Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 19-34 Pengaruh Dosis recombinant Growth Hormone . GH) yang Berbeda ke Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Kakap Putih (Lates calcarife. Alwin Johan1. Wiwin Kusuma Atmaja Putra 1. Shavika Miranti1. Jurusan Budidaya Perairan. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan. Universitas Maritim Raja Ali Haji INFO NASKAH Kata Kunci: Kelangsungan hidup, pertumbuhan, benih Kakap Putih, rGH. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh rGH dan dosis rGH yang terbaik terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan Kakap Putih. Penelitian ini dilakukan pada bulan September sampai November 2019 selama 43 hari yang bertempat di Dinas pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. Kabupaten Bintan Kepulauan Riau. Metode yang digunakan ialah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Menggunakan analisis data dengan One-Way ANOVA menunjukkan bahwa rGH memberi pengaruhnya terhadap benih ikan Kakap Putih dimana perlakuan terbaik adalah perlakuan C dengan dosis 10 mg/kg pakan dengan nilai pertumbuhan bobot mutlak 27,74 g, laju pertumbuhan bobot harian 0,55 g, pertumbuhan panjang mutlak 2,47 cm, laju pertumbuhan panjang harian 0,05 cm . Kelangsungan Hidup 95,55 %. FCR 3,64, dan efisiensi pakan 31,40% %. Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : Fax. Email: Alwin3917@gmail. Effects of Different Dosage of recombinant Growth Hormone . GH) in Feed on the Growth and Survival of White Snapper Juvenile (Lates calcarife. Alwin Johan1. Wiwin Kusuma Atmaja Putra 1. Shavika Miranti1 Department of Aquaculture. Faculty of Marine Science and Fisheries. Raja Ali Haji Maritime University ARTICLE INFO ABSTRACT Keywords This study aims was to test the effect of rGH and the best dosage of rGH on the growth and survival of white snapper juvenile. This research was conducted on September to October 2019 for 43 days which was held at the Department of Marine and Fisheries Resources Control. Bintan Islands. Riau Islands. This research was used completely randomized design (CRD) methode with 4 treatments and 3 replications. Data was analysed with One-Way ANOVA, the results showed that the rGH hormone gave effect on white snapper juvenile, where the best treatment was on treatment C with rGH hormone 10 mg / kg of feed which where absolute weight growth value was 27. 74 g, daily weight growth rate was 0. 55 g , absolute length growth was 2. 47 cm, daily length growth rate 05 cm. Survival Rate was 95. FCR was 3,64, and feed efficiency was 31,40% Survival rate, growth, white snapper seeds, rGH Gedung FIKP Lt. II Jl. Politeknik Senggarang, 29115. Tanjungpinang. Telp : Fax. Email: Alwin3917@gmail. PENDAHULUAN Budidaya ikan Kakap Putih sendiri sudah lama menjadi suatu usaha yang bersifat komersial . alam budiday. untuk dikembangkan, relatif mudah untuk Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 19-34 dipelihara serta mempunyai toleransi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan membuat ikan Kakap Putih cocok untuk usaha budidaya skala kecil maupun besar (Jaya et al. , 2. Dinas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan merupakan salah satu tempat yang menjalani kegiatan pemeliharaan benih ikan Kakap Putih dari stadia benih sampai ukuran siap konsumsi, untuk satu kali panen setidaknya memerlukan waktu sekitar 6 bulan dan hanya menghasilkan berat ratarata sebesar 450 g per ekor ikan Kakap Putih. Permintaan pasar untuk ikan ini cukup tinggi yaitu 98,86 ton/tahun, mengingat permintaan pasar untuk ikan Kakap Putih yang terus meningkat setiap tahunnya dan jika membandingkan dengan lamanya waktu pemeliharaan tersebut maka perrmintaan pasar untuk ikan Kakap Putih akan sulit terpenuhi. Lamanya waktu pemeliharaan serta pertumbuhan dari benih ikan Kakap Putih yang belum optimal, sehingga perlu dilakukana pengkayaan terhadap pakan yang merupakan salah satu opsi dalam inovasi budidaya, salah satunya yaitu diperkaya dengan rGH . ecombinant growth hormon. yang diduga bisa menstimulasi sintesis protein sehingga memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan kakap putih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh recombinant Growth Hormone . GH) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan Kakap Putih serta mengetahui dosis rGH terbaik dari semua perlakuan sehingga bisa memberikan informasi dan rekomendasi dosis yang tepat dalam meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan Kakap Putih kepada masyarakat luas maupun instansi-instansi terkait yang membutuhkan. BAHAN DAN METODE Penelitian ini dilaksakan pada bulan September sampai November 2019 selama 43 hari masa pemeliharaan di Dinas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. Kabupaten Bintan Kepulauan Riau. Alat yang digunakan selama penelitian adalah serokan, baskom, alat tulis, timbangan analitik, multitester, botol semprotan, dan alat dokumentasi. Sedangkan bahan yang digunakan adalah rGH, benih ikan kakap putih, pakan ikan, telur ayam dan PBS. Penelitian ini akan menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Rancangan Acak Lengkap digunakan dalam penelitian ini bertujuan untuk menghomogenkan data penelitian sehingga tingkat persentase kesalahan dalam penelitian menjadi kecil. Penelitian terdahulu sebagai acuan pengguanaan dosis rGH yang dicampurkan pada pelet yang dilakukan (Zulfikar et al. , 2. , dalam penelitian tersebut dimana perlakuan terbaik adalah perlakuan dengan dosis rGH 6 mg/kg pakan. Kemudian hasil penelitian Hendriansyah et al. , dimana hasilnya pemberian pakan berkadar protein berbeda dengan pengkayaan rGH dosis basah 6 mg/kg mampu meningkatkan pertumbuhan dan konversi pakan ikan kerapu cantang. Penelitian Ridwan et al. , . , dimana hasil terbaik pada penelitian itu adalah perlakuan perendaman rGH dengan dosis 6 mg/L. Perlakuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Perlakuan Kontrol : Dosis rGH 0 mg/kg pakan Perlakuan A : Dosis rGH 6 mg/kg pakan Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 19-34 Perlakuan B Perlakuan C : Dosis rGH 8 mg/kg pakan : Dosis rGH 10 mg/kg pakan PROSEDUR PENELITIAN Persiapan wadah Wadah utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah waring dengan ukuran 80 x 60 x70 dengan volume air per waring adalah 336. 000 cmA atau setara dengan 336 liter sebanyak 12 unit, dimana waring tersebut dibuat menggunakan pipa paralon yang kemudian di rakit berbentuk segi empat sesuai ukuran lalu kemudian jaring di pasang dengan cara di jahit, kemudian waring akan di letakkan dalam sebuah keramba jarring apung dengan ukuran 3 x 3 x 3 meter dengan menggunakan metode acak. Persiapan ikan Kakap Putih Ikan yang diteliti yaitu benih ikan kakap putih yang berasal dari Dinas Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, dengan panjang tubuh ikan Kakap Putih 12-13 cm sebanyak 180 ekor. Ikan terlebih dahulu di aklimatisasi untuk menyesuaikan dengan keadaan suhu di wadah penelitian. Kemudian ikan akan di adaptasi selama 3 hari dan akan di puasakan 1 hari sebelum mulai diberikan pakan penelitian. Persiapan hormon recombinant Growth Hormone . GH) Penelitian ini menggunakan hormon pertumbuhan dengan merk dagang AuMina GrowAy. Hormon ini bisa digunakan pada ikan dan udang dengan dosis yang Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan dengan dimana perlakuan pertama tidak menggunakan hormon (K), perlakuan kedua menggunakan rGH 6 mg/kg pakan (A), perlakuan ke dua menggunakan rGH 8 mg/kg pakan (B), dan perlakuan ke tiga menggunakan rGH 10 mg/kg pakan (C). Untuk mendapatkan dosis hormon yang diinginkan hormon ditimbang dengan menggunakan timbangan analitik lalu hormon yang semula berbentuk bubuk terebih dahulu diubah ke dalam bentuk larutan dimana pembuatan larutan rGH untuk 1 kg pakan menggunakan metode Putra dan RazaAoi . Hormon yang sudah ditimbang sesuai dengan dosis yang telah ditentukan dimasukkan ke dalam semprotan, selanjutnya tambahkan 30 mL larutan fisiologis dimana dalam pencampuran ini peneliti menggunakan PBS . hosphate buffer salin. yang sudah ada dalam produk mina grow itu sendiri untuk setiap 1 Kg pakan. Kuning telur sebagai bahan perekat sebanyak 20 g/kg pakan dimasukkan kedalam semprotan yang telah di isi terlebih dahulu rGH dan larutan PBS. Kemudian diaduk atau dikocok agar tercampur merata antara rGH. PBS dan kuning telur. RGH yang telah dicampur dengan larutan PBS dan kuning telur siap digunakan dan bisa disemprotkan ke pakan. Semprotan yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jenis semprotan sprayer dengan volumenya 200 ml. Semburan semprotan untuk menyemprotkan hormon yang telah tercampur dengan PBS dan kuning telur menggunakan semburan mist yang dimana semburan ini menyerupai kabut dengan semburan air yang halus. Pencampuran larutan rGH pada pakan Pakan yang digunakan dalam penetian ini yaitu pakan pelet dengan merk dagang Megami yang diproduksi oleh PT. Matahari Sakti dengan ukuran pellet Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 19-34 GR-5. Siapkan pakan yang sudah ditimbang seberat 1 kg di nampan lalu disemprot menggunakan larutan rGH yang sebelumnya sudah dicampurkan dengan larutan PBS dan kuning telur, larutan tersebut disemprotkan secara merata ke pakan, lalu pakan yang sudah disemprotkan dengan larutan dibolak-balikkan dengan tangan yang telah memakai sarung tangan plastik atau lateks. Setelah diangin-anginkan beberapa saat dan telah kering pakan dipindahkan ke plastik penyimpanan yang telah diberi label kemudian disimpan dalam lemari pendingin. Pemeliharaan benih ikan Kakap Putih Ikan Kakap Putih dipelihara dalam 12 waring dengan padat tebar 15 ekor/aquarium. Selama pemeliharaan ikan Kakap Putih diberi pakan pellet Megami yang sudah di perkaya sesuai perlakuan dengan jumlah pakan 7 % dari bobot tubuh ikan hal ini didapat dari penjelasan BPPKP . yang menyatakan bahwa jumlah ransum harian yang diperlukan oleh ikan Kakap Putih adalah 7% dari bobot tubuhnya. Pemberian pakan yang tepat akan berefek pada efesiensi pakan dan efisiensi biaya untuk pemeliharaan benih ikan Kakap Putih. Frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari yaitu pada pukul 08. 00 WIB, dan pukul 16. 00 WIB. Sampling data Pengambilan data dilakukan dengan cara menyiapkan wadah lain yang diisi air kemudian ikan diserok menggunakan serokan sebanyak 15 ekor kemudian dimasukkan kedalam baskom dan dilakukan pengukuran bobot tubuh ikan menggunakan timbangan digital sedangkan pengukuran panjang menggunakan Pengambilan data dilakukan pada tiap minggu, begitu pula dengan pengambilan sampel kualitas air dengan frekuensi waktu pukul 08. 00 WIB dan 00 WIB. Parameter Penelitian Pertumbuhan bobot mutlak Parameter ini dapat dihitung dengan rumus menurut (Jaya et al. , 2. , sebagai berikut ini: Keterangan: Wm = Pertumbuhan berat mutlak . = Bobot rata-rata akhir . = Bobot rata-rata awal . = Bobot ikan yang mati . Pertumbuhan panjang mutlak Parameter ini dihitung dengan menggunakan rumus Harkitiyanto et al . , sebagai berikut : Keterangan : Lm = Pertumbuhan panjang mutlak . Lt = Panjang ikan pada akhir pemeliharaan . Lo = Panjang ikan pada awal pemeliharaan . Kelangsungan Hidup Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 19-34 Parameter ini dihitung dengan rumus menurut Hanief et al . sebagai berikut ini : SR= y100% Keterangan : SR = Kelangsungan hidup (%) No = Jumlah ikan pada awal penelitian . Nt = Jumlah ikan pada akhir penelitian . Tingkat Konversi Pakan Parameter ini dapat dihitung dengan rumus menurut Agustin et al . sebagai berikut ini : Keterangan : FCR = Rasio konversi pakan = Pakan yang diberikan = Bobot akhir . = Bobot awal . = Bobot ikan yang mati . Efisiensi Pakan Parameter ini dapat dihitung dengan rumus menurut Agustin et al . sebagai berikut ini : Keterangan : EPP = Efisiensi pemanfaatan pakan (%) = Bobot pada akhir penelitian . = Bobot pada awal penelitian . = Pakan yang diberikan . = Bobot ikan yang mati . Kualitas air Pengukuran kualitas air dilakukan setiap seminggu sekali saat sampling ikan, pengambilan sampel dilakukan pada setiap wadah penelitian, pengambilan sampel kualitas air dilakukan sebanyak 3 kali ulangan dan akan diambil nilai rata-ratanya. Parameter standar yang diukur untuk pertumbuhan benih ikan kakap putih sebagai Tabel 1. Parameter standar kualitas air No Parameter Satuan Alat ukur Suhu Multitaster Salinitas Ppt Refraktometer Multitaster Ppm Multitaster Standar SNI . 26 Ae 32 0C 10 Ae 35 ppt 7,0Ae 8,5 >4,0 ppm Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 19-34 Analisis Data Analisis pengolahan data setiap parameter akan ditabulasikan dalam bentuk Data kemudian dianalisis secara statistik menggunakan One-Way ANOVA dan deskriptif. Data yang dianalisis secara One-Way ANOVA meliputi bobot tubuh, pertumbuhan bobot mutlak pertumbuhan panjang mutlak dan efesiensi Sedangkan data yang dianalisis secara deskriptif meliputi kualitas air. Apabila hasil One-Way ANOVA menunjukkan pengaruh yang signifikan maka dilakukan uji lanjut yaitu uji Duncan pada tingkat kepercayaan 95 %. Hasil penelitian akan ditampilkan dalam bentuk grafik dan tabel. HASIL Pertumbuhan Bobot Mutlak Pertumbuhan bobot mutlak merupakan hasil pengukuran setiap minggu selama penelitian ini berlansung yaitu selama 43 hari atau 6 minggu. Data Pertumbuhan bobot mutlak diambil dengan cara menghitung total bobot ikan pada akhir penelitian lalu dikurang dengan total bobot ikan pada awal penelitian, sebelumnya bobot ikan di akhir penelitian ditambah dahulu dengan bobot ikan mati selama Hasil parameter pertumbuhan mutlak pada benih ikan bawal kakap putih dapat dilihat pada gambar sebagai berikut: Gambar 1. Pertumbuhan bobot mutlak benih ikan Kakap Putih pada setiap . eterangan: Kontrol: Tanpa pencampuran rGH. Dosis Rgh 6 mg/kg pakan. B: Dosis rGH 8 mg/kg pakan. C : Dosis rGH 10 mg/kg paka. Gambar 1 menjelaskan bahwa laju pertumbuhan bobot mutlak benih ikan Kakap Putih selama penelitian, nilai rata-rata pertumbuhan bobot mutlak yang paling tinggi ialah perlakuan C . ,74A2,03. , perlakuan B . ,47A2,76. , perlakuan A . 74A2,93. dan Kontrol . ,57A1,10. setelah dilakukan analisis secara statistik menggunakan One-Way ANOVA parameter pertumbuhan bobot mutlak benih ikan kakap putih berbeda nyata dimana F hitung . > F tabel 0,05 . sehingga dilakukan uji lanjut atau uji duncan pada parameter pertumbuhan bobot mutlak ini. Pertumbuhan Panjang Mutlak Pertumbuhan panjang mutlak benih ikan Kakap Putih pada penelitian diukur setiap minggunya selama . hari atau 6 minggu selama penelitian. Hasil parameter pertumbuhan panjang mutlak ikan kerapu cantang selama penelitian dapat dilihat pada gambar 2. Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 19-34 Gambar 2. Pertumbuhan panjang mutlak benih ikan Kakap Putih pada setiap . eterangan: Kontrol: Tanpa pencampuran rGH. Dosis Rgh 6 mg/kg pakan. B: Dosis rGH 8 mg/kg pakan. C : Dosis rGH 10 mg/kg paka. Gambar 2. menjelaskan pertumbuhan panjang mutlak benih ikan Kakap Putih selama penelitian, nilai rata-rata pertumbuhan panjang mutlak tertinggi ada pada perlakuan C . 47A0,. , perlakuan A . 24A0,. , perlakuan B . 23A0,. , dan perlakuan Kontrol . ,81A0,. Setelah dilakukan analisis secara statistik menggunakan One-Way ANOVA perlakuan pertumbuhan panjang mutlak tidak berbeda nyata dimana nilai F hitung . < F tabel 0,05 . , sehingga tidak perlu di lakukan uji lanjut pada perlakuan ini. Tingkat Kelangsungan Hidup Kelangsungan hidup benih ikan Kakap Putih merupakan hasil dari jumlah ikan pada akhir penelitian dibagi dengan jumlah ikan pada awal penelitian kemudian dikalikan dengan 100%. Hasil parameter kelangsungan hidup pada benih ikan Kakap Putih selama penelitian dapat dilihat pada gambar 3 sebagai berikut: Gambar 3. Nilai kelangsungan hidup benih ikan Kakap Putih pada setiap . eterangan: kontrol: Tanpa pencampuran rGH. Dosis rGH 6 mg/kg pakan. B: Dosis rGH 8 mg/kg pakan. C : Dosis rGH 10 mg/kg paka. Gambar 3. menjelaskan nilai kelangsungan hidup benih ikan Kakap Putih selama penelitian dimana nilai rata-rata kelangsungan hidup paling tinggi ada pada perlakuan C . ,55A3,85%), perlakuan B . ,67A6,67%), perlakuan A . ,00A6,67%), dan perlakuan Kontrol . ,55A3,85%). Setelah dilakukan analisis secara statistik menggunakan One-Way ANOVA perlakuan kelangsungan hidup Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 19-34 tidak berbeda nyata dimana nilai F hitung . < F tabel 0,05 . , sehingga di lakukan uji lanjut pada perlakuan ini. Tingkat Konversi Pakan Rasio konversi pakan merupakan hasil dari pakan yang diberikan selama penelitian pada benih ikan Kakap Putih lalu dibagikan dengan pertumbuhan bobot mutlak benih ikan Kakap Putih yang dipelihara selama . atau 6 minggu. Hasil parameter nilai konversi pakan pada benih ikan Kakap Putih selama penelitan dapat dilihat pada gambar 4 sebagai berikut: Gambar 4. Tingkat konversi pakan benih ikan Kakap Putih pada setiap perlakuan. eterangan: Kontrol: Tanpa pencampuran rGH. A: Dosis rGH sebesar 6 mg/kg pakan. B: Dosis rGH sebesar 8 mg/kg pakan. C : Dosis rGH sebesar 10 mg/kg paka. Nilai rata-rata tingkat konversi pakan dari yang terendah ke yang tertinggi yaitu sebagai berikut: Perlakuan C . Perlakuan B . Perlakuan A . , dan Kontrol . Perbedaan dosis rGH tidak memberikan pengaruh terhadap tingkat konversi pakan dimana nilai F hitung < F tabel. Efisiensi pakan Tingkat efesiensi pakan merupakan hasil dari pertumbuhan bobot mutlak benih ikan Kakap Putih dibagikan dengan pakan yang diberikan selama penelitian kemudian dikalikan dengan 100%. Gambar 5. Tingkat efisiensi pakan benih ikan Kakap Putih pada setiap . eterangan: Kontrol: Tanpa pencampuran rGH. A: Dosis rGH sebesar 6 mg/kg pakan. B: Dosis rGH sebesar 8 mg/kg pakan. C : Dosis rGH sebesar 10 mg/kg paka. Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 19-34 Nilai rata-rata tingkat efisiensi pakan tertinggi ada pada perlakuan C . ,40A2,82%), perlakuan B . ,99A3,21 %). A . ,96A0,59 %), dan perlakuan Kontrol . ,33A1,49 %). Setelah dilakukan analisis secara statistik menggunakan tingkat efisiensi pakan benih ikan kakap putih berbeda nyata dimana F hitung > F Kualitas Air Parameter kualitas air ini diukur seminggu sekali selama 43 hari selama penelitian berlangsung. Parameter kualitas air ditampilkan pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil parameter kualitas air dan perbandingan standar baku mutu No Parameter Nilai Standar Baku Mutu Suhu 28-31 C 26 Ae 32 0C (SNI 1. Salinitas 30-31 ppt 10 Ae 35 ppt (SNI 1. 7,5-7,9 7,0Ae 8,5(SNI 1. 7,0-8. 0 ppm >4,0 ppm(SNI 1. PEMBAHASAN Pertumbuhan Bobot Mutlak Pertumbuhan bobot mutlak tubuh benih ikan kakap putih yang diberikan rGH melalui pakan lebih berat dibandingkan dengan yang tidak diberikan rGH dimana perlakuan C . mg/kg paka. memiliki berat rata-rata sebesar 24,74 g, diikiuti dengan perlakuan B dimana nilai rata-rata nya adalah 19,47 g, lalu perlakuan A dengan nilai rata-rata 16,74 serta perlakuan kontrol atau perlakuan tanpa pencampuran rgh pada pakan dengan nilai rata-rata 16,57 g. Hasil ini sejalan dengan pendapat Elvarianna et al. , . yang menyatakan bahwa Benih ikan kerapu tikus yang diberikan rGH paling tinggi memiliki berat rata-rata 1,49 g, sedangkan yang tidak diberikan rGH berat rata-rata pada akhir penelitian 1,00 g. Penambahan dosis rGH dengan metode oral diduga lebih efektif pada skala benih karna ikan pada skala ini ikan masih rentan serta pada metode ini pakan yang mengandung rGH masuk di saluran pencernaan . akan terjadi proses hidrolisis oleh enzim proteolisis (Antoro et al. , 2. Setelah terjadi proses hidrolisis di usus selanjutnya rGH ditransportasikan ke hati oleh darah untuk memacu produksi insulin-like-growth factor (IGF-. (Ratnawati 2. Hormon pertumbuhan akan terikat pada reseptornya yang berada di hati yang kemudian akan menstimulasi sintesis dan pelepasan IGF-1. IGF-1 sendiri berfungsi dalam meregulasi metabolisme protein, karbohidrat, lipid, mineral didalam sel dan juga membantu perkembangan sel yang akhirnya akan menghasilkan pertumbuhan (Moriyama dan Kawauchi 1. Pada penelitian ini pertumbuhan bobot tubuh benih ikan kakap putih berbeda nyata antar perlakuan hal ini terjadi diduga karna pemberian dosis rGH pada masing-masing perlakuan lebih besar di banding perlakuan terdahulu, dimana hal ini sejalan dengan Zulfikar et al . yang menyatakan bahwa dosis yang digunakan rendah dan jarak dosis antar perlakuan masih kecil menyebabkan pertumbuhan bobot tubuh benih ikan bawal bintang tidak berbeda nyata antar Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 19-34 Pertumbuhan Panjang Mutlak Pertumbuhan panjang dari benih ikan kakap putih ini cukup sejalan dengan pertumbuhan berat ikan kakap putih dimana teori hubungan yang menyatakan bahwa ketika bobot tubuh ikan meningkat bahwa pertumbuhan panjang juga akan ikut meningkat namun tidak selama nya bobot tubuh ikan akan sejalan dengan panjang tubuh ikan. Faktor usia menjadi salah satu kunci nya dimana pada usia tertentu pertumbuhan panjang ikan akan terhenti dan hanya bobot nya yang akan terus meningkat. Pertumbuhan panjang mutlak yang paling optimal dalam penelitian ini adalah perlakuan C dengan nilai rata-rata 2,47 cm, lalu diikuti dengan perlakuan A dengan nilai rata-rata 2,24, lalu perlakuan B dengan nilai rata-rata sebesar 2. serta perlakuan kontrol sebesar 1,81 cm. hasil dari uji anova menunjukan bahwa antar perlakuan tidak berbeda nyata terhadap parameter pertumbuhan panjang Dari data yang didapat dapat disimpulkan bahwa pencampuran rgh pada pakan memberikan dampak pertumbuhan panjang kepada benih ikan kakap putih walau pun pertumbuhan panjang nya tidak lah terlalu signifikan hal ini sejalan dengan penelitian benih ikan bawal (Zulfikar et al. , 2. , rGH juga memberikan pengaruh pada pertumbuhan panjang tubuh ikan bawal bintang walaupun tidak jauh berbeda tumbuhnya. Selain itu Ridwan et al . juga menjelaskan bahwa pemberian rGH menunjukkan pengaruh terhadap pertumbuhan panjang mutlak benih ikan kerapu cantang. Selain itu penambahan dosis rGH dengan metode oral diyakini memberikan dampak bagi pertumbuhan panjang benih ikan kakap putih hal ini sejalan dengan pendapat Putra dan RazaAoi . yang menyatakan pemberian rGH melalui pakan secara oral lebih efisien untuk pertumbuhan ikan dibandingkan dengan injeksi dan perendaman, pemberian rGH dengan metode oral diperkirakan memasuki tubuh melalui sistem pencernaan dan merangsang kelenjar hipofisis untuk menghasilkan GH dalam jumlah yang lebih besar, kemudian GH disalurkan melalui sistem peredaran darah ke organ target. Kelangsungan Hidup Kelangsungan hidup merupakan tingkat kehidupan ikan selama proses penelitian, kelangsungan hidup sendiri mempunyai kaitan yang erat didalam penelitian, dimana hasil dari kelangsungan hidup ini didapat dari membagikan jumlah ikan yang mati pada akhir penelitian dengan jumlah ikan pada awal penelitian lalu dikalikan dengan 100. Nilai kelangsungan hidup paling optimal pada peneltian ini adalah pada perlakuan C . ,55%), lalu perlakuan B sebesar 86,67% diikuti dengan perlakuan A . 00%) serta perlakuan kontrol sebesar 75,55%, setelah dilakukan uji annova menyimpulkan bahwa perlakuan Kontrol. B, dan C tidak berbeda nyata dengan parameter kelangsungan hidup. Tingkat kelangsungan hidup di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya ke agresifan saat diberikan makan, daya tahan tubuh tinggi, tingkat stress ikan (Ihsanudin et al. , 2. , tingkat pemberian pakan serta parameter kualitas air (Ramayani et al. , 2. Selain itu pakan yang di berikan juga sangat berpengaruh dalam menentukan tingkat kelangsungan hidup ikan. Pakan yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu pakan dengan merk dagang Megami dengan ukuran GR-5. Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 19-34 Pemberian rGH diduga telah mempengaruhi nilai kelangsungan hidup dalam penelitian ini. rGH juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh serta sistem imun ikan sehingga ikan menjadi lebih kebal terhadap berbagai macam kondisi. mampu meningkatkan kekebalan tubuh dan strees pada ikan, sehingga akan menyebabkan ikan lebih tahan terhadap serangan penyakit (Simbolon et al. Sejalan dengan yang di ungkapkan Ratnawati . Metode perendaman rGH mampu memberi pengaruh pertumbuhan dan SR ikan yang baik. Selain memberi pengaruh pada pertumbuhan ikan, rGH mampu memberikan pengaruh yang baik terhadap kelulushiduan ikan dengan meningkatkan imunitas serta kekebalan tubuh terhadap penyakit dan stress. Pemberian rGH yang bisa meningkatkan kelulushidupan ikan dengan cara meminimkan tingkat strees serta memperkebal tubuh ikan dari berbagai macam penyakit dengan mekanisme mempertinggi sistem immunitas ikan diyakini telah membuat perlakuan yang diberikan rGH berbeda nyata dengan perlakuan tanpa pemberian rGH. Apriliana et al . menyatakan pemberian rGH dengan dosis sebesar 2mg/kg pakan memberikan pengaruh nyata terhadap kelulushidupan benih ikan tawes dimana menurutnya pemberian rGH dapat meningkatkan kelangsungan hidup ikan melalui peningkatan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit. Tingkat Konversi Pakan RGH mampu membuat nilai FCR benih ikan Kakap Putih pada penelitian ini lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak diberikan rGH. Nilai rata-rata tingkat konversi pakan dari yang terendah ke tertinggi yaitu sebagai berikut: Perlakuan C . Perlakuan B . Perlakuan A . , dan Kontrol . Hasil dari parameter tingkat konversi pakan ini sesuai dengan pendapat dari Putra dan RazaAoi . yang menyatakan pemberian recombinant growth hormon akan meningkatkan glikogen di hati, konversi pakan dan retensi protein pada ikan. Hasil ini juga Sejalan dengan penelitian Ihsanudin et al . bahwa pemberian rGH mampu membuat nilai FCR lebih baik dibandingkan dengan yang tidak diberikan rGH. Hal ini juga mengindikasikan bahwa untuk menghasilkan pertumbuhan yang sama dibutuhkan jumlah pakan yang lebih sedikit pada perlakuan pemberian rGH hal ini sebagai akibat adanya kerja dari rGH yang mampu memperbaiki nutrisi serta pemanfaatan pada pakan. Hal ini ditegaskan oleh Saputra et al . yang menyatakan rendahnya nilai konversi pakan berarti makin tinggi efisiensi pakan tersebut dan sebaliknya makin tinggi nilai konversi pakan maka akan semakin rendah pula efisiensinya. Setyawan et al . juga menyatakan hormon pertumbuhan mampu menigkatkan nafsu makan, konversi pakan, sintesis protein, menurunkan ekskresi nitrogen, merangsang metabolisme dan oksidasi lemak, serta memacu sintesis dan pelepasan insulin. Hormon pertumbuhan juga memengaruhi reproduksi dan osmoregulas artinya ikan yang ditambah asupannya dengan rGH akan mempunyai nilai FCR yang lebih baik bila dibandingkan dengan ikan yang tidak ditambah asupannya dengan rGH. Penambahan rGH selain mampu memberikan pertumbuhan yang lebih baik juga meningkatkan nafsu makan pada ikan dan dengan adanya penambahan rGH pada perlakuan ternyata memberikan tingkat konversi pakan yang lebih baik bila dibandingkan dengan perlakuan tanpa rGH. Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 19-34 Parameter tingkat konversi pakan yang telah dilakukan penghitungan dengan uji one way anova menunjukkan tidak memberikan perbedaan yang nyata disetiap perlakuannya, hal ini diduga oleh pemberian pakan yang sama disetiap perlakuan serta penjagaan kualitas air dan penanganan terhadap penyakit dilakukan bersamaan setiap perlakuanya. Efisiensi Pakan Efisiensi pakan adalah tingkat seberapa besar pakan yang dapat dikonsumsi, dicerna dan diserap menjadi daging dalam satuan persen. Nilai efisiensi pakan diperoleh dari hasil perbandingan antara pertambahan bobot tubuh ikan dengan jumlah pakan yang dikonsumsi oleh ikan selama masa pemeliharaan. Semakin besar nilai efisiensi pakan, berarti semakin efisien ikan memanfaatkan pakan yang dikonsumsi untuk pertumbuhannya (Saputra et al. , 2. RGH yang berfungsi untuk meningkatkan regulasi protein didalam tubuh ikan diduga telah memberikan peningkatkan nilai efisiensi pakan ikan Kakap Putih. Jika melihat dari beberapa penelitian kebutuhan protein pada ikan seperti kebutuhan protein untuk benih ikan Patin (Pangasianodon hypophithalmu. (Poernomo et al. , 2. dan ikan Nila (Oreochromis niloticu. (Abdel-tawwab et al. , 2. hasil dari penelitian tersebut menunjukan adanya pengaruh kandungan protein pakan terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakannya (Radona et al. , 2. Protein berlimpah sebagai akibat dari kinerja hormon rGH secara tidak lansung memberikan dampak yang baik terhadap nilai efisiensi pakan ikan Kakap Putih. Selain itu pakan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan mengakibatkan pemberian pakan akan menjadi lebih efisien. Sejalan dengan parameter lainnya hormon rGH juga memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap parameter efesiensi pakan, dimana nilai dari efisensi pakan yang paling tinggi adalah perlakuan C . ,40%), lalu diikiuti dengan perlakuan B . ,99%), lalu perlakuan A . ,96%) serta perlakuan Kontrol . ,33%). Hormon rGH terlihat berpengaruh terhadap ikan dapat dilihat dari tingginya nilai efesiensi pakan dalam pembentukan daging dan kecepatan dalam mengkonsumsi pakan (Ramayani et al. , 2. , sejalan dengan Elvariana et al . yang menyatakan hormon rGH mampu meningkatkan nilai efesiensi pakan dan tingkat mengkonsumsi pakan. Setelah dilakukan uji annova perlakuan Kontrol. B, dan C menunjukan perbedaan nyata terhadap efisensi pakan. Kualitas Air Parameter kualitas air merupakan parameter yang sangat penting dalam suatu penelitian hal ini dikarenakan parameter ini sebagai media hidup dari biota . Data parameter kualitas air yang didapat pada penelitian serta perbandingannya dengan standar baku mutu yang telah dibuat oleh SNI dapat dilihat pada tabel 14 dimana hasil tersebut merupakan hasil pengukuran pada tiap minggu selama penelitian. Salinitas adalah konsentrasi seluruh larutan garam yang diperoleh dalam air laut, dimana salinitas air berpengaruh terhadap tekanan osmotik air, semakin tinggi salinitas maka akan semakin besar pula tekanan osmotiknya (Widiadmoko 2. Salinitas perairan berkisar 30-31 ppt, dengan hasil pengukuran tersebut dapat digolongkan salinitas perairan selama penelitian Intek Akuakultur. Volume 4. Nomor 2. Tahun 2020. E-ISSN 2579-6291. Halaman 19-34 cukup baik baik. Suhu perairan yang selama penelitian ini berkisar 28-31 0C. Nilai dari parameter suhu ini suhu optimal untuk kehidupan dan perkembangan organisme perairan berkisar antara 26 Ae 32 AC (Simanjuntak,2. pH suatu perairan merupakan salah satu parameter kimia yang cukup penting dalam memantau kestabilan perairan (Simanjuntak, 2. Nilai pH yang didapatkan selama penelitian juga tergolong baik, ini terlihat dengan hasil yang didapatkan berkisar 7,5-7,9. Nilai pH tersebut diambil dari yang terendah hingga tertinggi selama penelitian. Menurut SNI . bahwa nilai pH antara 7,0 Ae 8,5 sebagai batas aman pH perairan untuk kehidupan ikan. Kondisi perairan yang sangat basa maupun sangat asam akan membahayakan kelangsungan hidup organisme karena akan mengganggu proses metabolisme dan respirasi. Parameter kualitas air selanjutnya adalah nilai oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO) adalah total jumlah oksigen yang ada . di air. Nilai DO yang diperoleh selama penelitian yaitu berkisar antara 7,0-8,0 ppm. Nilai DO ini sangat berpengaruh terhadap padat tebar ikan, semakin tinggi padat tebar ikan pada wadah penelitian makan nilai DO akan rendah dan semakin rendah padat tebar ikan makan nilai DO akan semakin tinggi, selain itu nilai DO juga dapat meningkatkan pertumbuhan pada ikan baik pertumbuhan pada bobot maupun panjang (Ashari et al. , 2. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini adalah rGH memberi pengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan Kakap Putih. Dosis terbaik dalam penelitian ini adalah pada perlakuan C . GH 10 mg/kg paka. dengan rata-rata nilai pertumbuhan bobot mutlak . ,74 . , pertumbuhan panjang mutak . ,74 c. , kelangsungan hidup sebesar 95,55%, tingkat konversi pakan . dan efisiensi pakan sebesar 31,40%. DAFTAR PUSTAKA