Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Maret 2025 Accepted: Maret 2025 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.2043 STRATEGI INOVATIF DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI: MENGURANGI EGOSENTRISME MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BERBASIS STEAM Alfina Citrasukmawati Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, STKIP Bina Insan Mandiri alfinacitrasukmawati@stkipbim.ac.id Wisnu Kristanto Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, STKIP Bina Insan Mandiri wisnukristanto@stkipbim.ac.id Abstrak Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam pembentukan perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak. Salah satu tantangan utama pada tahap ini adalah egosentrisme, yaitu ketidakmampuan anak untuk memahami sudut pandang orang lain, yang dapat menghambat perkembangan empati dan keterampilan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi inovatif dalam mengurangi egosentrisme anak usia 4–6 tahun melalui permainan tradisional berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), khususnya permainan Engklek yang kaya akan nilai-nilai budaya dan karakter. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel total sebanyak 311 anak TK di wilayah Madura, Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui lembar observasi perilaku egosentris dan karakter sosial selama sesi bermain yang terdiri dari tiga fase: persiapan, permainan, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan Engklek berbasis STEAM efektif meningkatkan empat indikator karakter utama, yaitu toleransi, disiplin, kontrol diri, dan empati. Skor rata-rata keseluruhan naik signifikan dari 2,33 menjadi 3,55 setelah intervensi, menandakan penurunan perilaku egosentris dan peningkatan kesadaran sosial anak. Permainan ini tidak hanya mengajarkan anak untuk mengikuti aturan dan bergiliran, tetapi juga membangun keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi dalam konteks pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual. Temuan ini sejalan dengan literatur yang menegaskan pentingnya integrasi nilai budaya lokal dan prinsip STEAM dalam pendidikan karakter anak usia dini.Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi para pendidik dan pembuat kebijakan untuk mengembangkan kurikulum PAUD yang responsif budaya, mengintegrasikan permainan tradisional dengan pembelajaran STEAM, serta memberikan pelatihan bagi guru agar dapat mengoptimalkan media pembelajaran yang mendukung penguatan karakter dan keterampilan sosial. Dengan demikian, pendidikan anak usia dini dapat menjadi lebih holistik, humanis, dan relevan dengan kebutuhan perkembangan anak serta tantangan zaman. Kata Kunci: Pendidikan Anak Usia Dini, Egosentrisme, Permainan Tradisional, STEAM, Engklek Abstract Early childhood education (ECE) plays a crucial role in shaping the cognitive, social, and emotional development of children. One of the main challenges at this stage is egocentrism, defined as the inability of children to understand perspectives other than their own, which can hinder the development of empathy and social skills. This study aims to examine an innovative strategy to reduce egocentrism among children aged 4 to 6 years through traditional games based on STEAM principles (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), specifically the traditional game of Engklek, which is rich in cultural and character-building values. The research employed a descriptive quantitative approach with a total sample of 311 kindergarten children from Madura, East Java. Data were collected through observational P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 57 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Maret 2025 Accepted: Maret 2025 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.2043 checklists focusing on egocentric behaviors and social character during gameplay sessions consisting of three phases: preparation, gameplay, and reflection. The results demonstrate that Engklek, when integrated with STEAM principles, effectively enhances four key character indicators: tolerance, discipline, self-control, and empathy. The overall average score significantly increased from 2.33 to 3.55 after the intervention, indicating a reduction in egocentric behavior and an improvement in social awareness among the children. This game not only teaches children to follow rules and take turns but also fosters critical thinking and collaboration skills within a joyful and contextual learning environment. These findings align with existing literature that emphasizes the importance of integrating local cultural values and STEAM principles in character education for early childhood. This study offers important implications for educators and policymakers to develop culturally responsive early childhood curricula that integrate traditional games with STEAMbased learning and to provide training for teachers to optimize educational media that support character strengthening and social skills development. Consequently, early childhood education can become more holistic, humane, and relevant to children's developmental needs and contemporary challenges. Keywords: Early Childhood Education, Egocentrism, Traditional Games, STEAM, Engklek PENDAHULUAN mengembangkan nilai-nilai moral sejak dini Pendidikan anak usia dini (PAUD) (Novitasari & Prastyo, 2020) merupakan tahap fundamental yang sangat Permasalahan menentukan dalam proses pembentukan upaya karakter, egosentrisme keterampilan sosial, serta strategis tersebut untuk sekaligus menuntut mengurangi meningkatkan perkembangan kognitif dan emosional kemampuan sosial dan emosional anak. anak. Pada fase ini, anak mengalami Seiring pertumbuhan pendidikan, pendekatan pembelajaran yang pesat yang sangat perkembangan berpengaruh terhadap pola pikir dan holistik perilaku masa depannya (J. J. Beaty, 2013) mendapat (Vygotsky, 1978) Namun, salah satu mengintegrasikan prinsip-prinsip STEAM permasalahan yang kerap muncul pada anak (Science, Technology, Engineering, Arts, usia and dini adalah egosentrisme, yaitu dan paradigma menyenangkan perhatian, Mathematics) semakin terutama sebagai yang media ketidakmampuan anak untuk memahami pembelajaran yang interdisipliner (Annuar sudut pandang orang lain, yang & al., 2024), (Astini & al., 2023) STEAM interaksi sosial yang dianggap mampu terbatas dan rendahnya kemampuan empati kreativitas, berpikir (Piaget, 1954), (C. Dong et al., 2020). keterampilan sosial anak secara simultan Kondisi egosentrisme ini dapat berimplikasi (Hasan & Husein, 2024).(M. Kamid et al., negatif pada kemampuan anak dalam 2021)Namun, implementasi STEAM tidak menjalin hanya terbatas pada teknologi modern, mengakibatkan hubungan sosial P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 dan mengembangkan kritis, serta 58 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Maret 2025 Accepted: Maret 2025 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.2043 tetapi juga dapat dipadukan dengan media lebih pembelajaran tradisional yang kaya akan perkembangan anak dan nilai-nilai budaya nilai budaya dan moral lokal, seperti lokal. permainan Engklek (Hasibuan & al., 2022) (S. Qomariah & Yulia, 2023) Permainan responsif Kajian terhadap teoritik kebutuhan penelitian ini didukung oleh sejumlah teori dan penelitian tradisional Engklek terkait. (Piaget, 1954) menjelaskan bukan hanya aktivitas fisik sederhana, egosentrisme sebagai karakteristik anak melainkan untuk pada tahap praoperasional, yang perlahan menanamkan nilai-nilai karakter seperti berkurang melalui pengalaman sosial dan toleransi, disiplin, kontrol diri, dan empati kognitif. melalui interaksi sosial yang nyata dan peran kontekstual (Kristanto & Wibowo, 2023) lingkungan budaya dalam pembelajaran (A. Suherman et al., 2019). Pendekatan ini dan perkembangan psikologis anak. (R. E. sesuai dengan teori konstruktivisme sosial Beaty, Vygotsky yang menegaskan pentingnya 2024)mengemukakan pengalaman STEAM juga sarana belajar efektif yang melibatkan (Vygotsky, penting 1978)menekankan interaksi 2020) dalam sosial (Annuar & dan al., bahwa integrasi pembelajaran dapat interaksi sosial dan lingkungan budaya meningkatkan kreativitas dan keterlibatan dalam anak secara holistik. membentuk pemahaman dan perilaku anak (Vygotsky, 1978) Selain itu, permainan tradisional memberikan Penelitian F. Qomariah & Yulia, 2023menunjukkan bahwa permainan pengalaman konkret yang mendukung tradisional efektif dalam menanamkan nilai perkembangan dan karakter dan melestarikan budaya. (R. kemampuan beradaptasi social (Berkowitz Suherman et al., 2019) menambahkan & Bier, 2004) (C. Pattaro, 2016) bahwa permainan tradisional juga berperan regulasi emosi Rumusan tujuan penelitian ini adalah dalam membentuk disiplin dan empati anak. untuk mengkaji efektivitas permainan (Kristanto & Wibowo, 2023) menegaskan tradisional bahwa permainan Engklek dapat menjadi mengurangi berbasis STEAM dalam egosentrisme dan meningkatkan keterampilan sosial anak usia media pembelajaran karakter yang menyenangkan dan kontekstual. 4–6 tahun, dengan fokus pada indikator toleransi, disiplin, kontrol diri, dan empati. (C. Pattaro, 2016) Penelitian ini diharapkan memberikan pentingnya gambaran empiris yang kuat sebagai dasar pengalaman nyata untuk pembentukan pengembangan kurikulum PAUD yang karakter yang kuat. Y. Dong & al., 2020 P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 pembelajaran menegaskan berbasis 59 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Maret 2025 Accepted: Maret 2025 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.2043 memperkuat bahwa pengembangan sosial- METODE PENELITIAN emosional harus menjadi fokus dalam Penelitian ini menggunakan pendidikan anak usia dini. (M. Kamid et al., rancangan 2021) juga bertujuan untuk menggambarkan secara mengemukakan bahwa STEAM dapat sistematis dan faktual fenomena yang diaplikasikan dalam konteks permainan terjadi tradisional tradisional (Astini & al., untuk 2023) pengembangan keterampilan kognitif dan sosial. (R. kuantitatif terkait deskriptif pengaruh berbasis yang permainan STEAM dalam mengurangi egosentrisme pada anak usia Hasan & Husein, 2024), dini. Pendekatan ini dipilih karena fokusnya (Rodrigues-Silva & Alsina, 2023) adalah mendeskripsikan perubahan perilaku menyoroti nilai budaya lokal yang dapat sosial dan karakter anak selama proses dipertahankan intervensi tanpa melakukan perbandingan tradisional, melalui sekaligus permainan mengembangkan antar kelompok. identitas anak secara positif. (Novitasari & Prastyo, 2020) menegaskan Populasi penelitian adalah seluruh bahwa siswa Taman Kanak-Kanak (TK) usia 4–6 pengurangan egosentrisme pada anak harus tahun di 12 lembaga PAUD di wilayah dilakukan melalui menyenangkan dan pendekatan yang Madura, interaktif agar digunakan adalah total sampling, yakni berdampak efektif. Timur. Sampel yang seluruh populasi sebanyak 311 anak, yang Diharapkan hasil penelitian ini tidak hanya Jawa memberikan kontribusi teoritik dalam pengembangan pendidikan anak usia dipilih agar data yang diperoleh representatif dan mencerminkan kondisi sebenarnya pada populasi tersebut. dini, tetapi juga bermanfaat secara praktis Pengumpulan data dilakukan dengan bagi guru, lembaga pendidikan, dan metode observasi menggunakan instrumen pembuat lembar observasi yang dirancang khusus kebijakan. Pengintegrasian permainan tradisional berbasis STEAM untuk dalam kurikulum PAUD diharapkan dapat egosentris serta nilai-nilai karakter sosial menjadi seperti toleransi, disiplin, kontrol diri, dan model pembelajaran yang mengukur indikator dilakukan perilaku humanis, menyenangkan, dan efektif dalam empati. Observasi membentuk karakter serta keterampilan langsung oleh sosial yang kuat pada anak sejak usia dini. pendamping selama tiga sesi permainan peneliti dan secara guru Engklek berbasis STEAM, yang masingmasing sesi berlangsung selama 90 menit dengan tiga fase kegiatan: persiapan, P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 60 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Maret 2025 Accepted: Maret 2025 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.2043 permainan, dan refleksi. Instrumen observasi menggunakan skala Likert empat HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan poin dengan kategori Sangat Baik (4), Baik adanya peningkatan pada perilaku sosial (3), Cukup (2), dan Kurang (1). dan karakter anak usia dini setelah Analisis data dilakukan dengan mengikuti intervensi permainan tradisional menghitung rata-rata skor setiap indikator Engklek berbasis STEAM. Pengamatan karakter sebelum dan sesudah intervensi. terhadap empat indikator utama karakter Perbandingan skor tersebut digunakan sosial—toleransi, disiplin, kontrol diri, dan untuk menilai tingkat efektivitas permainan empati—mengungkapkan dalam dan positif yang substansial. Nilai rata-rata meningkatkan karakter sosial anak. Teknik toleransi meningkat dari 2,4 menjadi 3,6; analisis ini bersifat deskriptif kuantitatif disiplin dari 2,6 menjadi 3,7; kontrol diri yang menggambarkan perubahan nilai dari 2,2 menjadi 3,4; dan empati dari 2,1 karakter secara sistematis. menjadi 3,5. Secara agregat, rata-rata menurunkan egosentrisme Tidak terdapat penggunaan alat atau perubahan keseluruhan nilai karakter sosial anak bahan khusus selain lembar observasi dan bertambah dari media permainan Engklek tradisional yang menunjukkan efektivitas metode dimodifikasi dengan pendekatan STEAM, pembelajaran berbasis permainan sehingga spesifikasi alat dan bahan lebih tradisional dalam mengurangi mengarah pada konteks permainan yang egosentrisme sekaligus memperkuat nilai digunakan sebagai media intervensi, yaitu sosial anak. ini 2,33 menjadi 3,55, permainan Engklek yang melibatkan aspek Tabel 1 : Skor Setiap Indikator fisik, kognitif, dan sosial yang terintegrasi. Indikator Peneliti secara aktif hadir selama proses pengamatan untuk memastikan validitas data dan berkolaborasi dengan Sebelum Sesudah Toleransi 2.4 3.6 Disiplin 2.6 3.7 Kontrol Diri 2.2 3.4 Empati 2.1 3.5 guru dalam pengelolaan sesi permainan. Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan sekolah TK selama dua minggu berturutturut, dengan total tiga kali pertemuan observasi. Validitas hasil pengamatan diperkuat dengan triangulasi data antara hasil observasi peneliti dan pendamping serta refleksi peserta. P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 guru Peningkatan Toleransi Anak Peningkatan skor pada indikator toleransi mengindikasikan bahwa anak mulai mampu menghargai giliran bermain, menerima keberhasilan maupun kegagalan dengan sikap yang lebih dewasa, dan 61 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Maret 2025 Accepted: Maret 2025 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.2043 menghormati keberadaan teman sebayanya. menjadi modal sosial yang penting untuk Temuan ini mengonfirmasi teori yang kesuksesan menyatakan bahwa melalui interaksi sosial, interpersonal anak di masa depan. anak dapat mengurangi egosentrisme dan Pengendalian mulai memahami perspektif orang lain Emosional akademik Diri dan hubungan dan Regulasi (Vygotsky, 1978). Hal ini juga sejalan Aspek kontrol diri yang meningkat dengan temuan (C. Dong, 2020) yang mengindikasikan bahwa anak lebih mampu menggarisbawahi pentingnya pengalaman mengelola emosi, khususnya dalam situasi sosial dalam membantu anak melihat dunia menghadapi kekalahan atau tantangan dari selama permainan. Kemampuan regulasi sudut pandang yang berbeda. Permainan Engklek sebagai media emosi ini sangat penting untuk pembelajaran memungkinkan anak untuk perkembangan sosial-emosional anak dan secara aktif berlatih keterampilan sosial mendukung yang melibatkan empati dan kerjasama, secara umum (R. Suherman et al., 2019) sehingga menumbuhkan sikap toleran (Berkowitz secara natural (Kristanto & Wibowo, 2023) Engklek, yang menuntut anak untuk Disiplin dan Kepatuhan pada Aturan bersabar Perubahan signifikan pada aspek keberhasilan & dan memberikan Bier, pembelajaran 2004)Permainan menunggu latihan konkret giliran, dalam disiplin memperlihatkan kemampuan anak mengendalikan impuls dan menumbuhkan dalam mematuhi aturan permainan dan sikap sportif. Hal ini memperkuat teori menjaga batasan area bermain. Hal ini perkembangan sosial yang menyatakan penting dalam pembentukan karakter yang bahwa pembelajaran pengalaman nyata berdisiplin dan bertanggung jawab. Sesuai sangat efektif dalam membentuk karakter dengan teori pembelajaran konstruktivistik (L. Pattaro, 2016) (Vygotsky, 1978)proses belajar yang aktif Empati dan Kesadaran Sosial dan kontekstual melalui permainan Peningkatan signifikan pada empati menumbuhkan kesadaran akan aturan sosial menunjukkan bahwa anak tidak lagi hanya dan norma. Penelitian ( et al. Kamid, 2021) terfokus pada diri sendiri, tetapi mulai dan (Astini & al., 2023) memperhatikan menunjukkan dan peduli terhadap bahwa pembelajaran berbasis permainan perasaan serta kesulitan teman-temannya tradisional mampu meningkatkan perilaku saat bermain. Perkembangan empati ini disiplin dan regulasi diri anak dengan cara menandai penurunan egosentrisme yang yang menyenangkan dan efektif. Disiplin menjadi fokus utama penelitian. Temuan ini yang diperoleh melalui permainan ini konsisten dengan studi P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 (Novitasari & 62 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Maret 2025 Accepted: Maret 2025 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.2043 Prastyo, 2020) yang menunjukkan bahwa anak yang berakar pada identitas sosial (S. intervensi berbasis permainan sosial dapat Qomariah & Yulia, 2023) (Rodrigues-Silva mempercepat kemampuan anak memahami & perspektif sosial dan berempati. Integrasi pembelajaran unsur seni dan kreativitas dalam pendekatan tradisional STEAM menjadi wahana yang STEAM memperkuat dimensi emosional tepat untuk menjembatani pengembangan dan ekspresif anak, yang merupakan potensi anak secara menyeluruh dan landasan penanaman nilai-nilai kultural. penting dalam pembentukan empati (R. E. Beaty, 2020), (Annuar & al., Alsina, 2023)Dengan demikian, berbasis permainan Implikasi Pendidikan dan Kebijakan 2024) Temuan penelitian ini memiliki Integrasi STEAM dalam Permainan implikasi strategis bagi pendidikan anak Tradisional sebagai Media Holistik usia dini, khususnya dalam pengembangan Permainan tradisional Engklek yang kurikulum yang responsif budaya dan diintegrasikan dengan prinsip STEAM holistik. Integrasi permainan tradisional tidak hanya mengembangkan kemampuan berbasis STEAM perlu dijadikan bagian motorik dan kognitif anak, tetapi juga integral memperkuat aspek sosial dan emosional PAUD untuk memperkuat karakter dan secara seimbang. Hal ini mengkonfirmasi keterampilan sosial anak. Selain itu, teori pelatihan pembelajaran holistik yang dalam program pembelajaran guru dalam menempatkan anak sebagai agen aktif mengimplementasikan metode ini sangat dalam krusial agar dapat memaksimalkan potensi belajar melalui pengalaman kontekstual dan menyenangkan (Gabriel, media 2017) keberlanjutan program (Kaimara & al., (M. 2024)Penelitian Hasan & Husein, (Kristanto & Wibowo, permainan tradisional dan memastikan 2021) (Nadhirah, 2017). 2023)menegaskan bahwa integrasi STEAM dalam pembelajaran Penguatan pendidikan karakter mampu melalui media yang kontekstual dan merangsang keterampilan berpikir kritis, menyenangkan juga menjadi salah satu kreativitas, serta kemampuan sosial secara upaya penting dalam menghadapi tantangan simultan. perkembangan zaman dan digitalisasi yang Selain itu, pengembangan nilai-nilai kerap memicu isolasi sosial (Gavrilas et al., budaya lokal melalui permainan tradisional 2024) Oleh karena itu, pendekatan seperti Engklek dan Congklak memiliki pembelajaran ini juga memiliki potensi peran penting dalam melestarikan warisan untuk mengimbangi pengaruh negatif budaya sekaligus membangun karakter P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 63 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Maret 2025 Accepted: Maret 2025 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.2043 teknologi dengan memfasilitasi interaksi permainan tradisional sosial yang sehat dan bermakna. STEAM dalam pembelajaran berbasis kurikulum sebagai sarana PENUTUP penguatan karakter dan pengembangan Kesimpulan keterampilan sosial-emosional anak. Berdasarkan hasil dan pembahasan 2. Diperlukan pelatihan khusus bagi guru penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa PAUD permainan penggunaan tradisional Engklek yang untuk mengoptimalkan permainan tradisional diintegrasikan dengan pendekatan STEAM dengan pendekatan STEAM agar efektif implementasi pembelajaran berjalan dalam mengurangi perilaku egosentrisme pada anak usia dini. Intervensi ini berhasil meningkatkan empat aspek efektif dan berkelanjutan. 3. Pemerintah dan pembuat kebijakan di karakter sosial utama, yakni toleransi, bidang disiplin, kontrol diri, dan empati. Perubahan mendukung dan memfasilitasi positif ini menunjukkan bahwa anak-anak pelestarian permainan tradisional tidak sebagai bagian dari upaya penguatan hanya mengalami peningkatan pendidikan keterampilan kognitif dan motorik, tetapi karakter juga kematangan emosional dan sosial yang berbasis budaya lokal. signifikan. Selain permainan tradisional itu, penggunaan pendidikan 4. Penelitian lanjutan dapat dilakukan mengkaji efektivitas pembelajaran memberikan nilai tambah pendekatan permainan tradisional berupa pelestarian budaya lokal yang dapat STEAM pada aspek perkembangan memperkuat identitas dan karakter anak. lain, seperti kreativitas, kecerdasan Temuan emosional, atau kemampuan akademik menegaskan media dan dengan ini sebagai bangsa hendaknya pentingnya pendekatan pembelajaran yang holistik dan anak usia dini. kontekstual yang mampu mengakomodasi 5. Pengembangan lebih instrumen evaluasi kebutuhan perkembangan anak secara yang komprehensif menyeluruh. penggunaan Saran campuran (mixed methods) dianjurkan metode dan penelitian Berdasarkan temuan dan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang penelitian, beberapa saran yang dapat lebih mendalam mengenai dampak diajukan antara lain: permainan 1. Pendidik dan lembaga PAUD tradisional dalam pendidikan anak usia dini. disarankan untuk mengintegrasikan P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 64 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Maret 2025 Accepted: Maret 2025 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.2043 DAFTAR PUSTAKA Annuar, N., & al., et. (2024). STEAM in GameBased Learning. Journal of Cognitive Development in Early Childhood. Astini, N. K. S., & al., et. (2023). Improving Children’s Motivation through Play. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Beaty, J. J. (2013). Observing Development of the Young Child. Pearson Education. Beaty, R. E. (2020). Default network contributions to episodic and semantic processing during divergent creative thinking: A representational similarity analysis. NeuroImage, 209. https://doi.org/10.1016/j.neuroimage.201 9.116499 Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2004). Research-based character education. The Annals of the American Academy of Political and Social Science, 591(1), 72– 85. https://doi.org/10.1177/00027162032600 82 Dong, C. (2020). Young children’s online learning during COVID-19 pandemic: Chinese parents’ beliefs and attitudes. Children and Youth Services Review, 118. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2020 .105440 Gavrilas, M., Gheorghiu, A., & Marinescu, R. (2024). Social isolation in the digital age: Challenges and strategies in early childhood education. International Journal of Educational Research, 115, 101982. https://doi.org/10.1016/j.ijer.2023.10198 2 Hasan, M., & Husein, A. (2024). STEAM sebagai media pengembangan kognitif dan sosial anak. Jurnal Pendidikan Kreatif, 8(1), 15–27. Hasan, R., & Husein, M. (2024). Peran Permainan Tradisional dalam Pendidikan Karakter Anak. Hasibuan, M., & al., et. (2022). Cultural Values in Early Childhood Education through Traditional Games with STEAM. Kaimara, P., & al., et. (2021). Teacher Training for STEAM Integration. International Journal of Education. Kamid, et al. (2021). Matematika dalam Permainan Tradisional. Jurnal Aplikasi Matematika Dan Pendidikan. Kamid, M., Sutrisno, B., & Wahyudi, R. (2021). Efektivitas pembelajaran berbasis STEAM untuk pengembangan karakter anak. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 6(1), 33–44. Dong, C., Cao, S., & Li, H. (2020). Young children’s online learning during COVID-19 pandemic: Chinese parents’ beliefs and attitudes. Children and Youth Services Review, 118(September), 105440. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2020 .105440 Kristanto, W., & Wibowo, H. (2023). Use of Engklek in Character Education. The International Journal of Early Childhood Learning. Dong, Y., & al., et. (2020). Egocentrism in Early Childhood. Child Psychology Research Journal. Novitasari, Y., & Prastyo, D. (2020). Egocentrism of Children in Cognitive Development at the Preoperational Stage. Jurnal PG-PAUD Trunojoyo. Gabriel, R. (2017). The Importance of Play in Early Childhood Development. P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 Nadhirah, R. (2017). Strategi Mengurangi Egosentrisme Anak Usia Dini. Jurnal Anak Cerdas. Pattaro, C. (2016). The Role of Character Education in Early Learning. International Education Journal. 65 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Maret 2025 . Vol 10. No. 01 Received: Maret 2025 Accepted: Maret 2025 Published: Maret 2025 Article DOI: 10.24903/jw.v10i1.2043 Pattaro, L. (2016). Emotional regulation and child development: A review of strategies in early childhood education. Early Child Development and Care, 186(5), 745–758. https://doi.org/10.1080/03004430.2015.1 115873 Piaget, J. (1954). The construction of reality in the child. Basic Books. Qomariah, F., & Yulia, E. (2023). Pelestarian nilai budaya melalui permainan tradisional dalam pembelajaran PAUD. Jurnal Budaya Dan Pendidikan, 7(1), 50– 60. Qomariah, S., & Yulia, R. (2023). Nilai Edukatif Permainan Engklek. Jurnal Pendidikan Budaya Lokal. Rodrigues-Silva, R., & Alsina, Á. (2023). Reviving Cultural Values through Games. Cultural Pedagogy Journal. Suherman, A., Santoso, B., & Wibowo, T. (2019). Pembelajaran karakter melalui permainan tradisional pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 24(3), 298–310. Suherman, R., Supriyadi, B., & Cukarso, S. (2019). Educational Policies for Character Development in Early Childhood Education. Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes (V. J.-S. M. Cole S. Scribner & E. Souberman Eds. & Trans., Ed.). Harvard University Press. P-ISSN : 2502-8197, E-ISSN : 2502-8189 66