Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Project Based Learning Mata Kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia Reni Oktaviani1. Siti Ansoriyah2 Universitas Negeri Jakarta. Indonesia Alamat Surel renioktaviani@unj. *Penulis Korespondensi Abstrak Latar belakang penelitian ini tentang pandemi yang mengubah pola pembelajaran luring menjadi daring. Bahan ajar harus menyesuaikan dengan keadaan saat ini. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kebutuhan pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan . esearch and developmen. Penelitian ini dilakukan dengan membuat dan menjelaskan analisis kebutuhan mahasiswa mengenai bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia. Berdasarkan hal tersebut. Kata Kunci pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada analisis kebutuhan. bahan mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia yang akan diterapkan penyuntingan bahasa kepada mahasiswa tingkat IV Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra indonesia Indonesia dapat memperoleh hasil pembelajaran yang efektif. Pendahuluan Bahasa mempunyai peran yang sangat penting dalam aktivitas sehari-hari. Bahasa terdiri atas lisan maupun tulisan untuk mengemukakan ide dan tujuan yang ingin dicapai. Untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas diperlukan keterampilan berbahasa yang memadai, yaitu menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Keterampilan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang bertujuan untuk menuangkan ide melalui rangkaian kata yang memiliki makna. Smith . berpendapat bahwa writing is rather like recycling paper, you give the texts you have read another life through the way you reshape them. Menulis merupakan suatu kegiatan produktif yang dilakukan seseorang untuk menuangkan ide secara terstruktur melalui tulisan agar informasi atau pesan tersampaikan kepada pembaca. Keterampilan menulis merupakan kegiatan penyampaian ide berupa rangkaian kata yang mempunyai makna. Kegiatan menulis bukan hanya tata bahasa dan tanda baca saja, melainkan dapat mengembangkan kemampuan berpikir dinamis dan kosakata dengan baik. Kegiatan produktif ini memperhatikan kaidah yang berlaku dalam menyampaikan ide sehingga informasi atau pesan tersampaikan dan dipahami oleh pembaca. Kemampuan menulis diperlukan dalam mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia ini untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas. Mata kuliah Penyuntingan merupakan salah satu mata kuliah pilihan di Program Studi (Prod. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Mahasiswa tingkat IV Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) mempelajari mata kuliah ini. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa dituntut untuk dapat menyunting tulisan sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan. Mahasiswa dapat menyunting tulisan berkualitas jika menguasai kosakata. Ejaan yang Disempurnakan, diksi, dan lainnya. Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | Berdasarkan prates yang dilakukan pada pertemuan pertama perkuliahan bahwa pengetahuan awal mahasiswa belum cukup memadai. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menulis perlu ditingkatkan. Kosakata mahasiswa yang masih terbatas, perlu menambah pengetahuan dalam menyunting sehingga hasil tulisan atau teks dapat maksimal. Penyuntingan akan terasa sulit jika mahasiswa belum memiliki keterampilan menulis. Keengganan mahasiswa untuk menulis dan menyunting disebabkan ketidaktahuan bagaimana melakukan kedua hal tersebut dengan baik dan Di balik tuntutan di atas, ditemui kendala terkait dengan proses pembelajaran pada mata kuliah Penyuntingan. Mahasiswa belum mempunyai keterampilan yang memadai dalam Keterampilan menyunting mahasiswa dapat ditingkatkan melalui berbagai cara. Salah satunya dengan pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia. Pembelajaran berbasis proyek atau dikenal dengan project based learning berfokus pada kreativitas berpikir, pemecahan masalah, dan interaksi antara peserta didik dengan teman sebayanya untuk menciptakan dan menggunakan pengetahuan baru (Wajdi, 2. Project based learning ini memberikan stimulus kepada mahasiswa agar dapat melakukan proses pembelajaran secara mandiri. Selain itu, model pembelajaran ini juga dapat mengembangkan kreativitas secara kolaboratif dalam memecahkan masalah. Jika dicermati, penggunaan bahan ajar yang sesuai dan berinovasi dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menyunting yang dimiliki oleh mahasiswa. Pada pandemi ini bahan ajar perlu disesuaikan khususnya pada mata kuliah Penyuntingan. Bahan ajar perlu disusun dan disesuaikan dengan kebutuhan. Analisis kebutuhan juga diperlukan untuk menyusun bahan ajar selama pandemi ini. Pada dasarnya, mahasiswa belum mempunyai keterampilan yang memadai dalam penyuntingan. Melalui pembelajaran daring ini diharapkan mahasiswa dapat menguasai keterampilan menyunting berdasarkan bahan ajar yang akan dipelajari. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan merupakan proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan (Hanafi, 2. Penelitian pengembangan juga merupakan proses atau langkahlangkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada dan dapat dipertanggungjawabkan. Menurut Gay. Mill, dan Airasian . , penelitian dan pengembangan merupakan proses meneliti dengan cara mencari apa yang dibutuhkan dan mengembangkan produk-produk yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Penelitian pengembangan diperlukan untuk mengembangkan produk yang efektif untuk digunakan di bidang pendidikan. Produk yang dihasilkan ini mencakup: materi ajar, seperangkat tujuan perilaku, dan lain-lainnya. Gay . mengemukakan bahwa R & D efforts are generally quite extensive in terms of objectives, personnel, and time to completion. Products are developed to meet specific needs and according to detailed specifications. Once completed, products are field-tested and revised until a prespecified level of effectiveness is achieved. Penelitian pengembangan umumnya mencakup tujuan, tenaga, dan waktu untuk penyelesaian. Produk yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan spesifik dan sesuai tujuan. Setelah selesai, produk yang diuji di lapangan dan direvisi sampai tujuan yang ingin dicapai. 3 | R. Oktaviani & S. Ansoriyah Pembelajaran berbasis proyek atau dikenal dengan project based learning merupakan suatu model pembelajaran yang berfokus pada kreativitas berpikir, pemecahan masalah, dan interaksi antara peserta didik dengan teman sebayanya untuk menciptakan dan menggunakan pengetahuan baru (Furi, dkk. , 2. Penelitian ini melibatkan keaktifan peserta didik yaitu mahasiswa, dalam memecahkan permasalahan yang ada. Penelitian ini dapat dilakukan secara kelompok maupun individual melalui tahapan ilmiah dan batasan waktu tertentu sehingga menghasilkan sebuah produk untuk dipresentasikan kepada orang lain. Penelitian pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keterampilan mahasiswa sehingga tujuan pembelajaran yang diinginkan dapat tercapai. Apabila kualitas dan keterampilan mahasiswa meningkat dalam menyunting, kesempatan terbuka lebar masuk ke dunia kerja lebih mudah dengan mengandalkan keahlian yang dimilikinya. Selain itu, jika pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia berhasil diterapkan dengan baik, dapat dijadikan penelitian selanjutnya untuk penelitian lain. Metode Penelitian ini menggunakan pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia. Penelitian ini akan dilaksanakan selama enam bulan sejak Maret sampai Agustus 2022. Tempat pelaksanaan penelitian ini di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Penelitian pengembangan merupakan metode penelitian yang dilakukan untuk menghasilkan dan menguji keefektifan sebuah produk (Sugiyono 2. Penelitian ini menggunakan penelitian dan pengembangan . esearch and developmen. Penelitian ini memaparkan tentang analisis kebutuhan pengembangan berbasis project based learning mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia. Tahapan penelitian ini meliputi studi pendahuluan dengan membuat pertanyaan mendasar penelitian, merancang perencanaan produk, menyusun jadwal pembuatan, melakukan uji coba, mengontrol keaktifan dan perkembangannya, menguji hasil, serta evaluasi. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan dalam penelitian ini yaitu analisis kebutuhan mahasiswa pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia. Data penelitian ini berasal dari hasil analisis kebutuhan yang diperoleh dari mahasiswa tingkat IV Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Hasil dan Pembahasan Pengembangan bahan ajar berbasis project based learning mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia mengacu pada hasil kuesioner analisis kebutuhan, kuesioner refleksi, dan hasil suntingan. Data tersebut dikembangkan menjadi bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mahasiswa pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia. Observasi dilakukan tanpa mengganggu proses pembelajaran sehingga hasil yang lebih nyata tanpa dibuat-buat. Dosen menggunakan pendekatan komunikatif untuk memotivasi dan membangun proses pembelajaran yang lebih akrab dan dinamis. Penggunaan pendekatan komunikatif dua arah membuat interaksi lebih baik antara dosen dan mahasiswa. Dosen menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan demontrasi untuk mendukung proses pembelajaran. Dengan metode tersebut, mahasiswa lebih aktif dan fokus dalam mengikuti pembelajaran. Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | Evaluasi berbentuk tes yang dipergunakan dosen untuk menguji pemahaman mahasiswa. Selanjutnya mengulang materi secara singkat dan membuat simpulan pelajaran. Sebelum akhir pembelajaran, dosen memberi tugas kelompok berupa proyek menyunting berdasarkan pengamatan yang dimiliki mahasiswa. Hasil observasi yang dilakukan pada mahasiswa tingkat IV Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan menyunting mahasiswa. Analisis kebutuhan diujikan pada responden untuk mengetahui hal-hal yang diperlukan pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia berbasis project based learning. Kuesioner analisis kebutuhan berjumlah 10 butir. Untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menyunting, dilakukan prates sebelum dilakukan pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia. Hasil tes tersebut menunjukkan nilai terendah yang diperoleh mahasiswa sebesar 40 dan nilai tertingginya 90, dengan nilai rata-rata 67,30. Apabila nilai rata-rata tersebut dikonsultasikan dengan kriteria penilaian, perolehan nilai tersebut berada pada kriteria kurang. Jadi dapat disimpulkan bahwa keterampilan menyunting mahasiswa tingkat IV Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra UNJ mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia berbasis project based learning berada pada kategori kurang. Jika dibuat dalam kelas interval nilai terendahnya 40, sedangkan nilai tertinggi Distribusi frekuensi dari nilai Penyuntingan Bahasa Indonesia saat prates sebagai berikut. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Skor Sebelum Pengembangan Model Pembelajaran No. Kelas Interval Frekuensi Persentase Jumlah Berdasarkan kuesioner analisis kebutuhan dapat diketahui faktor internal dan faktor eksternal yang sangat erat memengaruhi keterampilan menyunting mahasiswa. Setelah tahap identifikasi kebutuhan melalui observasi dan kuesioner analisis kebutuhan dimanfaatkan dalam pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia. Materi yang digunakan berkaitan dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Hasil identifikasi berikut merupakan hasil analisis kebutuhan dengan responden mahasiswa dalam pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia. Identifikasi Analisis Kebutuhan dengan Responden Mahasiswa Identifikasi analisis kebutuhan dengan responden mahasiswa menunjukkan bahwa . kegiatan menyunting naskah sudah pernah dilakukan sebelumnya, . memanfaatkan fitur-fitur yang ada di komputer untuk menyunting, . senang menyunting naskah dari media massa mengenai kasus kesalahan berbahasa, . menggunakan KBBI daring untuk memudahkan dalam menyunting, . mengalami kendala yang disebabkan kekurangcermatan dan kekurangtelitian saat menyunting, belum menguasai materi kebahasaan, dan kaidah berbahasa dari Badan Bahasa yang tidak konsisten, . 5 | R. Oktaviani & S. Ansoriyah memberikan alternatif solusi dalam mengatasi kendala dalam menyunting dengan cara meminta bantuan mahasiswa lain untuk saling mengecek tugas kuliah atau naskah untuk menghindari kekurangcermatan atau kekurangtelitian sendiri, menggunakan gawai jika komputer bermasalah, dan membaca sumber rujukan lain, serta . mengerjakan penyuntingan secara berkelompok lebih efektif dibandingkan secara individu. Pra-test Penyuntingan merupakan mata kuliah pilihan yang diampu oleh mahasiswa tingkat IV Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Penyuntingan sangat diperlukan dalam sebuah naskah karena tulisan yang baik dan benar membuat informasi yang terkandung di dalamnya tersampaikan secara jelas kepada pembaca. Penyuntingan merupakan proses memeriksa kembali tulisan sebelum Tujuan penyuntingan ini memperbaiki tata tulis yang berkaitan dengan kosakata, tanda baca, huruf kapital, dan sebagainya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mempunyai tujuan untuk menghasilkan produk penelitian. Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini berbentuk bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia. Produk tersebut dapat digunakan mahasiswa dalam penyuntingan. Penggunaan model pembelajaran berbasis TIK ini dengan menggunakan gawai, tablet, laptop, maupun komputer. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran jarak jauh sangat membantu dalam mata kuliah Penyuntingan. TIK memudahkan pembelajaran kapan pun dan di mana pun seseorang itu berada. Awal penelitian ini dilakukan secara daring selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia untuk meminimalisasi penularan akibat wabah yang sedang terjadi. Pertemuan pertama diadakan prates untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan awal yang dimiliki mahasiswa. Prates dilakukan dengan menjawab soal sebanyak 50 soal yang diberikan oleh dosen. Selain itu, diberikan pula kuesioner analisis kebutuhan yang berkaitan dengan mata kuliah Penyuntingan. Pengolahan data dapat dilakukan setelah memverifikasi kuesioner analisis kebutuhan yang dibagikan kepada 20 mahasiswa. Hal ini dilakukan agar data penelitian dengan penerapaannya dapat akurat. Tahap pengembangan pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia dilakukan melalui materi, metode, dan proses pembelajaran. Materi. Materi yang diberikan kepada mahasiswa mengenai naskah berita yang ada sekitar dan berhubungan dengan kesalahan berbahasa untuk disunting. Materi tersebut sesuai dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS). Materi dalam pembelajaran yang disunting mengenai kasus-kasus kesalahan berbahasa yang ada di sekitar yang diberikan kepada mahasiswa agar dapat menyuntingnya dengan benar. Secara spesifik, berbagai materi ajar yang disajikan meliputi aspek pengetahuan . akta, konsep, prosedu. sikap atau nilai, dan keterampilan. Materi yang diberikan berdasarkan capaian pembelajaran dalam RPS. Aspek capaian pembelajaran lulusan meliputi sikap, pengetahuan, keterampilan umum, dan keterampilan khusus yang tertera dalam RPS diturunkan menjadi capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK). Metode Hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia berupa pemahaman menyunting naskah serta penguasaan Ejaan yang Disempurnakan. Tata Bahasa, dan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | Proses Proses pembelajaran mata kuliah penyuntingan yaitu berdasarkan langkah-langkah pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, hasilnya bahwa peneliti melakukan pemilihan materi pembelajaran yang disunting. Hasil penerapan pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia ini diprediksi mampu meningkatkan keterampilan menyunting mahasiswa tingkat IV Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra UNJ. Penelitian pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia ini mengharuskan mahasiswa untuk aktif dalam memahami, berpikir, berkomunikasi, dan di akhir tahap dapat menyunting dengan benar terhadap naskah yang disajikan serta mahasiswa tidak perlu bertatap muka dalam pembelajarannya. Proses awal pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia ini dilaksanakan dengan baik. Dosen memberikan arahan kepada mahasiswa dalam pembelajaran sehingga menjadi antusias dan tanggung jawab. Ada beberapa mahasiswa yang perlu diberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penyuntingan. Hampir sebagian besar mahasiswa mampu melaksanakan proses menyunting dengan baik. Proses pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia sebagai berikut. Kegiatan inti dalam tahap penentuan proyek, mahasiswa mengembangkan pemikirannya dalam menyunting naskah yang berkaitan dengan kesalahan berbahasa. Pada awal perancangan langkah penyelesaian proyek, mahasiswa dibimbing dosen memahami tentang penyuntingan. Pembagian tugas dalam menyunting antara mahasiswa sebab pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia dilakukan secara berkelompok. Tahap pelaksanaan, mahasiswa magang dan memberikan laporan hasil magang selama tiga bulan. Tahap akhir, presentasi dan tindak lanjut apabila proyek itu terselesaikan. Pada tahap evaluasi proses dan hasil proyek, dosen dan mahasiswa melakukan refleksi terhadap naskah yang telah disunting beserta hasilnya. Mahasiswa dapat mengemukakan kendala dalam penyuntingan. Dosen memberikan masukan yang berhubungan dengan kualitas tugas berbasis proyek yang dikumpulkan. Kegiatan penutup. Laporan berbasis proyek dicek kembali. Dosen melatih mahasiswa untuk peka terhadap penulisan yang baik dan benar sehingga meminimalisasi kesalahan berbahasa yang Sebagian mahasiswa antusias melakukan proses penyuntingan tetapi masih ada yang kurang memahami proses yang dijelaskan oleh dosen. Aspek penilaian yang dilakukan oleh mahasiswa sehingga naskah yang disunting menggunakan penulisan yang baik dan benar meliputi kemampuan menyunting mahasiswa tingkat IV Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNJ diketahui dari hasil penyuntingan. Data tersebut dianalisis berdasarkan aspek penyuntingan meliputi kosakata, ejaan, huruf kapital, tanda baca, dan sebagainya. Kalimat efektif juga menjadi salah satu aspek penyuntingan yang dinilai. Hasil penelitian di atas menunjukkan dosen menerapkan pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia yang dikembangkan sangat menarik dalam proses pembelajaran menyunting. Hasil penelitian yang sangat signifikan ditunjukkan 7 | R. Oktaviani & S. Ansoriyah sebanyak 20 mahasiswa . %) memahami tentang proses penyuntingan dengan pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia dan hasilnya cukup memuaskan. Kemampuan menyunting naskah yang dilakukan mahasiswa diperoleh dengan cara menggunakan naskah yang tersedia untuk disunting dan mengisi instrumen penilaian yang telah dibuat oleh dosen. Hasil kemampuan menyunting mahasiswa ditentukan dari nilai rata-rata yang diperoleh yaitu pretest sebesar 67,30. Hal ini mengalami kenaikan saat post test menjadi 86,10. Post Test Penelitian ini bertujuan menerapkan dan mengembangkan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia pada Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Bahasa dan Seni. UNJ. Penelitian dilaksanakan pada semester genap 2021/2022 secara daring karena pandemi Covid-19. Perkuliahan Penyuntingan dilaksanakan selama 2 kali dalam seminggu sebanyak 4 sks. Pelaksanaan implementasi project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia ini disesuaikan dengan kondisi pembelajaran. Langkah-langkah implementasi pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia, yaitu: . penentuan pertanyaan mendasar. mendesain perencanaan proyek. menyusun jadwal. memonitor mahasiswa dan kemajuan Langkah berikutnya evaluasi dengan memberikan post tes. Dari hasil prates diketahui bahwa terdapat sebanyak 25% mahasiswa berada dalam tingkat kompetensi baik, 40% berada dalam tingkat kompetensi cukup, dan 35% berada dalam tingkat kategori Mahasiswa sudah mempelajari dasar-dasar yang diperlukan dalam menyunting, mengingat mata kuliah Penyuntingan merupakan mata kuliah yang memerlukan ketepatan dan ketelitian. Berdasarkan hasil penelitian maka hasil yang diperoleh sebagai berikut. Tabel 2. Nilai Prates dan Post Test No. Prates Post Test Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | No. Prates Post Test 67,30 86,10 Nilai Rata-rata Adapun hasil pengolahan data, diketahui adanya pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari perhitungan post test diperoleh nilai rata-rata 86,10, sedangkan rata-rata pada prates rata-ratanya 67,30. Hasil tersebut naik sebesar 18,80. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap keterlaksanaan pembelajaran dengan project based learning, secara umum peneliti sudah melaksanakan serangkaian kegiatan pembelajaran dengan baik. Berdasarkan uraian tersebut, analisis kebutuhan dalam pembelajaran dengan menggunakan pengembangan bahan ajar berbasis project based learning dapat membantu mahasiswa lebih memahami kegiatan penyuntingan. Hasil post test keterampilan menyunting yang dilakukan mahasiswa, nilai terendah 72, sedangkan nilai tertinggi 94. Nilai rata-rata sebesar 86,10 dengan kriteria baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa keterampilan menyunting mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNJ tingkat IV pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia berada pada kategori baik. Distribusi frekuensi dari nilai penyuntingan setelah dilakukan pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia sebagai berikut. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Skor Setelah Pengembangan Model Pembelajaran No. Kelas Interval Frekuensi Persentase Jumlah Jadi dapat disimpulkan bahwa hasil post test keterampilan menyunting mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNJ tingkat IV berada pada kategori baik. Analisis kebutuhan pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia dalam penelitian ini diserahkan kepada dosen ahli untuk dilakukan validasi sehingga dapat diketahui apa saja kelemahan dan kekuatannya. Berdasarkan hasil validasi didapatkan tingkat kelayakan produk yang dihasilkan. Validasi dilakukan dengan menggunakan pedoman kriteria skor skala lima sebagai berikut. Tabel 4. Kriteria Skor Skala Lima No. Interval Skor Kategori X>5 Sangat Baik 3,1 < X O 4,2 Baik 2,6 < X O 2,9 Cukup 1,8 < X O 2,5 Kurang < 1,8 Sangat Kurang Ada tiga aspek yang dinilai dalam proses validasi, yaitu kelayakan materi, penyajian, dan ejaan. Hasil penilaian yang dilakukan dosen ahli kemudian dijadikan dasar untuk melakukan perbaikan, 9 | R. Oktaviani & S. Ansoriyah terutama pada hal-hal yang dapat meningkatkan kualitas model pembelajaran. Berikut hasil dari tiap aspek yang dinilai. Aspek Kelayakan Materi Berdasarkan penghitungan validasi aspek materi nilai rata-rata validasi adalah 4,25 dengan kategori baik. Hasil validasi aspek kelayakan materi dipaparkan sebagai berikut. Tabel 5. Kelayakan Materi No. Aspek Kesesuaian RPS Kelengkapan materi Kesesuaian materi Keakuratan Keakuratan konsep Mendorong Keingintahuan Aspek yang Dinilai Kedalaman materi Keakuratan contoh dan Keakuratan Mendorong rasa ingin Menciptakan kemampuan Jumlah 34 Rata-Rata 4,25 Kategori Baik Skor Aspek Kelayakan Penyajian Materi Berdasarkan penghitungan validasi aspek materi nilai rata-rata validasi adalah 4,28 dengan kategori baik. Hasil validasi aspek kelayakan materi dipaparkan sebagai berikut. No. Tabel 6. Kelayakan Penyajian Materi Skor Aspek Aspek yang Dinilai Konsistensi dan Konsistensi sistematika Keruntunan konsep Penyusunan naskah suntingan dengan kegiatan Pemberian prates Contoh-contoh Pemberian post test sebagai umpan balik penguasaan materi Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | Penguatan materi Refleksi Simpulan materi Jumlah 30 Rata-Rata 4,28 Kategori Baik Aspek Kelayakan Ejaan Berdasarkan penghitungan validasi aspek materi nilai rata-rata validasi adalah 4,28 dengan kategori baik. Hasil validasi aspek kelayakan materi dipaparkan sebagai berikut. Tabel 7. Kelayakan Ejaan No. Aspek Struktur Aspek yang Dinilai Skor Struktur kalimat Kalimat efektif Tata bahasa Kosakata Istilah Tanda baca Pengunaan huruf kapital Jumlah 30 Rata-Rata 4,28 Kategori Baik Berdasarkan hasil validasi dosen ahli, nilai rata-rata aspek kelayakan materi sebesar 4,25 dengan kategori baik. Aspek kelayakan penyajian materi diperoleh skor rata-rata validasi sebesar 4,28 dengan kategori baik, sedangkan aspek kelayakan ejaan nilai rata-rata validasi 4,28 dengan kategori Jadi dapat disimpulkan pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia dapat meningkatkan keterampilan menyunting mahasiswa tingkat IV Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNJ. Kegiatan menyunting harus dibiasakan oleh mahasiswa agar pengetahuan awal tentang penyuntingan diperdalam saat berlangsungnya proses pembelajaran. Pembelajaran dosen selalu mengajukan pertanyaan dan meminta mahasiswa untuk memberikan contoh yang relevan dengan materi yang sedang dibahas. Keefektifan pembelajaran sebelum pengembangan pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia menunjukkan bahwa nilai rata-rata sebelumnya 67,30 berkategori cukup. Hasil pengembangan pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia setelah diterapkan sebesar 86,10. Pada pertemuan terakhir, mahasiswa diberikan kuesioner refleksi mata kuliah penyuntingan dengan menggunakan pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia setelah pembelajaran. Hal ini bertujuan agar mahasiswa memberikan 11 | R. Oktaviani & S. Ansoriyah tanggapan terhadap pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia yang digunakan. Refleksi dengan responden mahasiswa dalam pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia menunjukkan bahwa . mahasiswa lebih mudah dan senang menyunting dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di komputer daripada manual dengan tanda-tanda koreksi naskah, . mahasiswa lebih suka menyunting kesalahan berbahasa dari sekeliling mereka dibandingkan kasus-kasus kesalahan berbahasa di media massa, . kasus-kasus kesalahan di media massa daring lebih banyak ditemukan daripada di media cetak, . sumber belajar yang dipergunakan berupa KBBI dan PUEBI, . kendala yang sering dialami mahasiswa yaitu belum menguasai materi Penyuntingan dan kekurangcermatan dan kekurangtelitian saat menyunting, . solusi yang dilakukan mahasiswa dengan cara membaca sumber rujukan lain, menggunakan gawai jika komputer bermasalah, dan bekerja bersama mahasiswa lain secara berkelompok untuk saling mengecek hasil suntingan untuk menghindari kekurangcermatan atau kekurangtelitian sendiri, . mahasiswa lebih efektif bekerja secara berkelompok dengan menggunakan perangkat komputer dan memanfaatkan TIK saat melaksanakan pembelajaran berbasis kasus-kasus secara kontekstual kesalahan berbahasa di media massa atau media lain. Melalui penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia terdapat: kesesuaian dengan mata kuliah Penyuntingan yang membahas permasalahan yang sedang terjadi di masyarakat yang mengandung kesalahan berbahasa, sehingga tugas yang diberikan kepada mahasiswa sangat sesuai dengan RPS pada saat ini. permasalahan bersifat kompleks, sebab dosen sudah memaparkan materi yang akan dibahas kepada mahasiswa, tetapi sebagian mahasiswa belum memahaminya. Hal ini dapat diperbaiki pada pertemuan-pertemuan selanjutnya sebab mahasiswa mulai berpikir secara kritis dan termotivasi dalam hal menyunting. Bagi mahasiswa yang kemampuan awalnya rendah tetapi memiliki motivasi yang cukup tinggi, diterapkannya tutor teman sebaya untuk memudahkan pembelajaran yang dilakukan secara kelompok. Pemecahan masalah yang dihadapi mahasiswa, sebagian besar sudah terselesaikan dengan melakukan diskusi antarmahasiswa. Analisis kebutuhan pengembangan bahan ajar berbasis project based learning pada mata kuliah Penyuntingan Bahasa Indonesia pada mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia memperoleh hasil yang efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran. Daftar Rujukan Assidik. Gallant Karunia. Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learnin. pada Mata Kuliah Media Pembelajaran di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Surakarta. Transformatika: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya, 2. Doi: 10. 31002/transformatika. v%vi%i. Furi, dkk. Eksperimen Model Pembelajaran Project Based Learning dan Project Based Learning Terintegrasi Sistem untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kreativitas Siswa pada Kompetensi Dasar Teknologi Pengolahan Susu. Jurnal Penelitian Pendidikan Unnes. Vol. Gay. Eductional Research: Competencies for Analysis and Applicatio. Fifth Edition. United States of America: Florida International University. Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | Gay. , dkk. Educational Research Ninth Edition. London: Pearson Education. Hanafi. Konsep Penelitian R&D dalam Bidang Pendidikan. Saintifika Islamica: Jurnal Kajian Keislaman, 4. , 129-150. Sanjaya. Muhamad Rama, dan Muhamad Doni Sanjaya. Pengembangan Bahan Ajar Menulis Makalah dan Esai. Jurnal Bindo Sastra. , 119Ae125. Semi. Atar. Menulis Efektif. Padang: Angkasa Raya. Smith. Hazel. The Writing Experiment: Strategies for Innovative Creative Writing. Australia: Allen & Unwin. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta: Bandung. Sukmadinata. Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Wajdi. Fathullah. Implementasi Project Based Learning dan Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Drama Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra UPI, 17. , 81-97. Doi: http://dx. org/10. 17509/bs_jpbsp.