JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 1108-1117 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah PENGARUH METODE TARGHIB WA TARHIB TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH KELAS XI DI MA SYABILURRASYAD NWDI BARABALI TAHUN AJARAN 2025/2026 Sofiatun Jalilah1. Muh. SyaAorani2. Nurul Hidayati3 1,2,3 Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor. Indonesia Email: sofiatunjalilah3@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 23 June 2025 Final Revised: 11 July 2025 Accepted: 16 August 2025 Published: 24 September 2025 Keywords: Targhib Wa Tarhib Method Learning Motivation Learning Method ABSTRACT This study aims to determine whether there is an effect of the targhib wa tarhib method on student learning motivation in fiqh lessons in grade XI at MA Syabilurrasyad NWDI Barabali. The approach used in this study is a quantitative approach with a quantitative experimental research design. This study was conducted at MA Syabilurrasyad NWDI Barabali. The sample for this study consisted of 40 students in the 11th grade. The sample was selected using the purposive sampling method. The results of this study indicate that there is an effect of the targhib wa tarhib method on students' learning motivation in the fiqh subject for 11th grade students at MA Syabilurrasyad NWDI Barabali. This can be seen from the hypothesis test results, which show a significance value . -valu. ess than 0. , so the alternative hypothesis is accepted and the null hypothesis is rejected. This means that there is a significant difference between the pretest and posttest scores of students' learning motivation after the application of the targhib wa tarhib method. The difference in the average scores between the pretest and posttest, which was 14. 325 points, also indicates a significant increase in students' learning motivation. This is reinforced by the t-value of -25. 540, which indicates a very significant difference between the results before and after the treatment, with a total of 40 respondents. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh metode targhib wa tarhib terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqih kelas XI di MA Syabilurrasyad NWDI Barabali. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kuantitatif eksperimen. Penelitian ini dilakukan di MA Syabilurrasyad NWDI Barabali. Sampel penelitian ini yaitu kelas XI yang berjumlah 40 Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode Purposive Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh metode targhib wa tarhib terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran fiqih kelas XI di MA Syabilurrasyad NWDI Barabali. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai signifikansi . -valu. sebesar 0,000 . ebih kecil dari 0,. , sehingga hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan postest motivasi belajar siswa setelah diterapkannya metode targhib wa tarhib. Perbedaan skor rata-rata antara pretest dan postest sebesar 14,325 poin juga menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa yang cukup tinggi. Hal ini diperkuat dengan nilai t hitung sebesar -25,540 yang menunjukkan selisih yang sangat signifikan antara hasil sebelum dan sesudah perlakuan, dengan jumlah responden sebanyak 40 siswa. Kata kunci: Metode Targhib Wa Tarhib. Motivasi Belajar. Metode Pembelajaran Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Metode Targhib Wa Tarhib Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas XI Di MA Syabilurrasyad NWDI Barabali Tahun Ajaran 2025/2026 PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses penyaluran pengetahuan, keterampilan, dan normanorma sekelompok individu yang disampaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui metode pembelajaran, pelatihan, dan penelitian. Pendidikan adalah pengalaman yang diperoleh seseorang atau kelompok yang memungkinkan mereka memahami sesuatu yang sebelumnya tidak mereka pahami. Pengalaman ini dihasilkan dari interaksi antara seseorang atau kelompok dengan lingkungannya. Interaksi tersebut menyebabkan terjadinya proses perubahan . pada diri manusia, dan kemudian proses perubahan dalam kehidupan seseorang atau kelompok tersebut mengarah pada perkembangan di lingkungannya, (Ambarjaya,2. Pendidikan dalam Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian dan moral setiap individu. Dalam Islam, pendidikan tidak hanya difokuskan pada aspek kognitif atau intelektual semata, tetapi juga mencakup aspek moral dan spiritual. Hal ini selaras dengan tujuan utama pendidikan dalam Islam, yaitu mencapai kesempurnaan akhlak dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. ,(Sofa,2. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 2: aEaEa eaa Ea aOea AaO aNa ua NUO aE eEIa ac aCaOIA "Kitab (Al-QurAoa. ini tidak ada keraguan padanya. petunjuk bagi mereka yang bertakwa. Dalam beberapa penafsiran ayat ini menjelaskan bahwa Al-QurAoan bukan hanya bebas dari kesalahan, tetapi juga sumber utama pendidikan dan bimbingan moral untuk mencapai Belajar merupakan suatu aspek yang fundamental di dalam Pendidikan. Belajar sendiri didefinisikan sebagai sebuah proses perubahan tingkah laku sebagai akibat dari mengakuisisi pengetahuan, keterampilan ataupun sikap yang baru yang diperoleh dari interaksi antara suatu individu dengan lingkungannya. Proses pembelajaran sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satu yang paling penting adalah motivasi belajar. Motivasi belajar merupakan salah satu topik yang menjadi perhatian di kalangan ahli pendidikan saat ini. Motivasi belajar merupakan kecenderungan siswa dalam melakukan kegiatan belajar yang didorong oleh hasrat untuk mencapai prestasi atau hasil belajar sebaik mungkin. Motivasi belajar sendiri merupakan aspek yang fundamental dalam mengoptimalkan sebuah proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas Pendidikan. Siswa yang memiliki motivasi belajar baik akan memiliki hasil belajar yang baik pula. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang baik dapat dilihat melalui beberapa indikator seperti: Memiliki keinginan yang kuat untuk menggapai cita, lebih senang bekerja sendiri, ulet dan tekun, mempertahankan pendapat dengan kuat, menganggap belajar adalah suatu hal yang menarik, bersemangat, senang memecahkan masalah dan kondusif ketika proses pembelajaran. Motivasi sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti: Minat belajar, kemampuan siswa serta metode guru dalam menjelaskan materi pembelajaran,(Rizky,dkk,2. Rendahnya motivasi belajar dapat diatasi menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi salah satunya menggunakan metode pembelajaran Nabi Muhammad SAW. Metode pembelajaran Nabi Muhammad SAW merupakan cara yang digunakanan Nabi ketika menyampaikan materi pembelajaran dalam setiap aktivitas kependidikannya. Berikut Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Metode Targhib Wa Tarhib Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas XI Di MA Syabilurrasyad NWDI Barabali Tahun Ajaran 2025/2026 metode-metode yang digunakan oleh Nabi Muhammad: Targhib dan tarhib . arapan dan ancama. , al hiwar . anya jawa. , berkisah. MauAoizhah . dan memberikan pujian dimana beberapa metode tersebut. Targhib Tarhib (Harapan Ancama. Metode ini mengombinasikan janji pahala . dan ancaman siksa . untuk menanamkan nilai-nilai moral dan akidah. Misalnya, sabda Nabi: AuBarangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu. Ay (HR. Bukhari,No. Sebaliknya, terdapat juga ancaman dalam hadis bagi pelaku dosa seperti suap: AuPemberi dan penerima suap masuk nerakaAy,(HR. Ahmad,No. Al-Hiwar (Dialog atau Tanya Jawa. Rasulullah sering menggunakan metode tanya jawab untuk membangun nalar kritis sahabat. Seperti dalam hadis: AuTahukah kalian siapa orang yang bangkrut?Ay, (HR. Muslim,No. Pertanyaan ini membuka dialog dan membangun kesadaran moral melalui penjelasan menyentuh hati. Berkisah (Qashas. Kisah digunakan sebagai sarana edukasi moral dan Dalam Al-QurAoan disebutkan: AuSesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakalAy,(QS. Yusuf:. Rasulullah pun kerap berkisah tentang umat terdahulu untuk memberi pelajaran yang aplikatif dan emosional. MauAoizhah (Nasiha. Nasihat Nabi bersifat lembut dan menyentuh. Contoh: AuBertakwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, dan ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan Ay,(HR. Attirmidzi,No. Nasihat ini menekankan pentingnya kesadaran diri dan amal salih secara konsisten. Memberikan Pujian Rasulullah memberi pujian kepada sahabat sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Seperti sabdanya: AuOrang yang paling penyayang di antara umatku adalah Abu Bakar. Ay, (HR. Attirmidzi,No. Nasihat Pujian ini berfungsi memperkuat karakter positif dan mempererat hubungan emosional. Metode targhib wa tarhib merupakan metode alami yang tidak bisa ditinggalkan oleh Karena peserta didik sebagai objek pendidikan tersebut harus mengetahui bahwa dibalik perbuatannya itu ada akibatnya, baik berupa penghargaan ataupun hukuman. Metode targhib wa tarhib merupakan metode QurAoani yang sudah terdapat di dalam AlQurAoan. Tetapi orang yang pertama kali memperkenalkan metode targhib wa tarhib adalah Abdurrahman An-Nahlawi. Guru Besar Tarbiyah pada Universitas al-Azhar. Kairo. Mesir. Beliau mengungkapkan bahwa Metode targhib wa tarhib sangat cocok untuk mempengaruhi jiwa peserta didik karena kecintaan akan keindahan, kenikmatan, kesenangan hidup, serta rasa takut akan kepedihan dan kesengsaraan, merupakan naluri setiap insan. Berdasarkan pendapat diatas, metode targhib wa tarhib dalam dunia pendidikan dapat diartikan dengan pemberian penghargaan oleh pendidik /guru kepada anak didik yang senantiasa tekun dan mendapatkan prestasi. Begitu pula bagi anak didik yang melakukan pelanggaran baik menyangkut norma agama maupun masyarakat, maka harus diberikan hukuman yang membuat anak didik menyadari kesalahan-kesalahannya,(Syahidin,2. Pada usia 7 tahun, anak mulai diperintahkan untuk melaksanakan shalat. Nabi Muhammad A Abersabda: A a a aAIO eOEE eIa aEAacaE aa ON eIa eIa aeA a A OA aCO OeIN eIa AaO eEIAUA O aeON eIa EOeN ON eIa eIa seAUAIaOIA "Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka karena meninggalkannya ketika berumur sepuluh tahun, serta pisahkan tempat tidur "(HR. Abu Dawud. No. Berdasarkan hadis di atas usaha pertama yang dilakukan adalah dengan lemah lembut dan menyentuh perasaan anak didik. Jika dengan usaha itu belum berhasil maka pendidik bisa menggunakan hukuman pengabaian dengan mengabaikan atau mengacuhkan anak Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Metode Targhib Wa Tarhib Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas XI Di MA Syabilurrasyad NWDI Barabali Tahun Ajaran 2025/2026 Jika hukuman psikologis itu belum juga berhasil maka pendidik bisa menggunakan Adapun perintah mendidik anak, telah ditegaskan oleh Nabi Muhammad SAW yang berbunyi: AuDari Amr bin SyuAoaib ayahnya dari kakeknya bahwa Rasulullah SAW pernah berkata suruhlah anak-anakmu melakukan shalat sejak usia tujuh tahun dan pukullah jika tidak mau sholat di usia sepuluh tahun, serta pisahkan tempat tidur mereka. Ay (HR. Dawud,No. Targhib wa tarhib memiliki beberapa bentuk yang sudah disampaikan di dalam AlQuran. Bentuk tersebut didasarkan pada tingkatan kesadaran manusia, ada manusia yang sadar dengan nasehat nasehat baik dan akhirnya mengerjakan perbuatan baik serta meninggalkan perbuatan buruk. Namun ada pula yang harus dihukum terlebih dahulu dan diancam baru akan sadar, (Rosyid & Abdulloh,2. Adapun bentuk Targhib wa tarhib yang ada di dalam dunia pendidikan Islam sama halnya seperti yang Allah SWT contohkan kepada makhluk-Nya. Dalam metode Targhib, guru memberikan pujian yang baik kepada siswa yang paling aktif dan bersemangat dalam belajar, guru memberikan tepuk tangan kepada siswa atas pencapaian mereka, guru memberikan predikat siswa berdasarkan apa yang menonjol dalam diri siswa, seperti siswa terbaik, siswa terapih, dan siswa teladan. Guru juga memberikan hadiah berupa materi agar siswa menjadi semangat dalam belajar dan memberi acungan jempol kepada siswa yang berperilaku baik. Sedangkan dalam metode Tarhib, guru memberikan peringatan berupa teguran apabila siswa melakukan kesalahan, guru menasehati siswa dengan nasehat yang lemah lembut, serta memberikan hukuman yang bersifat mendidik kepada siswa sesuai dengan situasi dan kondisi siswa. Guru juga memberikan bimbingan dan didikan kepada siswa agar siswa tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama atau lebih. Metode targhib wa tarhib bertujuan agar siswa termotivasi untuk selalu melakukan Diharapkan motivasi itu dapat tumbuh baik dari pengaruh diri sendiri maupun pengaruh dari luar. Tujuan lainnya yaitu agar siswa menjadi percaya diri untuk meraih bermacam-macam cita-cita dan keinginannya, karena dalam metode Targhib dapat meyakinkan siswa bahwa dengan berbuat baik maka Allah SWT akan selalu membantu mempermudah semua apa yang diharapkan oleh siswa, (Rosyid & Abdulloh,2. aAcEEa aAEaA aa ca AOII OA e AcEEaa ANOa A ca acaANau ua uaIA ca AcEEa Oe E EacNu I e U U A OO e eCNa Ia eIa Oea Ea Oe aa ua OII OO acE eEa EOA ca ACA AcEEa EaE aEa eOsa C U UeaA AEA ACA ANA AIA a ae ca "Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh. Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu. " (Q. S At-Talaq: 2-. Ayat ini sangat relevan dengan metode Targhib karena menanamkan harapan bahwa kebaikan . akan dibalas oleh Allah dengan pertolongan, kemudahan, dan rezeki dari arah yang tak terduga. Ini dapat memotivasi siswa untuk terus berbuat baik dengan keyakinan bahwa Allah akan mempermudah urusan mereka. Metode targhib wa tarhib sangat penting dalan proses pembelajaran, dengan konsep pemberian hadiah dan hukuman akan meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga siswa dapat dengan sungguh-sungguh untuk aktif dalam belajar. Namun di beberapa lembaga pendidikan masih belum menerapkan metode ini terutama dalam pembelajaran fiqih, sehingga siswa kerap merasa malas dan acuh ketika dalam proses pembelajaran. Salah satu lembaga pendidikan yang belum menerapkan metode targhib wa tarhib yakni di MA Syabilurrasyad NWDI Barabali. Berdasarkan hasil observasi awal dengan melakukan wawancara dengan bapak Safar. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Metode Targhib Wa Tarhib Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas XI Di MA Syabilurrasyad NWDI Barabali Tahun Ajaran 2025/2026 Peneliti mendapatkan beberapa masalah siswa yang kerap terjadi ketika proses pembelajaran terutama di kelas XI. Masalah tersebut berupa siswa yang enggan mengumpulkan tugas atau soal-soal latihan yang diberikan tepat waktu, siswa banyak yang membolos ketika pelajaran Siswa tidak banyak yang bertanya ketia pembelajaran, merasa bosan dan malas ketika pembelajaran fiqih (Safar,5 Desember 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian kuantitatif eksperimen. Penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen adalah jenis penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan antara variabelvariabel tertentu dengan cara yang terkontrol dan sistematis. Desain eksperimen ini dilakukan dengan menguji hipotesis melalui pengamatan terhadap perubahan yang terjadi akibat perlakuan tertentu yang diberikan pada kelompok eksperimen. Sampel yang dilakukan pada penelitian ini sebanyak 40 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode Purposive Sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan kriteria-kriteria tertentu, (Sugiyono,2. Teknik analisis data menggunakan Uji Paired Sampel T Test (Uji T) dengan bantuan SPSS versi 25. Penelitian ini dimulai dengan pemberian tes awal . kepada sampel sebelum dilakukan perlakuan . Setelah itu, sampel diberi perlakuan berupa penerapan metode pembelajaran targb wa tarhb selama tiga sesi pertemuan. Setelah perlakuan diberikan, dilakukan tes akhir . Keberhasilan penerapan metode pembelajaran ini diukur dengan membandingkan hasil nilai pretest dan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Proses penelitian ini akan dilakukan pada bulan Juli 2025 di MA Syabilurrasyad NWDI Barabali. Peneliti juga melakukan pengambilan data pada bulan Juli 2025. Sebelum melakukan analisis data dan uji hipotesis, peneliti terlebih dahulu melakukan uji validitas,uji reliabilitas dan uji normalitas. Uji validitas dilakukan untuk memastikan bahwa alat ukur yang digunakan dalam penelitian tersebut valid/akurat. Selain itu, dilakukan uji Reliabilitas untuk memastikan bahwa alat ukur yang digunakan dalam penelitian tersebut memberikan hasil yang konsisten pada saat penggunaan yang berulang. Uji normalitas juga sebagai prasyarat analisis data menggunakan uji independent samples T test. Teknik analis data dalam penelitian ini menggunakan uji independent samples T test dengan bantuan SPSS versi 25. Uji Validitas Uji validitas pada penelitian ini menggunakan rumus product moment yang dilakukan dengan melihat nilai r Hitung pada setiap aitem. Dikatakan valid apabila nilai r Hitung > r Tabel dengan signifikansi p<0,05,(Hadi,2. Berdasarkan hasil uji validitas diiketahui semua aitem memiliki nilai r hitung > r tabel . dengan signifikansi p < 0,05, menunjukkan bahwa setiap aitem layak digunakan untuk mengukur motivasi belajar. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dilakukan untuk mengukur internal alat ukur. Uji reliabilitas dalam SPSS Versi 25 dilihat dari nilai CronbachAos Alpha. Alat ukur dikatakan valid apabila nilai CronbachAos Alpha > 0,6,(Hadi,2. Berdasarkan hasil uji reliabilitas, diperoleh nilai Cronbach's Alpha Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Metode Targhib Wa Tarhib Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas XI Di MA Syabilurrasyad NWDI Barabali Tahun Ajaran 2025/2026 sebesar 0,918, yang menunjukkan bahwa instrumen memiliki konsistensi internal yang sangat tinggi. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan terhadap variabel Motivasi belajar dengan tujuan untuk mengetahui normal tidaknya skor variabel penelitian yang diperoleh. Pengujian data dilakukan menggunakan prosedur Shapiro Wilk karena data sampel berjumlah kecil. Data berdistribusi normal apabila probabilitas atau siginifikansi lebih besar dari 0,05 p > 0,05,(Hadi,2. Berdasarkan hasil uji normalitas diketahui nilai siginifikasni 0,183 untuk pretest dan 0,068 untuk postest > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi Uji Hipotesis Uji Paired Sampel T Test Setelah dilakukan uji asumsi selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan teknik Paired Sampel T Test untuk menguji apakah ada perbedaan motivasi belajar siswa setelah penerapan metode belajar targhib wa tarhib dengan bantuan SPSS Versi 25. Jika nilai signifikansi < 0,05 maka variabel berpengaruh . Jika nilai signifikansi > 0,05 maka variabel tidak terdapat pengaruh Hipotesis yang diajukan peneliti bahwa terdapat pengaruh yang signifikansi antara metode targhib wa tarhib terhadap motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil analisiss diketahui bahwa nilai signifikansi variabel Motivasi Belajar sebelum dan setelah uji coba sebesar 0,000 < 0,05 maka metode targhib wa tarhib berpengaruh terhadap motivasi belajar Artinya hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima. Pembahasan Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode targhib wa tarhib berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar siswa di MA Syabilurrasyad NWDI Barabali. Hal ini didasarkan pada hasil uji hipotesis menggunakan Paired Sample T-Test, yang menunjukkan nilai signifikansi . -valu. sebesar 0,000 . ebih kecil dari 0,. , sehingga hipotesis alternatif diterima dan hipotesis nol ditolak. Artinya, terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan postest motivasi belajar siswa setelah diterapkannya metode targhib wa tarhib. Perbedaan skor rata-rata antara pretest dan postest sebesar 14,325 poin juga menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa yang cukup tinggi. Hal ini diperkuat dengan nilai t hitung sebesar -25,540 yang menunjukkan selisih yang sangat signifikan antara hasil sebelum dan sesudah perlakuan, dengan jumlah responden sebanyak 40 siswa. Peningkatan motivasi belajar ini selaras dengan esensi metode targhib wa tarhib, yaitu pendekatan pendidikan yang mengedepankan motivasi positif . berupa pemberian hadiah atau penghargaan bagi perilaku yang baik, dan motivasi negatif . berupa peringatan atau hukuman edukatif untuk perilaku yang kurang sesuai. Dalam implementasi selama proses pembelajaran, siswa yang disiplin dan menyelesaikan tugas diberikan penghargaan . , sementara siswa yang melanggar kesepakatan belajar dikenai sanksi Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Metode Targhib Wa Tarhib Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas XI Di MA Syabilurrasyad NWDI Barabali Tahun Ajaran 2025/2026 . yang bersifat mendidik. Kombinasi antara keduanya terbukti dapat meningkatkan keterlibatan dan dorongan internal siswa dalam belajar. Selain itu, hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen juga menunjukkan bahwa angket yang digunakan valid dan reliabel. Dari uji validitas, semua item memiliki nilai r hitung > r tabel . dengan signifikansi p < 0,05, menunjukkan bahwa setiap item layak digunakan untuk mengukur motivasi belajar. Sementara dari uji reliabilitas, diperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,918, yang menunjukkan bahwa instrumen memiliki konsistensi internal yang sangat tinggi. Uji normalitas data menggunakan Shapiro-Wilk Test juga menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, dengan nilai signifikansi untuk pretest . dan postest . , yang semuanya lebih besar dari 0,05. Ini berarti bahwa uji statistik parametrik (Paired Sample TTes. yang digunakan dalam penelitian ini sah dan tepat. Dengan demikian, penerapan metode targhib wa tarhib tidak hanya efektif secara teori, tetapi juga terbukti secara empiris mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Penemuan ini sejalan dengan berbagai hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kombinasi antara pendekatan penghargaan dan peringatan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendorong siswa untuk lebih bertanggung jawab terhadap proses Hasil penelitian ini sejalan dengan berbagai penelitian terdahulu yang menunjukkan bahwa metode targhib wa tarhib efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode ini menggabungkan dua pendekatan utama, yaitu pendekatan targhib . otivasi positi. yang dilakukan dengan memberikan penghargaan atau hadiah kepada siswa yang menunjukkan sikap dan perilaku belajar yang baik, serta pendekatan tarhib . otivasi negati. yang dilakukan dengan memberikan peringatan atau hukuman edukatif kepada siswa yang melanggar kesepakatan belajar. Gabungan keduanya menciptakan kontrol internal dan eksternal yang kuat dalam diri siswa untuk tetap termotivasi dalam proses pembelajaran. Dalam penelitiannya yang berjudul AuPengaruh Penerapan Metode Targhib wa Tarhib terhadap Motivasi Belajar Siswa di MI DarussalamAy. Rahmawati menemukan bahwa metode ini mampu meningkatkan motivasi siswa secara signifikan. Setelah diberikan perlakuan menggunakan metode targhib wa tarhib, terjadi peningkatan skor motivasi belajar sebesar Penelitian ini menegaskan bahwa pemberian reward dan punishment yang tepat dapat menjadi stimulus penting dalam proses Pendidikan,(Rahmawati,2. Penelitian lain dilakukan oleh Siti Ningsih di MTs Al-Hidayah dengan judul AuMetode Targhib wa Tarhib dalam Meningkatkan Motivasi Belajar SiswaAy. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penggunaan metode ini mampu membentuk kedisiplinan dan meningkatkan tanggung jawab siswa dalam belajar. Siswa merasa dihargai saat berprestasi, dan merasa perlu memperbaiki diri saat diberi sanksi. Ini menunjukkan keseimbangan antara pendekatan afektif dan korektif dalam pembelajaran,(Ningsih,2. Dalam penelitiannya yang dilakukan di MA Al-Karim. Mawaddah menyimpulkan bahwa targhib wa tarhib bukan hanya meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga berpengaruh terhadap perilaku keagamaan siswa. Ia menyatakan bahwa metode ini efektif diterapkan dalam konteks pendidikan Islam, terutama dalam pembelajaran akhlak dan fiqih, karena sejalan dengan prinsip tarbiyah IslAmiyyah . endidikan Islam. ,(Mawaddah,2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode targhib wa tarhib berpengaruh secara signifikan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Metode Targhib Wa Tarhib Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas XI Di MA Syabilurrasyad NWDI Barabali Tahun Ajaran 2025/2026 terhadap peningkatan motivasi belajar siswa di MA Syabilurrasyad NWDI Barabali. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 . < 0,. , yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan postest. Selisih rata-rata skor sebesar 14,325 poin menunjukkan peningkatan motivasi belajar yang nyata setelah penerapan metode ini. Metode targhib wa tarhib yang menggabungkan pemberian reward . dan punishment . anksi edukati. terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Hal ini sejalan dengan hasil uji validitas dan reliabilitas yang menunjukkan bahwa instrumen penelitian layak digunakan, serta hasil uji normalitas yang mendukung kelayakan penggunaan uji statistik parametrik. Penelitian ini juga diperkuat oleh berbagai hasil studi terdahulu yang menunjukkan bahwa metode targhib wa tarhib tidak hanya meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan perilaku positif siswa, terutama dalam konteks pembelajaran pendidikan Islam. REFERENSI