MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia Pasca Orde Baru dan Tantangannya Menghadapi Era Disrupsi Sayyida Safir Fadhila Institut Agama Islam Negeri Kudus saysaf@ms. Muhammad Miftah Institut Agama Islam Negeri Kudus muhammadmiftah@iainkudus. Abstract: After the fall of the New Order in 1998. Indonesia experienced a major transformation in various aspects of life, one of which was the Islamic education system. The political changes and reforms that occurred had a significant influence on the way Islamic education was managed and developed. In this era of disruption triggered by technological advances, globalization, and Islamic educational institutions such as Islamic boarding schools and madrasas are facing unique and complex challenges. The research aims to understand Islamic education in Indonesia after the New Order and identify and evaluate the challenges faced by Islamic education institutions in the era of disruption. As well as knowing the role of Islamic educational institutions which remain relevant and effective in the modern context. The research method applied is a literature study by examining various literature sources. The results of this research are to improve the quality of Islamic education, equip students with optimal mastery of science and technology supported by a good religious and social mentality, and create a good and true generation of people. The era of disruption presents challenges to the digital divide, as well as the need to balance traditional values and modern innovation. Keywords: Islamic Education. Islamic Boarding School. Industrial Revolution 4. Abstrak: Pasca jatuhnya Orde Baru pada tahun 1998. Indonesia mengalami transformasi besar dalam berbagai aspek kehidupan salah satunya sistem pendidikan Islam. Perubahan politik dan reformasi yang terjadi membawa pengaruh signifikan terhadap cara pendidikan Islam dikelola dan dikembangkan. Dala era disrupsi yang dipicu oleh kemajuan teknologi, globalisasi, dan lembaga pendidikan Islam misalnya pesantren dan madrasah ketika menghadapi tantangan yang unik dan kompleks. Tujuan penelitian untuk mengetahui pendidikan Islam di Indonesia pasca Orde Baru, mengidentifikasi dan mengevaluasi tantangan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan Islam dalam era disrupsi. Serta mengetahui peran para lembaga pendidikan Islam yang tetap relevan dan efektif dalam konteks modern. Metode penelitian yang diterapkan adala studi pustaka dengan mengkaji berbagai sumber literatur. Hasil dari penelitian ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam, membekali peserta didik untuk dengan penguasaan ilmu dan teknologi secara optimal didukung dengan mentalitas keagamaan dan sosial yang baik, dan mencetuskan generasi bagsa yang baik dan benar. Era disrupsi menghadirkan tantangan pada kesenjangan digital, serta kebutuhan untuk menyeimbangkan antara nilai tradisional dan inovasi modern. Kata Kunci: Pendidikan Islam. Pesantren. Revolusi Industri 4. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu aktivitas yang dilakukan manusia untuk menumbuhkan kepribadian seseorang selama hidupnya. Pendidikan tidak hanya dilakukan di sekolah namun dilakukan dimana saja baik berada di rumah maupun di lingkungan masyarakat. Pada hakikatnya pendidikan merupakan usaha untuk melestarikan kehidupannya. Sehingga, perkembangan seseorang akan sama dengan perkembangan pendidikan sesuai pada masanya 1. Pendidikan adalah hal penting bagi kehidupan manusia, jika tidak ada itu manusia akan merasakan kesenjangan antar sesama dan turunnya moral seseorang. Perkembangan pendidikan Islam di Indonesia selalu berhubungan dengan sejarah perkembangan bangsa Indonesia dari masa penjajahan sampai saat ini . Peran umat Islam tidak dapat dipisahkan dari sejarah bangsa, baik dalam perjuangan melawan penjajah maupun dalam bidang pendidikan. Karena faktanya masyarakat Indonesia mayoritas beragama Islam, dalam mencapai keberhasilannya umat muslim di Indonesia selalu berjuang dengan tulus dan ikhlas dalam membuktikan dirinya ke negera. Diketahui bahwa sejarah pendidikan Islam memuat kebenaran dan peristiwa berkaitan dengan tumbuh dan kembangnya pendidikan baik formal serta non formal. Pendidikan Islam biasa disebut dengan kegiatan belajar mengajar yang memiliki sasaran dengan tujuan memberikan pengetahuan mengenai Islam, mampu menanamkan perilaku dan sikap beragama yang baik kemudian disampaikan ke peserta didik. Adanya perbedaan yang signifikan pada pendidikan setiap perkembangannya4. Era reformasi atau masa sekarang, konsep pendidikan Islam jauh lebih baik dari masa sebelumnya. Dimana pendidikan Islam mampu memberikan peran pernting dalam perkembangan negara, mencerdaskan kehidupan manusia, memberikan dasar pendidikan yang bermoral sesuai dengan agama bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan Islam berkaitan dengan tiga tujuan yaitu: pertama, mengajarkan ilmu Kedua, melestarikan tradisi Islam. Ketiga, melahirkan calon ulama yang memahami Heru Prasetyo and Afifah Zulfa Destiyanti. AuAnalisis Historis Pendidikan Islam Sejak Kemerdekaan. Orde Baru. Era Reformasi Hingga Sekarang (Zonasi & Full Day Schoo. ,Ay Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori. Penelitian. Dan Inovasi 3, no. : 17Ae25, https://doi. org/10. 59818/jpi. Prasetyo and Destiyanti. Hasbullah and Lembaga Studi Islam dan Kemasyarakatan (Jakarta Indonesi. AuSejarah Pendidikan Islam Di Indonesia: Lintasan Sejarah Pertumbuhan Dan Perkembangan,Ay Al-Hikmah: Jurnal Pendidikan Dan Pendidikan Agama Islam 3, no. : 284, https://w. com/books?id=cWydaMAAJ. Yazida Ichsan. AuImplikasi Pendidikan Islam Di Indonesia Pada Zaman Orde Lama. Baru. Dan Reformasi,Ay Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam . 8Ae15, https://doi. org/10. 32923/tarbawy. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. ajaran Islam dengan baik dan benar. Dengan mencetuskan tujuan tersebut memerlukan lembaga yang menjadi sarananya contoh lembaga di Indonesia yang terfokus pada pendidikan Islam yaitu lembaga pendidikan di pesantren. Karena disana mampu menjadi teladan yang baik untuk mencapai tujuan tersebut. Pondok pesantren telah masuk dalam Sistem Pendidikan Nasional melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019. Pesantren memiliki fungsi sebagai wadah aktualisasi melalui pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Sesuai dengan perkembangan zaman tentunya prinsip pesantren yang dulu bercorak kekhasannya pasti telah Sehingga, pondok pesantren perlu mewaspadai situasi tersebut. Pesantren harus tetap mempertahankan keunikan identitasnya sebagai lembaga pendidikan. Namun, pesantren perlu aktif beradaptasi dan tidak hanya diam menghadapi perubahan yang terjadi. Ada beberapa penelitian sebelumnya mengenai pendidikan Islam Pasca Orde Baru yang ditulis oleh Ramadhonus. Akhmad Shunhaji. Ahmad Zain Sarnoto pada tahun 2024 dengan judul AuTradisi Pendidikan Pesantren dan Tantangan Era Revolusi Industri 4. 0 Analisa tentang Eksistensi Pesantren Setelah Terbitnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang pesantrenAy. Hasil dari penelitian ini mengenai pesantren memerlukan reorientasi dan adaptasi dalam menghadapi era revolusi industri 4. karena pesantren akan tetap relevan dan mampu bersaing dnegan lembaga pendidikan lainnya yang lebih dulu beradaptasi dengan perubahan 6 Kemudian penelitian ditulis oleh Abas. Hilyatul Auliya pada tahun 2023 dengan judul AuRomantisme Pendidikan Pesantren di Era Milenial dan Revolusi Industri 4. 0Ay. Hasil penelitiannya pesantren diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran. Dalam teknologi dan metodologi modern diharapkan mampu meningkatkan daya saing santri dalam dunia kerja dan kehidupan sosial yang semakin Ketika menghadapi perubahan dan modernisasi, pesantren tetap harus mempertahankan nilai-nilai Islam yang menjadi dasar pendidikannya. Dalam penelitian ini akan membahas mengenai perubahan pendidikan Islam pada pesantren, maupun madrasah dan meneliti perubahan dalam pendidikan Islam yang disebabkan oleh reformasi politik, sosial, dan Nur Aisyah Jamil. Muhammad Masyhuri, and Nur Ifadah. AuPerspektif Sejarah Sosial Dan Nilai Edukatif Pesantren Dalam Pendidikan Islam,Ay Risalatuna: Journal of Pesantren Studies 3, no. : 197Ae219. Ramadhonus Ramadhonus. Akhmad Shunhaji, and Ahmad Zain Sarnoto. AuTradisi Pendidikan Pesantren Dantantangan Era Revolusi Industri 4. 0 Analisa Tentang Eksistensi Pesantren Setelah Terbitnya Undang Undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren,Ay Blantika: Multidisciplinary Journal 2, no. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. ekonomi pasca-orde baru, serta bagaimana peran institusi pendidikan Islam dalam merespon disrupsi yang diakibatkan oleh teknologi dan globalisasi. Terakhir, penelitian berjudul AuRekognisis Kebijakan Pemerintah Terhadap Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan di IndonesiaAy ditulis oleh Muh. Mustakim tahun 2020. Dengan hasilnya pengakuan dan pengembangan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang telah memperoleh manfaat yang signifikan dari perubahan kebijakan pemerintah. Kebijakan ini secara progresif telah mengintegrasikan pesantren ke dalam kerangkan pendidikan nasional, membantu dalam beradaptasi dengan standar pendidikan modern sekaligus mempertahankan identitas keagaaman mereka yang unik. Sesuai dengan permasalahan yang ada, peneliti belum pernah menemukan penelitian mengenai peran pendidikan Islam menghadapi perkembangan yang semakin maju di Indonesia pasca orde baru yang mana difokuskan pada peran pesantren pada pendidikan Islam. Oleh karena itu peneliti merasa tertarik untuk membahas sejarah pendidikan Islam dengan corak pesantren era pasca orde baru pada masa revolusi industri 4. 0 yang cenderung serba teknologi. METODE Ketika melakukan penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif dengan penelitian kajian pustaka . ibrary researc. Pendekatan diskriptif guna untuk menjelaskan suatu persoalan dengan mencari fakta yang dihasilkan dengan kesimpulan yang akurat pada isu yang akan diteliti. Diketahui dalam penelitian library research, peneliti akan menggunakan data-data dari jurnal penelitian maupun artikel pendukung yang sesuai dengan Setelah melakukan proses pengumpulan dan pencarian data kemudian diseleksi serta dianalisis untuk mendapatkan hasil yang baik. Analisis ini menggunakan data kualitatif, dimana suatu permasalahan akan dilihat sesuai dengan fakta-fakta yang telah ada sehingga mampu menjadi sebuah kesimpulan yang baik. Metode ini mampu memberikan gambaran bagaimana pendidikan Islam berkembang sesuai dengan tuntutan zaman yang begitu cepat. Metode kepustakaan penelitian ini untuk memahami perkembangan mengenai studi pendidikan Islam dari masa ke masa khususnya di era pasca orde baru ke masa sekarang. Menggunakan Abas Abas and Hilyatul Auliya. AuRomantisme Pendidikan Pesantren Di Era Milenial Dan Revolusi Industri 4. 0,Ay SETYAKI : Jurnal Studi Keagamaan Islam 1, no. : 25Ae34, https://doi. org/10. 59966/setyaki. Muh Mustakim. AuRekognisi Kebijakan Pemerintah Terhadap Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Di Indonesia,Ay Transformasi : Jurnal Kepemimpinan & Pendidikan Islam 3, no. : 28Ae41, https://doi. org/10. 47945/transformasi. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. metode ini mampu membantu penulis dalam memahami konsep, sejarah, dampak, serta bagaiman peran yang dibutuhkan dalam menghadapi fenomena yang terjadi. Penelitian kepustakaan dilakukan oleh peneliti untuk menggali literarur dalam menghadapi peubahan dan inovasi dalam era revolusi industri 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Sejarah Pendidikan Islam Era Reformasi Era Reformasi diawali dengan runtuhnya pemerintahan orde baru tahun 1998 hingga zaman sekarang ini. Sebelum orde baru berakhir, pemerintah masih memberlakukan kurikulum 1994 dimana pendidikan agama masih dipelajari di semua jenjang pendidikan dan menjadi salah satu mata pelajaran wajib dari SD hingga perguruan tinggi. Pendidikan agama disini sebagai penyempurna dan perubahan bagi siswa maupun pelajaran itu sendiri. Walaupun tidak memengaruhi jumlah pelajaran dan karakter pendidikan pada siswa. Hingga pergantian pemerintahan pada tahun 1998, pada saat itu masih berdasarkan Undang-Undang Pendidikan tahun 1998 dan kurikulum 1994. Jatuhnya pemerintahan orde baru menumbuhkan pemikiran baru salah satunya mengubah dan memperbarui dibidang pendidikan. Menurut Emil Salim. Reformasi fokus pada implementasi dengan mempertimbangkan manfaat di masa depan. Pada era reformasi, sistem pemerintahan berubah dari sentralisasi menjadi desentralisasi. Pada era ini, prinsip-prinsip, demokrasi, keadilan, dan penghormatan pada hak asasi manusia telah tertanam kuat dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ketika suatu prinsip digabungkan dalam pendidikan mereka akan memengaruhi konten, proses, menejemen, dan teknologi yang berkembang cepat dan memberikan tuntutan baru dalam Salah satunya terkait dengan pendidikan. Pada era reformasi, sistem pendidikan Islam mengalami peningkatan yang signifikan. Salah satu kebijakan pendidikan yang lebih baik dari sebelumnya adalah lembaga pendidikan Kebijakan terhadap madrasah mencakup pada pendapatan dan anggaran, satuan sistem pendidikan nasional, karakter madrasah secara menyeluruh, dan wajib belajar sembilan Pendidikan Islam berperan dalam mendukung pendidikan nasional. Fungsinya memberikan landasan bagi kehidupan bangsa Indonesia, termasuk kehidupan intelektual dan M Fahim Tharaba. AuPesantren Dan Madrasah Dalam Lintasan Politik Pendidikan Di Indonesia,Ay Managere: Indonesian Journal of Educational Management 2, no. : 136Ae48. Muhammad Sholeh Hoddin. AuDinamika Politik Pendidikan Islam Di Indonesia. Studi Kebijakan Pendidikan Islam Pada Masa Pra-Kemerdekaan Hingga Reformasi. ,Ay Jurnal Ilmiah IqraAo 14, no. : 15Ae MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. spiritual seseorang. Kebijakan pendidikan melibatkan proses menganalisis, merumuskan, menerapkan, dan mengevaluasi langkah-langkah untuk kepentingan publik. Hal ini menghasilkan solusi dan inovasi untuk mencapai visi dan misi pendidikan. Kebijakankebijakan utama harus diprioritaskan serta dipertimbangkan dengan kritis dan keseluruhan. Langkah-langkah yang perlu diterapkan untuk mencapai tujuan pendidikan pondok Langkah-langkah yang digunakan guna untuk membuat suatu kebijakan bagi pendidikan Islam di Indonesia, sebagai berikut: Meningkatkan kualitas pendidikan Islam, yaitu mewujudkan perbaikan dan mengevaluasi kualitas pada menjemen pendidikan yang bermula dari sistem sentralisasi menjadi desentralisasi. Membangun hubungan antara pendidikan Islam dengan masyarakat. Bertujuan untuk membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi secara maksimal yang didukung dengan mentalitas keagamaan dan sosial yang kuat. Menghasilkan individu yang religius. Dengan tujaun menciptakan generasi penerus bangsa dan masyarakat yang memiliki nilai keagamaan yang kuat. Ketika berbicara mengenai pendidikan Islam tidak akan terpisah dari suatu lembaga pendidikan seperti pesantren dan madrasah. Dilihat dari sejarahnya, pesantren dan madrasah lahir di Indonesia kurang lebih bersamaan dengan masuknya Islam ke Indonesia. Sebab, dakwah yang disebarkan oleh agama Islam melalui proses transformasi ilmu dari ulama ke Dari konteks ini, proses dakwah dalam bentuk pendidikan salah satunya melalui lembaga pesantren13. Menurut para pakar pendidikan Islam, bentuk aslinya merupakan pesantren karena pesantren telah ada sejak zaman pra-sejarah, kemudian diambil alih oleh hindu-budha dan dilanjutkan oleh Islam. Sedangkan madrasah merupakan bentuk pendidikan dimana pembelajaran antara tempat dan waktu dilakukan oleh seluruh siswa dalam satu kelas, model kegiatan pembelajaran ini biasa disebut klasikal. Dalam menyampaikan suatu pembelajaran baik itu ilmu maupun agama madrasah lebih modern dari pada pesantren. Namun, antara keduanya memiliki kesamaan yaitu berasal dari daerah setempat, dipengaruhi Tiara Salwadila. AuSistem Dan Kebijakan Pemerintah Terhadap Pendidikan Islam Pada Era Reformasi,Ay SINDANG: Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Kajian Sejarah 3, no. : 158Ae63. Abdul Hayi and Mohamad Alwi. AuAnalisis Kebijakan Pendidikan Islam Indonesia Di Era Reformasi,Ay Fitrah: Jurnal Studi Pendidikan 14, no. : 85Ae95. Moh Ismail. AuNegara Dan Pendidikan Islam Di Indonesia,Ay Karaton: Jurnal Pembangunan Sumenep 2, no. : 86Ae95. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. oleh sejarah, dan mengakar kuat di masyarakat lokal karena berpengaruh pada historis. Oleh sebab itu, pendidikan pesantren dan madrasah lebih dikenal dengan pendidikan yang bersifat Kenyataannya saat ini pesantren suatu lembaga pendidikan tidak serta merta lembaga pendidikan tradisional namun akan selalu berkembang seiring dengan keadaan dan Pesantren dan madrasah merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia dan pendidikan bisa dikatakan sebagai konsep budaya. Sehingga, pendidikan dapat diartikan sebagai konsep budaya akan datang. Malik Fadjar menjelaskan gelombang peradaban masa depan adalah hasil interaksi antara perubahan mendasar dalam budaya dari dan pengaruh globalisasi dari luar. Pendidikan pesantren menjadi salah satu alternatif pendidikan bagi masyarakat Indonesia. Pendidikan Islam Era Reformasi Setelah lengsernya masa pemerintahan orde baru, masyarakat mulai untuk mengekspresikan dirinya awalnya dilarang kemudian diperbolehkan oleh pemerintah. Menganggap era sebelumnya masa tekanan, adanya ekspresi kebebasan yang berlebihan cenderung tidak tertata dan tidak terstruktur. Akibatnya, banyak bangunan yang belum jelas arahnya dan permasalahan krisis moneter yang memaksa pemerintah untuk fokus pada perbaikan di bidang ekonomi. Sehinga, di bidang pendidikan merasa sedikit dikesampingkan adanya kepentingan yang lebih di prioritaskan. Dari awal reformasi hingga masa kepemimpinan presiden B. Habibie hingga awal kepresidenan Abdurrahman Wahid. Pendidikan menjadi pusat perhatian pada pertengahan masa jabatan Presiden Abdurrahman Wahid. Surat keputusan Bersama antara Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Agama tanggal 30 Maret 2000 dengan Nomor 1/U/KB/2000 dan Nomor MA/86/2000 mengenai pondok pesantren salafiyah mengenai kewajiban belajar pendidikan dasar 9 tahun, adalah suatu keberkahan bagi pesantren. Hal ini akan memungkinkan adanya regulasi terhadap pondok pesantren dan adanya peluang penyelenggaraan pendidikan dasar untuk mempercepat pelaksaan program wajib belajar, dengan ketentuan kurikulumnya dapat diberikan tambahan Bahasa Indonesia. Matematika, dan sains. Jawaban atas pertanyaan ini berkaitan mengenai lulusan pesantren yang tidak mampu meneruskan ke jenjang selanjutnya yang memerlukan sertifikat atau ijazah. Inisiatif ini tidak serta diterima oleh semua pesantren, beberapa pesantren juga masih memilih untuk tetap mempertahankan tradisi pendidikan Mereka menilai akan pemberlakuan pedoman pemerintah mengenai kurikulum pesantren akan menghancurkan keunikan pondok pesantren. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Perkembangan pendidikan Islam di Indoensia dapat mempengaruhi pencapaian dalam tujuan pendidikan nasioal. Dalam Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasioal menjelaskan mengenai jalur, jenjang, dan jenis pendidikannya. Jalur pendidikan Pendidikan formal meliputi pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan perguruan Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara sistematis dan bertahap Pendidikan informal meliputi pendidikan di ranah keluarga dan lingkungan Jenis pendidikan meliputi pendidikan umum, kejujuruan akademik, profesi, vokasi, dan Pendidikan Islam Era Revolusi Industri 4. Masa revolusi industri 4. 0 adalah masa cyber atau era bebas hambatan, kata lain era ini tidak ada pemisah antara ruang dan waktu. Di era ini, mampu menciptakan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta melahirkan mesin cerdas, robot otonom, serta kecerdasan buatan (AI). Kali ini memungkinkan manusia membuat sesuatu dari tugas yang rumit dan sulit menjadi lebih mudah. Oleh karena itu, manusia perlu manguasai ilmu pengetahuan, menyelesaikan segala permasalahan yang akan datang, dan mempersiapkan diri mengahadapi permasalahan yang akan datang. Saat ini, orang-orang biasa disebut sebagai Augenerasi millenialAy. Generasi ini mencakup anak yang lahir setelah tahun 1980. Karena mereka tumbuh di dunia digital, mereka terbiasa dengan teknologi terkini contohnya handphone, gadget, laptop, dan lain-lain. Melalui teknologi-teknologi tersebut memungkinkan manusia mengakses semua informasi dengan mudah dan cepat 15. kepribadian yang terbentuk pada generasi ini merupakan ketergantunngan pada internet, rasa percaya diri, harga diri yang tinggi, keterbukaan, fleksibilitas, tolerasi pada perubahan, tingkat pendidikan dan pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan generasi Karakteristik lainnya dibidang komunikasi sosial, dulunya para tokoh seperti guru, kyai, dan ulama mempunyai tanggung jawab yang tinggi sebagai pusat sosialisasi. Salwadila. AuSistem Dan Kebijakan Pemerintah Terhadap Pendidikan Islam Pada Era Reformasi. Ay Bahru Rozi. AuProblematika Pendidikan Islam Di Era Revolusi Industri 4. ,Ay Jurnal Pendidikan Islam 9, no. : 33Ae47. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Berbeda saat ini, posisi sosialisasi tradisional telah berpindah ke media computer dan Tidak bisa ditolak jika para peserta didik ketika belajar akan mendapatkan atau mencari dari budaya luar dan media massa. Masa ini menimbulkan akibat pada perubahan atas paradigma di segala bidang, salah satunya pendidikan. Problematika yang dihadapi pendidikan agama Islam tidak hanya pada faktor modernisasi dan globalisasi. Adanya pengaruh atas modernisasi merupakan menjadi peran penting atas perubahan dan pola hidup masyarakat. 17 Namun, di masa ini modernisasi di bidang pendidikan sangat diperlukan guna mengupayakan perbaikan pendidikan untuk kebutuhan masyarakat dan mengarahkan pada pembaharuan di masa depan. Karena pengaruh dari modernasi sendiri tidak hanya pada gaya hidup, teknologi, maupun fashion. Tapi juga mempengaruhi atas pola pikir manusia bagaimana ia berpikir untuk menghadapi masa ini dan masa depan. Pendidikan juga menjadi menentukan bangsa yang maju. Modernasi pendidikan akan terus maju untuk kearah masa depan sehingga manusia harus terus melakukan pembaharuan pada pendidikan agar tidak tertinggal zaman. Hal ini membuat pendidikan Islam menjadi peran penting bagi generasi-generasi milenial karena proses dalam pendidikan yang bersifat menyeluruh dan terstruktur mampu mengarahkan pada membentuk pribadi yang baik sesuai dengan syariat agama. Sehingga, menjadi tugas pendidikan Islam di masa ini untuk menanamkan akhlak yang baik dan mulia18. Beberapa tantangan yang harus dihadapi globalisasi adalah pertama, peningkatan nilai Artinya memperluas lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesetaraan untuk mempertahankan dan mendorong pembangunan. Kedua, adanya tantangan untuk melanjutkan penelitian yang komprehensif di masa pasca orde baru serta perubahan struktur sosial dari masyarakat klasik ke modern. Ketiga, provokasi atas proses global semakin Artinya semakin ketat persaingan kreativitas yang berkualitas berbasis pemikiran, penemuan, dan pemahaman ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Keempat, tantangan inovasi baru dan hadirnya kolonialisme di bidang politik dan ekonomi di Indonesia. Untuk mengatasi tantangan tersebut, lembaga pendidikan Islam perlu ditingkatkan. MMEI Bali and Hilya Banati Hajriyah. AuModernisasi Pendidikan Agama Islam Di Era Revolusi Industri 4. 0,Ay MOMENTUM: Jurnal Sosial Dan Keagamaan 9, no. : 42Ae62. Mhd Arizki. AuPendidikan Agama Islam Era Revolusi 4. 0,Ay ANSIRU PAI: Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam 4, no. : 52Ae71. Irwansyah Suwahyu. AuEksistensi Pendidikan Islam Di Era Revolusi Industri 4. 0,Ay Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK) 4, no. : 3902Ae10. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Dalam menjawab tantangan revolusi industri 4. 0 konsep pendidikan perlu diperhatikan dengan baik. Suatu lembaga diharapkan untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi anak sejak lahir. Hal ini seorang anak mampu siap untuk menghadapi segala tantangan karena tidak mudah seorang anak mampu menyesuaikan pendidikan Islam dalam dunia modern jika tidak dilakukan dengan baik sejak ia lahir. Dalam mengahapi tantangan tersebut pendidikan Islam perlu dilakukan melalui beberapa tahapan adalah pertama, perubahan atas pola pikir Mampu membentuk pola pikir seseorang sebelum berpikir, berbicara, dan bertindak, pendidikan di era ini serba cepat, digital, mudah ditemukan sehingga setiap orang membutuhkan akses pada ilmu pengetahuan. Jika akses dalam mencarinya memerlukan waktu maka masyarakat akan meninggalkan akses tersebut dan lebih memilih layanan yang lebih nyaman dan lebih cepat digunakan. Kedua, memiliki peran aktif dalam menyampaikan sesuatu. Dalam kegiatan pembelajaran pasti akan terfokus pada pengajar yang menyampaikan ilmu dan terbatas pada ruang kelas dan kesulitan dalam menghasilkan alumni yang mampu berdaya saing tinggi. Era sekarang model pendidikan telah berubah dimana dalam kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa dan bukan lagi berpusat pada pengajar. Perngajar hanya mengambil peran dalam memberikan fasilitas, nasihat, dan dukungan kepada siswa. Ketiga, menjaga sikap tidak penduli pada anggaran. Maksudnya seseorang dengan pola pikir pembisnis tidak akan merasa kendala dalam mencapai inovasinya. Keempat, memaksimalkan penggunaan media sosial. ini teknologi sangat dibutuhkan salah satunya dalam bermedia sosial. Dalam menggunakan sosial media seseorang akan sangat mudah untuk berkomunikasi dengan baik, cepat dan Kelima, dalam menemukan hambatan seseorang mampu untuk mencari jalan keluar atau mencari alternatif solusi yang lebih baik daripada sibuk dengan pembenaran untuk mempertahankan dirinya. Keenam, berpartisipasi pada perubahan. Diketahui bahwa perubahan di era sekarang menjadi sebuah kebutuhan setiap orang. Jika sebuah lembaga terus menerapkan sistem pengelolaan yang tidak berubah, maka akan kalah bersaing dengan pendekatan yang lebih dinamis. Ketujuh, penting untuk berpikir dan bertindak secara strategis. Ketika mengelola suatu lembang pendidikan Islam harus ditetapkan dengan baik dan benar. tujuannya agar tercapai secara maksimal dan nyata. Oleh karena itu, dalam suatu lembaga pendidikan penting MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. melakukan reorientasi kurikulum. Seluruh komponen didalam lembaga pendidikan baik dari kurikulum, visi, misi, program tahunan, dan semester harus terkonsep serta berpikir maju 19. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pendidikan harus bersifat double track artinya pendidikan merupakan suatu proses yang terjalin erat dengan evolusi zaman dan perubahan sosial yang dinamis20. Oleh karena itu adanya hubungan tersebut memerlukan pradigma baru dalam pendidikan Islam sesuai dengan perkembangan zamannya. Dalam perkembangan suatu bangsa dapat dilihat melalui pendidikan, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan lembaga penelitian. Manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang dan cenderung bertahan lama, terutama bagi manusia sebagai penggunanya. Jika manusia tidak bisa mengunakannya sesuai dengan arah dan tujuan pengembangan maka kedua itu akan menjadi malapetaka bagi manusia. Peran Pendidikan Islam dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4. Dalam konteks pendidikan Islam, pendidikan Islam memerlukan paradigma konseptual dan praktis lapangan untuk menjawab tantangan yang ada di era sekarang maupun masa depan. Bahkan dalam menghadapi era ini pendidikan Islam akan selalu mendapat respon positif dan tetap menjaga karakter keistimewaannya. Oleh karena itu, pendidikan Islam tidak terjebak pada sikap tertutup yang membuat manusia tertinggal seiring berjalannya waktu, atau sikap terbuka yang menyebabkan manusia menjadi kehilangan jati diri dan individualitasnya. Tujuan pendidikan Islam adalah membentuk individu berakhlakul karimah, yang mana tujuan itu sangat diperlukan dalam menghadapi era ini. Dalam membetuk akhlak yang baik merupakan usaha dalam diri seseorang bukan sebab adanya pelatihan yang tiba-tiba muncul. Sedangkan membentuk individu berakhlakul karimah untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang bertaqwa, cerdas dan berakhlak mulia 21. Contoh lembaga yang cocok di tersebut dengan baik adalah pesantren. Kemajuan pendidikan Islam di pesantren tidak perlu diragukan lagi karena keunikan lembaga pendidikan pesantren mampu melakukan modernisasi yaitu mendirikan lembaga pendidikan sendiri dari Adri Lundeto. Ishak Talibo, and Shinta Nento. AuChallenges and Learning Strategies of Islamic Education in Islamic Boarding Schools in the Industrial Revolution Era 4. 0,Ay AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan 13, 3 . : 2231Ae40. Zubairi Zubairi and Nurdin Nurdin. AuThe Challenges of Islamic Religious Education in the Industrial Revolution 4. 0,Ay Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme 4, no. : 386Ae96 Arip Febrianto and Norma Dewi Shalikhah. AuMembentuk Akhlak Di Era Revolusi Industri 4. 0 Dengan Peran Pendidikan Agama Islam,Ay Elementary School: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Ke-SD-An 8, no. : 105-y. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI). Madrasah Tsanawiyah (MT. Madrasah Aliyah (MA), sampai perguruan tinggi (MaAohad Al. Pesantren sebagai lembaga yang telah ada sejak prakemerdekaan hingga saat ini berperan penting dalam mencetak penerus ulama dan para pengkaji ilmu agama, membetuk karakter manusia melalui pengembanagn keyakinan agama, dan menafsirkan inti ajaran agama Islam. Peran pesantren dalam dunia pendidikan adalah mampu melibatkan aspek kepribadian dan akademik. Beberapa contoh pelajaran karakter yang di dapatkan dipesantren yaitu kedisiplinan, tanggung jawab, saling menghormati, dan peduli Karena karakter yang telah disebutkan tersebut menjadi nilai-nilai yang ditanamkan setiap hari di pesantren dan membetuk karakter yang baik serta berakhlak mulia. Dunia pendidikan Islam khususnya pesantren sangat perlu mempersiapkan diri menghadapi era ini karena lembaga pendidikan Islam ini dituntut untuk melihat masa yang akan datang. Oleh karena itu, pesantren mulai mengembangkan sarana pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan persiapan masa depan pendidik23. Pesantren salah satu pusat pendidikan agama yang penting dalam menyosialisasikan dan mengembangkan nilai-nilai keagaaman. Adanya peran penting itu membuat pesantren mampu memainkan perannya sebagai pembina pada nilai-nilai spiritual. Dalam melakukan peran penting tersebut pesantren mampu menumbuhkan perannya dan fungsinya sebagai berikut 24: Pesantren berfungsi sebagai penjaga dan pemelihara nilai agama. Dalam perannya, pesantren dapat menedukasi serta menyebarkan ajaran-ajaran agama yang diaggap Para santri diberi pembelajaran untuk mengalokasikan waktu mereka untuk refleksi, ibadah, dan memperdalam hubungan spiritual dengan Tuhan. Pesantren sebagai lembaga pendidikan, penting bagi pesantren untuk selalu mengikuti perkembanagn terkini. Pondok pesantren harus berani dalam melakukan reformasi atau peribahan dan paling tidak bisa menyesuaikan pemahaman aamanya dengan kebutuhan Dengan memerikan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan masa kini, siswa akan mampu berpikir kritis terhadap fenomena-fenomena keagaaman Lailatul Chikmah. Maulidia Rahmawati, and Destya Anugrah Putri. AuThe Role of Islamic Education in Facing the Industrial Era 4. 0,Ay Khuluqiyya: Jurnal Kajian Hukum Dan Studi Islam 05, no. : 62Ae74. Kardila Wati. Mawardi Lubis, and Ahmad Walid. AuPeranan Pesantren Dalam Menghadapi Generasi Alfa Dan Tantangan Dunia Pendidikan Era Revolusi Industri 4. 0,Ay Attadib: Journal of Elementary Education 5, 2 . : 131Ae39. Mita Silfiyasari and Ashif Az Zhafi. AuPeran Pesantren Dalam Pendidikan Karakter Di Era Globalisasi,Ay Jurnal Pendidikan Islam Indonesia 5, no. : 127Ae35. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. yang muncul dan mengoreksi fenomena-fenomena keagamaan yang tidak sejalan dengan ajaran dan nilai-nilai agama Islam. Pesantren berperan ganda sebagai institusi pendidikan agama dan sosial masyarakat. Dalam perannya ini, pesantren telah menjalankan tanggung jawab dan perannya. Misalnya sebagai sumber inspirasi, motivasi, dan kekuatan dalam mendorong pembagunan ditingkat lokal dan regional. Pesantren secara aktif menjadi agen perubahan di komunitasnya dan diharapkan memiliki karakter atau moral yang baik. moral disini mengacu pada perilaku yang baik, terpuji, dan bermanfaat bagi banyak Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa pendidikan Islam di pesantren dibutuhkan di era revolusi industri 4. Karena mampu menciptakan lingkungan yang mendukung dalam mengembangkan kehidupan spiritual, membentuk karakter yang lebih, dan siap untuk menghadapi tantang di masa depan. KESIMPULAN Setelah runtuhnya pemerintahan Orde Bru pada tahun 1998. Indonesia mengalami reformasi besar-besaran yang mempengaruhi segala aspek kehidupan. Salah satunya di bidang pendidikan Islam. Adanya perubahan bermula sentralisasi ke desentralisasi memberikan kesempatan kepada lembaga pendidikan untuk mengelola pendidikan secara lebih mandiri dan Reformasi ini mampu mempengaruhi pesantren maupun madrasah untuk melakukan inovasi dan adaptasi sesuai dengan kebutuhan lokal dan global. Pendidikan Islam berusaha mengadaptasi metode pengajaran untuk menghadapi tantangan zaman integrasi ini mencakup pada teknologi, pendidikan karakter, dan pengembangan keterampilan di abad 21 dalam kurikulum pendidikan Islam. Pendidikan Islam juga menghadapi berbagai tantangan seperti kesenjangan digital, resistensi terhadap perubahan, dan kebutuhan untuk menyeimbangkan nilai tradisional dengan inovasi modern. Untuk tetap relevan dan efektif dalam era disrupsi lembaga pendidikan Islam khususnya di pesantren perlu mengembangkan strategi adaptasi yang komprehensif termasuk dalam peningkatan kapasitas tenaga pendidik dalam menggunakan teknologi, kurikulum sesuai zaman, dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem pendidikan. Karena dalam suatu peningkatan kualitas pendidikan harus dilakukan melalui penelitian dan pengembanagn yang berkelanjutan. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DOI: 10. 21154/maalim. DAFTAR PUSTAKA