PUBLICIANA VOLUME Ae NO Ae HAL 1 Ae 48 ISSN : 1979 Ae 0295 | E-ISSN : 2502 Ae 7336 | DOI : https://doi. org/10. Analisis Pengaruh Globalisasi Dan Perubahan Iklim Terhadap Perekonomian Indonesia Yang Berkelanjutan Analysis of the Effects of Globalization and Climate Change on a Sustainable Indonesian Economy Muhammad Rafly, 2Asril Maulana, 3Dimasya Deskar, 4Ariq Fadhlur Rahman, 5Ibnu Fadhil Ramadhan, 6Attala Adha, 7Vickie Devon Attala Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Jakarta. Indonesia Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Jakarta. Indonesia Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Jakarta. Indonesia Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Jakarta. Indonesia Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Jakarta. Indonesia Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Jakarta. Indonesia Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. Jakarta. Indonesia 2010115043@mahasiswa. id 22010115047@mahasiswa. 2010115059@mahasiswa. id 42010115061@mahasiswa. 2010115074@mahasiswa. id 62010115076@mahasiswa. 2010115077@mahasiswa. ABSTRAK Perubahan iklim merupakan salah satu fenomena lingkungan yang mengkhawatirkan pada skala Internasional hingga hari ini. Karena perubahan iklim tidak hanya mempengaruhi suhu bumi, suhu yang tidak hanya mempengaruhi sistem biologis, tetapi juga memberi mempengaruhi kondisi sosial masyarakat. Pada era globalisasi ini yang dimana persaingan di dalam macam-macam bidang terutama yang berdekatan tentang ekonomi sangatlah kompetitif, salah satunya pada bidang perdagangan serta usaha (Rudy, 2003: . Pada sektor ekonomi, pengaruh utama globalisasi ialah meningginya arus informasi, uang serta barang yang melalui perusahaan-perusahaan multinasional. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan merupakan jenis metode penelitian kualitatif. Pada penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan. Globalisasi dan perubahan iklim yang terjadi sangat mempengaruhi keadaan perekonomian di suatu negara khususnya Indonesia, karena diakibatkan berbagai faktor globalisasi dan isu lingkungan atau perubahan iklim akan menimbulkan efek positf maupun negatif terhadap perekonomian. Maka dari itu selain negara harus terus membangun ekonomi agar lebih baik, ada juga faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam prosesnya. Kata Kunci: Globalisasi. Perubahan Iklim. Perekonomian. Indonesia ABSTRACT Climate change is one of the environmental phenomena that is burning on an international scale to this day. Because climate change does not only affect the earth's temperature, temperature not only affects biological systems, but also affects the social conditions of In this era of globalization where competition in various fields especially those in contact with the economy is very competitive, especially in the fields of business and trade (Rudy, 2003: . In the economic field, the main driver of globalization is the increasing flow of information, money and goods through multinational corporations. The research method used in this study is a type of qualitative research method. In this study used data collection techniques in the form of literature studies. Globalization and climate change that occur greatly affect the state of the economy in a country, especially Indonesia, because various Vol. 16 (No. tahun 2023 Muhammad Rafly, 2Asril Maulana, 3Dimasya Deskar, 4Ariq Fadhlur Rahman, 5Ibnu Fadhil Ramadhan, 6Attala Adha, 7Vickie Devon Attala Analisis Pengaruh Globalisasi Dan Perubahan Iklim Terhadap Perekonomian Indonesia Yang Berkelanjutan factors of globalization and environmental issues or climate change will cause positive or negative effects on the economy. Therefore, apart from the fact that the state must continue to develop the economy to make it better, there are also factors that must be considered in the Keywords: Globalization. Climate change. Economy. Indonesian PENDAHULUAN Perubahan iklim merupakan salah satu fenomena lingkungan yang mengkhawatirkan internasional hari ini. Karena perubahan iklim tidak hanya mempengaruhi suhu bumi, suhu yang tidak hanya mempengaruhi sistem biologis, tetapi juga memberi mempengaruhi kondisi sosial masyarakat. Berdampak pada kondisi sosial masyarakat ini karena perubahan iklim, yang juga mengurangi intensitas curah hujan di beberapa daerah mempengaruhi akses terhadap air bersih, kesehatan dan gizi. Memengaruhi hal ini tentu saja menjadi ancaman, terutama bagi negara-negara ketergantungan untuk ekonomi pertanian. Kecuali bahwa perubahan iklim juga menyebabkan krisis lingkungan yang mempengaruhi keamanan Meskipun ini tentang perubahan Namun, iklim dan lingkungan semakin banyak dibicarakan di forum internasional Tidak mudah untuk mencapai koordinasi yang baik dalam pengambilan keputusan yang relevan menanggapi ancaman perubahan iklim. Ini karena negara-negara pada umumnya memenuhi prioritas pembangunan seperti pertumbuhan ekonomi yang penting umumnya bertentangan dengan perlindungan lingkungan. Globalisasi merupakan trend perkembangan modern yang berdampak pada munculnya berbagai peluang perubahan di dunia. Tidak ada negara yang dapat mengabaikan perkembangan, bahkan jika globalisasi memiliki berbagai efek pada kehidupan. Era globalisasi saat ini merupakan realita yang harus dihadapi oleh setiap negara, termasuk negara kita yaitu Indonesia. Pengaruh globalisasi bisa menghilangkan aneka macam halangan dan rintangan yg membuahkan global semakin terbuka dan saling bergantung satu sama lain. Oleh karenanya krusial buat mengetahui seberapa pengaruh kah globalisasi pada bidang ekonomi terhadap perkembangan ekonomi suatu negara khususnya Indonesia, pada mana hanya negara yg mempunyai daya saing yang tinggi menggunakan sistem kerja yang efisien, yang akan sanggup memanfaatkan peluang globalisasi ekonomi seoptimal mungkin. Globalisasi ekonomi bukanlah fenomena baru dalam sejarah peradaban dunia. Lebih dari lima abad yang lalu, perusahaan dari negara dengan ekonomi maju memperluas jangkauan mereka melalui produksi dan perdagangan ke berbagai belahan dunia. (Martin, 2002 : . Seiring dengan perkembangan tersebut, fenomena globalisasi dipandang sebagai gelombang masa depan, terutama sejak zaman modern. Globalisasi terjadi di semua bidang kehidupan seperti ekonomi, sosial budaya, politik, ilmu pengetahuan, teknologi, hukum dll. Di era globalisasi ini dimana persaingan sangat kompetitif di berbagai bidang, terutama yang bersentuhan dengan ekonomi, khususnya di bidang ekonomi dan bisnis. (Rudy, 2003 : . bidang ekonomi, faktor utama pendorong gobalisasi ialah meningkat jalannya informasi, uang dan barang melalui perusahaan multinasional. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis metode penelitian Metode penelitian kualitatif adalah metode yang berlandaskan pada filsafat postpositivismei yang digunakan untuk meneliti kondisi objek yang bersifat alamiah, dimana peneliti berperan sebagai instrumen kunci dan teknik pengumpulan data dilakukan secara tringulasi . , analisis data bersifat induktif atau kualitatif, sehingga hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dibanding dengan generalisasi. Vol. 16 (No. PUBLICIANA VOLUME Ae NO Ae HAL A - A ISSN : 1979 Ae 0295 | E-ISSN : 2502 Ae 7336 | DOI : https://doi. org/10. Pada penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan. Menurut Nazir dalam bukunya Metode Penelitian, mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan melakukan studi penelitian terhadap literatur-literatur, buku-buku, catatan-catatan, hingga suatu laporan yang ada korelasinya dengan suatu permasalahan yang akan dipecahkan. Sebagai suatu teknik yang digunakan untuk memperoleh data yang bersifat teoretis, teknik studi pustaka dilakukan dengan cara membaca dan mengkaji buku dan sumber-sumber tertulis lainnya yang memiliki relasi dengan permasalahan yang diteliti, sehingga diperoleh hasil pembahasan yang sesuai dengan judul penelitian. Dalam penelitian yang bersifat kualitatif, peneliti diharuskan memahami subjek dari kerangka pikir yang telah dirumuskan. Adapun subjek penelitian ini yakni berupa kajian dari berbagai literatur terkait untuk mengetahui adanya hubungan maupun pengaruh dari berbagai variabel yang diteliti yaitu globalisasi, perubahan iklim, dan perekonomian Indonesia. Riset kualitatif dilakukan dengan memproses pencarian suatu gambaran data berdasarkan konteks kejadiannya langsung, guna memberikan gambaran kejadian yang senyata mungkin, dan melibatkan sudut pandang peneliti yang partisipatif di dalam setiap kejadiannya, serta menggunakan metode induksi dalam menjelaskan gambaran fenomena yang diobservasinya (Gorman dan Clayton, 1997:. Tujuan akhir dari tulisan kualitatif adalah dengan memahami tujuan penelitian dari perspektif kejadian yang ada. Sehingga hasil akhir dari penelitian kualitatif, tidak hanya menghasilkan pembahasan yang tidak dapat diketahui melalui penelitian kuantitatif, namun juga harus dapat menghasilkan pembahasan yang memiliki makna, bahkan suatu hipotesis maupun ilmu yang baru dapat digunakan untuk membantu memahami dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang baru bahkan rumit yang belum pernah ada. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Globalisasi Ekonomi Secara Global Pengaruh-pengaruh globalisasi bisa dilihat dari kondisi pemasaran produk dan jasa yang sudah masuk ke berbagai belahan dunia. Sejarah membuktikan sejak 2000 tahun sebelumnya,dari wilayah xian ke roma sampai lautan di antara imperium romawi dan india saling berhubungan yang dikenal dengan the slik road. Pada tahun 1960an berbagai perusahaan raksasa yang berasal dari amerika serikat sedikit demi sedikit berdatangan yang mempunyai dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi. Lalu di tahun 1980an adanya ekspansi dari perusahaan-perusahaan eropa dan jepang yang menyebabkan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di dunia. Pada tahun 1990 terbit istilah the super power market sampai saat ini di negara cina dan india. Kondisi seperti itu menyebabkan terbukanya persaingan antara kekuatan ekonomi di dunia dan bahkan kompetisi di pasar sudah menyentuh pada pasar potensial baik di asia maupun eropa. Negara indonesia memulai langkah liberalisasi industri perbankan di tahun 1983 yang dimana pemerintah memakai istilah deregulasi supaya terkesan halus dan agar diterima masyarakat dengan baik. Tetapi jika pemerintah negara indonesia menerapkan deregulasi pada masa sekarang mungkin pemerintah akan sulit mengelak untuk menghindari kata Karena,mereka membuka lebar peluang-peluang untuk menjalankan bisnis di indonesia bagi investor luar. Bahkan bisa dikatakan saat ini kata liberalisasi sudah diperbolehkan atau sangat lazim digunakan. Sampai seterusnya pemerintah akan terus membuka akses baru dan akses yang sudah ada akan diperluas pada investor-investor luar di berbagai sektor yang akan membuat dominasi investasi asing di indonesia. Pengaruh Globalisasi Terhadap Pembangunan Hukum Bidang Ekonomi di Indonesia Vol. 16 (No. tahun 2023 Muhammad Rafly, 2Asril Maulana, 3Dimasya Deskar, 4Ariq Fadhlur Rahman, 5Ibnu Fadhil Ramadhan, 6Attala Adha, 7Vickie Devon Attala Analisis Pengaruh Globalisasi Dan Perubahan Iklim Terhadap Perekonomian Indonesia Yang Berkelanjutan Globalisasi hukum akan membuat peraturan-peraturan baru yang akan diterapkan pada negara berkembang khususnya pada bidang investasi maupun perdagangan jasa dan dibidang ekonomi lainnya yang berkaca pada negara maju. Di setiap negara hal tersebut tidak menjamin dimana peraturan tersebut akan memiliki hasil yang sama dengan negara maju. Karena adanya perbedaan yaitu sistem politiknya,ekonominya,dan kebudayaannya yang menyebabkan tidak bisa menjamin hal yang sama terjadi. Untuk menghadapi hal seperti itu diperlukan check and balance untuk berjalannya suatu negara. Untuk terwujudnya check and balance tersebut di sebuah negara diperlukan parlemen yang sangat kuat,pengadilan yang mandiri,dan partisipasi masyarakat di lembagalembaga kemasyarakatan di negara tersebut. Disebutkan bahwa adanya keuntungan ekonomi untuk setiap partisipasi dan juga mengurangi kesenjangan antar negara didalam perdagangan Dan yang memberikan peningkatan pada pertumbuhan ekonomi yang diterapkan melalui standar kehidupan dengan cara free trade. Dan yang harus kita semua pahami fenomena perdagangan bebas ini adalah bagian skenario global. Dan tidak bisa dipungkiri hakikat globalisasi ini adalah gerakan untuk memperluas pasar. Dan berdasarkan hukum persaingan dimana akan muncul pihak yang menang dan kalah yang dimana justru membuat semakin senjang antara negara maju dan negara yang berkaca pada negara maju. Memang strategi seperti ini sangat tentu sangat dibutuhkan di indonesia karena indonesia berkonteks negara kesatuan dan rakyat indonesia juga bagian dari masyarakat internasional yang ikut berperan di dalam perdagangan bebas. Dan ada juga strategi pembangunan dimana harus berpatok pada nilai pancasila dimana tertulis dalam konstitusi NKRI tahun 1945 yang wajib dituju bagi kesejahteraan rakyat indonesia. Lalu bila hukum ada yang diperpaharui itu memiliki arti untuk menyusun tatanan hukum untuk menyesuaikan dengan kondisi perubahan masyarakat. Maka dari itu pembangunan hukum bukan hanya tertuju dengan aturan hukum tetapi juga pada struktur hukum dan budaya masyarakat. Pengaruh Globalisasi Ekonomi terhadap Perekonomian Indonesia Sebagai bagian dari dunia, negara Indonesia masih tak mampu untuk menghindari pengaruh globalisasi ekonomi. Di indonesia, setidaknya ada empat sektor yang terdampak langsung oleh globalisasi ekonomi, yaitu kerja, investasi, ekspor, dan impor. Dampak yang dirasakan tersebut pun bisa bersifat positif juga bisa bersifat negatif. Selain keempat sektor tersebut, globalisasi juga dapat mengubah perilaku para aktor ekonomi terhadap proses Penggunaan faktor produksi dengan lebih efisien dan intensif adalah efek dari perubahan tersebut. Dampak positif dari globalisasi ekonomi yang terjadi di Indonesia adalah meningkatnya frekuensi investasi dan perdagangan, serta semakin kompetitifnya industri di tingkat nasional. Seperti dua sisi mata uang, pengaruh negatif juga harus ditanggung. Industri dalam negeri yang semakin penuh persaingan telah mengakibatkan rusaknya kenyamanan Dari berbagai sudut, globalisasi ekonomi telah menyebabkan banyak sektor ekonomi tradisional ditinggalkan oleh masyarakat. Mereka sibuk migrasi ke sektor ekonomi yang lebih modern. Yang mengakibatkan banyak pasar tradisional kini menjadi lebih tenang. Globalisasi ekonomi memang merupakan suatu keniscayaan dan fenomena yang tidak dapat dihindari, hal ini merupakan konsekuensi sebagai warga dunia. Namun, harus kita ingat bahwa Indonesia juga memiliki akar budaya luhur yang tidak boleh ditinggalkan. Berwawasan global dan mengikuti perkembangan memang penting dan bahkan menjadi kebutuhan, namun kearifan lokal juga harus dijunjung tinggi. Sekali lagi penting untuk mengglobal dan berkembang untuk menunjukkan eksistensi kita sebagai warga dunia, namun jangan sampai jati diri kita sebagai bangsa Indonesia terkikis atau bahkan hilang karenanya. Pengaruh Isu Lingkungan terhadap Ekonomi Vol. 16 (No. PUBLICIANA VOLUME Ae NO Ae HAL A - A ISSN : 1979 Ae 0295 | E-ISSN : 2502 Ae 7336 | DOI : https://doi. org/10. Degradasi lingkungan sudah jadi permasalahan berarti diberbagai penjuru daerah di Indonesia. Timbulnya kepedulian publik atas permasalahan lingkunga sudah merangsang upaya buat menguasai lebih jelas serta mulai mengambil langkah dan alibi sesungguhnya tentang permasalahan ataupun karena akibat dari degradasi lingkungan. Permasalahan berarti dalam pembangunan ekonomi merupakan gimana mengalami trade-off antara pembangunan dengan upaya pelestarian lingkungan (Drews&. Bergh, 2. Pembangunan yang tidak mencermati dua aspek tersebut hendak menyebabkan permasalahan kedepannya. Singkatnya, pembangunan ekonomi yang seakan-akan hanyaa merujuk kepada suatu keuntungan tanpa memikirkan keberlangsungan alam dan sekitarnya. akibat negatifnya tidak untuk alam saja melainkan pada manusia pula. Eksternalitas lingkungan Kehancuran ini dalam Ilmu Ekonomi diakibatkan oleh aktivitas manusia, khususnya diucap eksternalitas. Kerugian ataupun keuntungan yang derita ataupun dinikmati sikap ekonomi sebab aksi pelakon ekonomi lain diucap eksternalitas. Eksternalitas mencuat kala sebagian aktivitas dari produsen serta konsumen mempunyai pengaruh yang tidak langsung serta eksternalitas yang mencuat dapat positif ataupun negatif. Eksternalitas positif terjalin kala aktivitas yang dicoba oleh seorang maupun kelompok membagikan khasiat pada orang ataupun kelompok lain (Sankar, 2. Sebaliknya eksternalitas negatif terjalin kala proses pabrik pada sesuatu daerah memunculkan akibat negatif semacam membuang limbah ke sungai yang berdampak pada pencemaran air ataupun memunculkan polusi cuaca sampai terjalin pencemaran lingkungan. Lingkungan ekonomi merupakan keadaan ekonomi di Negeri tempat organisasi internasional beroperasi. Keadaan ekonomi mempunyai akibat yang kokoh terhadap kinerja dari tiap bisnis sebab bisa pengaruhi pemasukan ataupun beban dari bisnis tersebut. Kala perekonomian kokoh, tingkatan lapangan kerja besar, serta kompensasi yang dibayarkan karyawan pun jugs besar. Oleh sebab itu, setiap orang mempunyai pemasukan yang relative baik dalam keadaan ini, mereka membeli beberapa besar produk. Industri yang menciptakan bahan- bahan ini mendapatkan khasiat dari besarnya permintaan. Industri mempekerjakan banyak karyawan buat membenarkan kalau industri bisa menciptakan produk dalam jumlah yang memadai guna penuhi permintaan. Industri pula bisa membayarkan upah yang besar kepada karyawan. Kala perekonomian melemah, industri lebih memilih untuk memberhentikan sebagian karyawannya serta tidak sanggup membayar upah yang cukup besar. Sebab orang mempunyai pemasukan yang relatifirendah dalam keadaan ini, hingga mereka membeli produk dengan jumlah yang sedikit. Industri yang menciptakan bahan- bahan ini sangat terpukul sebab industri tidak bisa menjual segala produk yang dihasilkannya. Konsekuensinya industri bisa jadi lebih memilih untuk memberhentikan sebagian karyawan. Dalam keadaan ini, sebagian industri hadapi kegagalan, serta segala karyawannya kehabisan pekerjaan sehingga membuat tingkatan penggangguran bertambah. Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi Pembangunan serta perkembangan ekonomi tanpa mengganggu lingkungan yang berkepanjangan tidak cuma didukung oleh aspek fisik saja namun lingkungan sosial yang bisa membagikan mungkin dukungan kehidupan yang akan tiba. Kalau perkembangan ekonomi di masa yang akan tiba wajib berkepanjangan ialah beroperasi dalam batasan yang bisa diperkenankan serta tidak melampaui batasan keahlian bumi. Sebagaimana 2 jenis penentu keterbatasan perkembangan di bumi ialah fisik yang mendorong psikologi serta aktivitas industri yang berbentuk. makanan, bahan baku, bahan bakar, bahan pembangkit tenaga serta sistem ekologi bumi yang bisa meresap limbah dan daur ulang bahan kimia yang baik. Sesuai dengan prinsip sinergi. Indonesia mengadopsi SDGs dalam RPJMN-N: Ekonomi, sosial, dan wilayah 3 pilar pembangunan berkelanjutan yang diwakilkam konstitusi yang selaras dan Vol. 16 (No. tahun 2023 Muhammad Rafly, 2Asril Maulana, 3Dimasya Deskar, 4Ariq Fadhlur Rahman, 5Ibnu Fadhil Ramadhan, 6Attala Adha, 7Vickie Devon Attala Analisis Pengaruh Globalisasi Dan Perubahan Iklim Terhadap Perekonomian Indonesia Yang Berkelanjutan AuKeseimbanganAy ini belum terwujud meski sudah 4 dasawarsa pembangunan ekonomi global dan lebih dari 70 tahun kemerdekaan Indonesia. Berkat keberhasilan Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, sekitar 5,2 persen per tahun, pembangunan berhasil mengangkat status negara dari negara berpendapatan rendah menjadi negara berpendapatan menengah. Selain itu, kita telah berhasil mengurangi kemiskinan ekstrem dari hampir 70% pada tahun 1984 menjadi 7% pada tahun Tetapi cobalah mencari tahu mengapa masih banyak daerah miskin yang dekat dengan perkembangan ekonomi kota besar. Menurut laporan Bank Dunia tahun 2018, hanya 32% penduduk Indonesia yang dianggap AusejahteraAy, sedangkan mayoritas . %) sebenarnya miskin dan rentan. Selain itu, tingkat ketimpangan pendapatan antara kaya dan miskin telah meningkat secara signifikan sejak tahun 2000. Meskipun sebagian besar negara di dunia memiliki tingkat ketimpangan yang normal atau rendah. Indonesia mengalami peningkatan ketimpangan sebesar 30%. Indonesia termasuk dalam 25% negara dengan tingkat ketimpangan tertinggi di dunia dengan rasio berkisar antara 0,46 hingga 0,48, menurut rasio yang mengukur tingkat ketimpangan pendapatan penduduk. Pembangunan ekonomi kita bertumpu pada penggalian dan eksploitasi sumber energi alam (SDA) berupa bahan tambang dan hasil hutan yang sangat rentan terhadap fluktuasi harga komoditas sumber daya alam di pasar internasional. Akibatnya, situasi di wilayah ini terus memburuk. Di Indonesia, meluasnya penggundulan hutan disebabkan oleh pesatnya peningkatan permintaan pasar akan kayu, hasil hutan, hasil tambang, dan sumber daya alam Penggundulan hutan tidak hanya menambah produk sampingan bahan bakar fosil yang menyebabkan darurat iklim global, tetapi karena efek ini masyarakat sekitar mengalami efek buruk dari banjir, longsoran salju, musim kering, gagal panen dan berbagai bencana alam dan alami lainnya. Apakah Bisa Kita Melakukan Pembangunan Ekonomi tanpa Deforestasi? Kami yakin akan berhasil jika tidak ada konflik antara program lingkungan, program pengelolaan sumber daya alam, dan program pertumbuhan ekonomi. Atau, jika ada bentrok antara kedua jadwal tersebut, tidak bisa dibiarkan dan dianggap biasa saja. Untuk menciptakan kebijakan yang memungkinkan pertukaran antara pembangunan ekonomi, sumber daya alam, dan lingkungan, konflik ini harus dihindari. Akibatnya, untuk menjaga agar tutupan hutan Indonesia tidak berkurang, diperlukan kebijakan ekonomi dan komitmen Pertumbuhan ekonomi seharusnya tidak mengorbankan hutan. Kedua, jika pembangunan nasional dan daerah secara konsisten menerapkan prinsip sinergi dan mampu menerapkan pola pembangunan berkelanjutan sesuai dengan tujuan SDGs. Itu mencakup menjaga dan memulihkan harmoni antara pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan kelestarian alam dan lingkungan. Ketiga, jika sistem ekonomi dan kebijakan keuangan memperlakukan sumber daya alam dan hutan lebih dari sekadar bahan mentah untuk sebaliknya, mereka memperlakukannya sebagai sumber daya dengan potensi tinggi untuk nilai ekonomi dan kepentingan bagi kehidupan manusia di wilayah tersebut. Oleh karena itu, sumber daya alam dan hutan tidak dianggap sebagai cost center melainkan sebagai sumber daya yang berpotensi menghasilkan pendapatan bagi pembangunan bangsa. Terbentuknya deforestasi dan rusaknya kawasan yang berdampak negatif terhadap perekonomian merupakan modal bagi pembangunan ekonomi, begitu pula hutan dan alam. Keempat, jika BAPPENAS dan Menteri Koordinator Perekonomian memiliki platform kebijakan baru yang secara jelas mendefinisikan dan secara ketat menerapkan tujuan pembangunan kita untuk mempertahankan pembangunan ekonomi dan sosial melalui kegiatan pembangunan rendah karbon . evelopment with low carbon emissio. yang meminimalkan ekstraksi dan eksploitasi kekayaan alam, khususnya sumber daya alam. serta mengutamakan pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan. Upaya untuk Vol. 16 (No. PUBLICIANA VOLUME Ae NO Ae HAL A - A ISSN : 1979 Ae 0295 | E-ISSN : 2502 Ae 7336 | DOI : https://doi. org/10. mengurangi deforestasi dan meningkatkan reboisasi dilakukan dengan memperbaiki strategi baru ini. meningkatkan kualitas air dan cuaca kawasan. peningkatan penggunaan tenaga air, surya, dan biomassa sebagai sumber energi terbarukan. dan mengubah produktivitas pertanian pangan tanpa memperluas lahan. Akibatnya, pemerintah harus mengambil strategi yang terbuka untuk semua pihak dan pelaku pembangunan terkait, transparan, dan partisipatif. KESIMPULAN Globalisasi dan perubahan iklim bisa menjadi pengaruh yang signifikan terhadap suatu perekonomian, seperti yang terjadi di Indonesia. Globalisasi bisa mempengaruhi kebijakankebijakan yang ditetapkan di negara tersebut secara spesifik dalam bidang perdagangan, investasi, jasa-jasa, serta di bidang ekonomi lainnya. Hal tersebut tidak memberikan jaminan bahwa kebijakan-kebijaka tersebut akan berhasil di negara berkembang seperti yang berhasil dilakukan di negara maju, dikarenakan terdapat perbedaan sistem ekonomi, politik, serta Seperti yang terjadi di Indonesia. Indonesia tidak bisa menghindari adanya pengaruh globalisasi terutama dibidang ekonomi. Di Indonesia terdapat empat sektor yang terdampak langsung oleh globalisasi ekonomi ini, yang diantaranya tenaga kerja, investasi, ekspor, dan impor. Dampak dari globalisasi ini ada negatif dan juga positif, seperti pada dampak positifnya penggunaan faktor produksi menjadi lebih efisien dan intensif, kemudian dampak positif lainnya adalah meningkatnya frekuensi investasi dan perdagangan. Namun hal ini juga menimbulkan dampak negatif dikarenakan semakin banyaknya industri akibat globalisasi ekonomi ini menjadikan makin ketatnya persaingan di kalangan masyarakat. Kemudian isu lingkungan atau perubahan iklim juga dapat mempengaruhi ekonomi di suatu negara, hal ini juga terjadi di Indonesia yaitu masalah degradasi lingkungan. Karena masalah penting dalam pembangunan ekonomi suatu negara adalah bagaimana menyeimbangkan antara pembangunan dan upaya dalam pelestarian lingkungan, karena pembangunan ekonomi juga harus memperhatikan pengaruhnya terhadap lingkungan agar tidak merugikan dikemudian hari bagi alam maupun manusia. Salah satunya adanya eksternalitas kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan manusia, eksternalitas timbul dari kegiatan produsen dan konsumen maka eksternalitas terdapat yang positif maupun Ketika eksternalitas negatif contohnya adalah terjadi ketika proses pabrik yang menimbulkan dampak negatif seperti pembuangan limbah di sungai dan juga polusi udara yang dihasilkan pabrik tersebut dapat mencemari lingkungan. Maka dari itu kondisi suatu wilayah mempengaruhi kondisi ekonominya juga, kondisi ekonomi memiliki dampak yang kuat terhadap kinerja dari suatu bisnis. Maka dari itu pembangunan suatu ekonomi harus memperhatikan isu lingkungan sekitar agar tidak terjadi hal yang buruk dikemudian hari yang bisa merugikan bisnis tersebut maupun lingkungan sekitar akan ikut terganggu. Vol. 16 (No. Muhammad Rafly, 2Asril Maulana, 3Dimasya Deskar, 4Ariq Fadhlur Rahman, 5Ibnu Fadhil Ramadhan, 6Attala Adha, 7Vickie Devon Attala Analisis Pengaruh Globalisasi Dan Perubahan Iklim Terhadap Perekonomian Indonesia Yang Berkelanjutan DAFTAR PUSTAKA