Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan P-ISSN: 1829-717X. E-ISSN: 2621-0347 Tahun 2024 Vol. 24 No. KEPEMIMPINAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN AL-QURAoAN: EKSPLORASI MODEL DAN GAYA KEPEMIMPINAN Ah. Subhan Sekolah Tinggi Agama Islam Kuala Kapuas staikapuas@gmail. Abstract This research aimed to explore effective leadership models and styles at the alQur'an Al-Hidayah Kuala Kapuas Institution, which has programs including Taman Pendidikan al-QurAoan. Tahfiz al-Qur'an, and Formal Education Early age. It was founded in 2003, the institution had succeeded in producing Qur'anist generations who were fluent in reading the Qur'an at an early age and had achieved achievements in the Kapuas Regency. It used a qualitative field research approach. Then, data collection techniques were carried out using non-participant observation, interviews, and documentation. The data were analyzed through several stages, namely. display data, reduction, and concluding. The main research findings regarding leadership models and styles at the Al-Hidayah Kuala Kapuas Al-Qur'an Education Institute had three elements of leadership model, namely, leader-member relations, and teachers following the directions given by the leader. Task structure, providing procedural solutions to obstacles. Position power, providing regular forums, evaluating and supporting recommendations from Meanwhile, the leadership style contained four dimensions, namely. Idealized influence, equal treatment for all teachers. Inspirational motivation, holding competitions between teachers and students as well as familiarizing teachers giving prizes to students. Simultaneous intellectual, holding weekly meetings to prepare for teaching and learning and making learning props together. Individualized consideration, inviting all teachers to exchange opinions about learning problems. Keywords: Al-Qur'an Educational Institution. Leadership Model. Leadership Style. Abstrak Penelitian ini bertujuan, menggali model dan gaya kepemimpinan yang efektif di Lembaga al-QurAoan al-Hidayah Kuala Kapuas. Mempunyai program pendidikan antara lain Taman Pendidikan Al-QurAoan. Tahfiz al-QurAoan dan pendidikan anak usia dini pada jalur Formal. Lembaga yang berdiri sejak tahun 2003 ini, telah berhasil mencetak generasi qurAoani yang fasih membaca al-QurAoan untuk usia dini dan meraih prestasi di Kabupaten Kapuas. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif jenis penelitian lapangan . ield researc. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi non-partisipan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahap penyajian data, reduksi dan penarikan kesimpulan. Temuan utama penelitian tentang model dan gaya kepemimpinan di Lembaga Pendidikan Al-QurAoan Al-Hidayah Kuala Kapuas, memiliki tiga unsur model kepemimpinan yaitu, leader-member relations, para guru mengikuti arahan yang diberikan oleh pemimpin. Task structure, memberikan solusi prosedural terhadap Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan. Volume 24 . , 2024 Ah. Subhan Position power yaitu, menyediakan forum rutinan, mengevaluasi dan mendukung rekomendasi dari guru. Adapun gaya kepemimpinan, memuat empat dimensi yaitu. Idealized influence, perlakuan sama untuk semua guru. Inspirastion motivation, mengadakan Lomba antar guru dan murid juga membiasakan guru memberikan hadiah bagi siswa. Intelectual simultan. Melaksanakan rapat mingguan untuk persiapan belajar-mengajar dan membuat alat peraga pembelajaran bersama. Individualized consideration. Mengajak semua guru bertukar pendapat tentang masalah pembelajaran. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan. Kepemimpinan. Lembaga Pendidikan al-QurAoan. Model Pendahuluan Prestasi kerja dapat ditingkatan melalui kepemimpinan yang efektif dalam sebuah organisasi. Melalui kepemimpinan, seorang pemimpin dapat mewujudkan tujuan yang diinginkan, sebagaimana Boone dan Kurtz dalam Godyns Ade dkk, menyatakan leadership is the act of making things happen 1. Keberhasilan sebuah kepemimpinan yang diinginkan. Jhon dan Denis merumuskan, pemimpin yang efektif yakni menunjukkan keseimbangan pada people-oriented dan task-oriented behavior2. Keberhasilan kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan (People Oriente. , ditunjukkan dalam penelitian di Universitas Tarumanegara, meneliti 55 dosen tetap di fakultas ekonomi dan bisnis, menyebutkan gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja dosen dengan memberikan dukungan, mengikutsertakan dosen dalam seminar-seminar, komunkasi yang terjalin baik, pengembangan diri seperti dukungan penelitian, pengabdian masyarakat dan pemutakhiran bahan ajar. Keberhasilan kepemimpinan yang berorientasi pada tugas . ask-oriented behavio. disebutkan pula dalam penelitian 85 pegawai di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Maluku, terdapat pengaruh positif terhadap kedispilinan pegawai dengan gaya kepemimpinan yang berorinetasi pada tugas dan bawahan di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Maluku. Godwyns Ade et al. AoLeadership. Social Identity and The Politics Of Underdevelompement in AfricaAo. Scentific Reserach An Academic Publisher, 2014, h. 106Ae15. Suriagiri. Kepemimpinan Transformasional (Lhoksumawe: CV Radja Publika, 2. Sufiyati. Sofia Prima Dewi, and Merry Susanti. AoPengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Dosen Melalui Mediasi Kepuasan KerjaAo. Jurnal Bina Manajemen, 1, 11 . : h. doi:http:/doi. org/10/52859/jbm. v11i1/261. Anatje Taribuka and Joko Sunaryo. AoPengaruh Gaya Kepemimpinan Berorientasi Pada Tugas Dan Berorientasi Pada Bawahan Terhadap Kedsipilnan Pegawai Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Maluku. Ao. Jurnal Nalar Pendidikan, n. , h. 36Ae45. Kepemimpinan di Lembaga Pendidikan Al-QurAoanA Dipahami, terdapat perbedaan hasil luaran dengan gaya kepemimpinan Gaya kepemimpinan yang orientasinya pada hubungan memperoleh hasil positif dengan memberikan dukungan berupa mengikutsertakan dosen-dosen dalam baik,penelitian pemutakhiran bahan ajar. Adapun orientasi pada tugas memproleh hasil positif terhadap kedisiplinan dan kepuasan kerja. Dalam hal ini, mengingat kembali konsep kepemimpinan dalam pendidikan oleh al-Ustaz Ratib Salamah al-SuAoud menyebutkan kata kepemimpinan dalam manajemen pendidikan . l-IdAratu at-Tarbawiyat. yakni Aoal-QiyAdahAo berasal dari kata AoQAdaAo yang artinya memimpin, membimbing dan 5 Secara istilah, para ahli berbeda pendapat dalam mengistilahkan kepemimpinan, beberapa pandangan ahli terkait istilah kepemimpinan antara lain:6 Tablel 1. Kepemimpinan Menurut Ahli Hemphill AEOE EA I COIN I EIA Stogdill AIEO EO AO I I i I COINA ANI ENAA Ketih davis AEC EO EIOOI EECOI I EIEA Szilagyi dan Wallace Beberapa A OOE NI IN COCA. AEEC OI AOIA AENAA Hemphill kepemimpinan adalah prilaku individu mengarahkan kegiatan kelompok. Adapun Stogdill berpendapat kegiatan mempengaruhi kelompok organisasi dengan cara menyampaikan urgensi tujuan. Lebih rinci. Keith davis mengungkapkan kemampuan sseseorang memberikan motivasi kepada kelompoknya untuk menyelesaikan kegiatan dengan cara, waktu dan tempat yang diinginkan pemimpin dan Szilagyi dan Wallace juga menyatakan kepemimpinan adalah hubungan antara dua orang atau lebih, melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan yang dtetapkan. Perbedaan definisi ini, dipahami unsur-unsur dalam kepemimpinan yakni adanya pemimpin, orang-orang yang dipimpin, dan tujuan yang dingin dicapai. Al-Ustaz Ad-Doktor Ratib Salamah al-Suud, al-Qiyadatu at-Tarbawiyatu. I (Yordania: Dar Safa, 2. , w. Ibid. Ah. Subhan Kepemimpinan pendidikan merupakan proses mempengaruhi individu dalam organisasi untuk mencapai cita organisasi pendidikan. Proses mempengaruhi dimaksudkan, bagiamana seorang pemimpin dengan segala kompetensinya memberikan bimbingan, arahan kepada kelompoknya. Sebagaimana tercantum pada Permendikbud Nomor 13 tahun 2007 tentang kompetensi kepala sekolah antara lain memiliki kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi dan kompetensi sosial Diuraikan oleh Charles W. Broadman, the educational leader of the school he must have ability to organize and assist the faculty in formulating a program for the improvement of instruction in school. 7 Mengutip teks alQurAoan Surah al-Baqarah : 30. AE aI aOIa e aIA a aA a aEOAaU CaEaOe aae a aE aAO aN aII Oa eA aa aAO aN aOOa e aAEA a AaO aue Ca aE a aacE aE eE aIEa a aE a au aIO a a UE aAO E a eA aAEa aI aI Ea a eEa aIOIA e a Aa Ea aE Ca aE au aIO A a A a a a a eIA a AaE aOIaCaA a aAIA Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan . di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". Syekh Ali Ash-Shabuni menjelaskan kata AokhalfahAo adalah seseorang yang menggantikan Allah dalam menegakkan kehendaknya-NYA dan melaksanakan perintah-perintah-NYA. 9 Keating merumuskan konsep seseorang pemimpin dengan kelompoknya antara lain memulai . , mengatur . , memberi tahu . , . , . , . Dipahami pendekatan kepemimpinan yang dirumuskan oleh Charles J. Keating yakni situasi-situasi yang direfleksikan oleh seorang pemimpin kepada kelompoknya. Beberapa pendekatan kepemimpinan berorientasi pada situasi antara lain:11 Stephen R Covey. Kepemimpinan Berprinsip, trans. Julius Sanjaya (Jakarta: Binapura Aksara. Kemenag Kemenag. Al-QurAoan Terjemah (Jakarta: PT Agung Suara, 2. Muslich Taman,Lc. and Ahmad Tirmidli,Lc, eds. Shawatut Tafasir. tafsir-tafsir Pilihan terjemahan, trans. KH. Yasin, 1st ed. (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2. Toman Sony Tambunan. Pemimpin Dan Kepemimpinan (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2. Mahadin Shaleh. Kepemimpinan Dan Organisasi. I (Palopo: Lembaga Penerbit IAIN Palopo. Kepemimpinan di Lembaga Pendidikan Al-QurAoanA Model Kepemimpinan Kontingensi Model ini dikembangkan oleh Fiedler, disebutkan kepemimpinan dipandang suatu hubungan yang didasarkan atas kekuasaan dan pengaruh. Keberhasilan kepemimpinan tergantung pada gaya kepemimpinan yang digunakan dengan situasi yang ada di dalam organisasi. Yakni situasi harus diubah sesuai gaya kepemimpinan. Model Kepemimpinan Vroom-Yetton Model kepemimpinanyang dikembangkan oleh Vroom dan Ye tton yakni gaya kepemimpinan tunggal adalah tepat untuk segala situasi. Berasumsi bahwa pemimpin harus cukup luwes untuk mengubah gaya kepmimpinan mereka agar sesuai dengan Model Jalan-Tujuan (Path-Goa. Model Path-Goal memperkirakan keefektifan kepemimpinan dari dampak positif terhadap motivasi bekerja dan kepuasan pengikutnya. Yakni cara pemimpin mempengaruhi persepsi pengikutnya untuk tujuan kerja. Seperti menyediakan imbalan terantung kemampuan pengikut mencapai tujuan khusus. Studi awal penelitian. Kementerian Agama Kabupaten Kapuas mencatat, lembaga pendidikan al-qurAoan di Kabupaten Kapuas merupakan pendidikan agama dengan jumlah yang paling banyak dibandingkan lembaga pendidikan islam seperti pendidikan dinniyah. PK-PPS ulya hingga ulya atau PPS umum. Sebanyak 151 lembaga Pendidikan al-qurAoan dengan 10. 345 jumlah peserta didik di Kabupaten Kapuas. Dengan demikian, adanya kecenderungan masyarakat di kabupaten Kapuas yang begitu besar untuk belajar di Lembaga Pendidikan berbasis al-qurAoan. Salah satu Lembaga Pendidikan al-qurAoan yang berada di Kuala Kapuas ialah Lembaga Pendidikan al-QurAoan al-Hidayah. Lembaga ini mempunyai program antara lain Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ) dan Tahfiz al-QurAoan berkegiatan rutin pada sore hari serta PAUD berkegiatan rutin pada pagi hari, kedua Lembaga formal dan nonformal tersebut dinaungi oleh Yayasan Pendidikan al-Hidayah Kauala Kapuas. Pendidikan ini telah berdiri pada tahun 2003, berhasil mencetak generasi qurAoani yang fasih membaca alqurAoan untuk usia dini dengan jumlah siswa yang berkembang pesat serta breprestasi Kemenag Kapuas Kemenag Kapuas. AoRencana Strategis Kementerian Agama Kabupaten KapuasAo (Kemenag Kapuas, 2. Ah. Subhan di lembaga Pendidikan al-hidayah. 13 Keberhasilan kepemimpinan Lembaga Pendidikan al-QurAoan al-Hidayah Kuala Kapuas menjadi fokus peneliti terkait gaya dan model kepemimpinan yang efektif. Sebagaimana dalam penelitian terdahulu. Abdul Karim, menyatakan Pendidikan di Lembaga non-formal dengan model kepemimpinan spiritual-situasional, kolegial-informal, dengan gaya karisma-transformasional. Adapun dalam artikel ilmiah. Ushansyah disebutkan kepemimpinan Lembaga Pendidikan formal mengacu kepada empat hal yakni sifat dan keterampilan 15 Penelitian Malikha SaAoadah,menguraikan kepemimpinan situasional yakni Dimensi Telling. Dimensi Selling. Dimensi Participating. Dimensi Delegating. 16 Serta penelitian Muhammad Fadhil dan Binti Maunah, kepemimpinan adalah varibael penting dalam lembaga pendidikan dan yang paling banyak diekspos yakni kepemimpinan transformasional, visioner dan situasional. Metode Penelitian Penelitian ini berusaha menggali model dan gaya kepemimpinan di Lembaga Pendidikan al-QurAoan al-Hidayah Kuala Kapuas sebagai fokus penelitian. Pendekatan yang dilakukan dengan kualitatif berjenis penelitian lapangan . ield researc. Untuk mendapatkan data dan informasi, peneliti melakukan Teknik observasi non-partisipan terhadap subjek penelitian, wawancara berbagai informan yang kapabel dalam penelitian dan dokumentasi beberapa data yang diperlukan. Aktifitas selanjutnya, hasil teknik pengumpulan data dan informasi, peneliti melakukan tahap penyajian data penelitian, kemudian reduksi data penelitian yang menjadi fokus pembahasan dan penarikan kesimpulan. AoLembaga Pendidikan Al-QurAoan al-Hidayah Kuala KapuasAo. Observasi Penelitian (Kabupaten Kapuas: Lembaga Pendidikan al-QurAoan al-Hidayah Kapuas, 2. Abdul Karim. AoManajemen & Kepemimpinan Kiai dalam pendidikan . tudi Kasus Pada Pesantren bandakarep, gedongan dan Bunten CirebonAo (Thesis. Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta, 2. Ushansyah Ushansyah. AoKepemimpinan Lembaga Pendidikan IslamAo. Ittihad Jurnal Kopertais XI kalimantan 15 . : h. 13Ae22. Malikha SaAoadah. AoKepemimpinan Situasional Di Pondok Pesantren Kabupaten Lampung Tengah. LampungAo (Universitas Islam negeri Raden Intan Lampung. , 2. Muhammad Fadhil and Binti Maunah. AoModel Kepemimpinan Pendidikan Islam: Transfromasional. Visioner Dan SituasionalAo. Ziryab: Jurnal Pendidikan Islam, 2019, h. 105Ae22. Kepemimpinan di Lembaga Pendidikan Al-QurAoanA Hasil dan Pembahasan Temuan peneliti dalam prilaku kepemimpinan di Lembaga Pendidikan alHidayah Kuala Kapuas selaras pada konsep kepemimpinan sebagaimana menurut Keith davis, yakni kemampuan seseorang memberikan motivasi kepada kelompoknya untuk menyelesaikan kegiatan dengan cara, waktu dan tempat yang diinginkan Motivasi yang diberikan oleh pimpinan di Lembaga tersebut dengan cara selalu memperhatikan kendala dan pemecahan solusi para guru di Taman Pendidikan alQurAoan al-Hidayah. Adapun secara umum, kepala sekolah menjadwalkan rapat mingguan untuk kesiapan pembelajaran di kelas baik kesiapan materi pelajaran atau kesiapan kondisi mental siswa. Berdasarkan temuan peneliti, didapat pimpinan Yayasan Pendidikan alHidayah dan kepala sekolah TPQ secara Bersama juga memberikan motivasi pembelajaran secara langsung kepada siswa dengan mengadakan lomba antar siswa setiap kelas, sama halnya dengan guru, selain melaksanakan supervisi pembelajaran setiap satu minggu seklai dan 6 bulan sekali juga melaksanakan lomba antar guru. Pemberian motivasi baik antar guru atau antar siswa bertujuan untuk menambah semangat dalam proses pembelajaran. Maka model kepemimpinan Pendidikan yang telah dilakukan oleh pimpinan Yayasan dan kepala sekolah adalah model kepemimpinan yang menghadapkan bawahan kepada situasi yang dikehendaki Situasi-situasi yang dikehendaki pemimpin sesuai gaya kepemimpinanya disbut juga model kontingensi. Fiedler menyebutkan kepemimpinan dipandang suatu hubungan yang didasarkan atas kekuasaan dan pengaruh. Keberhasilan kepemimpinan tergantung pada gaya kepemimpinan yang digunakan dengan situasi yang ada di dalam Program kegiatan bimbinngan kepada guru mengenai pembelajaran, pemberian motivasi kepada guru maupun siswa melalui lomba sekolah merupakan hubungan seorang pemimpin kepada grup untuk menyediakan tujuan situasi yang ingin diperoleh. Tiga komponen dalam model kepemimpinan kontingensi, pertama, leadermember ralations at group level, how to interacts their group. Kedua, task structure yakni providing a task with clear the goals and procedurs contributes to the overral level of situational control experienced by the leader . Ketiga, position power is defined as the Ah. Subhan administrative authority bestowed on the leader by the oragnizaton. Berdasarkan temuan peneliti model kepemimpinan kontingensi di Lembaga Pendidikan al-QurAoan al-Hidayah, digambarkan pada tabel sebagai berikut: Tabel 2. Model Kepemimpinan di Lembaga Pendidikan al-QurAoan al-Hidayah Model kepemimpinam kontingensi Yayasan Pendidikan al-Hidayah TPQ al-Hidayah Tahfiz al-QurAoan alHidayah TK al-Hidayah Leader-Member Task structure Para guru megikuti membuat persiapan belajar, mengikuti rapat mingguan dan pembinaan 6 bulan Pemimpin kesulitan belajar Pemimpin Pemimpin dalam evaluasi sepenuhnya kepada menyamakan guru tahfiz al-qurAoan seperti halnya proses evaluasi di TPQ al-hidayah Pemimpin mengontrol proses pembelajaran setiap hari terkait alat dan media pembelajaran sumber tersedia Persiapan secara seragam membuat alat peraga,kipas, kapal dan lain teknologi digital Pemimpin forum rapat mingguan dan membina dan para guru Pemimpin Langkahlangkah yang diambil oleh Supervise setiap 6 bulan lomba antar guru,antar siswa sebagai Roya Ayman. Martin M. Chemers, and Fred Fiedler. AoThe Conteingency Model of Leadership:Its Level Of AnalysisAo. JAI Press Inc, 1995, h. 155Ae58. Kepemimpinan di Lembaga Pendidikan Al-QurAoanA Berdasarkan tabel diatas, dipahami kemampuan pemimpin mengembangkan komponen-komponen model kontingensi di Lembaga Pendidikan al-qurAoan al-hidayah. gaya kepemimpinan melakuan perbedaan prilaku sesuai orang yang dipimpin. Baik perbedaan prilaku pemimpin terhadap individu guru atau perbedaan pemimpin terhadap kelompok guru. Berhadapan dengan individu, pemimpin menekankan pada task structure dan postion power seperti, mendukung, menjelaskan prosedur tugas dan memberikan kepercayaan. Dan terhadap kelompok, pemimpin menekankan pada Leader-Member Relations yakni sebagai pemimpin yang diikuti, disukai, rasa hormat Rumusan gaya kepemimpinan yang efektif dinyatakan oleh Jhon dan Denis, merumuskan Pemimpin yang efektif menunjukkan keseimbangan pada Peopleorineted dan task-Oriented behavior. Gaya kepemimpinan People Oriented adalah pemimpin akan berusaha membina kerja tim dan membantu para pengikutnya untuk mencapai tujuan organisasi. Adapun gaya kepemimpinan Task Oriented Behavior di mana seorang pemimpin menenaknkan aspek teknis atau tugas dari pekerjaan yang mejadi perhatian utama mereka. Berdasarkan temuan peneliti tentang gaya kepemimpinan yang berorinetasi pada tugas adalah pemimpin Lembaga Pendidikan al-qurAoan al-hidayah setiap seminggu sekali, menanyakan kepada guru terkait kendala-kendala pembelajaran di Prilaku ini menjadikan program pembelajaran mencapai tujuan yang diinginkan dengan cara membantu kesulitan-kesulitan situasi belajar-mengajar di sekolah. Selain itu, prilaku kepemimpinan yang efektif yakni dengan mengadakan lomba-lomba antar guru dan antar siswa agar lebih termotivasi meningkatkan kemampuan membaca alqurAoan dan pelajaran-pelajaran lain. Di mana anak didik akan terasah kemampuannya melalui kegiatan perlombaan baik di tingkat sekolah maupun tingkat kabupaten. Prilaku kepemimpinan segi aspek teknis dari pekerjaan yang menjadi perhatian . ask-oriented behavio. , pemimpin Lembaga Pendidikan al-hidayah memberikan keluwesan bagi guru-guru mengembangkan ide-ide kreatif untuk materi pelajaran. Hal ini dapat ditemukan pada prilaku pemimpin kepada Lembaga Tahfiz al-QurAoan dan Taman Pendidikan al-QurAoan al-Hidayah namun tetap akan dilakukan supervisi setiap 6 enam bulan. Prilaku kepemimpinan mendorong kinerja bawahan, menciptakan suasana lingkungan seklah yang harmonis, meninngkatkan kemampuan guru secara terus- Ah. Subhan menerus dan bersiap menghadapi situasi kesulitan belajar- mengajar oleh guru dan anak didik, merupakan komitmen gaya kepemimpinan transformatif. Bush dalam Dedi Prestiadi menyatakan Kepemimpinan transformasioanl is a leadership that focuses on the commitment and capacity of organizational members. Four dimensions of transformasional leadership,19 Idealized influence, yaitu sebuah prilaku pemimpin yang menghasilkan rasa hormat dan kepercayaan diri. Inspirastion motivation, prilaku yang dapat memberikan motivasi untuk orang Intelectual simultan, prilaku pemimpin mampu untuk menemunkan ide baru dan menyediakan solusi. Individualized consideration, prilaku pemimpin selalu mendengarkan dan memperhatikan orang-orang yang dipimpin. Dimensi gaya kepemimpinan transformasional di Lembaga Pendidikan alQurAoan al-Hidayah digambarkan sebagai berikut: Tabel 3. Gaya Kepemimpinan Transformasional Lembaga Pendidikan Al-QurAoan Al-Hidayah Kuala Kapuas Nama Unit Idealized influence Inspirastion Intelectual Individualized Lembaga Memperlakukan Pimpinan Melaksanakan Mengajak Pendidikan semua guru baik LPQ al- rapat al-QurAoan al- guru TPQ. Tahfiz Hidayah Hidayah QurAoan serta TK mengadakan untuk individua tau perlakuan Lomba antar persiapan secara seragam dan belajarbertukar Menghargai guru antar murid. memberi Pimpinan Bersamatentang kesempatan yang LPQ al- sama untuk Hidayah membuat alat pembelajaran berprestasi seperti mengarahkan peraga yang dialami adanya lomba antar guru pembelajaran baik dari guru guru di sekolah memberikan serta ide-ide maupun dari hadiah bagi kreatif lainnya siswa siswa sebagai Dedi Prestiadi. Imam Gunawan, and Raden bambang Sumarsono. AoRole Of Transformational Leadeship in Education 4. Ao, in Proceedings of the 6th International Conference in Education and Technology (ICET . , vol. 501 (Atlantis Press. , 2. , 122Ae23, http//creativecommons. org/license/bync-/4. -/. Kepemimpinan di Lembaga Pendidikan Al-QurAoanA Simpulan Berdasarkan hasil penelitian, model kepemimpinan efektif di Lembaga pendidikan al-QurAoan, sebaiknya memuat tiga komponen kepemimpinan. Pertama, membangun situasi leader-member relatinons seperti memberikan arahan, bimbingan dan motivasi kepada para guru dalam proses pembelajaran. Kedua, melaksanakan task structure yakni memberikan solusi procedural terhadap kendala pembelajaran guru. Position power yaitu menyediakan forum rutinan bersama guru, pembinaan dan program evaluasi proses pembelajaran terjadwal. Temuan peneliti tentang gaya kepemimpinan efektif di Lembaga Pendidikan al-QurAoan, sebaiknya memuat empat dimensi kepemimpinan. Pertama. Idealized influence, menghargai para guru dengan memberi kesempatan yang sama untuk berprestasi seperti adanya lomba antar guru di sekolah. Inspirastion motivation, mengadakan Lomba antar guru dan antar murid dan membiasakan guru memberikan hadiah bagi siswa sebagai motivasi belajar. Intelectual simultan. Melaksanakan rapat mingguan untuk persiapan belajar-mengajar, membuat alat peraga pembelajaran serta ide-ide kreatif secara bersama. Individualized consideration. Mengajak para guru baik bertukar pendapat tentang masalah pembelajaran yang dialami baik dari sudut pandnag guru maupun dari siswa. Penelitian ini menggali model dan gaya kepemimpinan yang efektif di lembaga pendidikan al-qurAoan, yakni pemimpin menghadirkan situasi yang diinginkan, bukan pada penyesuaian seorang pemimpin terhadap situasi. Daftar Pustaka