Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media Vol. No. May 2022 Page: 150-157 e-ISSN: 2746-3583 p-ISSN: 2775-4537 Supervisi Akademik oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum dalam Meningkatkan Kinerja Guru Dewi Parhati MTsN 1 Kota Prabumulih Corresponding author e-mail: dparhati@gmail. Abstrak Dalam melaksanakan supervisi akademik sangat dibutuhkan peran dari seorang wakil kepala bidang kurikulum. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali informasi tentang bagaimana peran wakil kepala madarasah bidang kurikulum di MTs Negeri 1 Kota Prabumulih dalam rangka mengembangkan kemampuan guru menyusun administrasi penilaian melalui supervisi akademik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Wakil Kepala Madrasah bidang kurikulum dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . perencanaan program supervisi akademik madrasah disusun pada setiap awal tahun pelajaran baru. pelaksanaan supervisi akademik meliputi kunjungan kelas, dan observasi. wakil kepala madarasah bidang kurikulum melaksanakan proses penilaian supervisi kepada guru. pelaksanan supervisi akademik berdampak nyata pada peningkatan kinerja guru di MTs Negeri 1 Kota Prabumulih. Kata Kunci: Wakil Kepala Madrasah. Supervisi Akademik. Kinerja Abstract In carrying out academic supervision, the role of a deputy head of the curriculum is The purpose of this study was to dig up information about the role of the vice principal in the curriculum field at MTs Negeri 1 Prabumulih in order to develop the ability of teachers to arrange assessment administration through academic This study uses a qualitative method. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The subjects in this study were the Deputy Head of Madrasah in the field of curriculum and teachers. The results showed that: . madrasa academic supervision program planning was prepared at the beginning of each new school year. the implementation of academic supervision includes class visits, and observations. the deputy head of the madrasa in the field of curriculum carries out the supervision assessment process for teachers. the implementation of academic supervision has a real impact on improving teacher performance at MTs Negeri 1 Prabumulih City. Keywords: vice principal. Principal. Academic Supervision. Performance Pendahuluan Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan karena dengan pendidikan dapat mencerdaskan kehidupan dan membentuk watak bangsa. Hal ini sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang terdapat dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 150-157 Dewi Parhati Pendidikan merupakan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia jangka panjang dan mempunyai nilai strategis bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia dan bekal hidup di akhirat kelak. Pendidikan merupakan bagian penting dari proses pembangunan nasional yang pada hakikatnya berupaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur, serta memungkinkan para warganya mengembangkan diri baik aspek jasmaniyah maupun Pendidikan itu bertugas mempersiapkan generasi anak-anak bangsa sejak kecil melalui berbagai lembaga pendidikan agar mampu menjalani kehidupan dengan sebaikbaiknya di kemudian hari. Dalam dunia pendidikan, peranan guru sangatlah penting, yakni orang yang bertanggung jawab mencerdaskan kehidupan anak didik, dan bertanggung jawab atas segala, sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam rangka membina anak didik agar menjadi orang yang bersusila, cakap, dan berguna bagi nusa dan bangsa. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Mengajar merupakan kebiasaan yang dilakukan seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik. Proses pembelajaran terjadi apabila interaksi antara guru dan peserta didik atau sebaliknya yang dihasilkan dengan perubahan tingkah laku berupa pengetahuan yang sifatnya baru, penguatan wawasan dan pengalaman. Pada tahun 2007 pemerintah, melalui Menteri Pendidikan Nasional mengeluarkan Permendiknas nomor 16 tahun 2017 menyatakan bahwa seorang guru harus memiliki empat kompetensi yaitu, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Guru dalam melaksanakan tugasnya harus memiliki kompetensi dan sikap profesional untuk diajarkan kepada peserta didik. Dari keempat kompotensi tersebut maka guru harus benar-benar mempersiapkan diri dalam menyampaikan materi pembelajaran, mulai dari perencanaan pembelajaran (Persiapan RPP, alat bantu, model yang digunakan. Lembar Kerja Siswa, dan lain sebagainy. , pelaksanaan . alannya proses pembelajara. dan Dalam bahasa Inggris istilah kinerja adalah performance. Performance merupakan kata benda. Salah satu entry-nya adalah Authing doneAy . esuatu hasil yang telah dikerjaka. Jadi arti Performance atau kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika (Rahadi, 2. Sedangkan menurut Timple . bahwa kinerja merupakan hasil dari fungsi pekerjaan atau kegiatan tertentu yang di dalamnya terdiri dari tiga aspek yaitu kejelasan tugas atau pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. kejelasan hasil yang diharapkan dari suatu pekerjaan atau fungsi. dan kejelasan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan agar hasil yang diharapkan dapat terwujud. Untuk melihat dan menilai serta membantu kinerja guru agar semua kegiatan yang telah terprogram dapat berjalan secara efektif dan efisien serta sesuai dengan apa yang telah direncanakan diperlukan pengawasan atau supervisi oleh kepala madrasah atu pejabat yang mewakili yang diberikan kewenangan untuk melaksanakan tugas tersebut. Sistem penilaian kinerja guru adalah sebuah sistem pengelolaan kinerja berbasis guru yang didesain untuk mengevaluasi tingkatan kinerja guru secara individu dalam rangka mencapai kinerja sekolah secara maksimal yang berdampak pada peningkatan prestasi peserta Ini merupakan bentuk penilaian yang sangat penting untuk mengukur kinerja guru dalam melaksanakan pekerjaannya sebagai bentuk akuntabilitas sekolah. Pada dasarnya sistem penilaian kinerja guru bertujuan: 1. menentukan tingkat kompetensi seorang guru. meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja guru dan sekolah. menyajikan suatu Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 150-157 Dewi Parhati landasan untuk pengambilan keputusan dalam mekanisme penetapan efektif atau kurang efektifnya kinerja guru. menyediakan landasan untuk program pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi guru. menjamin bahwa guru melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya serta mempertahankan sikap-sikap yang positif dalam mendukung pembelajaran peserta didik untuk mencapai prestasinya. menyediakan dasar dalam sistem peningkatan promosi dan karir guru serta bentuk penghargaan lainnya (Rahadi, 2. Supervisi pada dasarnya diarahkan pada dua aspek, yakni: supervisi akademik, dan supervisi manajerial. Supervisi akademik menitikberatkan pada pengamatan supervisor terhadap kegiatan akademik, berupa pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas. Supervisi manajerial menitik beratkan pada pengamatan pada aspek-aspek pengelolaan dan administrasi sekolah yang berfungsi sebagai pendukung . terlaksananya pembelajaran (ABBAS, 2. Adapun fungsi utama dari supervisi pendidikan seperti yang dikemukakan oleh Sahertian, bahwa fungsi dasar dari supervisi adalah untuk memperbaiki situasi belajar mengajar di sekolah agar lebih baik. Supervisi terhadap proses belajar mengajar, merupakan salah satu bentuk aktivitas yang direncanakan untuk membantu para guru dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif. oleh sebab itu diperlukan pengendalian dan pengawasan untuk meningkatkan kinerja guru. Pengawasan dan pengendalian merupakan kegiatan pencegahan agar guru tidak melakukan penyimpangan dan lebih berhati-hati dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Sahertian . bahwa pengawasan atau supervisi pendidikan tidak lain dari usaha memberikan layanan kepada stakeholder pendidikan, terutama kepada guru-guru, baik secara individu maupun secara kelompok dalam usaha memperbaiki kualitas proses dan hasil pembelajaran. Tujuan supervisi adalah membantu guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran yang harus dicapai peserta didik. yaitu dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru mengajar, peningkatan komitmen . , dan kemauan . serta motivasi . guru, sebab dengan meningkatkan kemampuan dan motivasi kerja guru, kualitas pembelajaran akan lebih meningkat. Selanjutnya Supervisi menurut Sahertian telah berkembang dari yang bersifat tradisional menjadi supervisi yang bersifat ilmiah, sebagai berikut . Sistematis, artinya dilaksanakan secara teratur, berencana dan secara kontinu. Objek, artinya ada data yang didapat berdasarkan observasi nyata, bukan berdasarkan tafsiran pribadi. Menggunakan alat pencatat yang dapat memberikan informasi sebagai umpan balik untuk mengadakan umpan balik untuk mengadakan penilaian terhadap proses pembelajaran di kelas (Masaong. Setiap sistem pendidikan harus mampu melakukan perubahan-perubahan ke arah perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan. Sistem pendidikan harus mampu memberdayakan berbagai komponen pendidikan, yang mencakup program kegiatan pembelajaran, pendidik . , peserta didik, sarana dan prasarana pembelajaran, dana, lingkungan masyarakat, kepeminpinan kepala sekolah dan lain-lain. Faktor terpenting dalam pembelajaran adalah guru. Guru profesional memiliki pengalaman mengajar, kapasitas intelektual, moral, keimanan, ketakwaan, disiplin, tanggungjawab, wawasan kependidikan yang luas, kemampuan manajerial, terampil, kreatif, memiliki keterbukaan profesional dalam memahami potensi, karakteristik dan masalah perkembangan peserta didik, mampu mengembangkan rencana studi dan karir peserta didik serta memiliki kemampuan meneliti dan mengembangkan kurikulum. Keberadaan Wakil Kepala madrasah bidang kurikulum di lembaga pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam mengembangkan dan melaksanakan tugas-tugas Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 150-157 Dewi Parhati di bidang pendidikan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang pada akhirnya mempunyai tujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar dan peningkatan hasil belajar siswa dalam suatu lembaga pendidikan, maka wakil kepala madrasah bidang kurikulum diharapkan memberikan nilai yang positif . emotivasi, membina, dan mengembangkan kompetensi gur. terhadap terhadap peningkatan profesionalisme guru. Pada penelitian ini, peneliti memilih MTs Negeri 1 Kota Prabumulih karena madarasah ini merupakan satu-satunya madrasah negeri yang ada di kota Prabumulih dan memiliki cukup banyak peminat, sehingga MTs Negeri 1 Kota Prabumulih ini memilki siswa yang cukup banyak yaitu berjumlah diatas seribu siswa pada setiap tahunnya sehingga tentu saja memiliki jumlah guru yang banyak, dimana perbandingan antara guru PNS dan GTT hampir berbanding sama yaitu berjumlah total sebanyak 72 orang guru, yang terdiri dari 40 guru ASN dan 32 Guru Non ASN. Mengingat kondisi ini, maka tentunya dalam pelaksanaan supervisi akademik di MTs Negeri 1 Kota Prabumulih tidak dapat hanya dilakukan oleh kepala madrasah mengingat banyaknya jumlah guru, dan hal lainnya adalah latar belakang bidang studi guru yang akan disupervisi, sehingga diperlukan bantuan dari wakil kepala madarasah dan guru- guru senior, terutama Wakil kepala Bidang kurikulum, yang tentu saja lebih memahami tentang kegiatan pembelajaran. Metode Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk melihat bagaimana implementasi supervisi akademik wakil kepala madrasah bidang kurikulum sebagai upaya peningkatan kinerja guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di MTs N. 1 Kota Prabmulih. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Menurut Sugiyono metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi . , analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Soegiyono, 2. Teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif bersifat naturalistik . , yakni dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Menurut Moleong . data dalam penelitian kualitatif diperoleh melalui literature, observasi, dan wawancara serta dokumentasi kemudian dianalisis dan dikompromikan secara kritis. Adapun observasi sebagai metode ilmiah diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan dengan sistematis atas fenomenafenomena yang diteliti (Sutrisno, 2. Sedangkan pengertian wawancara, menurut Nazir . adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide . anduan wawancar. Dalam penelitian ini yang diwawancarai adalah guru- guru MTs Negeri 1 Kota Prabumulih. Pertama peneliti melakukan wawancara dengan guru-guru sebanyak 5 orang yaitu Dewi Murni. Pd. Tirta Anggraini. Pd. dan Esfa Ayu S. Pd. Yuyun AM. Pd dan Nili Ilyana. Pd. Sedangkan untuk informasi tentang pelaksanaan supervisi oleh wakil kepala madrasah dilakukan oleh peneliti sendiri sebagai wakil kepala madrasah di MTs Negeri 1 Kota Prabumulih. Dalam wawancara yang dilakukan peneliti mengumpulkan informasi tentang bagaimana pelaksanaan supervisi akademik yang dilaksanakan oleh wakil kepala madarasah di MTs Negeri 1 Kota Prabumulih. Sedangkan untuk observasi peneliti mengamati proses berlangsungnya supervisi dimana dalam hal ini sebagai wakil kurikulum, peneliti mengamati bagaimana persiapan dan kemampuan guru yang sedang disupervisi dalam mengajar di dalam kelas. Berikutnya sebagai seorang wakil kepala dalam pelaksanaan supervisi juga mengumpulkan dokumendokumen tentang hasil belajar siswa untuk mengetahui ketercapaian standar kompetensi yang Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 150-157 Dewi Parhati Dan dokumen penilaian hasil supervisi yang telah dilaksanakan, sehingga selanjutnya dapat dilakukan pembinaan atau bimbingan dalam rangka memperbaiki kekurangan-kekurangan yang dilakukan selama proses belajar mengajar di dalam kelas. Hasil dan Pembahasan Kepemimpinan sebuah lembaga adalah sebuah total sistem, sebuah satu kesatuan, dan didalamnya terdapat subsistem, yaitu kepala madarasah, wakil kepala . urikulum, kesiswaan, sarpras dan huma. Wakil kepala untuk setiap sekolah pada dasarnya jumlahnya tidak sama, semua itu disesuaikan dengan sekolah masing-masing. Diantara beberapa wakil kepala yang ada di sekolah mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan bidang nya masing-masing. Diantaranya adalah wakil kepala bidang kurikulum. Secara keseluruhan tugas dari wakil kepala bidang kurikulum yaitu mencakup segala aspek yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar. Wakil kepala bidang kurikulum sebagai penanggung jawab bidang kurikulum di sekolah, sepatutnya mengetahui tahap-tahap dalam pelaksanaan kurikulum, mengingat posisi kurikulum yang sangat strategis yang berhubungan dengan usaha mencapai hasil pendidikan secara maksimal. Seorang wakil kepala bidang kurikulum dianggap telah melaksanakan tugasnya apabila dia telah melaksanakan tahapan-tahapan pelaksanaan kurikulum. Karena dalam tahapan-tahapan tersebut mengandung tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepada seorang wakil kepala bidang kurikulum. Sehubungan dengan kegiatan supervisi akademik di Madarasah, maka dalam melaksanakan supervisi ini, seorang wakil kepala madrasah sama halnya dengan seorang kepala madarasah harus memiliki 3 kompetensi supervisi akademik, yaitu. merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat. menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil wawancara dengan wakil kepala Bidang kurikulum MTs Negeri 1 Kota Prabumulih didapatkan data bahwa dalam pelaksanaan supervisi akademik dilakukan dengan cara membuat perencanaan terlebih dahulu, selanjutnya melaksanakan, kemudian menindaklanjuti dari pelaksanaan supervisi tersebut. Dengan demikian pelaksanaan supervisi di MTs Negeri 1 Kota Prabumulih dilakukan melalui 3 . yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini sesuai dengan pendapat Asmendri . 2: . bahwa hal yang harus dicantumkan dalam perencanaan supervisi adalah tujuan supervisi, alasan mengapa kegiatan tersebut dilaksanakan, bagaimana metode/teknik mencapai tujuan yang telah dirumuskan, siapa yang akan dilibatkan, waktu pelaksanaan, dan hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaannya serta bagaimana memperoleh hal-hal tersebut. Pada perencanaan supervisi ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu penentuan tujuan, waktu pelaksanaan, dan pembuatan jadwal supervisi. Dalam kegiatan perencanaan adalah menetukan tujuan supervisi dan membuat jadwal yang tercantum dalam sebuah surat keputuan (SK) tentang supervisi akademik yang disertai dengan jadwal pelaksanaannya. Dalam perencanaan supervisi di MTs Negeri 1 Kota Prabumuih dijadwalkan pelaksanaannya 2 kali dalam satu tahun pelajaran yaitu pada bulan September untuk pelaksanaan di semester ganjil dan pada bulan Maret untuk pelaksanaan di semester genap. Hal tersebut diperkuat dengan wawancara bersama guru-guru di MTs Negeri 1 Kota Prabumulih, sebanyak 5 orang guru yaitu Dewi Murni. Pd. Tirta Anggraini. Pd. dan Esfa Ayu S. Pd. Yuyun AM. dan Nili Ilyana. Pd. Esfa Ayu. Pd. Dewi Murni. Pd. dan Tirta Anggraini. Pd. Mereka mengatakan bahwa sebelum dilaksanakan supervisi mereka telah mendapatkan surat keputusan (SK) kepala Madrasah tentang kegiatan supervisi akademik yang dilampiri jadwal Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 150-157 Dewi Parhati pelaksanaan dari Wakil Bidang kurikulum. Hal tersebut dilakukan agar guru-guru dapat mempersiapkan diri dan mengetahui jadwal kapan akan disupervisi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dan guru-guru tidak terkejut di saat kepala sekolah atau supervisor masuk untuk melaksanakan supervisi tersebut. Namun supervisi yang dilaksnakan pada tahun 2022 ini karena masih adanya pengaruh pandemi covid 19, maka pelaksanaan supervisi kelas hanya dilaksnanakan pada satu kali yaitu pada bulan Maret saja. Dalam pelaksanaan supervisi pada MTs Negeri 1 Kota Prabumulih, ada dua metode supervisi yang digunakan, yaitu supervisi biasa . i luar kela. dan supervisi klinis . i dalam Supervisi diluar kelas dilakukan dalam bentuk kegiatan yang dapat membantu guru dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru seperti melakukan diskusi dan wawancara dengan guru. Hal ini tidak terjadwal namun terjadi secara mendadak atau disaat dibutuhkan oleh wakil kepala sekolah maupun guru itu sendiri dalam memecahkan suatu Supervisi didalam kelas dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh sekolah sesuai dengan surat keputusan (SK) kepala sekolah sebelumnya. Sebelum diadakannya supervisi kelas Supervisor dalam hal ini adalah Wakil kepala bidang kurikulum melakukan pertemuan awal dengan guru yang akan disupervisi. Pada tahapan ini supervisor dan guru akan menyepakati kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selama pelaksanaan obsevaasi dimana tentu saja akan melibatkan supervisor sebagai observer, guru dan siswa yang berada didalam kelas untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Pada tahapan observasi kelas ini guru melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan pedoman prosedur yang telah disepakati pada saat pertemuan awal, selanjutnya supervisor melakukan observasi berdasarkan instrument yang telah dipersiapkan. Pada tahap ini supervisor memperhatikan kegiatan-kegiatan yang dilakukan guru dan juga melakukan perekaman video. Hal ini dilakukan agar setelah proses obeservasi maka guru bersama-sama dengan observer dapat melihat kembali kegiatn yang telah berjalan dan mengakaji kekurangan serta kelebihannya. dan menilai apakah tahapan-tahapannya telah sesuai dengan kegiatan pembelajaran yang baik, dimana diketahui bahwa sebuah kegiatan pembelajaran yang baik akan melibatkan peserta didik dalam pembelajarannya yaitu sesuai yang tercantum dalam Quantum Teaching and learning yaitu dari Bobbi de Porter, menamai Kerangka Belajar dan Mengajar Interaktif lewat QT dengan: TANDUR, akronim dari: Tumbuhkan. Alami. Namai. Demonstrasikan. Ulangi, dan Rayakan. Kerangka ini dapat disusun sebagai komponen desain pembelajaran. Setelah kegiatan observasi kelas selesai maka tahapan selanjutnya adalah pasca pertemuan . ost observatio. wakil kepala bidang kurikulum sebagai supervisor dan sebagai observer beserta guru mengevaluasi hal Aehal yang telah berlangsung selama observasi dan memfokuskan pada permasalahan atau kekurangan yang dilakukan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Dalam pembahasan ini dilakukan dengan suasana keterbukaan dan saling menghargai, suasana akrab penuh persahabatan, bebas dari prasangka, dan tidak bersifat mengadili. Supervisor memaparkan data secara objektif dengan memperlihatkan lembar instrument supervisi dan rekaman video saat mengajar. sehingga guru dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan selama proses pembelajaran berlangsung. Setelah itu supervisor mengarahkan dan melakukan pembinaan kepada guru untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan selama proses belajar, dengan tujuan untuk meningkatkan performansi guru. Pertemuan akhir merupakan diskusi umpan balik antara supervisor dan guru sehingga kegiatan belajar akan menjadi lebih baik untuk kedepannya. Dari pembinaanpembinaan yang dilaksanakan oleh wakil bidang kurikulum diharapkan akan meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar dikelas dan juga administrasi guru yang pada akhirnya diharapkan akan terjadi peningkatan pada kinerja guru tersebut. Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 150-157 Dewi Parhati Dari hasil kegiatan yang dilaksanakan tersebut terdapat kesamaan dengan pendapat Asmendri . 2: . yang mengungkapkan bahwa pelaksanaan supervisi meliputi beberapa kegiatan yaitu pengumpulan data, penilaian, deteksi kelemahan, memperbaiki kelemahan, bimbingan dan pengembangan. Selanjutnya evaluasi supervisi merupakan tahap penilaian setiap kegiatan yang dilaksanakan, apakah supervisi sudah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan atau belum dan sampai mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai dengan rencana atau program yang telah ditetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan (Asmendri, 2012: . Langkah selanjutnya adalah Evaluasi supervisi lebih dikenal dengan tindak lanjut. Tindak lanjut yang dilaksanakan adalah apabila dalam pelaksanaan supervisi setelah diberikan masukan tetapi permasalahan tersebut masih belum bisa diatasi maka guru yang bersangkutan akan diikutsetakan dalam kegiatan ilmiah, seperti MGMP, workshop, pelatihan, seminar dan lain-lain. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan guru. Kemudian dalam wawancara dengan guru-guru MTs Negeri 1 Kota Prabumulih. Dewi Murni. Pd. Tirta Anggraini. Pd. dan Esfa Ayu S. Pd. Yuyun AM. Pd dan Nili Ilyana. Pd. Mereka mengatakan bahwa evaluasi dari pelaksanaan supervisi yag dilakukan adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru. Dari hasil wawancara yang telah dilakukan tentang tanggapan guru terhadap pelaksanaan supervisi mereka mengatakan bahwa guru sangat merespon positif mengenai supervisi yang dilaksanakan oleh kepala sekolah ataupun yang mewakili dalam hal ini wakil bidang Kemudian dari hasil wawancara dengan Bapak Amrullah. Pd selaku Kepala Madrasah mengemukakan bahwa supervisi yang dilakukan oleh wakil kepala madrasah bidang kurikulum ini sangat baik sekali dan sangat membantu meringankan beban tugas kepala Madrasah. Seorang Wakil kepala madarasah bidang kurikulum yang berperan penting dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran harus mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru, yaitu pengalaman, keterampilan , motivasi serta kepribadian dari guru tersebut, sedangkan faktor dari luar meliputi kondisi dilingkungan kerja maka dari itu sangat penting bagi Wakil kepala madarasah untuk dapat memahami kondisi dan karakter sehingga ia dapat mengetahui bagaimana cara meningkatkan kinerja guru tersebut dan dengan demikian guru dan Wakil kepala madarasah bidang kurikulum dapat berkerja sama dengan baik dan membangun iklim kerja yang kondusif dan efektif sehigga kinerja guru dapat kondusif. Dalam dunia pendidikan, supervisi merupakan suatu alat yang dapat membantu agar kualitas dari mengajar dan kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik, supervisi ini diberikan dari atasan kepada bawahan atau dari seseorang yang diberikan kewenangan untuk menjadi supervisor yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas kerja. Wakil Kepala madrasah merupakan wujud supervisor yang mana ia akan mengawasi dan memberi binaan terhadap kinerja beberapa guru di sekolah. Dan wakil kepala Madarsah bidang kurikulum juga melakukan pembinaan dengan baik Dan dapat disimpulkan bahwasanya tugas seorang Wakil kepala Madrasah bidang kurikulum sebagai supervisor dalam supervisi pendidikan yaitu: . memberikan kontrol kepada kualitas mengajar guru, . mengembangkan dan membina profesi para guru, ( . memberikan motivasi kepada setiap individu, ( . bersama Ae sama memperbaiki dengan guru, faktor pendukung pembelajaran. Dari hal-hal diatas maka dapat disimpulkan bahwa supervisi bagi seorang guru, merupakan suatu yang sangat diperlukan sekali karena melalui supervisi akan dapat melihat sejauh mana kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugasnya. Hal ini juga disetujui oleh guru-guru MTs Negeri 1 Kota Prabumulih yang disupervisi yaitu Esfa Ayu. Pd. beberapa guru lainnya yang mengatakan bahwa pelaksanaan supervisi oleh Kepala madrasah Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 150-157 Dewi Parhati atau wakil kepala Madrasah sangat perlu dilaksanakan, karena dapat mengubah kinerja guru menjadi lebih baik dan dapat memotivasi guru dalam rangka melaksanakan tugasnya untuk mencerdaskan anak bangsa. Dari berbagai penjelasan dan pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan supervisi pendidikan yang dalam hal ini fokus pada kegiatan supervisi akademik yang dilaksanakan oleh Wakil kepala Madarasah bidang kurikulum memiliki pengaruh terhadap kinerja guru khususnya dalam kegiatan pembelajaran yang dilaksanakannya. Kesimpulan Dalam implementasi supervisi akademik di MTs Negeri 1 Kota Prabumulih, supervisi tidak hanya dilakukan oleh kepala Madarasah tetapi juga dibantu oleh wakil kepala bidang kurikulum dan wakil kepala madrasah lainnya mengingat jumlah juru yang banyak dan disesuaikan dengan bidang studi. supervisi dilakukan melalui 3 . tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi atau tindak lanjut dari supervisi tersebut. Dalam perencanaan, kepala sekolah menerbitkan surat keputusan (SK) yang dilampiri jadwal pelaksanaan supervisi. Dalam pelaksanaannya, kegiatan supervisi dilaksanakan dengan cara biasa . i luar kela. dan klinis ( dalam kela. Supervisi di MTs Negeri 1 Kota Prabumulih pada tahun pelajaran 2021/2022 dilaksanakan hanya satu kali karena adanya pandemi covid 19 yang mengakibatkan dibatasinya pertemuan tatap muka. Guru Ae guru MTs Negeri 1 Kota Prabumulih merespon positif supervisi akademik oleh Wakil kepala bidang kurikulum karena kegiatan supervisi sangatlah penting dilakukan untuk meningkatkan kinerja guru agar menjadi lebih baik. Daftar Pustaka