HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya PENDAMPINGAN MERANCANG TABUNGAN SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN MENABUNG KELAS VI SD Ivoniar Alchani ChairunA. Rahmawati Aulia YulianiA. Wihdatul UmmahA. Sani AryantoA. Yosi Gumala (Universitas Bhayangkara Jakarta Ray. voniaralchani@gmail. com1, 202110615047@mhs. 202110615004@mhs. idA, saniaryanto@dsn. idA, gumala@ds. idAA Abstrak Program meningkatkan kesadaran menabung pada siswa kelas VI SD. Pendampingan dilaksanakan melalui pendekatan praktis dan edukatif dalam tiga tahapan, yaitu edukasi tentang pentingnya menabung, pembuatan tabungan sederhana dari bahan bekas, dan implementasi kebiasaan menabung dengan monitoring. Metode yang digunakan dalam program ini melibatkan diskusi interaktif, praktik langsung, dan evaluasi rutin. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap kebiasaan menabung siswa. Sebelum program dilaksanakan, hanya 30% siswa yang memiliki kebiasaan menabung secara rutin. Setelah program berlangsung, persentase siswa yang aktif menabung meningkat menjadi 85%. Selain itu, kegiatan ini mendorong kreativitas siswa dalam memanfaatkan bahan bekas untuk merancang tabungan serta membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab dalam mengelola uang jajan mereka. Dengan demikian, program ini terbukti efektif dalam menanamkan kebiasaan menabung sejak Dukungan dari pihak sekolah, guru, dan orang tua diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program ini sehingga kesadaran menabung dapat menjadi budaya positif di kalangan siswa. Kata kunci: Pendampingan. Tabungan Sederhana. Kesadaran Menabung. Siswa Kelas VI SD Abstract This simple savings design mentoring program aims to increase savings awareness in grade VI elementary school students. The assistance is carried out through a practical and educational approach in three stages, namely education about the importance of saving, making simple savings from used materials, and implementing saving habits with monitoring. The methods used in this program involve interactive discussions, hands-on practice, and regular evaluation. The results of the mentoring program showed a significant improvement in students' saving habits. Before the program was implemented, only 30% of students had the habit of saving regularly. After the Copyright . Ivoniar Alchani Chairun. Rahmawati Aulia Yuliani. Wihdatul Ummah. Sani Aryanto. Yosi Gumala. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya program, the percentage of students who actively save money increased to 85%. In addition, this activity encourages students' creativity in utilizing used materials to design savings as well as forming an attitude of discipline and responsibility in managing their pocket money. Thus, this program has proven to be effective in instilling the habit of saving money from an early age. Support from the school, teachers, and parents is expected to maintain the sustainability of this program so that saving awareness can become a positive culture among students. Keywords: Mentoring. Simple Savings. Savings Awareness. Grade VI Elementary Students Pendahuluan finansial anak usia 5-6 tahun di Desa Kebiasaan menabung sejak usia dini Kemanggungan. Kabupaten Tegal, merupakan salah satu kompetensi penting menemukan bahwa rata-rata tingkat literasi dalam membentuk perilaku finansial yang finansial anak pada kelompok ini masih sehat di masa depan. Anak-anak yang terbiasa menyisihkan sebagian uang saku perlunya intervensi sejak usia sekolah atau hadiah kecil ke dalam tabungan Berdasarkan temuan ini, maka jelas bahwa meskipun ada peningkatan literasi keuangan secara umum di masyarakat perencanaan keuangan, serta tanggung Indonesia, jawab finansial. Sayangnya, kenyataannya menabung pada anak usia sekolah dasar masih menghadapi tantangan besar Ai literasi keuangan di Indonesia meningkat antara lain kurangnya edukasi finansial 49,68 % peningkatan tersebut belum secara spesifik kelompok ini serta minimnya fasilitasi pada perilaku menabung anak usia sekolah relevan bagi anak. Karena itu, perlu dilakukan upaya edukasi dan intervensi Penelitian yang berfokus pada anak usia sangat dini juga menunjukkan bahwa anak-anak terbatas, dan yang sistematis . menyimpan uang sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Sebagai contoh. Arini & Gustiana Dilihat dari usia anak-anak, anak- anak berada dalam tahap perkembangan literasi finansial untuk anak usia dini di Indonesia masih terkonsentrasi di wilayah memahami konsep abstrak seperti nilai barat Indonesia dan lebih sedikit dilakukan uang, pengeluaran, dan simpanan. Namun. Selanjutnya. Mereka Copyright . Ivoniar Alchani Chairun. Rahmawati Aulia Yuliani. Wihdatul Ummah. Sani Aryanto. Yosi Gumala. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya menggunakan uang saku untuk keperluan celengan, membuat kompetisi menabung atau program Autabung untuk cita-citaAy di (Murtani. Kesadaran menabung anak-anak cenderung masih sekolahAiyang rendah, tingkah laku masyarakat hanya merasakan langsung proses menyisihkan dipergunakan ketika memiliki kelebihan uang dan melihat hasilnya. Pendekatan semacam ini sejalan dengan temuan bahwa (Krisdayanthi. Fenomena edukasi finansial yang terintegrasi dalam finansial meningkatkan keterlibatan dan kurikulum sekolah dasar, serta kurangnya pemahaman anak (Murugiah et al. , 2. dukungan dari lingkungan sekitar, seperti Dengan keluarga dan masyarakat. tabungan praktis dalam konteks sekolah Berbagai dasar tidak hanya memperkuat literasi menunjukkan bahwa intervensi edukasi finansial tetapi juga membentuk kebiasaan finansial sejak usia dini memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kesadaran dan perilaku finansial anak-anak. Misalnya, pertanggungjawaban finansial sejak dini. penelitian oleh A. Amadi. Suwarta. Sholikha, dan Amrullah . menemukan Program bahwa pemahaman pendidikan finansial pada anak usia sekolah dasar secara tentang pentingnya menabung melalui pendekatan partisipatif siswa, guru, serta yang dirancang untuk anak-anak dengan orang tua. Dengan menggunakan media metode yang sederhana dan interaktif. sederhana seperti celengan buatan sendiri. Namun, program edukasi finansial yang masih tabungan yang menyesuaikan kebutuhan dianggap terlalu kompleks atau kurang dan kompetensi yang dimiliki masing- relevan oleh siswa SD, sehingga kurang efektif dalam mengubah kebiasaan nyata seperti menabung. tanggung jawab, dan perencanaan dalam Oleh Aktivitas nilai-nilai kehidupan sehari-hari siswa. Tujuan dari penelitian ini menjawab dua pertanyaan utama: kehidupan sehari-hari siswa. Salah satu tabungan sederhana dapat meningkatkan . pendampingan dalam merancang tabungan sederhanaAimisalnya menabung? . sejauh mana efektivitas Copyright . Ivoniar Alchani Chairun. Rahmawati Aulia Yuliani. Wihdatul Ummah. Sani Aryanto. Yosi Gumala. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya program ini dalam membentuk kebiasaan menabung siswa Tahapan secara berkelanjutan? interaktif, di mana siswa diajak untuk Artikel ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang menabung, tetapi juga memberikan contoh kelompok kecil untuk mengidentifikasi praktik baik yang dapat diadopsi oleh hambatan-hambatan yang mereka hadapi sekolah lain sebagai bagian dari upaya saat menabung, seperti sulit menyisihkan meningkatkan literasi finansial anak-anak di Indonesia. Dalam sesi ini, siswa Metode Pelaksanaan juga diberi ruang untuk menyampaikan Penelitian Siswa pendapat dan ide kreatif tentang cara pendekatan tindakan partisipatif dengan tahapan kegiatan yang dirancang secara mudah diterapkan. Fasilitator bertindak meningkatkan kesadaran menabung pada diskusi berjalan kondusif serta memberikan siswa kelas VI SD. Kegiatan dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut: dirancang untuk membangun kesadaran Tahapan pertama adalah penyuluhan, kolaborasi antar teman sebaya. pentingnya menabung. Materi penyuluhan Tahapan merancang tabungan sederhana, di mana manfaatnya, serta cara menabung yang siswa secara langsung membuat alat bantu efektif dan sesuai dengan usia siswa. untuk menabung dengan menggunakan Penyuluhan bahan-bahan sederhana, seperti kaleng siswa akan pentingnya pengelolaan uang yang bertujuan memberikan pemahaman Diskusi bekas, kardus, atau botol plastik. Kegiatan didukung dengan media visual seperti ini tidak hanya melibatkan kreativitas slide, infografis, dan video pendek. Media siswa, tetapi juga mengajarkan nilai daur ini digunakan untuk mempermudah siswa Siswa diajak untuk menentukan memahami konsep abstrak menjadi lebih target tabungan dan membuat catatan konkret, menarik, dan relevan dengan sederhana untuk memonitor pemasukan kehidupan sehari-hari mereka. Fasilitator serta pengeluaran mereka. Dalam praktik tentang tokoh atau pengalaman nyata tujuan tertentu, seperti membeli alat tulis, memotivasi siswa. buku, atau kebutuhan lainnya. Copyright . Ivoniar Alchani Chairun. Rahmawati Aulia Yuliani. Wihdatul Ummah. Sani Aryanto. Yosi Gumala. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Tahapan keempat adalah simulasi lalu memastikan bahwa program tidak hanya melakukan kampanye menabung, di mana memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga menciptakan dampak nyata pada tabungan yang telah mereka buat. Dalam perilaku siswa terkait kebiasaan menabung. simulasi ini, siswa diminta menyisihkan Hasil Kegiatan dan Pembahasan sebagian uang saku mereka selama satu Deskripsi minggu dan mencatat setiap transaksi di Pendampingan buku tabungan yang disediakan. Selain itu. Pendampingan Awal Program siswa diikutsertakan untuk kampanye di sederhana dilaksanakan dalam beberapa Program ini diikuti oleh siswa poster bertema "Manfaat Menabung" yang dipajang di ruang kelas atau koridor Kampanye ini dirancang untuk melalui kegiatan praktis dan edukatif. membangun motivasi kolektif di antara Sebelum siswa dapat memengaruhi teman sebaya dilakukan survei awal terkait kebiasaan mereka untuk ikut menabung (Rosmadewi menabung siswa. et al. , 2. dan kesiapan sekolah dalam mendukung Hal media atau alat untuk menabung. fasilitator dan ketersediaan waktu untuk Pelaksanaan Pendampingan melaksanakan seluruh tahapan program. pentingnya menabung dan keterbatasan mencakup kesiapan guru untuk menjadi program ini. Kriteria pemilihan sekolah belum optimal dalam kebiasaan menabung yang dipilih berdasarkan keterlibatan aktif bahwa masih terdapat beberapa siswa adalah siswa kelas VI SD di sekolah sasaran SD. Berdasarkan hasil survei menunjukkan Subjek kegiatan dalam penelitian ini Evaluasi Pendampingan tahapan utama: pengukuran berupa pre-test dan post-test Tahap 1: Edukasi tentang Pentingnya untuk mengukur perubahan pemahaman Menabung Selain itu, observasi terhadap Tahap menabung bagi anak usia sekolah dasar berlangsung menjadi bagian dari evaluasi kualitatif, termasuk wawancara dengan siswa dan guru untuk mengidentifikasi bertujuan untuk menanamkan pemahaman perubahan sikap dan kebiasaan menabung. sejak dini tentang manfaat menabung. Pendekatan Kegiatan Copyright . Ivoniar Alchani Chairun. Rahmawati Aulia Yuliani. Wihdatul Ummah. Sani Aryanto. Yosi Gumala. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya keuangan secara sederhana, dan memiliki Pada tahap ini, siswa didampingi untuk Materi menggunakan bahan-bahan yang mudah diskusi dan cerita interaktif, sehingga anak- ditemukan di sekitar rumah atau sekolah, anak lebih tertarik dan mudah memahami seperti kaleng bekas, lem, gunting, dan kertas kado. Kegiatan ini tidak hanya Pendekatan ini sejalan dengan penelitian memberikan pengalaman praktik langsung, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap tabungan yang mereka buat sendiri, sehingga meningkatkan motivasi untuk menabung secara rutin. finansial pada anak (Murugiah et al. , 2. Selain Amadi Pendekatan hands-on learning ini . sesuai dengan temuan (Murugiah et al. menekankan pentingnya intervensi edukasi finansial yang disesuaikan dengan tingkat pengalaman langsung dapat meningkatkan disampaikan secara sederhana, relevan Dengan merancang tabungan sendiri, anak-anak belajar konsep dasar menabung, pengelolaan uang saku, serta kesabaran dalam mengumpulkan uang Dengan sehari-hari, menerima teori tetapi juga termotivasi untuk tujuan tertentu. (Amadi menunjukkan bahwa kegiatan interaktif misalnya dengan menyisihkan uang saku yang menyenangkan dan kreatif dapat Selain meningkatkan efektivitas edukasi finansial pada anak. Aktivitas membuat tabungan meningkatkan kesadaran akan nilai uang, sederhana juga melibatkan elemen seni dan dan menumbuhkan rasa tanggung jawab kreativitas, sehingga anak tidak hanya finansial sejak usia dini, yang berpotensi berdampak positif pada perilaku finansial mereka di masa depan (Arini & Gustiana, halus dan kemampuan berpikir kreatif. Dengan demikian, tahap ini menjadi bagian Tahap Pendekatan Merancang Tabungan Sederhana Tahap relevan, dan berdampak jangka panjang bagi perilaku menabung anak. menabung bagi anak usia sekolah dasar adalah merancang tabungan sederhana. Copyright . Ivoniar Alchani Chairun. Rahmawati Aulia Yuliani. Wihdatul Ummah. Sani Aryanto. Yosi Gumala. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Proses sederhana dapat meningkatkan motivasi dilakukan dengan bimbingan langsung, anak untuk menabung karena mereka dimulai dari: melihat perkembangan tabungan mereka secara nyata. Pemilihan bahan tabungan Kegiatan . Desain dan dekorasi tabungan sesuai kreativitas siswa . Penentuan target tabungan siswa per Dengan monitoring, dan evaluasi, anak-anak tidak Tahap 3: Implementasi dan Monitoring Tahap terakhir dalam pembiasaan menabung bagi siswa sekolah dasar adalah tujuan keuangan, dan membangun perilaku Setelah tabungan sederhana selesai dibuat, siswa Dengan diminta untuk mulai menabung secara penutup yang penting dalam rangkaian rutin setiap minggu sesuai target yang telah edukasi finansial berbasis praktik langsung mereka tetapkan. Kegiatan ini bertujuan di sekolah dasar. Hasil yang Dicapai anak-anak Hasil dari kegiatan pendampingan ini mengatur keuangan, dan merencanakan penggunaan tabungan untuk keperluan Peningkatan Kesadaran Menabung Guru berperan penting dalam tahap ini melalui monitoring dan evaluasi selama Sebelum program, hanya 30% siswa Setelah pendampingan, terjadi peningkatan serta memberikan umpan balik secara signifikan di mana 85% siswa mulai Metode monitoring ini sesuai menabung secara rutin. dengan temuan penelitian oleh Amadi et al. Kreativitas Siswa . DOI: 10. 37985/jer. , yang menekankan pentingnya pendampingan Siswa menunjukkan kreativitas tinggi aktif guru agar kebiasaan menabung anak dalam merancang tabungan sederhana. dapat terbentuk dan dipertahankan. Selain Beragam desain tabungan muncul dari DOI: bahan-bahan bekas, seperti tabungan dari kaleng bekas dengan dekorasi warna-warni Murugiah 1016/j. bahwa pemantauan rutin dan evaluasi Copyright . Ivoniar Alchani Chairun. Rahmawati Aulia Yuliani. Wihdatul Ummah. Sani Aryanto. Yosi Gumala. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya dan tabungan dari kertas kado dengan Harapan dalam program ini, kebiasaan berbagai motif unik. menabung dapat terus berlanjut hingga Selain itu, kegiatan ini juga melatih Disiplin dan Tanggung Jawab siswa untuk lebih kreatif, disiplin, dan Melalui program ini, siswa menjadi bertanggung jawab terhadap keuangan lebih disiplin dan bertanggung jawab mereka sejak dini. terhadap keuangan mereka. Hal ini terlihat Tantangan dan Kendala dari komitmen siswa dalam menyisihkan sebagian uang jajan mereka untuk ditabung Meskipun setiap minggu. antara lain: Berdasarkan Kesulitan awal siswa dalam menyisihkan uang jajan karena kebiasaan konsumtif. program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran menabung di kalangan siswa Kesulitan dalam merancang tabungan kelas VI SD. Keberhasilan program ini pada beberapa siswa. dapat dikaitkan dengan beberapa faktor: Untuk Metode Praktis dan Menyenangkan contoh praktis penggunaan uang jajan dan menyediakan alternatif bahan murah yang tabungan sendiri membuat siswa lebih mudah ditemukan. antusias dan merasa memiliki tanggung jawab terhadap tabungan yang mereka Implikasi Program Hasil Partisipasi Aktif Siswa menunjukkan bahwa kegiatan sederhana Melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembuatan tabungan dan menentukan target menabung membantu Program diimplementasikan di sekolah lain sebagai mereka memahami manfaat menabung dengan lebih baik. literasi keuangan bagi siswa. Dukungan Guru dan Orang Tua Penutup Monitoring oleh guru dan dukungan solusi yang diberikan adalah memberikan Pendekatan praktis seperti merancang terdapat beberapa kendala yang dihadapi. Pembahasan Program pendampingan merancang tabungan sederhana berhasil memberikan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk membangun kebiasaan menabung. kesadaran menabung siswa kelas VI SD. Dengan pendekatan yang praktis dan Copyright . Ivoniar Alchani Chairun. Rahmawati Aulia Yuliani. Wihdatul Ummah. Sani Aryanto. Yosi Gumala. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. HAGA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN: 2828-7037 Vol. 4 No. 1 Edisi Mei 2025 Universitas Nias Raya Pengabdian pentingnya menabung sebagai kebiasaan yang harus ditanamkan sejak dini. Hal ini Masyarakat Bangsa, 2. Ariyani. Fajri. Hidayah. , & jumlah siswa yang menabung secara rutin. Sartika. Kecakapan literasi dari 30% sebelum pendampingan menjadi keuangan pada anak usia sekolah 85% setelah pendampingan. Selain itu, dasar sebagai upaya pembentukan karakter cerdas mengelola uang. memanfaatkan bahan-bahan bekas untuk ABDI: membuat tabungan unik dan menarik. Dini. Pengabdian Kepada Masyarakat, 1. , 3223-3230. Melalui program ini, siswa tidak hanya Jurnal . Analisis Implementasi Pendidikan Keuangan bertanggung jawab, dan menghargai proses pada Jenjang Pendidikan Anak Usia usaha yang dilakukan. Dini (PAUD). Jurnal Obsesi: Jurnal Daftar Pustaka