Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Penguatan Kapasitas Masyarakat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan di Gampong Purwosari Kabupaten Nagan Raya Mardaleta1*. Munandar2. Dewi Fithria3. Maiza Duana4. Yovhandra Ockta5. Tya Ulfah6. Ranita Suri Dewi7. Salma Alfina Putri Nada8. Kamalia Ulfa9. Tsamarah Nur Rahmah10. Wanda Ramadhana11 1,11Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Teuku Umar Email: mardaleta@utu. Email: wandaramadhana@utu. 2Program Studi Ilmu Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Teuku Umar Email: munandar@utu. Program Studi Magister Ilmu Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Teuku Umar Email: dewi. fithria@gmail. 4Program Studi Kesehatan Masyarakat. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Teuku Umar Email: maizaduana@utu. 5Program Studi Sains Keolahragaan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Teuku Umar Email: yovhandraockta@utu. 6Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Teuku Umar Email: tyaulfah@utu. 7,8Program Studi Gizi. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Teuku Umar Email: ranita@utu. Email: salmaalfinapn@utu. 9 Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Teuku Umar Email: kamaliaulfa@utu. 10 Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Teuku Umar Email: tsamarahnur@utu. Submitted: 24-09-2025 Revised: 12-06-2026 Accepted: 26-06-2026 Abstract Food security issues in marginal villages such as Purwosari Village. Nagan Raya Regency, require a collaborative and sustainable multi-stakeholder approach. This village has the potential for local food sources such as tempeh, water spinach, spinach, and mustard greens, but faces challenges such as marginal land conditions, limited access to capital, and low utilization of promotional technology. The community service activity carried out by ORMAWA HIMAKESMAS of Teuku Umar University (UTU) aims to strengthen food security through participatory, educational, and innovative approaches. The program involved academics, village government, financial institutions (Bank Mustaqi. , and the UTU Business Incubator through socialization, training, and interactive discussions. The materials delivered included balanced nutrition based on local food. Islamic financing using the musyarakah scheme, product promotion techniques through creative videos, and integrated village development planning. The results showed an increase in community knowledge regarding the utilization of local food and access to capital, as well as the establishment of a partnership model that can be replicated in other villages. Capacity building and support in terms of policy and infrastructure are key to sustainability. This collaboration between UTU and HIMAKESMAS demonstrates the importance of cross-sector synergy in building food self-sufficient, prosperous, and competitive villages. Keywords: Food Security. Local Food. Islamic Financing. Village-based MSMEs. Multi-Stakeholder Collaboration Abstrak Masalah ketahanan pangan di gampong-gampong marginal seperti Gampong Purwosari. Kabupaten Nagan Raya, memerlukan pendekatan multipihak yang kolaboratif dan Gampong ini memiliki potensi pangan lokal seperti tempe, kangkung, bayam, dan Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. sawi, namun menghadapi kendala lahan marginal, keterbatasan akses modal, dan rendahnya pemanfaatan teknologi promosi. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh ORMAWA HIMAKESMAS Universitas Teuku Umar (UTU) bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pendekatan partisipatif, edukatif, dan inovatif. Program ini melibatkan akademisi, pemerintah Gampong, lembaga keuangan (Bank Mustaqi. , dan Inkubator Bisnis UTU dalam bentuk sosialisasi, pelatihan, dan diskusi interaktif. Materi yang disampaikan meliputi gizi seimbang berbasis pangan lokal, pembiayaan syariah berbasis musyarakah, teknik promosi produk melalui video kreatif, serta perencanaan pembangunan Gampong secara Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan pangan lokal dan akses modal, serta terbangunnya model kemitraan yang dapat direplikasi di Gampong lain. Penguatan kapasitas masyarakat dan dukungan regulasi serta infrastruktur menjadi kunci keberlanjutan. Kolaborasi UTU dan HIMAKESMAS ini membuktikan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun Gampong mandiri pangan yang sejahtera dan berdaya saing. Kata Kunci: Ketahanan Pangan. Pangan Lokal. Pembiayaan Syariah. UMKM Gampong. Kolaborasi Multipihak. PENDAHULUAN Ketahanan pangan telah menjadi salah satu isu strategis dalam pembangunan nasional dan global, terutama dalam menghadapi pertumbuhan populasi, keterbatasan sumber daya lahan, dan dinamika ketersediaan pangan (Maliati, 2023. Sutiyono. Makmun, & Kumalasari. Di Indonesia, ketahanan pangan menjadi agenda prioritas pemerintah, sejalan dengan visi (SDG. , khususnya tujuan kedua yaitu Zero Hunger (Ayuningtyas & Rositawati, 2. Namun, di banyak wilayah per-gampongan, masalah ketahanan pangan masih sangat nyata, termasuk di Provinsi Aceh, yang hingga kini masih berhadapan dengan angka stunting tinggi dan rendahnya diversifikasi pangan (Lestari. Anwar, & Husna, 2022. Puti Andiny. Afrah Junita. Tuti Meutia, & Umi Sefiana Barokatul Aulia, 2024. Yudiana, 2. Aceh menempati urutan kelima provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia (Andiny. Junita. Meutia, & Salman. Duana et al. , 2024. Sakti. Makful, & Dewi, 2. Stunting masalah kekurangan gizi kronis, tetapi juga berhubungan dengan konsumsi yang tidak seimbang, dan keterbatasan akses terhadap pangan berkualitas (Maliati, 2023. Sutiyono et al. , 2. Faktor penyebab stunting antara lain pola makan yang kurang bervariasi, minimnya pemanfaatan pangan lokal sebagai (Ariestiningsih et al. , 2024. Putri. Sulastri, & Apsari, 2. Padahal. Aceh memiliki keragaman pangan lokal yang melimpah, mulai dari umbi-umbian, sayur-mayur, hingga hasil perkebunan dan perikanan Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat (Isnain. Apriyanditra. Afni. Mahmud, 2026. Pratama. Akbar, & Alfisyahri, 2. Permasalahan inilah yang menegaskan pentingnya inisiatif berbasis komunitas dalam menguatkan ketahanan pangan melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang tersedia (Lenny Amelia. Aryasuta, & Nabilah, 2. Gampong Purwosari. Kabupaten Nagan Raya, pembangunan ketahanan pangan karena kondisi lahan yang marginal. Walaupun demikian. Gampong ini memiliki potensi pangan lokal seperti tempe, kangkung, bayam, dan sawi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan membuka peluang usaha rumah tangga. Pemerintah telah menetapkan kebijakan untuk alokasi dana Gampong sebesar 25% untuk program ketahanan pangan, salah satunya melalui Gampong tematik yang sesuai dengan potensi Namun, implementasi kebijakan ini terkendala oleh birokrasi, kurangnya perencanaan jangka panjang, dan keterbatasan kapasitas sumber daya manusia di Gampong. Oleh akademisi, lembaga keuangan, dan Universitas Teuku Umar (UTU) melalui program HIMAKESMAS mengambil peran penting dalam menghubungkan Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. kebutuhan masyarakat dengan potensi akademis untuk mendukung pembangunan Gampong. UTU juga Inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT) UTU untuk mendampingi UMKM dalam mengembangkan usaha produktif. Lembaga keuangan, seperti Bank Mustaqim, turut menyediakan pembiayaan berbasis syariah untuk petani dengan akad musyarakah Gampong. Selain itu, pentingnya promosi dan pemasaran produk lokal, terutama melalui media digital, juga menjadi UMKM Gampong dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Secara pembangunan ketahanan pangan di Gampong Purwosari memerlukan perencanaan pembangunan yang sistematis dan kolaborasi multipihak yang sinergis. Dalam hal ini. UTU berkolaborasi dengan ORMAWA HIMAKESMAS untuk melakukan pengabdian sosial melalui sosialisasi Penguatan Ketahanan Pangan di Gampong Purwosari. Kabupaten Nagan Raya. METODE PELAKSANAAN Pendekatan yang digunakan partisipatif dan kolaboratif, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti mahasiswa. Gampong. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Bank Mustaqi. , dan Inkubator Bisnis dan Teknologi (IBT) UTU. Kegiatan bentuk presentasi materi, sesi demonstrasi praktik langsung di Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan UTU, pemerintah kecamatan, dan Direktur IBT UTU pentingnya kolaborasi lintas sektor Gampong menjadi mandiri secara pangan dan Sesi materi dibagi menjadi empat masing-masing disampaikan oleh akademisi dan praktisi dari bidang gizi, perbankan syariah, teknologi komunikasi, dan perencanaan pembangunan. Topik pemanfaatan pangan lokal untuk Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. perbaikan gizi, strategi pembiayaan syariah berbasis kelompok tani, pembuatan konten video promosi UMKM Gampong, dan integrasi Gampong secara sistematis. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi kegiatan, dan sesi tanya jawab yang melibatkan peserta secara aktif. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan perangkat Gampong, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan masyarakat Gampong Purwosari. Metode difokuskan pada seminar, pendampingan kolaboratif. Tabel 1. Metode Pengabdian Masyarakat Aspek Penjelasan Sosialisasi dengan pendekatan partisipatif . ommunity Jenis Kegiatan Balai Gampong Purwosari. Kabupaten Nagan Raya, 11 Lokasi & Waktu September 2025. Mahasiswa ORMAWA UTU, dosen pendamping. Subjek/Partisipan perangkat Gampong, masyarakat Purwosari, perwakilan pemerintah daerah. Bank Mustaqim. IBT UTU. Instrumen & . Observasi partisipatif. Catatan notulensi kegiatan. Sumber Data Tanya jawab dan diskusi. Dokumentasi foto/video. A Sosialisasi oleh akademisi dan praktisi A Diskusi interaktif untuk mengidentifikasi masalah dan Metode A Demonstrasi pengolahan pangan lokal dan pembuatan Pelaksanaan media promosi A Pemaparan model pembiayaan syariah bagi petani A Penyusunan kesimpulan bersama sebagai tindak lanjut Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Tujuan Metode Output Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Menguatkan kapasitas masyarakat dalam pemanfaatan pangan lokal Meningkatkan pengetahuan akses modal berbasis Mendorong kreativitas promosi produk UMKM Menyusun arah perencanaan pembangunan Gampong secara partisipatif. Dokumentasi kegiatan Rumusan hasil diskusi Model kemitraan multipihak untuk ketahanan pangan Rekomendasi master plan pembangunan Gampong HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan kolaborasi dan kemitraan Ormawa Universitas Teuku Umar yang dilaksanakan di Gampong Purwosari Nagan Raya menghasilkan sejumlah temuan penting yang dapat menjadi dasar dalam penguatan ketahanan pangan Gampong. Secara umum, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana sinergi multipihak antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan masyarakat mampu menciptakan suatu model kemitraan Melalui penyampaian materi, diskusi, serta praktik demonstratif, kegiatan ini berhasil menyoroti aspek gizi, ekonomi, teknologi promosi, dan Temuan-temuan diuraikan secara tematik sesuai masing-masing narasumber, kemudian dibahas relevansinya terhadap literatur maupun praktik pembangunan Gampong. Sesi pertama menekankan pada isu ketahanan pangan dan gizi, yang disampaikan oleh Salma Alfina Putri Nada. Gz. Ranita Suri Dewi. Gz. Gz. Materi mereka berangkat dari fakta bahwa Aceh masih menempati urutan kelima provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi di Indonesia. Kondisi ini mencerminkan adanya masalah gizi kronis yang tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga pada perkembangan kognitif, risiko Kedua pentingnya pemanfaatan pangan lokal sebagai salah satu strategi kunci dalam pencegahan stunting. Pangan lokal seperti tempe, bayam, kangkung, dan sawi dinilai memiliki mineral, dan serat yang dapat masyarakat dengan biaya yang relatif rendah. Dalam diskusi juga Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ditunjukkan contoh inovasi pangan seperti pengolahan tepung mocaf . odified cassava flou. yang memiliki rasa unik sekaligus nilai Inovasi semacam ini bukan hanya berkontribusi pada pemenuhan gizi, melainkan juga membuka peluang usaha rumah Diskusi mengenai pangan lokal juga memperlihatkan bahwa masyarakat Gampong sebenarnya Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. kebutuhan gizi sehari-hari, hanya saja diperlukan inovasi dalam kesadaran masyarakat tentang gizi Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mengganti slogan Au4 sehat 5 sempurnaAy menjadi Augizi seimbangAy, menekankan pada variasi konsumsi Gambar 1. Diskusi mengenai potensi pangan lokal Di Gampong Purwosari, pangan lokal dapat dijadikan instrumen penting untuk mencapai kemandirian pangan, sekaligus terhadap produk pangan dari luar Gampong. Lebih jauh, ketika pangan lokal diproses menjadi produk olahan bernilai jual, maka hal memperkuat ketahanan pangan Gampong secara berlapis. Sesi menghadirkan Rahil Mulyawan. Kasi Pembiayaan Bank Mustaqim, yang menyoroti aspek keuangan pangan Bank Mustaqim, sebagai lembaga keuangan syariah milik Pemerintah Aceh yang terdaftar di OJK, pembiayaan berbasis syariah dengan Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pembiayaan konsumtif. Hal yang menarik adalah adanya skema khusus untuk sektor pertanian, yaitu Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Gambar 2. Diskusi terkait gizi seimbang Model ini sangat relevan dengan kondisi petani di Purwosari penghasilan musiman. Dengan pembayaran yang dilakukan pasca panen, beban keuangan petani menjadi lebih ringan karena tidak harus mencicil tiap bulan. Dalam diskusi, sempat muncul pertanyaan menangani risiko gagal panen. Rahil menjelaskan bahwa pendekatan syariah menekankan pada asas musyawarah dan keadilan. Bank masalah, berdialog dengan nasabah, dan mencari solusi alternatif yang tidak memberatkan petani. Gambar 3. Diskusi peran aspek keuangan dalam mendukung ketahanan Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Model pembiayaan syariah ini dapat dilihat sebagai inovasi finansial yang sejalan dengan prinsip inklusi keuangan. Di banyak kasus, akses modal sering kali menjadi hambatan utama petani dalam mengembangkan usaha. Melalui akad musyarakah, petani tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga merasa lebih aman karena risiko ditanggung bersama. Hal ini memperlihatkan bahwa integrasi lembaga keuangan dalam program memperkuat daya tahan masyarakat terhadap risiko pertanian. Selain itu, jika skema ini diperluas, maka Bank Mustaqim dapat menjadi mitra strategis dalam pengembangan Gampong pangan sebagaimana dicanangkan dalam Permendagri No. 2 dan 3 Tahun 2025. Materi disampaikan oleh Tya Ulfah. Pd. Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Gr. MIE. berfokus pada aspek teknologi promosi produk melalui pembuatan video kreatif. Di era digital, branding produk menjadi salah satu penentu UMKM. Tya menekankan bahwa video kreatif dapat menjadi media efektif dalam memperkenalkan produk pangan lokal ke pasar yang lebih luas, baik di tingkat lokal maupun digital. Dalam pandang . , pencahayaan, dan latar belakang yang sesuai. Teknik sederhana ini mampu meningkatkan nilai estetika produk sehingga lebih menarik bagi konsumen. Materi ini sangat relevan bagi masyarakat Purwosari mengembangkan produk pangan olahan berbasis lokal. Gambar 4. Diskusi terkait aspek teknologi promosi produk melalui pembuatan video kreatif Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pembahasan mengenai video pentingnya literasi digital bagi Gampong. Banyak UMKM yang sebenarnya memiliki produk berkualitas, namun kurang dikenal karena keterbatasan dalam Dengan keterampilan dasar pembuatan memanfaatkan media sosial sebagai saluran pemasaran yang murah, cepat, dan efektif. Hal ini juga selaras dengan tren ekonomi digital di Indonesia, di mana UMKM berbasis Gampong semakin terdorong untuk masuk ke ekosistem digital. Inovasi sederhana dalam promosi dapat membantu produk pangan lokal bersaing di pasar yang lebih luas, bahkan membuka peluang ekspor jika dikelola secara berkelanjutan. Materi disampaikan oleh Dr. Mardaleta. SE. Kes. menyoroti aspek Gampong. Beliau berorientasi kebutuhan masyarakat harus dilakukan secara sistematis teknografis, partisipatif, politis, topdown, dan bottom-up. Pendekatan Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. penggunaan data konkret untuk menyusun program, sementara pendekatan partisipatif mendorong masyarakat untuk aktif memberikan Pendekatan diperlukan karena setiap anggaran harus disahkan oleh DPR, sementara pendekatan top-down dan bottomup kesinambungan antara program pusat dan usulan Gampong. Diskusi ini menunjukkan bahwa pembangunan Gampong dinamika politik, birokrasi, dan perencanaan strategis. Gampong Purwosari, perkebunan . awit, karet, kaka. , pertanian padi, dan tambang, memiliki peluang besar untuk Namun, hambatan birokrasi dan kurangnya perencanaan jangka panjang sering kali menjadi kendala. Dr. Mardaleta menekankan bahwa Gampong perlu menyusun master plan pembangunan jangka pendek . , menengah . , hingga panjang . Ae60 tahu. Dengan master plan tersebut. Gampong dapat lebih mudah memperoleh pemerintah pusat. CSR perusahaan, maupun lembaga filantropi. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. Gambar 5. Diskusi terkait aspek perencanaan pembangunan Gampong Selain kegiatan juga menghasilkan diskusi tantangan dan peluang ketahanan pangan di Purwosari. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah mengenai alokasi dana Gampong, yang menurut peserta sudah hampir 80% digunakan untuk berbagai program, namun tetap menghadapi Jawaban diberikan menegaskan pentingnya data dan proposal yang kuat untuk mendapatkan dukungan pendanaan Hal ini sejalan dengan prinsip pembangunan berbasis bukti . vidence-based plannin. , di mana Gampong harus mampu memetakan potensi dan kebutuhan secara akurat sebelum mengajukan proposal. Dari hasil kegiatan ini dapat dilihat bahwa kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam membangun Gampong. Akademisi memberikan inovasi dan keuangan menyediakan akses modal berkontribusi melalui kreativitas UMKM, dan pemerintah Gampong hingga kabupaten berperan dalam Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan bahwa model kemitraan yang dibangun di Purwosari dapat menjadi prototipe untuk Gampong lain di Indonesia yang memiliki tantangan serupa. Secara teoretis, temuan kegiatan ini pentingnya pendekatan holistik dalam pembangunan Gampong. Ketahanan pangan tidak hanya menyangkut aspek produksi, tetapi juga distribusi, akses keuangan, promosi produk, dan tata kelola Dari praktis, kegiatan ini memberikan contoh nyata bagaimana program Ormawa dapat menjadi motor Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik penggerak perubahan di tingkat Gampong. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga pembangunan masyarakat. Dengan demikian, hasil dan pembahasan ini menegaskan bahwa Gampong membutuhkan sinergi Vol 8. No 1 . Januari-Juni darmabakti@utu. antara aspek gizi, pembiayaan, teknologi promosi, dan perencanaan Kolaborasi Gampong Purwosari merupakan Gampong. Gambar 6. Foto Bersama Masyarakat Gampong Purwosari dan Ormawa HIMAKESMAS PENUTUP Kegiatan kemitraan Ormawa Universitas Teuku Umar di Gampong Purwosari Nagan Raya telah memberikan Gampong tidak dapat dicapai hanya melalui satu aspek, melainkan melalui sinergi multipihak. Hasil pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi solusi konkret dalam mengatasi permasalahan gizi dan permodalan yang lebih adil dan sesuai dengan kondisi petani, strategi promosi digital melalui video kreatif mampu meningkatkan UMKM Gampong, memberikan arah yang sistematis bagi pembangunan jangka panjang. Sinergi pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat terbukti menciptakan solusi yang lebih komprehensif dan Keterlibatan Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Ormawa mentransfer ilmu pengetahuan, masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat. Model kemitraan yang diterapkan di Gampong Purwosari ini dapat dijadikan prototipe yang layak direplikasi di Gampong-Gampong lain di Indonesia. Dengan adanya master plan Gampong terarah, dukungan pembiayaan inklusif, serta pemanfaatan potensi pangan lokal secara inovatif. Gampong Purwosari peluang besar untuk berkembang menjadi Gampong mandiri pangan dan sejahtera. Kolaborasi yang dibangun melalui kegiatan ini bukan hanya menghasilkan dampak jangka pendek, tetapi juga membuka jalan bagi keberlanjutan pembangunan Gampong di masa depan. DAFTAR PUSTAKA