PEMAHAMAN AGAMA ISLAM PADA SUKU ANAK DALAM Lukman Asha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup. Indonesia lukman@gmail. Abstrak Keywords: The Anak Dalam tribe is often called the Kubu people. In general, their Understanding,The society with primitive life has no religion. In fact they have a belief that Religion of Islam , is Islam, and they live like the surrounding community. They know The Anak Dalam electronics, marriage customs, education and clothing like other Tribe As for the main problem in this paper is how the aqeedah, syariah, and the morals of the Anak Dalam Tribe. this paper is sourced from the results of field writing with a qualitative descriptive approach. The subject matter was the Head of the Village, the Customary Chairperson, the Imam, the Chairperson of the Study of Mothers. Community Leaders, youth leaders. Data taken in the form of primary data and secondary data, data sources from respondents and While data processing techniques from the results of interviews, observations, and documentation Then the data processing techniques, using data reduction and display or data presentation. for interpretation of data by interpreting in the form of description. Writing results related to aqeedah, shariah and morals are still low, they neglect worship of God. They are more concerned with the needs of the world than the needs of the afterlife. They still eat and enjoy something that is forbidden by Islam, religious facilities such as mosques have not been maximally used some of their morals are good, they are very concerned with fellow Tribes and the surrounding Pendahuluan Agama Islam merupakan suatu cara untuk memberikan tuntunan yang dapat membawa manusia ke jalan yang benar dan ke jalan keselamatan. Agama sebagai bentuk keyakinan manusia terhadap sesuatu yang bersifat Adikodrati . ternyata akan menyertai manusia dalam ruang lingkup kehidupan yang luas. Islam adalah satu-satunya agama samawi. (Hadikusuma. Hilman, 2. Kata Islam menurut bahasa berasal dari kata AuaslamaAy yang berarti tunduk, patuh dan berserah diri. Islam adalah nama dari agama wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada Rasulnya untuk disampaikan kepada manusia. Agama Islam berisi ajaran-ajaran Allah yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Islam dalam pengertian ini adalah agama yang dibawa oleh para Rasul Allah sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW. (Misbahuddin Jamal, 2. Menurut Harun Nasution. Agama berasal dari kata, yaitu al-din, . eligi, religar. dan Agama al-din . bearti undang-undang atau hukum, kemudian dalam bahasa Arab mengandung arti menguasai, menundukkan, patuh, utang, balasan, kebiasaan. Sedangkan dari kata religi bearti mengumpulkan atau membaca, kemudian religi bearti mengikat. Adapun kata Agama terdiri dari A= tidak. Gam= pergi, mengandung arti tidak pergi, tetap di tempat dan di warisin turun temurun. (Jalaludin, 2. Agama Islam di setiap zaman mengajarkan aqidah yang sama, yaitu tauhid atau mengesakan Allah SWT. Letak perbedaan ajaran antara wahyu yang diterima setiap Nabi pada syariat yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kecerdasan umat pada saat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah wahyu Allah terakhir untuk Oleh karena itu, agama ini sudah sempurna dan senantiasa sesuai dengan tingkat perkembangan manusia sejak masa diturunkannya, empat belas abad yang lalu hingga akhir peradaban manusia, hari kiamat kelak. Agama Islam yang diturunkan kepada Nabi-Nabi sebelumnya tidak selengkap wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Wahyu yang turun pada saat itu bersifat lokal untuk satu atau dua suku bangsa saja. (Toto Suryana, 1. Ajaran agama Islam yang turun kepada Nabi Muhammad merupakan wahyu Allah yang terakhir diturunkan secara sempurna. Tidak akan ada lagi wahyu yang diturunkan ke muka bumi ini. Ketetapan ini dinyatakan dalam firman Allah: Artinya: AuPada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimuAy. (QS. Almaidah, ayat, . Ayat di atas mengisyaratkan pula, bahwa landasan Agama Islam mampu menjadi landasan hidup dan menyediakan segala jawaban terhadap segala permasalahan dan perkembangan manusia sampai akhir sejarahnya. (Toto Suryana, 1. Dan sesungguhnya manusia hidup didunia ini di perintahkan untuk mengabdi kepada Allah SWT. Allah berfirman: Artinya. AuDan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-KuAy. (QS. Adz- Dzariyat Ayat, . Sesungguhnya manusia di muka bumi ini hanya untuk mengabdi kepada Allah sesuai tujuan Allah menciptakan manusia dimuka bumi ini. Ibadah di sini adalah ibadah khusus dan ibadah sosial yang berhubungan dengan manusia secara langsung, ibadah khusus seperti. Sholat. Zakat. Puasa. Haji, sedangkan ibadah sesama manusia seperti gotong royong, saling menolong dan lain-lain. Mengabdi artinya ialah menyerah diri pada Allah SWT dan mengerjakan apa yang di perintah serta menjauhi apa yang di larang Allah SWT. Islam memberikan banyak amalan keagamaan, para penganut umumnya digalakkan untuk memegang lima rukun Islam, yaitu lima pilar yang menyatukan Muslim sebagai sebuah Isi dari kelima Rukun Islam itu adalah: 1. Mengucapkan dua kalimat syahadat dan meyakini bahwa tidak ada yang berhak ditaati dan disembah dengan benar kecuali Allah saja dan meyakini bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul Allah, 2. Mendirikan shalat wajib lima kali sehari semalam, 3. Berpuasa pada bulan Ramadhan, 4. Membayar Zakat, 5. Menunaikan ibadah haji bagi mereka yang mampu. (Moh RifaAoi, 2. Dari kelima rukun Islam di atas, kita semua wajib memahaminya, pemahaman berasal dari kata yang paham mengerti benar dalam suatu hal. (Diknas, 2. Pokok pokok ajran Islam ialah: a. Aqidah kepercayaan kepada Allah, malaikat, kitab-kitab Allah. RasulNya, hari akhir dan qadha dan qahdar, b. Syariat segalah bentuk peribadatan baik ibadah khusus yaitu. Thahara. Shalat. Zakat. Puasa dan Haji, maupun ilmu MuAoamalah, c. Ahlak sifat yang tertanam dalam diri manusia dan menimbulkan perbuatan yang mudah tanpa memerlukan pertimbangan pikiran. (Aminudin, 2. Di Indonesia banyak bermacam-macam suku bangsa, bahkan Agama yang dianut berbeda pula, dari sekian banyak suku ada yang namanya Suku Anak Dalam (SAD) atau sering disebut Orang Rimba. Suku anak dalam memiliki arti orang yang bermukim di pedalaman dan terbelakang. (Adam Jaya Pranata, 2. Masyarakat mengetahui tentang suku anak dalam di Sumatera. Mereka adalah salah satu suku di Indonesia bahkan di dunia yang masih hidup primitif. Mereka tidak mau mengikuti kemajuan zaman, mereka tidak mau mengenal yang nama nya teknologi. Tapi masyarakat sangat ingin mengenal mereka sebagai salah satu warisan kebudayaan Indonesia dan juga sebagai inspirasi bagi kehidupan. ttps://temanais. com/2015/11/13/-penggunaan-teknologi-informas. Dulunya dengan kepercayaan animisme, kepercayaan adanya moneng dan puyang (Moneng adalah orang tua dari poyang, poyang adalah orang tua dari nene. , namun saat ini sudah mengenal agama, terutama Islam dan sejak tahun 1936 ketika Pendeta Robert masuk ke Musirawas saat itu Belanda membangun Irigasi Watervang. Pendeta Robert ketemu suku Kubu di desa Q wonokerto dan menyebarkan Kristen Protestan di komunitas Kubu hingga ke Jambi. Sebagian besar Suku Anak Dalam atau Orang Kubu kehidupan sehari harinya masih akrab dengan sungai juga berburu binatang di hutan, ketergantungan dengan alam masih menjadi pola hidupnya. com/2. Suku Anak Dalam punya pola hidup unik. Mereka hidup secara berkelompok dan mengandalkan hutan sebagai sumber Suku Anak Dalam di Kecamatan Rupit kabupaten musirawas utara Sumatera Selatan telah direlokasi. Di tempat baru ini mereka menata kembali kehidupan, meski tak semuanya berjalam mulus. Agama mereka Islam. Dan diantara mereka sudah banyak yang sekolah pendidikan sampai ke jenjang SLTP. Ada juga yang sekolah madrasah dan Tempat Pengajian Anak (TPA) di masjid Al-Ikhlas di desa Sungai Jernih. Mereka seperti masyarakat biasa yang ada di Sungai Jernih, mayoritas penghasilan mereka dari petani karet. Kemudian berdasarkan survei awal ataupun observasi awal ke lapangan penulis menemukan kepala dusun 3 . desa Sungai Jernih, dan bapak Sudirman bercerita. Aykami semua beragama Islam tapi kami butuh orang-orang yang mampu mengajarkan Agama Islam di dusun tiga ini, karena kami sedikit sekali yang tahu dan mengerti ajaran Islam. Itupun Cuma anak anak yang sekolah saja. Jadi, kami sangat berharap ada seorang guru yang mengajarkan kami tentang Agama Islam. Ay (Sudirman, 2. Mengingat pentingnya pemahaman Agama Islam pada suku anak dalam ini maka kepala dusun tiga berharap adanya seorang guru yang mengajarkan mereka lebih jauh lagi tentang ajaran Agama Islam. Atas paparan di atas Penulis ingin menegatahui tentang Suku Anak Dalam karena mereka punya kehidupan yang unik dan eksotik, dan sedikit berbeda dari suku anak dalam di daerah lain, contohnya mereka mengenal Islam dan mereka tidak ditakuti warga karena mereka sangat senang bila berkomunikasi dengan masyarakat sekitar. Di tengah kemajuan zaman mereka mengikuti kemajuan zaman seperti, mengenal alat elektronik, radio. TV, dan berpakaian sebagaimana semestinya pakaian masyarakat biasa. Akhlak mereka juga ada walaupun belum baik, tetapi masalah agama Islam penulis ingin mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang Islam. Melihat fenomena dan latar belakang di atas, membuat penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan di atas. Kemudian penulis mengadakan penelitian yang hasilnya akan dituangkan dalam tulisan ini yang berjudul: Aupemahaman agama Islam pada suku anak dalam di desa sungai jernih kecamatan rupit kabupaten musirawas utaraAy. Pembahasan Hasil Penelitian Sejarah Desa Desa Sungai Jernih pada awalnya dihuni oleh beberapa keluarga saja yang tinggal didekat sungai-sungai tersebut. Anggota Biro Rekontruksi Nasional (BRN) sempat bermalam disana dan mandi disungai tersebut, ada beberapa hari kemudian anggota BRN meminta kesepakatan masyarakat desa tentang nama Desa dengan nama AuSungai JernihAy pendudukpun sepakat dan menerima, masyarakat berangsur-angsur mulai meningkat. Itu juga dusun yang kedelapan dari desa desa yang lain yang berdiri di Kecamatan Rupit. (David Haryadi, 2. Keadaan Geografis Sungai Jernih adalah salah satu desa yang berada di kecamatan Muara Rupit Kabupaten Musirawas Utara Provinsi Sumatra Selatan. Desa Sungai Jernih mempunyai luas wilayah kurang lebih 8. 000 M, kondisi goegrafis memilki ketinggian 470 M di atas permukaan laut, dengan curah hujan rata-rata pertahun 2000 MM dengan suhu 25 C. Desa Sungai Jernih Kecamatan Muara Rupit memiliki batasan-batasan wilayah sebagai berikut : - Sebelah Utara berbatasan dengan Hutan. - Sebalah Selatan Desa Tanjung Putus. - Sebelah Timur dengan Desa Beringin Sakti. - Sebelah Barat dengan Wisata Danau Raya. Keadaan Demografis Keadaan Demografis desa Sungai Jernih kecamatan Muara Rupit Kabupaten Musirawas Utara adalah sebagai berikut : Jumlah penduduk Desa Sungai Jernih Jumlah penduduk Desa Sungai Jernih adalah 2. 390 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 125 KK. Jumlah penduduk menurut umur dan jenis kelamin Adapun jumlah penduduk Desa Sungai Jernih Kecamatan Muara Rupit menurut umur dan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel 2 Jumlah Masyarakat Berdasarkan Usia Usia Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki Perempuan 0 Ae 1 tahun 42 jiwa 1 Ae 4 tahun 58 jiwa 5 Ae 14 tahun 321 jiwa 15 Ae 39 tahun 178 jiwa 40 Ae 64 tahun 644 jiwa 65 tahun ke 147 jiwa Jumlah Sumber: Dokumen Desa Sungai Jernih 12 Agustus 2019 Jumlah penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Adapun jumlah penduduk Desa Sungai Jernih kecamatan Muara Rupit menurut tingkat pendidikan dapat dilihat dari tabel dibawah ini: Tabel 3 Keadaan Tingkat Pendidikan Masyarakat Desa Sungai Jernih No. Keterangan Laki-laki Perempuan Jumlah Tamat SD Tamat SMP Tamat SMA Pelajar SD Pelajar SMP Pelajar SMA Mahasiswa Tidak Sekolah Belum Sekolah Jumlah Sumber: Dokumentasi Desa Sungai Jernih 12 Agustus 2019 Jumlah Penduduk menurut Agama Jumlah penduduk Sungai Jernih Kecamatan Muara Rupit menurut penganut Agama kepercayaan, mereka semua beragama Islam. Jumlah penduduk Menurut Mata Pencarian Jumlah penduduk Desa Sungai Jernih kecamatan Muara Rupit, setelah penulis amati di desa Sungai Jernih telah memiliki kondisi alam yang memadai, wilayah Desa Sungai Jernih memiliki tanah yang subur sehingga bidang pertanian sangat cocok diwilayah tersebut. Alamnya dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sungai Jernih menjadi tanah perkebunan dan pertanian, adapun jenis pertanian yang ada di Desa Sungai Jernih mayoritas perkebunan Karet dan Sawit. Penghasilan masyarakat Desa Sungai Jernih bisa menjadi hasil pertanian, karena masyarakat Desa Sungai Jernih mayoritas Petani, untuk yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) masih amat sedikit bahkan bisa dihitung dengan jari. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4 Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencarian Jenis Mata Pencarian Jumlah Orang Pegawai Negeri Sipil TNI/ POLRI Pensiun TNI/POLRI Guru Petani Pegawai Swasta Wiraswasta/ Pedagang Sopir Pembantu Rumah Tangga Nelayan Tukang Ojek Bidan Industri Kecil Jumlah Sumber : Dokumen Desa Sungai Jernih tanggal 14 Agustus 2019 Fasilitas dan Prasarana Informasi Komunikasi Fasilitas Pendidikan Fasilitas pendidikan yang ada di Desa Sungai Jernih antara lain adanya satu Sekolah Dasar, dan satu Sekolah Madrasah. Jika dilihat dari jumlah penduduk fasilitas yang ada sudah cukup memadai. Selain itu penduduk masi bisa memanfaatkan sarana pendidikan di tempat lain yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Desa Sungai Jernih. Namun untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) cukup jauh bahkan harus menempuh jarak 5 KM. Sementara pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) lebih jauh lagi harus menempuh jarak 7 KM, untuk tingkat Penguruan Tinggi belum ada. Prasarana Pemerintahan Adapun Desa Sungai Jernih melaksanakan tugas sehari- hari dapat dilihat dari tabel dibawah ini : Tabel 5 Prasarana Pendidikan Jenis prasarana Jumlah Kondisi PAUD/ TK Baik Baik Baik Balai Desa Baik Masjid Baik Musholla Baik Meja Baik Kursi Baik Lemari Baik Komputer Baik Papan penyajian data Baik Ruang kepala Desa Baik Ruang PKK Baik Ruang LKMD Baik Ruang Rapat Baik Ruang Staf Baik Baik Jumlah Sumber: Dokumentasi Desa Sungai Jernih tanggal 14 Agustus 2019 Fasilitas Keagamaan Penduduk Desa Sungai Jernih semuanya beragama Islam, hal ini dapat dilihat dari penjelasan tabel di atas bahwa penduduk Desa Sungai Jernih beragama Islam. Oleh karena itu Desa Sungai Jernih mempunyai 1 masjid dan 3 Mushola. Dan 1 dari ketiga musholah itu terletak di dusun i yang penduduknya mayoritas suku anak dalam. Gambaran Kehidupan Sosial Masyarakat Desa Sungai Jernih Setelah penulis mengadakan wawancara dengan bapak Sewan selaku ketua adat beliau mengatakan bahwa Desa Sungai Jernih merupakan Desa yang Begitu luas, penduduknya 390 jiwa yang mayoritas bersuku jawa dan Sumatra yang telah memiliki keturunan dan berdomisili di Desa Sungai Jernih bertahun tahun lamanya, selain itu terdapat juga masyarakat suku anak dalam yang juga sering disebut orang kubu/orang rimba, khususnya di Dusun i mayoritas Suku Anak Dalam. Ay (Sewan, 2. Penduduk Sungai Jernih, dalam kehidupan keagamaan juga cukup aktif dan antusias, hal ini dapat di lihat dari kebiasaan mereka dalam mengikuti kegiatan beribadah di masjid, dan taAoziah pada anggota masyarakat yang terkena musibah meninggal dunia. Kegiatan agama banyak di lakukan di Desa Sungai Jernih sehingga dalam kegiatan apapun di Desa Sungai Jernih masyarakat memiliki rasa sosialisasi yang tinggi, pengajin di lakukan secara bersamasama seperti pengajian ibuk-ibuk, bapak-bapak dan remaja yang dilakukan seminggu sekali. Dan kegiatan ini di lakukan dirumah mereka secara bergiliran setiap jumAoat siang oleh ibukibuk, dan malam jumAoat oleh bapak-bapak. Sore minggu oleh remaja. Di setiap acara keagamaan Suku Anak Dalam selalu ikut, mereka sangat bersemangat di setiap acara keagamaan, apalagi ada ustadz . dari luar daerah yang mengisi acara pengajian itu, mulai dari anak-anak sampai yang tua ikut dalam acara keagamaan. Cara bermasyarakat mereka sangat bagus dan sangat di terimah masyarakat lain karena mereka benar-banar ingin belajar agama Islam dari Dakwah ustadz dalam acara keagamaan. Tetapi ada juga sebagian dari mereka tidak peduli dengan acara keagamaan yang ada di Desa Sungai Jernih karena sibuk di hutan untuk mencari nafkah. Yang ikut acara keagamaan hanya ibukibuk yang mengerti tentang agama Islam dan anak remaja yang sekolah saja. Yang lainnya hanya beragama Islam dan masih banyak yang melanggar kaidah kaidah Islam. Perkumpulan Organisasi atau Lembaga Kemasyarakatan di Desa Sungai Jernih Desa Sungai Jernih memiliki lembaga kemasyarakatan atau lembaga organisasi, mengingat organisasi adalah sebagai perantara untuk mengadakan kerja sama yang efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan bersama yang ditetapkan. Lembaga ini adalah persekutuan antara dua orang manusia atau lebih untuk mencapai tujuan sebagai rangkaian organisasi yang bersifat dinamis dalam arti lain bahwa manusia memiliki jabatan dalam suatu rangkaian secara bergantian yaitu saat di perlukan. Organisasi-organisasi yang ada dalam masyarakat Desa Sungai Jernih pada umumnya merupakan organisasi kesatuan sosial dimana memiliki daftar anggota terperinci, jadi alasan mereka masuk dalam organisasi karena adanya ikatan kekeluargaan dan karena ingin memajukan kehidupan dimana kegiatan-kegiatan organisasi itu mensejahterakan masyararakat terutama anggota. (Syamsul MaAoarif, 2. Organisasi Pemerintahan Di Desa Sungai Jernih memiliki organisasi pemerintahan, organisasi adalah perantara untuk mengadakan kerja sama yang efektif dan efisien dalam rangka mencapai tujuan yang telah di tetapkan. Adapun organisasi pemerintahan di Desa Sungai Jernih ini dapat dilihat pada struktur organisasi dibawah ini : STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAHAN DESA SUNGAI JERNIH KEPALA DESA DAVID HARYADI SEKRETARIS DESA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA OMA ZUSTRA (BPD) BENDAHARA DESA MUNAWIR SAZILI KETUA : ABU MANSYUR WAKIL KETUA: EDI WIJAYA SEKRETARIS : REBI YANSAH ANGGOTA : RUDI HARTONO : RIZALUDIN : FIKRI : BOBI ARTANTO KAUR PERENCANAAN KARTA WINATA KAUR UMUM & KEUANGAN MARYONO KAUR PEMERINTAHAN PARMADI KASI KESEJAHTERAAN SAFARI KASI PELAYANAN GUNADI FIKRI KADUS 1 IRIAN KADUS 2 JUHARMAN KADUS 3 SUDIRMAN KADUS 4 DEDI MARENDRA KADUS 5 JUARSYAH KADUS 6 AMIR KHAN KADUS 7 SAHRIL Sumber: Kantor Desa Sungai Jernih tanggal 12 Agustus 2019. Dari struktur organisasi pemerintahan Desa Sungai Jernih di atas sepertinya sudah cukup lengkap dalam rangka untuk melestarikan dan memajukan Desa Sungai Jernih secara Mengenai sistem pemerintahan dan penentuan keputusan Kepala Desa selalu di dasarkan atas musyawarah dengan masyarakat. Organisasi Risma (Remaja Masji. Risma merupakan singkatan dari remaja Islam masjid, anggota yang bergabung dalam Risma ini hanya remaja muslim saja. Kegiatan-kegiatan yang di koordinir Risma banyak yang terfokus pada kegiatan ke-Islaman . yang dilaksanakan dimasjid Al-Ikhlas. Selain masalah keagamaan Risma juga mempunyai kegiatan di bidang pendidikan yaitu sebagai Tabel 6 Agenda Harian Risma di Desa Sungai Jernih Jenis Kegiatan Waktu Pengajian Hari minggu sore Maulid Nabi Sesuai kalender IsraAo MiAoraj Sesuai kalender Nuzul QurAoan Sesuai kalender Khatam Al-QurAoan Satu bulan sekali Sumber: Dokumen Masjid Desa Sungai Jernih, tanggal 13 Agustus 2019. Untuk mengetahui lebih jelas struktur organisasi Risma di Desa Sungai Jernih kecamatan Rupit adalah sebagai berikut: Ketua : Ronzi Putra Wakil ketua : Rina Artika Sekretaris : Ananda Rizki Bendahara : Wulan Astika Seksi-seksi masing-masing diketahui oleh ketua seksi yang terdiri dari wakil seksi dan anggota seksi. Kegiatan Risma di bimbing oleh bapak Wagio selaku Imam Desa Sungai Jernih dan di bantu oleh tokoh agama dan Pembina Desa. Sehingga dengan adanya organisasi ini diharapkan kegiatan kepemudaan akan memakmurkan RISMA Desa Sungai Jernih, dan Alhamdulillah Desa Sungai Jerrnih banyak sekali kemajuan yang ada meskipun tidak semua remaja Suku Anak Dalam ikut serta dalam anggota Risma. Anggota Risma Suku Anak Dalam itu hanya remaja yang sekolah SMP dan SMA saja, yang lainnya tidak ikut serta karena mereka merasa malu jika bergabung dengan yang lainnya. Gambaran Pemahaman Aqidah Pada Suku Anak Dalam di Desa Sungai Jernih Untuk mengetahui pemahaman agama Islam pada Suku Anak Dalam di Desa Sungai Jernih penulis berusaha menemui tokoh masyarakat dan tetua Desa Sungai Jernih lalu meminta masukan dan jawaban mereka terkait pemahaman akidah Suku Anak Dalam, antara lain penulis temui Bapak Tarmizi selaku Imam Desa Sungai Jernih, beliau mengatakan: AuBahwa Suku Anak Dalam di Desa Sungai Jernih seluruhnya beragama Islam dan mereka yakin dengan adanya Allah SWTAy. (Tarmizi, 2. Dari hasil wawancara dengan Bapak Burlian selaku tokoh masyarakat Desa Sungai Jernih beliau mengatakan bahwa. AyAgama Islam masuk ke Desa Sungai Jernih pada tahun 1978, dan menyebar ajarannya di Desa tersebut termasuk Dusun Tiga yang masyarakatnya banyak Suku Anak Dalam, yang membawa ajaran agama Islam tersebut adalah ustadz MaAoruf selaku tokoh agama yang ada di Kecamatan Rupit pada waktu itu. Suku Anak Dalam tidak percaya dengan animisme sejak mereka mengenal Islam pada tahun 1978, karena mereka sadar bahwa percaya dengan nenek moyang itu tidak ada manfaat dan mereka yakin bahwa nenek moyang mereka punya kehidupan tersendiri dan tidak boleh percaya selain Allah SWT karena mereka takut masuk Tetapi mereka masih percaya dengan dinamisme contohnya, mereka masih memakai Jimat dan ramuan dari hutan untuk menyembuhkan penyakit anak-anak, dan mereka masih yakin jika pergi ke hutan membawa paku itu akan jauh dari godaan syetanAy. (Burlian, 2. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Suku Anak Dalam mengenal Islam sejak tahun 1978 yang dibawakan oleh Bapak MaAoruf selaku tokoh agama pada tahun itu di kecamatan Muara Rupit, dan mereka tidak percaya dengan animisme tetapi mereka percaya dengan dinamisme. Gambaran Pemahaman SyariAoat pada Suku Anak Dalam di Desa Sungai Jernih Pemahaman adalah mengerti dan tahu dari suatu hal. Mengerti dalam pemahaman agama Islam bearti tahu dan menjalankan perintah Allah dan menjauhkan seluruh larangan Nya, setelah penulis mengadakan wawancara dengan Ibu Sri Maryani sebagai ketua pengajian ibuk-ibuk di Desa Sungai Jernih ia menyatakan bahwa. AyMusholla Al-Hikmah di dusun tiga Sungai Jernih itu letaknya pas berada dilingkungan Suku Anak Dalam, namun belum difungsikan dengan baik karena mereka lebih menggunakan Masjid Al-Ikhlas yang berada di tengah-tengah Desa. Musholla mereka hanya di bersihkan setiap hari jumAoat dan acara pengajian ibuk-ibuk yang diadakan setiap hari jumAoat jam 14. 00 WIB itupun jika giliran ibukibuk Suku Anak DalamAy. (Sri Maryani, 2. Dengan demikian Musholla Al-Hikmah di Dusun tiga itu tidak berfungsi sebagaimana Musholla lainnya, itu disebabkan kurangnya minat Suku Anak Dalam untuk memanfaatkan rumah Allah tempat beribadah. Selanjutnya penulis melakukan wawancara dengan Saudara Febri sebagai remaja Suku Anak Dalam. AyRukun Islam ada lima, yang pertama baca syahadat, melakukan sholat lima waktu, puasa dibulan ramadhan, membayar zakat, pergi haji bagi yang mampu. Dan rukun iman ada enam, yang pertama iman kepada Allah SWT, iman kepada malaikat, iman kepada Rosul, iman kepada kitab, iman kepada hari akhir dan iman kepada Qadha dan Qadhar. Sebagai seorang Islam harus hafal rukun Islam dan rukun iman karena itu tanda bahwa kita orang Islam, tetapi kami belum melakukan semua dari rukun Islam dan rukun Iman hanya sebagian saja karena pengetahuan kami terbatas dan guru yang mengajarkan agama Islam kamipun Cuma bertahan satu tahun sajaAy. (Febri, 2. Selanjutnya ibadah yang sering dilakukan Suku Anak Dalam yaitu ibadah ghairul Mahdha sebagaimana hasil wawancara peneliti dengan Bapak Sudirman selaku kepala dusun tiga desa Sungai Jernih menyatakan AyKami sering melakukan ibadah yang mencakup kehidupan sesama seperti gotong royong dalam membersihkan masjid dan jalan desa, dan pemilihan pemerintah baru. Sedangkan ibadah yang berkaitan dengan tuhan kami jarang melakukannya karena kami sibuk dengan aktifitas keseharian kami dan waktu banyak di hutan untuk mencari nafkah, jika tidak dapat di hutan yang satu maka kami lari ke hutan yang lainnya. (Sudirman . SyariAoat Islam ialah hukum yang ada dalam Islam seperti wajib, halal, haram, mubah, dan Jadi jika orang bisa membedakan itu semua bearti mereka tahu tentang syariAoat Islam. Dalam syariAoat Islam ada halal dan haram, untuk lebih lanjut penulis melakukan wawancara dengan saudara Sukandar mengatakan Aysetiap kami berburu ke hutan terkadang kami dapat kijang, kadang kala mendapat kancil, dan hewan itu boleh dimakan. Sedangkan babi itu haram. Walaupun demikian kami masih makan babi karena sudah terbiasa sejak dulu. Emang dampak dari makan babi kami tahu, seperti bau badan dan kulit tidak sehat tapi mau bagaimana lagi sudah terbiasa dan sulit menghilangkan kebiasaan itu, walaupun sekarang kami mengurangi konsumsi babiAy. (Sukandar, 2. Gambaran Pemahaman Akhlak Pada Suku Anak Dalam di Desa Sungai Jernih Akhlak adalah amal perbuatan manusia baik perbuatan dengan tuhan maupun dengan sesama manusia, (Hablum minallahi wa hablum minan na. Jika hubungan manusia itu dengan sesama baik maka dikatakan akhlak manusia itu baik juga. Buistu li utammima maa karimal akhlak, saya di utus kata Rasulullah untuk memperbaiki akhlak manusia. Akhlak sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dengan masyarakat yang lain karena itu akan mencerminkan sikap peduli antar sesama. Selanjutnya penulis melanjutkan wawancara dengan Bapak Serif salah satu tokoh masyarakat Suku Anak Dalam, ia menyatakan: AyKami hidup saling tolong menolong dan peduli karena dari nenek moyang kami dahulu mengajarkan harus saling tolong menolong antar SukuAy. Didalam Islam juga diajarkan harus saling tolong menolong dan tidak di perbolehkan bertengkar antar sesama. WataAoauwanu Aoalal birri wat taqwa, wala taAoawanu Aoalal ismi wal Aoudwan. Dari dahulu sampai sekarang diantara kami tidak pernah bertengkar dan bentrok dengan sesama Suku ataupun masyarakat yang lainnyaAy. (Serif , 2. Suku Anak Dalam sangat menjaga sikap antar sesama suku apalagi dengan masyarakat yang lain, karena kenyamanan dalam desa itu ialah hak antar sesama. Selanjutnya penulis melakukan wawancara dengan Ibuk Mega Kusni Tokoh Wanita masyarakat Suku Anak Dalam, ia mengatakan: AyDidalam kehidupan Suku Anak Dalam masih ditemui dikalangan remaja hamil di luar nikah karena didalam kehidupan mereka sedikit longgar dan kurang memiliki rasa malu, tetapi ada suatu keunikan dari masyarakat mereka yaitu tidak pernah melakukan perceraian dalam rumah tangga kecuali pasangannya sudah meninggal dunia Au. (Mega Khusni, 2. Kemudian peneliti melanjutkan wawancara dengan saudara Randi Tokoh pemuda Suku Anak Dalam, ia mengatakan bahwa: AySuku Anak Dalam mengenal judi, minuman haram tapi Suku Anak Dalam jarang melakukan itu kecuali ada acara tertentu saja seperti acara resepsi pernikahan malam hari. Dan itupun hanya sebagian yang ada uang saja karena beli minuman seperti itu butuh uang yang banyak, sedangkan masyarakat Suku Anak Dalam sebagian besar tidak memiliki uang yang banyak, untuk makan saja kami sulit apa lagi akan membeli minumanAy. (Randi , 2. Berdasarkan uraian di atas terkait pemahaman agama Islam Suku Anak Dalam, mereka sebagian tahu dengan ajaran Islam tapi belum melaksanakannya dengan baik. Simpulan Pertama pemahaman aqidah pada Suku Anak Dalam di Desa Sungai Jernih Kecamatan Rupit masih Rendah, karena mereka masih percaya dengan paham Dinamisme . enda-bend. , seperti memakai Azimat ketika keluarga mereka ada yang sakit dan ketika mereka dalam hutan, mereka masih percaya bahwa membawa paku itu syetan akan takut pada Sebenarnya semua itu tidak dibenarkan dalam Islam karena itu syirik. Suku Anak Dalam belum sepenuhnya yakin akan perlindungan Tuhan dan belum yakin takdir Tuhan, dan pasilitas keagamaan seperti Musholla belum digunakan dengan baik karena mereka lebih memilih sholat jumAoat atau acara keagamaan di masjid Desa dari pada dikampung mereka Kedua pemahaman syariat pada Suku Anak Dalam di Desa Sungai Jernih Kecamatan Rupit masih Rendah, karena mereka masih mengabaikan Ibadah pada Tuhan dan mereka lebih sibuk dengan kegiatan di hutan atau mementingkan kebutuhan dunia dari pada kebutuhan untuk akhirat, dan mereka masih makan dan menikamati sesuatu yang dilarang oleh agama Islam seperti makan daging Babi, walaupun Cuma sebagian saja. Mereka mengatakan untuk menghilangkan kebiasaan itu sulit walaupun sekarang mereka mulai mengurangi konsumsi Ketiga pemahaman Akhlak pada Suku Anak Dalam di Desa Sungai Jernih Kecamatan Rupit sudah bagus karena mereka peduli dengan sesama Suku dan masyarakat sekitar mereka. Suku Anak Dalam kenal dengan judi, minuman keras, tetapi merek jarang melakukan karena itu semua membutuhkan uang sedangkan ekonomi masih rendah. Jangankan buat hal demikian, makanpun mereka sulit tutur salah satu Suku Anak Dalam. REFERENCES