Jurnal Humaniora Vol. No. 605 - 616 http://jurnal. id/index. php/humaniora p-ISSN: 2684-9275 e-ISSN: 2548-9585 Analisis Pendapatan Usaha Penggemukan Sapi di Bantaran Krueng Aceh Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar Shevin Armika1 . Nasir Ismail1. Teuku Fadhla1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Program Studi Manajemen. Universitas Abulyatama. Aceh. Indonesia cucutkutilang@gmail. https://doi. org/10. 30601/humaniora. Published by Universitas Abulyatama Abstract Artikel Info Submitted: 06-05-2024 Revised: 19-15-2024 Accepted: 26-10-2024 Online first : 28-10-2024 The success of a cattle fattening business depends on three elements: seeds, feed, and management. The purpose of this study was to determine the income of farmers and the effect of seeds (X. , green feed (X. , fine bran feed (X. , concentrate feed (X. , capital (X. and labor (X. on cattle fattening production in Krueng Aceh Subdistrict. Krueng Barona Jaya District. Aceh Besar Regency. The research method used was survey method. The sampling technique uses simple random sampling with a total sample of 24 cattle fattening farmers. The data analysis model used is income analysis and multiple linear regression analysis. The results showed that the average income received by cattle fattening farmers in Krueng Aceh Subdistrict. Krueng Barona Jaya District. Aceh Besar Regency was Rp. 18,307,861. 15 for 2 cows per one cattle fattening period for 6 months of production. Based on the simultaneous test (F tes. shows that Fcari > Ftabel means accept Ha reject Ho that seeds (X. , green feed (X. , fine bran feed (X. , concentrate feed (X. , capital (X. , labor (X. , significantly affect the production of fattening cattle (Y). While the partial test . variables of seeds (X. , green feed (X. , capital (X. and labor (X. where tcari > ttabel then accept Ha and reject Ho means partially significant effect on cattle fattening production (Y). However, the variables of fine bran feed (X. and concentrate feed (X. where tcari < ttable then accept Ho and reject Ha, meaning that partially does not significantly affect the production of cattle fattening (Y). The R2 value is 0. 986, this indicates that the relationship between the independent variable and the dependent variable is 98. 6% while the remaining 0. 4% is explained by other factors outside the model. Keywords: Cattle Fattening Farmers. Income Abstrak Keberhasilan usaha penggemukan sapi bergantung pada tiga unsur yaitu bibit, pakan, dan manajemen atau pengelolaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan peternak dan pengaruh bibit (X. , pakan hijau (X. , pakan dedak halus (X. , pakan konsentrat (X. , modal (X. dan tenaga kerja (X. terhadap produksi penggemukan sapi di Bantaran Krueng Aceh Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan metode Teknik pengambilan sampel menggunakan acak sederhana . imple random samplin. dengan jumlah sampel 24 peternak penggemukan sapi. Model analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan analisis regresi linier Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan yang diterima peternak penggemukan sapi di Bantaran Krueng Aceh Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar yaitu sebesar Rp. 861,15 sebanyak 2 ekor sapi per satu periode penggemukan sapi selama 6 bulan produksi. Berdasarkan uji serempak . ji F) menunjukkan bahwa Fcari > Ftabel artinya terima Ha tolak Ho bahwa bibit (X. , pakan hijau (X. , pakan dedak halus (X. , pakan konsentrat (X. , modal (X. , tenaga kerja (X. , berpengaruh nyata terhadap produksi penggemukan sapi (Y). Sedangkan uji parsial . variabel bibit (X. , pakan hijau (X. , modal (X. dan tenaga kerja (X. dimana tcari > ttabel maka terima Ha dan tolak Ho artinya secara parsial berpengaruh nyata terhadap produksi penggemukan sapi (Y). Namun variabel pakan dedak halus (X. dan pakan konsentrat (X. dimana tcari < ttabel maka terima Ho dan tolak Ha artinya secara parsial tidak berpengaruh nyata terhadap produksi penggemukan sapi (Y). Nilai R2 sebesar 0. 986, ini menunjukkan bahwa keeratan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat sebesar 98,6% sedangkan sisanya sebesar 0,4% dijelaskan oleh faktor lain di luar Kata-kata kunci: Peternak Penggemukan Sapi. Pendapatan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. International License. A M. Shevin Armika. Nasir Ismail. Teuku Fadhla PENDAHULUAN Sektor pertanian memiliki beberapa bagian subsektor yaitu subsektor tanaman pangan, subsektor perkebunan, subsektor perikanan, subsektor hortikultura dan subsektor Subsektor peternakan memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan nasional. Hal ini dikarenakan peternakan merupakan penyedia pangan hewani asal ternak melalui peningkatan produksi berbagai komoditas, juga penyedia bahan baku untuk industri. Selain itu, peternakan secara tidak langsung juga berperan dalam pengentasan kemiskinan, karena peternakan merupakan suatu proses yang menggunakan faktor-faktor produksi dari masyarakat sehingga memberi balas jasa kepada masyarakat yang akan mempengaruhi pendapatannya, serta sebagai sumber energi alternatif dan untuk kelestarian lingkungan hidup (Zulkifli et al. , 2. Bidang peternakan sebagai subsektor dari pertanian merupakan bidang yang sangat penting dalam kehidupan manusia terkait dalam penyediaan bahan pangan hewani. Pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat berkaitan erat dengan pemenuhan daging di dalam negeri. Kebutuhan daging sapi di Indonesia saat ini dipenuhi dari tiga sumber yaitu ternak sapi lokal, hasil penggemukan sapi impor, dan impor daging dari luar negeri. Impor sapi hidup dan daging beku merupakan salah satu upaya agar tidak terjadi kesenjangan antara produksi dan tingkat konsumsi daging sapi di dalam negeri (Veras, 2. Penggemukan sapi potong juga berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan konsumen akan daging sapi yang berkualitas. Dengan mengoptimalkan pertumbuhan dan nutrisi sapi, penggemukan dapat meningkatkan persentase daging yang baik, seperti daging berlemak sehat dan daging dengan tekstur yang baik. Hal ini penting untuk memenuhi harapan konsumen yang semakin sadar akan pentingnya makanan sehat dan berkualitas. Namun, penggemukan sapi potong juga melibatkan tantangan dan faktor-faktor yang perlu Faktor seperti pilihan ras sapi yang tepat, manajemen pakan yang baik, perawatan kesehatan yang optimal, lingkungan yang sesuai, dan manajemen stres sapi harus dipertimbangkan dengan seksama. Kesalahan dalam penggemukan sapi potong dapat berdampak negatif pada pertumbuhan sapi, kesehatan hewan, dan kualitas daging yang A M. Shevin Armika. Nasir Ismail. Teuku Fadhla KAJIAN PUSTAKA Penelitian oleh (Muhtar, 2. , dengan judul Analisis Keuntungan Usaha Peternakan Sapi Potong di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya keuntungan Usaha peternak berdasarkan skala usaha, umur tingkat pendidikan pengalaman beternak, tanggungan keluarga, dan jumlah tenaga kerja terhadap pendapatan usaha sapi potong di Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru. Metode penelitian yang di gunakan adalah survey lapangan dengan instrument pendukung kuisioner, pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 77 responden. Analisis data secara deskriptif kuantitattif dan kualitatif dengan menggunakan rumus A = TR Ae TC dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menujukkan bahwa makin tinggi skala usaha maka makin tinggi pula pendapatan yang diperoleh peternak. Pendapatan peternak sapi potong yang ada di Kabupaten barru menguntungkan untuk skala usaha 1-3 ekor pendapatanya Rp. 000/tahun, 4-6 ekor pendapatanya Rp. 000/tahun, 7-9 ekor 000 dan lebih dari 9 ekor Rp. 000/tahun. Sedangkan faktor yang mempengaruhi pendapatan peternak secara berurutan adalah skala usaha, pengalaman beternak, motivasi beternak, jumlah tenaga kerja, pendidikan, umur, dan jumlah tanggungan keluarga. (Maulidia, 2. , dengan judul AuAnalisis Pendapatan Peternak Sapi Potong di Desa Mattirowalie Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru" Populasi dalam penelitian ini sebanyak 114 orang dan sampel sebanyak 32 responden. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dimana pada penelitian ini menjelaskan kondisi variabel pendapatan yang diperoleh oleh peternak. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan pada usaha sapi potong diperoleh dari selisih antara hasil penerimaan dengan biaya produksi. Pendapatan usaha ternak sapi potong terbesar berada pada skala usaha 8-9 ekor sebesar Rp. 268, - per peternak/periode dan terkecil pada skala usaha 2-3 ekor sebesar Rp. - per peternak/periode. Jika pendapatan dihitung per ekor ternak maka hasil perolehan tertinggi yaitu pada skala kepemilikan 8-9 ekor sebesar Rp. 487, - per peternak/periode dan pendapatan terkecil berada pada skala 2-3 ekor sebesar Rp. 952, - per peternak/periode. Adanya perbedaan pendapatan yang diperoleh oleh peternak dikarenakan perbedaan skala usaha sapi potong. Semakin besar skala usaha yang dimiliki peternak, maka semakin besar pula pendapatan per ekor yang didapatkan. A M. Shevin Armika. Nasir Ismail. Teuku Fadhla METODE PENELITIAN Lokasi. Objek dan Ruang Lingkup Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Penentuan lokasi ini dilakukan secara purposive sampling, dengan pertimbangan bahwa lokasi tersebut terdapat peternak yang mengusahakan usaha penggemukan sapi. Objek penelitian ini yaitu seluruh usaha penggemukan sapi di Bantaran Krueng Aceh Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Ruang lingkup dalam penelitian ini yaitu pendapatan usaha penggemukan sapi di Bantaran Krueng Aceh Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupatan Aceh Besar. Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi dalam penelitian adalah semua peternak yang mengusahakan penggemukan sapi di Bantaran Krueng Aceh Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Metode survey adalah penyelidikan yang dilakukan untuk memperoleh fakta-fakta atau sengaja yang ada dalam mencari keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang situasi sosial ekonomi dan suatu kelompok atau daerah (Nazir, 2. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah menggunakan simple random sampling . cak sederhan. Yaitu pengambilan sampel anggota populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiono, 2. Besarnya sampel yang mewakili populasi di daerah penelitian ditetapkan 40% dari peternak penggemukan sapi di bantaran krueng aceh berjumlah 60 orang peternak sapi, maka jumlah sampel yang diambil sebanyak 24 orang peternak sapi. Metode Analisis Data Analisis Pendapatan Setelah data yang diperoleh dan dikumpulkan secara lengkap selanjutnya yang akan dilakukan adalah menganalisis data tersebut. Untuk menganalisis permasalahan tentang pendapatan, dianalisis dengan menggunakan rumus (Soekartawi, 2. sebagai berikut : A = TR Ae TC Keterangan: A = Laba/rugi TR = Total Revenue . enerimaan tota. TC = Total Cost (Seluruh Biaya tetap dan tidak teta. A M. Shevin Armika. Nasir Ismail. Teuku Fadhla Analisis Regresi Linier Berganda Dalam penelitian ini untuk menguji kebenaran hipotesis kedua penelitian dengan menggunakan model regresi linier berganda dengan berdasarkan rumus sebagai berikut: Y=a0 yeC1ycya yeC2yc2 yeC3yc3 yeC4yc4 yeC5yc5 yeC6yc6 . Dimana: Y = Produksi Sapi a0 = Konstanta X1 = Bibit X2 = Pakan Hijau X3 = Pakan Dedak Halus X4 = Pakan Konsentrat X5 = Modal X6 = Tenaga Kerja Uji Serempak (Uji F) Untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara serempak digunakan uji F dengan rumus sebagai berikut: yaI= yaOyaO. /ya yaOyaO. a Oe ya Oe y. Uji Parsial . Untuk melihat pengaruh secara parsial digunakan uji t yaitu : ya yauyaoyaya = yaoya yayaoya Uji Koefisien Korelasi (R) Analisis koefisien korelasi digunakan untuk mengetahui arah dan kuatnya hubungan antara dua variabel atau lebih. Arah dinyatakan dalam bentuk hubungan positif dan negatif, sedangkan kuat atau lemahnya hubungan dinyatakan dalam besarnya koefisien korelasi. Uji Determinasi (RA) Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Adapun rumus yang digunakan adalah: yacya = yeEya yuyeoya yeEya yuyeoya yeEyc yuyeoyc yeEye yuyeoye yeEye yuyeoye yeEyi yuyeoyi Ocyeoya A M. Shevin Armika. Nasir Ismail. Teuku Fadhla HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Peternak Penggemukan Sapi Tabel 1. Rata-Rata Karakteristik Peternak Usaha Penggemukan Sapi di Bantaran Krueng Aceh Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar, 2023 Karakteristik Pemilik Usaha Satuan Rata-Rata Umur Tahun Pendidikan Tahun 10,91 Tanggungan Keluarga Peternak Jiwa 3,37 Pengalaman Beternak Tahun 12,79 Sumber: Data Primer, . Karakteristik peternak yang di maksud dalam penelitian ini meliputi umur. Pendidikan, tanggungan keluarga dan pengalaman beternak. Karakteristik pengusaha sangat erat hubungannya dengan kegiatan dan cabang usaha. Pada Tabel 1 di atas terlihat bahwa rata-rata umur peternak usaha penggemukan sapi di Bantaran Krueng Aceh Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar termasuk ke dalam golongan usia yang produktif untuk bekerja yaitu 41 tahun. Rata-rata pendidikan adalah 10,91 tahun, artinya setara dengan sekolah menengah pertama. Jumlah tanggungan rata-rata adalah 3,37 jiwa. Dan rata-rata pengalaman adalah 12,79 tahun. , yang tergolong dalam para peternak yang cukup berpengalaman dalam Penggunaan Tenaga Kerja Tabel 2. Rata-Rata Penggunaan Tenaga Kerja Usaha Penggemukan Sapi di Bantaran Krueng Aceh Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar, 2023 Uraian Pemeliharaan Rata-Rata (HKP) Memotong Rumput Pakan Hijau 11,02 Memberi Pakan Dedak Halus 3,60 Memberi Pakan Konsentrat 2,25 Memberi Minum 5,40 Total HKP Tenaga Kerja 22,27 Sumber: Data Primer, . A M. Shevin Armika. Nasir Ismail. Teuku Fadhla Tenaga kerja yang digunakan dalam usaha penggemukan sapi di Bantaran Krueng Aceh Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar hanya terbatas pada tenaga kerja dari dalam keluarga. Tenaga kerja yang dipakai pada usaha penggemukan sapi adalah tenaga kerja pria. Jenis kegiatan yang ada pada usaha penggemukan sapi ini meliputi pemeliharaan memberi pakan hijau, pakan dedak, pakan konsentrat dan memberi minum. Berdasarkan Tabel 2 di atas terlihat bahwa total rata-rata penggunaan tenaga kerja pada usaha penggemukan sapi di daerah penelitian yaitu 22,27 hkp. Produksi dan Penerimaan Tabel 3. Rata-Rata Produksi dan Penerimaan Per Musim Produksi Pada Usaha Penggemukan Sapi di Bantaran Krueng Aceh Kecamatan Krueng Barona Jaya Uraian Satuan Rata-Rata Jumlah Produksi Bobot Sapi 2 Ekor 374,20 Kg Harga Jual Rp/Kg 000/Kg Penerimaan Sumber: Data Primer, . Produksi adalah total penerimaan usaha penggemukan sapi yang diperoleh peternak pada setiap dijual. Penerimaan adalah pendapatan kotor yang diperoleh oleh peternak, dengan cara mengalikan hasil produksi dengan harga jual per kilogram daging sapi. Berdasarkan Tabel 3 di atas terlihat bahwa rata-rata jumlah produksi bobot sapi di Bantaran Krueng Aceh Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar yaitu 374,20 Kg. Harga jual yang digunakan adalah harga rata-rata di daerah penelitian sebesar Rp. 000/Kg. Sehingga menghasilkan rata-rata penerimaan usaha penggemukan sapi di daerah penelitian sebesar Rp. Analisis Pendapatan Usaha Penggemukan Sapi Tabel 4. Rata-Rata Pendapatan Per Musim Produksi Pada Usaha Penggemukan Sapi di Bantaran Krueng Aceh Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar, 2023 Uraian Satuan Rata-Rata (R. Penerimaan 2 Ekor Total Biaya Produksi 2 Ekor 388,85 Pendapatan 2 Ekor 861,15 Sumber: Data Primer, . A M. Shevin Armika. Nasir Ismail. Teuku Fadhla Pendapatan yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan penerimaan peternak sapi yang dikurangi dengan biaya produksi yang dikeluarkan oleh peternak sapi selama proses produksi berlangsung baik biaya tetap maupun biaya variabel. Berdasarkan Tabel 4 di atas terlihat bahwa rata-rata pendapatan peternak usaha penggemukan sapi per musim produksi adalah Rp. 861,15 per satu periode penggenukan selama 6 bulan produksi. Pendapatan ini merupakan pendapatan bersih yang diterima oleh peternak setelah dikurangi dengan seluruh biaya produksi. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usaha Penggemukan Sapi di Bantaran Krueng Aceh Kecamatan Krueng Barona Jaya Tabel 5. Hasil Analisis Pengaruh Bibit. Pakan Hijau. Pakan Dedak Halus. Pakan Konsentrat. Modal dan Tenaga Kerja Terhadap Produksi Penggemukan Sapi Per Musim Produksi Variabel Koefisien Regresi Constanta Bibit (X. Pakan Hijau (X. Pakan Dedak Halus (X. Pakan Konsentrat (X. Modal (X. Tenaga Kerja (X. Fcari = 200. Ftabel = 2. R2 = 0. ttabel = 2. Signifikan Keterangan: S = Signifikan TS = Tidak Signifikan Pengujian hipotesis dari hasil penelitian yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha penggemukan sapi yaitu faktor bibit, pakan hijau, pakan dedak halus, pakan konsentrat, modal dan tenaga kerja. Berdasarkan data yang diperoleh dari kuesioner yang kemudian dilakukan perhitungan atau pengolahan data dengan menggunakan program SPSS (Statistcal Product and Servie Solutio. Untuk mengetahui besarnya parameter dari masing-masing variabel tersebut . engan asumsi variabel yang lain teta. , maka dianalisis A M. Shevin Armika. Nasir Ismail. Teuku Fadhla dengan menggunakan metode regresi linear berganda (Multiple Regression Linear Analysi. pengaruh faktor-faktor tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut: Y=a0 1X1 2X2 3X3 4X4 5X5 6X6 . Y= -3. 694 X1 0. 008 X2 0. 013 X3 0. 018 X4 6. 203 X5 -2. 293 X6 Uji F (Serempa. Hasil pengujian secara serempak yang dilakukan dengan menggunakan uji F atau uji serempak diperoleh F cari = 200. 403 dan F tabel = 2. 77 dengan perkataan lain F cari > F tabel berarti terima Ha dan tolak Ho bahwa Bibit (X. Pakan Hijau (X. Pakan Dedak halus (X. Pakan Konsentrat (X. Modal (X. dan Tenaga Kerja (X. secara serempak berpengaruh nyata terhadap produksi penggemukan sapi di Bantaran Krueng Aceh Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Uji t (Parsia. Tabel 6. Hasil Analisis Nilai Tcari Variabel Berpengaruh Luas Lahan (X. Bibit (X. Tenaga Kerja (X. Pupuk Urea (X. Pupuk MPK (X. Punyisida (X. ttabel = 1. Keterangan: = Berpengaruh = Tidak Berpengaruh Berdasarkan tabel 6 diatas variabel bibit (X. , pakan hijau (X. , modal (X. dan tenaga kerja (X. dimana tcari > ttabel maka terima Ha dan tolak Ho artinya secara parsial berpengaruh nyata terhadap produksi penggemukan sapi. Namun variabel pakan dedak halus (X. dan pakan konsentrat (X. dimana tcari < ttabel maka terima Ho dan tolak Ha artinya secara parsial tidak berpengaruh nyata terhadap produksi penggemukan sapi. A M. Shevin Armika. Nasir Ismail. Teuku Fadhla Uji R (Koefisien Korelas. Untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua atau lebih variabel independen. Digunakan analisis koefisien korelasi (Uji R) nilai koefisien adalah sebesar 0. 993 atau 99. Hal ini berarti hubungan antara variabel independen X1. X2. X3. X4. X5 dan X6 dengan variabel dependen dalam penelitian ini sangat erat dan ei = 0. 7% yang artinya masih ada variabel lain di luar model sebesar 0. 7% yang menentukan keeratan hubungan tersebut. Uji R2 (Determinas. Berdasarkan tabel Aumodel SummaryAy, diketahui nilai koefisien determinasi atau R2 adalah sebesar 0. 986 atau sama dengan 98. 6%, angka tersebut mengandung arti bahwa variabel (X1. X2. X3. X4. X5 dan X. secara simultan berpengaruh terhadap variabel (Y) sebesar 98. sedangkan sisanya . % - 98. 6% = 0. 4%) dipengaruhi oleh variabel lain di luar model persamaan regresi atau variabel lain di luar model yang dianalis. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Rata-rata pendapatan yang diterima peternak penggemukan sapi di Bantaran Krueng Aceh Kecamatan Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar yaitu sebesar Rp. 861,15 sebanyak 2 ekor sapi per satu periode penggemukan sapi selama 6 bulan produksi. Saran Di harapkan kepada peternak penggemukan sapi supaya memperhatikan anjuran dalam memberi pakan baik pakan hijau, pakan dedak halus, pakan konsentrat dan memberi minum tepat waktu. Kepada tenaga penyuluh diharapkan terus memberikan penyuluhan secara aktif dan faktor-faktor penggenukan sapi. Peternak hendaknya mampu meningkatkan produksi penggemukan sapi melalui intensifikasi dan mendapatkan harga jual yang lebih tinggi. DAFTAR PUSTAKA