Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3083-3090 Analisis Sektor Unggulan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020-2023 Analysis of Leading Sectors of North Sumatra Province 2020-2023 Indah Kartika Sandra*. Mia Wananda Varwasih. Rahmi Nofitasari Universitas Satya Terra Bhinneka Jl. Sunggal Gg. Bakul. Sunggal. Kec. Medan Sunggal. Kota Medan. Sumatera Utara 20128 *Email: indahkartika@satyaterrabhinneka. (Diterima 04-05-2025. Disetujui 15-07-2. ABSTRAK Provinsi Sumatera Utara merupakan provinsi terluas kesembilan di Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan wilayah yang sangat luas ini memerlukan langkah-langkah program pembangunan yang tepat. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam merencanakan pembangunan ekonomi suatu daerah adalah dengan menentukan sektor unggulan di daerah tersebut yang dikembangkan lebih lanjut tanpa mengabaikan sektor lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan sektor unggulan dalam perekonomian Sumatera Utara yang dapat digunakan sebagai dasar perancangan strategi pembangunan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara. Analisis ini didasarkan pada data sekunder . ime serie. , meliputi PDRB (Produk Domestik Regional Brut. Sumatera Utara dan PDB (Produk Domestik Brut. Indonesia periode 2020-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Analisis LQ (Location Quotien. DLQ (Dynamic Location Quotien. , dan Tipologi Klassen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor yang tumbuh pesat di Sumatera Utara selama periode 2020-2023 meliputi sektor penyediaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur sektor perdagangan besar dan eceran. sektor reparasi kendaraan bermotor dan sepeda motor. sektor real estate. Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. sektor konstruksi. serta sektor transportasi dan pergudangan bukanlah sektor unggulan yang tumbuh pesat, tetapi tetap menjadi sektor fondasi penting bagi perekonomian Sumatera Utara. Agar sektor-sektor tersebut dapat menjadi sektor unggulan, diperlukan intervensi kebijakan pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhannya. Kata kunci: Dynamic Location Quotient. Klassen Typology. Sektor Unggulan. Location Quotient. Sumatera Utara ABSTRACT North Sumatra Province is the ninth largest province in Indonesia. Therefore, the development of this very large area requires appropriate development program steps. One method that can be used in planning the economic development of a region is to determine the leading sectors in the region that are further developed without ignoring other sectors. The purpose of this study is to determine the leading sectors in the North Sumatra economy that can be used as a basis for designing economic development strategies in North Sumatra Province. This analysis is based on secondary data . ime serie. , including North Sumatra's GRDP (Gross Regional Domestic Produc. and Indonesia's GDP (Gross Domestic Produc. in the period 20202023. This study uses a quantitative approach with LQ (Location Quotien. DLQ (Dynamic Location Quotien. , and Klassen Typology Analysis. The results of the study show that the sectors that grew rapidly in North Sumatra during the period 2020-2023 include the water supply, waste management, waste, and recycling sectors. wholesale and retail trade sectors. motor vehicle and motorcycle repair sectors. and the real estate sector. Meanwhile, the agriculture, forestry, and fisheries sectors. construction sectors. and the transportation and warehousing sectors are not leading sectors that are growing rapidly, but remain important foundation sectors for the North Sumatra economy. In order for these sectors to become leading sectors, government policy intervention is needed to increase their growth. Keywords: Dynamic Location Quotient. Klassen Typology. Leading Sectors. Location Quotient. North Sumatra PENDAHULUAN Nilai PDRB (Produk Domestik Regional Brut. menunjukkan laju pertumbuhan total output atau nilai tambah dari masing-masing sektor . apangan usah. yang dihasilkan oleh suatu daerah dalam suatu periode. Peningkatan PDRB setiap tahunnya menunjukkan bahwa daerah tersebut sedang Analisis Sektor Unggulan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020-2023 Indah Kartika Sandra. Mia Wananda Varwasih. Rahmi Nofitasari mengalami pertumbuhan ekonomi (Kesuma & Utama, 2. Pertumbuhan ekonomi yang kuat sangat penting untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi berdampak pada peningkatan pendapatan, peningkatan konsumsi, peningkatan permintaan, peningkatan kesempatan kerja, dan pada akhirnya peningkatan pendapatan nasional. Semua dampak tersebut menunjukkan adanya pembangunan ekonomi di suatu tempat (Wahidin. Yuniarti, & Astuti, 2. Pembangunan ekonomi memiliki makna yang lebih luas daripada pertumbuhan ekonomi. Pembangunan ekonomi tidak hanya memperhatikan nilai PDRB saja, tetapi juga mencakup peran kelembagaan dan segala bentuk perubahan yang terjadi dalam masyarakat, termasuk masalah kemiskinan, pengangguran, dan masalah sosial lainnya. Keberhasilan pembangunan ekonomi daerah mencerminkan kinerja pemerintah daerah, sehingga setiap kebijakan yang diterapkan selalu dirancang secara matang untuk kemajuan daerah (Kesuma & Utama, 2. Sumatera Utara merupakan provinsi dengan luas wilayah 72,46 ribu kilometer persegi (Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara, 2024. Hal ini menunjukkan betapa luasnya wilayah yang perlu diperhatikan, dan dalam mengembangkan wilayah yang luas tersebut perlu ditetapkan langkah-langkah yang tepat agar dapat mewujudkan pembangunan di wilayah tersebut. Dalam mewujudkan pembangunan ekonomi diperlukan berbagai pertimbangan dan perhitungan agar pembangunan dapat tercapai dan terlaksana. Salah satu cara yang dapat digunakan dalam merencanakan pembangunan ekonomi suatu daerah adalah dengan menentukan sektor unggulan di wilayah tersebut yang dikembangkan lebih lanjut tanpa mengabaikan sektor lainnya. Sektor basis atau sektor unggulan suatu daerah perlu digarap secara optimal untuk meningkatkan daya saing perekonomian (Nur, 2. Tidak hanya pertanian, tetapi juga industri pengolahan dan jasa yang menjadi struktur perekonomian Sumatera Utara. Hal ini ditunjukkan dengan masingmasing sektor usaha memegang peranan yang cukup signifikan dalam pembentukan PDRB Provinsi Sumatera Utara. Empat sektor usaha yang memegang peranan besar dalam perekonomian Sumatera Utara tahun 2023 adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 23,59%, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor . ,08%), industri pengolahan . ,44%), dan konstruksi . ,20%) (Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara, 2024. Berdasarkan data tersebut, masih belum jelas sektor mana yang akan menjadi sektor unggulan dalam pembentukan PDRB di Provinsi Sumatera Utara. Sebab, setelah dievaluasi, sektor-sektor yang memiliki kontribusi kecil terhadap PDRB berpotensi menjadi sektor unggulan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi (Rumondang, 2. Sektor unggulan dapat berperan sebagai faktor yang mempercepat pertumbuhan ekonomi suatu negara (Kesuma & Utama, 2. Untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat, pembangunan daerah yang berbasis pada sektor atau subsektor unggulan merupakan langkah strategis dalam pembangunan ekonomi kerakyatan. Salah satu upaya untuk mewujudkan perencanaan pembangunan daerah yang berbasis pada potensi daerah adalah dengan memilih sektor atau subsektor unggulan sebagai basis pembangunan daerah (Suranny, 2. Hal ini sejalan dengan (Rumondang, 2. , yang menyatakan bahwa pembangunan daerah haruslah sejalan dengan potensi dan aspirasi masyarakatnya. Apabila prioritas pembangunan daerah tidak selaras dengan potensi masing-masing daerah, maka pemanfaatan sumber daya yang ada akan kurang optimal yang dapat mengakibatkan lambatnya pertumbuhan ekonomi di daerah yang bersangkutan. Hal ini sejalan dengan Ufitri & Puspitasari . yang menyatakan bahwa pelaksanaan pembangunan ekonomi daerah yang tidak disesuaikan dengan potensinya mengakibatkan sumber daya yang dimiliki daerah tidak dimanfaatkan secara optimal sehingga mengakibatkan lambatnya pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut. Oleh karena itu, perlu diketahui potensi ekonomi suatu daerah agar penyusunan perencanaan pembangunan daerah menjadi lebih terarah dan dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan. Sehingga prioritas pembangunan ekonomi yang difokuskan pada optimalisasi sektor-sektor ekonomi potensial dapat mendorong percepatan pertumbuhan Penelitian tentang sektor unggulan dengan cakupan Provinsi Sumatera Utara telah dilakukan oleh (Sianturi & Harahap, 2. , namun data yang digunakan bukanlah data terkini. Dengan melakukan analisis internal PDRB dengan data terkini, dapat diketahui sektor mana saja yang menjadi basis perekonomian di Sumatera Utara. Hal ini dapat membantu para pengambil kebijakan memahami sektor potensial yang perlu mendapat perhatian dan harus diprioritaskan agar kebijakan yang dihasilkan sesuai dengan potensi yang ada. Menurut (Rachmadsyah, 2. , penelitian ini berperan Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3083-3090 penting dalam percepatan pembangunan ekonomi daerah, peningkatan kesempatan kerja, dan penurunan tingkat kemiskinan di daerah tertinggal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor unggulan di Provinsi Sumatera Utara sehingga dapat dijadikan dasar strategi kebijakan pembangunan Provinsi Sumatera Utara. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan dilakukan di Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan adalah data sekunder . ime series 2020-2. , meliputi PDRB Provinsi Sumatera Utara dan PDRB Indonesia . arga konstan tahun 2. yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Analisis LQ (Location Quotien. DLQ (Dynamic Location Quotien. , dan Tipologi Klassen. Untuk melihat perbandingan antara daerah dan nasional biasanya digunakan analisis LQ (Negara & Putri, 2. Analisis LQ merupakan rasio yang digunakan untuk membandingkan proporsi sektor PDRB tertentu di Sumatera Utara dengan proporsi sektor yang sama di Indonesia (Rachmadsyah, 2. Rumus LQ (Suranny, 2. LQ = Keterangan: Si = Nilai sektor i di daerah k S = Nilai total seluruh sektor ekonomi di daerah k Ni = Nilai sektor i di daerah tingkat atas N = Nilai total seluruh sektor ekonomi di daerah tingkat atas Jika LQ > 1 . ektor basi. , maka menunjukkan bahwa tingkat spesialisasi di suatu daerah lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional. Jika LQ = 1, maka tingkat spesialisasi di provinsi tersebut sebanding dengan tingkat spesialisasi di tingkat nasional. Jika LQ < 1 . ektor non basi. , maka menunjukkan bahwa tingkat spesialisasi di suatu provinsi lebih rendah dibandingkan tingkat nasional (Suranny, 2. Ketika sektor basis mengalami pertumbuhan ekonomi, maka pendapatan daerah akan meningkat, yang kemudian mendorong permintaan barang dan jasa di sektor non basis. Hal ini pada akhirnya akan mempercepat pembangunan ekonomi di sektor non basis. Dengan demikian, kegiatan ekonomi pada sektor basis berdampak langsung pada pertumbuhan sektor non basis (Muljanto. Menurut Tarigan . DLQ merupakan pengembangan lanjutan dari Static Location Quotient (SLQ) yaitu analisis LQ yang dilakukan dalam suatu urutan waktu, di mana pengembangan LQ dapat memantau sektor tertentu pada waktu yang berbeda untuk mengetahui apakah terjadi penurunan atau peningkatan. Rumus DLQ adalah (Muljanto, 2. DLQ= ( )/( )/( Keterangan: gik = Rata-rata laju pertumbuhan PDRB Sektor i di wilayah k gk = Rata-rata laju pertumbuhan PDRB keseluruhan di wilayah k gtp = Rata-rata pertumbuhan PDB sektor i di wilayah tingkat atas gp = Rata-rata pertumbuhan PDB total di wilayah tingkat atas = Waktu . Jika DLQ > 1, maka potensi pengembangan sektor i di wilayah k lebih cepat dibandingkan sektor yang sama di wilayah tingkat atas. Jika DLQ < 1, maka potensi pengembangan sektor i di wilayah k lebih rendah dibandingkan sektor yang sama di wilayah tingkat atas (Muljanto, 2. Tipologi Klassen dilakukan dengan membandingkan laju pertumbuhan ekonomi dan PDRB Provinsi Sumatera Utara dengan pertumbuhan ekonomi dan PDRB Indonesia (Suliantoro, 2. Dari Tipologi Klassen (Muljanto, 2. dihasilkan empat klasifikasi sektor: Analisis Sektor Unggulan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020-2023 Indah Kartika Sandra. Mia Wananda Varwasih. Rahmi Nofitasari Kuadran I (LQ > 1. DLQ > . Sektor ini cenderung tumbuh lebih cepat dibandingkan sektor sejenis pada tingkat yang lebih tinggi, dan produknya tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berpotensi untuk diekspor ke daerah lain. Kuadran II (LQ > 1. DLQ < . Sektor ini memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap PDRB dibandingkan dengan sektor sejenis pada tingkat yang lebih tinggi, meskipun potensi pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan dengan sektor yang sama pada tingkat tersebut. Kuadran i (LQ < 1. DLQ > . Sektor ini memberikan kontribusi yang lebih kecil terhadap PDRB dibandingkan dengan sektor yang sama pada tingkat atas tetapi memiliki potensi pertumbuhan yang lebih besar. Kuadran IV (LQ < 1. DLQ < . Sektor ini mempunyai kontribusi yang lebih rendah terhadap PDRB dibandingkan dengan sektor yang sama di daerah tingkat atas dan mempunyai potensi pengembangan yang lebih rendah. HASIL DAN PEMBAHASAN Luas wilayah Provinsi Sumatera Utara adalah 72. 460,744 km2. Sumatera Utara merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di Indonesia setelah Jawa Barat. Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Jumlah penduduk Sumatera Utara tahun 2023 berdasarkan hasil Proyeksi Sensus Penduduk 2020 adalah 15. 640 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 2020-2023 sebesar 1,43%. Jumlah penduduk laki-laki sebanyak 7,72 juta jiwa . ,18%) dan penduduk perempuan sebanyak 7,67 juta jiwa . ,82%). Potensi permasalahan pembangunan daerah pada umumnya bersumber dari kekuatan yang belum dimanfaatkan secara optimal, kelemahan yang belum disikapi, peluang yang belum dimanfaatkan, dan ancaman yang belum diantisipasi. Untuk mengatasi berbagai akar permasalahan tersebut diperlukan pendekatan yang komprehensif dan terpadu, melibatkan berbagai pihak, serta mengutamakan kepentingan masyarakat. Untuk mengatasi berbagai akar permasalahan tersebut. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan memanfaatkan potensi sumber daya manusia sebaik-baiknya, memperkuat kelembagaan, dan mendayagunakan sumber daya lokal yang ada (Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, 2. Perekonomian Provinsi Sumatera Utara Pencapaian kinerja pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2023 pada pencapaian indikator makro sosial ekonomi 2023 telah mencapai kinerja baik. Beberapa kemajuan utama seperti terjadinya penurunan jumlah penduduk miskin, pertumbuhan ekonomi dan menurunnya jumlah pengangguran (Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, 2. Perekonomian Sumatera Utara pada tahun 2023 mengalami percepatan pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya. Laju pertumbuhan PDRB Sumatera Utara tahun 2023 mencapai 5,01 persen, sedangkan tahun 2022 sebesar 4,73 persen. Peran Sumatera Utara dalam pembentukan PDRB Pulau Sumatera tahun 2023 sebesar 23,25 persen, dan dalam PDB Nasional sebesar 5,12 persen. Struktur perekonomian sektor usaha Sumatera Utara cukup beragam, didukung tidak hanya oleh sektor pertanian tetapi juga oleh sektor industri pengolahan dan jasa (Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara, 2024. Jika diamati angka pertumbuhan ekonomi dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 13,12%. Pertumbuhan ekonomi seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara tahun 2023 atas dasar harga konstan 2010 menunjukkan pertumbuhan yang positif pada kisaran 3,65% sampai dengan 5,34%. Berdasarkan lapangan pekerjaan utama, penduduk Sumatera Utara paling banyak bekerja pada Sektor Pertanian. Kehutanan dan Perikanan, disusul oleh Sektor Perdagangan Besar dan Eceran serta Industri Pengolahan (Ufitri & Puspitasari, 2. Ada empat sektor yang memegang peranan penting dalam perekonomian Sumatera Utara tahun 2023, yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan . ,59%), perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor . ,08%), industri pengolahan . ,44%), dan konstruksi . ,20%). Keempat sektor usaha tersebut memberikan kontribusi sebesar 74,31% terhadap perekonomian Sumatera Utara secara keseluruhan (Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara, 2024. Analisis LQ dan DLQ Analisis LQ dilakukan dengan menggunakan data PDRB Provinsi Sumatera Utara dan data PDB Indonesia per sektor usaha selama 4 tahun terakhir . Dalam hal ini, terdapat 17 sektor Perhitungan LQ selama empat tahun bertujuan untuk memberikan gambaran umum sektor Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3083-3090 usaha yang berperan sebagai sektor basis di Provinsi Sumatera Utara dan tren perkembangannya selama kurun waktu tersebut. No. Tabel 1. Analisis LQ dan DLQ Provinsi Sumatera Utara Sektor Lapangan Usaha RataKeterangan Rata-rata rata LQ DLQ Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan 1,99 Basis 0,99999 Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Pengadaan Listrik. Gas Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah. Limbah dan Daur Ulang Konstruksi 0,17 0,82 0,13 1,08 Non Basis Non Basis Non Basis Basis 1,00007 1,00006 1,00003 1,00005 1,22 Basis 0,99998 Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Transportasi dan Pergudangan 1,34 Basis 1,00004 1,03 Basis 0,99975 0,74 Non Basis 1,00000 Penyediaan Akomodasi Minum Informasi dan Komunikasi 0,49 Non Basis 0,99999 Jasa Keuangan Real Estate Jasa Perusahaan 0,67 1,41 0,46 Non Basis Basis Non Basis 1,00030 1,00028 0,99996 Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Jasa Pendidikan 0,95 Non Basis 1,00105 0,65 Non Basis 0,99997 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,66 Non Basis Jasa lainnya 0,27 Non Basis Sumber: Data Asli Olahan . 1,00606 1,00005 Makan Keterangan Tidak Prospektif Prospektif Prospektif Prospektif Prospektif Tidak Prospektif Prospektif Tidak Prospektif Prospektif Tidak Prospektif Prospektif Prospektif Tidak Prospektif Prospektif Tidak Prospektif Prospektif Prospektif Indeks LQ Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020Ae2023 menunjukkan adanya sektor basis dan non Sektor basis memiliki LQ lebih dari 1 yang menunjukkan kontribusinya terhadap PDRB Sumatera Utara lebih besar dibandingkan sektor yang sama di Indonesia. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang. sektor konstruksi. sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor. sektor angkutan dan pergudangan. dan sektor real estate merupakan enam sektor yang memiliki nilai LQ rata-rata > 1. Sektor-sektor tersebut merupakan sektor basis yang mampu meningkatkan perekonomian Provinsi Sumatera Utara. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Sianturi & Harahap, 2. , selama periode 2015-2019, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang. sektor konstruksi. sektor perdagangan besar dan eceran. reparasi mobil dan sepeda motor. angkutan dan pergudangan. dan sektor properti merupakan sektor unggulan yang memberikan sumbangan di Provinsi Sumatera Utara karena berpotensi menjadi kegiatan bernilai tambah atau sektor basis. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan salah satu sektor kategori basis dengan nilai LQ yang terus meningkat. Selain itu, sektor ini juga memberikan sumbangan tertinggi di antara sektor lainnya dalam perekonomian Sumatera Utara, sehingga sektor ini menjadi kegiatan basis yang sangat baik untuk dikembangkan karena memberikan dampak positif bagi Provinsi Sumatera Utara. Sektor non basis memberikan sumbangan PDRB yang lebih kecil dibandingkan sektor yang sama pada tingkat yang lebih tinggi, dengan LQ kurang dari 1, meliputi sektor pertambangan dan sektor industri pengolahan. sektor penyediaan listrik dan gas. sektor penyediaan akomodasi dan makan minum. sektor informasi dan komunikasi. sektor jasa keuangan. sektor jasa Analisis Sektor Unggulan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2020-2023 Indah Kartika Sandra. Mia Wananda Varwasih. Rahmi Nofitasari sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib. sektor jasa sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial. dan sektor jasa lainnya. Dari tabel tersebut, terdapat 11 sektor yang berpotensi tumbuh lebih cepat di Provinsi Sumatera Utara dibandingkan dengan sektor yang sama di Indonesia atau DLQ > 1, yaitu sektor pertambangan dan penggalian. sektor industri pengolahan. sektor pengadaan listrik, gas. pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang. sektor perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor. sektor penyediaan akomodasi dan makan minum. jasa keuangan. sektor real estate. sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial. dan sektor jasa lainnya. Sementara itu, sektor yang berpotensi tumbuh lebih lambat dibandingkan dengan sektor yang sama di Indonesia atau DLQ < 1, yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. sektor konstruksi. sektor angkutan dan sektor informasi dan komunikasi. sektor jasa perusahaan. dan sektor jasa pendidikan. Klasifikasi Tipologi Klassen Pemerintah daerah menyusun strategi perencanaan pembangunan berdasarkan potensi sektoralnya dengan menentukan skala prioritas. Salah satu metode untuk mengidentifikasi sektor unggulan adalah analisis Tipologi Klassen. Beberapa sektor unggulan yang tumbuh pesat di Provinsi Sumatera Utara tahun 2020 hingga 2023, yaitu sektor penyediaan udara, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang. sektor perdagangan besar dan eceran, serta sektor reparasi mobil dan sepeda motor. dan sektor real estate yang berada pada kuadran I. Ketiga sektor ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan di Sumatera Utara, tetapi juga berpotensi untuk diekspor ke luar Selain itu, sektor-sektor ini berpotensi berkembang lebih cepat dibandingkan sektor sejenis di Indonesia . Sementara itu, kuadran II terdiri dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. sektor konstruksi. serta sektor transportasi dan pergudangan. Ketiga sektor ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan di Provinsi Sumatera Utara, tetapi juga berpotensi untuk dipasarkan ke luar provinsi. Sektor-sektor tersebut bukan merupakan sektor unggulan yang tumbuh pesat, namun tetap menjadi sektor basis bagi Provinsi Sumatera Utara karena kontribusi sektorsektor tersebut terhadap PDRB lebih besar dibandingkan sektor yang sama di Indonesia. Diperlukan intervensi kebijakan pemerintah agar sektor-sektor tersebut menjadi sektor unggulan. Tabel 2. Klasifikasi PDRB Provinsi Sumatera Utara Berdasarkan Tipologi Klassen KUADRAN I KUADRAN II Sektor Basis. Prospekti. Sektor Basis. Tidak Prospekti. Sektor Pengadaan Air. Pengelolaan Sampah, - Sektor Pertanian. Kehutanan, dan Perikanan Limbah dan Daur Ulang - Sektor Konstruksi Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, dan - Sektor Transportasi dan Pergudangan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Sektor Real Estate KUADRAN i KUADRAN IV . Sektor Non Basis. Prospekti. Sektor Non Basis Tidak Prospekti. Sektor Pertambangan dan Penggalian - Sektor Informasi dan Komunikasi Sektor Industri Pengolahan - Sektor Jasa Perusahaan Sektor Pengadaan Listrik. Gas - Sektor Jasa Pendidikan Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum Sektor Jasa Keuangan Sektor Administrasi Pemerintahan. Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial Sektor Jasa lainnya Sumber: Data Asli Olahan . Berdasarkan hasil analisis, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan sektor yang memiliki kontribusi terbesar di Provinsi Sumatera Utara. Hal ini ditunjukkan dengan nilai LQ-nya yang paling besar dari sektor lainnya, dan perkembangan nilai LQ-nya dari tahun ke tahun selalu meningkat tanpa ada penurunan namun berpotensi mengalami perkembangan yang lebih lambat dibandingkan dengan sektor yang sama di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pemerintah yang dapat meningkatkan sektor ini agar perkembangannya lebih cepat dan berdampak pada sektor lainnya serta perekonomian masyarakat. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 3083-3090 KESIMPULAN Terdapat enam sektor dengan nilai LQ rata-rata > 1. Sektor-sektor tersebut merupakan sektor basis yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan salah satu sektor kategori basis dengan nilai LQ yang terus Sektor ini juga memberikan kontribusi terbesar di antara sektor-sektor lainnya dalam perekonomian Sumatera Utara. Terdapat 11 sektor yang berpotensi mengalami pertumbuhan lebih cepat di Provinsi Sumatera Utara dibandingkan dengan sektor yang sama di Indonesia. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan salah satu sektor yang berpotensi mengalami perkembangan lebih lambat. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pemerintah yang dapat meningkatkan sektor ini agar perkembangannya lebih cepat dan berdampak pada sektor lainnya serta perekonomian masyarakat. Analisis Tipologi Klassen menunjukkan beberapa sektor unggulan yang tumbuh pesat di Provinsi Sumatera Utara tahun 2020 sampai dengan tahun 2023 adalah sektor penyediaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang. sektor perdagangan besar dan eceran. reparasi mobil dan sepeda dan sektor real estate yang berada pada kuadran I. Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. sektor konstruksi. dan sektor transportasi dan pergudangan berada pada kuadran II. Sektor-sektor tersebut bukan merupakan sektor unggulan yang tumbuh pesat, namun tetap menjadi sektor basis yang penting bagi Provinsi Sumatera Utara. Untuk menjadikannya sebagai sektor unggulan, diperlukan intervensi kebijakan pemerintah agar pertumbuhan sektorsektor tersebut meningkat. Oleh karena itu. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diharapkan dapat fokus mengembangkan sektor unggulan dengan tetap memperhatikan sektor lainnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ke depan, pemerintah daerah perlu memastikan stabilitas pertumbuhan pada sektor unggulan, karena sektor ini merupakan faktor kekuatan dan daya saing dalam meningkatkan perekonomian daerah. DAFTAR PUSTAKA