Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 6 No. July Ae December 2025 | p. CONTEXTUAL CHARACTER EDUCATION STRATEGIES AT HOME TO FOSTER DISCIPLINE AND EMPATHY IN CHILDREN Jelsy Anjelina1 Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta 25204081005@student. uin-suka. Nur Hidayat2 Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta hidayat@uinsuka. Anisaturrahmi3 P20221000545@siswa. Article Info Received Date: 26-11-2025 Revised Date: 12-12-2025 Accepted Date: 17-12- 2025 Abstract Character education plays an important role in shaping children's personalities so that they are not only academically better, but also have a disciplined and empathetic attitude. The home environment, namely parents, is the main foundation in the process of internalizing moral values through role modeling, habituation, and daily interactions. However, the implementation of character education at home still faces various obstacles, such as a lack of role models, a lack of understanding of parenting, and the influence of digital challenges. This study aims to examine and formulate contextual character education strategies at home to foster discipline and empathy in children. This study used the Systematic Literature Review (SLR) method by searching for scientific articles, books, and research reports through Google Scholar. SINTA. DOAJ, and university portals from 2015 to 2025. Data analysis used thematic analysis techniques with stages of literature identification, selection, quality evaluation, and theme classification. The results of the study show that effective contextual strategies include habituation, the 5S culture (Smile. Greet. Say Hello. Be Polite. Be Courteou. , parental role modeling, responsive parenting, strengthening religious values, shared literacy, and moral communication. These strategies can strengthen children's discipline and foster empathy through the formation of prosocial behavior, understanding of other people's feelings, and consistency in carrying out positive activities within the family Thus, family-based character education needs to be designed in a contextual, consistent, and sustainable manner in order to optimally shape disciplined and empathetic character Keywords: Character Education. Contextual Strategy. Discipline. Empathy. Family Environment Correspondent *Jelsy Anjelina | uO 25204081005@student. uin-suka. https://doi. org/10. 47766/jga. : Copyright . 2025 Genderang Asa: Journal of Primary Education 47 |Jelsy Anjelina. Nur Hidayat. Annisaturrahmi. Contextual Character Education Strategies At HomeA. Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 6 No. July Ae December 2025 | p. Abstract Pendidikan karakter mempunyai peran penting dalam membentuk kepribadian anak agar tidak hanya lebih secara akademik, tetapi juga memiliki sikap disiplin dan empati. Lingkungan rumah yaitu orang tua merupakan fondasi utama dalam proses internalisasi nilai-nilai moral melalui keteladanan, pembiasaan dan interaksi seharihari. Namun, pelaksanaan pendidikan karakter di rumah masih menghadapi berbagai kendala, seperti minimnya keteladanan, kurangnya pemahaman parenting, serta pengaruh tantangan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji serta merumuskan strategi pendidikan karakter yang bersifat kontekstual di rumah dalam menumbuhkan kedisiplinan dan empati pada anak. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelusuri artikel ilmiah, buku, dan laporan penelitian melalui Google Scholar. SINTA. DOAJ, serta portal universitas pada rentang tahun 2015-2025. Data analisis menggunakan Teknik analisis tematik dengan tahapan identifikasi literatur, seleksi, evaluasi kualitas, dan klasifikasi tema. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi kontekstual yang efektif meliputi pembiasaan, budaya 5S (Senyum. Salam. Sapa. Sopan. Santu. , keteladanan orang tua, pola asuh responsive, penguatan nilai religious, literasi bersama, serta komunikasi moral. Strategi-strategi tersebut mampu memperkuat kedisiplinan anak dan menumbuhkan empati melalui pembentukan perilaku prososial, pemahaman perasaan orang lain, serta konsistensi dalam melakukan aktivitas positif di lingkungan Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis keluarga perlu dirancang secara kontekstual, konsisten, dan berkelanjutan agar mampu membentuk karakter disiplin dan empati secara optimal. Kata Kunci: Disiplin. Empati. Lingkungan Keluarga. Pendidikan Karakter. Strategi Kontekstual. PENDAHULUAN Pendidikan (Character Educatio. pembelajaran yang disusun untuk menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan kebajikan kepada peserta didik agar mereka tidak hanya cerdas di bidang akademik tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, disiplin, dan empati. Pendidikan karakter yang ditanamkan sejak dini berperan penting dalam mencegah perilaku negative seperti bullying dan membentuk perilaku prososial di era digital (H. Wulandari et al. , 2. Penguatan untuk pendidikan karakter sangat dibutuhkan untuk membantu anak menghadapi tantangan global, seperti derasnya arus informasi yang mempengaruhi perilaku dan emosi anak (Jumiati & Arif Noor, 2. Dengan demikian. Pendidikan karakter sangat penting diterapkan sejak dini karena tidak hanya membantu anak menjadi cerdas di bidang akademik tetapi juga membentuk sikap moral seperti disiplin, tanggung jawab serta empati. 48 |Jelsy Anjelina. Nur Hidayat. Annisaturrahmi. Contextual Character Education Strategies At HomeA. Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 6 No. July Ae December 2025 | p. Pendidikan karakter di rumah merupakan proses orang tua menanamkan nilai-nilai moral dan Kebajikan kepada anak melalui interaksi sehari-hari di lingkungan keluarga (Sukiyani & Zamroni, 2. Orang tua di rumah bisa menjadi teladan dalam pembentukan karakter karena keteladanan mereka dalam ucapan, tindakan, dan kebiasaan sangat mempengaruhi sikap anak (Kusdani, 2. Nilai karakter seperti disiplin sangat penting ditanamkan sejak dini, dan pola pengasuhan keluarga terbukti berkorelasi dengan perkembangan karakter disiplin anak usia dini (Utami & Prasetyo. Oleh karena itu, pendidikan karakter di rumah merupakan fondasi utama dalam pembentukan moral dan perilaku anak. Melalui interaksi sehari-hari, orang tua dapat menanamkan nilai-nilai moral dan Kebajikan yang penting untuk perkembangan pribadi Jadi keterlibatan orang tua dalam pendidikan karakter di rumah tidak hanya membentuk kebiasaan positif, tetapi juga mendukung perkembangan sosial-emosional dan kesiapan anak menghadapi tantangan kehidupan. Akan tetapi, meskipun Pendidikan karakter di rumah memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian anak, pelaksanaannya tidak selalu berjalan ideal karena masih terdapat berbagai tantangan yang menghambat optimalnya penanaman nilai-nilai moral di lingkungan keluarga. Implementasi Pendidikan karakter sering menemui kendala karena kurangnya keteladanan, lemahnya sinergi sekolah dan orang tua, serta belum ada strategi kontekstual yang sesuai dengan karakteristik lingkungan keluarga (Hartati et al. , 2. Nofika juga menjelaskan bahwa Pendidikan karakter yang terintegrasi di rumah masih jarang dirancang secara sistematis sehingga nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan empati tidak terbentuk secara optimal (Nofika, 2. Mashar menjelaskan bahwa minimnya waktu dan pengetahuan parenting menjadi faktor penghambat perkembangan karakter anak (Mashar, 2. Berdasarkan penjelasan tersebut. Pendidikan karakter di rumah sangat penting, namun pelaksanaannya belum Akibatnya, nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan empati belum terbentuk secara maksimal pada diri anak. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam pengajaran nilai spiritual dan moral juga sering rendah, kurangnya komunikasi nilai keagamaan dalam keluarga melemahkan karakter anak (Anugrah, 2. Kurikulum nasional sebenarnya telah memberikan ruang 49 |Jelsy Anjelina. Nur Hidayat. Annisaturrahmi. Contextual Character Education Strategies At HomeA. Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 6 No. July Ae December 2025 | p. besar bagi Pendidikan karakter, namun efektivitasnya sangat ditentukan oleh penerapan di level rumah dan dukungan pola asuh orang tua (Pasaribu et al. , 2. Penanaman karakter yang adaptif harus memadukan pembiasaan, komunikasi positif, dan keteladanan, terutama dalam menghadapi tantangan modern (Rahmadani et al. , 2. Secara keseluruhan. Pendidikan karakter di rumah masih belum optimal karena rendahnya keterlibatan orang tua dalam menanamkan nilai moral dan spiritual. Dengan demikian, penanaman nilai karakter perlu dilakukan melalui pendekatan yang adaptif, menggabungkan pembiasaan, komunikasi positif, dan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan strategi Pendidikan karakter yang bersifat kontekstual dan mudah diterapkan di rumah agar orang tua mampu menanamkan disiplin serta empati melalui rutinitas sehari-hari, pola asuh responsive, dan interaksi emosional yang Hal ini sejalan dengan khairunnisa yang menekankan bahwa Pendidikan karakter harus berorientasi pada Pembangunan integritas dan sensitivitas sosial anak sejak usia dini (Khairunisa et al. , 2. Penelitian lain juga menegaskan bahwa mengembangkan model Pendidikan karakter berbasis keluarga yang terintegrasi dengan pembelajaran anak sejak usia dini untuk menanamkan nilai-nilai toleransi melalui pembiasaan seharihari (Aryani & Wilyanita, 2. Studi Made Hapsari juga mengungkapkan bahwa metode pembiasaan dan keteladanan orang tua sangat efektif dalam membangun karakter disiplin belajar anak di rumah (Vidyastuti et al. , 2. Dengan demikian. Upaya merancang strategi Pendidikan karakter kontekstual di rumah menjadi penting sebagai solusi atas lemahnya sinergi antara sekolah dan keluarga serta untuk memastikan bahwa nilai dasar seperti disiplin dan empati benar-benar terinternalisasi dalam diri anak secara Meskipun demikian, masih terdapat kesenjangan dalam literatur mengenai strategi pendidikan karakter yang bersifat kontekstual di rumah, yaitu strategi yang secara khusus dirancang berdasarkan nilai-nilai budaya keluarga, dinamika emosional, dan rutinitas keseharian orang tua dan anak. Kebanyakan penelitian masih terbatas pada deskripsi peran orang tua secara umum, tanpa merumuskan taktik aplikatif yang menggabungkan kedua aspek utama karakter yaitu disiplin dan empati. Oleh karena itu, penelitian ini 50 |Jelsy Anjelina. Nur Hidayat. Annisaturrahmi. Contextual Character Education Strategies At HomeA. Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 6 No. July Ae December 2025 | p. penting dilakukan untuk merumuskan strategi pendidikan karakter di rumah yang kontekstual dan relevan sehingga upaya menanamkan disiplin dan empati pada anak dapat berlangsung efektif dan berkelanjutan dalam kehidupan keluarga sehari-hari. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode studi literatur review (SLR), yaitu pendekatan penelitian yang dilakukan dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai strategi Pendidikan karakter di rumah. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan pemetaan teoritis dan temuan empiris yang komprehensif dari penelitianpenelitian sebelumnya, sebagaimana yang dijelaskan oleh Snyder bahwa literatur review bisa menghasilakan sintesis pengetahuan yang sistematis untuk membangun konsep baru atau mengembangkan solusi terhadap permasalahan tertentu (Snyder, 2. Pengumpulan data dilakukan dengan menelusuri jurnal open access melalui Google Scholar. SINTA. DOAJ, dan portal resmi universitas dengan menggunakan kata kunci AuPendidikan KarakterAy. AuPola AsuhAy. AuDisiplin AnakAy. AuEmpati AnakAy, dan AuPendidikan KeluargaAy. Sumber yang dipilih adalah artikel ilmiah terbit antara 2015-2025, buku ilmiah, serta laporan penelitian yang bisa diakses secara gratis. Prosedur Pengumpulan Data meliputi empat langkah utama: identifikasi literatur, seleksi literatur, evaluasi kualitas sumber, dan klasifikasi tematik. Proses ini mengacu pada tahapan dalam Systematic Literature Review (Zalsa et al. , 2. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis tematik (Thematic Analysi. Langkah-langkah analisis meliputi: membaca seluruh artikel, menandai konsep utama, mengelompokkan tema, dan menarik kesimpulan . ari et al. , 2. Validitas hasil kajian dijaga melalui proses triangulasi sumber, yaitu membandingkan hasil dari berbagai artikel untuk memastikan konsistensi temuan. Proses pelaksanaan metode SLR dilakukan secara bertahap melalui beberapa tahap utama sebagaimana ditunjukkan pada gambar 1. 51 |Jelsy Anjelina. Nur Hidayat. Annisaturrahmi. Contextual Character Education Strategies At HomeA. Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 6 No. July Ae December 2025 | p. Identifikasi Literatur Interpretasi Hasil Seleksi Artikel Evaluasi Kualitas Analisis Tematik Analisis Tematik Analisis Tematik Gambar 1. Alur Proses Systematic Literature Review (SLR) Gambar 1 menggambarkan hubungan antar setiap tahapan yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga hasil penelitian dapat tersusun secara komprehendif dan terarah. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Orang Tua dalam Pendidikan Karakter di Rumah Analisis literatur menunjukkan bahwa orang tua sebagai fasilitator utama dalam Pendidikan karakter anak, terutama dalam menerjemahkan hasil pembelajaran karakter dari sekolah ke lingkungan rumah. Dalam konteks sosial religious, perspektif islam menempatkan orang tua sebagai teladan pertama dan sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak, karena anak cenderung meniru sikap dan kepribadian orang tuanya (Ratna Dewi, 2. Orang tua menanamkan nilai religious dan moral sejak usia dini melalui metode keteladanan serta memberika nasehat kepada anaknya (Ramandhini et al. , 2. Karakter moral yang diperkuat di rumah dapat tercermin melalui interaksi anak dengan teman sebaya dan orang dewasa sehingga penanaman karakter pada anak terjadi di rumah akan terlihat dengan perilaku sosial anak di sekolah (Taek & X, 2. Jadi, peran orang tua merupakan faktor paling fundamental dalam pembentukan pendidikan karakter anak di rumah. Orang tua berfungsi sebagai teladan utama yang memberikan pengaruh langsung terhadap perkembangan moral, spiritual, dan sosial anak, terutama karena kebiasaan dan sikap mereka menjadi model yang ditiru oleh anak dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kerangka Pendidikan islam. Pendidikan karakter anak dalam sebuah keluarga ialah pilar moral yaitu orang tua tidak hanya mengajarkan tentang ibadah, tetapi membangun pondasi etika sosial serta empati dengan contoh perilaku sehari-hari 52 |Jelsy Anjelina. Nur Hidayat. Annisaturrahmi. Contextual Character Education Strategies At HomeA. Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 6 No. July Ae December 2025 | p. (Mahmudin & Muhid, 2. Pendidikan dari orang tua mempunyai kontribusi penting dalam membentuk karakter dan motivasi belajar anak sekolah dasar serta lingkungan keluarga yang harmonis dari orang tua mampu menumbuhkan kedisiplinan dan semangat belajar anak (Haryanti & Prahastiwi, 2. Keterlibatan orang tua dan guru secara stimulus memberikan dampak positif terhadap Pendidikan karakter siswa karena orang tua dan guru saling mendukung dalam menanamkan nilai moral serta tanggung jawab sosial anak (Aruan et al. , 2. Dari temuan diatas, keterlibatan aktif orang tua dan guru menjadi faktor kunci dalam memastikan keberhasilan pendidikan karakter anak secara menyeluruh. Penelitian Purwasih menegaskan bahwa orang tua merupakan figure utama dalam mendidik karakter anak seperti inisiatif, kepemimpinan, adaptabilitas melalui pengasuhan yang lebih intensif serta kualitas waktu bersama anak (Purwasih, n. Menurut Dewi Kristina, peran orang tua sebagai anggota keluarga sangat penting untuk membentuk karakter anak, bahkan dalam situasi orang tua tunggal mereka tetap berperan sebagai pembentuk nilai melalui interaksi rutin serta pengasuhan yang konsisten (Kristiana Dewi, 2. Temuan-temuan diatas menggambarkan peran orang tua dalam Pendidikan karakter di rumah sangat penting karena mereka bukan hanya sebagai pengajar nilai, tetapi juga model perilaku, penguat moral di kehidupan seharihari. Orang tua harus menemukan strategi yang tepat agar pendidikan karakter di rumah tidak hanya sekedar formalitas. Strategi Pendidikan Karakter Kontekstual di Rumah yang Relevan dan Berdaya Guna Analisis literatur menunjukkan bahwa strategi Pendidikan karakter yang paling relevan seta berdaya guna di rumah pasti melibatkan pembiasaan nilai moral melalui perilaku dan tindakan sehari-hari. Menurut farizeni orang tua yang aktif menerapkan strategi habituasi, komunikasi moral serta bimbingan religious mampu menumbuhkan karakter Islami pada anak, serta menyeimbangkan efek media sosial dan tantangan zaman sekarang (Puji, 2. Penelitian Tsania menegaskan bahwa keluarga yang selalu menerapkan budaya 5S yaitu senyum, salam, sapa, sopan, dan santun mampu 53 |Jelsy Anjelina. Nur Hidayat. Annisaturrahmi. Contextual Character Education Strategies At HomeA. Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 6 No. July Ae December 2025 | p. mendorong kebiasaan karakter yang stabil serta mudah dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari (Tsania & Rigianti, 2. Temuan-temuan tersebut menegaskan bahwa strategi pendidikan karakter menjadi efektif apabila orang tua secara konsisten menerapkan nilai moral dalam pembiasaan sehari-hari. Pembiasaan dan keteladanan orang tua di rumah seperti memberikan contoh disiplin dalam belajar akan berimbas terhadap karakter disiplin anak, hal itu menjadi strategi keteladanan orang tua dalam menumbuhkan karakter disiplin anak (Vidyastuti et , 2. Strategi kontekstua yang lain juga bisa berupa pemberian nilai karakter melalui pengasuhan pola asuh responsive yang dipadukan juga dengan bimbingan guru, pola asuh orang tua yang dipadukan dengan guru mampu memperkuat karakter anak (H. Rahmadani et al. , 2. Dengan demikian, strategi kolaborasi antara di rumah dan sekolah sangat memungkinkan nilai moral tertanam secara konsisten pada anak. Selain itu, dalam situasi modern pada masa sekarang strategi untuk Pendidikan karakter pada anak bisa melalui pengajaran religius, penegakan aturan, pembiasaan ibadah serta peneladanan yang sistematis walaupun orang tua menghadapi tantangan digital serta keterbatasan waktu (Himmah & Fitriani, 2. Strategi kontekstual lain yang juga bisa digunakan yaitu melalui literasi membaca di rumah, kebiasaan membaca bersama orang tua tidak hanya mengembangkan literasi, tetapi juga menanamkan nilai karakter seperti tanggung jawab (Muktiali et al. , 2. Jadi, kedua strategi tersebut menunjukkan bahwa Pendidikan karakter dapat dibangun melalui aktivitas sederhana namun harus konsisten dalam kehidpuan keluarga. Pola asuh orang tua yang konsisten sebagai peraturan model sangat kritis seperti otoritatif dan demokratis yaitu orang tua menjadi teladan moral sekaligus mentor sangat efisien dalam menumbuhkan karakter pada anak (T. Wulandari et al. , 2. Strategi pembiasaan seperti pengulangan perilaku yang positif secara rutin termasuk strategi fundamental dalam pendidikan karakter di rumah, sebaiknya dilakukan dalam bentuk kegiatan terprogram, konsisten, spontan agar nilai moral seperti disiplin tertanam di dalam diri anak (Anggraeni & Mulyadi, 2. Secara keseluruhan, pola asuh orang tua yang rutin serta menjadi teladan moral sangat efisien dalam pembentukan karakter anak. 54 |Jelsy Anjelina. Nur Hidayat. Annisaturrahmi. Contextual Character Education Strategies At HomeA. Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 6 No. July Ae December 2025 | p. Berdasarkan hasil penelusuran berbagai sumber literatur, ditemukan bahwa strategi Pendidikan karakter kontekstual di rumah sangat beragam namun mempunyai pola konsisten. Untuk memberikan gambaran yang lebih sistematis mengenai temuantemuan tersebut, pada tabel 1 telah ditampilkan strategi yang digunakan serta hasil Tabel 1. Strategi Pendidikan Karakter Kontekstual Peneliti Strategi Pendidikan Temuan Utama Karakter Kontekstual Farizeni. Anita Puji Habituasi. Komunikasi Orang Tua Astutik moral. Serta Bimbingan menerapkan strategi tersebut Religius Islami menyeimbangkan tantangan Aulia Tsania Budaya 5S (Senyum. Penerapan 5S di rumah Salam. Sapa. Sopan, membentuk Santu. karakter yang stabil dan mudah dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari Made Hapsari Keteladanan orang tua Memberikan contoh disiplin disiplin anak Habibah Rahmadani Pola asuh responsif dan Kombinasi tua responsive dengan guru bimbingan guru memperkuat pembentukan karakter anak Uzmal Hikmah. Pengajaran religius. Strategi Wahidah Penegakan Aturan, pembiasaan ibadah tetap Pembiasaan ibadah, serta efisien di Tengah tantangan Saiful Muktiali Literasi membaca di rumah Kegiatan membaca bersama tidak hanya mengembangkan menanamkan karakter pada Taat Wulandari Pola asuh otoritatif dan Orang tua sebagai teladan moral dan mentor mampu menumbuhkan karakter anak 55 |Jelsy Anjelina. Nur Hidayat. Annisaturrahmi. Contextual Character Education Strategies At HomeA. Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 6 No. July Ae December 2025 | p. Cindy Anggraen Strategi pembiasaan Pembiasaan pengulangan terprogram, konsisten, dan perilaku positif menanamkan nilai moral seperti disiplin pada anak Dari tabel 1 terlihat bahwa sebagian besar strategi pembiasaan, keteladanan, serta pola asuh yang konsisten dan sistematis menjadi faktor yang paling dominan dalam menumbuhkan nilai moral di lingkungan keluarga. Secara keseluruhan, pola strategis yang muncul menggambarkan bahwa pendidikan karakter yang berhasil di rumah tidak bergantung pada metode yang kompleks tetapi pada konsistensi, repetisi serta kualitas interaksi orang tua dan anak dalam kehidupan sehari-hari. Dampak Strategi Pendidikan Karakter Kontekstual Terhadap Disiplin dan Empati Anak Analisis literatur menunjukkan bahwa penerapan strategi pendidikan karakter kontekstual di rumah mempunyai peranan besar terhadap kedisiplinan anak dan empati Strategi Pendidikan karakter kontekstual berupa budaya 5S (Senyum. Salam. Sapa. Sopan. Santu. secara langsung mampu memunculkan kebiasaan yang sistematis dan konsisten pada anak sehingga memperkuat dasar kedisiplinan dan empati pada anak (Tsania & Rigianti, 2. Pemberian contoh dari orang tua seperti disiplin dalam belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah sehingga anak akan meniru perilaku tersebut sehingga terjadi peningkatan dalam kebiasan disiplin dalam kehidupan anak (Muktiali et , 2. Penelitian syntia novianti menemukan bahwa perhatian orang tua mempunyai hubungan yang positif serta signifikan dengan karakter disiplin anak, sehingga keterlibatan orang tua secara aktif sangat berguna untuk penguatan disiplin (Novianti. Orang tua yang mencontohkan sikap peduli, pemberikan penjelasan tentang perasaan serta melibatkan anak dalam pengambilan keputusan akan membuat anak mengembangkan karakter empati nya karena orang tua sangat berperan besar dalam menumbuhkan karakter empati (Sukiyani & Zamroni, 2. Jadi strategi-strategi 56 |Jelsy Anjelina. Nur Hidayat. Annisaturrahmi. Contextual Character Education Strategies At HomeA. Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 6 No. July Ae December 2025 | p. Pendidikan menumbuhkan empayi anak secara lebih optimal dan berkelanjutan. Selain itu, orang tua dan anak yang sering melalukan diskusi nilai-nilai sosial dan moral di rumah juga sangat membantu anak untuk memahami perspektif orang lain, sehingga hal tersebut secara langsung akan memperkuat rasa empati pada anak (Saragih et al. , 2. Orang tua yang selalu konsisten mendampingi anak di rumah Pendidikan menginternalisasikan kebiasaan disiplin melalui bimbingan dan bimbingan rutinitas dalam keluarga (Oktaviani & Wijaya, 2. Dengan demikian keterlibatan aktif dan sistematis dari orang tua mampu menjadi kunci utama dalam membentuk karakter empati serta disiplin pada anak. Strategi penanaman nilai karakter di lingkungan keluarga seperti keterlibatan aktif orang tua, pengasuhan berbasis nilai religious serta dukungan terhadap perkembangan sosial-emosional anak, ternyata memberikan dampak positif terhadap pembentukan sikap disiplin dan empati anak. Sikap disiplin anak cenderung menguat ketika orang tua menunjukkan kepedulian dan menerapkan pedoman perilaku yang jelas, sementara rasa empati dan kecenderungan berperilaku prososial semakin berkembang apabila anak tumbuh dalam suasana keluarga yang menjunjung nilai moral dan kepekaan emosional. Oleh karena itu, agar hasil yang dicapai lebih optimal, proses pendidikan karakter perlu dijalankan secara berkelanjutan serta melibatkan kerja sama yang harmonis antara keluarga dan sekolah. Berdasarkan hasil analisis literatur, berbagai strategi pendidikan karakter kontekstual di rumah menunjukkan dampak yang signifikan terhadap perkembangan disiplin dan empati anak sebagaimana yang ditunjukkan dalam tabel 2. Tabel 2. strategi pendidikan karakter kontekstual di rumah Strategi Pendidikan Mekanisme Penerapan Karakter Budaya 5S (Senyum. Melatih anak melakukan Salam. Sapa. Sopan, kebiasaan sopan santun Santu. dan interaksi positif secara Dampak Pada Anak Meningkatkan kedisiplinan pembiasaan perilaku sosial yang teratur 57 |Jelsy Anjelina. Nur Hidayat. Annisaturrahmi. Contextual Character Education Strategies At HomeA. Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 6 No. July Ae December 2025 | p. Strategi Pendidikan Karakter Keteladanan orang tua belajar/pekerjaan Perhatian keterlibatan orang tua Mekanisme Penerapan Anak mengamati perilaku orang tua dalam menyelesaikan tugas dan kewajiban Memberikan bimbingan, mendampingi anak dalam Keteladanan orang tua Orang tua memberikan dalam sikap peduli dan contoh diskusi perasaan Diskusi nilai sosial dan Orang tua dan anak moral di rumah berdiskusi tentang nilai moral dan sosial Pendampingan konsisten orang meski sibuk Dampak Pada Anak Meningkatkan kegiatan sehari-hari Penguatan karakter disiplin secara signfikan Menumbuhkan empati dan perspektif orang lain Memperkuat kemampuan orang lain Orang menjaga Menginternalisasikan tua rutinitas pengasuhan dan kebiasaan disiplin serta bimbingan harian Strategi pendidikan karakter kontekstual di rumah bekerja melalui pembiasaan rutin, keteladanan, perhatian aktif, dan komunikasi moral. Dampaknya bersifat ganda yaitu membentuk kedisiplinan melalui rutinitas dan pengawasan, serta menumbuhkan empati melalui teladan dan diskusi nilai-nilai sosial serta moral. KESIMPULAN Pendidikan karakter di rumah memiliki peran yang fundamental dalam menumbuhkan disiplin dan empati anak. Orang tua bertindak sebagai teladan utama dan juga pengarah moral yang sangat mempengaruhi pembentukan perilaku anak. Namun, pelaksanaannya belum optimal karena berbagai hambatan seperti keterbatasan waktu, kurangnya pemahaman orang tua dan tantangan era digital. Penelitian ini menemukan bahwa strategi Pendidikan karakter kontekstual yang paling efisien yaitu pembiasaan 58 |Jelsy Anjelina. Nur Hidayat. Annisaturrahmi. Contextual Character Education Strategies At HomeA. Genderang Asa: Journal of Primary Education Vol. 6 No. July Ae December 2025 | p. perilaku positif, penerapan budaya 5S, keteladanan orang tua, pola asuh responsive, penguatan nilai religious, literasi keluarga, serta komunikasi terbuka tentang nilai sosial dan moral. Strategi-strategi tersebut mampu membentuk kedisiplinan melalui rutinitas yang konsisten dan menumbuhkan empati melalui teladan, diskusi perasaan, serta interaksi yang penuh dengan kepedulian. Oleh karena itu. Pendidikan karakter di lingkungan keluarga perlu dilaksanakan secara terencana, konsisten, dan adaptif terhadap konteks kehidupan sehari-hari anak. Selain itu, diperlukan kerja sama yang harmonis antara orang tua dan sekolah agar proses pembentukan karakter dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih optimal terhadap kepribadian anak. Penelitian ini memiliki batasan yaitu masih menggunakan metode systematic literature review tanpa pengambilan data lapangan secara langsung, serta memfokuskan kajian hanya pada dua aspek karakter yaitu disiplin dan empati dalam konteks lingkungan Oleh karena itu, peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian lapangan dengan metode kuantitatif, kualitatif, atau campuran guna untuk menguji efektivitas strategi secara langsung, memperluas kajian pada aspek karakter lain seperti tanggung jawab, kejujuran, dan kemandirian, serta mengintegrasikan pemanfaatan media dan teknologi digital sebagai sarana penunjang pendidikan karakter di rumah. REFERENSI