PENDIDIKAN AKHLAK DALAM SURAT AS-SAFF Samsul Rizal, 2Muhammad Najari,3 Muhammad Hadi Habibillah 1,2,3 STAI Syekh H. Abdul Halim Hasan Al Ishlahiyah Binjai samsulrizal@ishlahiyah. muhammadnajari5@gmail. muhammadhadihabibillah2698@gmail. ABSTRAK Berbagai permasalahan pendidikan yang ada, perlu perhatian serius untuk dijawab, dari mulai program pendidikan atau kurikulum yang selalu berubah, sampai pada dekadensi moral yang terjadi dewasa ini. sehingga banyak cendikiawan muslim mencoba menerapkan konsep-konsep pendidikan modern dalam pendidikan Islam yang mengacu kepada konsep Alquran. Untuk itu, peneliti melakukan studi analisis mengenai pendidikan yang ada dalam Surat As-Saf, khususnya pendidikan akhlak. Tujuan penelitian ini adalah: . untuk mengetahui apa saja nilai/ajaran pendidikan akhlak yang terdapat dalam surat Ash-Shaf. mengetahui konsep pendidikan akhlak dalam surat Ash-Shaf yang terkait dengan tujuan, program proses dan evaluasinya. mengetahui cara pelaksanaan membangunan pendidikan akhlak menurut konsep surat Ash-Shaf dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan mencari data dari sumber primer maupun sekunder. Hasil penelitian adalah: . Nilai pendidikan akhlak dalam surat As-Saff yaitu: bertasbih kepada Allah, larangan mengada-ada . , ajaran persatuan dan kesatuan, larangan berbuat fasik, anjuran berlaku taat, anjuran Beriman dan berjihad fi sabilillah dan anjuran tolong menolong. tujuannya secara umum untuk menjadikan manusia beriman dan menjadi pemenang. Secara khusus adalah :mengingatkan manusia dan menyadarkan manusia tentang Kekuasaan Allah, menjadikan manusia beriman yang memiliki sifat jujur dan amanah dalam menepati janji, menjadikan Mukmin yang Kuat, menjadikan mukmin yang taat, terhindar dari sifat dusta, menjadikan beriman dan memiliki sifat berani membela kebenaran dan memiliki solidaritas dan kesetiakawanan yang tinggi. pendidikan akhlak dalam surat As-Saff ini adalah: kebesaran dan Keagungan Allah, akhlak-akhlak terpuji, membina persaudaraan/ukhuwah Islamiyah, ketaatan, kepahlawanan/Patriotisme dan solidaritas/kesetiakawanan sesama muslim. Proses pencapaiannya adalah dengan beriman kepada Allah, para Malaikat, kitab-kitab-Nya. Rasul-rasulNya, percaya adanya hari kiamat, qada dan qadar Allah. Kemudian berakhlak mulia dan mengerjakan amal saleh semata-mata karena Allah dan berjihad di jalan Allah. Evaluasi untuk menilai ketercapaian tujuannya adalah peserta didik dapat mengimplementasikan semua materi pendidikan akhlak tersebut. Key word: Pendidikan. Akhlah. As-Saff ABSTRACT Various educational problems that exist, need serious attention to be answered, starting from the ever-changing educational program or curriculum, to the moral decadence that occurs today. so that many Muslim scholars try to apply the concepts of modern education in Islamic education which refers to the concept of the Qur'an. For this reason, the researcher conducted an analytical study of the education contained in Surat As-Saf, especially moral education. The purposes of this study are: . to find out what the values / teachings of moral education are contained in the letter Ash-Shaf. knowing the concept of moral education in the letter Ash-Shaf related to the objectives, program processes and . knowing how to implement the development of moral education according to the concept of the letter Ash-Shaf in achieving the goals of national This research was conducted using a qualitative method with a descriptive approach, by seeking data from primary and secondary sources. The results of the study are: . The value of moral education in As-Saff's letter, namely: glorifying God, prohibition of making up . , teachings of unity and unity, prohibition of doing evil, recommendations for obedience, recommendations for Faith and jihad fi sabilillah and suggestions for help. its components. the general goal is to make people believe and become winners. In particular, these are: reminding people and making people aware of the power of God, making people believe who has honest and trustworthy nature in keeping promises, making strong believers, making believers obedient, avoiding lying, making believers and having the courage to defend the truth and have high solidarity and solidarity. the curriculum . for moral education in this As-Saff letter are: the greatness and majesty of Allah, commendable morals, fostering brotherhood/ukhuwah Islamiyah, heroism/patriotism solidarity/loyalty among Muslims. The process of achieving it is by believing in Allah, the Angels. His books. His Messengers, believing in the Day of Judgment, qada and Allah's qadar. Then have noble character and do righteous deeds for the sake of Allah and strive in the way of Allah. Evaluation to assess the achievement of the goal is that students can implement all the moral education materials. Keyword: Education. Morals. As-Saff PENDAHULUAN Upaya modernisasi Pendidikan Islam untuk merekonstruksi penyelenggaraan pendidikan Islam yang belum mengacu dan mengantisipasi zaman yang sedang (Ninik Masruroh & Umiarso, 2011: 13-. Awal abad ke 19 M, tradisi berhaji bagi umat Islam Indonesia, selain untuk menunaikan ritual agama, juga sebagian mereka bermukim di Makkah sampai beberapa tahun. Bahkan ada juga yang menetap disana, salah satu kegiatan yang mereka tekuni adalah mendalami ilmu-ilmu keIslaman, tidak jarang pula di antara muslim Indonesia memanfaatkan waktu untuk menjalin persaudaraan dengan umat Islam (Burhanuddin Daya, 1990: . dari berbagai Hingga, permulaan abad ke 20 M, di kalangan muslim Indonesia terpelajar mulai muncul kesadaran untuk mengatasi kondisi pendidikan Islam di Indonesia yang mengalami keterbelakangan sebagai akibat dari eksploitasi politik pemerintahan kolonial Belanda. Mereka sadar bahwa pembaruan pendidikan haruslah menjadi agenda terpenting dalam memperjuangkan nasib umat Islam dan Bangsa Indonesia. (Ninik Masruroh & Umiarso, 2011: . Memasuki abad ke-21 banyak pendidik ingin menekankan kembali hadirnya pendidikan budi pekerti ini, untuk mempromosikan nilai-nilai positif bagi anak-anak muda dalam kaitannya dengan merebaknya perilaku kekerasan dalam Diindikasikan bahwa, kejahatan dan bentuk-bentuk lain perilaku tidak mengkhawatirkan dan telah merambah menembus berbagai macam aspek kehidupan sehari-hari dan telah menjadi proses reproduksi sosial. Situasi-situasi seperti inilah perlu mempertimbangkan bahwa pendidikan akhlak yang menumbuhkan nilai-nilai moral dan nilai-nilai kebersamaan sebagai satu anggota komunitas manusia perlu diajarkan. Membangun pendidikan menurut konsep Al-QurAoan dengan studi analisis surat As-Saff, tentunya tidak terlepas dari bahasan tentang pendidikan Islam, yang akan diurai dengan konsep pendidikan nasional, sehingga diharapkan mampu menjadi penguatan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Pada dasarnya, seluruh isi Al-QurAoan memiliki dan syarat dengan nilai-nilai pendidikan khususnya pendidikan akhlak, paling tidak 14 ayat dalam surat As-Saff mengajarkan banyak hal tentang kehidupan, dari mulai masalah pendidikan sosial, ibadah, tauhid dan akhlak. Peneliti mencoba melakukan studi analisis mengenai pendidikan akhlak dalam Surat As-Saff. Tujuan penelitian untuk mengetahui nilai pendidikan akhlak yanng terdapat dalam surat As-Saff dan mengetahui konsep pendidikan akhlak dalam surat As-Saff yang terkait dengan tujuan, program, proses dan evaluasinya. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian pustaka, yakni melakukan penelitian dengan berdasarkan pada buku-buku kajian yang terkait dengan penelitian ini. Untuk analisis data dalam kajian pustaka ini, peneliti akan menggunakan metode deskriptif-analitis-komparatif. Maksud dari metode ini ialah memaparkan kembali data-data yang telah terkumpul dan sudah dianalisis, serta dikomparasikan agar menjadi suatu pemikiran yang terpadu. Sumber data dalam penelitian ini adalah subjek dari mana data dapat diperoleh. (Suharsimi, 2006:. Dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan sumber sumber primer dan sumber sekunder. Adapun sumber data primer yang peneliti gunakan adalah kitab-kitab tafsir Al-QurAoan, hadits, dan buku-buku yang berkaitan dengan pendidikan yang akan dijadikan rujukan dalam penelitian tesis ini. PEMBAHASAN Pendidikan akhlak adalah pendidikan mengenai dasar-dasar akhlak dan keutamaan perangai, tabiat yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan oleh anak sejak masa analisa sampai ia menjadi seorang mukallaf, seseorang yang telah siap mengarungi lautan kehidupan. Ia tumbuh dan berkembang dengan berpijak pada landasan iman kepada Allah dan terdidik untuk selalu kuat, ingat bersandar, meminta pertolongan dan berserah diri kepada-Nya, maka ia akan memiliki potensi dan respon yang instingtif di dalam menerima setiap keutamaan dan kemuliaan. samping terbiasa melakukan akhlak mulia. ( Raharjo, dkk. , 1999: . Dengan kata lain pendidikan akhlak adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar dan disengaja untuk memberikan bimbingan, baik jasmani maupun rohani, melalui penanaman nilai-nilai Islam, latihan moral, fisik serta menghasilkan perubahan ke arah positif, yang nantinya dapat diaktualisasikan dalam kehidupan, dengan kebiasaan bertingkah laku, berpikir dan berbudi pekerti yang luhur menuju terbentuknya manusia yang berakhlak mulia, di mana dapat menghasilkan perbuatan atau pengalaman dengan mudah tanpa harus direnungkan dan disengaja atau tanpa adanya pertimbangan dan pemikiran, yakni bukan karena adanya tekanan, paksaan dari orang lain atau bahkan pengaruh-pengaruh yang indah dan pebuatan itu harus konstan . dilakukan berulang kali dalam bentuk yang sering sehingga dapat menjadi kebiasaan. HASIL PENELITIAN Surat As-Saff diturunkan di Madinah dan terdiri dari 14 ayat. Surat ini dinamakan As-Saff yang berarti AbarisanA yang diambil dari ayat ke-4. (M. Quraisy Shihab. Tafsir Al-Misbah:. Surat As-Saff ayat pertama berbunyi: a A aON aaO Ea aA AO E aEaO aIA a A aI aOA ca Aac a a accEaEa aI AaO EA a A aO aI AaO eE a A Bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi. dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Pada ayat pertama di atas. Allah memerintahkan kepada seluruh makhluk Allah yang ada di langit dan bumi melantunkan tasbih kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Bijaksana. Mereka bertasbih dengan bahasanya masing-masing. Maka manusia sebagai mahluk Allah yang paling sempurna lebih layak untuk bertasbih. Surat As-Saff dimulai uraiannya dengan penyucian . terhadap Allah dan mengingatkan bahwa seluruh wujud menyucikan-Nya, mengingatkan agar yang menyimpang dari sistem yang berlaku dan yang direstui di jalan Allah. (M. Quraisy Shihab. Tafsir Al-Misbah: Pesan. Kesan dan keserasian Alquran, :. Dalam tafsir Jalalin disebutkan bahwa semua yang ada dilangit dan bumi semuanya memahasucikan Allah. Huruf Lam yang terdapat pada lafadz lillah adalah huruf zaidah dan disini dipakai lafdz maa karena lebih memprioritaskan yang mayoritas . an Dialah yang Maha Perkas. di dalam kerajaanNya . agi maha Bijaksan. di dalam perbuatan-Nya. (Jalaluddin as-Suyuti dan Jalaluddin AlMahalli, 2008:219-. Pada ayat ke-2 dan ke-3 berbunyi: aAOaaOac aN EacaOIa a aIIaO E aaI aCaOEaOIa aI aE a AaEaOIA ca aE aa aI CU a IA acEEa a I aCaOEaO aI aE a A aEaOIA Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. Pada ayat ke-2-3 ini. Allah menegur keras orang beriman dan menyampaikan sesuatu sedangkan tidak dilakukannya, bahkan Allah sangat Untuk itu, maka setiap ucapan itu harus diselaraskan dengan Karena ucapan yang tidak sesuai dengan perbuatan dan kenyataan adalah dusta yang merupakan sifat munafik. Kelemahan manusia yang kedua menurut ayat ke . ini adalah tidak menepati janji yang telah mereka buat. Ini adalah salah satu sifat orang munafik adalah tidak menepati janji. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw, yang A O EIIAC E E O O EAA: AI O NO I OE NEE AEO NEE EON O EI CEA AO II IA Dari Abu RA. Bahwa Rasulullah SAW. Bersabda: Tanda orang munafik ada tiga: apabila berkata dusta. apabila berjanji ingkar. apabila diberi amanat (H. R Bukhari dan Musli. Namun tidak berarti bahwa orang-orang tidak boleh mengatakan kebenaran bila ia sendiri belum mampu melaksanakannya. Mengatakan kebenaran wajib, sedangkan melaksanakannya tergantung kemampuan. Dalam tafsir jalalain, disebutkan (Hai orang-orang yang beriman mengapa kalian mengataka. sewaktu kalian meminta berjihad . pa yang tidak kalian perbua. karena ternyata kalian mengalami kekalahan atau mundur dalam perang Uhud. Dilanjutkan dengan (Amat besa. yakni besar sekali . lafadz maqtan berfungsi menjadi tamyiz . i sisi Allah bahwa kalian mengataka. lafadz an taquuluu menjadi faAoil dari lafaldz kabura . pa-apa yang tiada kalian kerjaka. (Jalaluddin as-Suyuti dan Jalaluddin Al-Mahalli, 2008:219-. Pada ayat ke . Allah memperingatkan bahwa sangat besar dosanya orang mengatakan sesuatu, tetapi ia sendiri tidak melaksanakannya. Hal ini berlaku baik dalam pandangan Allah maupun dalam pendangan masyarakat. Ayat ke-4, surat As-Saff adalah: ca Aua acIA AOAA U a a aUc EaaIac aN I a IOa UI aI A a AacEEa Oaa ac EacaOIa OaCaaEaOIa AaOA a AaO aE aNA Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. Dari ayat tersebut, disebutkan bahwasannya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan Allah, dan tidak bercerai burai. Sebagaimana peristiwa perang Uhud, di awal peperangan umat Muslim bersatu, tetapi dikarenakan tidak tetap di barisannya maka aakhirnya Umat Islam pada saat itu mengalami kekalahan. Barisan yang bersatu akan menjadi kuat . seperti sebuah bangunan antara satu sisi dengan lainnya saling menguatkan. Ibnu Katsir, dalam tafsirnya, menuturkan bahwa mayoritas ulama menyatakan bahwa ayat ini turun ketika kaum muslimin mengharapkan diwajibkannya jihad atas mereka, tetapi ketika Allah mewajibkannya, mereka tidak Riwayat lain menyatakan bahwa ayat ini turun sebagai kecaman terhadap mereka yang mengatakan: AuKami telah membunuh . , menikam, memukul, dan telah melakukan ini dan itu,Ay padahal mereka tidak melakukannya. Jalalain dalam tafsirnya: (Sesungguhnya Allah menyuka. artinya selalu menolong dan memuliakan . rang-orang yang berperang di jalannya dalam barisan yang teratu. lafadz Shaffan merupakan hal atau kata keterangan keadaan, yakni dalam keadaan berbaris rapi . eakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun koko. yakni sebagian di antara mereka menempel rapat dengan sebagian yang lain lagi kokoh. ( Jalaluddin as-Suyuti dan Jalaluddin Al-Mahalli, 2008 :219-. Dengan demikian ayat diatas mengecam juga orang-orang munafiq yang mengucapkan kalimat syahadat dan mengaku muslim tanpa melaksanakan secara baik dan benar tuntunan agama Islam. ( M. Quraisy Shihab :. Selanjutnya ayat ke-5 dan ke-6 disebutkan a AO aa A a AacEEa uaEa O aE I AaEa acI a A ca AacEEa CaEaOa aN I aOA ca AA ca AO aEA AacEEa aaEA a AO aECa OIa aN OaCa O aI E aaI a aOIaIaO aOCa a Ea aIOIa aIaO aA a AaOua Ca aE aIOA aAOa NaO ECa O aI EAa aCaOIA Dan . ketika Musa berkata kepada kaumnya: AuHai kaumku, mengapa kamu menyakitiku, sedangkan kamu mengetahui bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu?Ay Maka tatkala mereka berpaling . ari kebenara. Allah memalingkan hati mereka. dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang fasik. ca AO aEA AO sEA a AO Ia Ia Eac O aa aO aIa Ua a aA a AO Ia aI Oa aI OaaIaO ua aaO aE uaIaO aA a AaOua Ca aE aOA a AacEEa uaEa O aE I aIA ca a aCU aE aI aOIa OaA A CaEaO aNa a U aIaO UIA a AOaaO Ia I a aO aINa a aIa AaEa acI a aNa I a EaOaIaA Dan . ketika Isa Putra Maryam berkata: AuHai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab . ang turu. sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan . seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhamma. Ay Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: AuIni adalah sihir yang nyataAy. Adapun maksud dari perkataan Allah memalingkan hati mereka dalam ayat tersebut ialah membiarkan mereka dalam keadaan sesat. Pada ayat ke . Allah memerintahkan Nabi Muhammad menyampaikan kepada umat Islam dan Ahli kitab, kisah keingkaran kaum Nabi Isa ketika ia mengatakan kepada kaumnya bahwa ia adalah rasul Allah yang diutus kepada Ia juga membenarkan kitab Taurat yang dibawa Nabi Musa, demikian kitab-kitab Allah yang telah diturunkan kepada para nabi sebelumnya. Ia menyeru kaumnya agar beriman pula kepada rasul yang dating kemudian yang bernama Ahmad (Muhammad Sa. Kedua ayat diatas menceritakan bagaimana keingkaran umat nabi Musa as. dan umat nabi Isa as pada nabinya. Jadi jika nabi dari kaumnya sendiri saja diingkari, apalagi jika datang nabi dari kaum yang lain, yaitu nabi Muhammad dari bangsa Arab. Selanjutnya dalam ayat 7-9 surat As-Saff menyebutkan: AaO aI I a A ca AacEEa aE Oa NaO ECa O aI EA ca AeEaE aI aOA ca AEaOA aAEaIa OIA a Aa aON aaO OaA a AacEEa E aEA a AEa aI Ia acI aI A aaOA a AO uaEaO A Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. AO aaOaOIa aEO A ca AacEEa a a A aO aN aN I aOA ca AOA aAO aN aOEa O E aa aN E aEA aaOIA a a aO IA a acEEa aIa acI IA Mereka ingin hendak memadamkan cahaya . Allah dengan mulut . capan-ucapa. mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. AC aEO A aOI aE aE aN aOEa O E aaNa E aI a aEOIA a A aE aA a a aN aNA a AN aaO EacaO a A a AEaO EA a AaOI E aA a AOEaNa a E aNaO aOA Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci. Ayat ke . , dalam Tafsir disebutkan bahwa AuAllah menyatakan siapakah yang lebih zalim dari orang-orang yang mengada-adakan sesuatu tentang AllahAy seperti mengatakan bahwa Allah mempunyai sekutu dalam mengatur alam ini. Pada ayat . , diterangkan alasan orang-orang yang berbuat kebohongan terhadap Allah yaitu untuk memadamkan sinar agama Islam yang menerangi manusia yang sedang dalam berada dalam kegelapan. Perbuatan mereka tidak ubahnya seperti orang yang ingin memadamkan cahaya matahari yang menyilaukan pemandangan dengan hembusan mulutnya yang tidak berarti apa-apa. Pada akhir ayat ini ditegaskan bahwa Allah akan tetap memancarkan sinar agama-Nya ke seluruh penjuru dengan dakwah Nabi Muhammad dan orang-orang yang beriman, walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya. Pada ayat ke . , ayat ini menegaskan bahwa Allah telah mengutus Nabi Muhammad dengan tugasnya menyampaikan agama-Nya kepada seluruh manusia. Kemudian, dijelaskan dalam tafsir Jalalain (Dialah yang mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkanny. maksudnya menjadikannya berada di . tas segala agamaagam. yakni di atas semua agama yang bertentangan dengannya . eskipun orangorang musyrik benc. akan hal tersebut. ( Jalaluddin as-Suyuti dan Jalaluddin AlMahalli, 2008 :219-. A aE saOIA s a a As a I aO aE I Ia IA a AOaaOac aN EacaOIa a aIIaO N aE aaEac aE IA a AEaO a aA Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? ca A aO aEA ca Aa Ia IaOIa aA acEEa a a I aO aE aE I aO a IAa a aE I a aE aE I aO U Ea aE I au I aE I a I a Ea aIOIA a AcEaEa aO aA a AO aE aN aO a a aNaOIa AaOA . kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya. Tafsir ayat . Allah memerintahkan kaum muslimin agar melakukan amal saleh dengan mengatakan AuWahai orang-orang yang beriman, kepada Allah dan Rasul-Nya,apakah kamu sekalian mau Ku tunjukkan suatu perniagaan yang bermanfaat dan pasti mendatangkan keuntungan yang berlipat ganda dan keberuntungan yang kekal atau melepaskan kamu dari api nerakaAy. Selanjutnya ayat ke . , yaitu: a aAEaIA A sI aEaEa EA aO a Eaa O aIA s AOa A a Ea aE I aIaOa aE I aOOaa E aE I aIacA a AOaaU AaO aIacA a A a aO Ia I a a aN eE a I aNA a AA a A aO aIA niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan . emasukkan kam. ke tempat tinggal yang baik di dalam surga `Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Tafsir Jalalain, menyebutkan: (Niscaya Allah akan mengampun. menjadi jawab dari syarat yang diperkirakan keberadaannya. lengkapnya jika kalian mengerjakannya, niscaya Dia akan mengampuni . osa-dosa kalian dan memasukkan kalian ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan memasukkan kalian ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga An. sebagai tempat menetap . tulah keberuntungan yang besa. (Jalaluddin as-Suyuti dan Jalaluddin Al-Mahalli, 2008 :219-. ca a U Ia IA acEEa aOAa U Ca aOU aOa aa E aI Ia IaOIA AaO a aO aa acOIa aN Ia A Dan . da lag. karunia yang lain yang kamu sukai . pertolongan Allah . sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Dan Dalam ayat ini diterangkan kemenangan dan keuntungan yang akan diperoleh oleh rasulullah dan kaum muslimin, yaitu mereka akan dapat mengalahkan musuh-musuh mereka, menaklukkan beberapanegeri dalam waktu yang dekat, memebrikan kedudukan yang baik bagi kaum Muslimin, serta kekuatan iman dan fisik. Dengan demikian, mereka berkuasa di Timur dan Barat dan agama Islam tersebar diseluruh dunia. ca AO uaEaOA ca AA acEEa Ca aE E a aO aOacOIA a AacEEa aE aI Ca aE aOA a AO aI aI Oa aI E aE a aO aOaOIa aI I a IA a a a AOaaOac aN EacaOIa a aIIaO aEOIaO a IA a a a a aOA a AA a a aU Ia I aIaO ua aaO aE aO aEA aa A AacEEa Aa aII A ca AA aAN aaOIA A aaO aN I Aa a A a a a AEaOA a aU Aa aOacIa EacaOIa a aIIaOA a AIa aI a IA Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong-penolong . Allah sebagaimana Isa putra Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: AuSiapakah yang akan menjadi penolong-penolongku . ntuk menegakkan agam. Allah?Ay Pengikutpengikut yang setia itu berkata: AuKamilah penolong-penolong agama AllahAy, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan . ang lai. maka kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orangorang yang menang. Dalam ayat di atas Allah memerintahkan kaum Muslimin agar menjadi penolong-penolong agama Allah, menyebarkan agama-Nya, meninggikan kalimahNya sehingga tidak ada yang mengalahkannya, dengan beriman dan berjihad. Hal yang sama juga pernah terjadi dan dilakukan oleh sahabat-sahabat terdekat nabi Isa. Nabi Isa berkataAy siapakah penolong agama Allah?Ay mereka menjawab. AuKamilah penolong-penolong agama Allah. Ay Berdasarkan keterangan yang telah didapatkan, maka terdapat pendidikan akhlak yang terkandung dalam surat As-saff yaitu: Bertasbih kepada Allah. Larangan mengada-ada . Persatuan dan Kesatuan. Larangan berbuat fasik. Anjuran berlaku taat. Anjuran Beriman dan berjihad fi sabilillah. Anjuran tolong Oleh karena itu, pada bagian ini peneliti akan membahas komponen pendidikan akhlak yang dimaksudkan dalam surat as-Saff, yang meliputi sisi tujuan, program, proses dan evaluasinya. Tujuan Pendidikan akhlak yang terdapat dalam surat as-Saff ini bertujuan untuk menjadikan manusia beriman dan menjadi pemenang. ca a U Ia IA acEEa aOAa U Ca aOU aOa aa E aI Ia IaOIA A( aa acOIa aN Ia Akarunia yang lain yang kamu sukai . pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat . Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman dan a aOA a a A a . ereka menjadi orang-orang yang menan. aAN aaOIA Tabel. Konsep kurikulum pendidikan Akhlak dalam surat As-Saff Konsep Pendidikan Akhlak Contoh Kurikulumnya Bertasbih Kebesaran dan Keagungan Allah Jujur. Amanah, menepati janji Akhlak Aeakhlak terpuji Persatuan dan kesatuan Membina Persaudaraan /Ukhuwah Islamiyah Taat Ketaatan Jihad fi sabilillah Kepahlawananan/patriotisme Tolong menolong Solidaritas/kesetiakawanan sesama muslim Proses Adapun proses/metode untuk mencapai kemenangan . sebagaimana yang dimaksudkan pada ayat 14 di atas adalah: Tahap pertama yang harus dilakukan adalah senantiasa beriman kepada Allah, para Malaikat, kitab-kitab-Nya. Rasul-rasulNya, percaya adanya hari kiamat, qada dan Qadar Allah. Kedua, dengan mengerjakan amal saleh semata-mata karena Allah bukan karena ria adalah perwujudan orang yang beriman, dan yang ketiga atau yang terakhir adalah berjihad di jalan Allah. Berjihad ialah segala macam upaya dan usaha yang dilakukan untuk menegakkan agama Allah. Evaluasi Komponen pendidikan yang terakhir adalah evaluasi, jika dikaitkan dengan tujuan pendidikan akhlak yang terdapat dalam surat As-Saff, maka akan bermunculan manusia beriman yang memiliki akhlak mulia dan rela berjihad dijalan Allah. Secara khusus dapat mengimplementasikan enam akhlak yang telah dikonsepkan pada surat As-Saff. Dengan demikian evaluasi keberhasilan yang akan dicapai pada peserta didik jika merujuk pada konsepsi surat As-Saff di atas, dapat dideskripsikan pada tabel di bawah ini: Tabel 2. Evaluasi keberhasilan pendidikan akhlak dalam surat As-Saff Tujuan Umum Tujuan Khusus Peserta didik menjadi manusia Peserta didik dapat mengimplementasikan yang ikhlas beriman dan bertakwa tasbih kepada Allah kepada Allah, memiliki akhlak Peserta didik dapat mengimplementasikan mulia, dapat membina persatuan sifat jujur, amanah dan dapat menepati dan keasatuan, taat, berani membela agama dan bangsa serta 3. Terbinanya persatuan dan kesatuan pada berjiwa penolong kalangan peserta didik Peserta didik patuh dan taat terhadap nasehat guru dan diiplin terhadap peraturan sekolah. Peserta didik memiliki jiwa keberanian dalam membela kebenaran Peserta didik suka menolong terhadap temanya yang membutuhkan. Bagan Pendidikan Akhlak Dalam Surat As-Saff Nilai/ ajaran pendidikan akhlak yang terdapat dalam surat As-Saff adalah: Bertasbih kepada Allah Larangan mengada-ada . Persatuan dan Kesatuan Larangan berbuat fasik Anjuran berlaku taat. Anjuran Beriman dan berjihad fi sabilillah Anjuran tolong menolong Program/kurikulum . pendidikan akhlak dalam surat As-Saff ini adalah: Kebesaran dan Keagungan Allah. Akhlak-akhlak terpuji. Membina persaudaraan/ukhuwah Islamiyah. Ketaatan. Kepahlawanan/Patriotisme. Solidaritas/kesetiakawanan Tujuan pendidikan akhlak yang terdapat dalam surat as-Saff adalah menjadikan manusia beriman dan menjadi pemenang. Menjadikan manusia beriman yang memiliki sifat jujur dan amanah dalam menepati janji. Menjadikan Mukmin Kuat. Menjadikan mukmin yang taat. Terhindar dari sifat dusta. Beriman dan memiliki sifat berani membela kebenaran. dan Memiliki solidaritas dan kesetiakawanan yang tinggi Program. Program/kurikulum . pendidikan akhlak dalam surat As-Saff ini adalah: Kebesaran dan Keagungan Allah. Akhlak-akhlak Proses/metode untuk Membina . tersebut di atas adalah: Beriman persaudaraan/ukhuwah kepada Allah. Beriman kepada para Islamiyah. Rasul-rasulNya. Ketaatan. Malaikat, kitab-kitab-Nya, percaya adanya Kepahlawanan/Patriotisme. hari kiamat, qada dan Qadar Allah. Berakhlak mulia dan Solidaritas/kesetiakawanan mengerjakan amal saleh semata-mata karena Allah. dan Berjihad di jalan Allah Evaluasi, secara khusus dapat mengimplementasikan enam akhlak, yaitu: Peserta didik dapat mengimplementasikan tasbih kepada Allah. Peserta didik dapat mengimplementasikan sifat jujur, amanah dan dapat menepati janji. Terbinanya persatuan dan kesatuan pada kalangan peserta didik. Peserta didik dan taat terhadap nasehat guru dan didiplin terhadap peraturan sekolah. Peserta didik memiliki jiwa Kesimpulan keberanian dalam membela kebenaran. dan Peserta didik suka menolong terhadap temanya yang Setelah dideskripsikan dan dianalisis secara penjang lebar maka peneliti menyimpulkan sesuai dengan rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: pendidikan akhlak yang terdapat dalam surat As-Saff adalah: Bertasbih kepada Allah. Larangan mengada-ada . Persatuan dan Kesatuan. Larangan berbuat fasik. Anjuran berlaku taat. Anjuran Beriman dan berjihad fi sabilillah dan Anjuran tolong menolong. Komponen-komponen Pendidikan Akhlak Dalam Surat As-Saff: . Tujuan pendidikan akhlak yang terdapat dalam surat as-Saff untuk menjadikan manusia beriman dan menjadi pemenang. Namun secara khusus peneliti membuat tujuan khusus yang terdapat dalam surat As-Saff berikut ini: Mengingatkan manusia dan menyadarkan manusia tentang Kekuasaan Allah. Menjadikan manusia beriman yang memiliki sifat jujur dan amanah dalam menepati janji. Menjadikan Mukmin yang Kuat. Menjadikan mukmin yang taat. Terhindar dari sifat dusta. Beriman dan memiliki sifat berani membela kebenaran. dan Memiliki solidaritas dan kesetiakawanan yang tinggi. Program. Program/kurikulum . pendidikan akhlak dalam surat As-Saff ini adalah: Kebesaran dan Keagungan Allah. Akhlakakhlak terpuji. Membina persaudaraan / ukhuwah Islamiyah. Ketaatan. Kepahlawanan/ Patriotisme. dan Solidaritas / kesetiakawanan sesama muslim. Proses, proses/metode untuk mencapai kemenangan . tersebut di atas adalah: Beriman kepada Allah. Beriman kepada para Malaikat, kitab-kitab-Nya. RasulrasulNya, percaya adanya hari kiamat, qada dan Qadar Allah. Berakhlak mulia dan mengerjakan amal saleh semata-mata karena Allah. dan Berjihad di jalan Allah. Evaluasi, secara khusus dapat mengimplementasikan enam akhlak, yaitu: Peserta didik dapat mengimplementasikan tasbih kepada Allah. Peserta didik dapat mengimplementasikan sifat jujur, amanah dan dapat menepati janji. Terbinanya persatuan dan kesatuan pada kalangan peserta didik. Peserta didik patuh dan taat terhadap nasehat guru dan didiplin terhadap peraturan sekolah. Peserta didik memiliki jiwa keberanian dalam membela kebenaran. dan Peserta didik suka menolong terhadap temanya yang membutuhkan. DAFTAR PUSTAKA