Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Vol. 7 No. Desember 2022 . THE EFFECT OF NON-PERFORMING LOAN AND CAPITAL ADEQUACY RATIO ON GROWTH OF CREDIT DISTRIBUTION Ashri Fakhira1. Purwanto2 Universitas Jenderal Achmad Yani Email: ashrifakhira43@gmail. ABSTRACT Credit distribution is the main activity of banks, in channeling credit banks must pay attention to factors that affect This study aims to determine the effect of Non-Performing Loans and Capital Adequacy Ratio on the Growth of Credit Distribution Case Studies at National Private Commercial Banks Listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2016-2020 period. Quantitative research methods with associative descriptive research typeAos with secondary data. The sample in this study is the National Private Commercial Banks Listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2016-2020 period, as many as 31 banks. The data analysis methods used is the classical assumption test and multiple linear regression analysis with SPSS 26 programs. The results of this study indicate that Non-Performing Loans and Capital Adequacy Ratios each have an effect on the growth of lending. The results of this study as well. Simultaneously shows that the Non-Performing Loan and Capital Adequacy Ratio jointly affect the Growth of Credit Distribution. Keywords: Non-Performing Loan. Capital Adequacy Ratio. Growth of Credit Distribution PENGARUH NON-PERFORMING LOAN DAN CAPITAL ADEQUACY RATIO TERHADAP PERTUMBUHAN PENYALURAN KREDIT (Studi Kasus pada Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 20162. ABSTRAK Penyaluran kredit merupakan kegiatan utama bank, dalam menyalurkan kreditnya bank harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kredit. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dari Non Performing Loan dan Capital Adequacy Ratio terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit Studi Kasus pada Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020. Metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif asosiatif dengan data sekunder. Sampel pada penelitian ini yaitu Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020 yaitu sebanyak 31 bank. Metode Analisis data yang digunakan yaitu uji asumsi klasik dan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial menunjukkan bahwa Non Performing Loan dan Capital Adequacy Ratio masing-masing berpengaruh terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit. Hasil penelitian ini juga. Secara simultan menunjukan bahwa Non Performing Loan dan Capital Adequacy Ratio secara bersama-sama berpengaruh terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit. Kata Kunci : Non Performing Loan. Capital Adequacy Ratio. Pertumbuhan Penyaluran Kredit Pengaruh Non-Performing Loan dan Capital Adequacy Ratio Terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit (Studi Kasus Pada Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016- 2. (Ashri Fakhira dan Purwant. http://w. id/ojs32/index. php/KURS/index Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 PENDAHULUAN Menurut Undang-Undang No 10. Tahun 1998 tentang Perbankan, pengertian Bank yaitu badan usaha yang menghimpun dana masyarakat yang ditempatkan dalam bentuk simpanan, kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Berdasarkan fungsinya jenis perbankan terbagi menjadi 2 . yaitu Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Bank Umum adalah bank yang melakukan kegiatan operasional secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang di dalam kegiatannya memberikan jasa lalu lintas pembayaran. Sedangkan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah bank yang melaksanakan kegiatan operasional secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah tetapi tidak melaksanakan kegiatan jasa lalu lintas pembayaran (Hery, 2020, hlm. Bank menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan giro, simpanan tabungan, dan simpanan Dana yang sudah dihimpun oleh bank, selanjutnya disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk Kredit yang ditawarkan bermacam-macam yaitu kredit investasi, kredit modal kerja, kredit perdagangan, kredit produktif, kredit konsumtif, dan kredit profesi. Kegiatan operasional bank umum yang terakhir yaitu jasa lainnya, seperti transfer, kliring. Letter of Credit (L/C), melayani setoran, melayani pembayaran-pembayaran, dan lain-lain. Kegiatan penyaluran dana ke masyarakat atau disebut dengan kredit, menurut Undang-Undang No 10. Tahun 1998 tentang Perbankan pengertian kredit yaitu penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan itu, berdasarkan kesepakatan antara peminjam dan yang meminjam antara bank dengan pihak lain yang meminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu yang telah ditentukan dengan pemberian bunga. Pemberian kredit merupakan kegiatan utama bank, besar kecilnya jumlah kredit yang diberikan kepada masyarakat menentukan besar kecilnya jumlah keuntungan yang didapatkan oleh bank. Jika bank tidak dapat mampu dalam menyalurkan kredit, dan dana yang terhimpun dari masyarakat banyak maka bank tersebut akan mengalami kerugian. Pertumbuhan Penyaluran Kredit Bank Umum Swasta Nasional 12,00% 10,00% 9,36% 8,22% 8,00% 4,31% 6,00% 4,00% 2,00% -4,92% 0,00% -2,00% -4,00% Sumber: Data Diolah Gambar 1. Pertumbuhan Penyaluran Kredit Berdasarkan data diatas pertumbuhan penyaluran kredit Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) pada -6,00% tahun 2020 mengalami penurunan sebesar -4,92% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 2019 sebesar 4,31%. Penurunan ini diduga karena adanya wabah COVID-19 pada tahun 2020 di Indonesia, yang menyebabkan melemahnya permintaan kredit, sehingga hal ini akan berdampak pada laju pertumbuhan penyaluran kredit. Berdasarkan artikel CNN Indonesia . menurut Wimboh Santoso sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyatakan pertumbuhan kredit perbankan secara umum berada di posisi minus 2,41%. Kondisi ini akibat dari kegiatan perusahaan yang belum normal dalam situasi serta kondisi COVID-19. Kondisi ini akibat dari kegiatan perusahaan yang belum normal dalam situasi serta kondisi COVID-19. Lalu artikel Okezone . menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan kredit bank lambat dikarenakan faktor permintaan yang lambat, lalu adanya risiko kredit yang membayangi perbankan. Dalam menyalurkan kredit ke masyarakat, bank juga perlu memperhatikan kualitas kredit. Kualitas kredit akan menentukan risiko yang akan dihadapi oleh bank di masa yang akan datang. Dalam menentukan kualitas kredit. Bank Indonesia menggolongkan menurut ketentuan yaitu lancar, dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan, dan macet. Kredit yang disalurkan dapat mengalami kredit macet, sehingga jika mengalami hal tersebut bank perlu melakukan tindakan-tindakan agar tidak mengalami kerugian. Kredit macet dapat dikatakan sebagai kredit yang tidak dapat tertagih oleh bank. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 7 No. Desember 2022 e-ISSN 2527-8215 TINJAUAN PUSTAKA Teori Agensi Menurut Jensen & Meckling . pengertian teori agensi yaitu adanya hubungan agensi di mana satu orang atau lebih sebagai principal mempekerjakan orang lain yaitu sebagai agent untuk melakukan kegiatan yang dilibatkan dengan adanya pendelegasian wewenang untuk pengambilan keputusan kepada agent. Teori Sinyal Menurut Spence . teori sinyal atau signaling theory yaitu ketika pemilik informasi memberikan sinyal atau isyarat berupa informasi terkait kondisi atau kinerja suatu perusahaan yang akan bermanfaat bagi pihak yang menerima informasi. Informasi yang diberikan berupa sinyal kepada pemilik perusahaan dari manajemen perusahaan yaitu berupa laporan keuangan. Teori Intermediasi Menurut Gurley & Shaw . teori intermediasi merupakan salah satu fungsi di lembaga keuangan bank, bank memiliki fungsi yang besar dalam perekonomian negara yaitu intermediasi dana dari pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang kekurangan dana Bank Menurut Undang-Undang No 10. Tahun 1998 tentang Perbankan, pengertian bank yaitu badan usaha yang menghimpun dana masyarakat yang ditempatkan dalam bentuk simpanan, kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk kredit dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sedangkan pengertian bank menurut Hery . 0, hlm. 10 ) yaitu Bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan usaha utamanya yaitu menerima simpanan giro, simpanan tabungan, dan simpanan deposito. Bank juga sering disebut sebagai tempat untuk meminjam uang. Kredit Menurut Undang-Undang No 10. Tahun 1998, pengertian kredit yaitu penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan itu, berdasarkan kesepakatan antara peminjam dan yang meminjam antara bank dengan pihak lain yang meminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu yang telah ditentukan dengan pemberian Laporan Keuangan Menurut Hery . 6, hlm. pengertian laporan keuangan yaitu laporan keuangan merupakan hasil akhir dari kegiatan akuntansi yang digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau kegiatan perusahaan kepada pihak yang berkepentingan. Dengan kata lain, laporan keuangan berfungsi sebagai alat informasi yang dapat menghubungkan perusahaan dengan pihak yang berkepentingan, yang dapat menunjukkan kondisi serta kinerja perusahaan. Rasio Keuangan Pengertian rasio keuangan menurut Hery . 6, hlm. yaitu rasio keuangan didalamnya memuat perhitungan rasio dengan melihat laporan keuangan perusahaan yang berguna untuk mengukur dalam penilaian kondisi keuangan dan kinerja suatu perusahaan. Rasio keuangan ini merupakan angka yang didapat dari hasil perbandingan antara satu pos dengan pos lainnya yang memiliki hubungan relevan dan signifikan. Non Performing Loan (NPL) Menurut Ikatan Bankir Indonesia . 8, hlm. adapun pengertian terkait kredit bermasalah, yaitu kredit yang didalamnya mengalami kesulitan dalam penyelesaian kewajibannya atau sulit dalam pembayaran kembali baik pokoknya atau pembayaran lain seperti bunga, dengan keterlambatan, biaya-biaya bank yang menjadi beban Berdasarkan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/SEOJK. 03/2017 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Non Performing Loan (NPL) dapat dirumuskan sebagai berikut: Kredit bermasalah adalah kredit kepada pihak ketiga bukan Bank yang tergolong kurang lancar, diragukan, dan macet. Sedangkan total kredit adalah kredit kepada pihak ketiga bukan bank. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/POJK. 03/2017 tentang Penetapan Status dan Tindak Lanjut Pengawasan Bank Umum, besarnya rasio kredit bermasalah yaitu lebih dari 5% . ima perse. dari total kredit. Pengaruh Non-Performing Loan dan Capital Adequacy Ratio Terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit (Studi Kasus Pada Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016- 2. (Ashri Fakhira dan Purwant. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Tabel 1. Matriks Penetapan Peringkat Komposit NPL Peringkat Kriteria 0% < NPL < 2% 2% O NPL < 5% 5% O NPL < 8% 8% < NPL < 11% Ou 11% Sumber: Bank Indonesia . Predikat Sangat Sehat Sehat Cukup Sehat Kurang Sehat Tidak Sehat Capital Adequacy Ratio (CAR) Menurut Hery . 9, hlm. , pengertian Capital Adequacy Ratio (CAR) yaitu rasio kinerja bank yang dapat mengukur kecukupan modal yang dimiliki oleh bank untuk menunjang aset bank yang mengandung atau memiliki risiko seperti risiko kredit yang telah diberikan kepada debitur. Berdasarkan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/SEOJK. 03/2017 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Capital Adequacy Ratio (CAR) dapat dirumuskan sebagai berikut: ycAycuyccycayco yayaycI = yaycNycAycI ycu 100% Perhitungan modal dan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) berpedoman pada ketentuan OtoritasJasa Keuangan mengenai kewajiban penyediaan modal minimum bank umum. Kemudian rasio dihitung per posisi penilaian termasuk memperhatikan tren Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM). Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK. 03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum Pasal 9 terkait Modal bagi Bank yang berkantor pusat di Indonesia terdiri atas: . Modal inti (Tier . terdiri Modal inti utama (Common Equity Tier . dan Modal inti tambahan (Additional Tier . , . Modal pelengkap (Tier . Adapun ATMR yaitu Aset Tertimbang Menurut Risiko. Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK. 03/2016 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum Pasal 27 mengenai ATMR yaitu. ATMR yang digunakan dalam perhitungan modal minimum terdiri atas. ATMR untuk risiko kredit, operasional dan pasar. Menurut Ikatan Bankir Indonesia . 8, hlm. besarnya Kecukupan Penyediaan Modal Minimum (KPMM) yaitu bank dalam kegiatan usahanya yaitu kredit wajib menjaga tingkat modal dengan minimal CAR sebesar 8%. Tabel 2. Matriks Penetapan Peringkat Komposit CAR Peringkat Kriteria Ou 12% 9% O CAR < 12% 8% O CAR < 9% 6% < CAR > 8% O 6% Sumber: Bank Indonesia . Predikat Sangat Sehat Sehat Cukup Sehat Kurang Sehat Tidak Sehat Kerangka Pemikiran Berdasarkan hasil dari tinjauan pustaka untuk variabel independen yaitu Non Performing Loan dan Capital Adequacy Ratio, dan variabel dependen yaitu Pertumbuhan Penyaluran Kredit, maka kerangka pemikiran digambarkan sebagai berikut: Non Performing Loan Pertumbuhan Penyaluran Kredit(Y) (X. Capital Adequacy Ratio (X. Sumber: Data Diolah Gambar 2. Kerangka Pemikiran Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 7 No. Desember 2022 e-ISSN 2527-8215 Hipotesis H1: Non Performing Loan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit Rasio kinerja keuangan NPL dapat diartikan sebagai kredit bermasalah, yaitu ketika nasabah bank tersebut tidak dapat mampu melakukan pembayaran kembali kepada bank. Jika rasio NPL terus meningkat menandakan bahwa bank harus memiliki cadangan yang besar. Sebaliknya jika rasio NPL menurun atau berada di bawah batas yang ditentukan, cadangan yang sebelumnya sudah dibentuk dapat disalurkan untuk penyaluran kredit kepada nasabah. Penelitian yang dilakukan oleh Darmawan, dkk . menyatakan bahwa NPL berpengaruh negatif dan Penelitian yang dilakukan oleh Amelia & Murtiasih . juga menyatakan bahwa Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif dan signifikan. Penelitian yang dilakukan oleh Putri & Akmalia . juga menyatakan rasio NPL berpengaruh negatif signifikan terhadap penyaluran kredit H2: Capital Adequacy Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit Rasio kinerja CAR yaitu rasio yang dipakai untuk menunjukan mampu atau tidaknya bank dalam memenuhi kecukupan modal untuk menunjang aktiva seperti kredit bermasalah yang beresiko besar bagi perbankan. Artinya jika terjadi kredit bermasalah dan menyebabkan kerugian bagi bank, bank memiliki modal untuk menutupi kerugian yang dialami. Semakin tinggi rasio CAR ini maka dapat dikatakan bahwa bank tersebut semakin baik dalam pengelolaan rasio CAR ini, sehingga bank dapat mampu memaksimalkan penyaluran kredit. Penelitian yang dilakukan oleh Amelia & Murtiasih . menyatakan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit. Penelitian yang dilakukan oleh Melinda, dkk . juga mengatakan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh secara parsial terhadap penyaluran kredit. Penelitian yang dilakukan oleh Hasanah & Busneti . juga menyatakan bahwa variabel CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap kredit METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian Pengertian metode penelitian menurut Sugiyono . 9, hlm. metode penelitian adalah cara ilmiah yang digunakan untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah Kuantitatif Populasi. Sampel, dan Teknik Sampling Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yaitu sebanyak 39 bank. Teknik sampel yang digunakan yaitu Non Probability Sampling. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling. Perusahaan perbankan yang dijadikan sampel pada penelitian ini yaitu ditentukan dengan kriteria sebagai berikut: . Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020. Bank Umum Swasta Nasional (BUSN) yang dijadikan sampel merupakan bank yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibawah tahun 2016. Dari kriteria yang telah ditentukan diatas dengan menggunakan teknik purposive sampling, maka dari 39 populasi yang ada, yang menjadi sampel pengamatan pada penelitian ini yaitu sebanyak 31 bank. Uji Asumsi Klasik Alat bantu analisis . ntuk mengolah dat. pada penelitian ini yaitu software statistik SPSS 26. 0 for Windows. Penelitian ini menggunakan uji asumsi klasik tujuannya yaitu untuk mendapatkan hasil yang akurat dan tidak bias. Uji Normalitas Menurut Ghozali . 1, hlm. Uji Normalitas dilakukan untuk menguji apakah variabel atau residual data penelitian berdistribusi normal. Jika data penelitian tidak berdistribusi normal, maka uji statistik menjadi tidak valid untuk yang memiliki jumlah sampel kecil. Pada pengujian penelitian ini, uji normalitas dilakukan dengan pengujian Kolmogorov Smirnov. Uji Multikolinearitas Menurut Ghozali . 1, hlm. tujuan Uji Multikolinearitas yaitu apakah penelitian ini ditemukan adanya korelasi . antar variabel bebas . Model regresi yang baik seharusnya tidak memiliki korelasi di antara variabel indepen yang satu dengan yang lainnya. Nilai cutoff yang sering digunakan untuk menunjukkan adanya multikolinearitas yaitu nilai tolerance O 0,10 atau sama halnya dengan nilai VIF Ou 10. Pengaruh Non-Performing Loan dan Capital Adequacy Ratio Terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit (Studi Kasus Pada Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016- 2. (Ashri Fakhira dan Purwant. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Definisi Operasional Variabel Tabel 3. Definisi Operasional Variabel Variabel Konsep Non . Kredit Bermasalah adalah kredit kepada Performing pihak ketiga bukan Bank yang tergolong Loan (X. kurang lancar, diragukan, dan macet. Total Kredit adalah kredit kepada pihak ketiga bukan Bank. (Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/SEOJK. 03/2017 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umu. Capital Adequacy Ratio (X. Indikator Skala Rasio Perhitungan modal dan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) berpedoman pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan mengenai kewajiban penyediaan modal minimum bank Rasio dihitung per posisi penilaian termasuk memperhatikan tren Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM). (Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/SEOJK. 03/2017 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umu. Rasio Pertumbuhan Penyediaan uang atau tagihan yang dapat Penyaluran dipersamakan dengan itu, berdasarkan Kredit (Y) meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga (Undang- Undang No 10. Tahun 1998 dan Yasa & Setyawan, 2. Rasio Sumber: Data Diolah Uji Heteroskesdastisitas Menurut Ghozali . 1, hlm. tujuan Uji Heteroskesdastisitas yaitu untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Pengujian ini menggunakan Uji Glejser yaitu meregresikan nilai absolut residual terhadap variabel independen. Uji Autokorelasi Menurut Ghozali . 1, hlm. tujuan Uji Autokorelasi untuk menguji apakah dalam model regresi linear adanya korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 . Jika adanya korelasi maka dapat disebut sebagai problem autokorelasi. Pada penelitian ini pengujian dilakukan dengan Uji Durbin Ae Watson (DW Tes. Analisis Regresi Linear Berganda Pada penelitian ini digunakan analisis regresi linear berganda dikarenakan apakah terdapat hubungan variabel dependen yang dipengaruhi oleh 2 . variabel independen. Menurut Sugiyono . 7, hlm. regresi analisis linear berganda yaitu sebagai berikut: ycUAo = yca yu1ycU1 yu2ycU2 Keterangan: Y = Nilai variabel dependen (Y) A = Konstanta, nilai Y apabila variabel X adalah nol 1 2 = Koefisien regresi multiple antara masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen X1 X2 = Nilai masing-masing variabel independen (X) Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 6 No. Desember 2021 e-ISSN 2527-8215 Analisis Koefisien Determinasi Menurut Sugiyono . 7, hlm. koefisien determinasi yaitu digunakan untuk mengetahui besarnya variabel independen mempengaruhi variabel dependen, rumus koefisien determinasi yaitu sebagai berikut: yaycc = yc2 ycu 100% Keterangan: Kd= Koefisien determinasi R = Nilai koefisien korelasi Analisis Korelasi Berganda Analisis koefisien korelasi yang didapatkan adalah berupa angka-angka yang menyatakan derajat hubungan atau kuat . hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Rumus korelasi product moment menurut Sugiyono . 7, hlm. yaitu sebagai berikut: Keterangan: Rxy = Koefisien r product moment r = Koefisien validitas item yang dicari x = Skor yang diperoleh dari subjek dalam tiap item y = Skor total instrumen n = Jumlah responden dalam uji instrumen EuX = Jumlah hasil pengamatan variabel X EuY = Jumlah hasil pengamatan variabel Y EuXY = Jumlah dari hasil kali pengamatan variabel X dan variabel Y EuX2 = Jumlah kuadrat pada masing-masing skor X EuY2 = Jumlah kuadrat pada masing-masing skor Y Uji Hipotesis Koefisien Regresi Secara Parsial . Uji Statistik-t ini digunakan untuk melihat secara individual . bagaimana pengaruh antara variabel dependen dengan independen. Cara yang digunakan untuk menguji hipotesis secara parsial: . Berdasarkan perbandingan thitung dan ttabel . Jika thitung > ttabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh antara masing-masing variabel X dengan variabel Y. Jika thitung < ttabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak ada pengaruh antara masing-masing variabel X dengan variabel Y . Berdasarkan nilai probabilitas, jika probabilitas > 0,05 maka Ho diterima, jika probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak. Koefisien Regresi Secara Simultan . Uji statistik-f ini digunakan untuk melihat secara bersama-sama . bagaimana pengaruh variabel dependen mempengaruhi variabel independen Cara yang digunakan untuk menguji hipotesis secara simultan: . Berdasarkan perbandingan Fhitung dan Ftabel . Jika FHitung < Ftabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak, berarti tidak terdapat pengaruh secara simultan. Jika FHitung > Ftabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti terdapat pengaruh secara simultan. Berdasarkan nilai probabilitas, jika probabilitas Fstatistik > 0,05 maka H0 diterima, jika probabilitas Fstatistik < 0,05 maka H0 ditolak. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Non Performing Loan (NPL) Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020 menunjukan bahwa ada beberapa bank yang memiliki rasio NPL diatas 5% atau melebihi batas yang telah ditentukan. Nilai terendah NPL pada tahun 2016-2018 berturut-turut yaitu Bank Nationalnobu sebesar 0,00%, 0,05%, dan 0,97%, lalu pada tahun 2019 yaitu Bank BTPN sebesar 0,80%, pada tahun 2020 yaitu Bank Capital Indonesia sebesar 0,00%. Adapun nilai NPL tertinggi pada tahun 2016 yaitu Bank of India Indonesia sebesar 15,82%, pada tahun 2017 yaitu Bank KB Bukopin sebesar 8,54%, pada tahun 2018 yaitu Bank Neo Commerce sebesar 15,75%, pada tahun 2019 yaitu Bank IBK Indonesia sebesar 11,68%, dan pada tahun 2020 yaitu Bank Panin Dubai Syariah 13,77%. Faktor atau alasan nilai NPLnya sangat tinggi disebabkan oleh semakin memburuknya kualitas kredit. Lalu untuk nilai terendah faktor yang menyebabkan karena perusahaan senantiasa Pengaruh Non-Performing Loan dan Capital Adequacy Ratio Terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit (Studi Kasus Pada Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016- 2. (Ashri Fakhira dan Purwant. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 melakukan pengelolaan dan pemantauan kualitas kredit sejak kredit disalurkan hingga pelunasannya, kemudian melakukan litigasi untuk debitur yang tidak kooperatif dengan perusahaan. Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020 menunjukan bahwa nilai CAR tidak ada yang dibawah <8%, atau sesuai ketentuan yang telah Nilai CAR terendah pada tahun 2016 yaitu Bank Mayapada Internasional sebesar 13,34%, pada tahun 2017-2019 berturut-turut yaitu Bank KB Bukopin sebesar 10,52%, 10,33%, 12,59%, dan pada tahun 2020 yaitu Bank JTrust Indonesia sebesar 11,59%. Adapun nilai CAR tertinggi pada tahun 2016-2018 berturut-turut yaitu Bank Oke Indonesia sebesar 77,76%, 98,28%, dan 72,05%, pada tahun 2019 yaitu Bank of India Indonesia sebesar 45,78%, dan pada tahun 2020 yaitu Bank Oke Indonesia sebesar 53,98%. Faktor atau alasan nilai CARnya sangat tinggi disebabkan oleh perusahaan selalu menjaga secara hati-hati dalam memitigasi tingkat risiko yang dihadapi, penerapan manajemen risiko yang efektif sehingga dapat mampu memelihara tingkat permodalan perusahaan. Lalu untuk nilai terendah faktor yang menyebabkan karena adanya peningkatan dalam menyalurkan kredit, sehingga rasio ATMRnya meningkat. Pertumbuhan Penyaluran Kredit Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020 menunjukan bahwa nilai Pertumbuhan Penyaluran Kredit terendah pada tahun 2016 yaitu Bank of India Indonesia sebesar -30,41%, pada tahun 2017 yaitu Bank QNB Indonesia sebesar -23,12%, pada tahun 2018 yaitu Bank Panin Dubai Syariah sebesar -53,51%, pada tahun 2019 yaitu Bank JTrust Indonesia sebesar -39,12%, dan pada tahun 2020 yaitu Bank Capital Indonesia sebesar -33,99%. Adapun nilai Pertumbuhan Penyaluran Kredit tertinggi pada tahun 2016 yaitu Bank Oke Indonesia sebesar 48,25%, pada tahun 2017 yaitu Bank Panin Dubai Syariah sebesar 64,57%, pada tahun 2018 yaitu Bank Nationalnobu sebesar 33,99%, pada tahun 2019-2020 berturut-turut yaitu Bank Oke Indonesia sebesar 162,83% dan 31,22%. Hasil Uji Analisis Statistik Deskriptif Pada penelitian ini terdapat 2 variabel independen yaitu Non Performing Loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR), serta variabel dependen yaitu Pertumbuhan Penyaluran Kredit. Sampel pada penelitian ini sebanyak 155 data, tetapi ditemukannya 30 data outliers sehingga sampel data pada penelitian ini menjadi 125 Hasil Uji Asumsi Klasik Hasil Uji Normalitas Data Pengujian yang dilakukan pada uji normalitas data dengan menggunakan pengujian Kolmogorov Smirnov. Berikut hasil dari uji normalitas data: Sumber: Hasil Output SPSS 26 Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 7 No. Desember 2022 e-ISSN 2527-8215 Hasil dari uji One-Sample Kolmogorov-Smirnov menunjukan hasil dari signifikan sebesar 0,200 yang dimana lebih besar dari 0,05 yang artinya data penelitian berdistribusi normal. Hasil Uji Multikolinearitas Adanya multikolinearitas ini yaitu jika nilai tolerance O 0,10 atau sama halnya dengan nilai VIF Ou 10. Adapun hasil dari uji multikolinearitas pada penelitian ini yaitu: Hasil pengujian multikolinearitas menunjukan bahwa nilai tolerance variabel NPL dan CAR Ou 0,10, sedangkan untuk nilai VIF O 10 menunjukan bahwa dari dua variabel independen ini tidak ada hubungan korelasi antar satu sama lain atau tidak terjadinya multikolinearitas. Hasil Uji Heteroskesdastisitas Pada pengujian ini dilakukan dengan menggunakan Uji Glejser. Berikut hasil dari pengujian Heteroskesdastisitas: Hasil uji autokorelasi menunjukan bahwa Durbin-Watson sebesar 1,848. Selanjutnya nilai Durbin Watson tersebut dibandingkan dengan nilai kritisnya yaitu dL dan dU. Untuk melihat tabel Durbin Watson didapatkan n=125 . k=2. Dimana n . otal observas. sebanyak 125, kemudian k . umlah variabel independe. sebanyak 2, maka diperoleh nilai dL 1,6757 dan dU 1,7406. Syarat apakah terdapat autokorelasi pada penelitian ini dengan mengikuti formula dU < d < 4-dU. Perhitungan 4-dU yaitu 4 - 1,7406 = 2,259. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1. 7406 < 1,848 < 2,259, yang artinya tidak ada autokorelasi positif atau negatif antar variabel bebas pada penelitian ini. Hasil Uji Analisis Linear Berganda Dependent Variable: PERTUMBUHAN PENYALURAN KREDIT (Y) Sumber: Hasil Output SPSS 26 Hasil pengujian analisis regresi linear berganda dapat dirumuskan persamaan yaitu sebagai berikut: yeA = ya,yayaye Ae ya,yaycyeycya Ae ya,yeyiyiycya Hasil dari perumusan diatas maka dapat diinterpretasikan sebagai berikut: . Dari hasil pengujian analisis linear berganda diatas, didapatkan nilai konstanta sebesar 0,205 hal ini menunjukkan bahwa jika nilai dari Non Performing Loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah 0, maka Pertumbuhan Penyaluran Pengaruh Non-Performing Loan dan Capital Adequacy Ratio Terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit (Studi Kasus Pada Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016- 2. (Ashri Fakhira dan Purwant. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Kredit bernilai 0,205. Nilai koefisien regresi Non Performing Loan (NPL) sebesar -2,035. Jika koefisien regresi bernilai negatif maka menunjukan hubungan yang bertolak belakang. Artinya jika Non Performing Loan (NPL) mengalami penurunan maka Pertumbuhan Penyaluran Kredit mengalami peningkatan sebesar 2,035. Nilai koefisien regresi Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar -0,466. Jika koefisien regresi bernilai negatif maka menunjukan hubungan yang bertolak belakang. Artinya jika Non Performing Loan (NPL) mengalami penurunan maka Pertumbuhan Penyaluran Kredit mengalami peningkatan sebesar 0,466. Hasil Uji Koefisien Determinasi Pengujian tahap selanjutnya yaitu uji koefisien determinasi, tujuannya yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu Non Performing Loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap variabel terikat yaitu Pertumbuhan Penyaluran Kredit. Hasil dari pengujian koefisien determinasi yaitu sebagai Hasil menunjukan bahwa koefisien determinasi yang digunakan yaitu R Square dikarenakan terdapat 2 variabel independen pada penelitian ini, sehingga nilai R Square sebesar 0,067 atau 6,7%. Sehingga nilai Pertumbuhan Penyaluran Kredit yang dipengaruhi oleh Non Performing Loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 0,067 atau 6,7% sedangkan sisanya 93,3% . %-6,7%) dipengaruhi oleh variabel independen lainnya yang tidak diamati dalam penelitian ini. Hasil Uji Koefisien Korelasi Berganda Analisis korelasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu mencari nilai r dengan korelasi Pearson Product Moment. Hasil dari pengujian koefisien korelasi yaitu sebagai berikut: Hasil dari interpretasi yaitu sebagai berikut: . Nilai koefisien korelasi antara Non Performing Loan (NPL) terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit sebesar -0,190. Nilai tersebut menyatakan bahwa hubungan antara Non Performing Loan (NPL) terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit sangat rendah karena nilai r berada di antara interval koefisien 0,00 Ae 0,199. Jika nilai korelasi bernilai negatif maka menunjukan hubungan yang bertolak belakang. Artinya jika Non Performing Loan (NPL) mengalami penurunan maka Pertumbuhan Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 7 No. Desember 2022 e-ISSN 2527-8215 Penyaluran Kredit mengalami peningkatan. Nilai koefisien korelasi antara Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit sebesar -0,084. Nilai tersebut menyatakan bahwa hubungan antara Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit sangat rendah karena nilai r berada di antara interval koefisien 0,00 Ae 0,199. Jika nilai korelasi bernilai negatif maka menunjukan hubungan yang bertolak belakang. Artinya jika Non Performing Loan (NPL) mengalami penurunan maka Pertumbuhan Penyaluran Kredit mengalami peningkatan. Hasil Uji Hipotesis Hasil Uji Hipotesis Secara Parsial (Uji . Hasil dari pengujian hipotesis secara parsial yaitu sebagai berikut: Pengujian hipotesis secara simultan atau uji f menunjukan bahwa nilai Fhitung sebesar 4,410 > 3,07 (Fhitung > Ftabe. sedangkan untuk nilai signifikan sebesar 0,014 O 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh signifikan secara bersama-sama atau simultan antara Non Performing Loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit. Pengaruh Non Performing Loan terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit Apabila Non Performing Loan (NPL) meningkat bank harus memiliki cadangan yang besar. Sebaliknya jika Non Performing Loan (NPL) menurun atau berada di bawah batas yang ditentukan, cadangan yang sebelumnya sudah dibentuk dapat disalurkan untuk penyaluran kredit kepada nasabah. Lalu ada teori yaitu Commercial Loan Theory yang dimana bank dalam menyalurkan kreditnya harus dicairkan dengan sendirinya dengan surat dagang jangka pendek (Self liquiditin. Self liquiditing sendiri merupakan kredit yang sudah disalurkan harus dibayar Dapat disimpulkan bahwa jika Non Performing Loan (NPL) terus meningkat menandakan Pertumbuhan Penyaluran Kredit menurun, begitupun sebaliknya jika Non Performing Loan (NPL) menurun maka Pertumbuhan Penyaluran Kredit akan meningkat. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial . didapatkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima sehingga terdapat pengaruh negatif dan signifikan secara parsial antara Non Performing Loan (NPL) terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit. Hal ini sejalan dengan penelitian Darmawan, dkk . Amelia & Murtiasih . , dan Putri & Akmalia . yang menyatakan bahwa Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penyaluran kredit. Pengaruh Capital Adequacy Ratio terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit Bank dalam menyalurkan kredit tentunya didalamnya ada risiko kredit yaitu tidak tertagihnya kredit yang sudah disalurkan kepada masyarakat. Semakin besar kredit yang diberikan maka risiko kreditnya pun akan meningkat, hal tersebut akan terjadi pada nilai ATMR yang menjadi naik atau besar, karena nilai pembilang dari CAR tersebut yaitu ATMR akan besar, sehingga nilai CAR akan semakin kecil. Sebaliknya jika ATMRnya kecil maka CAR bank tersebut akan naik atau besar. Nilai ATMR yang tinggi menunjukan bahwa bank menyalurkan kreditnya itu banyak sehingga risiko kredit bank tersebut menjadi meningkat. Teori ini sesuai dengan penelitian Kurniati, dkk . yang dimana menyebutkan CAR yang kecil disebabkan oleh nilai ATMR yang besar. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial . didapatkan H0 ditolak dan Ha diterima sehingga terdapat pengaruh negatif dan signifikan secara parsial antara Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Darmawan, dkk . dan (Rizki Amalia, 2. mengatakan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh negatif secara parsial terhadap penyaluran kredit. Tetapi tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Amelia & Murtiasih . dan Hasanah & Busneti . menyatakan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyaluran kredit. Pengaruh Non-Performing Loan dan Capital Adequacy Ratio Terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit (Studi Kasus Pada Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016- 2. (Ashri Fakhira dan Purwant. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis e-ISSN 2527-8215 Pengaruh Non Performing Loan dan Capital Adequacy Ratio terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit Berdasarkan hasil dari pengujian hipotesis secara simultan . didapatkan H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh signifikan secara bersama-sama atau simultan antara Non Performing Loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit. maka H0 ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh signifikan secara bersama-sama atau simultan antara Non Performing Loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit. PENUTUP Berdasarkan identifikasi masalah, hasil dari penelitian, serta pembahasan mengenai Non Performing Loan dan Capital Adequacy Ratio terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit pada Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020 pada bab sebelumnya, maka penulis menarik kesimpulan yaitu sebagai berikut: . Non Performing Loan (NPL) pada Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020 menunjukan per tahunnya mengalami fluktuatif cenderung turun, sehingga NPL pada tahun 2016 sampai tahun 2020 dikatakan sehat, karena dibawah 5% atau dibawah batas yang telah ditentukan, dengan nilai tertinggi sebesar 15,82% dan nilai terendah sebesar 0,00%. Capital Adequacy Ratio (CAR) pada Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020 menunjukan per tahunnya mengalami fluktuatif cenderung naik, sehingga CAR pada tahun 2016 sampai tahun 2020 dikatakan sehat, karena diatas 8% atau diatas batas yang telah ditentukan, dengan nilai tertinggi sebesar 98,28% dan nilai terendah sebesar 10,33%. Pertumbuhan Penyaluran Kredit pada Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020 menunjukan nilai rata- rata per tahunnya mengalami fluktuatif yaitu cenderung naik, dengan nilai tertinggi sebesar 162,83%, dan nilai terendah sebesar 53,51%. Secara parsial Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit. Lalu secara parsial Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh negatif dan signifikan pula terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit pada Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020. Kemudian secara simultan Non Performing Loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit pada Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020. Adapun keterbatasan pada penelitian ini yaitu sebagai berikut: . Periode penelitian yang digunakan pada penelitian ini terhitung hanya dari 2016-2020. Variabel bebas . pada penelitian ini terbatas hanya dua variabel bebas yaitu Non Performing Loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio (CAR), masih banyak variabel bebas lainnya yang dapat dijadikan untuk penelitian selanjutnya yang dapat mempengaruhi Pertumbuhan Penyaluran Kredit. Adapun beberapan saran yaitu sebagai berikut: . Bagi Peneliti Selanjutnya, diharapkan menambah variabel independen lainnya seperti Loan to Deposit Ratio. Dana Pihak Ketiga. Net Interest Margin. BI Rate, dan lain-lain yang dapat mempengaruhi Pertumbuhan Penyaluran Kredit. Bagi Bank Umum Swasta Nasional, diharapkan bank dapat mampu menyalurkan kreditnya secara optimal dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Kemudian untuk nilai NPL yang tinggi atau yang lebih dari batas yang ditentukan yaitu >5% diharapkan bank lebih mengedepankan aspek kehatihatian, pemberian kredit yang lebih selektif lagi, pendeteksian kredit sedini mungkin, melakukan penyelamatan kredit bermasalah bagi debitur yang sudah tidak dapat membayar kembali yaitu dengan menjual/melelang Kemudian untuk nilai CAR yang rendah hal yang harus dilakukan yaitu dengan cara modal yang ada pada bank tersebut harus meningkat, yaitu menjual saham baru pada bursa efek sehingga, modalnya lebih tinggi dibandingkan dengan ATMR. Bagi Investor, yang akan berinvestasi di pasar modal khususnya sektor perbankan dapat melihat kinerja keuangan perusahaan dengan memperhatikan rasio-rasio keuangan. DAFTAR RUJUKAN Amelia. , & Murtiasih. Analisis Pengaruh DPK. LDR. NPL dan CAR Terhadap Jumlah Penyaluran Kredit pada PT. Bank QNB Indonesia. Tbk Periode 2005 - 2014. Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis, 22. Bank Indonesia. Kodifikasi Penilaian Tingkat Kesehatan Bank. Darmawan. Wahyuni. , & Atmadja. Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR). Non Performing Loan (NPL). Produk Domestik Bruto (PDB), dan Return on Asset (ROA) terhadap Penyaluran Kredit Perbankan (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Periode 2013 - 2015. S1 Ak Universitas Pendidikan Ganesha, 1. ISSN: 2460-0585. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBMM SPSS 26 . Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Gurley. , & Shaw. Financial Intermediaries and the Saving-Investment Process. The Journal of Finance, 11. , 257Ae276. https://doi. org/10. 2307/2976705 Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 7 No. Desember 2022 e-ISSN 2527-8215 Hasanah. , & Busneti. Pengaruh Kinerja Perbankan Terhadap Jumlah Penyaluran Kredit Atau Pembiayaan Pada Bank Konvensional Dan Syariah. Media Ekonomi, 24. , 101. https://doi. org/10. 25105/me. Hery. Analisis Laporan Keuangan (Integrate. Jakarta: PT Grasindo. Tersedia dari: Gramedia Digital. Hery. Manajemen Perbankan. Jakarta: PT Grasindo. Hery. Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta: PT Grasindo. Indonesia. Bisnis Kredit Perbankan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Jensen. , & Meckling. Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership Journal of Financial Economics, 3. , 305Ae360. https://doi. org/10. 1016/0304-405X. 90026X Kurniati. Pengaruh NPL. CAR. ROA dan BI Rate terhadap Penyaluran Kredit pada Bank Umum yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2016. MEDIKONIS: Jurnal Media Komunikasi dan Bisnis https://tambara. e-journal. id/medikonis/index, 11. , 71Ae84. Melinda. Velicia. Lau. , & Khairani. Pengaruh Dana Pihak Ketiga. Capital Adequacy Ratio. Non Performing Loan Dan Tingkat Suku Bunga terhadap Penyaluran Kredit Bank Umum yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21. , 34. https://doi. org/10. 33087/jiubj. Novellno. Imbas Corona. Kredit Bank Turun 2,41 Persen pada 2020. CNN Indonesia. https://w. com/ekonomi/20210115214028-78-594443/imbas-corona-kredit-bank-turun241-persen-pada-2020 OJK. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No 15/POJK. 03/2017. Otoritas Jasa Keuangan, 7. https://w. id/id/kanal/perbankan/regulasi/peraturan-ojk/Documents/Pages/POJK-tentangPenetapan-Status-dan-Tindak-Lanjut-Pengawasan-Bank-Umum/SAL POJK 15 Exit Policy Bank Umum. Okezone, . Penyebab Pertumbuhan Kredit Perbankan Kian Loyo. https://economy. com/read/2020/09/28/320/2284871/3-penyebab-pertumbuhan-kreditperbankan- kian-loyo Otoritas Jasa Keuangan. POJK No. 6/POJK. 03/2016. Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank, 1Ae29. Otoritas Jasa Keuangan. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/SEOJK. 03/2017 Tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan, 33. Putri. &, & Akmalia. Pengaruh CAR. NPL. ROA dan LDR Terhadap Penyaluran Kredit Pada Perbankan. Journal Balance. Xi. , 82Ae93. ISSN Print: 1693-9352, e-ISSN: 2614-820X. Rizki Amalia. Analisis Pengaruh Variabel Internal Bank Dan Kebijakan Moneter Terhadap Penyaluran Kredit Perbankan Pada Busn Devisa Dan Busn Non Devisa Periode Tahun 2012-2016. Jurnal Ilmu Manajemen (JIM), 6. , 515Ae530. Spence. Job Market Signaling. The Quarterly Journal of Economics, 87. , 355Ae374. https://doi. org/10. 2307/1882010 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Penerbit Alfabeta. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Edisi Ked. Bandung: Alfabeta. UU RI. 10 T. Undang-Undang RI No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Lembaran Negara Republik Indonesia, 182. http://w. id/data/documents/98uu010. Yasa. , & Setyawan. Pengaruh Pertumbuhan Aktiva Produktif Dan Dana Pihak Ketiga Pada Kinerja Operasional Lembaga Perkreditan Desa Di Kabupaten Tabanan. Pengaruh Non-Performing Loan dan Capital Adequacy Ratio Terhadap Pertumbuhan Penyaluran Kredit (Studi Kasus Pada Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016- 2. (Ashri Fakhira dan Purwant.