KAFFAH: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan Vol. 3 No. Page 97-107 ISSN: 2985-9662 http://jurnal. id/index. php/kaffah/article/view/769 EFEKTIVITAS KEGIATAN EKSTRAKURIKULER IKATAN REMAJA MASJID (IRMA) DALAM MENUMBUHKAN SIKAP TOLERANSI BERAGAMA SISWA Fitrah Alawiah1. Miftahul Huda2. Imas Kurniasih3. Muhtadin4. Mukhlishah5 Fakultas Agama Islam. Universitas Muhammadiyah Bandung Email: 1Alawiahfitrah2000@gmail. ,2 miftah. elhuda@umbandung. imaskurniasih@umbandung. id, 4 muhtadin@umbandung. mukhlisah@umbandung. Abstrak Di era modern ini, toleransi beragama sangat diperlukan guna menciptakan bangsa yang rukun dan tentram ditengah keragaman agama masyarakat Indonesia. Ekstrakurikuler IRMA adalah organisasi Rohani Islam di sekolah yang diharapkan sebagai sarana yang efektif untuk menanamkan sikap toleransi beragama siswa. Kegiatan ekstrakurikuler IRMA mendukung intrakurikuler keagamaan dengan memberikan pendidikan, pembinaan dan pengembangan potensi siswa/siswi muslim agar menjadi insan beriman, bertaqwa kepada Allah SWT. dan berakhlak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan ekstrakurikuler Ikatan Remaja Masjid (IRMA) terhadap sikap toleransi beragama Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis, dan pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas kegiatan ekstrakurikuler IRMA memiliki dampak yang cukup baik dalam menumbuhkan toleransi beragama siswa, hal ini ditunjukan dengan adanya sikap: . Mengakui hak setiap orang, . Menghormati keyakinan orang lain, . Agree in disagrement, . Saling mengerti. Kata Kunci: Efektivitas. Ikatan Remaja Masjid. Toleransi Beragama Abstract In this modern era, religious tolerance is very necessary to create a harmonious and peaceful nation amidst the religious diversity of Indonesian society. IRMA extracurricular is an Islamic spiritual organization in schools which is expected to be an effective means of instilling attitudes of religious tolerance in students. IRMA's extracurricular activities support religious extracurricular activities by providing education, coaching and developing the potential of Muslim students to become people of faith, devoted to Allah SWT. and have noble character. This research aims to determine the effectiveness of extracurricular activities of the Mosque Youth Association (IRMA) on students' religious tolerance attitudes. The research method used is a descriptive analysis method, and the research approach used is a qualitative approach. The results of the research show that the effectiveness of IRMA extracurricular activities has a quite good impact in fostering students' religious tolerance, this is shown by the attitudes: . Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 97 Recognizing everyone's rights, . Respecting other people's beliefs, . Agreeing in dissent, . Understanding each other. Keywords: Effectiveness. Mosque Youth Organization. Religious Tolerance PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kehidupan Sebab melalui pendidikan, seseorang dapat meningkatkan kecerdasan dan keterampilan serta mengembangkan potensi diri. Kegiatan pendidikan tidak hanya dilakukan dengan belajar dikelas, tetapi ada pula yang dilakukan diluar kelas yaitu ekstrakulikuler. Ada beberapa ekstrakurikuler di dalam lembaga pendidikan formal seperti Jurnalistik. PMR. Basket. Tari. Futsal. Bela Diri. IRMA, dan lain Diantara kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Ikatan Remaja Masjid atau biasa disebut dengan IRMA adalah ekstrakurikuler berbasis Dengan demikian segala bentuk kegiatan dan pengajarannya tidak terlepas dan selalu pada ajaran Agama Islam. Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan bahwa fungsi dan tujuan dari pendidikan nasional adalah menjadikan peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Maka adanya kegiatan ekstrakurikuler IRMA dapat membantu tercapainya tujuan dari pendidikan nasional yakni membentuk kepribadian siswa menjadi manusia yang berakhlakul karimah, beriman dan bertaqwa. Ekstrakurikuler IRMA adalah organisasi Rohani Islam sebagai sub organisasi dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang kegiatannya mendukung intrakurikuler keagamaan, dengan memberikan pendidikan, pembinaan dan pengembangan potensi siswa/siswi muslim agar menjadi insan beriman, bertaqwa kepada Allah swt. dan berakhlak mulia dengan mengimplementasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari (Kemenag RI). Dengan diselenggarakannya Ekstrakurikuler IRMA ini kiranya memberikan andil dalam pembentukan perilaku spiritual seorang siswa, baik dalam aspek ibadah maupun akhlaknya. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 98 Salah satu hal yang mencerminkan akhlakul karimah yaitu memiliki sikap toleransi beragama yang baik. Di era modern ini, toleransi beragama sangat diperlukan guna menciptakan bangsa yang rukun dan tentram ditengah keragaman agama yang ada di masyarakat Indonesia. Toleransi beragama merupakan suatu bentuk adaptasi dalam pergaulan sosial yang menghormati dan bertoleransi terhadap pemeluk agama lain tanpa mencampuri urusan agama lain guna menjaga stabilitas sosial agar tidak terjadi benturan ideologi dan fisik antar umat beragama yang berbeda (Casram, 2. Pendidikan didalam kelas yang berkaitan langsung dengan penanaman sikap toleransi beragama yaitu pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun mata pelajaran PAI sendiri memiliki intensitas waktu hanya 1 kali dalam satu pekan dengan durasi waktu 3x jam pelajaran, maka total waktu 120 menit. Oleh karena itu, kegiatan ekstrakurikuler IRMA menunjang pendidikan kerohanian diluar jam pelajaran. Materi kajian agama Islam di program kegiatan IRMA pun sangat lengkap, mulai dari pendidikan fiqih, tauhid, hingga akidah akhlak yang mencakup pembelajaran bertoleransi. Penelitian ini berobjek pada progam kegiatan ekstrakurikuler Ikatan Remaja Masjid (IRMA). Hal ini menjadikan adanya persamaan antara objek penelitian yang penulis buat dengan penelitian-penelitian yang terdahulu. Salah satunya seperti penelitian yang ditulis oleh Evri Sugiantoro, dkk. , dengan judul AuPengaruh Ekstrakurikuler Rohis Terhadap Sikap Spiritual SiswaAy. Jurnal Ilmiah Al-Hikmah Vol. 1 No. Yang membedakan dengan penelitian ini adalah dari fokus penelitiannya yakni terhadap sikap spiritual siswa, sedangkan penelitian yang penulis buat berfokus pada sikap toleransi beragama siswa (Sugiantoro, dkk, 2. Kemudian terdapat persamaan fokus penelitian antara penelitian ini dengan penelitian terdahulu yakni berfokus pada sikap toleransi beragama siswa. Salah satunya penelitian yang ditulis oleh Andi Fitriani Djollong dan Anwar Akbar, dengan judul AuPeran Guru PAI dalam Penanaman Nilai-Nilai Toleransi Antar Umat Beragama Peserta Didik untuk Mewujudkan KerukunanAy. Jurnal Al-Ibrah. Vol. Vi No. 01 Maret tahun 2019. Yang membedakan dengan penelitian ini adalah dari objek penelitiannya yaitu mengenai peran guru PAI, sedangkan penelitian yang Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 99 penulis buat berobjek pada kegiatan ekstrakurikuler IRMA (Djollong dan Akbar. Dalam penelitian ini penulis meneliti ekstrakurikuler IRMA tersebut yang menerapkan pendidikan toleransi antar warga sekolah yang berbeda-beda latar belakangnya, budayanya, status ekonominya dan khususnya yang berbeda Agama yang dianut siswa siswi SMA Negeri 14 Bandung diantaranya dengan persentase sebesar 80% Agama Islam, 15% Agama Kristen dan 5% Agama Khatolik. Pentingnya umat beragama sedini mungkin karena anak pada saat mulai bergaul dengan temannya akan merasakan perbedaan itu sehingga tidak timbul diskriminasi dalam pergaulannya. Melalui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler IRMA di SMA Negeri 14 Bandung diharapkan mempunyai andil dan memberi pengaruh positif terhadap para siswa dalam toleransi antar umat beragama. METODE Artikel penelitian ini menggunakan metode dekstriptif analitik, yakni suatu cara dalam penelitian dengan mendeskripsikan atau memusatkan perhatian terhadap permasalahan yang ada dilapangan sebagai mana adanya, dan hasil data tersebut kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya (Sugiyono. Metode deskriptif analitik dimaksudkan untuk dapat memberikan gambaran secara sistematis, faktual dan akurat dari objek permasalahan yang diteliti, yakni terkait efektivitas kegiatan ekstrakurikuler ikatan remaja masjid (IRMA) dalam menumbuhkan sikap toleransi beragama siswa anggota ekstrakurikuler IRMA SMA Negeri 14 Bandung. Seperti penelitian kualitatif pada umumnya, teknik pengumpulan data diperoleh dari semua pihak yang bersangkutan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang berkaitan dengan efektivitas kegiatan ekstrakurikuler ikatan remaja masjid (IRMA) dalam menumbuhkan sikap toleransi beragama siswa anggota ekstrakurikuler IRMA SMA Negeri 14 Bandung. Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 100 HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Efektivitas Dalam dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebutkan tiga arti dari kata efektivitas, arti pertama adalah adanya suatu efek , akibat, pengaruh dan kesan. Arti yang kedua manjur atau mujarab dan arti yang ketiga dapat membawa hasil atau hasil guna. Kata efetif di ambil dari kata efek yang artinya akibat atau pengaruh dan kata efektif yang berarti adanya pengaruh atau akibat dari suatu unsur (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 2. Efektivitas merupakan suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh capaian target . uantitas, kualitas dan wakt. oleh suatu manajemen (Winata, 2. Efektivitas dapat diukur dengan melihat hasil kerja yang dicapai oleh suatu kelompok. Tingkat efektivitas dilihat dengan membandingkan antara rencana yang telah ditentukan dengan hasil nyata yang telah Jika usaha atau hasil pekerjaan dan tindakan yang dilakukan tepat sehingga sasaran atau tujuan yang diharapkan tercapai, maka kondisi tersebut dikatakan efektif. Program Ekstrakurikuler Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Ekstrakurikuler dapat diartikan sebagai aktivitas tambahan di luar yang berkaitan dengan kurikulum. Ekstrakurikuler yang berbasis keagamaan yang ada dalam lembaga pendidikan salah satunya adalah ekstrakurikuler IRMA atau Ikatan Remaja Masjid. Ikatan remaja masjid adalah suatu wadah kerja sama yang dilakukan oleh sekumpulan remaja yang merupakan bagian dari jamaah masjid untuk mencapai tujuan meningkatkan kualitas pemuda muslim Indonesia di masa. Inti eksistensi dari IRMA adalah lembaga pendidikan, seperti dalam satuan sekolah, kampus, dan madrasah, ikatan remaja masjid sering di jumpai. Islam dan pancasila merupakan asas dan dasar IRMA. Sedangkan para pelajar Muslim adalah objek utama IRMA (Yudin, 2. Ekstrakurikuler IRMA SMAN 14 Bandung mempunyai banyak program yang sudah berjalan, yaitu program harian yaitu berupa pelaksanaan tilawah alQurAoan, program mingguan berupa pelaksanaan kajian akhwat atau kajian Program bulanan berupa kajian keIslaman bersama anggota Departemen Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 101 Keagamaan (Depa. Dalam kajian yang ada di program ekstrakurikuler IRMA SMAN 14 Bandung, materi yang disajikan cukup kompleks mulai dari ilmu fiqih, aqidah, hadits, tauhid, tafsr dan akhlak. Pada pembahasan materi kajian seringkali menyelipkan nilai-nilai pelajaran toleransi beragama karena itu merupakan bagian materi yang terdapat dalam hadits, tafsir Al-QurAoan dan juga akidah akhlak. Selain itu, ada program Semesteran berupa acara jambore IRMA seJawa Barat yang didalamnya terdapat kegiatan camping, outbond, sholawat bersama, ceramah, dan lomba. Dan program tahunan berupa pelaksanaan pesantren kilat, halal bihalal, idul qurban. Latihan Dasar Kepemimpinan IRMA (LDKI), dan rihlah. Semua program-program tersebut didalam pelaksanaannya terdapat pendidikan dan penanaman nilai-nilai toleransi beragama. Seperti ketika kegiatan halal bihalal terdapat nilai-nilai toleransi beragama dimana ketika semua warga sekolah saling bermaaf-maafan dan tidak memandang latar belakang agama satu sama lain. Baik guru dan siswa yang muslim ataupun non muslim saling bermaafan dan saling menjalin silaturahmi, meskipun program halal bihalal ini merupakan kegiatan bagi umat muslim. Kemudian pada pelaksaan program Idul Qurban, pendidikan toleransi beragama yang diinternalisasikan secara langsung kepada para siswa adalah ketika membagikan daging qurban kepada semua warga sekolah tanpa adanya Meskipun kegiatan qurban merupakan perayaan inti umat muslim, tetapi semua guru dan siswa baik yang muslim ataupun non muslim sama-sama mendapatkan daging qurban. Hal ini mengajarkan kepada para siswa untuk beramal dan bersedekah kepada non muslim sekalipun tanpa membedakan latar belakang kepercayaan. Ekstrakurikuler IRMA Latihan Dasar Kepemimpinan IRMA (LDKI) bagi para anggota IRMA baru dengan tujuan agar menumbuhkan karakter personalitas yang kuat dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan dalam diri siswa. Terdapat keterkaitan antara pendidikan kepemimpinan siswa dengan nilai-nilai toleransi beragama. Ditanamkannya jiwa kepemimpinan kepada siswa menjadikannya timbul rasa solidaritas yang kuat, dan Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 102 rasa tanggung jawab supaya bagaimana dirinya menciptakan relasi yang baik antar sesama, termasuk dengan teman yang berbeda agama. Program ekstrakurikuler IRMA selanjutnya yang berkaitan dengan pendidikan bertoleransi adalah rihlah. Rihlah adalah suatu program yang berisikan sharing antar anggota IRMA sembari tamasya ke suatu tempat. Dari sharing ini siswa dapat saling mentransfer ilmu satu sama lain, dan sekaligus belajar menghargai teman yang berbeda pendapat dengannya. Tujuan Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa fungsi dan tujuan dari pendidikan nasional adalah menjadikan peserta didik sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia (Undang-Undang SISDIKNAS, 2. Jika dilihat dari tujuan pendidikan nasional tersebut, maka ekstrakurikuler ikatan remaja masjid (IRMA) membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional yang mana supaya membentuk kepribadian siswa yang beriman, bertaqwa dan berakhlakul karimah. Selain itu tujuan ikatan remaja masjid sebagai lembaga dakwah sekolah yang berusaha membentuk generasi muda pelajar yang mendukung dan menggagas penanaman nilai-nilai kebenaran, mampu menghadapi tantangan masa depan dan menjadi penghalang yang baik untuk membangun masyarakat yang islami. Dampak Program IRMA terhadap Toleransi Beragama Siswa Toleransi berasal dari bahasa Latin. AutolerantiaAy, yang berarti kelonggaran, kelembutan hati, keringanan dan kesabaran. Maka dari arti tersebut dapat dipahami bahwa toleransi merupakan sikap untuk memberikan hak sepenuhnya kepada orang lain agar menyampaikan pendapatnya, sekalipun pendapatnya salah dan berbeda (Permana, dkk, 2. Dalam perspektif Islam, toleransi beragama disebut dengan kata AutasamuhAy. Tasamuh diartiakan sebagai bersikap ramah dengan cara memudahkan, memberi kemurahan dan keluasan, namun tidak sampai menerima kebeneran yang Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 103 bersebrangan dengan syariat Islam, melainkan tetap menggunakan tolak ukur AlQurAoan dan Sunnah. Dampak sikap toleransi beragama terlihat melalui prinsip-prinsip berikut ini: Mengakui hak setiap orang, . Menghormati keyakinan orang lain, . Agree in disagrement . etuju didalam pebedaa. , . Saling mengerti (Hasyim, 1. Mengakui Hak Setiap Orang Mengakui hak setiap orang untuk memilih agamanya masing-masing berarti menghargai keragaman dan perbedaan ajaran-ajaran setiap agama yang Islam mengutamakan kebebasan dan perlindungan hak asasi manusia. Agama boleh menawarkan jalan kebenaran, tapi tidak boleh memaksakan. Agama boleh menawarkan kemenangan, tapi tidak boleh cenderung ingin menang sendiri (Jamarudin, 2. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan dilapangan menunjukkan bahwasannya para siswa SMAN 14 Bandung khususnya anggota ekstrakurikuler IRMA dapat mengakui hak setiap orang. Hal ini terlihat dari fenomena di sekolah SMAN 14 Bandung dimana siswa muslim membiarkan siswa non muslim beragama dan beribadah sesuai kepercayaannya, begitupun sebaliknya. Kemudian ada pula siswa non muslim yang sampai hafal surat pendek Al-QurAoan, hafal kalimat adzan bahkan kalimat syahadat, dan hal itu berdasarkan hak pilihannya sendiri dan tidak ada paksaan dari siapapun untuk bisa menghafal. Sebab para siswa siswi SMAN 14 Bandung sudah faham mengenai hak setiap orang untuk bebas beragama menurut kepercayaannya. Menghormati keyakinan orang lain Hak individu untuk memilih agama harus dihormati sebagai hak sosial setiap individu. Dengan demikian, pilihan agama akan bebas dari tekanan sosial. Bebas dari tekanan sosial berarti situasi dan kondisi sosial memberikan kesempatan yang sama bagi semua agama untuk hidup dan berkembang tanpa Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti di lapangan, menunjukan bahwa para siswa SMAN 14 Bandung khususnya anggota ekstrakurikuler IRMA dapat menghormati keyakinan orang lain yang Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 104 berbeda dengan dirinya. Ada beberapa agama yang dianut oleh siswa siswi SMAN 14 Bandung, diantaranya adalah Islam. Kristen Protestan. Khatolik, dan Budha. Selama aktivitasnya di sekolah siswa yang muslim dan non muslim saling berbaur dan bermain bersama. Bahkan ada juga diantara mereka yang berangkat ke sekolah bersama dengan temannya yang berbeda agama. Meskipun ada perbedaan agama diantara mereka namun mereka tidak pernah menjadikannya masalah. Agree in disagrement . etuju didalam pebedaa. Setuju di dalam perbedaan adalah cara terbaik untuk mencapai kerukunan Hal ini sangat mungkin bisa dipraktikkan secara konkrit, karena meskipun kita sudah memiliki keyakinan yang kuat akan kebenaran agama yang kita anut, kita masih bisa menghargai pengalaman agama lain. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti di lapangan, menunjukkan bahwa para siswa SMAN 14 Bandung khususnya anggota ekstrakurikuler IRMA setuju di dalam perbedaan. Para siswa siswi SMAN 14 Bandung sudah faham mengenai perbedaan, sehingga di lingkungan sekolah pun para siswa muslim dan non muslim bisa beraktivitas bersama dengan akrab dan rukun. Ketika pembelajaran di kelas, siswa muslim dan non muslim bisa saling bekerja sama dengan baik di dalam kelompok. Saling mengerti. Dengan saling mengerti kepada perbedaan orang lain, diharapkan tidak ada penekanan atau penindasan keyakinan dari pihak manapun. Juga diharapkan agar menghindari rasa keraguan dan ketakutan jika keyakinan seseorang terlihat secara terang-terangan (Hasyim, 1. Saling mengerti akan membuat seseorang untuk tidak menilai orang lain dengan sewenang-wenang. Pergaulan antaragama akan terealisasi jika tidak saling menuntut, tetapi saling mengerti dan menerima. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dilapangan, ditemukan bahwa dampak dari program ekstrakurikuler IRMA terhadap sikap toleransi beragama siswa SMAN 14 Bandung salah satunya ialah siswa dapat saling mengerti terhadap perbedaan agama yang ada dilingkungan Kaffah: Jurnal Pendidikan dan Sosio Keagamaan, 3 . , 2024 | 105 sekitar. Hal ini terbukti ketika di lingkungan sekolah ataupun di kelas para siswa dapat menerima dengan lapang dada perbedaan yang ada antar teman yang lain, dan dapat berteman dengan siswa lainnya yang non muslim dengan rukun. Begitupun sebaliknya, siswa yang non muslim pun berteman baik dengan siswa Karena para siswa sudah saling mengerti akan hak setiap individu untuk menganut agama sesuai kepercayaan masing-masing dengan sukarela. lingkungan sekolah para siswa muslim bisa beribadah dengan tenang, begitupun dengan siswa non muslim. Simpulan Program ekstrakurikuler IRMA dalam menumbuhkan sikap toleransi beragama siswa di SMA Negeri 14 Bandung terdiri dari program harian, program mingguan, program bulanan, program semesteran dan program tahunan. Sikap siswa SMA Negeri 14 Bandung yang terbentuk setelah mengikuti program ekstrakurikuler IRMA adalah terbentuknya sikap toleransi beragama tehadap para siswa di SMA Negeri 14 Bandung Daftar Pustaka