Volume 6 Nomor 2 (September 2. 120 Ae 133 P-ISSN: 2502-4094 E-ISSN: 2598-781X DOI: https://doi. org/10. 36636/dialektika. http://ejournal. id/index. php/dialektika MOTIVASI DAN KEMAMPUAN KERJA KARYAWAN RUMAH SAKIT IMPLIKASINYA PADA PRESTASI KERJA Suharyanto Universitas PGRI Adi Buana Surabaya suhariyanto@unipasby. ABSTRACT Globalization has a big impact on the business world. One of the spearheads that must be owned by a company is qualified and capable human resources in their fields. One effort to improve the quality of human resources is to improve work efficiency and effectiveness so that employee performance increases, where performance is a function of motivation and ability (Gomes, 2. Through the fulfillment of abilities and motivations that are believed to improve employee performance, in this case Lavalette Hospital and Malang Islamic Hospital employees. This study uses explanatory research with a questionnaire as the main tool for data collection. The data analysis uses multiple linear regression. The results of inferential analysis indicate that the variables of existence needs, relationship needs and needs to develop, technical abilities and behavioral abilities partially and simultaneously have a significant effect on employee performance. Variable technical ability and behavioral ability partially or simultaneously have a significant effect on employee work performance. Thus, the company must be able to maintain and improve motivation and ability of employees, especially for the needs of relationships and behavioral abilities because it has a dominant influence on employee performance. Keywords: Motivation. Ability. Employee Performance. ABSTRAK Globalisasi membawa dampak besar bagi dunia bisnis. Salah satu ujung tombak yang harus dimiliki oleh suatu perusahaan adalah sumber daya manusia yang berkualitas dan cakap dalam bidangnya. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah perbaikan efisiensi dan efektifitas kerja sehingga kinerja karyawan meningkat, dimana kinerja merupakan fungsi dari motivasi dan kemampuan (Gomes, 2. Melalui pemenuhan kemampuan dan motivasi yang diyakini dapat meningkatkan kinerja karyawan, dalam hal ini karyawan Rumah Sakit Lavalette dan Rumah Sakit Islam Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian eksplanatif dengan kuesioner sebagai alat utama pengumpulan data. Adapun analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa variabel kebutuhan eksistensi, kebutuhan relasi dan kebutuhan untuk berkembang, kemampuan teknis dan kemampuan perilaku secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Variabel kemampuan teknis dan kemampuan perilaku secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Dengan demikian, maka perusahaan harus dapat mempertahankan dan meningkatkan motivasi dan kemampuan karyawan khususnya untuk kebutuhan relasi dan kemampuan perilaku karena memiliki pengaruh yang dominan terhadap prestasi kerja karyawan. Kata Kunci: Motivasi. Kemampuan. Kinerja Karyawan. Suhariyanto 121 1Motivasi dan Kemampuan Kerja Karyawan Rumah SakitA. PENDAHULUAN Perusahaan perlu memperhatikan faktorfaktor yang dianggap berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawannya. Menurut Gomes . , kinerja senantiasa berkaitan erat dengan dua faktor utama yaitu kesediaan atau motivasi karyawan untuk bekerja yang menimbulkan usaha karyawan dan kemampuan karyawan untuk melaksanakan pekerjaan. Hal ini sejalan dengan pendapat Handoko . , bahwa ukuran keberhasilan departemen personalia adalah prestasi atau pelaksanaan kerja . Untuk itu hal-hal yang mendorong terciptanya prestasi kerja karyawan merupakan sebuah hal yang patut untuk selalu dipelajari oleh manajemen sebuah perusahaan, dimana menurut pendapat Gomes di atas, kinerja seorang karyawan dipengaruhi oleh dua hal utama, yaitu motivasi kerja dan kemampuan karyawan dalam bekerja. Prestasi dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, seperti yang diungkapkan oleh Mathis & Jackson . bahwa banyak faktor yang dapat mempengaruhi prestasi kerja individu para karyawan: kemampuan mereka, motivasi, dukungan yang mereka terima, kondisi pekerjaan yang mereka lakukan, dan hubungan mereka dengan organisasi. Motivasi sebagai suatu kondisi yang menggerakkan manusia ke arah suatu tujuan tertentu (Stanford dalam Mangkunegara, 2. Menurut Anwari . motivasi merupakan suatu dorongan yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan dengan cara-cara tertentu. Kemudian As'ad . memperjelas bahwa faktor pendorong penting yang menyebabkan seseorang bekerja adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. Lebih lanjut Handoko, . mengartikan motivasi sebagai kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan dan memelihara perilaku manusia. Ini berarti bahwa motivasi itu mempengaruhi kegiatan atau aktivitas kerja seseorang yang akhirnya akan mempengaruhi hasil kerjanya Dengan demikian motivasi berhubungan dengan prestasi kerja (Swasto, 1. Selain motivasi faktor lain yang juga mempengaruhi prestasi kerja adalah adanya. Sedarmayanti dalam Umar . , prestasi kerja yang baik dapat dipengaruhi oleh kecakapan dan motivasi. Kecakapan tanpa motivasi atau motivasi tanpa kecakapan sulit untuk mendapatkan output yang tinggi. Hal ini sesuai dengan pendapat Davis dalam Mangkunegara . yaitu, faktor yang mempengaruhi pencapaian prestasi kerja adalah faktor motivasi dan kemampuan. Heider dalam As'ad . dan Wyatt dalam Atmosoeprapto . merumuskan prestasi kerja sebagai fungsi dari motivasi dan kemampuan. Pendapat di atas sejalan dengan hasil pemikiran Anderson dan Butzin dalam Mullet . sebelum melakukan penelitian lebih lanjut bahwa P = f (A X M), juga didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Rachman . bahwa baik secara simultan maupun parsial motivasi dan kemampuan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Dua diantara banyak faktor penting yang dapat mempengaruhi prestasi kerja karyawan adalah motivasi dan kemampuan. Motivasi merupakan hal atau sesuatu. yang mendorong seseorang berbuat sesuatu. Motivasi individu dapat timbul dari dalam diri individu . otivasi intrinsi. dan dapat timbul dari luar individu . otivasi ekstrinsi. Keduanya mempunyai pengaruh terhadap perilaku dan prestasi kerja (Anoraga, 1. Sedangkan kemampuan menunjukkan potensi seseorang dalam menyelesaikan tugas yang dibebankan berhubungan dengan orang lain dalam lingkungan kerja. Setiap pekerja berbeda dalam banyak hal, oleh karena itu setiap pimpinan perusahaan perlu memahami perbedaan Perbedaan kebutuhan yang tidak terpenuhi akan mempengaruhi motivasi kerja mereka dan selanjutnya akan berpengaruh pula pada prestasi kerjanya. Begitu juga dengan perbedaan kemampuan yang mereka miliki dapat mempengaruhi prestasi kerjanya. Jadi apabila tingkat kemampuan rendah, maka prestasi juga rendah dan sebaliknya . alam Mullet, 1. Gibson et al . mengatakan bahwa perbedaan kemampuan akan 122 Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 berpengaruh terhadap prestasi kerja individu. Begitu pula dengan Robbins . bahwa kemampuan mempunyai pengaruh langsung pada prestasi kerja. Rao . memperjelas dengan mengatakan bahwa karyawan yang sangat mampu mungkin hanya membutuhkan usaha sangat sedikit untuk mencapai prestasi kerja tinggi, sebaliknya karyawan lain dengan kemampuan rendah mungkin harus bekerja keras untuk menghasilkan tingkat keluaran ratarata sekalipun. Dengan terpenuhinya kebutuhan karyawan yang berbeda-beda mereka akan mendapatkan kepuasan dan termotivasi untuk bekerja lebih giat serta didukung kemampuan yang dimiliki maka akan berpengaruh terhadap prestasi kerjanya. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Singh dan Bhargava dalam Mullet . menunjukkan bahwa kemampuan dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja. Rumah sakit sebagai institusi yang bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan manusia dituntut para karyawannya untuk mempunyai kinerja yang baik, yang ditopang oleh motivasi dan kemampuan yang mumpuni di bidangnya. Dengan memiliki motivasi dan kinerja yang baik, maka pelayanan kesehatan yang professional dan bermutu serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar dan lanjutan sesuai dengan kelas rumah sakit dapat Dengan kinerja karyawan yang baik, dimungkinkan kinerja institusi juga baik. Namun tidak sedikit keluhan yang selama ini diarahkan kepada kualitas kerja pelayanan rumah sakit yang dinilai masih rendah, hal ini terjadi karena masih rendahnya kualitas sumberdaya finansial maupun non finansial. Penelitian Panjaitan . Muntaha dan Mufrihah . Astuti et al . Nurhaedah et al . Soffa et al . Gunawan et al . dan Sinollah et al . menunjukkan bahwa motivasi kerja karyawan rumah sakit Namun pada penelitian Ramadhan dan Arifin . Kaimarehe et al . Anggraeni et al . Girsang et al . motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Kemampuan berpengaruh terhadap kinerja karyawan seperti pada penelitian Suryani . Anggraeni et al . Muhridin et al . dan Basalamah et al . Namun pada penelitian Sekartini . Putriana dan Herawati . , pengaruh tersebut signifikan tapi negative. Penelitian Setiawan dan Siagian . Kaimarehe et al . Pratama dan Wardani . Soffa et al . dan Sinollah et al . bahwa kemampuan berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Dari beberapa hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa masih ada gap secara empiris berkaitan pengaruh motivasi dan kemampuan karyawan terhadap kinerja Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan penelitian ini adalah: Mendeskripsikan motivasi karyawan yang terdiri dari kebutuhan eksistensi, kebutuhan relasi, kebutuhan untuk berkembang. kemampuan kerja karyawan yang terdiri dari kemampuan teknis, kemampuan perilaku dan prestasi kerja karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang dan Rumah Sakit Islam Malang. Menjelaskan pengaruh variabel kebutuhan eksistensi, kebutuhan relasi dan kebutuhan untuk berkembang baik secara parsial maupun secara simultan terhadap prestasi kerja karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang dan Rumah Sakit Islam Malang. Menjelaskan kemampuan teknis dan kemampuan perilaku baik secara parsial maupun secara simultan terhadap prestasi kerja karyawan Rumah sakit Lavalette Malang dan Rumah Sakit Islam Malang. Menjelaskan kebutuhan untuk berkembang, kemampuan teknis dan kemampuan perilaku baik secara parsial maupun secara simultan terhadap prestasi kerja karyawan Rumah sakit Lavalette Malang dan Rumah Sakit Islam Malang Suhariyanto 123 1Motivasi dan Kemampuan Kerja Karyawan Rumah SakitA. METODE PENELITIAN HASIL DAN PEMBAHASAN Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai jenis penelitian yang digunakan ini adalah penelitian eksplanatif . xplanatory researc. , yaitu penelitian yang menyoroti hubungan antara variabel-variabel penelitian dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya (Singarimbun dan Efendi, 1. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang dan Rumah Sakit Islam Malang yang berjumlah 231 Orang. Besarnya sampel yang diambil dalam penelitian ini akan ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin . alam Sanusi. Berdasarkan rumus tersebut, maka ukuran sampelnya adalah 69,78 dibulatkan menjadi 70 orang. Adapun teknik pengambilan sample yang digunakan adalah Stratified Random Sampling. Metode Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pengukuran variabel pada penelitian ini menggunakan skala Likert yaitu untuk mengukur sikap dan persepsi seseorang atau kelompok tentang kejadian atau gejala sosial (Riduwan. Untuk timbulnya kecenderungan menjawab ketengah . entral tendency effec. maka menggunakan modifikasi Skala Likert dengan interval 4 alternatif jawaban. Hadi . dalam Rahman . menegaskan modifikasi skala Likert dengan meniadakan jawaban di tengah. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dan statistic Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan (Sugiyono, 2. Teknik statistik inferensial berfungsi untuk mengetahui pangaruh variabel independen terhadap vaniabel dependen. Adapun teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah : regresi berganda. Perhitungan dalam analisis ini menggunakan program SPSS versi 24 for Gambaran Umum Rumah Lokasi Penelitian Rumah Sakit Lavalette merupakan salah satu unit usaha dari PT Perkebunan Nusantara XI yang terletak di Malang. Sebagaimana tertuang dalam Keputusan Direksi PTPN XI Nomor XX-SURKP/98. Rumah Sakit Lavalette mempunyai visi meningkatkan berkesinambungan dengan PTPN XI (Perser. menjadi perusahaan perkebunan yang unggul, didukung oleh sumberdaya manusia yang sehat jasmani dan rohani. Adapun misi Rumah Sakit Lavalette adalah . memelihara kesehatan karyawan PTPN XI (Perser. beserta batihnya, baik kuratif maupun mendukung tercapainya kinerja perusahaan yang optimal, dan . memberi pelayanan masyarakat/lingkungan memperoleh nilai tambah bagi rumah sakit sebagai unit usaha. Visi dan misi tersebut mempunyai fungsi sebagai pedoman kegiatan operasional rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan dan merupakan arah dalam mendukung pencapaian tujuan dan sasaran PTPN XI sebagai organisasi induk. Rumah Sakit Islam Malang dibuka pada tanggal 28 Agustus 1994 secara resmi oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama . aat it. Bapak K. Abdurachman Wahid (Gus Du. , dengan lokasi di Jalan MT. Haryono No 139 Dinoyo Malang. Berdirinya Rumah Sakit Islam Unisma dengan misinya AyMemberikan pelayanan rekam medis yang profesional dan berkualitas berdasarkan etika medis dan nilainilai ke-Islaman kerahasiaanAy dan visinya AuMenjadi rekam medis rumah sakit pendidikan Islami yang terbaikAy serta motto AuKecakapan. Ketelitian dan Ketepatan Dalam Penyelenggaraan Rekam MedisAy mempunyai pengertian tentang Rekam medis yang merupakan bukti tertulis tentang proses pelayanan yang diberikan oleh dokter dan tenaga kesehatan lainnya kepada pasien. 124 Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 Analisis Deskriptif Responden dalam penelitian sejumlah 70 orang dengan jawaban yang diberikan mendapatkan rata-rata masing-masing variabel dapat dikatakan bahwa motivasi dan kemampuan kerja serta prestasi kerja karyawan sudah baik dan sesuai dengan yang Instrumen yang diperoleh dari jawabanjawaban responden tersebut setelah dilakukan pengujian dengan bantuan SPSS versi 24 menunjukkan telah valid . ignifikansi r < 0,. dan reliable . lpha cronbach > 0,. Analisis Inferensial dan Pembahasan Pengaruh Variabel Kebutuhan Eksistensi. Kebutuhan Relasi dan Kebutuhan untuk Berkembang Prestasi Kerja Karyawan Tabel 1. Kebutuhan Eksistensi. Kebutuhan Relasi dan Kebutuhan untuk Berkembang terhadap Prestasi Kerja Karyawan Variabel Terikat Variabel Bebas Kebutuhan Eksistensi (X. Kebutuhan Relasi (X. Kebutuhan untuk Berkembang (X. R square Adjusted R square F hit Sig F 0,418 3,728 Prestasi Kerja Karyawan 0,456 Sign 0,000 2,901 0,005 0,282 3,512 0,001 (Y) 0,850 0,722 0,709 57,065 0,000 Sumber : Data Primer Diolah, 2020 Kontribusi variabel kebutuhan eksistensi terhadap prestasi kerja karyawan sebesar 0,417 atau 17,4%. Dengan memperhatikan prestasi kerja karyawan akan meningkat jika kebutuhan ditambah, dan kontribusinya terhadap prestasi kerja karyawan sebesar 17,4%, maka kebutuhan eksistensi tersebut harus diperhatikan. Kebutuhan eksistensi (Existence Need. merupakan bentuk kebutuhan dari diri karyawan yang berupa kebutuhan dasar dan Faktor-faktor dimasukkan dalam kebutuhan eksistensi serta besar pengaruhnya terhadap prestasi kerja karyawan menurut Mangkunegara . adalah seperti makan, minum, pakaian, gaji, keamanan kondisi kerja dan tunjangan. Menurut Hasibuan . kebutuhan eksistensi dari Alderfer ini termasuk didalamnya physiological needs dan safety needs dari Maslow. Physiological needs merupakan kebutuhan dasar manusia yang diperlukan untuk mempertahankan hidup. Adapun safety need merupakan kebutuhan keamanan dari ancaman, yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dan keselamatan dalam melakukan Demikian juga pendapat Gibson. Ivancevich dan Donnelly . kelompok eksistensi serupa dengan kelompok psikologis dan kebutuhan keselamatan dari Maslow. Penelitian ini mendukung penelitian empiris yang dilakukan oleh Wagimin . , berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja Dengan memperhatikan tentang pentingnya kebutuhan eksistensi terhadap kepuasan kerja dan memudahkan mereka dalam pelaksanaan pekerjaan, karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang juga membutuhkan kebutuhan eksistensi yang baik yang akan lebih memudahkan memotivasi mereka dalam melakukan pekerjaan. Berdasarkan perhitungan regresi linier berganda, nilai koefisien regresi () variabel kebutuhan relasi sebesar 0,456. Kontribusi variabel kebutuhan relasi terhadap prestasi kerja karyawan dapat dilihat dari determinasi (R ) sebesar 0,336 atau 11,3%. Dengan karyawan akan meningkat jika kebutuhan relasi karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang ditingkatkan atau ditambah, maka kebutuhan relasi karyawan tersebut harus diperhatikan. Kebutuhan relasi (Relatedness Need. yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. Faktor-faktor yang dapat dimasukkan dalam kebutuhan relasi serta besar pengaruhnya terhadap prestasi kerja menurut Mangkunegara komunikasi yang terbuka dan kerjasama dalam menjalankan tugas. Menutut Hasibuan . kebutuhan relasi menekankan akan pentingnya Suhariyanto 125 1Motivasi dan Kemampuan Kerja Karyawan Rumah SakitA. nterpersonal relationship. dan juga bermasyarakat . ocial Lebih lanjut menurut Hasibuan, kebutuhan relasi menurut Alderfer ini berkaitan juga dengan love needs dan esteem needs dari Maslow. Love needs . ffiliation need. adalah kebutuhan sosial, teman, dicintai dan mencintai serta diterima dalam pergaulan kelompok karyawan dan lingkungannya. Adapun esteem needs adalah kebutuhan akan penghargaan diri, pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungannya. Penelitian ini mendukung pendapat Gomes . , dimana kinerja senantiasa berkaitan erat dengan dua faktor utama dimana salah satu faktornya adalah motivasi karyawan yang dalam hal ini menurut Adelfer ( dalam Gibson. Ivancevich dan Donnelly, 1. salah satunya adalah kebutuhan relasi. Penelitian ini juga mendukung penelitian empiris yang dilakukan oleh Wagimin . , dimana salah satu variabel motivasi yang dipergunakan adalah kebutuhan relasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap prestasi kerja karyawan. Dengan memperhatikan tentang pentingnya kebutuhan relasi terhadap prestasi kerja memudahkan mereka dalam pelaksanaan pekerjaan, karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang juga membutuhkan kebutuhan relasi yang baik yang akan lebih memudahkan motivasi mereka dalam melakukan pekerjaan. Berdasarkan perhitungan regresi linier berganda, nilai koefisien regresi () variabel kebutuhan untuk berkembang sebesar 0,282. Kontribusi berkembang terhadap prestasi kerja karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang dapat dilihat dari koefisien determinasi (R . sebesar 0,397 atau 15,8%. Dengan memperhatikan prestasi kerja karyawan akan meningkat jika kebutuhan untuk berkembang karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang ditingkatkan atau ditambah, maka kebutuhan untuk berkembang karyawan tersebut harus diperhatikan. Kebutuhan Pertumbuhan (Growth Need. yaitu kebutuhan akan penghargaan dan pengembangan serta peningkatan pribadi. Faktor-faktor yang dapat dimasukkan dalam kebutuhan relasi serta besar pengaruhnya terhadap prestasi kerja menurut Mangkunegara . adalah penghargaan dan kesempatan untuk mengembangkan diri. Menurut Hasibuan . kebutuhan untuk berkembang adalah keinginan intrinsic dari dalam diri seseorang untuk maju atau meningkatkan kemampuan Lebih lanjut menurut Hasibuan, kebutuhan untuk berkembang menurut Alderfer ini berkaitan juga dengan self actualization dari Maslow. Self actualization adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunakan kecakapan, kemampuan, keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. Menurut Arep dan Tanjung . , kebutuhan aktualisasi diri merupakan kebutuhan puncak yang paling mempertahankan prestasinya secara optimal. Penelitian ini mendukung pendapat Gomes . , dimana kinerja senantiasa berkaitan erat dengan dua faktor utama dimana salah satu faktornya adalah motivasi karyawan yang dalam hal ini menurut Adelfer ( dalam Gibson. Ivancevich dan Donnelly, 1. salah satunya adalah kebutuhan relasi. Penelitian ini juga mendukung penelitian empiris yang dilakukan oleh Wagimin . , dimana salah satu variabel motivasi yang dipergunakan adalah kebutuhan relasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap prestasi kerja karyawan. Dengan memperhatikan tentang pentingnya kebutuhan relasi terhadap prestasi kerja memudahkan mereka dalam pelaksanaan pekerjaan, karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang juga membutuhkan kebutuhan relasi yang baik yang akan lebih memudahkan motivasi mereka dalam melakukan pekerjaan. 126 Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 Pengaruh Variabel Kemampuan Teknis dan Kemampuan Relasi terhadap Kinerja Karyawan Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Analisis Pengaruh Variabel Kemampuan Teknis dan Kemampuan Relasi terhadap Kinerja Karyawan Variabel Terikat Variabel Bebas Kemakmpuan Teknis (X. Kemampuan Perilaku (X. R square Adjusted R square F hit Sig F Prestasi Kerja 0,540 3,728 Karyawan (Y) 0,798 2,901 Sign 0,000 0,000 0,823 0,677 0,659 70,128 0,000 Sumber : Data Primer Diolah, 2020 Berdasarkan perhitungan regresi linier berganda, nilai koefisien regresi () variabel kemampuan teknis sebesar 0,540. Kontribusi variabel kemampuan teknis terhadap prestasi kerja karyawan dapat dilihat dari koefisien determinasi (R. sebesar 0,565 atau 31,9%. Dengan karyawan akan meningkat jika kemampuan teknis ditingkatkan atau ditambah, maka kemampuan teknis tersebut harus diperhatikan. Kemampuan-kemampuan teknis menurut Katz yang dikutip oleh Rao . mencakup pengertian mengenai suatu aktivitas khusus dan kecakapan di dalamnya, terutama yang menyangkut metode-metode, proses-proses, prosedur-prosedur, teknik-teknik. Kemampuan teknis ini diperlukan oleh semua bagian di perusahaan, kecuali eksekutif puncak, namun yang sangat memerlukan kemampuan ini adalah para operator, buruh terampil, juru tulis, juru ketik, penyelia dan pejabat Junior. Kemampuan teknis mencakup pengetahuan dan ketrampilan-ketrampilan yang berkaitan dengan berbagai teknologi dan proses. Penelitian ini mendukung pendapat Gomes . , bahwa kinerja senantiasa berkaitan erat dengan dua faktor utama, yang salah satunya adalah kemampuan karyawan untuk melaksanakan Kemampuan tersebut menurut Katz yang dikutip oleh Rao . diantaranya adalah kemampuan teknis yaitu aktivitas khusus dan kecakapan di dalamnya. Dengan kemampuan teknis terhadap prestasi kerja karyawan dan memudahkan mereka dalam pelaksanaan pekerjaan, karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang kemampuan teknis yang memadai yang akan lebih memudahkan mereka dalam melakukan Berdasarkan perhitungan regresi linier berganda, nilai koefisien regresi () variabel kemampuan perilaku sebesar 0,798. Kontribusi variabel kemampuan perilaku terhadap prestasi kerja karyawan dapat dilihat dari koefisien determinasi (R. sebesar 0,530 atau 28,1%. Dengan prestasi kerja karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang akan ditingkatkan atau ditambah, maka kemampuan perilaku tersebut harus diperhatikan. Kemampuan-kemampuan menurut Katz yang dikutip oleh Rao . berhubungan dengan orang lain. Dalam hal ini mencakup pengetahuan tentang proses-proses sikap-sikap Kemampuan ini diperlukan oleh semua bagian terutama bagi eksekutif puncak. Penelitian ini mendukung pendapat Gomes . , bahwa kinerja senantiasa berkaitan erat dengan dua faktor utama, yang salah satunya adalah kemampuan karyawan untuk melaksanakan Kemampuan tersebut menurut Katz yang dikutip oleh Rao . diantaranya adalah kemampuan perilaku berhubungan dengan kepandaian orang berhubungan dengan orang lain. Dengan memperhatikan tentang pentingnya kemampuan perilaku terhadap prestasi kerja karyawan dan memudahkan karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang juga membutuhkan kemampuan perilaku yang memadai yang akan lebih memudahkan mereka dalam melakukan pekerjaan. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, terdapat pengaruh yang Suhariyanto 127 1Motivasi dan Kemampuan Kerja Karyawan Rumah SakitA. signifikan secara bersama-sama antara variabel kemampuan teknis dan kemampuan perilaku terhadap prestasi kerja karyawan. Hal ini dapat diketahui dengan melihat signifikansi F . < 0,05 dengan F hitung sebesar 70,128, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan nilai R square yaitu 0,677, hal ini berarti kontribusi variabel bebas . emampuan teknis dan kemampuan perilak. terhadap variabel terikat . restasi kerja karyawa. sebesar 67,7% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini sebesar 32,3%. Kontribusi kedua variabel bebas tersebut sangat besar terhadap prestasi kerja karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang. Jika kedua variabel tersebut . emampuan teknis dan ditambah dengan variabel lain akan semakin meningkatkan prestasi kerja karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang. Dengan melihat nilai R . oefisien korelas. sebesar 0,823 menunjukkan bahwa terdapat hubungan . yang sangat kuat dan positif antara kedua variabel bebasnya terhadap prestasi kerja karyawan. Hal ini mendukung pendapat Gomes . yang mengatakan bahwa kinerja senantiasa berkaitan erat dengan dua faktor utama yang salah satunya adalah kemampuan kerja karyawan, dalam hal ini menurut Katz yang dikutip oleh Rao . terdiri dari kemampuan teknis, kemampuan manajerial, kemampuan perilaku dan kemampuan konseptual. Wood . mengatakan bahwa kemampuan merefleksikan melaksanakan berbagai tugas yang dibebankan yang mencakup pengetahuan dan ketrampilan. Jadi kemampuan adalah pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki seseorang. Menurut Rao . seorang karyawan yang sangat mampu, mungkin hanya membutuhkan usaha sangat sedikit untuk mencapai prestasi yang kemampuan rendah mungkin harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan prestasi yang lebih baik. Dalam hal ini Robbins . mempertegas bahwa kemampuan mempunyai pengaruh langsung pada prestasi kerja Hasil penelitian ini juga mendukung hasil penelitian Suryani . Anggraeni et al . Muhridin et al . dan Basalamah et al . bahwa kemampuan berpengaruh signifikan dan positif terhadap prestasi kerja Dengan memperhatikan pengaruh motivasi terhadap prestasi kerja karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang dengan hasil signifikan dan positif ini, maka pihak manajemen harus selalu tanggap dan mempertahankannya, khususnya kemampuan teknis yang terdiri dari indikator pengetahuan kerja dan keterampilan karena mempunyai pengaruh dominant terhadap prestasi kerja karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang dengan kontribusi sebesar 31,9%. Pengaruh Variabel Kebutuhan Eksistensi. Kebutuhan Relasi. Kebutuhan Berkembang. Kemampuan Teknis dan Kemampuan Perilaku terhadap Kinerja Karyawan Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Analisis Pengaruh Variabel Kebutuhan Eksistensi. Kebutuhan Relasi. Kebutuhan untuk Berkembang. Kemampuan Teknis dan Kemampuan Perilaku terhadap Kinerja Karyawan Variabel Terikat Variabel Bebas Kebutuhan Eksistensi (X. Kebutuhan Relasi (X. Sign 0,242 2,041 0,045 0,314 2,034 0,046 Kemampuan Teknis (X. Prestasi Kerja Karyawan 0,179 2,159 0,035 (Y) 0,247 2,345 0,022 Kemampuan Perilaku (X. 0,353 2,093 0,040 Kebutuhan untuk Berkembang (X. R square Adjusted R square F hit Sig F Sumber Data 0,873 0,762 0,743 40,880 0,000 Primer Diolah. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial dengan menggunakan analisis regresi linier berganda, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel kebutuhan 128 Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 eksistensi, kebutuhan relasi dan kebutuhan untuk berkembang terhadap prestasi kerja Hal ini dapat diketahui dengan melihat signifikanfi F . < 0,05, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan nilai R square yaitu 0,722, hal ini berarti . ebutuhan eksistensi, kebutuhan relasi dan kebutuhan untuk berkemban. terhadap variabel terikat . restasi kerja karyawa. sebesar 72,2% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini sebesar 27,8%. Kontribusi ketiga variabel bebas tersebut sangat besar terhadap prestasi kerja karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang. Jika ketiga variabel tersebut . ebutuhan eksistensi, kebutuhan relasi dan kebutuhan untuk berkemban. ditingkatkan dan ditambah meningkatkan prestasi kerja karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang. Dengan melihat nilai R . oefisien korelas. sebesar 0,850 menunjukkan bahwa terdapat hubungan . yang sangat kuat dan positif antara ketiga variabel bebasnya terhadap prestasi kerja karyawan. Hal ini mendukung pendapat Gomes . yang mengatakan bahwa kinerja senantiasa berkaitan erat dengan dua faktor utama yang salah satunya adalah motivasi kerja karyawan, dalam hal ini menurut Adelfer . alam Gibson. Ivancevich dan Donnelly, 1. terdiri dari kebutuhan eksistensi, kebutuhan relasi dan kebutuhan berkembang. Menurut Anwari . motivasi merupakan suatu dorongan yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan dengan cara-cara tertentu. Kemudian As'ad . memperjelas bahwa faktor seseorang bekerja adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi. Hasil penelitian ini juga mendukung hasil penelitian Panjaitan . Muntaha dan Mufrihah . Astuti et al . Nurhaedah et al . Soffa et al . Gunawan et al . bahwa motivasi berpengaruh signifikan dan positif terhadap prestasi kerja karyawan. Dengan memperhatikan pengaruh motivasi terhadap prestasi kerja karyawan Rumah Sakit Lavalette dan Rumah Sakit Islam Malang, maka pihak manajemen harus selalu tanggap dan mempertahankannya, khususnya kebutuhan eksistensi yang terdiri dari indikator kebutuhan dasar dan kebutuhan keamanan karena mempunyai pengaruh dominant terhadap prestasi kerja karyawan sebesar 17,4%. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, menunjukkan bahwa pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel kebutuhan eksistensi, kebutuhan kemampuan teknis dan kemampuan perilaku secara simultan terhadap prestasi kerja Hal ini dapat diketahui dengan melihat signifikansi F . < 0,05, yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan nilai R square yaitu 0,762, hal ini berarti kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 76,2% dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini sebesar 23,8%. Kontribusi kelima variabel bebas tersebut sangat besar terhadap prestasi kerja karyawan. Jika kelima variabel tersebut . ebutuhan eksistensi, kebutuhan kemampuan teknis dan kemampuan perilak. ditingkatkan dan ditambah dengan variabel lain akan semakin meningkatkan prestasi kerja Dengan melihat nilai R . oefisien korelas. sebesar 0,873 menunjukkan bahwa terdapat hubungan . yang sangat kuat dan positif antara kelima variabel bebasnya terhadap prestasi kerja karyawan. Hal ini mendukung pendapat yang mengatakan bahwa prestasi kerja karyawan merupakan salah satu indikator keberhasilan operasional perusahaan dalam mencapai tujuannya. Hal ini sejalan dengan pendapat Handoko . , bahwa ukuran keberhasilan departemen personalia adalah prestasi atau pelaksanaan kerja . Menurut Gomes . , kinerja senantiasa berkaitan erat dengan dua faktor utama yaitu kesediaan atau motivasi karyawan untuk bekerja yang menimbulkan Suhariyanto 129 1Motivasi dan Kemampuan Kerja Karyawan Rumah SakitA. usaha karyawan dan kemampuan karyawan untuk melaksanakan pekerjaan. Jadi kinerja adalah fungsi interaksi antara motivasi kerja dengan kemampuan, atau P = f(M x A), dimana P adalah performance. M = motivation dan A = Menurut MarAoat . dipengaruhi dua hal, yaitu faktor individu dan faktor situasi. Prestasi kerja yang dihasilkan antara karyawan tersebut berbeda karena adanya faktor-faktor individu yang berbeda, seperti misalnya adanya perbedaan kemampuan, fisik, motivasi dan faktor-faktor individual lainnya. Pendapat tersebut juga sejalan dengan Maurice et al . dalam Iskandar . mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi kerja karyawan adalah faktor intern yang terdiri dari kemampuan dan kemauan Hasil penelitian ini secara empiris juga mendukung penelitian Rachman . , penelitian Grossman . , dan penelitian Wagimin . yang menemukan bahwa signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Dengan hasil ini dimana menunjukkan bahwa prestasi kerja karyawan adalah tinggi yang merupakan hasil dari motivasi dan kemampuan karyawan Rumah Sakit Lavalette dan Rumah Sakit Islam Malang yang tinggi pula, maka pihak manajemen dan Direksi PTPN XI dan Rumah Sakit Islam Malang harus mempertahankan kondisi tersebut dan berusaha meng cover setiap perubahan khususnya yang membutuhkan karyawan yang termotivasi dan melaksanakan tugas-tugas yang semakin Hal ini sejalan dengan pendapat Sedarmayanti dalam Umar . , prestasi kerja yang baik dapat dipengaruhi oleh kecakapan dan motivasi. Kecakapan tanpa motivasi atau motivasi tanpa kecakapan sulit untuk mendapatkan output yang tinggi. Dari kelima variabel yang diteliti menunjukkan bahwa variabel kemampuan teknis mempunyai pengaruh yang dominant terhadap prestasi kerja karyawan Rumah Sakit Lavalette Malang dengan kontribusi sebesar 7,9% yang disusul oleh variabel kebutuhan untuk berkembang dengan kontribusi sebesar 6,8%. Untuk itu, dengan tidak mengesampingkan variabel lain yang diteliti dalam penelitian ini, maka variabel kemampuan teknis dan kebutuhan untuk berkembang harus dapat dipertahankan dan diupayakan untuk meningkatkan variabel Dari hasil pengujian regresi liner serta pembahasan di atas bahwa semua hipotesis telah teruji. Statistik regresi digunakan untuk melakukan prediksi seberapa jauh nilai variabel terikat bila nilai variabel bebas diubah. Berdasarkan perhitungan diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = -a 1X1 2X2 3X3 4X4 5X5 e Y = -2,708 0,242 X1 0. 314X2 0. 247X4 0. 353X5 e SIMPULAN Berdasarkan pembahasan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar responden memberikan jawaban baik terhadap enam variabel yang diteliti. Berdasarkan analisis regresi linier berganda di dapat hasil bahwa variabel kebutuhan eksistensi, kebutuhan relasi dan kebutuhan untuk berkembang, kemampuan teknis dan kemampuan perilaku secara parsial dan simultan berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Variabel kemampuan teknis dan kemampuan perilaku secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja karyawan Rumah Sakit Lavalette dan Rumah Sakit Islam Malang. Berdasarkan pada kesimpulan dan pembahasan hasil penelitian, dikemukakan saran-saran sebagai berikut : Bagi pihak manajemen Rumah Sakit dan praktisi secara umum. Mengacu pada hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variabel motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap prestasi kerja diwujudkan dalam bentuk prestasi 130 Jurnal Dialektika. Volume 6. Nomor 2. September 2021 kerja karyawan yang tinggi. Penelitian terhadap prestasi kerja karyawan akan pengembangan sumber daya manusia. Kegiatan ini akan dapat memperbaiki keputusan manajer dan memberikan umpan balik kepada karyawan tentang kegiatan mereka. Mengacu pada hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersamasama variabel motivasi . ebutuhan eksistensi, kebutuhan relasi dan kebutuhan untuk berkemban. dan kemampuan . emampuan teknis dan kemampuan perilak. menunjukkan pengaruh yang signifikan. Dengan demikian peningkatan prestasi kerja harus dilakukan dengan pemberian motivasi . hususnya pemenuhan kebutuhan eksistensi yang terdiri dari indikator kebutuhan dasar dan peningkatan kemampuan . hususnya kemampuan teknis yang terdiri dari indikator pengetahuan kerja dan Penilaian diterapkan oleh perusahaan harus jelas dan diketahui serta dipahami oleh Demikian pula adanya sistem karier yang jelas dan diketahui oleh karyawan, sehingga terdapat keterkaitan antara prestasi kerja dengan sistem karier yang diterapkan Bagi akademisi Faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap prestasi kerja karyawan selain yang diteliti dalam penelitian ini perlu kesimpulan yang lebih representatif. Beberapa aspek yang belum tercakup penyesuaian kompensasi, keputusan rekruitmen dan seleksi, dan lainnya. Bagi peneliti berikutnya disarankan untuk memperluas lokasi penelitian sehingga kesimpulannya dapat digeneralisasikan lebih luas lingkupnya. Demikian juga dengan alat analisis yang digunakan disarankan untuk mempergunakan alat analisis yang berbeda untuk melihat keajegan dari alat analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini DAFTAR PUSTAKA