GENTA MULIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 IMPLEMENTASI STRATEGI TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA DALAM PEMBELAJARAN Sunardi1. Budi Santosa2 1,2Magister Pendidikan Guru Vokasi. Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta Email: ardhisun@gmail. santosa@mpgv. Abstract Rendahnya partisipasi belajar siswa kelas XI TKR 1 SMK Muhammadiyah 2 Andong pada mata pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi belajar siswa XI TKR 1 SMK Muhammadiyah 2 Andong melalui strategi Team Assisted Individualization . Penelitian ini melibatkan 36 siswa dan dilakukan dengan satu siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas atau yang lebih dikenal dengan (Classroom Action Reseac. Teknik pengumpulan data yang dilakukan ialah observasi, wawancara dan sumber lain yang dianggap mampu mengembangkan penelitian. Data yang diperoleh kemudian diambil kesimpulan dari reduksi dan penampilan data. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan partisipasi siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Team Assisted Indivudualization (TAI) partisipasi siswa ratarata 15 anak . %) menjadi 19 anak . %). Kata-kata kunci: Partisipasi Belajar. Team Assisted Individualization Pendahuluan Strategi dan manajemen guru untuk memecahkan masalah pembelajaran diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran di kelas merupakan salah satu tugas utama guru, dan pembelajaran dapat diartikan sebagai kegiatan yang ditujukan untuk mengajar siswa. Proses pembelajaran seringkali cenderung meminimalkan keterlibatan siswa. Dominasi guru dalam pembelajaran membuat siswa cenderung lebih pasif menunggu pemaparan guru daripada mencari dan eissn: 25806416 pISSN: 23016671 GENTA MULIA- JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN Implementasi Team Assited Individualization menemukan sendiri pengetahuan, keterampilan atau sikap yang Untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih berkualitas dan bermakna bagi siswa, diperlukan metode pembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Partisipasi siswa dalam proses pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan, meningkatkan dan mempertahankan motivasi belajar siswa. Guru memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mengungkapkan gagasan tentang berbagai macam strategi penyelesaian masalah (Putra. Setiyadi, & Firmansyah, 2. Berdasarkan rumusan tersebut, seorang guru harus bisa sebagai inisiator, yaitu mampu memberikan ide-ide dalam pembelajaran, seperti menerapkan model dan metode pembelajaran yang mampu meningkatkan partisipasi siswa di kelas. Karena tanpa adanya motivasi belajar, sulit bagi guru untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Guru dapat menggunakan beberapa metode pembelajaran dalam menyelenggarakan proses pembelajaran, setiap metode pembelajaran memiliki karakteristik tersendiri yang harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Metode pembelajaran yang dapat digunakan antara lain presentasi, diskusi, permainan, simulasi, role play, ceramah, demonstrasi, penemuan, latihan, kolaborasi dan tutorial. Berdasarkan hasil observasi pada siswa SMK Muhammadiyah 2 Andong Boyolali. Banyak yang tidak serius belajar, tidak memperhatikan guru saat menjelaskan topik, banyak siswa memutuskan untuk duduk, banyak yang bercerita dengan temannya dan gagal menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Hal ini berdampak pada hasil nilai pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XI TKR 1 masih kurang memuaskan, karena masih banyak nilai siswa yang belum mencapai KKM. Hal tersebut ditunjukan dengan hasil observasi dengan jumlah 36 peserta didik yang terlihat aktif kurang dari 15 anak . %). Adapun partisipasi aktif peserta didik dilihst dari aspek perhatian ke pembelajaran 52%, mengajukan pertanyaan 28%, mengemukakan pendapat 36%, kerjasama dan diskusi kelompok 55%, menjawab pertanyaan 44% dengan rata-rata 43% siswa terlihat kurang tertarik dan bersemangat untuk terlibat dan berpartisipasi dalam pembelajaran. Keberhasilan proses pembelajaran tidak terlepas dari peran pendidik sebagai seorang yang sangat besar pengaruhnya terhadap hasil GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Implementasi Team Assited Individualization Jika metode pengajaran yang digunakan pendidik menyenangkan siswanya maka mereka antusias menerima pelajaran yang diberikan, sehingga diharapkan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh pendidik dapat tercapai (Sucahyo, 2. Metode pembelaaran merupakan salah satu faktor terpenting yang mempengaruhi hasil prestasi siswa dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Oleh karena itu, pendidik harus selalu mengembangkan sikap kreatif ketika memilih dan menentukan metode pembelajaran yang berbeda. Tentunya pendidik juga harus menyesuaikan dengan gaya belajar siswa serta kondisi dan situasi yang ada agar pembelajaran benar-benar terjadi. Pendekatan pembelajaran seharusnya terlihat baik berbentuk perencanaan pembelajaran dan harus dilakukan di kelas. Proses pembelajaran dengan paradigma baru yang dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa didalam berpikir, sehingga proses pembelajaran dapat meningkatkan kerjasama diantara siswa dengan pendidik(Amalia. Ngadiman, & Octoria, 2. Maka pendidik harus pandai dalam memilih metode pembelajran yang sesuai dengan kesiapan belajar siswa. Dengan model pembelajaran yang tepat diharapkan dapat meningkatkan kompetensi belajar siswa. Berdasarkan perolehan data dari hasil observasi diatas, pada proses pembelajaran diperlukan suatu model yang mampu mengikut sertakan siswa untuk berperan aktif, sehingga pembelajaran yang dilakukan dapat terasa menyenangkan dan tidak membosankan bagi siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) Esensi dari pendidikan kejuruan adalah mengajarkan kebiasaan berfikir dan bekerja melalui pelatihan yang berulang Ae ulang. Terdapat tiga kebiasaan yang harus diajarkan yaitu kebiasaan beradaptasi dengan lingkungan kerja, kebiasaan dalam proses pelaksanaan kerja, dan kebiasaan berfikir ( dalam pekerjaan ). Siswa dengan pengetahuan dan keterampilan belajar, tahu bagaimana mengidentifikasi masalah yang mereka hadapi dan menemukan solusi untuk mereka. Untuk memudahkan siswa dalam memecahkan masalah tersebut diperlukan suatu metode pembelajaran aktif dimana siswa berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Implementasi Team Assited Individualization Salah satu Strategi belajar yang digunakan adalah dengan Penerapan strategi pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI). Team Assisted Individualization (TAI) mengkombinasikan keunggulan pembelajaran kooperatif dan pembelajaran individual. Dari tipe pembelajaran ini, siswa secara tidak langsung dituntut aktif dalam proses pembelajaran. Strategi TAI ini merupakan alat yang berguna untuk mendorong dan meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran, khususnya pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XI TKR 1. Metode Team Assisted Individualization disusun untuk memecahkan masalah dalam program pengajaran, misalnya dalam hal kesulitan belajar siswa secara Model ini memperhatikan perbedaan pengetahuan awal tiap siswa untuk mencapai prestasi belajar. Siswa secara individual belajar materi pembelajaran yang sudah dipersiapkan oleh guru. Hasil belajar individual dibawa ke kelompok-kelompok untuk didiskusikan dan saling dibahas oleh anggota kelompok dan semua anggota kelompok bertanggung jawab atas keseluruhan jawaban sebagai tanggung jawab bersama. Setiap anggota kelompok diharapkan dapat saling bekerjasama secara sportif dan bertanggung jawab baik kepada dirinya maupun kepada anggota dalam satu kelompok (Pardede. Situmorang. Sinaga, & Sihombing, 2. Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas atau yang lebih dikenal dengan (Classroom Action Reseac. , yaitu suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar, berupa suatu tindakan, dengan sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama, yang dilakukan oleh guru atau arahan dari guru yang dilakukan siswa. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan 2 s/d 17 Mei 2023. Tindakan yang direncanakan dalam penelitian ini berupa penerapan strategi pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) untuk meningkatkan partisipasi pembelajaran siswa pada mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan kelas XI TKR 1 Tujuan utama penelitian tindakan kelas adalah untuk memperbaiki atau meningkatkan profesionalisme pendidik dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Penelitian ini diawali dengan studi pendahuluan . ra-stud. dan dilanjutkan dengan Siklus I. Subyek penelitian ini adalah Kelas XI TKR 1 (Teknik Kendaraan Ringa. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Implementasi Team Assited Individualization berjumlah 36 orang. Rencana penelitian merupakan gambaran langkahlangkah konkrit yang akan dilakukan dalam praktik. Penelitian diawali dengan observasi dan identifikasi masalah yang berkaitan dengan pembelajaran di kelas. Selain itu, fokus penelitian ditentukan oleh masalah yang dihadapi, rencana dan tindakan yang digunakan di dalam kelas untuk memecahkan masalah tersebut. Rencana penelitian akan dilaksanakan menggunakan model Kurt Lewin yang terdiri dari empat hal utama yaitu: Perencana. Aksi. Pengamatan dan Refleksi. Digambarkan dalam bentuk siklus sebagai: Perencanaan Refleksi Siklus Aksi Pengamatan Teknik penggumpulan data menggunakan . observasi dengan menggunakan instrumen lembar observasi untuk mendapatkan data aktivitas siswa selama proses pembelajaran. Wawancara dengan siswa guna untuk memperkuat data dalam mengetahui respon terhadap pelaksanaan pembelajaran serta untuk mengamati tentang sikap siswa. Indikator keberhasilan dalam partisipasi siswa dalam pembelajaran dengan penerapan strategi Team Assisted Indivudualization (TAI) diharapkan dapat mengalami peningkatan partisipasi siswa Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan. Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti selama mengajar mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan dengan materi service 000 km pada kelas XI TKR 1 SMK Muhammadiyah 2 Andong Boyolali. Sebagai guru sekaligus peneliti melakukan pengamatan pada kegiatan belajar mengajar. Pengamatan dilakukan kepada subyek penelitian sebelum dan sesudah penelitian serta profil belajar siswa. Sebelum menggunakan penerapan penerapan strategi Team Assisted Indivudualization (TAI) dalam pembelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan dengan . GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Implementasi Team Assited Individualization materi service berkala 20. 000 km pada kelas XI TKR 1 SMK Muhammadiyah 2 Andong Boyolali. Data Berdasarkan hasil observasi pra siklus pada siswa SMK Muhammadiyah 2 Andong Boyolali. Ditunjukan dengan hasil observasi dengan jumlah 36 siswa, yang terlihat aktif kurang dari 15 anak . %). Adapun partisipasi aktif peserta didik dilihst dari aspek perhatian ke pembelajaran 52%, mengajukan pertanyaan 28%, mengemukakan pendapat 36%, kerjasama dan diskusi kelompok 55%, menjawab pertanyaan 44% dengan rata-rata 43% siswa terlihat kurang tertarik dan bersemangat untuk terlibat dan berpartisipasi dalam pembelajaran. Pada pra siklus pemahaman konsep siswa belum begitu matang dan siswa belum terbiasa dengan pemecahan masalah serta interaksi langsung dalam kelas. Hal ini mengakibatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan belum optimal. Rata -rata partisipasi siswa pada pra siklus menunjukan angka 15 anak atau 43%. Refleksi Dengan melihat hasil observasi tersebut peneliti harus melakukan pendekatan kepada seluruh siswa yang kurang aktif di kelas. Peneliti juga harus membuat konsep baru dalam pembelajran yaitu dengan menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan kesiapan belajar siswa. Pengamatan dilakukan kepada subyek penelitian setelah menggunakan penerapan penerapan strategi Team Assisted Indivudualization (TAI) dalam pembelajaran Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan dengan materi service berkala 20. 000 km pada kelas XI TKR 1 SMK Muhammadiyah 2 Andong Boyolali. Data Berdasarkan hasil observasi pra siklus pada siswa SMK Muhammadiyah 2 Andong Boyolali. Ditunjukan dengan hasil observasi dengan jumlah 36 siswa, yang terlihat aktif kurang dari 19 anak . %). Adapun partisipasi aktif peserta didik dilihst dari aspek perhatian ke pembelajaran 78%, mengajukan pertanyaan 34%, mengemukakan pendapat 42%, kerjasama dan diskusi kelompok 60%, menjawab pertanyaan 48% dengan rata-rata 52% siswa terlihat kurang tertarik dan bersemangat untuk terlibat dan berpartisipasi dalam pembelajaran. GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Implementasi Team Assited Individualization Refleksi Berdasarkan hasil observasi pelaksanaan pada siklus ini terjadi peningkatan pada seluruh aspek pengamatan. Hasil siklus menunjukan sebanyak 69% siswa telah berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi belajar siswa XI TKR 1 SMK Muhammadiyah 2 Andong dengan subjek penelitian ini sebanyak 36 siswa. Penelitian dilakukan dengan satu siklus dengan strategi pembelajaran Team Assisted Indivudualization (TAI). Tindakan yang dilakukan sebelum siklus adalah dengan pengamatan awal pada keadaan kelas selama pembelajaran Pada tahap pra siklus terlihat menonjol dalam aspek partisipasi belajar adalah kegiatan memperhatikan pembelajaran yaitu dengan 19 anak . %). Akan tetapi untuk aspek kegiatan yang lain belum terlihat aktif. Berdasarkan data hasil penelitian didapatkan peningkatan partisipasi Adapun partisipasi aktif peserta didik dilihat dari aspek perhatian ke pembelajaran 52% menjadi 78%, mengajukan pertanyaan 28% menjadi 34%, mengemukakan pendapat 36% menjadi 42%, kerjasama dan diskusi kelompok 55%, menjadi 60% dan menjawab pertanyaan 44% menjadi 48%. Peserta didik tampak antusias dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan materi service berkala 000 km. Mereka terlihat memperhatikan pembelajaran yang diberikan oleh pendidik dengan motivasi tinggi dan terlihat aktif atau mereka sangat partisipatif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Hasil ini selaras dengan penelitian (Sucahyo, 2. yang menyebutkan partisipasi belajar peserta didik meningkat di setiap siklusnya yaitu nilai rata-rata partisipasi belajar di pra siklus sebesar 65% tidak tuntas, 73% di siklus Ituntas, dan 82% di siklus II masuk kategori tuntas. Berdasarkan tindakan yang telah dilaksanakan tersebut, pendidik telah dapat mengubah suasana pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk aktif dalam proses pembelajaran dikelas sehingga mengakibatkan prestasi belajar mereka mengalami peningkatan. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam mata pelajaran tata GENTA MULIA-Jurnal Ilmiah Pendidikan Implementasi Team Assited Individualization graha pada siklus I diperoleh hasil rata-rata 40% meningkat menjadi 72%(Sutiari, 2. Hambatan yang dialami selama pelaksanaan tindakan kelas adalah belum terbiasanya siswa dengan pembelajaran yang dilakukan dengan interaksi siswa. Oleh karena itu siswa masih perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan model pembelajaran Team Assisted Indivudualization (TAI). Namun demikian dnegan bimbingan guru siswa sedikit demi sedikit memahami alur pembalajran yang diterapkan. Kesimpulan Menurut hasil pembahasan adapun kesimpulan yang bisa diambil yaitu model pembelajaran Team Assisted Indivudualization (TAI) dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa. Selama penelitian terjadi peningkatan dari pra siklus dan siklus. Sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Team Assisted Indivudualization (TAI) partisipasi siswa rata-rata 15 anak . %) menjadi 19 anak . %). Daftar Pustaka