepada siswa-siswa sehingga kegiatan PBM bisa interaktif antara guru dan siswa kata Bp. Dian Prabudi. telah membuka wawasan dalam memanfaatkan PBM dengan menggunakan alat proyektor. Saat ini PBM dituntut dapat lebih menarik dan inovatif agar meningkatkan motivasi para siswa dalam belajar. Evaluasi dalam kegiatan PKM ini dapat terlihat perbedaan inventaris milik mitra yang sebelumnya hanya ada 3 unit sekarang sudah bertambah menjadi 4 unit dan ini juga nanti akan digunakan untuk siswa kelas 9 yang ada 4 kelas di MTsS Nurul Iman sehingga penggunaannya tidak perlu berdasarkan antri lagi tapi telah terpenuhi untuk tiap-tiap kelas. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih disampaikan kepada segenap mitra yang terlibat yaitu MTS Swasta Nurul Iman. Tanjung Morawa beserta pengelola (Yayasa. dan para guru serta siswa yang ikut membantu dalam kegiatan ini, serta Tim pengabdian masyarakat dari Jurusan Administrasi Niaga. Politeknik Negeri Medan, khusus ucapan terima kasih kepada Direktur dan P3M Politeknik Negeri Medan yang telah mendanai kegiatan PKM Semoga kegiatan yang dilakukan ini dapat memberikan kebermanfaatan bagi para siswa di MTs Swasta Nurul Iman. Tanjung Morawa. Kesimpulan Kendala keterbatasan alat produksi dalam proses PBM di sekolah MTsS Nurul Iman telah teratasi dengan pemberian Hibah berupa 1 unit proyektor merk BenQ dan 1 unit layar proyektor untuk mendukung sarana pembelajaran di kelas. Kemudian juga dilaksanakan sosialisasi berupa pemberian pelatihan interaktif kepada guru di MTsS Nurul Iman dengan menggunakan media proyektor yang dapat menghasilkan pembelajaran interaktif bagi siswa sehingga dapat memperkaya bahan pengajaran dan meningkatkan proses belajar diantara guru dan siswa. Daftar Pustaka